1. Latar Jaringan jalan dan jembatan sebagai urat nadi perekonomian nasional,
Belakang merupakan sarana transportasi yang handal dalam mendukung
kelancaran arus lalu lintas barang dan jasa dalam rangka peningkatan
ekonomi dan kesejahteraan masyarakat.
Direktorat Jenderal Bina Marga adalah institusi pemerintah yang
mempunyai wewenang dan tanggung jawab dalam pembinaan
transportasi jalan. Kebutuhan akan prasarana jalan yang baik merupakan
faktor penunjang lancarnya perekonomian, mengingat kondisi sarana
jalan yang ada saat ini banyak terjadi kerusakan baik yang diakibatkan
oleh faktor alam, maupun faktor manusia dalam hal ini kendaraan
sehingga perlu diadakan perbaikan dan peningkatan guna memenuhi
kebutuhan lalu lintas yang semakin tinggi, sehingga secara regional dapat
terwujud jaringan jalan yang memenuhi kebutuhan aksesbilitas maupun
mobilitas di suatu wilayah, yang terintegrasi dengan Sistem Transportasi
Nasional.
Berdasarkan Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian
Republik Indonesia Nomor 8 Tahun 2023 Tentang Perubahan Keempat
atas Peraturan Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Nomor 7
Tahun 2021 Tentang Perubahan Daftar Proyek Strategis Nasional pada
Lampiran I (Proyek) Penetapan Proyek Strategis Nasional Kawasan
Pengembangan Pangan dan Energi Merauke dan Lampiran II (Program)
Penetapan Program Peningkatan Penyediaan Pangan Nasional Food
Estate, salah satu kegiatan yang akan dilaksanakan oleh Direktorat
Jenderal Bina Marga adalah infrastuktur jalan dan jembatan sebagai
akses menuju Lumbung Pangan di Kab. Merauke, Papua Selatan. Untuk
memenuhi maksud tersebut, khususnya pelaksanaan pekerjaan
konstruksi jalan dan jembatan pada ruas Wanam – Muting sepanjang
±140 km, diperlukan Perencanaan Teknik Jalan dan Jembatan untuk
menunjang pekerjaan konstruksi pada ruas tersebut.
2. Sasaran Sasaran yang dicapai dari pekerjaan ini adalah:
1. Tersedianya Perencanaan Teknis Pembangunan Jalan pada ruas
Wanam – Muting pada KSPP Kab. Merauke sepanjang ±140 km.
2. Tersedianya dokumen perencanaan teknis pembangunan jalan yang
akurat, lengkap dan dapat dipertanggungjawabkan.
3. Lokasi Lokasi pekerjaan berada di ruas Wanam – Muting di Kab. Merauke,
Pekerjaan Papua Selatan. Rencana trase jalan tertuang dalam gambar peta berikut.
4. Lingkup Lingkup kegiatan paket Perencanaan Jalan Ruas Wanam – Muting
Pekerjaan (Infrastruktur Lumbung Pangan Kab. Merauke) terdiri dari:
1. Persiapan
a. Pengumpulan peta dasar, antara lain:
1) Peta topografi;
2) Peta geologi;
3) Peta kerentanan gerakan tanah;
4) Peta kegempaan;
5) Peta tata guna lahan;
6) Peta curah hujan;
b. Pengumpulan data pendukung, antara lain:
1) Data jaringan jalan;
2) Data kondisi lalu lintas;
3) Data lokasi material;
4) Harga satuan bahan;
5) Material dan upah;
6) Data survei terdahulu;
c. Konsep pendahuluan, antara lain:
1) Identifikasi penerapan desain geometrik;
2) Identifikasi rona lingkungan awal;
3) Kajian kondisi jalan;
4) Kajian lokasi survei detail;
5) Dokumentasi;
d. Survei Kondisi Perkerasan, meliputi:
1) Data kondisi dan histori penanganan;
2) Data lendutan;
e. Survei Lalu Lintas, meliputi:
1) Perhitungan LHR;
2) Analisis Beban Gandar;
f. Survei Foto Udara, meliputi:
1) Data perencanaan jalur terbang;
2) Raw data;
3) Pembuatan orthomozaik;
4) Pembuatan Layout dan Kartografi;
g. Survei Topografi, meliputi:
1) Pengukuran titik kontrol;
2) Pengukuran penampang dan situasi;
h. Survei hidrologi, meliputi:
1) Karakteristik daerah aliran;
2) Karakteristik sungai;
3) Muka air banjir dan muka air normal;
4) Analisis penampang sungai;
i. Survei geologi;
1) Geologi permukaan;
2) Kajian potensi gejala geologi;
j. Survei geoteknik;
1) Pengujian lapangan;
2) Sampling;
3) Pengujian laboratorium;
2. Tahap Perencanaan
a. Kriteria desain;
b. Analisis data lapangan;
c. Konsep perencanaan;
d. Perencanaan teknis, antara lain:
1) Perencanaan dan kajian bangunan pelengkap;
2) Perhitungan struktur perkerasan beserta fondasi, drainase, dan
lain-lain.
3) Pertimbangan Aspek Lingkungan dan Sosial;
4) Perencanaan Metode Konstruksi;
5) Hidrologi;
e. Penggambaran, antara lain:
1) Plan dan profil jalan serta bangunan pelengkap;
2) Layout lokasi;
3) Elevasi dan potongan;
4) Detail bangunan pelengkap.
f. Perhitungan volume dan biaya;
3. Tahap Pelaporan
a. Laporan teknis;
b. Gambar desain (DED);
c. Spesifikasi teknis;
d. Bill of Quantity dan Engineer’s Estimate;
e. Laporan khusus.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 10 July 2024 | Basic Design Pembangunan Jembatan Yang Menghubungkan Pulau Bengkalis - Pulau Sumatera | Provinsi Riau | Rp 23,650,000,000 |
| 16 April 2015 | Konsultansi Perencanaan Desain Jembatan Utama Penghubung Pulau Kalimantan Dan Pulau Laut | Layanan Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah Provinsi Kalimantan Selatan | Rp 17,799,410,000 |
| 27 November 2018 | Survey Kondisi Jalan, Lereng Dan Jembatan Di Lingkungan Bbpjn VI | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 9,989,300,000 |
| 12 January 2018 | Perencanaan Teknik Jalan (Survey Lidar) Ruas Jalan Long Pahangai - Long Boh | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 9,500,000,000 |
| 31 October 2017 | Survey Kondisi Jalan Dan Inspeksi Jembatan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Xi | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 9,345,000,000 |
| 23 March 2016 | Optimalisasi Ded Jalan Bebas Hambatan Cisumdawu Seksi III S/D VI | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 8,000,000,000 |
| 10 November 2020 | Survei Kondisi Jalan, Jembatan, Dan Lereng Provinsi Lampung | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 6,375,439,000 |
| 25 June 2025 | Pw.Myc03 : Pengawasan Teknik Jalan Sp.3 Muara Wahau - Bts. Kab. Berau/Kab.Kutai Timur - Kelay | Kementerian Pekerjaan Umum | Rp 6,210,069,000 |
| 2 December 2022 | Survei Kondisi Jalan Dan Jembatan Bbpjn Kalimantan Timur | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 5,964,677,000 |
| 18 February 2022 | Survei Kondisi Jalan Dan Jembatan Bbpjn Kalimantan Timur | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 5,964,677,000 |