Lanjutan Peningkatan Jaringan Reklamasi Rawa Dr. Sukan II Kabupaten Berau Provinsi Kalimantan Timur

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 35120064
Date: 27 December 2017
Year: 2018
KLPD: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Work Unit: Snvt Pelaksanaan Jaringan Pemanfaatan Air Ws.Mahakam, Ws.Berau-Kelai Provinsi Kalimantan Timur
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Lelang Umum - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 8,430,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 8,430,000,000
Winner (Pemenang): PT Vetia Delicipta
NPWP: 032944118125000
Work Location: Kecamatan Sambaliung - Berau (Kab.)
Participants: 83
Applicants
Reason
0032944118125000Rp 6,786,203,000-
PT Bumi Lasinrang
0025764822722000Rp 7,009,262,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan galian tanah dengan alat saluran sekunder tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian / cara kerja item pekerjaan galian tanah dengan alat saluran sekunder secara garis besar uraian / cara kerja tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana pekerjaan galian tanah dengan alat saluran sekunder yang ditawarkan dalam dokumen penawaran adalah galian tanah dengan alat saluran primer. b. Metode pelaksanaan pekerjaan galian tanah dengan alat saluran sub sekunder tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian / cara kerja item pekerjaan galian tanah dengan alat saluran sub sekunder secara garis besar uraian / cara kerja tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana pekerjaan galian tanah dengan alat saluran sub sekunder yang ditawarkan dalam dokumen penawaran adalah galian tanah dengan alat saluran primer. c. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan pekerjaan galian tanah manual dikerjakan setelah pekerjaan pasangan batu kosong seharusnya tahapan/urutan pekerjaan galian tanah manual dikerjakan di awal pekerjaan pondasi sebelum pekerjaan tiang pancang kayu galam dikerjakan. d. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja pekerjaan cor beton untuk lantai bangunan secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana uraian / cara kerja pekerjaan pengecoran untuk lantai bangunan pintu air tidak dijelaskan mutu beton yang digunakan sesuai yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis dokumen pengadaan. e. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja pekerjaan pembongkaran cor beton bangunan pintu air secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana uraian / cara kerja pekerjaan pembongkaran cor beton bangunan pintu air tidak dijelaskan setelah memenuhi umur beton, sesuai yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis dokumen pengadaan. f. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan pekerjaan cor beton-K175 untuk bangunan dinding, pilar, sayap tegak dan sayap miring dikerjakan sebelum pekerjaan pemasangan bekisting seharusnya tahapan/urutan pekerjaan cor beton K-175 untuk bangunan dinding, pilar, sayap tegak dan sayap miring dikerjakan setelah pekerjaan pemasangan bekisting. g. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan gorong-gorong tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan pekerjaan galian tanah dengan alat untuk pekerjaan pondasi dikerjakan setelah pekerjaan pemancangan kayu ulin, seharusnya tahapan/urutan pekerjaan galian tanah dengan alat dikerjakan di awal pekerjaan pondasi sebelum pekerjaan pemancangan kayu ulin dikerjakan. h. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan gorong-gorong tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan pekerjaan Cor beton K-225 untuk bangunan plat, dinding dan sayap dikerjakan sebelum pekerjaan pembesian dan pemasangan bekisting seharusnya tahapan/urutan pekerjaan cor beton K-225 untuk bangunan plat, dinding dan sayap dikerjakan setelah pekerjaan pembesian dan pemasangan bekisting. i. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja pekerjaan pembongkaran cor beton bangunan pintu air secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana uraian / cara kerja pekerjaan pembongkaran cor beton bangunan pintu air tidak dijelaskan setelah memenuhi umur beton, sesuai yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis dokumen pengadaan.
0026611517728000--
PT Menara Rajawali Berau
0720154178727000Rp 7,302,456,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan tebas dan pembersihan dan galian tanah dengan alat pada saluran sub sekunder tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan dan uraian /cara kerja dari awal sampai akhir secara garis besar untuk metode pelaksanaan pekerjaan saluran sub sekunder tidak ada, sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. b. Metode pelaksanaan pekerjaan jembatan kayu ulin tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk pekerjaan pembuatan' jembatan kayu ulin yang merupakan pekerjaan utama dimana tahapan/urutan pekerjaan kayu ulin dikerjakan setelah pekerjaan pemancangan kayu ulin, seharusnya tahapan/urutan pekerjaan kayu ulin dikerjakan sebelum pekerjaan pemancangan kayu ulin sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggung jawabkan dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. c. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja pekerjaan urugan tanah manual untuk penutupan saluran pengelak secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana uraian/cara kerja pekerjaan urugan tanah manual sebagai saluran pengelak sudah dilakukan penutupan penutupan kembali sebelum pekerjaan bangunan pintu air selesai dikerjakan. d. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja pekerjaan galian tanah manual untuk pembongkaran kisdam secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana uraian/cara kerja pekerjaan galian tanah manual sebagai pembongkaran kisdam sudah dilakukan pembongkaran sebelum pekerjaan bangunan pintu air selesai dikerjakan. e. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan pekerjaan galian tanah manual dikerjakan setelah pekerjaan pasangan batu kosong seharusnya tahapan/urutan pekerjaan galian tanah manual dikerjakan di awal pekerjaan pondasi sebelum pekerjaan tiang pancang kayu galam dikerjakan. f. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan pekerjaan cor beton-K175 untuk bangunan dinding, pilar, sayap tegak dan sayap miring dikerjakan sebelum pekerjaan pemasangan bekisting seharusnya tahapan/urutan pekerjaan cor beton K-175 untuk bangunan dinding, pilar, sayap tegak dan sayap miring dikerjakan setelah pekerjaan pemasangan bekisting. g. Metode pelaksanaan pekerjaan jembatan gorong-gorong tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan dan uraian/cara kerja secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan dan uraian/ kerja pekerjaan bangunan jembatan gorong-gorong tidak ada sehingga diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan.
0021181052218000Rp 7,075,323,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan saluran sekunder tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan dan uraian/cara kerja item pekerjaan tebas dan pembersihan dan galian tanah dengan alat tidak ada tahapan/urutan dan uraian/cara kerja sehingga tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. b. Metode pelaksanaan pekerjaan saluran sub sekunder tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan dan uraian/cara kerja item pekerjaan tebas dan pembersihan dan galian tanah dengan alat tidak ada tahapan/urutan dan uraian/cara kerja sehingga tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. c. Metode pelaksanaan pekerjaan jembatan kayu ulin tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk pekerjaan pembuatan' jembatan kayu ulin yang merupakan pekerjaan utama dimana tahapan/urutan pekerjaan kayu ulin dikerjakan setelah pekerjaan pemancangan kayu ulin, seharusnya tahapan/urutan pekerjaan kayu ulin dikerjakan sebelum pekerjaan pemancangan kayu ulin sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggung jawabkan dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. d. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan pekerjaan galian tanah manual untuk pekerjaan pondasi dikerjakan setelah pekerjaan pasangan batu kosong seharusnya tahapan/urutan pekerjaan galian tanah manual untuk pondasi dikerjakan di awal pekerjaan sebelum pekerjaan tiang pancang kayu galam dikerjakan. e. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan jembatan gorong-gorong tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja pekerjaan pembuatan saluran pengelak secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana item pekerjaan galian tanah dengan alat untuk pembuatan saluran pengelak dikerjakan secara manual sehingga diyakini tidak dapat menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. f. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan jembatan gorong-gorong tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja pekerjaan penutupan saluran pengelak secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana item pekerjaan timbunan tanah dengan alat untuk penutupan saluran pengelak dikerjakan secara manual sehingga diyakini tidak dapat menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. g. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan jembatan gorong-gorong tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja pekerjaan galian tanah dengan alat untuk pembongkaran kisdam secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana item pekerjaan galian tanah dengan alat untuk pembongkaran kisdam dikerjakan secara manual sehingga diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. h. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan jembatan gorong-gorong tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan pekerjaan pasangan batu kosong untuk pekerjaan lantai kerja dikerjakan setelah pekerjaan cor beton K-225 untuk dinding, plat dan sayap seharusnya tahapan/urutan pekerjaan pasangan batu kosong untuk lantai kerja dikerjakan sebelum pekerjaan lantai kerja (bedding).
0027562354728000Rp 6,733,281,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan pembuatan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan dan uraian/ cara kerja item pekerjaan lantai kerja (bedding) tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan dan uraian/cara kerja item pekerjaan lantai kerja (bedding) tidak ada, sehingga diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan.
0715367637727000Rp 6,771,505,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja untuk pekerjaan lantai kerja bedding secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana uraian/cara kerja pekerjaan untuk lantai kerja (bedding) campuran material yang digunakan dengan perbandingan, 1 semen : 3 pasir : 5 kerikil hal ini tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis dokumen pengadaan. dengan perbandingan, 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil. b. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan pekerjaan galian tanah manual dikerjakan setelah pekerjaan pasangan batu kosong seharusnya tahapan/urutan pekerjaan galian tanah manual untuk pondasi dikerjakan di awal pekerjaan sebelum pekerjaan tiang pancang kayu galam dikerjakan. c. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan pekerjaan cor beton-K175 untuk bangunan dinding, pilar, sayap tegak dan sayap miring dikerjakan sebelum pekerjaan pemasangan bekisting seharusnya tahapan/urutan pekerjaan cor beton K-175 untuk bangunan dinding, pilar, sayap tegak dan sayap miring dikerjakan setelah pekerjaan pemasangan bekisting. d. Metode pelaksanaan pekerjaan tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk pekerjaan pembuatan bangunan jembatan kayu ulin yang merupakan pekerjaan utama dimana tahapan/urutan pekerjaan kayu ulin dikerjakan setelah pekerjaan pemancangan kayu ulin, seharusnya tahapan/urutan pekerjaan kayu ulin dikerjakan sebelum pekerjaan pemancangan kayu ulin sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggung jawabkan dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. e. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan jembatan gorong-gorong tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja pekerjaan pembuatan saluran pengelak secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana item pekerjaan galian tanah dengan alat untuk pembuatan saluran pengelak dikerjakan secara manual sehingga diyakini tidak dapat menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. f. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan jembatan gorong-gorong tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja pekerjaan penutupan saluran pengelak secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana item pekerjaan timbunan tanah dengan alat untuk penutupan saluran pengelak dikerjakan secara manual sehingga diyakini tidak dapat menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. g. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan jembatan gorong-gorong tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja pekerjaan galian tanah dengan alat untuk pembongkaran kisdam secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana item pekerjaan galian tanah dengan alat untuk pembongkaran kisdam dikerjakan secara manual sehingga diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. h. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan jembatan gorong-gorong tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi uraian/cara kerja untuk pekerjaan lantai kerja (bedding) secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana uraian/cara kerja pekerjaan untuk lantai kerja (bedding) campuran material yang digunakan dengan perbandingan, 1 semen : 3 pasir : 5 kerikil hal ini tidak sesuai dengan yang dipersyaratkan dalam spesifikasi teknis dokumen pengadaan. dengan perbandingan, 1 semen : 2 pasir : 3 kerikil. i. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan gorong-gorong tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan pekerjaan galian tanah dengan alat untuk pekerjaan pondasi dikerjakan setelah pekerjaan pemancangan kayu ulin, seharusnya tahapan/urutan pekerjaan galian tanah dengan alat dikerjakan di awal pekerjaan pondasi sebelum pekerjaan pemancangan kayu ulin dikerjakan.
0011294287722000Rp 6,743,672,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan dan uraian/cara kerja item pekerjan pembesian pada pilar bangunan pintu air secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tidak terdapat tahapan/urutan dan uraian/cara kerja item pekerjaan pembesian pada pilar bangunan pintu air sehingga diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. b. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan dan uraian/cara kerja item pekerjan pemasangan bekisting pada pilar bangunan pintu air secara garis besar tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dimana tidak terdapat tahapan/urutan dan uraian/cara kerja item pekerjaan pemasangan bekisting sehingga diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. c. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan dan uraian/cara kerja item pekerjan cor beton pada pilar bangunan pintu air secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tidak terdapat tahapan/urutan dan uraian/cara kerja item pekerjaan cor beton sehingga diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. d. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan dan uraian/cara kerja item pekerjan pembongkaran bekisting pada pilar bangunan pintu air secara garis besar tidak dapat dipertanggungjawabkan secara teknis dimana tidak terdapat tahapan/urutan dan uraian/cara kerja item pekerjaan pembongkaran bekisting sehingga diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan.
PT Megaton Agung Perkasa
0030142632722000Rp 7,519,069,000a. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan pekerjaan cor beton-K175 untuk bangunan dinding, pilar, sayap tegak dan sayap miring dikerjakan sebelum pekerjaan pemasangan bekisting seharusnya tahapan/urutan pekerjaan cor beton K-175 untuk bangunan dinding, pilar, sayap tegak dan sayap miring dikerjakan setelah pekerjaan pemasangan bekisting. b. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan pintu air tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan pekerjaan galian tanah manual untuk pondasi dikerjakan setelah pekerjaan pasangan batu kosong seharusnya tahapan/urutan pekerjaan galian tanah manual untuk pondasi dikerjakan di awal pekerjaan pondasi sebelum pekerjaan tiang pancang kayu galam dikerjakan. c. Metode pelaksanaan pekerjaan jembatan kayu ulin tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan pekerjaan dari awal sampai akhir secara garis besar untuk pekerjaan pembuatan' jembatan kayu ulin yang merupakan pekerjaan utama dimana tahapan/urutan pekerjaan kayu ulin dikerjakan setelah pekerjaan pemancangan kayu ulin, seharusnya tahapan/urutan pekerjaan kayu ulin dikerjakan sebelum pekerjaan pemancangan kayu ulin sehingga pekerjaan tidak dapat dipertanggung jawabkan dan diyakini tidak menggambarkan penguasaan dalam penyelesaian pekerjaan. d. Metode pelaksanaan pekerjaan bangunan jembatan gorong-gorong tidak memenuhi persyaratan substantif yang meliputi tahapan/urutan secara garis besar tidak dapat dipertanggung jawabkan secara teknis dimana tahapan/urutan pekerjaan pasangan batu kosong untuk pekerjaan lantai kerja dikerjakan setelah pekerjaan cor beton K-225 untuk dinding, plat dan sayap seharusnya tahapan/urutan pekerjaan pasangan batu kosong untuk lantai kerja dikerjakan sebelum pekerjaan lantai kerja (bedding).
0730054012727000Rp 7,836,252,000a. Jaminan Penawaran Asli Tidak Ada.
0027568674722000--
0669885238727000--
0030728117722000--
0025947011722000--
PT Megatama Berlian Jaya
0750744849727000--
PT Gunung Raya
00*2**2****26**0--
0032682023008000--
Prima Jaya Solusindo
08*4**7****22**0--
0709962864821000--
CV Surya Sari Eltwo Mandiri
03*4**2****05**0--
CV Poda
03*5**6****02**0--
0030799324805000--
PT Fitra Rezky Mandiri
0666791066722000--
PT Satria Andalan Berbudi
0019770130722000--
PT Piranti Reksa Asri Madani
00*9**0****01**0--
0032105058722000--
0012161402727000--
0030395172727000--
PT Mangisi Makmur Sentosa
0013944564011000--
0027602382307000--
0011022365218000--
PT Moses Edgar Partogi Utama
07*0**5****35**0--
0711741942722000--
PT Larasati Indah
00*1**9****22**0--
0704994029722000--
PT Ricko Cemerlang Abadi
07*5**7****27**0--
CV Dua Dua Juni
00*9**3****03**0--
Patra Maju Hutama
07*7**5****01**0--
0737025239727000--
CV Dafa Rizky Anur
0032073298728000--
0033375999722000--
0017005703711000--
CV Prestasi Mandiri
00*8**8****06**0--
PT Karya Adi Jaya
00*0**3****22**0--
PT Restu Agung Perkasa
0014101661722001--
0028178614722000--
0013386594007000--
PT Karya Indah Permata
00*4**6****23**0--
0766444269733000--
0021968946722000--
Karya Tehnik Raya. PT
00*4**4****23**0--
PT Ikhlas Mandiri Berkarya
07*6**0****22**0--
CV Rara
03*2**2****17**0--
PT Samudera Raya Wahyu Mandiri
00*4**6****27**0--
CV Agro Sanggam Lestari
0031753791727000--
Aferka Indotama, CV
00*2**2****05**0--
0021953930728000--
0748145638727000--
0014097786727000--
0011252830727000--
CV Abadi Merdeka
0315787929723000--
0014343271722000--
0016094666018000--
CV Budi Karya Mandiri
08*0**4****26**0--
0014346118722000--
Karya Putra Antara
0318056371723000--
0030122204728000--
Tirta Buana
0314331133723000--
Azzam Jaya
0727581209727000--
PT Baringin Panjadian Nauli
08*3**8****22**0--
PT Beringin Abadi
00*4**9****22**0--
0021359955723000--
0027564194722000--
0750231912727000--
0667028559722000--
0028285708722000--
CV Panji Jaya Sri
03*5**3****53**0--
0029517604722000--
0027963859013000--
0017694415722000--
0026072579609000--
0027563824728000--
CV Kharisma Putra Mandiri
00*2**6****22**0--
Tenders also won by PT Vetia Delicipta
Authority
5 March 2018Rekonstruksi Jalan Sei Kupang - ManggalauKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 50,000,000,000
24 December 2015Pengadaan Peralatan Sistem Pembelajaran Wam System For Technology And Performance Testing And Maintenance Training System.Badan Peng. SDM PerhubunganRp 34,840,000,000
3 February 2017Preservasi Rekonstruksi Jalan Sungai Penuh - Siulak Deras/Letter W - Bts. SumbarKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 30,155,387,000
19 April 2022Rekonstruksi/ Peningkatan Kapasitas Struktur Jalan Bagan Siapi Api - Teluk Piyai (Kubu) (Dak)Provinsi RiauRp 29,841,834,065
10 December 2018Pembangunan Embung P. Nusalaut Tersebar Kab. Maluku Tengah;kab. Maluku Tengah;maluku;2 Buah; Juta M3;f;k;sycKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 29,080,500,000
29 December 2016Pembangunan Embung Serba Guna; Kab. Maluku Tenggara Barat; Provinsi Maluku; 1 BuahKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 20,652,317,000
25 November 2016Pembangunan Tampungan Air Baku Kali Mati Kabupaten JeparaKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 20,340,698,000
2 June 2016Lanjutan Pembangunan Di Jamut Tahap IIIKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 18,840,000,000
12 January 2018Lanjutan Pembangunan Jaringan Reklamasi Rawa Dr. Tanjung Buka Sp 6; Kab. BulunganKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 16,900,000,000
19 November 2018Rehabilitasi Jaringan Irigasi Perbaungan (5.920 Ha)di. Sei Ular Kab. Serdang BedagaiKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 14,602,860,000