URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Nama Paket : DED Peningkatan Kapasitas Embung Jaringan
Drainase dan Sistem Pengendalian Genangan di Area
Terdampak Lumpur Sidoarjo
Pagu : Rp. 2.000.000.000,- (Dua Milyar Rupiah)
Lokasi Pekerjaan : Wilayah Kerja Pusat Pengendalian Lumpur Sidoarjo,
Kecamatan Porong, Kabupaten Sidoarjo
Lingkup Pekerjaan : Lingkup Pekerjaan dari kegiatan DED Peningkatan
Kapasitas Embung Jaringan Drainase dan Sistem
Pengendalian Genangan di Area Terdampak Lumpur
Sidoarjo, yaitu:
• Pekerjaan Persiapan:
- Persiapan administrasi dan teknis;
- Mobilisasi personil dan peralatan;
- Program mutu.
• Inventarisasi Pendahuluan:
Melakukan pengumpulan data sekunder dan
primer yang mencakup keseluruhan data teknis
antara lain:
- Peta topografi atau RBI kawasan skala
1:50.000 atau 1:25.000;
- Data sebaran lokasi stasiun hujan di kawasan
(jumlah stasiun hujan, koordinat, elevasi,
posisi lintang);
- Data curah hujan harian dan jumlah hari
hujan minimum 20 tahun terakhir pada
minimum 3 stasiun hujan terdekat lokasi
studi;
- Data suhu udara rata-rata, kelembaban udara
relatif, lama penyinaran matahari, dan
kecepatan angin rata-rata minimum 5 tahun
terakhir;
- Data suhu udara rata-rata, kelembaban udara
relatif, lama penyinaran matahari, dan
kecepatan angin rata-rata minimum 5 tahun
terakhir;
- Data tata guna lahan, topografi, geologi teknik,
sosial ekonomi (data RTRW Kabupaten Tahun
2012-2031, data Kabupaten Dalam Angka
Tahun 2020), peta rawan banjir, laporan dan
informasi aktual dari Dinas/Instansi yang
berwenang yang berkaitan dengan survey
investigasi;
- Data pencatatan debit saluran dan tinggi muka
air kolam pengendali, retensi, embung dengan
periode harian atau bulanan;
- Data lokasi potensi sumber material
konstruksi dan lokasi disposal area;
- Data harga satuan bahan, alat dan upah
tenaga serta harga satuan transportasi
Kabupaten;
- Data pompa air eksisting (jumlah, titik lokasi,
kapasitas, metode dan waktu operasional);
- Identifikasi awal kondisi dan permasalahan
sungai dan embung jaringan drainase yang ada
disesuaikan dengan Rencana Tata Ruang yang
ada;
- Membuat form desain survey, fakta analisa dan
permasalahan dengan formula
penanganannya, termasuk formula/rumus
desain embung jaringan drainase dan
kelengkapannya;
- Membuat dan menyusun rencana penanganan
permasalahan sungai dan embung jaringan
drainase dengan diagram bagan alir dan tabel-
tabel pola pikir yang diperlukan, termasuk
rencana lokasi material (borrow area);
- Data-data lain yang relevan dan diperlukan.
• Inventarisasi dan Identifikasi Lokasi:
- Survey inventarisasi kondisi lapangan,
meliputi akses lokasi, topografi dan
karakteristik lingkungan, termasuk morfologi
sungai dan embung jaringan drainase yang
mungkin berpengaruh terhadap longsoran,
konstruksi dan banjir;
- Inventarisasi kejadian banjir dan analisis;
- Inventarisasi dan analisis dimensi longsoran
(jumlah titik longsoran, panjang, lebar, tinggi,
arah/sudut longsoran apabila ada);
- Melakukan identifikasi permasalahan yang
terjadi di lingkungan sekitarnya.
• Pekerjaan Pengukuran Topografi:
- Shapefile dalam bentuk titik dan garis yang
menunjukkan informasi sungai dan bangunan
dan embung jaringan drainase serta informasi
dimensi;
- Pengukuran dan pembuatan gambar
penampang melintang sungai dan embung
jaringan drainase disesuaikan dengan standar
yang berlaku (dalam hal ini Kriteria
Perencanaan);
- Informasi kedalaman dan sedimentasi saluran
dan embung jaringan drainase;
- Pengukuran lapangan menggunakan dengan
alat TS, GPS Geodetik dan Waterpass yang
telah dikalibrasi oleh Lembaga bersertifikasi.
- Melakukan identifikasi daerah-daerah rawan
banjir dan daerah langganan banjir di
kawasan, termasuk luas genangan, tinggi
genangan dan lama genangan, sebab dan
dampak banjir terhadap aktivitas masyarakat
maupun kegiatan ke pemerintahan.
- Menggunakan BM (Bench Mark) yang telah
tersedia pada lokasi dengan mengecek kembali
kalibrasi sesuai ketentuan pengukuran dan
terikat pada referensi nasional;
- Pemasangan CP jika dibutuhkan sebagai titik
bantu di lokasi kegiatan;
- Pemasangan patok kayu dengan dimensi 5/7
50 cm untuk kegiatan pengukuran.
• Pekerjaan Investigasi Geologi Teknik dan Mekanika
Tanah:
- Bor inti dan uji laboratorium pada bangunan
utama dan areal sekitar fasilitas / bangunan
pelengkap dengan total kedalaman 66 m
tersebar;
- Melakukan Sondir sebanyak 4 titik dan test pit
sebanyak 8 titik;
- Uji laboratorium mekanika tanah yang sudah
terakreditasi oleh KAN sebanyak 8 sampel
untuk bor inti dan 4 sampel untuk test pit;
- Mobilisasi dan demobilisasi peralatan;
- Menyediakan Core Box untuk sampel uji
laboratorium;
- Survei mengacu kepada Standar Kriteria
Perencanaan Irigasi Ditjen SDA, Persyaratan
Teknis (PT-03) mengenai Penyelidikan
GeoTeknik dan persyaratan lainnya yang
terkait.
• Pekerjaan Perencanaan
Konsultan wajib meninjau kembali/ mempelajari,
menganalisa data primer dan sekunder yang di
dapat untuk formulasi penanganan sungai dan
embung jaringan drainase dikaitkan dengan studi
terdahulu, agar perencanaan sesuai dengan
kriteria desain konstruksi.
Evaluasi dan kesimpulan berdasarkan dari data
Lapangan dan data Laboratorium serta
ditampilkan dengan diagram, bagan alir dan
dengan sistematika penanganan masalah sungai
yang berisi:
- Data dan Perhitungan Hidrologi, antara lain:
o Pengumpulan data-data hidrologi dan
klimatologi;
o Pengumpulan data dan analisis tata guna
lahan;
o Inventarisasi bangunan - bangunan
eksisting (bangunan sungai dan embung
jaringan drainase maupun bangunan-
bangunan penting yang terdampak secara
langsung maupun tidak langsung) dan
pompa air eksisting (apabila ada);
o Pengukuran debit pada kondisi muka air
rendah, normal dan simulasi atau
penelurusan tinggi sekaligus muka air;
o Pembuatan rating curve debit;
o Analisis catchment area (DTA);
o Analisis dan modeling debit andalan
sungai, saluran drainase, kolam
pengendali, embung, jaringan drianase dan
pengaruh pompa eksisting terhadap debit;
o Analisa debit banjir rencana dengan kala
ulang 1,2,5,10,25 dan 50, 100 dan PMF;
o Perhitungan dan modeling limpasan banjir,
meliputi volume, tinggi genangan, lama
genangan dan luas genangan.
• Data dan Perhitungan Hidrolika, antara lain:
- Analisis kapasitas penampang (bankfull
capacity) sungai eksisting dan embung
jaringan drainase. Analisis dilakukan dengan
rumus empiris dan software Hec Ras untuk
memperoleh hasil yang akurat;
- Analisis profil muka air sebelum dan setelah
adanya aktivitas pemompaan oleh warga
(apabila ada);
- Analisis profil muka air sebelum ada perbaikan
sungai dan embung jaringan drainase dengan
debit banjir kala ulang 1,2,5,10,25, 50, 100
dan PMF;
- Analisis profil muka air setelah ada perbaikan
sungai dan embung jaringan drainase beserta
keseluruhan rencana bangunan sungai dan
embung jaringan drainase dengan debit banjir
kala ulang 1,2,5,10,25, 50, 100 dan PMF.
• Data dan Analisis Stabilitas Alur Sungai dan
Embung Jaringan Drainase, antara lain:
- Pengumpulan dan analisis data geologi teknik
dan hasil uji mekanika tanah;
- Pengumpulan data morfologi dan karakteristik
aliran sungai dan embung jaringan drainase;
- Pengumpulan data hasil analisis sedimen
transport;
- Pengumpulan data hasil analisis kecepatan
aliran sungai dan embung jaringan drainase
baik dengan rumus empiris maupun Hec Ras;
- Analisis potensi gerusan yang terjadi pada alur
sungai dan embung jaringan drainase baik di
dasar maupun di tebing, baik karena faktor
alamiah (morfologi, sedimen, dsb.) maupun
faktor penggunaan pompa.
• Perencanaan Penanganan dan Perbaikan Sungai
dan Embung Jaringan Drainase, antara lain:
- Menganalisis dan menjelaskan tentang sebab-
sebab terjadinya banjir, lokasi daerah banjir,
akibat-akibat yang ditimbulkan serta cara-cara
/ formulasi untuk menanggulanginya;
- Mengajukan beberapa alternatif pola
pengendalian banjir dan pengaturan sungai
dan embung jaringan drainase berdasarkan
suatu pola yang sesuai dengan rencana
pengembangan daerah tersebut, termasuk
alternatif penanganan atau penertiban pompa
eksisting (apabila ada);
- Dari alternatif pola rencana yang dipilih
kemudian dibuat evaluasi kondisi bangunan
eksisting dan rencana detail bangunan
pengendali banjir (embung jaringan drainase
dan sistem pengendalian genangan) dengan
dokumen nota perhitungan desain, disertai
metode-metode perhitungan yang
dipergunakan di dalam membuat
pengembangan daerah tersebut;
- Perencanaan normalisasi atau perbaikan
penampang sungai dan embung jaringan
drainase direncanakan untuk melewatkan
banjir dengan kala ulang yang sesuai;
- Penentuan semua dimensi bangunan sungai
dan embung jaringan drainase, agar posisinya
aman terhadap gerusan dan stabil, kokoh dan
ekonomis, menghindari pembebasan tanah;
- Menentukan lokasi dan elevasi bangunan yang
diperlukan untuk pengendalian banjir;
- Membuat plotting/peta lokasi daerah banjir
secara keseluruhan;
- Membuat database awal sungai dan embung
jaringan drainase berbasis GIS di lokasi
wilayah studi secara keseluruhan.
• Pembuatan Gambar Detail Desain Konstruksi
Membuat gambar detail desain rencana
pengendalian banjir dan detail bangunan serta
fasilitas pendukung yang mengacu kepada Kriteria
Perencanaan Ditjen SDA bagian Standar
Penggambaran serta gambar-gambar pendukung
lainnya.
• Analisis Kebutuhan Lahan
Analisis kebutuhan lahan yang dimaksud adalah
lokasi borrow area (jika tanah hasil galian tidak
memenuhi spesifikasi sebagai bahan timbunan)
dan lokasi disposal area (jika diperlukan).
• Analisis Volume Pekerjaan dan Prakiraan Biaya
(BOQ dan RAB)
- Konsultan wajib menyesuaikan harga satuan
dasar tahun terbaru yang tercantum pada
Daftar Harga Upah dan Bahan dari Instansi
yang berwenang sesuai peruntukan dengan
wilayah studi, dikomparasikan dengan data
hasil survey harga satuan di lapangan;
- Analisa Prakiraan Biaya dibuat keseluruhan
sesuai dengan kuantitas dan kualitas kriteria
desain yang diperlukan yang semuanya sesuai
dengan yang telah tergambar dalam Desain
Konstruksi;
- Perhitungan volume pekerjaan dibuat secara
rinci, ditabelkan dengan uraian volume
masing-masing item pekerjaan dan sesuai
pada penamaan bangunan, termasuk
perhitungan untuk ganti rugi tanah dan
tanaman;
- Analisis harga satuan pekerjaan dibuat dengan
standar SNI, termasuk dengan formula alat
berat beserta koefisiennya;
- Rencana anggaran biaya pekerjaan beserta
rekapitulasinya;
- Metode pelaksanaan, jadwal pelaksanaan serta
detail spesifikasi teknik untuk pelaksanaan
konstruksi dibuat secara rinci.
• Penyusunan Spesifikasi Teknik, Metode
Pelaksanaan, dan Sumber Material Konstruksi
- Spesifikasi teknik: mencakup spesifikasi
teknik untuk item pekerjaan yang
dilaksanakan;
- Spesifikasi khusus harus dibuat untuk
menjelaskan tentang lokasi pekerjaan, titik
tinggi patok tetap dan hal-hal lain. Juga harus
dijelaskan setiap jenis pekerjaan yang tidak
tercakup dalam spesifikasi standar yang dibuat
untuk pekerjaan tersebut antara lain
bangunan dengan teknologi khusus;
- Metode pelaksanaan pekerjaan: tata cara dan
urutan pelaksanaan pekerjaan dari awal
hingga akhir pekerjaan dan penjelasan setiap
item pekerjaan disertai gambar/ilustrasi,
termasuk jadwal pelaksanaan pekerjaan
(kurva S);
- Konsultan harus melakukan analisis terhadap
rencana metode pelaksanaan yang tepat dan
memberikan data/ informasi serta analisis
terkait sumber material konstruksi yang
memadai.
• Menyusun Rancangan Konseptual Sistem
Manajemen Keselamatan Konstruksi
Konsultan harus menyusun Rancangan
Konseptual Sistem Manajemen Keselamatan
Konstruksi sesuai Permen PUPR Nomor 10 Tahun
2021. Terdapat uraian pekerjaan, identifikasi
bahaya, dan penetapan risiko terkait keselamatan
konstruksi (untuk Jasa Konsultasi Konstruksi).
• Pelaksanaan Diskusi
- Diskusi Laporan Pendahuluan;
- Diskusi Laporan Antara;
- Diskusi Draft Laporan Akhir;
- Diskusi Laporan Akhir
Keluaran : Keluaran yang dihasilkan dari pekerjaan ini adalah
Laporan DED Peningkatan Kapasitas Embung
Jaringan Drainase dan Sistem Pengendalian
Genangan di Area Terdampak Lumpur Sidoarjo
beserta laporan penunjang.
• Laporan Program Mutu
• Laporan Pendahuluan
• Laporan Bulanan
• Laporan Antara
• Konsep Laporan Akhir
• Laporan Akhir
• Executive Summary
• Laporan Topografi
• Laporan Evaluasi dan Analisis Hidrologi dan
Hidrolika
• Laporan Investigasi Geoteknik
• Laporan Nota Desain
• Laporan BOQ / Engineering Estimate
• Laporan RKS, Spesifikasi Teknis, dan Dokumen
Pelelangan
• Album Gambar
• External Hardisc| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 30 April 2019 | Survey Dan Perencanaan Teknis Bidang Pengairan Kegiatan Tahun Anggaran 2020 | Pemerintah Daerah Provinsi Aceh | Rp 5,000,000,000 |
| 10 December 2019 | Masterplan Drainase Utama Kota Bandung | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,492,020,000 |
| 24 April 2019 | Penilaian Kinerja Dan Aknop Sungai Dan Kanal;kota Jakarta Timur;DKI Jakarta;1;;nf;k;syc | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,450,000,000 |
| 10 December 2018 | Desain Rehabilitasi D.I Krueng Jreu Kabupaten Aceh Besar | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,185,260,000 |
| 23 February 2024 | Persiapan Operasi Dan Pemeliharaan Bendungan Leuwikeris Tahap II | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,100,000,000 |
| 12 November 2021 | Persiapan Op Bendungan Gongseng Di Kab. Bojonegoro | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,000,000,000 |
| 4 November 2021 | Dd Pengendalian Banjir Di Anak-Anak Sungai Bengawan Solo Di Kabupaten Sukoharjo; Kab. Sukoharjo; Jawa Tengah; 1 Dokumen; 1 Dokumen; Nf; K; Syc | Kementerian Pekerjaan Umum | Rp 2,000,000,000 |
| 25 January 2024 | Pemeriksaan Besar Bendungan Darma Kab. Kuningan, Bendungan Malahayu Kab. Brebes | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,000,000,000 |
| 17 November 2020 | Sid Pembangunan Prasarana Pengambilan Dan Saluran Air Baku Di Kab. Ciamis | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,000,000,000 |
| 12 November 2021 | Persiapan Op Bendungan Tukul Di Kab. Pacitan | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,000,000,000 |