| 0016095440025000 | Rp 49,483,550,211 | |
PT Varia Usaha Beton | 00*4**2****41**0 | - |
CV Rozaq | 06*3**7****04**0 | - |
| 0033277518542000 | - | |
| 0612312116307000 | - | |
| 0810938126311000 | - | |
| 0016866840306000 | - | |
CV Wahana Multi Engineering | 07*7**3****01**0 | - |
| 0026500876301000 | - | |
| 0905065991306000 | - | |
| 0809970163306000 | - | |
| 0835457557303000 | - | |
PT Sungai Pinang Jaya | 0026097675332000 | - |
PT Epithu Logica Sembada | 09*5**4****15**0 | - |
| 0814843751301000 | - |
URAIAN PEKERJAAN
Uraian pekerjaan ini secara singkat meringkas tahap pekerjaan pembangunan jaringan pipa air
limbah dengan mengacu kepada spesifikasi teknis dan gambar.
Metode pekerjaan ini meliputi 2 jenis pekerjaan yang spesifik, yaitu pemasangan pipa saluran
pembuangan dan manhole (lubang inspeksi)/box sambungan serta sambungan rumah.
Metode Auger Drilling / Auger Jacking / Burst Jacking:
Pemasangan pipa saluran pembuangan dengan metode auger drilling / auger jacking / burst jacking
dan lubang inspeksi (manhole) meliputi tahapan pekerjaan berikut:
• survei / pengukuran dan pematokan (spesifikasi 1.7);
• koordinasi dengan pemilik utilitas lain (PAM, Gas [jika ada], PLN, dsb.) yang kemungkinan
ada di dalam jalan atau overhead (spesifikasi 1.15);
• sosialisasi kepada aparatur setempat dan warga sekitar tempat kegiatan (spesifikasi 1.16);
• pembongkaran perkerasan jalan untuk instalasi lubang inspeksi (manhole) dengan metode
caisson (bertahap sesuai kemajuan pekerjaan) (spesifikasi 3.1-3.4);
• instalasi lubang inspeksi (manhole) dengan metode caisson Tahap 1 (manhole berfungsi
sebagai starting pit atau arriving pit di mana starting pit berfungsi untuk instalasi alat auger
drilling / auger jacking / burst jacking termasuk cor beton lantai kerja (spesifikasi 4.4);
• drilling / jacking pipa (pekerjaan [sub-]kontraktor spesialis (spesifikasi 4.1-4.4) dan instalasi
pipa uPVC jacking (spesifikasi 4.4);
• instalasi lubang inspeksi (manhole) dengan metode caisson Tahap 2: lantai lubang inspeksi,
pemasangan conversion slab prefabrikasi, spacer ring dan penutup manhole (manhole cover
yang dibuat dari besi cor), benching lantai dalam manhole dan perapian manhole, termasuk
drop structure jika ada di dalam gambar (spesifikasi 2.9/7);
• pemulihan perkerasan (reinstatement beton dan aspal) (spesifikasi 5/7/8).
Waktu pelaksanaan selalu mematuhi terhadap Spesifikasi 1.8 (RKK) dan 1.9 (Manajemen Lalu Lintas).
PENTING: Untuk menjamin elevasi dan kemiringan pipa air limbah sesuai desain, pelaksanaan
pemasangan pipa air limbah (metode auger drilling / auger jacking / burst jacking) wajib dilakukan
dari posisi starting pit paling dalam ke arrival pit paling dangkal.
Metode Galian Terbuka (Open Trench):
Pemasangan pipa saluran pembuangan dan kotak sambungan lubang inspeksi (manhole) meliputi
tahapan pekerjaan berikut:
• survei / pengukuran dan pematokan (spesifikasi 1.7);
• koordinasi dengan pemilik utilitas lain (PAM, Gas [jika ada], PLN, dsb.) yang kemungkinan
ada di dalam jalan atau overhead (spesifikasi 1.15);
• sosialisasi kepada aparatur setempat dan warga sekitar tempat kegiatan (spesifikasi 1.16);
• pembongkaran perkerasan jalan dan gang (bertahap sesuai kemajuan pekerjaan) (spesifikasi
3.1-3.4);
• penggalian tanah dan pengamanan trench (spesifikasi 3.1-3.4);
• pasang plastic dan pasir sebagai tempat duduk pipa (bedding) (spesifikasi 4.5);
• instalasi pipa dan aksesories (spesifikasi 2.9/4.5);
• konstruksi lubang inspeksi (manhole); lantai lubang inspeksi. pemasangan cincin manhole
prefabrikasi, pemasangan conversion slab prefabrikasi, spacer ring dan penutup manhole
(manhole cover yang dibuat dari besi cor) dan benching lantai dalam manhole (spesifikasi
2.9/7);
Palembang City Sewerage Project 1
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
• konstruksi kotak sambungan dan pemasangan titik pembersihan di jaringan pipa tersier yang
tidak ada cukup ruang untuk manhole (spesifikasi 2.9/4.5);
• pemasangan pipa lateral dan inlet rumah lengkap dengan clean-out point (spesifikasi 4.5);
• penimbunan dan pemadatan jalur galian (bertahap) dengan pasir (spesifikasi 3.1-3.4);
• pemulihan perkerasan (reinstatement beton dan aspal) (spesifikasi 5/7/8).
Waktu pelaksanaan selalu mematuhi terhadap Spesifikasi 1.8 (RKK) dan 1.9 (Manajemen Lalu Lintas).
PENTING: Untuk menjamin elevasi dan kemiringan pipa air limbah sesuai desain, pelaksanaan
pemasangan pipa air limbah (metode open trench) wajib dilakukan dari pipa utama (posisi paling
dalam) ke pipa lateral (posisi paling dangkal).
Pemasangan Sambungan Rumah
• sosialisasi kepada aparatur setempat dan warga (spesifikasi 1.16 b./c./d.));
• survei / pengukuran sambungan rumah (spesifikasi 10.1);
• pekerjaan sambungan rumah (spesifikasi 10.2)
Palembang City Sewerage Project 2
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
Di halaman pra-pabrikasi, beton yang baru dituangkan harus terlindung dari sinar
matahari langsung dan tetap basah (curing) setidaknya selama 3 hari. Tidak boleh ada
retakan visual (penyusutan).
Ketebalan minimum dinding manhole harus 150 mm.
Komponen manhole bagian dasar (base manhole) lapisan alas (base slab) terbuat dari
beton bertulang yang dicor ditempat sebagaimana tertera pada gambar. Sebagai
alternatif yang direkomendasi bagian dasar (base manhole) diproduksi parcetak.
(a) Conversion slabs
Seperti yang ditunjukkan pada gambar, conversion slab pracetak harus ditempatkan pada
cincin manhole bagian atas untuk menutup manhole, kecuali untuk yang bundar terbuka
lebar 600 mm yang akan memberikan akses ke manhole. Conversion slab harus terbuat
sesuai Gambar dan harus terbuat dari beton bertulang dengan kekuatan tekan minimum
350 kg / cm2 (beton tipe A).
(b) Tutup manhole dan cincin
Di antara bukaan manhole dan conversion slab, beton pracetak spacer rings harus dibuat
dengan ketinggian yang akan ditentukan pada lokasi yang akan memastikan bahwa bagian
atas tutup manhole sejajar dengan jalan/trotoar di sekitarnya.
Spacer ring harus terbuat dari beton tidak betulang dengan kekuatan tekan minimum 225
kg / cm2 (beton tipe D).
Tinggi maksimum spacer ring yang diperbolehkan adalah 400 mm.
Tutup manhole (manhole cover) dan bingkai yang digunakan harus terbuat dari besi tuang
(ductile cast iron) dengan komponen engsel dan kunci. Komponen as harus terbuat dari
stainless steel dengan diameter 22 mm. Total harus mampu menahan beban berat (heavy
duty) dan beban uji minimum 20 ton.
Bingkai (surround) manhole harus dicor dalam beton (grout) dengan kualitas beton
minimum 500 kg/cm² dan harus terhubung dengan spacer ring menggunakan stek atau
angkur. Kontraktor harus mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan untuk jenis dan
kualitas tutup dan bingkai manhole sebelum memesan komponen tersebut.
Sebelum menuangkan beton elemen manhole pre-cast pertama, Direksi Pekerjaan harus
diundang untuk memeriksa tulangan.
2.9.4 Connection Box dan Clean Out Point
Dalam sistem tersier, connection boxes harus dibuat di lokasi:
a) dimana ada 2 pipa atau lebih bertemu; dan
b) dimana ada sudut/lengkung pada jalur pipa.
Connection boxes harus:
a) ditimbun dalam tanah;
b) harus terbuat dari beton bertulang dengan kekuatan tekan minimum 300 kg / cm2.
c) bagian bawah dan sisi-sisi kotak disarankan pracetak (tetapi boleh beton cast in situ),
tutup harus pracetak.
d) semen yang digunakan untuk pembuatan semua komponen connection box haruslah
semen tahan sulfat tipe V sesuai SNI-15-2049-2004.
Palembang City Sewerage Project 3
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
Pada setiap lokasi dimana connection box harus dipasang, clean out point juga harus dibuat
seperti yang ada pada Gambar. Bingkai beton (surround) harus beton pracetak terbuat dari
beton bertulang dengan kekuatan tekan minimum 300 kg / cm2 (beton tipe A), semen tipe I
sesuai SNI-15-2049-2004. Pipa uPVC pada clean out point harus ditutup dengan sebuah sekrup
‘clean out’ dan sebuah petutup besi tuang (ductile cast iron) seperti yang ditunjukkan dalam
Gambar.
2.10 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
Pengukuran pipa-pipa untuk sistem gravitasi yang didatangkan oleh Kontraktor diukur dalam
satuan linear meter (m) sesuai dengan panjang dan diameter nominal yang tertera pada
Daftar Harga dan Kuantitas pengadaan dan pemasangan pipa masing-masing jenis pipa.
Kontraktor Pelaksana mencermati dan memantau jumlah pipa dan manhole yang dibutuhkan
untuk menyelesaikan pekerjaan sehingga jumlah pipa dan manhole yang didatangkan tidak
melebihi kebutuhan sesungguhnya.
Apabila Kontraktor atas kelalaiannya mendatangkan pipa dan manhole dengan jumlah yang
melebihi kebutuhan sesungguhnya, maka terhadap kelebihan jumlah tersebut tidak akan
dilakukan pembayaran apapun.
Palembang City Sewerage Project 4
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
BAGIAN III - PEKERJAAN TANAH
3.1 UMUM
A. Ringkasan
Kontraktor harus menyediakan semua tenaga kerja, material, peralatan dan hal-hal
insidental lain untuk melaksanakan semua penggalian, pengurasan, pembuangan,
timbunan, pengisian dan gradasi yang diperlukan untuk menyelesaikan pekerjaan yang
diindikasikan di dalam Gambar dan diatur di dalam ketentuan ini. Pekerjaan ini
mencakup hal-hal berikut namun tidak terbatas pada:
(1) penggalian untuk struktur, manhole, saluran, pipa, perlengkapan kerja dan
perkerasan;
(2) semua timbunan untuk urugan dengan gradasi yang sesuai;
(3) pembuangan limbah dan sisa material; dan
(4) semua pekerjaan yang relevan seperti perlengkapan penyokong dinding galian dan
pengurasan.
Atas persetujuan Direksi Pekerjaan, tanah humus dan ilalang hasil galian yang dimaksud
pada artikel ini dapat disimpan oleh Kontraktor untuk digunakan sebagai timbunan
sementara. Kontraktor bertanggungjawab untuk memeriksa semua truk dan kendaraan
yang digunakan untuk transportasi tanah galian, lapisan organik, tanah timbunan dan
bahan lain dari dan ke lokasi pekerjaan. Bak truk harus kedap dan dimuati sedemikian
rupa sehingga muatan material tidak akan tumpah ke jalan raya.
Kontraktor harus melaksanakan semua peraturan lalu lintas dan keselamatan kerja yang
dapat diterapkan. Kontraktor harus melaksanakan operasinya sedemikian sehingga truk
dan kendaraan lain tidak menghasilkan gangguan di jalan raya. Segala jenis kotoran,
lumpur dan material lain yang tertumpah ke jalan dan trersebar oleh roda kendaraan
harus segera dibersihkan oleh Kontraktor.
B. Definisi
Terminologi turap penahan dan penyangga harus mencakup semua metode yang
diperlukan untuk menopang gaya lateral dan vertikal dari dinding galian dan fasilitas
yang ada di sekitar galian, menggunakan lembaran baja atau pancang dan penyokong
atau material lain yang disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
C. Kondisi dibawah permukaan
Laporan hasil penyelidikan tanah (geoteknik) dapat dipelajari di kantor Pemilik Proyek.
Kontraktor diharapkan dapat melakukan penyelidikan geoteknik tambahan dari data
yang ada yang dirasa perlu untuk mendapatkan petunjuk yang menggambarkan kondisi
sebenarnya dan Kontraktor bertanggung jawab atas segala interpretasi yang dibuatnya
berdasarkan informasi yang disediakan oleh Pemilik Proyek.
D. Prosedur konstruksi untuk menstabilkan penggalian struktur dan parit pipa
Stabilitasi galian dipengaruhi oleh faktor-faktor seperti kedalaman penggalian, kondisi
tanah dasar, muka air tanah, kemiringan, sistem penahan, beban muatan (termasuk
bangunan dan beban lalu lintas), urutan konstruksi. Berikut ini adalah kriteria minimum
yang harus dicermati oleh Kontraktor, ketika merencanakan penggalian, struktur
penahan, penumpukan dan penyanggaan.
Palembang City Sewerage Project 5
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
(1) Struktur
Penggalian di sekitar bangunan yang ada memerlukan penopang untuk melindungi
bangunan tersebut, sisi dinding galian harus ditopang guna menghindari kehancuran
dan gedung-gedung di pemukiman. Kontraktor harus menyerahkan proposal untuk
metode penggalian di dekat gedung-gedung guna mendapat untuk persetujuan dari
Direksi Pekerjaan sebelum pekerjaan dimulai.
(2) Perpipaan
Lebar parit galian akan diputuskan sesuai dengan tingkat kesulitan pengerjaan di
dalam parit penggalian, lebar jalan, kondisi lalu-lintas, keselamatan kerja dan
jaminan kualitas pemasangan pipa yang mengacu pada gambar kontrak.
Untuk penggalian untuk kedalaman kurang dari 1,5 m, atas usulan Kontraktor dan
persetujuan dari Direksi Pekerjaan, dapat dilakukan tanpa turap penahan (box
shuttering) tetapi dengan kondisi lereng yang stabil. Penggalian untuk kedalaman
lebih dari 1,5 m harus dipasangi turap penahan (box shuttering).
Lembaran baja dan tonggak penyangga harus digunakan untuk dinding penahan
pada penggalian lebih dalam dari 1,5 m, papan dan balok kayu tidak boleh digunakan
sebagai turap penahan dan tonggak penyangga karena tidak dapat diandalkan.
Manakala penggalian parit atau shaft tidak mungkin dilakukan pada siang hari,
Kontraktor harus mempertimbangkan untuk melaksanakannya pada malam hari.
Dalam hal ini, parit pipa atau shaft harus ditutupi dengan lembaran baja memberi
akses lalu lintas pada siang hari.
Penimbunan tanah atau material konstruksi di dekat parit galian tidak
diperkenankan, bahan-bahan tersebut harus disimpan di lokasi yang jauh dari parit
galian untuk menjaga stabilitas dinding galian.
Kontraktor harus menyerahkan metode kerja yang diusulkan untuk penggalian,
turap penahan dan tonggak penyangga kepada Direksi Pekerjaan untuk
mendapatkan persetujuan, termasuk juga rencana pembuangan material galian,
penimbunan dan pemulihan badan jalan.
Penggalian, perlindungan struktur yang berdekatan, penimbunan dan pemulihan
badan jalan harus dikontrol dengan ketat oleh Kontraktor sesuai dengan petunjuk
yang tertera pada Spesifikasi Teknis.
E. Gambar Kerja dan Perhitungan Struktural untuk Turap Penahan dan Tonggak Penyangga
Selambat-lambatnya 28 hari sebelum pemasangan pipa, Kontraktor harus menyerahkan
kepada Direksi Pekerjaan, 2 (dua) set lengkap gambar dan perhitungan struktur yang
diusulkan untuk konstruksi turap penahan dan tonggak penyangga. Baja lembaran atau
sheet pile dan tonggak penyangga dari baja harus digunakan untuk maksud penggalian
ini. Informasi sebagai berikut harus dimasukkan dalam Gambar yang diajukan:
(1) urutan pemasangan atau pemancangan sheet pile;
(2) penggunaan bak ukur untuk menjaga alinyemen turap penahan selama instalasi;
(3) urutan penggalian dalam kaitannya dengan penempatan turap penahan dan waktu
yang diantisipasi antara penggalian dan penempatan turap penahan;
(4) dimensi dan karakteristik bahan dari turap penahan dan tonggak penyangga,
termasuk modulus potongan, kekuatan luluh, desain tekanan dan komposisi bahan;
(5) kedalaman embedment terpal dan / atau tumpukan induk di bawah bagian bawah
penggalian;
Palembang City Sewerage Project 6
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
(6) metode yang diusulkan untuk pengurasan parit galian selama kondisi muka air tanah
normal dan tinggi (musim hujan);
(7) rincian yang menunjukkan metode shimming atau pra-tekan material turap penahan
F. Pengurasan
Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor harus menyerahkan metode yang diusulkan
untuk pekerjaan pengurasan kepada Direksi Pekerjaan guna mendapatkan persetujuan.
Semua parit galian harus dijaga dari kemungkinan banjir atau genangan.
Metode yang diusulkan harus mencakup penjelasan rinci tentang semua pengaturan
pompa, ukuran peralatan dan kapasitas pompa yang diusulkan untuk digunakan.
Jika sistem drainase yang sudah ada harus dibongkar sementara untuk memasang pipa
air limbah, Kontraktor harus menyediakan fasilitas pengalihan drainase sementara
untuk mencegah kerusakan kepentingan publik maupun pribadi dan pekerjaan yang
sedang berlangsung. Jika drainase yang sudah ada rusak akibat pekerjaan, Kontraktor
wajib mengembalikan ke bentuk aslinya tanpa ada pembayaran tambahan.
Jika Kontraktor berencana untuk menggunakan fasilitas drainase yang ada sebagai
drainase sementara untuk pengurasan, maka hal tersebut harus mendapatkan
persetujuan dari otoritas setempat dan membersihkan bagian dari sistem drainase yang
ada pada saat selesainya pekerjaan di tempat tersebut.
Kontraktor diharuskan, pada setiap saat selama masa konstruksi, menyediakan dan
memelihara peralatan dan fasilitas untuk melakukan semua pekerjaan beton, pipa,
urugan dan lain-lain dalam kondisi kering.
3.2 PRODUK
A. Tonggak penyangga dan turap penahan
Bahan untuk tonggak penyangga dan turap penahan harus terbuat dari baja dengan
kualitas yang memadai, harus kokoh dan bebas dari puntiran atau cacat lainnya yang
melemahkan struktur baja tersebut.
B. Urugan Pasir (Material No.1)
Urugan pasir harus yang merupakan pasir yang dibeli dari luar, mengandung lumpur dan
tanah liat (diameter dibawah 75 mikron) kurang dari 30% berat totalnya. Pasir ini terdiri
dari pasir mineral secara substansial bebas dari bahan organik, tanah atas, kayu, sampah
dan bahan-bahan lainnya yang tidak dapat dipadatkan dengan baik. Urugan pasir tidak
boleh mengandung bebatuan lebih besar daripada 50 mm dalam dimensi apapun.
C. Urugan tanah pilihan (Material No. 2)
Urugan tanah pilihan merupakan tanah galian yang diolah/dipilah atau tanah yang dibeli
dari luar, mengandung tanah liat (diameter dibawah 5 mikron) kurang dari 30% berat.
Tanah ini terdiri dari tanah mineral yang secara substansial bebas dari bahan organik,
humus, kayu, sampah dan bahan-bahan lainnya yang tidak dapat dipadatkan dengan
baik. Urugan pilihan tidak boleh mengandung bebatuan lebih besar dari 50 mm dalam
dimensi apapun. Urugan pilihan akan digunakan dalam penggalian di sepanjang jalan
nasional.
3.3 PELAKSANAAN PEKERJAAN
A. Penggalian
(1) Umum
Palembang City Sewerage Project 7
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
Penggalian harus dilakukan dengan lebar dan kedalaman yang cukup untuk
memberikan ruang yang cukup untuk konstruksi bangunan dan struktur, pipa dan
manhole, termasuk penopang, tonggak penyangga dan pekerjaan pengurasan.
(2) Penggalian untuk struktur
Kontraktor harus memilih peralatan yang sesuai dan sistem penahan dinding galian
dengan pertimbangan kedalaman dan volume penggalian, kondisi tanah yang digali,
tinggi muka air tanah dan kondisi sekeliling.
Di lokasi dimana penopang dan tonggak penyangga digunakan untuk melindungi
dinding galian, posisi turap penahan dan tonggak penyangga harus
dipertimbangkan, tidak hanya bekerja penggalian tetapi juga untuk keperluan
pengecoran beton, pembesian, pembongkaran turap penahan dan tonggak
penyangga dan penimbunan.
(3) Penggalian untuk parit pipa
Penggalian parit pipa harus dilakukan dengan lebar dan kedalaman yang sesuai
guna memberikan cukup ruang untuk pemasangan manhole dan pipa, termasuk
turap penopang, tonggak penyangga dan pekerjaan pengurasan.
Kontraktor harus memilih peralatan yang sesuai dan sistem penahan dinding galian
dan mempertimbangkan kedalaman dan volume galian, kondisi tanah yang digali,
ketinggian muka air tanah, keselamatan kerja, kondisi lalu lintas dan kondisi
sekeliling.
Pipa tersier harus dipasang di gang-gang kecil yang tidak dapat diakses oleh alat
berat. Penggalian di area tersebut mungkin harus dilakukan secara manual atau
mungkin dengan menggunakan ekskavator kecil.
Posisi utilitas yang ada seperti kabel listrik, pipa air minum, pipa gas, kabel
telekomunikasi, kabel trafic light dan drainase harus diinvestigasi sebelum memulai
penggalian. Jika perlu untuk pekerjaan pemasangan pipa air limbah dan manhole,
Kontraktor harus melindungi atau memindahkan bagian yang terkena utilitas ini
tanpa pembayaran tambahan dan kompensasi jika kerusakan-kerusakan terhadap
utilitas tersebut disebabkan oleh pekerjaan Kontraktor.
Permukaan aspal / beton yang akan dibongkar untuk penggalian harus dipotong
menggunakan mesin pemotong aspal sepanjang garis lurus sejajar untuk
membatasi jumlah aspal / beton yang dibongkar.
Untuk penggalian di bawah lantai trotoar, lantai trotoar harus dibongkar sebelum
penggalian dan sebisa mungkin digunakan kembali untuk restorasi.
Untuk lokasi dimana turap penahan dan tonggak penyangga digunakan untuk
melindungi dinding galian, posisi turap penahan dan tonggak penyangga harus
dipertimbangkan tidak hanya untuk pekerjaan penggalian, tetapi juga untuk
pemasangan pipa, pengecoran beton, pembesian, penimbunan dan pembongkaran
turap penahan.
Kontraktor harus memilih penggunaan mesin pemancang yang sesuai untuk daerah
dengan kepadatan penduduk dan kondisi permukaan air tanah yang tinggi . Mesin
tersebut haruslah memiliki tingkat kebisingan dan getaran yang rendah untuk
digunakan memancang sheet pile. Menggunakan silent pile hammer, auger, water
jet, vibro hammer dengan tingkat kebisingan rendah atau penggunaan kombinasi
mesin-mesin yang lebih baik amat disarankan dengan pertimbangan pekerjaan
Palembang City Sewerage Project 8
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
dilakukan di lokasi pusat perbelanjaan dan berdekatan dengan hotel dan
permukiman.
Kontraktor harus memilih peralatan yang tepat untuk melaksanakan penggalian
parit pipa untuk daerah-daerah dengan kondisi tanah keras sebagaimana tertera
pada gambar. Kondisi tanah yang keras tidak menghindarkan Kontraktor dari
kewajiban menjaga keselamatan pekerja dengan memasang turap penahan dan
tonggak penyokong yang diperlukan untuk menstabilkan tanah di sekitar parit pipa.
(4) Penggalian dibawah tanah dasar
Jika kondisi tanah tak terganggu di bawah elevasi dasar galian tidak cocok untuk
pondasi, maka lapisan tanah asli harus dibongkar dengan kedalaman dan lebar
seperti petunjuk Direksi Pekerjaan dan diganti dengan bahan yang sesuai.
Namun, kelebihan penggalian yang dilakukan oleh Kontraktor tanpa persetujuan
dari Direksi Pekerjaan harus dilakukan penimbunan kembali dan dipadatkan dengan
menggunakan material yang cocok hingga memuaskan, semuanya dengan biaya
yang ditanggung oleh Kontraktor.
(5) Pembongkaran struktur yang tidak terpakai
Kontraktor harus membongkar semua struktur yang tidak terpakai seperti beton,
pancang, bata, pasangan batu dan kayu dari struktur baru. Tiang pancang yang
dibongkar dengan cara dicabut harus ditimbun menggunakan pasir.
B. Pondasi dan urugan untuk struktur seperti open trench manhole dan Tee
(1) Umum
Kecuali ditunjukkan pada Gambar, lantai kerja terdiri dari pasir yang diratakan
(Material No.1) dan beton yang diperlukan dalam semua struktur yang diusulkan.
Penggalian termasuk operasi pengurasan harus dilakukan dengan cara yang tetap
melestarikan tanah yang mendasari struktur dari tanah yang terganggu. Jika tanah
yang mendasari struktur terganggu karena kegagalan untuk melakukan penggalian
yang tepat, Kontraktor harus menggali tanah terganggu tersebut dan melakukan
pengurugan dengan pasir (Material No.1) atau beton untuk meratakan. Semua biaya
yang disebabkan oleh penggalian yang berlebihan ditanggung oleh Kontraktor.
(2) Pondasi
Segera setelah penggalian mencapai elevasi yang dibutuhkan, lembaran plastik
harus ditempatkan dan pasir (Material No.1, ketebalan 100 ~ 200mm) harus tersebar
di atas lembaran plastik dan dipadatkan.
Setelah itu lapisan kedua dari beton (K-125, ketebalan 50-100 mm) harus dicor dan
diratakan. Air harus dipompa keluar selama waktu penggalian untuk penyelesaian
struktur atau pemasangan pipa.
Lantai kerja yang lebih tebal dari yang ditentukan dalam Gambar dapat digunakan
demi kenyamanan Kontraktor tanpa adanya pembayaran tambahan.
(3) Urugan untuk struktur
Setelah pembongkaran bekisting beton, pasir urug (Material No.1, setiap lapisan
300 mm) harus dihampar dan dipadatkan dengan alat pemadat.
C. Urugan dan pemadatan di parit pipa
Palembang City Sewerage Project 9
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
Bahan-bahan untuk pengurugan harus urugan pasir (Material No.1) atau urugan tanah
pilihan (Material No.2) di sepanjang jalan national. Pasir dan tanah pilihan tersebut
dipadatkan dengan alat pemadat atau pemadat dengan roda bergetar secara bertahap
atau per lapis hingga kepadatan 95% dari kepadatan kering maksimum menurut SNI-03-
2828:2011. Material untuk urugan kembali harus dihampar berlapis dengan tebal yang
tidak melebihi 300 mm dimana ketebalan yang dimaksud adalah sebelum pemadatan.
Setelah penimbunan selesai, Kontraktor wajib mengembalikan permukaan tanah, jalan,
trotoar dan daerah lain yang terganggu oleh penggalian sampai tercapai kondisi
sekurang-kurangnya sama dengan yang sebelum penggalian.
D. Pembuangan tanah galian
Semua tanah galian yang tidak cocok untuk digunakan sebagai tanah urug atau tanah
berlebih harus dibuang ke tempat pembuangan yang disewa oleh Kontraktor tanpa
pembayaran tambahan.
E. Clean Construction
Pada pelaksanaan pekerjaan ini, Kontraktor harus melaksanakan seluruh kegiatannya
dengan menerapkan metoda clean construction yang artinya prinsip kerja pemasangan
pipa dan pekerjaan lainnya dengan bersih, rapi, mengutamakan keselamatan kerja dan
tertib sehingga dapat mengurangi gangguan terhadap lingkungan sekitarnya.
Secara umum clean construction meliputi hal-hal sebagai berikut:
1. Tanah, batu, aspal, dll. hasil galian langsung diangkut dengan dump truck ke tempat
pembuangan. Kontraktor tidak diperbolehkan untuk menempatkan tanah galian di
samping parit.
2. Tidak diperkenankan menaruh material di jalan / trotoar kecuali dalam area di
tempat kerja.
3. Dilengkapi pagar pengaman dan rambu lalu lintas yang memadai.
4. Untuk pekerjaan pada malam hari dilengkapi dengan lampu penerangan pengaman
jalan.
5. Selama penggalian dan pemuatan truk tim pembersih harus ada untuk
membersihkan tumpahan.
3.4 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
Pembayaran untuk semua pekerjaan tanah (penggalian, temporary shoring, pondasi,
pengurasan, urugan, pemadatan, dll) harus termasuk dalam harga satuan untuk pekerjaan
pipa gravitasi dan manhole.
Palembang City Sewerage Project 10
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
BAGIAN IV - PEKERJAAN PEMASANGAN PIPA GRAVITASI, MANHOLE, CONNECTION BOX DAN
CLEAN OUT POINT
4.1 UMUM
A. Ringkasan
Bagian ini meliputi pemasangan pipa di dalam tanah dengan metode parit terbuka dan
metode auger drilling / auger jacking / burst jacking. Kontraktor wajib menyediakan dan
memasang semua pipa, manhole, connection box, clean out point, bersama-sama dengan
fitting, waterstop, gasket, bahan sambungan dan perlengkapan lain sesuai instruksi
produsen masing-masing dan standar yang berlaku seperti yang dijelaskan di sini dan
ditampilkan pada Gambar.
Untuk menjaga elevasi pipa, Kontraktor wajib pekerjaan pemasangan dari titik terendah
(paling dalam) ke arah paling dangkal.
B. Pengajuan
Sebelum memesan material, Kontraktor harus menyerahkan data rinci dari
pemasok/produsen, sertifikasi pengalaman dan kualitas produk yang diusulkan,
kesesuaian pabrik dan peralatan dan lain-lain.
Kontraktor harus menyerahkan persetujuan rinci gambar kerja berbagai pipa dan
manhole serta sambungan yang diusulkan.
C. Koordinasi dengan kontraktor lain
Kontraktor harus berkoordinasi dengan kontraktor lain yang bekerja di lokasi, terutama
kontraktor yang membangun pipa primer.
4.2 PRODUK
(1) Pipa uPVC jacking
Persyaratan Teknis untuk pipa uPVC adalah sebagaimana diuraikan pada Bagian II
Pekerjaan Pengadaan Pipa Gravitasi, Aksesoris, Cinicin dan Conversion Slab Manhole.
Kontraktor harus mencatat dengan cermat setiap pipa yang keluar dan masuk dari
tempat penyimpanan serta melaporkan secara periodik kepada Direksi Pekerjaan.
(2) Pipa uPVC
Persyaratan Teknis untuk pipa uPVC adalah sebagaimana diuraikan pada Bagian II
Pekerjaan Pengadaan Pipa Gravitasi, Aksesoris, Cinicin dan Conversion Slab Manhole.
Kontraktor harus mencatat dengan cermat setiap pipa yang keluar dan masuk dari
tempat penyimpanan serta melaporkan secara periodik kepada Direksi Pekerjaan.
(3) Manhole dan Tutup Manhole
Manhole dan tutup manhole harus sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pada Bagian
II Pekerjaan Pengadaan Pipa Gravitasi, Aksesoris, Cinicin dan Conversion Slab Manhole.
(4) Connection Box dan Clean Out Point
Connection box dan clean out point harus sesuai dengan spesifikasi yang ditetapkan pada
Bagian II Pekerjaan Pengadaan Pipa Gravitasi, Aksesoris, Cinicin dan Conversion Slab
Manhole.
(5) Sambungan-sambungan
Palembang City Sewerage Project 11
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
(a) Sambungan pipa uPVC harus dibuat kedap air dengan rubber ring joint (RRJ), rubber
ring dari EPDM atau karet alam (natural rubber).
(b) Sambungan komponen (ring) manhole.
Sambungan antar komponen manhole harus dikonstruksi untuk benar-benar
mencegah masuknya air tanah ke dalam manhole dan memberikan fleksibilitas
sambungan antar segmen.
(c) Koneksi antara pipa dan manhole juga harus kedap air. Hydrophilic waterstops harus
digunakan untuk membuat sambungan kedap air.
(d) Pipa yang terhubung ke manhole dengan penurunan vertikal tidak boleh terhubung
di sambungan antara cincin manhole. Kontraktor harus merencanakan urutan dan
ketinggian cincin, dan/atau kemiringan pipa sehingga pipa selalu masuk melalui satu
cincin.
(e) Apabila pipa terhubung ke manhole dengan penurunan vertikal, maka koneksi harus
pracetak atau lubang untuk pipa penghubung harus dibor. Pengeboran dapat
dilakukan di pabrik pracetak atau di lokasi. Tidak diperbolehkan membuat lubang
secara manual (melubangi, memukul dengan palu, dll.)
(f) Apabila pipa uPVC dalam parit terbuka terhubung ke manhole, maka harus digunakan
pipa rocker, sesuai gambar, dengan sambungan fleksibel untuk memungkinkan
penurunan tanah.
(g) Jika pipa uPVC terhubung ke pipa uPVC lain, maka koneksi harus dilakukan dengan
konektor T atau Y. Koneksi dengan saddle branch tidak diperbolehkan.
4.3 PELAKSANAAN
A. Umum
Selama malam hari, waktu makan siang dan periode lain ketika pemasangan pipa tidak
berlangsung, ujung terbuka dari pipa harus ditutup dengan tutup kedap yang dimasukkan
untuk mencegah tanah berlumpur atau air hujan.
Lokasi yang diusulkan untuk pemasangan pipa harus tepat pada posisi yang ditampilkan
pada gambar kerja. Penyesuaian dengan kondisi di lapangan dapat dilakukan dengan cara
melakukan perubahan lokasi atau alat kelengkapan tambahan untuk pemasangan.
Pipa tidak boleh dipasang di mana terdapat pasangan batu atau struktur beton yang
menghadang pada parit galian dengan jarak terdekat 150 mm untuk setiap bagian dari
pipa atau alat kelengkapannya.
B. Manhole
Manhole harus dipasang di lokasi yang ditunjukkan pada gambar.
Manhole dan tutup manhole harus kedap air; air hujan dan air tanah tidak boleh masuk.
Setelah pekerjaan benching pada manhole maupun connection box di atasnya harus
dilakukan plesteran dan acian.
C. Survei dan konfirmasi sistem gravitasi
Kontraktor harus melakukan survei di semua lokasi dimana pipa-pipa harus dipasang,
lihat Pasal 1.7. Hasil survei ini harus digunakan oleh designer untuk memeriksa kembali
level-level terbalik semua pipa dan manhole sebagaimana diberikan dalam Gambar. Hasil
Palembang City Sewerage Project 12
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
ini juga harus digunakan oleh designer untuk menentukan level-level terbalik sistem
tersier dan sistem lateral untuk koneksi-koneksi rumah.
4.4 PEMASANGAN PIPA GRAVITASI DENGAN METODE AUGER DRILLING / AUGER JACKING /
BURST JACKING
4.4.1 Umum
A. Ringkasan
Dengan mempertimbangkan lokasi pekerjaan dan kedalaman pipa, pemasangan pipa
menggunakan metode auger drilling / auger jacking / burst jacking ditentukan sebagai
metode untuk memasang pipa gravitasi. Pipa yang harus pasang melalui auger drilling /
auger jacking / burst jacking ditunjukkan pada gambar.
Shaft untuk metode auger drilling / auger jacking / burst jacking harus dibuat di tanah
lempung bersifat sangat lunak dan bersifat sedang, dan pada jalan yang ramai di pusat
kota Palembang. Karena itu tidak diperbolehkan dapat menurunkan tingkat air tanah di
luar shaft. Oleh karena itu, kontraktor harus menggunakan metode sinking shaft untuk
membuat poros auger drilling / auger jacking / burst jacking.
Panjang pipa diukur di garis tengah pipa antara titik pusat manhole yang satu dan titik
pusat manhole lainnya dan dikurangi diameter bagian dalam (inside diameter) manhole
bawah (base manhole).
Metode ini dijabarkan sebagai pemasangan pipa dengan sistem tanpa parit pipa
(trenchless), dapat diarahkan, dipandu laser, menggunakan mesin bor khusus untuk
keperluan membentuk terowongan pipa.
Kontraktor harus menyediakan semua yang diperlukan seperti peralatan untuk
pemasangan pipa dengan metode auger drilling / auger jacking / burst jacking, tenaga
kerja dan lain-lain untuk pemasangan pipa seperti yang ditetapkan. Peralatan harus dapat
dioperasikan di daerah-daerah terbatas dan memberikan kekuatan yang diperlukan
untuk maksud pemasangan pipa tersebut. Kontraktor harus tetap menerapkan prinsip
“clean construction” dalam pengerjaan pemasangan pipa dengan metode auger drilling
dan menjamin kesehatan dan keselamatan pekerjanya dan pengguna jalan di sekitar
lokasi pekerjaan.
Tanah hasil galian untuk pembuatan shaft maupun galian tanah dari hasil terowongan
pipa tidak boleh ditimbun di sekitar lokasi pekerjaan, harus segera diangkut keluar dari
lokasi pekerjaan. Material dan peralatan harus disusun rapih sedemikian rupa sehingga
tidak menimbulkan kesemrawutan di sekitar lokasi pekerjaan.
Pekerjaan meliputi hal-hal berikut, namun tidak terbatas pada penyiapan dan penutupan
sementara permukaan jalan, sistem penyangga, penggalian, pengurasan, pengangkutan
dan pembuangan tanah galian, pondasi, stabilisasi tanah, penyambungan dan
pendorongan pipa (jacking), grouting, semua sambungan ke struktur, pengujian,
penimbunan, restorasi badan jalan atau relokasi utilitas yang sudah ada yang diperlukan
untuk pemasangan pipa air limbah dan pembangunan dan restorasi shaft untuk
mendorong dan menerima pipa.
B. Pengajuan
Sebelum memesan pipa auger drilling, kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi
Pekerjaan untuk disetujui, data-data rinci sebagai berikut: gambar pipa auger drilling
dengan perhitungan desain yang relevan, standar internasional untuk fabrikasi produk,
Palembang City Sewerage Project 13
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
data rinci mengenai produsen, sertifikasi serta pengalamannya dalam mensuplai produk
serta spesifikasi mengenai kualitas produk yang diajukan.
Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi Pekerjaan
untuk disetujui penjelasan rinci tentang metode yang diusulkan seperti mesin bor yang
digunakan untuk penggalian dan peralatan jacking yang digunakan untuk operasi,
operasional, perawatan dan kontrol terhadap peralatan tersebut, kebutuhan ruang dan
penataan peralatan yang ada pada setiap shaft, lokasi dan dimensi shaft untuk
pengendali dan penerima, struktur dinding penahan dan sistem penutup yang digunakan
untuk konstruksi shaft, urutan kerja konstruksi shaft, shaft antara, sistem pengendalian
operasi jacking, stabilisasi tanah untuk tanah yang di sekitar shaft. Pengajuan harus
memuat setidaknya hal-hal berikut namun tidak terbatas pada:
1. Peralatan dan mesin untuk konstruksi shaft dan pemasangan pipa.
2. Kebutuhan ruang dan penataan peralatan didalam shaft untuk mendorong dan
menerima pipa.
3. Lokasi shaft untuk mendorong dan menerima pipa.
4. Urutan konstruksi shaft seperti investigasi utilitas, decking, bracing, penggalian,
pondasi, penimbunan dan pemulihan badan jalan.
5. Operasi penggalian dan pengendalian terowongan pipa dan peralatan jacking seperti
kontrol jumlah penggalian, transportasi tanah yang digali, pemisahan dan
pembuangan tanah yang digali, penerangan di shaft dan di dalam pipa, pengurasan,
pengarahan dan kontrol posisi mesin jacking.
6. Bahan dan metode yang diperlukan untuk pelumasan terowongan pipa.
7. Metode grouting ke semua rongga di bagian luar pipa jacking.
8. Ventilasi dan pemantauan kadar oksigen di shaft untuk keselamatan pekerja
9. Metode pengendalian lalu lintas, jalur dan arah kendaraan harus dijaga setiap saat
selama bekerja. Kontraktor harus menggunakan peralatan dengan dimensi yang
sesuai untuk pembangunan shaft didaerah sempit untuk mengendalikan mesin bor
dan pengoperasian sistem jacking di daerah seperti ini.
10. Cara untuk meminimalkan gangguan terhadap kegiatan usaha dan menghindari
kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi kerja.
4.4.2 Produk
Produk pipa auger drilling / jacking yang dipasang mengacu kepada Pasal 2.9.
4.4.3 Pelaksanaan
A. Pemasangan Pipa dengan Metode Auger Drilling / Auger Jacking / Burst Jacking.
Kontraktor harus bertanggung jawab untuk memasang pipa air limbah dengan metode
auger drilling sesuai dengan prosedur yang direkomendasikan oleh produsen alat auger
drilling.
Kata "terowongan" yang dimaksud dalam spesifikasi ini mengacu pada pemasangan jalur pipa
air limbah secara keseluruhan termasuk semua pipa auger drilling, bahan penolong, bahan
sambungan, gasket dan perlengkapan seperti yang ditunjukkan dan ditentukan untuk sistem
yang lengkap dan dapat diterapkan.
Jika diperlukan, semua utilitas yang ada dan struktur di dalam tanah harus diselidiki dan
dibongkar atau dipindahkan sebelum dimulainya pekerjaan auger drilling.
Pemasangan pipa dengan metode auger drilling harus dilakukan dengan cara yang akan
meminimalkan pergerakan tanah di depan dan sekitar terowongan dan mencegah
penurunan atau naik-turun dari atas permukaan dan di sekitar terowongan. Kontraktor
Palembang City Sewerage Project 14
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
harus bertanggung jawab atas semua kerusakan akibat operasi auger drilling dan akan
memperbaiki dan mengembalikan semua kerusakan tersebut kondisi asli mereka tanpa
pembayaran tambahan. Ketentuan ini secara khusus mencakup kerusakan jalan raya,
bangunan dan struktur yang dihasilkan dari gerakan tanah yang disebabkan oleh
pergerakan pipa dan konstruksi shaft.
Kontraktor dalam melaksanakan konstruksi terowongan harus mematuhi semua
peraturan keselamatan kerja yang berlaku untuk jenis pekerjaan tersebut. Kontraktor
juga harus menyiapkan sistem penanganan situasi tanggap darurat yang mungkin terjadi
di dalam shaft maupun di dalam terowongan.
Beban dorong harus disalurkan ke pipa melalui cincin pendorong yang sesuai yang harus
cukup kaku untuk memastikan distribusi beban tanpa membuat konsentrasi tegangan di
lingkar pipa.
Bahan bantalan yang kuat harus digunakan di antara ujung pipa dan cincin pendorong
dan di antara ujung pipa-pipa tersambung.
Di mana ada kemungkinan beban dorong melebihi daya pipa, kontraktor harus tersedia
pipa besi moduler yang terpasang dalam pipa uPVC Jacking dengan tujuan dorong kepala
alat / casing ke depan tanpa melebihi beban atas pipa uPVC jacking.
Untuk pengendalian dan kelancaran pemasangan pipa saat jacking dilakukan , Kontraktor
harus memberikan material pelicin/pelumas secukupnya untuk menghindari gaya lekatan
dan gesekan berlebihan antara pipa dengan tanah tanpa ada penambahan harga.
Kontraktor harus menyimpan rekaman rinci dari proses operasi jacking, termasuk gaya
dorong dan grafik jarak terhadap waktu, waktu pendorongan aktual dan waktu tidak
bekerja, dll, untuk tujuan pemantauan dan perencanaan pekerjaan. Sebuah grafik
kekuatan dorong dibandingkan jarak harus terus mutakhir dan dipasang di shaft
sepanjang waktu untuk setiap rentang jarak pendorongan.
Semua celah antara dinding terowongan penggalian dan bagian luar pipa air limbah harus
diisi dengan cara menginjeksi bentonite yang disetujui untuk menghindari penurunan
tanah setelah instalasi pipa.
Posisi mesin bor terowongan harus diukur, dimonitor dan dikendalikan oleh survei
otomatis, dipantau oleh sistem kontrol setiap saat.
Kontraktor wajib melakukan monitoring alinyemen vertikal maupun horisontal untuk
setiap pipa yang dipasang.
B. Shaft
Shaft vertikal harus digunakan untuk pemasangan pipa gravitasi dengan alat auger
drilling / auger jacking / burst jacking. Shaft ini harus dibuat dengan menggunakan
metode caisson shaft sinking. Setelah pemasangan pipa gravitasi, shaft harus digunakan
sebagai manhole dan dengan demikian merupakan struktur permanen.
Lokasi untuk shaft (manhole) dan design ditunjukkan di dalam gambar. Diameter
minimum yang diperlukan untuk manhole juga dicantumkan dalam gambar, yang
berdasarkan diameter pipa gravitasi terbesar yang terhubung ke manhole. Shaft pada
gambar memiliki diameter lebih besar daripada diameter minimum yang diminta, untuk
memberikan ruang bagi peralatan auger drilling. Jika peralatan auger drilling dari
Kontraktor tidak sesuai dengan shaft yang dirancang, maka Kontraktor dapat
mengusulkan kepada Pengguna Jasa untuk meningkatkan dimensi shaft tanpa biaya
tambahan.
Palembang City Sewerage Project 15
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
Desain shaft untuk mendorong dan menerima mesin auger drilling harus disiapkan dan
diserahkan kepada Direksi Pekerjaan untuk diperiksa dan disetujui sebelum dimulainya
konstruksi.
Shaft harus kedap air. Setiap air yang masuk ke dalam shaft harus dipompa keluar supaya
tetap kering. Shaft harus dilengkapi dengan penerangan, ventilasi udara, tangga
sementara dan perlindungan bahaya jatuh. Kontraktor harus memberikan perhatian
khusus untuk melindungi peralatan, pipa, dll yang bisa jatuh ke dalam shaft. Untuk
menurunkan dan mengangkat pipa dan peralatan ke dalam dan keluar dari shaft,
Kontraktor harus menggunakan derek listrik yang terpasang pada gantry yang bergerak
di atas shaft.
Sebelum memulai konstruksi, Kontraktor harus menyerahkan proposal kepada Direksi
Pekerjaan untuk mendapatkan persetujuan untuk fasilitas-fasilitas yang diusulkan untuk
drainase, penerangan, ventilasi, tangga dan peralatan/material pengangkat. Kekurangan
dicatat oleh Direksi Pekerjaan harus segera diperbaiki oleh Kontraktor tanpa penundaan
dan tambahan pembayaran.
C. Auger drilling / Auger Jacking / Burst jacking
Metode auger drilling yang akan digunakan Kontraktor harus mencakup sebagai berikut:
1. Drilling pipa pilot harus dilakukan dengan kontrol optik permanen (theodolite based
optical guidance system) pada garis dan grade. Pencatatan data harus permanen
dengan penyimpanan data setiap 10 cm atau setiap 90 detik, manapun yang lebih
dulu. Dibutuhkan beban drilling, torsi, dan gambar target LED serta panjang drilling.
2. Pilot rod berdinding ganda harus digunakan dengan pilot rod bagian dalam yang
berputar dengan pelumasan bentonit.
3. Setelah pilot rod mencapai shaft target, pemotong bagian kepala akan mengikuti
dengan perpanjangan di belakangnya. Perpanjangan ini terdiri dari pipa selubung
(steel) dengan auger di dalamnya. Kontraktor harus menggunakan auger air tanah.
Beban drilling dan torsi serta panjang drilling harus dicatat.
4. Auger dalam casing akan membawa / mengangkut tanah yang digali kembali ke shaft
awal.
5. Jacking pipa RC akan dimulai setelah pipa baja dengan auger telah mencapai shaft
target dan hasilnya telah disetujui Direksi Pekerjaan; toleransi untuk Invert level pipa
adalah 20 mm dan toleransi untuk gradien adalah 0,1%.
6. Selama jacking pipa RC, beban jacking dan torsi harus dicatat bersama dengan
panjang jacking.
7. Perpanjangan harus memiliki sistem pelumasan bentonit dan sistem water jet
tekanan tinggi.
8. Pemasangan pipa plastik harus menggunakan perpanjangan dengan pipa baja yang
dapat ditarik. Perpanjangan ini juga harus memiliki sistem pelumasan bentonit dan
sistem water jet tekanan tinggi. Selama penarikan, kekuatan tarik dan panjang tarikan
harus dicatat.
Palembang City Sewerage Project 16
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
4.5 PEMASANGAN PIPA GRAVITASI DENGAN METODE PARIT TERBUKA
4.5.1 Umum
A. Ringkasan
Dengan mempertimbangkan lokasi pekerjaan dan kedalaman pipa, pemasangan pipa
menggunakan metode parit terbuka ditentukan sebagai metode untuk memasang pipa
gravitasi. Pipa yang harus pasang melalui parit terbuka ditunjukkan pada gambar.
Mengingat kondisi tanah (terutama tanah liat lunak) di area dimana pipa gravitasi harus
dipasang, maka telah diputuskan bahwa metode pemasangan parit terbuka dapat
digunakan sampai invert level sekitar 3 m di bawah permukaan tanah.
Panjang pipa diukur di garis tengah pipa antara titik pusat manhole yang satu dan titik
pusat manhole lainnya dan dikurangi diameter bagian dalam (inside diameter) manhole
bawah (base manhole).
Kontraktor harus menyediakan semua yang diperlukan seperti peralatan untuk
pemasangan pipa dengan metode parit terbuka, tenaga kerja dan lain-lain untuk
pemasangan pipa seperti yang ditetapkan. Peralatan harus dapat dioperasikan di daerah-
daerah terbatas. Kontraktor harus tetap menerapkan prinsip “clean construction” dalam
pengerjaan pemasangan pipa dengan metode parit terbuka dan menjamin kesehatan dan
keselamatan pekerjanya dan pengguna jalan di sekitar lokasi pekerjaan.
Tanah hasil galian untuk pembuatan parit terbuka maupun galian tanah untuk
pemasangan manhole tidak boleh ditimbun di sekitar lokasi pekerjaan, harus segera
diangkut keluar dari lokasi pekerjaan. Material dan peralatan harus disusun rapih
sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan kesemrawutan di sekitar lokasi pekerjaan.
Pekerjaan meliputi hal-hal berikut, namun tidak terbatas pada penyiapan dan penutupan
sementara permukaan jalan, sistem penyangga, penggalian, pengurasan, pengangkutan
dan pembuangan tanah galian, pondasi, stabilisasi tanah, instalasi dan penyambungan
pipa, grouting, semua sambungan ke struktur, pengujian, penimbunan, restorasi badan
jalan atau relokasi utilitas yang sudah ada yang diperlukan untuk pemasangan pipa air
limbah dan pembangunan manhole.
B. Pengajuan
Sebelum memulai pekerjaan, Kontraktor harus menyerahkan metode kerja untuk
pemasangan parit terbuka secara rinci kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapatkan
persetujuan. Dalam metode kerja ini, Kontraktor harus memberikan perincian dan
gambar-gambar tentang urutan pekerjaan yang diusulkannya, penahan sementara parit
terbuka yang digali dan pit untuk manhole, pengeringan saluran-saluran dan pit, metode
pengisian kembali dan peralatan yang diusulkan untuk pemadatan pasir.
Dalam metode kerjanya, Kontraktor juga harus menjelaskan bagaimana dan dengan
menggunakan peralatan apa untuk memastikan bahwa semua pipa dan manhole akan
dipasang pada level dan dengan gradien yang ditunjukkan pada Gambar.
Metode kerja selanjutnya harus mencakup paling tidak hal-hal berikut ini:
Palembang City Sewerage Project 17
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
1. Peralatan dan mesin untuk konstruksi manhole, parit terbuka dan pemasangan pipa.
2. Bahan yang akan digunakan untuk bekisting.
3. Lokasi manhole.
4. Urutan konstruksi shaft seperti investigasi utilitas, bracing, penggalian, pondasi,
penimbunan dan pemulihan badan jalan.
5. Metode pengendalian lalu lintas, jalur dan arah kendaraan harus dijaga setiap saat
selama bekerja. Kontraktor harus menggunakan peralatan dengan dimensi yang
sesuai untuk pembangunan manhole dan parit terbuka didaerah sempit.
6. Cara untuk meminimalkan gangguan terhadap kegiatan usaha dan menghindari
kemacetan lalu lintas di sekitar lokasi kerja.
4.5.2 Produk
Produk pipa parit terbuka yang dipasang mengacu kepada Pasal 2.9.
4.5.3 Pelaksanaan
A. Umum
Kontraktor harus bertanggung jawab untuk memasang pipa air limbah dengan metode
parit terbuka sesuai dengan prosedur yang direkomendasikan oleh produsen.
Semua utilitas yang ada dan struktur di dalam tanah harus diselidiki dan dibongkar atau
dipindahkan sebelum dimulainya pekerjaan parit terbuka.
Pemasangan pipa dengan metode parit terbuka harus dilakukan dengan cara yang akan
meminimalkan pergerakan tanah di sekitar parit dan mencegah penurunan di sekitar
parit. Kontraktor harus bertanggung jawab atas semua kerusakan akibat operasi parit
terbuka dan akan memperbaiki dan mengembalikan semua kerusakan tersebut kondisi
asli mereka tanpa pembayaran tambahan. Ketentuan ini secara khusus mencakup
kerusakan jalan raya, bangunan dan struktur yang dihasilkan dari gerakan tanah yang
disebabkan oleh konstruksi parit dan manhole.
Kontraktor dalam melaksanakan konstruksi parit terbuka harus mematuhi semua
peraturan keselamatan kerja yang berlaku untuk jenis pekerjaan tersebut. Kontraktor
juga harus menyiapkan sistem penanganan situasi tanggap darurat yang mungkin terjadi
di dalam parit maupun di dalam pit manhole.
Kontraktor wajib melakukan monitoring alinyemen vertikal maupun horisontal untuk
setiap pipa yang dipasang.
B. Manhole dan Manhole Cover
Kontraktor harus menggali pit untuk pembuatan manhole sesuai level yang ditunjukkan
pada Gambar. Sisi-sisi pit harus segera diberi penahan (shoring) untuk mencegah erosi /
longsor pit.
Setelah mencapai kedalaman yang dibutuhkan, Kontraktor harus langsung meletakkan
lembaran polietilen di bagian dasar pit dan di sepanjang sisi yakni setidaknya 0,5 m di
sepanjang dinding penahan. Setelah itu, Kontraktor harus menempatkan 30 cm pasir
kering dan memadatkannya hingga kepadatan kering paling sedikit 95% dari kepadatan
kering maksimum berdasarkan Uji Standard Proctor (ASTM D1556).
Kontraktor harus menjaga agar pit selalu kering.
Palembang City Sewerage Project 18
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
Manhole harus dibuat sesuai dengan desain dan level yang ditunjukkan pada Gambar.
Slab dasar manhole disarankan diproduksi pracetak tetapi boleh cast in-situ. Sebaiknya
digunakan beton ready-mix, namun mengingat jumlah yang dibutuhkan untuk setiap
manhole hanya sedikit, maka Kontraktor juga dapat mengusulkan penggunaan molen di
lokasi. Jika Kontraktor mengusulkan penggunaan molen di lokasi, maka Kontraktor harus
memberikan bukti dari setiap campuran beton di lokasi bahwa agregat beton dan semen
sudah sesuai dengan spesifikasi yang dirinci di dalam Bagian IX. Mencampur beton untuk
konstruksi manhole di lokasi tanpa menggunakan molen tidak diperbolehkan.
Selimut beton pada manhole diluar maupun yang didalam minimum harus 30 mm.
Harus diperhatikan bahwa beton pada slab dasar kering sebelum waktunya. Beton yang
masih segar harus dilindungi dengan hati-hati dari hujan, matahari dan angin dengan
menggunakan hessian sacking, lembaran polythene atau alat lain yang disetujui dalam
waktu dua jam. Lapisan pelindung dan beton tersebut harus tetap basah setidaknya
selama tiga hari setelah beton dipasang. Kontraktor harus menutup penuh semua beton
segar selama jangka waktu tiga hari.
Setelah beton mencapai kekuatan yang cukup, yaitu setidaknya setelah 14 hari, maka
Kontraktor dapat melanjutkan konstruksi manhole dengan menempatkan cincin
pracetak. Kontraktor harus meletakkan penahan air (hydrophilic waterstop dan gasket
atau butyl sealant) di antara cincin pertama dan slab dasar dan di antara cincin-cincin,
seperti yang ditunjukkan pada Gambar. Setelah menempatkan cincin, Kontraktor juga
harus menempatkan timbunan pasir pada lapisan 30 cm dengan pemadatan setiap
lapisan hingga dengan kepadatan kering paling sedikit 95% dari kepadatan kering
maksimum menurut uji Proctor Standar (ASTM D1556).
Berdasarkan level pada setiap lokasi manhole sebelum konstruksi, Kontraktor harus
menentukan berapa banyak cincin manhole yang dibutuhkan dan seberapa tebal spacer
ring di atas conversion slab yang harus dibuat.
Setiap manhole harus mempunyai nomor unik dan Kontraktor harus membuat pelat baja
stainless dengan nomor-nomor yang akan dipasang di sisi dalam tutup manhole (manhole
cover).
C. Connection Box
Kontraktor harus menggali pit untuk pembuatan connection box sesuai level yang
ditunjukkan pada Gambar. Sisi-sisi pit harus segera diberi penahan (shoring) untuk
mencegah erosi / longsor pit.
Setelah mencapai kedalaman yang dibutuhkan, Kontraktor harus langsung meletakkan
lembaran polietilen di bagian dasar pit dan di sepanjang sisi yakni setidaknya 0,5 m di
sepanjang dinding penahan. Setelah itu, Kontraktor harus menempatkan 30 cm pasir
kering dan memadatkannya hingga kepadatan kering paling sedikit 95% dari kepadatan
kering maksimum berdasarkan Uji Standard Proctor (ASTM D1556).
Kontraktor harus menjaga agar pit selalu kering.
Connection box harus dibuat sesuai dengan desain dan level yang ditunjukkan pada
Gambar. Connection box kecuali tutup box boleh cast in-situ, walaupun disarankan untuk
memproduksi pracetak. Sebaiknya digunakan beton ready-mix, namun mengingat jumlah
yang dibutuhkan untuk setiap connection box hanya sedikit, maka Kontraktor juga dapat
mengusulkan penggunaan molen di lokasi. Jika Kontraktor mengusulkan penggunaan
molen di lokasi, maka Kontraktor harus memberikan bukti dari setiap campuran beton di
lokasi bahwa agregat beton dan semen sudah sesuai dengan spesifikasi yang dirinci di
Palembang City Sewerage Project 19
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
dalam Bagian IX. Mencampur beton untuk konstruksi construction box di lokasi tanpa
menggunakan molen tidak diperbolehkan.
Selimut beton pada connection box diluar maupun yang didalam minimum harus 30 mm.
Harus diperhatikan bahwa beton dasar kering sebelum waktunya. Beton yang masih
segar harus dilindungi dengan hati-hati dari hujan, matahari dan angin dengan
menggunakan hessian sacking, lembaran polythene atau alat lain yang disetujui dalam
waktu dua jam. Lapisan pelindung dan beton tersebut harus tetap basah setidaknya
selama tiga hari setelah beton dipasang. Kontraktor harus menutup penuh semua beton
segar selama jangka waktu tiga hari.
Setelah beton mencapai kekuatan yang cukup, yaitu setidaknya setelah 14 hari, maka
Kontraktor dapat melanjutkan konstruksi connection box. Kontraktor harus meletakkan
penahan air (hydrophilic waterstop) di antara box dan tutup, seperti yang ditunjukkan
pada Gambar. Setelah menempatkan tutup, Kontraktor juga harus menempatkan
timbunan pasir pada lapisan 30 cm dengan pemadatan setiap lapisan hingga dengan
kepadatan kering paling sedikit 95% dari kepadatan kering maksimum menurut uji
Proctor Standar (ASTM D1556).
Setiap manhole harus mempunyai nomor unik dan Kontraktor harus membuat pelat baja
stainless dengan nomor-nomor yang akan dipasang di sisi dalam tutup manhole (manhole
cover).
D. Clean Out Point
Kontraktor harus membuat clean out point sebagaimana ditunjukkan pada Gambar.
Setiap clean out point harus mempunyai nomor unik dan Kontraktor harus membuat
pelat baja stainless dengan nomor-nomor yang akan dipasang di sisi dalam tutup clean
out point.
E. Penempatan pipa pada parit terbuka
Kontraktor harus menggali parit terbuka setidaknya dengan kedalaman 30 cm di bawah
level desain pipa yang akan dipasang. Parit terbuka harus tetap kering, tanpa genangan
air dan setelah penggalian Kontraktor harus langsung meletakkan lembaran polietilen
seperti yang ditunjukkan pada Gambar. Setelah itu, Kontraktor harus meletakkan 30 cm
pasir kering dan memadatkan pasir hingga kepadatan kering paling sedikit 95% dari
kepadatan kering maksimum berdasarkan uji Proctor Standar (ASTM D1556).
Penempatan pipa biasanya akan dimulai di bagian hilir ujung (downstream) dengan
socket menghadap ke bagian hulu (upstream).
Sambungan cincin karet (RRJ) harus diperiksa cacatnya sebelum membuat setiap
sambungan. Bahan cair untuk menyambung harus dipakai sesuai dengan rekomendasi
pabrik.
Pipa harus diletakkan dengan kuat dan rapat di atas pasir padat di dasar trench. Lubang
soket harus dibuat pada pasir yang dipadatkan supaya dapat mengakomodasi socket pipa
untuk memastikan dudukan pipa yang efektif dan bantalan di sepanjang pipa.
Pipa gravitasi harus diletakkan pada pasir yang dipadatkan, pada level dan gradien yang
ditunjukkan pada Gambar. Toleransi untuk Invert level pipa adalah 20 mm dan toleransi
untuk gradien adalah 0,1%.
Sudut penyimpangan dari sambungan pipa fleksibel tidak boleh melebihi rekomendasi
pabrik untuk bahan dan ukuran pipa tertentu yang digunakan.
Palembang City Sewerage Project 20
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
4.6 PENGUJIAN PIPA GRAVITASI
Semua pipa gravitasi harus diperiksa kebocorannya. Kebocoran pipa gravitasi didefinisikan
sebagai air tanah yang memasuki pipa.
Pemeriksaan kebocoran pada setiap pipa gravitasi yang dipasang harus dilakukan di
downstream manhole, setidaknya 7 hari setelah pemasangan manhole dan setelah pengisian
trench selesai.
Pipa gravitasi akan disetujui jika tidak ada air yang keluar dari pipa pada downstream
manhole.
Pemeriksaan setiap pipa yang dipasang harus disaksikan oleh Direksi Pekerjaan.
4.7 PENGUKURAN DAN PEMBAYARAN
A. Pemasangan Pipa
Pengukuran dan kuantitas yang dibayar adalah panjang linear meter (m) dari pipa yang
selesai dipasang termasuk dengan acesories dan dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan,
dengan harga satuan untuk setiap diameter pipa dan kedalaman tanah penutup seperti
yang dijelaskan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
Pipa harus diukur sepanjang garis tengah pipa antara titik pusat manhole yang satu ke
titik pusat manhole yang lainnya dikurangi diameter dalam base manhole.
Pembayaran yang dilakukan merupakan kompensasi penuh untuk semua mesin, tenaga
kerja, peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan pemasangan
pipa termasuk pemotongan lapisan aspal, galian parit terbuka, auger drilling, sistem
turap penahan parit terbuka, survei, peletakan pipa di parit terbuka, pengurasan,
perlindungan bangunan dan struktur, pengujian, penggelontoran, penimbunan, (tidak
termasuk restorasi badan jalan) dan semua pekerjaan insidental diperlukan untuk
menyelesaikan pekerjaan pemasangan pipa termasuk penyambungan (koneksi) ke
manhole yang sudah ada (existing).
B. Manhole, connection box dan clean out point
Pengukuran dan jumlah yang harus dibayar adalah jumlah unit yang telah terpasang dan
dapat diterima oleh Direksi Pekerjaan, dengan Harga Satuan untuk setiap jenis seperti
yang dijelaskan dalam Daftar Kuantitas dan Harga.
Pembayaran harus merupakan kompensasi penuh untuk semua mesin, tenaga kerja,
peralatan dan bahan yang diperlukan untuk menyelesaikan shaft termasuk pengurasan,
pondasi, beton bertulang, produk beton pracetak, tangga, tutup dan bingkai, pelat baja
dengan nomor, pengadaan tangga portable dan pekerjaan insidental yang diperlukan
untuk menyelesaikan konstruksi manhole, connection box dan clean out point.
C. Pengembalian Perkerasan Aspal, Beton dan Paving
Pembayaran untuk pengembalian badan jalan yang dibahas di Pasal 5.4 dan Pasal 8.6.
D. Item lain-lain untuk Pekerjaan Pemasangan Pipa
Tidak ada pembayaran terpisah yang harus dibayar oleh Pemilik Proyek untuk hal-hal
lainnya yang dijelaskan dalam Pasal 4 ini. Biaya lain-lain untuk melakukan pekerjaan–
Palembang City Sewerage Project 21
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
pekerjaan tersebut harus dianggap sudah termasuk dalam harga satuan dan harga lump
sum dari item-item lainnya di Daftar Kuantitas.
Palembang City Sewerage Project 22
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
BAGIAN V - PEKERJAAN LAPIS PONDASI
5.1 PENYIAPAN PERMUKAAN JALAN
5.1.1 Umum
1) Uraian
Pekerjaan meliputi galian minor atau stripping serta urugan yang disusul dengan
pembentukan, pemadatan, dan pengujian dari tanah atau bahan berbutir, dan
memelihara permukaan yang disiapkan sampai material perkerasan ditempatkan
diatasnya, yang semuanya sesuai dengan Gambar dan Spesifikasi ini atau sebagaimana
diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
2) Toleransi Dimensi
a. Ketinggian akhir setelah pemadatan harus tidak lebih dari satu sentimeter lebih tinggi
atau lebih rendah dari yang ditentukan atau disetujui.
b. Seluruh permukaan akhir harus cukup rata dan dengan memiliki kelandaian cukup,
untuk menjamin aliran bebas dari air permukaan.
3) Pelaporan
Kontraktor harus mencatat dan melaporkan hal berikut ini dalam bentuk tertulis kepada
Direksi Pekerjaan segera menyusul selesainya suatu bagian dari pekerjaan dan sebelum
setiap persetujuan dapat diberikan untuk pemasangan dari bahan lain diatas tanah dasar
atau permukaan jalan:
Hasil dari pengujian kepadatan dan pengukuran permukaan berdasarkan data survei yang
membuktikan bahwa toleransi permukaan yang disyaratkan seperti yang ditentukan
dalam spesifikasi ini terpenuhi.
4) Perbaikan dari Penyiapan Permukaan Jalan yang tak Memuaskan
a. Kontraktor harus memperbaiki atas biayanya sendiri setiap ketidakrataan atau
gelombang yang terjadi akibat pekerjanya atau lalu lintas atau oleh sebab lainnya
dengan membentuk kembali dan memadatkan dengan mesin gilas dari ukuran dan
tipe yang perlu untuk perbaikan.
b. Kontraktor harus memperbaiki, dengan cara yang diperintahkan Direksi Pekerjaan,
setiap kerusakan dari tanah dasar yang mungkin terjadi akibat pengeringan, retak,
atau banjir, atau akibat kejadian alam lainnya.
5) Pengendalian Lalu Lintas
Kontraktor harus bertanggung jawab untuk seluruh akibat dari lalu lintas yang diijinkan
melewati tanah dasar, dan dimana mungkin harus melarang lalu lintas seperti itu dengan
menyediakan sebuah jalan alih atau dengan konstruksi setengah lebar jalan.
5.1.2 Material
Tanah dasar dapat dibentuk pada Urugan Biasa, Urugan Pilihan, Pondasi Agregat atau
Drainase Porous, atau pada tanah asli pada daerah pemotongan. Bahan yang digunakan dalam
masing-masing hal haruslah sesuai dengan yang diperintahkan Direksi Pekerjaan dan sifat
bahan yang disyaratkan untuk bahan yang dipasang sebagai pembentuk tanah dasar haruslah
seperti yang ditentukan dalam Spesifikasi untuk bahan tersebut.
Palembang City Sewerage Project 23
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
5.1.3 Pelaksanaan Penyiapan Permukaan Jalan
1) Penyiapan Tempat Kerja
Seluruh Urugan yang diperlukan harus dipasang .
2) Pemadatan Tanah Dasar
Tanah dasar harus dipadatkan sesuai dengan ketentuan.
5.2 LAPIS PONDASI AGREGAT
5.2.1 Umum
1) Uraian
Pekerjaan ini harus meliputi pengadaan, pemrosesan, pengangkutan, penghamparan,
pembasahan dan pemadatan agregat (batu pecah) yang bergradasi baik di atas
permukaan yang telah disiapkan dan telah diterima sesuai dengan perincian yang
ditunjukkan dalam Gambar atau sesuai dengan perintah Direksi Pekerjaan, dan
memelihara lapis pondasi yang telah selesai sesuai dengan yang disyaratkan. Pemrosesan
harus meliputi, bila perlu pemecahan, pengayakan, pemisahan, pencampuran dan
operasi lain yang perlu untuk menghasilkan suatu bahan yang memenuhi persyaratan
dari Spesifikasi ini.
2) Toleransi Dimensi
a. Permukaan lapis akhir harus sesuai dengan Gambar Rencana, dengan toleransi
dibawah ini:
Toleransi Tinggi
Material dan Lapisan Pondasi Agregat
Permukaan
Agregat Kelas B digunakan sebagai:
• Lapis Pondasi Bawah (Permukaan atas dari Lapis + 0 cm
Pondasi Bawah saja)
- 2 cm
Permukaan-permukaan agregat Kelas A:
• Untuk Lapis Resap Pengikat atau Pelaburan + 1 cm
(Perkerasan atau Bahu)
- 1 cm
b. Permukaan-permukaan lapis pondasi agregat dari semua konstruksi tidak boleh ada
yang tidak rata yang dapat menampung air dan semua punggung permukaan-
permukaan itu harus sesuai dengan yang tercantum di gambar rencana.
c. Tebal total minimal untuk lapis Pondasi Agregat tidak boleh kurang dari tebal yang
disyaratkan kurang satu sentimeter.
d. Kecuali dinyatakan lain, tebal nominal untuk lapis Pondasi Agregat Kelas A adalah 200
mm sedangkan kelas B adalah 250 mm dengan ketentuan toleransi sebagaimana
point a.
3) Standar Rujukan (AASHTO)
T 89-68 Penentuan Batas Cair dari tanah.
T 90-70 Penentuan Batas Plastis dan Indeks Plastisitas tanah.
T 96-74 Ketahananterhadap abrasi dari agregat kasar berukuran kecil dengan
menggunakan mesin Los Angeles.
T 112-78 Bongkahan lempung dan partikel yang dapat hancur dalam agregat.
Palembang City Sewerage Project 24
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
T 180-74 Hubungan kepadatan dengan kelembaban dari tanah menggunakan
Palu 4.54 kg dan tinggi jatuh 457mm.
T 193-72 “The California Bearing Ratio”.
4) Pelaporan
a. Kontraktor harus menyerahkan kepada Direksi Pekerjaan hal-hal sebagai berikut
paling sedikit 21 hari sebelum tanggal yang diusulkan untuk penggunaan yang
pertama kalinya dari material yang diusulkan untuk digunakan sebagai lapis Pondasi
Agregat:
(i) Dua contoh masing-masing 50 kg dari bahan, satu ditahan oleh Direksi Pekerjaan
sebagai rujukan selama masa kontrak.
(ii) Pernyataan perihal asal dan komposisi dari bahan yang diusulkan, bersama
dengan hasil pengujian laboratorium yang membuktikan bahwa sifat bahan yang
ditentukan dalam Pasal terpenuhi.
b. Kontraktor harus mengirim hal berikut dalam bentuk tertulis kepada Direksi
Pekerjaan segera setelah selesainya bagian dari pekerjaan dan sebelum persetujuan
dapat diberikan untuk penempatan bahan lain di atas lapis Pondasi Agregat:
(i) Hasil dari pengujian kepadatan dan kadar air.
(ii) Hasil dari pengujian pengukuran permukaan dan data survei.
5) Pebatasan oleh Cuaca
Lapis Pondasi Agregat tidak boleh dipasang, dihampar atau dipadatkan sewaktu
turun hujan, dan pemadatan tidak boleh dilakukan setelah hujan.
6) Perbaikan dari Lapis Agregat yang tak Memuaskan
a. Tempat dengan tebal atau kerataan permukaan yang tidak memuaskan toleransi
yang disyaratkan atau yang permukaannya berkembang menjadi tidak rata baik
selama konstruksi atau setelah konstruksi, harus diperbaiki dengan menggaru
permukaan dan membuang atau menambah bahan sebagaimana diperlukan, yang
selanjutnya dibentuk dan dipadatkan kembali.
b. Lapis Pondasi Agregat yang terlalu kering untuk pemadatan dalam hal batas kadar
airnya seperti yang disyaratkan, atau seperti yang diperintahkan Direksi Pekerjaan,
harus diperbaiki dengan menggaru bahan tersebut yang dilanjutkan dengan
penyiraman sejumlah air yang cukup dan mencampurnya dengan baik.
c. Lapis Pondasi agregat yang terlalu basah untuk pemadatan, seperti yang ditetapkan
dalam batas kadar air yang disyaratkan dalam spesifikasi ini atau seperti yang
diperintahkan Direksi Pekerjaan, harus diperbaiki dengan menggaru bahan tersebut
yang dilanjutkan dengan pengerjaan berulang-ulang peralatan yang disetujui, dengan
selang waktu istirahat dalam cuaca kering. Cara lain bila pengeringan yang memadai
tidak dapat diperoleh dengan cara tersebut di atas, Direksi Pekerjaan dapat
memerintahkan bahan tersebut dibuang dan diganti seperti bahan kering yang
memenuhi.
d. Perbaikan dari Lapis Pondasi Agregat yang tidak memenuhi kepadatan atau sifat
bahan yang dibutuhkan dalam Spesifikasi ini harus seperti yang diperintahkan oleh
Direksi Pekerjaan dan dapat meliputi pemadatan tambahan, penggaruan yang
dilanjutkan oleh pengaturan kadar air dan pemadatan kembali, pembuangan dan
penggantian bahan, atau menambah tebal bahan itu.
Palembang City Sewerage Project 25
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
7) Pengembalian Bentuk Menyusul Pengujian
Seluruh lubang pada pekerjaan yang telah selesai yang diakibatkan oleh pengujian
kepadatan atau yang lainnya harus segera diurug kembali dengan bahan Lapis Pondasi
Agregat oleh Kontraktor, setelah diperiksa Direksi Teknik dan dipadatkan sehingga
persyaratan kepadatan dan toleransi permukaan memenuhi Spesifikasi ini.
5.2.2 Material
1) Sumber Material
Material lapis Pondasi Agregat harus dipilih dari sumber yang disetujui sesuai dengan
“Bahan dan Penyimpanan” dari Spesifikasi ini.
2) Kelas Lapis Pondasi Agregat
Ada dua mutu yang berbeda dari lapis Pondasi Agregat yaitu kelas A dan kelas B.
Umumnya Lapis Pondasi Agregat kelas A ialah mutu lapis pondasi untuk permukaan
dibawah lapisan bitumen, dan Lapis Pondasi Agregat Kelas B ialah untuk lapis Pondasi
Bawah.
3) Sifat Material yang Disyaratkan
Agregat untuk Lapis Pondasi Agregat A dan B harus terdiri atas kerikil pecah atau padas
pecah yang memenuhi spesifikasi gradasi pada tabel di bawah. Seluruh bahan Lapis
Pondasi Agregat harus bebas dari benda- benda organis dan gumpalan lempung atau
benda yang tidak berguna lainnya.
Tabel Gradasi Lapis Pondasi Agregat
Persen Berat Lolos
Macam Ayakan (mm)
KlasA KlasB
63 100 100
37,5 100 67-100
19,0 65-81 40-100
9,5 42-60 25-80
4,75 27-45 16-66
2,36 18-33 10-55
1,18 11-25 6-45
0,425 6-16 3-33
0,075 0-8 0-20
4) Pencampuran Material Lapis Pondasi Agregat
Pencampuran material untuk memenuhi persyaratan yang ditentukan harus dikerjakan
di unit pemecah atau di unit pencampur yang disetujui, menggunakan pengumpan
mekanis yang telah dikalibrasi dengan aliran menerus dari komponen campuran dengan
proporsi yang benar. Dalam keadaan apapun tidak dibenarkan melakukan pencampuran
di lapangan.
5.2.3 Pemasangan Dan Pemadatan Lapis Pondasi Agregat
1) Penyiapan Formasi untuk Lapis Pondasi
a. Apabila Lapis Pondasi Agregat akan dipasang pada parit pipa, pemadatan lapisan
Palembang City Sewerage Project 26
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1
urugan pilihan harus selesai sepenuhnya, sebagaimana ditetapkan.
b. Pada tempat yang telah disediakan untuk pekerjaan bahan Lapis Pondasi Agregat,
sesuai dengan ayat (a) diatas, harus disiapkan dan mendapatkan persetujuan dari
Direksi Pekerjaan untuk sekurang-kurangnya 100 meter ke depan dari pemasangan
lapis pondasi. Untuk perbaikan tempat-tempat yang kurang dari 100 m panjangnya,
seluruh formasi itu harus disiapkan dan disetujui sebelum pondasi baru dipasang.
2) Penghamparan
a. Lapis Pondasi Agregat harus dibawa ke parit galian sebagai campuran yang merata
dan harus dihampar pada kadar air dalam rentang kelembaban bahan dan tersebar
secara merata.
b. Masing-masing lapisan harus dihampar pada satu operasi pada tingkat yang merata
yang akan menghasilkan tebal padat yang diperlukan dalam toleransi yang
disyaratkan. Bila lebih dari satu lapis akan dipasang, lapis-lapis tersebut harus
diusahakan sama tebalnya.
c. Lapis Pondasi Agregat harus dihampar dan dibentuk dengan salah satu metoda yang
disetujui yang tidak menyebabkan segregasi dari partikel agregat kasar dan partikel
agregat halus. Material yang tersegregasi harus diperbaiki atau dibuang dan diganti
dengan bahan yang bergradasi baik.
d. Tebal minimum lapisan gembur yang untuk setiap lapisan konstruksi harus dua kali
lipat ukuran terbesar agregat lapis pondasi. Tebal maksimum lapisan gembur tidak
boleh melebihi 18 cm, kecuali diperintahkan lain oleh Direksi Pekerjaan.
3) Pemadatan
a. Segera setelah pencampuran dan pembentukan akhir, masing- masing lapis harus
dipadatkan menyeluruh dengan peralatan pemadat yang cocok dan memadai yang
disetujui oleh Direksi Pekerjaan, hingga kepadatan paling sedikit 95% dari kepadatan
kering maximum “modified” seperti yang ditentukan oleh AASHTO T 180, metoda D.
b. Direksi Pekerjaan boleh memerintahkan bahwa mesin gilas beroda karet digunakan
untuk pemadatan lapisan akhir, bila mesin gilas statis beroda baja dianggap
mengakibatkan kerusakan atau degradasi berlebihan dari pondasi agregat.
c. Pemadatan harus dilakukan hanya bila kadar air dari bahan berada dalam rentang ±
3% dari kadar air optimum seperti yang ditetapkan oleh kepadatan kering maximum
“modified” yang ditentukan oleh AASHTO T 180, metoda D.
d. Operasi penggilasan harus dimulai dari bagian tengah dan berangsur-berangsur
menuju ke tepi parit pipa, dengan arah memanjang. Kontraktor harus melakukan uji
pemadatan untuk mendapatkan acuan jumlah lintasan minimal yang harus dipenuhi
oleh alat pemadat.
e. Pemadatan harus berlanjut sampai seluruh bagian itu telah dipadatkan merata
menjadi permukaan yang keras dengan kepadatan merata dan bekas-bekas mesin
gilas tidak lagi tampak. Lapis yang keras dan stabil harus dihasilkan dengan mesin
gilas, sehingga agregat saling mengunci dengan rapat.
f. Material sepanjang kerb, batu tepi, tembok, dan pada tempat- tempat yang tak
terjangkau mesin gilas harus dipadatkan dengan timbris mekanis atau pemadat
lainnya yang disetujui.
Palembang City Sewerage Project 27
Kontrak– Pembangunan Jaringan Pipa Retikulasi Air Limbah PCSP Paket C1