Pembayaran Jasa Konsultan Financial Literation (Pusat)

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 15855212
Date: 31 May 2023
Year: 2023
KLPD: Kementerian Pertanian
Work Unit: Badan Penyuluhan Dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
Procurement Type: Jasa Konsultansi Perorangan Non Konstruksi
Method: Seleksi - Pascakualifikasi Dua File - Kualitas
Contract Type: Waktu Penugasan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 300,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 300,000,000
Winner (Pemenang): Yuli Widiyatmanta
NPWP: 095433264017000
RUP Code: 43590757
Work Location: Puslatan BPPSDMP Kementan - Jakarta Selatan (Kota)
Participants: 7
Applicants
Yuli Widiyatmanta
0095433264017000Rp 300,000,00081.19
Fajar Taufik
32*1**0****20**9--
Mufti Zaeni
32*3**0****30**1--
Caturharmanto_consultant
09*2**6****25**0--
Harison
32*5**0****30**3--
Berkah Sejahtera Mandiri
0029711330101000--
0721445104421000--
Attachment
1         
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
         PEMBAYARAN   TENAGA AHLI KEUANGAN PERDESAAN                    
                     (FINANCIAL LITERATION)                             
                                                                        
                (Tenaga Asisten Perorangan - Nasional)                  
                                                                        
                                                                        
  PROGRAM  RURAL EMPOWERMENT   AND AGRICULTURAL  DEVELOPMENT            
                                                                        
                  SCALING UP INITIATIVE (READSI)                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
 1. LATAR BELAKANG                                                      
                                                                        
   Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up Initiative
   (READSI) merupakan perluasan Program Rural Empowerment and Agricultural
   Development (READ) yang dilaksanakan di 5 kabupaten di Provinsi Sulawesi
   Tengah pada periode 2008/2014 dengan dukungan pembiayaan Pinjaman dan
   Hibah International Fund for Agricultural Development (IFAD). Program READ
   dinilai oleh BAPPENAS sebagai program yang berhasil dalam memberdayakan
   petani kecil, meningkatkan pendapatan dan produksi seta memperkuat lembaga
   tingkat desa dengan mengintegrasikan kegiatan produktivitas pertanian yang
   digerakkan masyarakat dalam satu paket lengkap dukungan termasuk inovasi
   kemitraan public-swasta dengan PT. MARS dalam pengembangan kakao. Dalam hal
                                                                        
   pendapatan rumah tangga, Program READ telah meningkatkan pendapatan rumah
   tangga yang ditargetkan yaitu 40% rumah tangga berada di atas garis kemiskinan,
   dan 83% pendapatan berasal dari pertanian. Dalam hal pemberdayaan perempuan,
   Program READ  telah meningkatkan partisipasi perempuan dalam proses  
   pengambilan keputusan di tingkat rumah tangga dan desa, dan meningkatkan akses
   perempuan ke sumber ekonomi, pertanian dan keuangan.                 
                                                                        
   Berdasarkan hasil tersebut, Pemerintah Indonesia menunjukkan perlunya
   melanjutkan kerjasama dengan IFAD dengan memperluas ruang lingkup program
   READ. Pada 8 Januari 2018 IFAD dan Pemerintah Indonesia telah menandatangani
   perjanjian pinjaman dalam rangka pembiayaan program READ Scaling up Initiative
   (READSI). READSI dirancang sebagai model pendekatan pembaruan READ, dan
   akan mengubah paradigma proyek yang berdiri sendiri menjadi pendekatan
                                                                        
   program inklusif (Programmatic platform) yang bertujuan untuk mearik investasi
   swasta dan masyarakat untuk berpartisipasi dalam implementasi program.
                                                                        
   Tujuan dan Komponen Program                                          
                                                                        
   Tujuan Program READSI adalah “Rumah tangga pedesaan di Sulawesi (Sulawesi
   Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo, Kalimantan Barat dan
   NTT) diberdayakan baik secara individu maupun kolektif dengan keterampilan,
   percaya diri dan pengelolaan sumber daya untuk meningkatkan pendapatan dan
   mata pencaharian pertanian dan non-pertanian mereka secara berkelanjutan”.
                                                                        
   Komponen Program READSI terdiri dari 4 (empat) komponen:             
                                                              2         
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
   (1) Komponen 1 – Pengembangan Pertanian dan Mata Pencaharian di Perdesaan.
      Komponen ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas penduduk miskin
      dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengelola prioritas pembangunan
      desa secara komprehensif dan transparan sesuai dengan sumber daya dan
      peluang yang tersedia. Komponen 1 terdiri dari 4 (empat) ssub komponen
      sebagai berikut: (a) pengorganisasisan masyarakat; (b) pengembangan
      pertanian dan mata pencaharian; (c) simpan, pinjam dan pengelolaan keuangan;
      (d) promosi perbaikan gizi keluarga;                              
   (2) Komponen 2 – Pelayanan, penyediaan saprodi, dan pasar. Komponen ini
                                                                        
      bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan penyuluhan, memastikan
      ketersediaan input pertanian, meningkatkan akses petani ke pasar. Komponen 2
      terdiri dari 5 (lima) sub komponen yaitu: (a). layanan penyuluhan pertanian;
      (b) layanan jasa keuangan; (c) system pasar dan sistem pasokan benih; (d)
      dukungan pelayanan dan pasar untuk petani kakao di Sulawesi (e) produksi,
      layanan kesehatan hewan dan pasar ternak di Nusa Tenggara Timur.  
   (3) Komponen 3 – Dukungan pengembangan kebijakan dan strategi. Komponen ini
      akan dilaksanakan oleh BAPPENAS dengan menggunakan Dana Hibah IFAD.
   (4) Komponen 4 – Dukungan Manajemen Proyek. Komponen ini bertujuan untuk
      mendukung manajemen program READSI baik di tingkat pusat dan daerah agar
      implementasi program berjalan dengan baik.                        
                                                                        
                                                                        
 Kelompok Sasaran dan Lokasi Program                                    
                                                                        
 Kelompok sasaran program READSI yaitu:                                 
 (1) Petani miskin yang memiliki lahan untuk kegiatan pertanian dan aktif
    berpartisipasi dalam peningkatan kegiatan ekonomi di sector pertanian yang
    didukung oleh READSI. Kriteria penduduk miskin akan menggunakan acuan yang
    digunakan oleh setiap pemerintah daerah, misalnya kriteria yang digunakan oleh
    TNP2K;                                                              
 (2) Petani aktif yang dapat dijadikan sebagai cxontoh dan akan bertindak sebagai
    “agen perubahan” yang memiliki potensi untuk menunjukkan dan memotivasi
    petani miskin dan hampir miskin di daerah mereka untuk meningkatkan 
    pendapatan mata pencaharian mereka;                                 
                                                                        
 (3) Petani tanpa lahan dan pemilik lahan sempit yang potensial untuk difasilitasi guna
    mengembangkan sumber daya mereka sebagai sumber pendapatan keluarga; dan
 (4) Rumah tangga dengan kepala keluarga perempuan yang akan difasilitasi melalui
    kegiatan pengembangan lahan pekarangan, peningkatan penyadaran perbaikan
    gizi, dan pengelolaan keuangan rumah tangga.                        
                                                                        
 Lokasi Program:                                                        
                                                                        
 Lokasi Program READSI saat ini mencakup 5 Provinsi dan 14 Kabupaten sebagaimana
 pada Tabel.1 berikut:                                                  
                                                              3         
                                                                        
                                                                        
                                                                        
 Tabel 1. Daftar Provinsi dan Kabupaten Program READSI                  
                                                Jumlah Desa             
          Provinsi          Kabupaten                                   
                                            Ex READ/                    
                                                         Baru           
                                           Ex Replikasi                 
    1. Nusa Tenggara Timur (1) Kupang          4          16            
                       (2) Belu                13          7            
    2. Sulawesi Tengah (3) Poso                10         10            
                       (4) Parigi Moutong      10         10            
                       (5) Buol                10         10            
                       (6) Banggai             10         10            
    3. Gorontalo       (7) Pohuwato                       18            
                       (8) Bone Bolango                   18            
                       (9) Gorontalo                      18            
    4. Sulawesi Selatan (10) Luwu                         18            
                       (11) Luwu Utara                    18            
                       (12) Luwu Timur                    18            
    5. Sulawesi Tenggara (13) Kolaka                      18            
                       (14) Kolaka Utara                  18            
                                  Total Desa   57         207           
                                                                        
                                                                        
                                                                        
 Dalam rangka pengelolaan pelaksanaan program READSI secara Nasional, Badan
 Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) cq. Pusat
 Pelatihan Pertanian telah membentuk National Program Management Office (NPMO).
 Untuk memperkuat pengelolaan Program READSI baik di pusat maupun di daerah,
 NPMO bermaksud melaksanakan pengadaan Tenaga Ahli untuk bidang Keuangan
 Perdesaan (Financial Literation).                                      
                                                                        
2. MAKSUD DAN TUJUAN                                                    
                                                                        
   A) Maksud                                                            
      Maksud pengadaan Konsultan Keuangan Perdesaan (Financial Literation) ini
                                                                        
      adalah untuk mengembangkan metode dan melaksanakan pelatihan literasi
      keuangan secara Nasional yang komprehensif serta membantu tim     
      pemberdayaan dalam pengembangan berbasis pemberdayaan masyarakat dan
      pengembangan ekonomi lokal serta akses permodalan pada lembaga keuangan.
                                                                        
    b) Tujuan                                                           
      Tujuan dari Konsultan ini adalah membantu NPMO berkaitan dengan   
      penyediaan layanan literasi keuangan dan pengelolaan keuangan perdesaan
      sesuai dengan pedoman dan peraturan Pemerintah dan IFAD.          
                                                                        
      Tujuan khusus dari konsultan adalah untuk menyempurnakan modul pelatihan
      keuangan perdesaan dan modul yang relevan dalam pemberdayaan keuangan
                                                                        
      individu, rumah tangga dan kelompok usaha, melaksanakan pelatihan literasi
      keuangan, melaksanakan pengawalan kegiatan literasi keuangan dan penguatan
      manajemen keuangan kelompok sampai dengan akses pasar serta permodalan.
                                                              4         
                                                                        
                                                                        
                                                                        
 3. TARGET                                                              
                                                                        
   Target dari Konsultan adalah memenuhi tersedianya dokumen berikut:   
   a. Menyempurnakan modul pelatihan keuangan perdesaan dan modul pelatihan
      keuangan lanjutan dalam pemberdayaan usaha kelompok tani          
   b. Menyusun laporan pelaksanaan TOT literasi keuangan bagi Penyuluh dan
      Fasilitator Desa serta pengawalan rencana tindak lanjut pasca pelatihan TOT
      (analisis dan rekomendasi)                                        
   c. Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan pelatihan literasi keuangan bagi petani
      (analisis dan rekomendasi)                                        
                                                                        
   d. Menyusun laporan bulanan pelaksanaan strategi penumbuhkembangan poktan
      menjadi usaha bersama dan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP), meliputi
      perkembangan keuangan poktan, value chain produk poktan, akses pasar, akses
      permodalan (analisis dan rekomendasi)                             
   e. Menyusun laporan survey penyedia jasa keuangan dan strategi peningkatan
      akses permodalan bagi penerima manfaat program                    
   f. Menyusun laporan dan strategi pelaksanaan rantai nilai produk keuangan yang
      bermanfaat untuk program (closed loop model)                      
                                                                        
 4. RUANG LINGKUP TUGAS DAN FASILITAS                                   
                                                                        
    a. Modul Pelatihan Literasi Keuangan Tingkat Advance                
    b. TOR, panduan, kurikulum, jadwal, timeline dan kelengkapan kebutuhan
       Pelatihan MOT, TOT maupun Pelatihan bagi Perwakilan Kelompok Tani
       Terpilih                                                         
    c. Modul pelatihan literasi keuangan bagi rumah tangga petani yang akan
       digunakan dalam pelatihan penyegaran bagi perwakilan rumah tangga petani;
    d. TOR, panduan, kurikulum, jadwal, timeline dan kelengkapan kebutuhan
       Pelatihan pelatihan penyegaran bagi perwakilan rumah tangga petani;
                                                                        
    e. Roadmap dan konsep Penumbuhan Kelompok Simpan Pinjam ditingkat   
       kelompok tani dan gabungan kelompok tani.                        
    f. Modul pelatihan bagi kelompok simpan pinjam.                     
    g. TOR, panduan, kurikulum, jadwal, timeline dan kelengkapan kebutuhan
       Pelatihan MOT, TOT Penumbuhan Kelompok Simpan Pinjam dan Pelatihan
       penguatan dan pengembangan Kelompok Simpan Pinjam bagi perwakilan
       pengelola Kelompok Simpan Pinjam.                                
    h. Laporan pelaksanaan MOT, TOT maupun Pelatihan Literasi Keuangan tingkat
       Advance bagi Perwakilan Kelompok Tani Terpilih TOT literasi keuangan bagi
       Penyuluh dan Fasilitator Desa serta pengawalan rencana tindak lanjut pasca
       pelatihan TOT (analisis dan rekomendasi)                         
    i. Laporan Pelatihan MOT, TOT Penumbuhan Kelompok Simpan Pinjam dan 
                                                                        
       Pelatihan penguatan dan pengembangan Kelompok Simpan Pinjam bagi 
       perwakilan pengelola Kelompok Simpan Pinjam.                     
    j. Laporan bulanan pelaksanaan strategi penumbuhkembangan poktan menjadi
       usaha bersama dan Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP), meliputi     
       perkembangan keuangan poktan, value chain produk poktan, akses pasar,
       akses permodalan (analisis dan rekomendasi)                      
    k. Laporan survey penyedia jasa keuangan dan strategi peningkatan akses
       permodalan bagi penerima manfaat program                         
                                                              5         
                                                                        
                                                                        
                                                                        
    l. Laporan dan strategi pelaksanaan rantai nilai produk keuangan yang
       bermanfaat untuk program (closed loop model)                     
    m. MoU Kerjasama dengan Pihak Perbankkan.                           
                                                                        
 5. RUANG LINGKUP  PEKERJAAN, LOKASI, SERTA  DATA  DAN  SARANA          
   PENDUKUNG                                                            
                                                                        
   A) Ruang lingkup kerja Konsultan Keuangan Perdesaan meliputi, tetapi 
      tidak terbatas pada, tugas berikut:                               
    a. Pengawalan Literasi Keuangan dan Pengembangan Usaha Poktan       
                                                                        
      1) Menyusun Modul Pelatihan Literasi Keuangan Tingkat Advance Baik untuk
         penyelenggaraan MOT bagi Widyaiswara, TOT bagi Penyuluh dan Fasilitator
         desa maupun Pelatihan bagi Perwakilan Kelompok Tani Terpilih;  
      2) Menyusun TOR, panduan, kurikulum, jadwal, timeline dan kelengkapan
         kebutuhan Pelatihan MOT, TOT maupun Pelatihan bagi Perwakilan Kelompok
         Tani Terpilih;                                                 
      3) Menyempurnakan modul pelatihan literasi keuangan bagi rumah tangga
         petani yang akan digunakan dalam pelatihan penyegaran bagi perwakilan
         rumah tangga petani;                                           
      4) Menyusun TOR, panduan, kurikulum, jadwal, timeline dan kelengkapan
         kebutuhan Pelatihan pelatihan penyegaran bagi perwakilan rumah tangga
         petani;                                                        
                                                                        
      5) Menyusun Roadmap dan konsep Penumbuhan Kelompok Simpan Pinjam  
         ditingkat kelompok tani dan gabungan kelompok tani.            
      6) Menyusun modul pelatihan bagi kelompok simpan pinjam.          
      7) Menyusun panduan, kurikulum, jadwal, timeline dan kelengkapan kebutuhan
         Pelatihan MOT, TOT Penumbuhan Kelompok Simpan Pinjam dan Pelatihan
         penguatan dan pengembangan Kelompok Simpan Pinjam bagi perwakilan
         pengelola Kelompok Simpan Pinjam.                              
      8) Berkolaborasi dengan konsultan lainnya di tingkat nasional, provinsi dan
         kabupaten, Fasilitator Desa, PPSU, DPMO, dan UPT Pelatihan dalam
         melaksanakan Pelatihan literasi keuangan tingkat Advance, penyegaran
         serta pelatihan bagi kelompok simpan pinjam, termasuk juga dalam
         pengawalan coaching pasca pelatihan.                           
      9) Berkolaborasi dengan konsultan lainnya dalam pengawalan strategi
                                                                        
         peningkatan manajemen pengelolaan keuangan kelompok, strategi akses
         permodalan (KUR dan produk lainnya), strategi penguatan usaha bersama
         menjadi Kelembagaan Ekonomi Petani (KEP) serta penyusunan stategi
         skema akses pemasaran produk on farm, off farm, dan non farm   
      10) Berkolaborasi dengan konsultan lainnya dalam penyusunan strategi
         peningkatan inklusi keuangan di lokasi program serta pelaksanaan rantai
         nilai produk keuangan yang bermanfaat untuk program (closed loop model)
      11) Memberikan hasil analisis laporan, input dan rekomendasi kepada NPMO
         atas kegiatan literasi keuangan dan pengembangan usaha poktan yang
         berorientasi kelembagaan ekonomi secara komprehensif           
                                                                        
                                                                        
   b. Sinkronisasi Kebutuhan Akses Permodalan Penerima Manfaat dengan Penyedia
      Jasa Keuangan                                                     
      1) Menyempurnakan desain survey penyedia jasa keuangan;           
                                                              6         
                                                                        
                                                                        
                                                                        
      2) Menjalin kerjasama dengan perbankkan dalam penyediaan akses    
         permodalan bagi petani dan pendampingan penumbuhan kelompok simpan
         pinjam di tingkat kelompok dan/atau gabungan kelompok tani;    
      3) Bersama konsultan lainnya melaksanakan pengawalan akses permodalan
         lembaga keuangan kepada petani di lokasi program               
      4) Bersama dengan PPSU dan DPMO mensinergikan program inklusi keuangan
         Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dalam memperkuat LKM di lokasi program
                                                                        
   B) Lokasi Kerja                                                      
      Konsultan akan berkantor di Sekretariat Program READSI di Jakarta dan melakukan
                                                                        
      perjalanan ke provinsi dan/atau kabupaten untuk memberikan bimbingan dan
      supervisi pengelolaan keuangan serta implementasi Program READSI. 
                                                                        
   C) Dokumen dan Fasilitas                                             
      NPMO akan menyediakan:                                            
      1) Dokumen READSI: Program Design Report, Program Implementation Manual
         (PIM), dan dokumen terkait lainnya;                            
      2) Ruang kerja (komputer harus disediakan oleh konsultan);        
      3) Meja kursi untuk bekerja di kantor.                            
                                                                        
                                                                        
   D) Waktu Penugasan                                                   
      Total durasi penugasan diperkirakan 12 bulan.                     
                                                                        
  6. PENDEKATAN DAN METODOLOGI                                          
    Konsultan akan berkantor di Sekretariat NPMO dan bekerja di bawah pengawasan
                                                                        
    Manajer NPMO serta mengkoordinasikan program kerjanya dengan Staf NPMO
    dan Konsultan lain yang direkrut.                                   
                                                                        
    Konsultan harus melaksanakan tugasnya mengikuti metodologi yang mencakup
    hal-hal berikut:                                                    
    a. Melakukan pertemuan pendahuluan dengan staf NPMO, konsultan dan  
                                                                        
       pemangku kepentingan utama lainnya;                              
    b. Mempelajari dokumen Project Design Report, Project Implementation Manual
       (PIM), Pedoman Pelaksanaan Program, Rencana Kerja Tahunan Program,
       serta dokumen teknis lainnya yang relevan;                       
                                                                        
    c. Menyiapkan dokumen, laporan kegiatan, korespondensi terkait literasi
       keuangan dan keuangan perdesaan;                                 
    d. Menyiapkan materi pelatihan terkait literasi keuangan dan keuangan
       perdesaaan;                                                      
    e. Melakukan monitoring dan evaluasi proses dan pengembangan literasi
                                                                        
       keuangan kelompk tani dan akses permodalan;                      
    f.  Mengidentifikasi permasalahan, mitigasi resiko, masukan dan saran bagi
       manajemen dalam pengembangan program literasi keuangan dan keuangan
       perdesaan.                                                       
                                                              7         
                                                                        
                                                                        
                                                                        
 6. KUALIFIKASI                                                         
    a. Pendidikan minimal S1;                                           
    b. Mempunyai pengalaman minimal 10 tahun dalam pengelolaan keuangan 
                                                                        
      perdesaan, kelompok tani dan rumah tangga petani;                 
    c. Memiliki pengalaman menjaring kerjasama degan lembaga perbankkan;
    d. Memiliki keterampilan dan cakap dalam analisis dan presentasi;   
    e. Dapat menjalin komunikasi yang antar personal dalam tim, maupun dengan
                                                                        
      pihak eksternal;                                                  
    f. Dapat mengoperasikan program-program aplikasi komputer terkait dengan
      manajemen proyek seperti MS Office: Word, Excel, Powerpoint, dan aplikasi
      pendukung lainnya;                                                
                                                                        
    g. Dapat berbahasa Inggris secara aktif baik secara lisan dan tulisan yang
      digunakan pada tempat dan waktu yang tepat;                       
    h. Memiliki inisiatif, dapat bekerja mandiri dan bisa bekerjasama dalam tim;
    i. Lebih disukai yang memiliki pengalaman sebelumnya dengan IFAD / Bank
                                                                        
      Dunia / Asian Development Bank- atau proyek berbantuan lainnya.   
                                                                        
                                         Jakarta, 29 Mei 2023           
                                         Pejabat Pembuat Komitmen       
                                                                        
                                         (PPK)                          
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                                                        
                                         Risweki Deflita, S.E., M.P.    
                                         NIP. 19740228 200112 1 001