| 0312640170002000 | - | |
Deni Hasman | 03*0**6****45**0 | - |
| 0537136426941000 | - |
KERANGKA ACUAN KERJA
PENGADAAN JASA KONSULTANSI UNTUK TENAGA AHLI
NUTRISI
(NUTRITION SPECIALIST)
(Tenaga Ahli Perorangan - Nasional)
RURAL EMPOWERMENT AND AGRICULTURAL DEVELOPMENT
SCALING UP INITIATIVE (READSI)
A. LATAR BELAKANG
Program Rural Empowerment and Agricultural Development Scaling-up
Initiative (READSI) merupakan perluasan Program Rural Empowerment and
Agricultural Development (READ) yang dilaksanakan di 5 (lima) kabupaten di
Provinsi Sulawesi Tengah pada periode 2008 - 2014 dengan dukungan
pembiayaan Pinjaman dan Hibah International Fund for Agricultural
Development (IFAD). Program READ dinilai oleh BAPPENAS sebagai
program yang berhasil dalam memberdayakan petani kecil, meningkatkan
pendapatan dan produksi serta memperkuat lembaga tingkat desa dengan
mengintegrasikan kegiatan produktivitas pertanian yang digerakkan
masyarakat dalam satu paket lengkap dukungan termasuk inovasi kemitraan
publik-swasta dengan PT. MARS dalam pengembangan kakao. Dalam hal
pendapatan rumah tangga, Program READ telah meningkatkan pendapatan
rumah tangga yang ditargetkan yaitu 40% rumah tangga berada di atas garis
kemiskinan, dan 83% pendapatan berasal dari pertanian. Dalam hal
pemberdayaan perempuan, Program READ telah meningkatkan partisipasi
perempuan dalam proses pengambilan keputusan di tingkat rumah tangga dan
desa, dan meningkatkan akses perempuan ke sumber ekonomi, pertanian,
dan keuangan.
Berdasarkan hasil tersebut, Pemerintah Indonesia menunjukkan perlunya
melanjutkan kerja sama dengan IFAD dengan memperluas ruang lingkup
program READ. Pada 8 Januari 2018, IFAD dan Pemerintah Indonesia telah
menandatangani perjanjian pinjaman dalam rangka pembiayaan program
READ: Scaling up Initiative (READSI). READSI dirancang sebagai model
pendekatan pembaruan READ, dan akan mengubah paradigma proyek yang
berdiri sendiri menjadi pendekatan program inklusif (programmatic platform)
yang bertujuan untuk menarik investasi swasta dan masyarakat untuk
berpartisipasi dalam implementasi program.
Tujuan dan Komponen Program.
Tujuan Program READSI adalah "Rumah tangga pedesaan di Sulawesi
(Sulawesi Tengah, Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Gorontalo),
Kalimantan Barat dan NTT diberdayakan baik secara individu maupun kolektif
dengan keterampilan, percaya diri dan pengelolaan sumber daya untuk
meningkatkan pendapatan dan mata pencaharian dan non-pertanian mereka
secara berkelanjutan".
Komponen Program READSI terdiri dari 4 (empat):
(1) Komponen 1 - Pengembangan Pertanian dan Mata Pencaharian di
Perdesaan. Komponen ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas
penduduk miskin dalam merencanakan, melaksanakan, dan mengelola
prioritas pembangunan desa secara komprehensif dan transparan sesuai
dengan sumber daya dan peluang yang tersedia. Komponen 1 terdiri dari
4 (empat) sub komponen sebagai berikut: (a) pengorganisasian
masyarakat; (b) pengembangan pertanian dan mata pencaharian; (c)
simpan, pinjam, dan pengelolaan keuangan; (d) promosi perbaikan gizi
keluarga;
(2) Komponen 2 - Pelayanan, penyediaan saprodi, dan pasar. Komponen ini
bertujuan untuk meningkatkan kualitas layanan penyuluhan, memastikan
ketersediaan input pertanian, meningkatkan akses petani ke pasar.
Komponen 2 terdiri dari 5 (lima) sub komponen yaitu: (a) layanan
penyuluhan pertanian; (b) layanan jasa keuangan; (c) sistem pasar dan
sistem pasokan benih; (d) dukungan pelayanan dan pasar untuk petani
kakao di Sulawesi; (e) produksi, layanan kesehatan hewan dan pasar
ternak di Nusa Tenggara Timur.
(3) Komponen 3 - Dukungan pengembangan kebijakan dan strategi.
Komponen ini akan dilaksanakan oleh BAPPENAS dengan menggunakan
Dana Hibah IFAD.
(4) Komponen 4 - Dukungan Manajemen Proyek. Komponen ini bertujuan
untuk mendukung manajemen program READSI baik di tingkat pusat dan
daerah agar implementasi program berjalan dengan baik.
Kelompok Sasaran dan Lokasi Program
Kelompok sasaran program READSI yaitu:
(1) Petani miskin yang memiliki lahan untuk kegiatan pertanian dan aktif
berpartisipasi dalam peningkatan kegiatan ekonomi di sektor pertanian
yang didukung oleh READSI. Kriteria penduduk miskin akan menggunakan
acuan yang digunakan oleh setiap pemerintah daerah, misalnya kriteria
yang digunakan oleh TNP2K;
(2) Petani aktif yang dapat dijadikan sebagai contoh dan akan bertindak
sebagai "agen perubahan" yang memiliki potensi untuk menunjukkan dan
memotivasi petani miskin dan hampir miskin di daerah mereka untuk
meningkatkan pendapatan mata pencaharian mereka;
(3) Petani tanpa lahan dan pemilik lahan sempit yang potensial untuk
difasilitasi guna mengembangkan sumber daya mereka sebagai sumber
pendapatan keluarga; dan
(4) Rumah tangga dengan kepala keluarga perempuan yang akan difasilitasi melalui kegiatan
pengembangan lahan pekarangan, peningkatan penyadaran perbaikan gizi, dan
pengelolaan keuangan rumah tangga.
Lokasi Program
Lokasi Program READSI saat ini mencakup 5 Provinsi dan 13 Kabupaten
sebagaimana pada Tabel.1 berikut.
Tabel 1. Daftar Provinsi dan Kabupaten Program READSI
Jumlah Desa
Provinsi Kabupaten Ex READ/ Ex
Baru
Replikasi
1. Nusa Tenggara Timur (1) Kupang 4 16
2. Sulawesi Tengah (2) Poso 10 10
(3) Parigi Moutong 10 10
(4) Buol 10 10
(5) Banggai 10 10
3. Gorontalo (6) Pohuwato 18
(7) Tulang Bolango 18
(8) Gorontalo 18
4. Sulawesi Selatan (9) Luwu 18
(10) Luwu Utara 18
(11) Luwu Timur 18
5. Sulawesi Tenggara (12) Kolaka 18
(13) Kolaka Utara 18
TOTAL DESA 44 200
Dalam rangka pengelolaan pelaksanaan program READSI secara nasional
Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian
(BPPSDMP) cq. Pusat Pelatihan Pertanian telah membentuk National Program
Management Office (NPMO). Sehubungan dengan hal tersebut, untuk
memperkuat NPMO dalam pelaksanaan kegiatan Pengembangan gizi
penerima manfaat progam READSI yang lebih komprehensif bagi penerima
manfaat Program secara nasional, NPMO bermaksud melaksanakan kegiatan
seleksi/rekrutmen Tenaga Ahli untuk bidang NUTRISI.
B. TUJUAN
Tujuan pengadaan konsultan untuk membantu NPMO dan DPMO yang
bekerjasama dengan Dinas Kesehatan setempat dalam membangun
kesadaran masyarakat tentang pentingnya gizi (nutrition) bagi keluarga.
Tenaga Ahli Nutrisi akan bekerja di bawah pengawasan Manajemen Program
READSI di Pusat.
C. RUANG LINGKUP TUGAS
1) Menyusun kerangka logis dan mengimplementasikan kegiatan dalam
upaya perbaikan gizi keluarga petani dan optimalisasi sumberdaya
manusia dalam rumah tangga petani secara inklusif di wilayah proyek
READSI.
2) Laporan data kolektif daerah dengan menggunakan Minimum Dietary
Diversity for Women (MDD-W) atau Keragaman Pangan Minimum untuk
Perempuan sebagai indikator untuk mengukur pencapaian program
perbaikan gizi.
3) Menyusun Konsep video, materi dan modul untuk Pelatihan Food
Budgeting dan Nutrition;
4) Menyusun Laporan monitoring dan evaluasi kegiatan Peningkatan
Kesadaran Gizi/ Techincal Awareness terkait Cooking Class dan Sarapan
Bersama di sekolah;
5) Menyusun Laporan pelaksanaan pelatihan Food Budgeting & Nutrition;
6) Menyusun instrumen dan mengimplementasikan strategi monitoring dan
evaluasi program perbaikan gizi dalam upaya untuk memantau aktifitas
dan output pengembangan perbaikan gizi dan di wilayah program
READSI;
7) Menyusun materi untuk bahan ajar, informasi penyuluhan, panduan
pelatihan, dan modul pelatihan yang akan dituangkan dalam bentuk video,
yang terkait dengan program perbaikan gizi;
8) Menyusun laporan pelaksanaan kegiatan perbaikan gizi keluarga serta
optimalisasi sumberdaya manusia petani secara inklusif di wilayah proyek
READSI yang dikaitkan dengan log frame READSI;
9) Memberikan input untuk Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (Annual
Work Plan and Budget/ AWPB);
10) Menyusun laporan pertemuan, pelatihan, workshop, dan kegiatan lain
yang berkaitan dengan aspek perbaikan gizi;
11) Menyusun laporan capaian hasil pasca pelaksanaan kegiatan yang
berkaitan dengan aspek perbaikan gizi
12) Melaksanakan tugas-tugas lain, memberikan imput lainnya dan
melaksanakan tugas terkait kegiatan pengintegrasian aspek gizi dalam
kegiatan READSI sesuai permintaan NPMO.
D. KELUARAN YANG DIHARAPKAN
1) Kerangka logis dan mengimplementasikan kegiatan dalam upaya
perbaikan gizi keluarga petani dan optimalisasi sumberdaya manusia
dalam rumah tangga petani secara inklusif di wilayah proyek READSI.
2) Laporan data kolektif daerah dengan menggunakan Minimum Dietary
Diversity for Women/Keragaman Pangan Minimum untuk Perempuan
(MDD-W) sebagai indikator untuk mengukur pencapaian program
perbaikan gizi.
3) Konsep video, materi dan modul untuk pelatihan Food Budgeting &
Nutrition;
4) Laporan monitoring dan evaluasi kegiatan Peningkatan Kesadaran Gizi/
Techincal Awareness terkait Cooking Class dan Sarapan Bersama di
sekolah
5) Laporan pelaksanaan pelatihan Food Budgeting & Nutrition
6) Instrumen monitoring dan evaluasi program perbaikan gizi dalam upaya
untuk memantau aktifitas pengembangan perbaikan gizi dan outputnya di
wilayah program READSI.
7) Bahan ajar, informasi penyuluhan, panduan pelatihan, dan modul
pelatihan yang akan dituangkan dalam bentuk video, yang terkait dengan
program perbaikan gizi.
8) Laporan pelaksanaan kegiatan perbaikan gizi keluarga serta optimalisasi
sumberdaya manusia petani secara inklusif di wilayah proyek READSI
dikaitkan dengan dampak logframe proyek.
9) Input untuk Rencana Kerja dan Anggaran Tahunan (Annual Work Plan
and Budget/AWPB).
10) Laporan Pertemuan, pelatihan, workshop, dan kegiatan lain yang
berkaitan dengan aspek perbaikan gizi.
11) Laporan capaian hasil pasca pelaksanaan kegiatan yang berkaitan
dengan aspke perbaikan gizi
12) Laporan pelaksanaan penugasan lain yang berkaitan dengan aspek gizi
dalam kegiatan READSI sesuai permintaan NPMO.
E. KUALIFIKASI
a. Diutamakan memiliki gelar Magister (S2) atau minimal gelar sarjana (S1)
dalam bidang Nutrisi/Sosiologi/Sosial/Pendidikan/Lingkungan/Study
Gender atau ilmu yang relefan lainnya. Diutamakan .
b. Memiliki Pengalaman Kerja dalam bidang sejenis dalam kurun waktu 10
(sepuluh) tahun atau pengalaman kerja minimal 5 tahun di bidang sosial
dan pemberdayaan masyarakat yang dibuktikan dengan referensi dari
pemberi pekerjaan.
c. Memiliki Pengalaman Kerja pada lembaga donor (misalnya, IFAD, Bank
Dunia, ADB, dll.);
d. Memilik Pengalaman yang baik terkait pengelolaan data dan pelaksanaan
monitoring proyek.
e. Memiliki keterampilan berbahasa Inggris secara aktif (baik lisan maupun
tulisan);
f. Memiliki Kemampuan untuk bekerjasama dalam tim, mengembangkan
sinergi dan menjalin hubungan kerja yang efektif dengan berbagai
pemangku kepentingan;
g. Memiliki Keterampilan interpersonal, kepribadian yang baik, inisiatif dan
kemampuan untuk mengatasi masalah dalam situasi apa pun.
h. Memiliki keterampilan komunikasi dan presentasi baik secara tertulis
maupun lisan, untuk menyampaikan konsep teknis dan nonteknis dengan
jelas dan ringkas.
F. LOKASI
Tenaga Ahli akan ditempatkan di kantor NPMO READSI di Jakarta dan
melakukan perjalanan ke provinsi dan kabupaten atas permintaan NPMO.
G. DOKUMEN DAN FASILITAS
NPMO akan menyediakan :
(1) Dokumen READSI yaitu Project Design Report, Project Implementation
Manual (PIM), Financing Agreement, IFAD Procurement Guidelines ,
serta dokumen lain yang relevan;
(2) Ruang kerja (komputer harus disediakan sendiri);
(3) Meja kursi untuk bekerja di kantor.
H. WAKTU PENUGASAN
Total durasi penugasan diperkirakan 10 bulan.
I. PENDEKATAN DAN METODOLOGI
Konsultan akan berkantor di kantor NPMO dan bekerja di bawah pengawasan
lansung Manajer NPMO READSI. Konsultan harus mengkoordinasikan
program kerjanya dengan Tim Teknis NPMO, DPMO, PPSU dan Konsultan
lainnya dalam pelaksanaan kegiatan READSI. Penugasan Konsultan ini sudah
dialokasikan dalam Rencana Pengadaan READSI dan AWPB Tahun 2023 -
2024 yang sudah disetujui oleh Pemerintah dan IFAD.
Konsultan harus melaksanakan tugasnya mengikuti metodologi yang
mencakup hal-hal berikut:
a. Melakukan pertemuan pendahuluan dengan Manajer Proyek NPMO, Tim
Teknis NPMO, Konsultan Nasional lainnya, dan pemangku kepentingan
utama lainnya;
b. Mereviu laporan monitoring dan evaluasi pelaksanaan kegiatan proyek
READSI secara umum;
c. Menentukan peraturan Pemerintah dan IFAD yang terkait dengan
prosedur dan dokumentasi untuk pelaksanaan nutrisi yang ada di
READSI;
d. Menyusun draft Laporan Awal yang berisi rencana kerja, capaian program
perbaikan gizi dan pengarusutamaan anggota keluarga petani yang telah
dilaksanakan, jadwal pelaksanaan dan daftar kegiatan prioritas yang akan
dilakukan dalam waktu 3 minggu;
e. Mendapatkan persetujuan NPMO atas Laporan Awal;
f. Membantu NPMO dalam pengelolaan dan pelaksanaan kegiatan
perbaikan gizi dalam keluarga petani;
g. Menyiapkan dokumen terkait nutrisi (data awal, strategi, input AWPB,
dokumen, modul pelatihan, kurikulum, dan materi lainnya) sesuai
permintaan NPMO;
h. Membantu NPMO dan unit pelaksana lainnya (PPSU dan DPMO)
dalam mengelola dan melaksanakan program perbaikan gizi keluarga
petani;
i. Bersama dengan konsultan monev menyusun dan menyiapkan indikator
monev untuk program perbaikan gizi keluarga petani;
j. Melakukan monitoring dan evaluasi proses dan pengembangan program
perbaikan gizi keluarga petani di semua tingkatan;
k. Mengidentifikasi masalah dan hambatan yang ada serta memberikan
masukan dan saran bagaimana menangani permasalahan tersebut.
J. PELAPORAN
Konsultan harus membuat laporan-laporan berikut:
a) Laporan Bulanan
b) Laporan Akhir.
Laporan harus disampaikan dalam waktu 5 hari setelah akhir bulan. Laporan
Bulanan harus berisi rencana kerja, jadwal dan realisasi kegiatan yang telah
dilakukan Konsultan. Sementara Laporan Akhir harus berisi kegiatan, output
dan outcome serta berbagai isu dan saran tindak lanjut mereka selama
periode pelaporan.
K. SUMBER DANA DAN PERKIRAAN ANGGARAN
a. Sumber dana: APBN Tahun Anggaran 2023, DIPA Badan PPSDM
Pertanian No. DIPA-018.10.1.412069/2023 tanggal 30 November 2022,
Kode MAK 1810.001.QDD.053.CB.522131; dan APBN Tahun Anggaran
2024.
b. Perkiraan biaya Rp. 165.000.000,- (seratus enam puluh lima juta rupiah).
Rincian Harga Perkiraan Sendiri (HPS) terlampir.
Jakarta, 2023
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Risweki Deflita, S.E., M.P.
NIP. 19740228 200112 1 001
HARGA PERKIRAAN SENDIRI (HPS)
TENAGA AHLI NUTRISI
(NUTRITION SPECIALIST)
PROGRAM READSI
Volume Biaya/Unit Total Persen
No Komponen
Unit Bulan Satuan IDR IDR
1 Biaya 165.000.000 100 %
Langsung
Personel
A Gaji 1 10 Orang 16.500.000 165.000.000
Bulan
(OB)
Jakarta, 2023
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Risweki Deflita, S.E., M.P.
NIP. 19740228 200112 1 001