Lanjutan Pembangunan Jaringan Irigasi D.I. Tepian Buah Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 34992064
Date: 12 January 2018
Year: 2018
KLPD: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Work Unit: Snvt Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Ws.Mahakam, Ws.Berau-Kelai Provinsi Kalimantan Timur
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Lelang Umum - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 34,350,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 34,350,000,000
Winner (Pemenang): PT Dua Delapan Propertindo
NPWP: 7*0**3****05**0
Work Location: Kecamatan Segah - Berau (Kab.)
Participants: 111
Applicants
Reason
PT Dua Delapan Propertindo
07*0**3****05**0Rp 28,772,246,000-
0029516770722000Rp 29,084,264,000a. Bukti faktur pada alat Excavator tidak ada. b. Bukti faktur pada alat Buldozer tidak ada. c. Bukti faktur pada alat Vibro Roller tidak ada. d. Bukti faktur pada alat Dump Truck tidak ada. e. Bukti faktur pada alat Water Tank Truck tidak ada.
0026611517728000--
PT Ditha Jaya Utama
0748723939805000Rp 26,668,688,000a. Jaminan Penawaran Asli Tidak Ada.
PT Rajawali Jaya Sakti Constrindo
0014846521805000Rp 32,375,361,000a. Jenis, kapasitas, komposisi dan jumlah peralatan minimal yang disediakan untuk pelaksanaan pekerjaan sesuai data peralatan yang tercantum pada Isian Kualifikasi sesuai yang disyaratkan dalam dokumen pengadaan untuk peralatan Concrete Mixer berdasarkan dokumen pengadaan berjumlah 5 buah sedangkan peralatan Concrete Mixer berdasarkan dokumen penawaran berjumlah 3 buah. b. Metode pelaksanaan pekerjaan pembuatan saluran irigasi yang merupakan pekerjaan penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan dan uraian/cara kerja item pekerjaan pengadaan dan pemasangan Geotekstile Komposit pada pekerjaan saluran irigasi tidak ada sehingga secara garis besar pekerjaan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. c. Metode pelaksanaan pekerjaan Box Bagi/sadap yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item pekerjaan beton untuk lantai kerja (bedding) tidak terdapat perbandingan campuran material yang digunakan seperti yang dipersyaratkan dalam Dokumen Pengadaan yaitu pekerjaan Beton untuk Lantai Kerja (Bedding) dengan perbandingan campuran material 1 semen : 3 pasir : 6 kerikil, sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. d. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan ukur tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja item pekerjaan beton untuk lantai kerja (bedding) tidak terdapat perbandingan campuran material yang digunakan seperti yang dipersyaratkan dalam dokumen pengadaan yaitu pekerjaan beton untuk lantai kerja (bedding) dengan perbandingan campuran material 1 semen : 3 pasir : 6 kerikil, sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. e. Metode pelaksanaan pekerjaan Portal Jalan yang merupakan pekerjaan penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja item pekerjaan pembuatan portal Jalan yaitu pekerjaan tiang portal kayu ulin dan pekerjaan portal kayu Ulin Uraian/cara kerja tidak ada. f. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja pekerjaan pembuatan dan pemasangan Papan Eksploitasi, pembuatan dan pemasangan patok batas dan pembuatan dan pemasangan Papan Larangan/ Aset uraian/cara kerja tidak ada. g. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana pekerjaan Timbunan Tanah Dari Luar (Mekanis) dikerjakan setelah Pekerjaan Pembersihan Lokasi Kerja Seharusnya dikerjakan setelah Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Geotekstil Komposit selesai dilaksanakan sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. h. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan dan Uraian/Cara Kerja Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana Tahapan/Urutan dan Uraian/Cara Kerja pada Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Geotekstil Komposit tidak ada dan tidak ada diuraikan cara kerja dari awal sampai akhir secara garis besar sehingga tahapan dan Uraian/Cara Kerja pekerjaan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. i. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Linning Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana Tahapan/Urutan Pekerjaan Pemasangan Karet Deletasi dikerjakan/dipasang Setelah Cor Beton K-175, seharusnya dikerjakan/di dipasang setelah pekerjaan Kawat Wiremash dan dipasang per segmen sesuai dengan penampang saluran dan panjang besi sebelum Pekerjaan Cor Beton K-175 sehingga tahapan pekerjaan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan.
PT Putra Awan Mandiri
00*7**6****22**0Rp 30,462,256,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan dan Uraian/Cara kerja pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dimana masing masing jenis pekerjaan utama yaitu pekerjaan pembuatan Saluran Irigasi, pekerjaan Linning Saluran Irigasi dan pekerjaan Box bagi/sadap tidak terdapat tahapan/urutan dan uraian/cara kerja serta masingmasing pekerjaan penunjang yaitu pekerjaan saluran pembuang, Bangunan Ukur, Gorong-gorong, Jembatan pembuatan dan pemasangan plat nama bangunan dan saluran, pembuatan Landscape, pembuatan portal jalan, pembuatan dan pemasangan papan eksploitasi, pembuatan dan pemasangan patok batas dan pembuatan dan pemasangan papan larangan/aset tidak ada uraian/cara kerja. Sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. b. Pada dokumen penawaran penyedia jasa tidak terdapat bagian pekerjaan yang di sub kontrakkan, seharusnya berdasarkan Dokumen Pengadaan Bab. III. Lembar Data Pemilihan (LDP), F. 2. Dokumen Penawaran terdapat bagian pekerjaan yang disub kontrakkan.
0016506834432000Rp 28,166,225,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi secara garis besar tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dimana Tahapan/Urutan item pekerjaan pengadaan dan pemasangan Geotekstil Komposit dikerjakan setelah pekerjaan Timbunan Tanah Dari Luar (Mekanis) seharusnya Tahapan/Urutan pekerjaan pengadaan dan pemasangan Geotekstil Komposit dikerjakan sebelum Pekerjaan Timbunan Tanah Dari Luar (mekanis). b. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Linning Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana Tahapan/Urutan Pekerjaan Pemasangan Karet Deletasi dikerjakan/dipasang Setelah Cor Beton K-175, seharusnya dikerjakan/dipasang setelah pekerjaan Kawat Wiremash dan dipasang per segmen sesuai dengan penampang saluran dan panjang besi sebelum Pekerjaan Cor Beton K-175 sehingga tahapan pekerjaan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. c. Metode pelaksanaan Pekerjaan Lining Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item pekerjaan Kawat Wiremash dan Pekerjaan Pemasangan Bekisting Ekspose tidak ada Uraian/Cara kerja sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. d. Metode pelaksanaan Pekerjaan Saluran Pembuang yang merupakan Pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item Pekerjaan Pembersihan Lokasi Kerja pada Saluran Pembuang dikerjakan secara manual sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. Seharusnya pekerjaan Pembersihan Lokasi Kerja pada Saluran Pembuang dikerjakan secara mekanis menggunakan alat Excavator. e. Metode pelaksanaan Pekerjaan Gorong-gorong yang merupakan Pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item pekerjaan Timbunan Tanah Dari Luar (Mekanis) tidak ada Uraian/Cara kerja. f. Pada dokumen penawaran penyedia jasa tidak terdapat bagian pekerjaan yang di sub kontrakkan, seharusnya berdasarkan Dokumen Pengadaan Bab. III. Lembar Data Pemilihan (LDP), F. 2. Dokumen Penawaran terdapat bagian pekerjaan yang disub kontrakkan.
0020840070424000Rp 27,823,695,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Linning Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana Tahapan/Urutan Pekerjaan Karet Deletasi dikerjakan/dipasang Setelah Cor Beton K-175, seharusnya dikerjakan/di dipasang setelah pekerjaan Kawat Wiremesh dan dipasang per segmen sesuai dengan penampang saluran dan panjang besi sebelum Pekerjaan Cor Beton K-175 sehingga tahapan pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. b. Metode pelaksanaan pekerjaan Box Bagi/Sadap yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan yang meliputi Tahapan/Urutan item pekerjaan Bekisting Ekspose dan Pembongkaran dikerjakan sebelum pekerjaan Cor Beton K-175 sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan seharusnya pekerjaan Bekisting Ekspose dikerjakan sebelum pekerjaan Cor Beton K-175 dan pekerjaan Pembongkaran Bekisting dikerjakan setelah memenuhi Umur Beton K-175. c. Metode pelaksanaan Pekerjaan Box Bagi/Sadap yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item pekerjaan Bekisting Ekspose dan Pembongkaran serta Uraian/Cara kerja item Pekerjaan Cor Beton K-175 tidak ada sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. d. Metode pelaksanaan Pekerjaan Bangunan Ukur yang merupakan pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja masing-masing item pekerjaan tidak ada Uraian/Cara kerja sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. e. Metode pelaksanaan pekerjaan Saluran Pembuang yang merupakan Pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item pekerjaan Pembersihan Lokasi Kerja dan pekerjaan Galian dan Perapihan Tanah (Mekanis) tidak terdapat peralatan yang digunakan sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan.
0015291552721000Rp 27,506,594,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana pekerjaan Timbunan Tanah Dari Luar (Mekanis) dikerjakan setelah Pekerjaan Pembersihan Lokasi Kerja Seharusnya dikerjakan setelah Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Geotekstil Komposit selesai dilaksanakan sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalampenyelesaian pekerjaan. b. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Box Bagi/Sadap yang merupakan Pekerjaan Utama dimana pekerjaan Timbunan dan Pemadatan Tanah sudah dikerjakan setelah pekerjaan Galian Tanah (Manual) seharusnya dikerjakan di akhir pekerjaan sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. c. Metode pelaksanaan Pekerjaan Linning Saluran Irigasi dan pekerjaan Bangunan Box Bagi/Sadap yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja pekerjaan Pembongkaran Bekisting Ekspose tidak ada. d. Metode pelaksanaan pekerjaan Bangunan Ukur, pekerjaan Gorong-gorong, pekerjaan Jembatan dan pekerjaan Pembuatan Landscape yang merupakan pekerjaan penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja pekerjaan pembongkaran bekisting tidak ada. e. Metode pelaksanaan pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Papan Eksploitasi yang merupakan Pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja pekerjaan pembuatan papan pasten tidak ada. f. Metode pelaksanaan Pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Patok Batas yang merupakan Pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja pekerjaan Pembongkaran Bekisting Patok Batas tidak ada. g. Metode pelaksanaan pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Papan Larangan/Aset yang merupakan Pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja Pembuatan Papan Larangan/Aset tidak ada.
0023088735804000Rp 28,510,338,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan Bangunan Box Bagi/Sadap yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan pekerjaan Tiang Pancang Kayu Ulin dikerjakan sebelum pekerjaan Galian Tanah (Manual) sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. Seharusnya Tahapan/Urutan pekerjaan Tiang Pancang Kayu Ulin dikerjakan setelah pekerjaan Galian Tanah (Manual). b. Metode pelaksanaan pekerjaan Box Bagi/Sadap yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan pekerjaan Timbunan dan Pemadatan Tanah dikerjakan sebelum pekerjaan Beton untuk lantai kerja (Bedding) sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. Seharusnya Tahapan/Urutan pekerjaan timbunan dan pemadatan tanah dikerjakan dikahir pekerjaan atau setelah pekerjaan pembongkaran Bekisting Ekspose. c. Metode pelaksanaan pekerjaan Box Bagi/Sadap yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja pekerjaan beton untuk lantai kerja (Bedding) tidak ada perbandingan campuran material yang digunakan seharusnya sesuai dengan Dokumen Pengadaan perbandingan campuran material untuk beton lantai kerja (Bedding) adalah 1 Semen : 3 Pasir : 6 Kerikil. d. Metode pelaksanaan pekerjaan Bangunan Ukur yang merupakan pekerjaan penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja pekerjaan timbunan dan pemadatan tanah menggunakan alat Excavator, Tandem Roller, Water Tank Truck untuk memadatkan tanah timbunan. Seharusnya sesuai dengan Dokumen Pengadaan alat yang digunakan untuk timbunan dan pemadatan tanah pekerjaan Bangunan Ukur adalah alat Stamper. e. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan Gorong-gorong, pekerjaan Jembatan dan pekerjaan pembuatan Landscape yang merupakan pekerjaan penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja pekerjaan Beton untuk Lantai Kerja (Bedding) tidak ada perbandingan campuran material yang digunakan seharusnya sesuai dengan Dokumen Pengadaan perbandingan campuran material untuk Beton lantai kerja (Bedding) adalah 1 Semen : 3 Pasir : 6 Kerikil. f. Metode pelaksanaan pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Patok Batas yang merupakan pekerjaan penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item pekerjaan pembesian, pemasangan bekisting, pekerjaan Cor Beton K-175 dan pekerjaan pembongkaran bekisting Uraian/Cara kerja tidak ada. g. Metode pelaksanaan pekerjaan pembuatan dan pemasangan Papan Eksploitasi yang merupakan pekerjaan penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja item pekerjaan Cor Beton B0 uraian/cara kerja tidak ada. h. Metode pelaksanaan pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Papan Larangan/Aset yang merupakan pekerjaan penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item pekerjaan Cor Beton B0 dan urugan tanah kembali (Manual) Uraian/Cara kerja tidak ada.
0029790193016000Rp 29,393,573,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan dan Uraian/Cara kerja pekerjaan pembuatan Saluran Irigasi yang merupakan pekerjaan Utama secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan dan uraian/cara kerja item pekerjaan pengadaan dan pemasangan Geotekstil Komposit tidak ada. Sehingga pekerjaan pembuatan saluran irigasi tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. b. Metode pelaksanaan pekerjaan Box Bagi/Sadap yang merupakan pekerjaan utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja item pekerjaan timbunan dan pemadatan tanah secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan dimana uraian/cara kerja pekerjaan timbunan dan pemadatan tanah peralatan yang digunakan adalah alat Excavator, Vibrator Roller dan Water Tank Truck seharusnya peralatan yang digunakan untuk pekerjaan timbunan dan pemadatan tanah untuk pekerjaan Box Bagi/Sadap adalah alat Stamper. c. Metode pelaksanaan pekerjaan Bangunan Gorong-gorong yang merupakan pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item pekerjaan Timbunan Tanah dari Luar (Mekanis) secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan dimana uraian/cara kerja pekerjaan timbunan tanah dari luar (mekanis) peralatan yang digunakan adalah alat Excavator, Vibrator Roller dan Water Tank Truck seharusnya peralatan yang digunakan untuk pekerjaan timbunan tanah dari luar (mekanis) untuk pekerjaan Gorong-gorong adalah alat Excavator, Dump Truck, Bulldozer, Vibro Roller dan Water Tank Truck. d. Metode pelaksanaan pekerjaan Jembatan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja item pekerjaan timbunan dan pemadatan tanah secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan dimana uraian/cara kerja pekerjaan timbunan dan pemadatan tanah peralatan yang digunakan adalah alat Excavator, Vibrator Roller dan Water Tank Truck seharusnya peralatan yang digunakan untuk pekerjaan timbunan dan pemadatan tanah untuk pekerjaan jembatan adalah alat Stamper. e. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Papan Eksploitasi yang merupakan Pekerjaan Penunjang dimana Uraian/cara kerja tidak diuraikan cara pembuatan dan pemasa ngannya sehingga uraian/cara kerja pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. f. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Patok Batas yang merupakan Pekerjaan Penunjang dimana Uraian/cara kerja tidak diuraikan cara pembuatan dan pemasa ngannya sehingga uraian/cara kerja pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. g. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Papan Larangan/Aset yang merupakan Pekerjaan Penunjang dimana Uraian/cara kerja tidak diuraikan cara pembuatan dan pemasangannya sehingga uraian/cara kerja pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan.
0018035873211000Rp 30,208,701,000a. Tidak ada metode pelaksanaan pekerjaan dalam dokumen penawaran. b. Pada dokumen penawaran penyedia jasa tidak ada bagian pekerjaan yang di sub kontrakkan, seharusnya berdasarkan Dokumen Pengadaan Bab. III. Lembar Data Pemilihan (LDP), F. 2. Dokumen Penawaran terdapat bagian pekerjaan yang disub kontrakkan.
PT Bumi Siak Makmur
0019473826212000Rp 29,076,470,000a. Tidak Mensubkontrak sebagian pekerjaan yang bukan pekerjaan utama kepada sub penyedia jasa usaha mikro dan usaha kecil serta koperasi kecil hal ini tidak sesuai denga ketentuan dalam Dokumen Pengadaan dan Adendum ke-I dokumen Pengadaan dalam LDP. b. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan dan Uraian/Cara Kerja Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana Tahapan/Urutan dan Uraian/Cara Kerja pada Pekerjaan Pembersihan Lokasi Kerja tidak ada dan tidak diuraikan cara kerja dari awal sampai akhir secara garis besar sehingga tahapan dan Uraian/Cara Kerja pekerjaan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. c. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara Kerja dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana di dokumen penawaran pekerjaan timbuan tanah dimulai dengan Excavator menggali dan memuat ke dalam Dump Truck, Dump Truck Mengangkut kelapangan kemudian material diratakan dengan menggunakan Motor Grader, dipadatkatkan menggunakan Vibratory Roller selama pemadatan sekelompok kerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu, Seharusnya sesuai Dokumen pengadaan material timbunan tanah digali dengan Exacavator kemudian diangkut dengan Dump Truck dibawa kelokasi timbunan, dihampar dan diratakan dengan alat Bulldozer, dipadatkan dengan Vibro Roller, selama pemadatan disiram Air dengan Mobil Water Tank Truck. sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. d. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana pekerjaan Timbunan Tanah Dari Luar (Mekanis) dikerjakan setelah Pekerjaan Pembersihan Lokasi Kerja Seharusnya dikerjakan setelah Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Geotekstil Komposit selesai dilaksanakan sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. e. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Linning Saluran Irigasi yang merupakan pekerjaan utama dimana tahapan/urutan pekerjaan Cor Beton K-175 di kerjakan diawal pekerjaan Seharusnya dikerjakan setelah pekerjaan Kawat Wiremash, Karet Deletasi dan Bekisting Ekspose selesai dikerjakan sehingga tahapan pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. f. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan dan Uraian/Cara Kerja Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Linning Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana Tahapan/Urutan dan Uraian/Cara Kerja Pekerjaan Karet Deletasi Tahapan/Urutan dan Uraian/Cara Kerja tidak ada dan tidak diuraikan cara kerja dari awal sampai akhir secara garis besar sehingga tahapan dan Uraian/Cara Kerja pekerjaan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. g. Metode pelaksanaan Pekerjaan Linning Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan pekerjaan dan Uraian/Cara kerja item pekerjaan karet deletasi tidak ada sehingga pekerjaan linning Saluran Irigasi tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. h. Metode pelaksanaan pekerjaan Box Bagi/Sadap yang merupakan pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan pekerjaan tiang pancang kayu ulin dikerjakan sebelum pekerjaan galian tanah (manual) sehingga tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. Seharusnya tahapan/urutan pekerjaan tiang pancang kayu ulin dikerjakan setelah pekerjaan galian tanah (Manual). i. Metode pelaksanaan pekerjaan Bangunan box bagi/sadap yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan pekerjaan timbunan dan pemadatan tanah dikerjakan sebelum pekerjaan beton untuk lantai kerja (bedding) sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. Seharusnya tahapan/urutan pekerjaan timbunan dan pemadatan tanah dikerjakan dikahir pekerjaan atau setelah pekerjaan Pembongkaran Bekisting Ekspose. j. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan ukur, pekerjaan Goronggorong, pekerjaan Jembatan, pekerjaan pembuatan Landscape dan pekerjaan pembuatan Portal Jalan yang merupakan pekerjaan penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja pekerjaan bangunan ukur, pekerjaan Goronggorong, pekerjaan jembatan, pekerjaan pembuatan landscape dan pekerjaan pembuatan portal jalan uraian/cara kerja tidak ada. k. Metode pelaksanaan pekerjaan pembuatan dan pemasangan plat nama bangunan dan saluran, pekerjaan pembuatan dan pemasangan papan eksploitasi, pekerjaan pembuatan dan pemasangan patok batas serta pekerjaan pembuatan dan pemasangan papan larangan/aset yang merupakan pekerjaan penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/cara kerja masing-masing item perkerjaan uraian/cara kerja tidak ada.
0028542504807000Rp 29,524,000,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan pembuatan saluran irigasi yang merupakan pekerjaan utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan pekerjaan pembuatan saluran irigasi secara garis besar tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan item pekerjaan pengadaan dan pemasangan geotekstil komposit dikerjakan setelah pekerjaan timbunan tanah dari luar (mekanis) seharusnya tahapan/urutan pekerjaan pengadaan dan pemasangan geotekstil komposit dikerjakan sebelum pekerjaan timbunan tanah dari luar (mekanis). b. Metode pelaksanaan Pekerjaan Linning Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan item pekerjaan kawat wiremash dan karet deletasi dikerjakan setelah pekerjaan cor beton K-175 sehingga pekerjaan linning saluran irigasi tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan, seharusnya pekerjaan Kawat Wiremash dan Karet Deletasi dikerjakan sebelum pekerjaan Cor Beton K-175. c. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana pekerjaan Timbunan Tanah Dari Luar (Mekanis) dikerjakan setelah Pekerjaan Pembersihan Lokasi Kerja Seharusnya dikerjakan setelah Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Geotekstil Komposit selesai dilaksanakan sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. d. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Linning Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana Tahapan/Urutan Pekerjaan Pemasangan Karet Deletasi dikerjakan/dipasang Setelah Cor Beton K-175, seharusnya dikerjakan/di dipasang setelah pekerjaan Kawat Wiremash dan dipasang per segmen sesuai dengan penampang saluran dan panjang besi sebelum Pekerjaan Cor Beton K-175 sehingga tahapan pekerjaan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan.
0762001832722000Rp 27,766,664,000a. Metode pelaksanaan Pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item Pekerjaan Pembersihan Lokasi Kerja secara garis besar tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dimana Uraian/Cara kerja item pekerjaan Pembersihan Lokasi Kerja dikerjakan secara manual. Seharusnya Uraian/Cara kerja pekerjaan pembersihan lokasi kerja dikerjakan secara mekanis menggunakan alat Excavator. b. Metode pelaksanaan Pekerjaan Lining Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan item pekerjaan Pemasangan Karet Deletasi di Kerjakan setelah Pekerjaan Cor Beton K-175 sehingga pekerjaan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. Seharusnya Tahapan/Urutan item pekerjaan pemasangan Karet Deletasi dikerjakan sebelum Pekerjaan Cor Beton K- 175. c. Metode pelaksanaan Pekerjaan Lining Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item pekerjaan Kawat Wiremash dan pekerjaan Bekisting Ekspose tidak ada Uraian/Cara kerja sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. d. Metode pelaksanaan pekerjaan Box Bagi/Sadap yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item pekerjaan Timbunan dan Pemadatan Tanah secara garis besar tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dimana Uraian/Cara kerja Pekerjaan Timbunan dan Pemadatan Tanah tidak menggunakan alat Stamper untuk Pemadatan Tanah. e. Metode pelaksanaan Pekerjaan Bangunan Ukur yang merupakan Pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item Pekerjaan Timbunan dan Pemadatan Tanah secara garis besar tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dimana Uraian/Cara kerja pekerjaan Timbunan dan Pemadatan Tanah tidak menggunakan alat Stamper untuk Pemadatan Tanah. f. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara Kerja Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Gorong-gorong yang merupakan Pekerjaan Penunjang dimana pada item pekerjaan Timbunan Tanah Dari Luar (Mekanis) tidak ada uraian/cara kerja sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. g. Metode pelaksanaan pekerjaan Gorong-gorong yang merupakan pekerjaan penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item Pekerjaan Galian dan Perapihan Tanah (Mekanis) secara garis besar tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dimana Uraian/Cara kerja pekerjaan Galian dan Perapihan Tanah dikerjakan secara manual sehingga diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. h. Metode pelaksanaan pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Plat Nama Bangunan dan Saluran yang merupakan pekerjaan penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item pekerjaan Plat Nama Bendung, Plat Nama Saluran, Plat Nama Bangunan tidak ada Uraian/Cara kerja. i. Metode pelaksanaan pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Papan Eksploitasi/Papan Pasten tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item pekerjaan Galian Tanah (Manual), Cor Beton B0 dan Urugan Tanah (Manual) secara garis besar tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dimana Uraian/Cara kerja pekerjaan Galian Tanah (Manual), Bor Beton B0 dan Urugan Tanah (Manual) tidak ada Uraian/Cara kerja sehingga diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. j. Metode pelaksanaan Pekerjaan Pembuatan Portal Jalan yang merupakan pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja Cor Beton K-175 tidak menggunakan peralatan Concrete Mixer dan Concrete Vibrator. k. Metode pelaksanaan pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Patok Batas yang merupakan pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja pekerjaan Urugan Tanah Kembali (Manual) patok batas tidak ada. l. Metode pelaksanaan Pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Papan Larangan/Aset yang merupakan pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Papan Larangan/Aset tidak ada. m. Metode pelaksanaan Pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Papan Larangan/Aset tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja pekerjaan Galian Tanah (Manual), Cor Beton K-175 dan Urugan Tanah Kembali (Manual) tidak ada. Sehingga tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. n. Pada dokumen penawaran penyedia jasa tidak terdapat bagian pekerjaan yang di sub kontrakkan, seharusnya berdasarkan Dokumen Pengadaan Bab. III. Lembar Data Pemilihan (LDP), F. 2. Dokumen Penawaran terdapat bagian pekerjaan yang disub kontrakkan.
0014848998804000Rp 27,480,000,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Linning Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana Tahapan/Urutan Pekerjaan Pemasangan Karet Deletasi dikerjakan/dipasang Setelah Cor Beton K-175, seharusnya dikerjakan/dipasang setelah pekerjaan Kawat Wiremesh dan dipasang per segmen sesuai dengan penampang saluran dan panjang besi sebelum Pekerjaan Cor Beton K-175 sehingga tahapan pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. b. Metode pelaksanaan pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Patok Batas tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja pekerjaan Galian Tanah Manual, pekerjaan Pembesian, pekerjaan Bekisting, Pekerjaan Pembongkaran Bekisting, Cat Minyak dan Urugan Tanah Kembali (Manual) tidak ada sehingga uraian/cara kerja tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. c. Metode pelaksanaan pekerjaan Pembuatan dan Pemasangan Papan Larangan/Aset tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja pekerjaan Galian Tanah (Manual), pekerjaan Cor Beton B0 dan pekerjaan Urugan Tanah Kembali (Manual) tidak ada sehingga uraian/cara kerja tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan.
0032832875722000Rp 29,070,922,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan dan Uraian/Cara Kerja Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi, Pekerjaan Linning Saluran Irigasi dan Pekerjaan Box Bagi/Sadap yang merupakan Pekerjaan Utama, tidak ada Tahapan/Urutan dan Uraian/Cara Kerja Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. b. Metode pelaksanaan semua Pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja semua pekerjaan penunjang tidak ada. c. Pada dokumen penawaran penyedia jasa tidak terdapat bagian pekerjaan yang di sub kontrakkan, seharusnya berdasarkan Dokumen Pengadaan Bab. III. Lembar Data Pemilihan (LDP), F. 2. Dokumen Penawaran terdapat bagian pekerjaan yang disub kontrakkan.
0029517604722000Rp 27,071,483,054a. Metode pelaksanaan pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama secara garis besar tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dimana Tahapan/Urutan item pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Geotekstile Komposit dikerjakan setelah Pekerjaan Timbunan Tanah Dari Luar (Mekanis) Seharusnya Tahapan/Urutan Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Geotekstil Komposit dikerjakan sebelum Pekerjaan Timbunan Tanah dari luar (Mekanis). b. Metode pelaksanaan Pekerjaan Box Bagi/Sadap tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan pekerjaan Box Bagi/Sadap yang merupakan Pekerjaan Utama secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana Tahapan/Urutan Item Pekerjaan Timbunan dan Pemadatan Tanah sudah dikerjakan sebelum pekerjaan Beton untuk lantai kerja (Bedding) seharusnya Tahapan/Urutan Pekerjaan Timbunan dan Pemadatan Tanah dikerjakan diakhir pekerjaan atau setelah pekerjaan Pembongkaran Bekisting Selesai. c. Metode pelaksanaan pekerjaan Box Bagi/Sadap yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja item Pekerjaan Timbunan dan Pemadatan tanah dikerjakan secara manual tidak menggunakan Peralatan Stamper untuk pemadatan sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. Seharusnya Uraian/Cara kerja pekerjaan Timbunan dan Pemadatan Tanah sesuai dengan Dokumen Pengadaan dikerjakan dengan menggunakan alat Stamper. d. Metode pelaksanaan pekerjaan Bangunan Ukur yang merupakan pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja pekerjaan Timbunan dan Pemadatan Tanah secara garis besar tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dimana Uraian/Cara kerja pekerjaan Timbunan dan Pemadatan Tanah tidak menggunakan alat Stamper untuk Pemadatan Tanah tetapi menggunakan alat Bulldozer untuk menghampar tanah timbunan dan menggunakan alat Vibrator Roller dengan kapasitas 6 ton untuk memadatkan tanah serta menggunakan Water Tank Truck untuk menyiram Tanah Timbunan. e. Metode pelaksanaan pekerjaan Pembuatan Portal Jalan yang merupakan pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja Pekerjaan Cor Beton K-175 tidak menggunakan peralatan Concrete Vibrator sehingga tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. Seharusnya Uraian/Cara kerja pekerjaan Cor Beton K-175 untuk Pembuatan Portal Jalan selain menggunakan alat Concrete Mixer juga menggunakan alat Concrete Vibrator. f. Pada dokumen penawaran penyedia jasa tidak terdapat bagian Pekerjaan yang di sub kontrakkan, seharusnya berdasarkan Dokumen Pengadaan Bab. III. Lembar Data Pemilihan (LDP), F. 2. Dokumen Penawaran terdapat bagian pekerjaan yang disub kontrakkan.
0667028559722000Rp 30,651,640,000a. Tidak ada daftar kuantitas dan harga.
PT Farrel Siak Perdana
08*5**8****11**0Rp 28,509,568,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan dan Uraian/Cara Kerja Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana Tahapan/Urutan dan Uraian/Cara Kerja Pekerjaan Pembersihan Lokasi Kerja tidak ada dan tidak diuraikan cara kerja dari awal sampai akhir secara garis besar sehingga tahapan dan Uraian/Cara Kerja pekerjaan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. b. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara Kerja dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana di dokumen penawaran pekerjaan timbuan tanah dimulai dengan Excavator menggali dan memuat ke dalam Dump Truck, Dump Truck Mengangkut kelapangan kemudian material diratakan dengan menggunakan Motor Grader, dipadatkatkan menggunakan Vibratory Roller selama pemadatan sekelompok kerja akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu, Seharusnya sesuai Dokumen pengadaan material timbunan tanah digali dengan Exacavator kemudian diangkut dengan Dump Truck dibawa kelokasi timbunan, dihampar dan diratakan dengan alat Bulldozer, dipadatkan dengan Vibro Roller, selama pemadatan disiram Air dengan Mobil Water Tank Truck. sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. c. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Pembuatan Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana pekerjaan Timbunan Tanah Dari Luar (Mekanis) dikerjakan setelah Pekerjaan Pembersihan Lokasi Kerja Seharusnya dikerjakan setelah Pekerjaan Pengadaan dan Pemasangan Geotekstil Komposit selesai dilaksanakan sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. d. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Linning Saluran Irigasi yang merupakan pekerjaan utama dimana tahapan/urutan pekerjaan Cor Beton K-175 di kerjakan diawal pekerjaan Seharusnya dikerjakan setelah pekerjaan Kawat Wiremash, Karet Deletasi dan Bekisting Ekspose selesai dikerjakan sehingga tahapan pekerjaan tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. e. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan dan Uraian/Cara Kerja Pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk Pekerjaan Linning Saluran Irigasi yang merupakan Pekerjaan Utama dimana Tahapan/Urutan dan Uraian/Cara Kerja Pekerjaan Karet Deletasi Tahapan/Urutan dan Uraian/Cara Kerja tidak ada dan tidak diuraikan cara kerja dari awal sampai akhir secara garis besar sehingga tahapan dan Uraian/Cara Kerja pekerjaan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. f. Metode pelaksanaan pekerjaan Box Bagi/Sadap yang merupakan Pekerjaan Utama tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Tahapan/Urutan masing-masing item pekerjaan Box Bagi/Badap yaitu pekerjaan Galian Tanah (Manual), Pekerjaan Tiang Pancang Kayu Ulin, Pekerjaan Beton untuk lantai kerja (Bedding), pekerjaan Cor Beton K-175, pekerjaan Pembesian, pekerjaan bekisting Ekspose dan pembongkaran, pekerjaan timbunan dan pemadatan tanah dan pekerjaan pintu dan pemasangan tidak ada tahapan/urutan sehingga pekerjaan pembuatan box bagi/sadap tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. g. Metode pelaksanaan pekerjaan Bangunan Ukur, pekerjaan Bangunan Gorong-gorong, pekerjaan Jembatan dan pekerjaan Landscape yang merupakan pekerjaan Penunjang tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi Uraian/Cara kerja masingmasing item pekerjaan Bangunan Ukur uraian/Cara kerja tidak ada.
0750231912727000--
CV Dafa Rizky Anur
0032073298728000--
Azzam Jaya
0727581209727000--
0025473968722000--
CV Nikfan Penajam Lestari
00*1**2****21**0--
0020104675724000--
Arjuna Jaya Mukti, PT
0012413340403000--
0767859481941000--
PT Sinar Ana Jaya
0030343164722000--
0715367637727000--
PT Nusa Daya Prima
0021346275725000--
PT Bumi Lasinrang
0025764822722000--
0028285708722000--
CV Kharisma Putra Mandiri
00*2**6****22**0--
PT Moses Edgar Partogi Utama
07*0**5****35**0--
0030122204728000--
Prima Jaya Solusindo
08*4**7****22**0--
0027564194722000--
0804974236831000--
0033137704722000--
PT Menara Rajawali Berau
0720154178727000--
0011294287722000--
PT Fitra Rezky Mandiri
0666791066722000--
PT Jalin Energi Persada
07*9**4****24**0--
CV Prestasi Mandiri
00*8**8****06**0--
0030140693722000--
0752414573722000--
0024754517735000--
0032944118125000--
CV " Lan"tabur"
00*9**5****24**0--
PT Mangisi Makmur Sentosa
0013944564011000--
0722167160805000--
0027020288805000--
0704994029722000--
0831650338722000--
0021129408951000--
PT Ricko Cemerlang Abadi
07*5**7****27**0--
CV Mutiara Santan Mandiri
05*6**8****24**0--
PT Setunggal Budaya Nusantara
07*0**5****23**0--
0013089800003000--
CV Dua Dua Juni
00*9**3****03**0--
0030341184722000--
0030120612728000--
PT Sanbel Satria Wardana
0018139204045000--
PT Liajaya Mandiri
06*4**3****05**0--
0316689462727000--
0033146408722000--
CV Surya Sari Eltwo Mandiri
03*4**2****05**0--
PT Runggu Prima Jaya
00*3**1****05**0--
0027963859013000--
0711741942722000--
0814259032722000--
0730054012727000--
PT Semoga Barokah
0014097661727000--
PT Fanmax Tirta Wafa
08*4**7****03**0--
0033279290727000--
0013518857722000--
0317409993005000--
0011252830727000--
CV Inwid
0709901771451000--
0024767220615000--
0021181052218000--
CV Santiadji Langgeng
0315980896609000--
CV Ichawa
0020544474724000--
0030268197804000--
Aferka Indotama, CV
00*2**2****05**0--
0708725395805000--
0021960273722000--
0031875065804000--
0030803654077000--
0739093896723000--
PT Vika Cipta Mulia
00*8**3****01**0--
PT Baringin Panjadian Nauli
08*3**8****22**0--
CV Panji Jaya Sri
03*5**3****53**0--
0032682023008000--
PT Fiva Medika Farma
0025245861301000--
0032105058722000--
0709962864821000--
PT Beringin Abadi
00*4**9****22**0--
0021953930728000--
PT Tantui Enam Konstruksi
08*3**7****01**0--
0017694415722000--
Dahlia Mitra Sejati, CV
0746253509444000--
PT Surya Eka
0014668685725000--
PT Surya Artha Primajaya
0018332197722000--
0027563204722000--
CV Amanah Utama Kasuwiyang
0732693247805000--
PT Karya Adi Jaya
00*0**3****22**0--
Tatakarsa Kreasindo
03*6**2****45**0--
0021359955723000--
0030794101009000--