URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Air merupakan faktor penting dalam budi daya pertanian, tanpa adanya ketersediaan
air yang cukup, maka tanaman yang dibudidayakan tidak akan tumbuh dan berproduksi secara
optimal. Secara alami kebutuhan air untuk tanaman dapat dipenuhi dari air hujan dan sistem
irigasi. Namun, kenyataannya ketersediaan air tidak merata sepanjang waktu dan setiap
tempat. Di beberapa tempat dan dalam waktu-waktu tertentu jumlah air hujan tidak
mencukupi untuk memenuhi kebutuhan, serta masih banyak lokasi pertanaman yang berada di
luar sistem daerah irigasi di mana distribusi airnya belum dikelola secara teratur. Kondisi ini
menyebabkan intensitas pertanaman menjadi terbatas setiap tahunnya.
Pendistribusian air irigasi harus disesuaikan dengan kebutuhan tanaman serta kondisi
agroklimat tanaman. Tanpa adanya dukungan ketersediaan air yang sesuai dengan kebutuhan
baik dalam dimensi jumlah, mutu, ruang maupun waktunya, maka dampaknya terhadap budi
daya tanaman berjalan tidak optimal. Di lain pihak pertumbuhan penduduk semakin
meningkat menuntut peningkatan ketersediaan bahan pangan.
Salah satu upaya yang dilakukan mendukung penyediaan air untuk memenuhi
kebutuhan air pertanian, khususnya pada area di luar sistem irigasi teknis adalah dengan
Irigasi Perpompaan. Untuk itu Direktorat Irigasi Pertanian melaksanakan kegiatan
Pengembangan Irigasi Perpompaan pada Iahan-lahan sawah tadah hujan di luar daerah irigasi.
Sumber air diperoleh dari Sungai-sungai besar dan atau anak-anak sungai disesuaikan dengan
kebutuhan dan kondisi lapangan masing-masing daerah
Untuk mendukung optimasi lahan kering sebagai upaya peningkatan swasembada
pangan, perlu dilakukan pendekatan dengan peningkatan IP, provitas sawah eksisting dan
penambahan baku lahan sawah. Sebelum melaksanakan optimasi lahan terlebih dahulu
diperlukan perencanaan kegiatan yang dimulai dari kompilasi usulan, identifikasi Calon
Petani dan Calon Lokasi (CPCL) dan kemudian disempurnakan melalui kegiatan survei dan
investigasi calon lokasi serta pembuatan desain terhadap lokasi yang layak. Kegiatan Survey,
Infestigation, dan Design (SID) dilakukan dengan melibatkan tenaga ahli dan tenaga surveyor
dari pihak ketiga yang memiliki kompetensi teknis di bidang Survey Infestigation. Kegiatan
SID akan memastikan bahwa pelaksanaan kegiatan sesuai yang direncanakan dan secara
teknis bisa dilaksanakan dan benar-benar bisa dimanfaatkan untuk memberikan suplesi air
irigasi perpompaan di Kabupaten Grobogan
Demikian uraian singkat pekerjaan ini dibuat sebagai dasar acuan dalam pelaksanaan
Kegiatan dan proses pengadaan langsung lewat LPSE
Purwodadi, Maret 2025
Pejabat Pembuat Komitmen
WAKID MUTOWAL, S.TP, M.Sc
NIP. 19861210 200902 1 004