URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
1 Nama Paket Pekerjaan : Perencanaan Jembatan Gantung Siguntur
2 Nilai Total HPS : Rp. 1.719.685.000,00 (Satu Milyar Tujuh Ratus Sembilan Belas Juta
Enam Ratus Delapan Puluh Lima Ribu Rupiah) termasuk PPN 11%.
3 Sumber Dana : APBN Murni Tahun Anggaran 2023 dari Pemerintah Indonesia ,
melalui Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional
(P2JN) Provinsi Sumatera Barat Direktorat Jenderal Bina Marga,
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR).
“Apabila alokasi DIPA untuk paket-paket tersebut tidak tersedia dalam
dokumen anggaran, maka tender/seleksi dibatalkan dan peserta
tender/seleksi tidak mendapatkan ganti rugi dalam bentuk apapun”
4 Lingkup Pekerjaan :
Ruang lingkup pekerjaan utama terdiri dari: Melaksanakan
Perencanaan Jembatan Gantung yang akan dilaksanakan di
provinsi Sumatera Barat.
Tahap Perencanaan Teknis Jembatan Gantung terdiri dari :
I. Pendahuluan
A. Pengumpulan peta dasar
1. Peta Topografi;
2. Peta Geologi;
3. Peta Tata Guna Lahan;
4. Peta Curah Hujan.
B. Pengumpulan Data Pendukung
1. Data Jaringan Jalan;
2. Data Kondisi lalu Lintas;
3. Data Lokasi Material;
4. Harga Satuan Bahan, material dan upah;
5. Data Survey terdahulu.
II. Survey pendahuluan
Tujuan survey pendahuluan adalah untuk mengumpulkan
data-data awal berdasarkan aspek- aspek yang diperlukan
yang akan digunakan sebagai dasar/referensi survey
detail/survey berikutnya dan harus dilakukan oleh seorang
ahli utama.
Lingkup Survey :
1. Mengidentifikasi kondisi eksisting jembatan gantung dan
sungai, dengan pengamatan secara visual atau
menentukan jenis pengujian dengan peralatan yang
sesuai.
2. Menentukan jenis dan metode penanganan yang sesuai
3. Menetapkan lokasi/posisi jembatan gantung untuk
penggantian jembatan gantung /pembangunan jembatan
gantung baru/duplikasi jembatan gantung,
4. Menetapkan perkiraan elevasi, jenis dan
susunan/konfigurasi bentang jembatan gantung serta
teknik pelaksanaan atau ereksinya.
5. Menetapkan jenis soil investigation yang diperlukan
6. Menentukan perkiraan pondasi yang paling baik untuk
lokasi tersebut sehubungan dengan material dan kondisi
tanah
7. Memperkirakan letak, jumlah serta panjang bentang,
elevasi jembatan gantung baru dan lokasi jembatan
gantung baru
8. Mencatat banjir terbesar serta erosi yang pernah terjadi,
apabila survey pendahuluan ini dilaksanakan untuk
pekerjaan perencanaan teknis pada lokasi sulit, dimana
jembatan gantung tersebut akan melintasi sungai
9. Membuat sketsa lokasi rencana jembatan gantung baru
serta profil sungai pada lokasi jembatan gantung baru
10. Mencatat material yang tersedia di sekitar lokasi jembatan
gantung, dan menyarankan jembatan gantung yang paling
efisien sesuai dengan material yang tersedia
11. Mencatat harga-harga satuan yang ada pada daerah
tersebut
12. Memberikan rekomendasi untuk tahapan pekerjaan
selanjutnya serta menyarankan lokasi dan jumlah titik bor
yang harus dilaksanakan
13. Menentukan dan memperkirakan total panjang, lebar,
kelas pembebanan jembatan gantung, tipe konstruksi,
dengan pertimbangan terkait LHR, estetika, lebar sungai,
kedalaman dasar sungai, profil sungai / ada tidaknya
palung, kondisi arus dan arah aliran, sifat-sifat sungai,
scouring vertikal/horizontal, jenis material bangunan atas
yang tersedia dan paling efisien
14. Menentukan dan memperkirakan ukuran dan bahan tipe
abutmen, pilar, fondasi, bangunan pengaman (bila
diperlukan) dengan mempertimbangkan lebar dan
kedalaman sungai, sifat tebing, sifat aliran, hanyutan,
scouring yang pernah terjadi.
15. Memperkirakan elevasi muka jembatan gantung dengan
mempertimbangkan MAB (banjir), MAN (normal), MAR
(rendah) dan banjir terbesar yang pernah terjadi
16. Menentukan dan memperkirakan posisi/letak lokasi
jembatan gantung dengan mempertimbangkan situasi dan
kondisi sekitar lokasi, profil sungai, arah arus/aliran sungai,
scouring, segi ekonomi, sosial, estetika yang terkait
dengan alinyemen jalan, kecepatan lalu lintas rencana,
jembatan darurat, pembebanan tanah timbunan dan quarry
17. Dari hasil survey recon ini secara kasar harus sudah bisa
dihitung perkiraan volume pekerjaan yang akan timbul
serta bisa dibuatkan perkiraan rencana biaya secara
sederhana dan diharapkan dapat mendekati desain final
dokumentasi.
Keluaran/Output Survey Pendahuluan :
- Laporan seluruh hasil survey pendahuluan berkaitan
dengan konsep desain jembatan gantung yang akan
diterapkan dengan mempertimbangkan faktor-faktor
berdasarkan seluruh hasil survey pendahuluan;
- Laporan tindak lanjut survey pendahuluan yaitu survey
detail yang didalamnya memuat beberapa survey detail
yang harus dilakukan termasuk batasan koridor
pengambilan data.
III. Survey Detail
A. Survey Topografi
Tujuan Pengukuran Topografi dalam pekerjaan ini adalah
mengumpulkan data koordinat dan ketinggian permukaan
tanah sepanjang rencana trase jalan dan jembatan di dalam
koridor yang ditetapkan untuk penyiapan peta topografi
dengan skala 1:500 yang akan digunakan untuk perencanaan
Jembatan gantung.
Lingkup Pekerjaan Survey Topografi :
1. Pengukuran Titik Kontrol Horizontal Dan Vertikal;
2. Pengukuran Penampang dan Situasi Dokumen Tender;
3. Pengukuran 200 m Kiri dan Kanan Sungai Sepanjang
Jalan;
4. Pengukuran 100 m Kiri dan kanan as Jalan;
5. Pengukuran 50 m Kiri dan Kanan Tepi Sunngai;
6. Perhitunngan dan Penggambaran.
Keluaran/Output Survey Topografi :
- Laporan survey Topografi meliputi :
Data pengukuran dan hitungan pengukuran topografi
yang telah diterima;
Data koordinat dan elevasi Bench Mark (BM);
Foto dokumentasi proses pengukuran dan BM .
- Peta topografi dengan skala yang disesuaikan dengan
jenis perencanaan yang akan dilakukan
B. Survey Geoteknik
Tujuan Penyelidikkan Tanah :
1. Menentukan jenis dan kedalaman fondasi;
2. Mengevaluasi beban – beban dukung fondasi;
3. Memperkirankan penurunan;
4. Menentukan potential problem misal : tanah ekspansif,
tanah mudah longsor) dll;
5. Memperkirakan air tanah;
6. Memperkirakan tekanan tanah lateral misal : untuk
dinding penahan tanah;
7. Menentukan cara pelaksanaan ( construction method ).
Lingkup Pekerjaan Survey Geoteknik :
1. Penelidikan tanah dengan Boring ;
- Boring harus dikerjakan dengan alat bor yang
digerakkan dengan mesin yang mampu mencapai
kedalaman yang ditentukan. Mata bor harus
mempunyai diameter cukup besar sehingga
undisturbed sample yang diinginkan dapat diambil
dengan baik. Untuk tanah clay, atau tanah lainnya
yang tidak terlalu padat, dapat dipakai steel bit
sebagai mata bor;
- Untuk lapisan yang keras atau cemented dipakai
core barrel sehingga juga dapat diambil undisturbed
samplenya dari lapisan keras tersebut;
- Pada setiap interval kedalaman 2 atau 3 meter
harus dilakukan Standard Penetration Test (SPT)
dan harus diambil contoh tanahnya (tidak perlu
undisturbed), disimpan dalam tempat yang dapat
menjaga kadar air aslinya;
- Pada setiap interval kedalaman yang ditentukan
pada tanah lunak harus diambil undisturbed sample
untuk test di laboratorium, guna mendapatkan
harga index dan structural properties lapisan;
- Undisturbed sample harus diambil dengan cara
sebagai berikut :
• Tabung sample (yang dibuat dari baja tipis
tetapi keras dan bentuk silinder dengan
diameter rata-rata 7 cm panjang minimal 70
cm) dimasukan kedalam tanah pada
kedalaman dimana undisturbed sample akan
diambil kemudian ditekan perlahan-lahan
sehingga tabung tersebut dapat penuh terisi
tanaH;
• Tanah tersebut tetap berada dalam tabung
sample tersebut sampai saatnya untuk ditest di
laboratorium;
• Tabung yang berisi contoh tanah tersebut
segera ditutup dengan parafin setelah
dikeluarkan dari dalam lubang bor.
- Sebagai hasil boring, harus dibuat borlog yang
paling sedikit dilengkapi dengan lithologie
(geological description), harga SPT, letak
kedalaman lapisan tanah yang bersangkutan;
- Penamaan dari masing-masing tanah harus
dilakukan pada saat itu juga, sesuai dengan
kedalaman maupun sifat-sifat tanah tersebut yang
dapat dilihat secara visual;
- Apabila tanah yang dibor dalam hal ini cenderung
untuk mudah runtuh, maka persiapan untuk itu
(casing) harus segera dilakukan;
- Pekerjaan pengambilan tanah dimaksud sebagai
pekerjaan mengambil tanah dengan tujuan
penyelidikan lebih lanjut di laboratorium:
1. Terhadap undisturbed sample harus
dikerjakan laboratori test untuk menentukan
index dan structural porpertis tanah;
Besaran Index
Dimaksudkan sebagai data untuk
menetapkan klarifikasi, dan sensitivity
tanah. Data tersebut meliputi :
• Spesific grafity
• Bulk density
• Moisture content
• Atteberg limit
• Grain size analysis
Besaran-besaran struktural tanah
• Unconfiened cmpressive strength
maksud dari test ini adalah untuk
memperoleh besarnya kekuatan
tanah yang kohesif.
• Direct shear test. Test ini dikerjakan
untuk tanah tanpa kohesif.
• Consolidation test, dimaksud untuk
mendapatkan besaran-besaran
yang dapat dipergunakan untuk
perhitungan setlement
2. Direct shear test. Test ini dikerjakan untuk
tanah tanpa kohesif;
3. Consolidation test, dimaksud untuk
mendapatkan besaran-besaran yang dapat
dipergunakan untuk perhitungan settlement.
- Boring harus dikerjakan sampai
kedalaman 30 meter (tergantung jenis
batuan dan beban bangunan strukturnya)
atau setelah didapat informasi yang
cukup mengenai letak lapisan tanah
keras, jenis batuan dan tebalnya;
- Jika sebelum mecapai kedalaman yang
ditentukan telah ditemukan lapisan tanah
keras/batu, boring harus diteruskan
menembus lapisan keras ini sedalam
kurang lebih 3 kali N-SPT (tergantung
jenis batuannya dan beban bangunan
sub strukturnya).
2. Pengujian Test Properties Tanah
baik dari contoh tanah tidak terganggu (undisturb
samples) maupun tanah terganggu (disturb sample)
berupa Unconfined, Kadar air, berat jenis, nilai kohesi,
nilai sudut geser dalam, tekanan air pori tanah, nilai
permeabilitas, dan lain-lain yang diperlukan berkaitan
dengan kebutuhan perencanaan
3. Pengambilan Sampel;
4. Pengujian Laboratoprium.
Keluaran/Output Survey Geoteknik
- Laporan penyelidikan tanah yang di dalamnya memuat:
data lapangan dan hasil pengujian penyelidikan tanah yang
dilakukan;
- Analisa dari hasil penyelidikan tanah;
- Foto Dokumentasi.
C. Pengujian Hidrologi
Tujuan Survei Hidrologi untuk mengumpulkan data hidrologi
dan karakter /perilaku aliran air pada struktur jembatan
gantung guna keperluan analisis hidrologi, penentuan debit
banjir rencana (elevasi muka air banjir), perencanaan darinase
dan bangunan pengaman terhadap gerusan dan pengarah
arah aliran sungai.
Ruang Lingkup Survei Hidrologi : Mengumpulkan data untuk
analisa hidrologi.
yang perlu diperhatikan adalah sebagai berikut:
1. Karakteristik Daerah Aliran (cathman area) dari setiap
gejala aliran yang harus dipelajari dengan cermat dari peta
topografi maupun pemeriksaan langsung di tempat meliputi
data curah hujan, tata guna lahan, jenis permukaan tanah,
kemiringan tanah, dan lain lain;
2. Karakteristik Sungai meliputi ;
- Kecepatan aliran dan gejala arah;
- Debit dan daerah pengaruh banjir;
- Tinggi air banjir, air rendah dan air normal;
- Lokasi pengrusan (scouring) serta jenis/sifat erosi
maupun pengendapan.
- Kondisi aliran permukaan pada saat banjir
3. Analisis Penampang Sungai.
Analisa hidrologi yang diperlukan untuk jembatan gantung
yang melintasi sungai, sebelum tahap
perhitungan/perencanaan hidrolika dari alur sungai adalah
untuk menetukan :
- Dalam alur sungai jembatan gantung atau debit
maksimum sungai selama periode ulang banjir
rencana yang sesuai;
- Perkiraan tinggi maksimum muka air banjir yang
mungkin terjadi dan semua karakteristiknya;
- Kedalaman air: air banji, air rendah dan air normal.
4. MAB dan MAN Visual dan Keterangan Masyarakat sekitar;
Untuk menentukan elevasi tinggi muka air jembatan
diperlukan suatu kisaran tinggi maksimum banjir yang
sering terjadi, ditetakan dalam perhitungan dengan periode
ulang banjir rencana atau dalam kurun waktu rencana
sebagai berikut :
- Untuk jembatan panjang/besar ( kontruksi khusus)
perhitungan dengan periode ulang 100 tahun;
- Untuk jembatan biasa/tetap termasuk gorong gorong
diperhitungkan dengan periode ulang 50 tahunan;
- Untuk jembatan sementara, perlintasan saluran air dan
jembatan yang melintas di atasnya diperhitungkan
dengan periode ulang 25 tahunan;
- Untuk perhitungan scoring berdasarkan jenis tanah
dasar sungai dan debit serta kecepatan aliran arus
sungai;
- Dalam menentukan besar debit banjir maksimum dalam
kurun waktu rencana tersebut, di pakai pendekatan
berdasarkan analisa frekuensi dari suatu data curah
hujan lebat. Disini perlu ditinjau hubungan/korelasi
antara curah hujan dan aliran sungai;
- Metoda untuk menentukan besarnya debit banjir
tersebut, di klasifikasikan dengn 3 cara, yaitu:
• Cara statisik/kemungkinan – kemungkinan
• Cara hidrologi/sintetif
• Rumus empiris/metoda rasional
Dari hasil survey dan analisa yang dilakukan, antara
lain dapat ditentukan elevasi jembatan gantung dan
bangunan pengaman terhadap gerusan, tumbukan air.
Keluaran/Output Survey adalah berupa Laporan Drainase /
Hidrologi yang di dalamnya memuat:
- Data identifikasi semua aliran air yang ada dan lintasan-
lintasan drainase;
- Daerah-daerah tangkapan berdasarkan peta-peta
topografi;
- Informasi histori banjir yang tersedia (tingkatan dan
tanggal kejadian);
- Lokasi-lokasi drainase yang ada meliputi permasalahan
banjir;
- Acuan banjir/sumber informasi drainase;
- Kapasitas aliran air dan debit aliran air permukaan
yang akan diterima oleh drainase yang akan
direncanakan;
- Data curah hujan yang digunakan dalam desain
drainase;
- Dimensi saluran samping, saluran melintang, inlet,
outlet, dan bangunan pengaman yang diperlukan;
- Potensi erosi baik erosi tebing maupun erosi dasar
sungai/saluran baik erosi umum maupun lokal.
- Kapasitas aliran air (run off) dan debit aliran
- Data curah hujan yang digunakan dalam perencanaan
Potensi erosi, baik erosi tebing maupun erosi dasar
sungai/saluran baik erosi umum maupun local.
D. Survey Lingkungan
Tujuan Survey Lingkungan :
1. Untuk mengidentifikasi rona lingkungan di sekitar lokasi
pekerjaan;
2. Mengidentifikasi komponen kegiatan yang berpotensi
menimbulkan dampak lingkungan;
3. Mengidentifikasi komponen lingkungan yang
diperkirakan terkena dampak sebagai akibat adanya
proyek ini;
4. Memprediksikan dan mengevaluasi besarnya dampak
lingkungan yang terjadi;
5. Merumuskan saran tindak lanjut yang dapat
dilaksankan oleh pihak proyek atau instansi lainnya
yang terkait guna mengurangi dampak negative atau
meningkatan dampak positif yang dijabarkan dalam
rumusan umum.
Lingkup Survey Lingkungan :
Survey Aspek Lingkunngan
Mengumpulkan data skunder terkait aspek fisik-kimia, biologi,
sosial, ekonomi, budaya dan kesehatan massyarakat;
Keluaran / Output Survey Lingkungan:
Laporan survey identifikasi Lingkungan.
E. Survey Material dan Cost
Tujuan Survey Material dan Cost :
Penentuan lokasi quarry baik untuk perkerasan jalan, maupun
untuk bahan timbunan (borrow pit) diutamakan yang ada
disekitar lokasi pekerjaan. Bila tidak dijumpai, maka harus
menginformasikan lokasi quarry lain yang dapat dimanfaatkan.
Penjelasan mengenai quarry meliputi jenis dan karakteristik
bahan, perkiraan kuantitas, jarak ke lokasi pekerjaan, serta
kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul dalam proses
penambangannya, dilengkapi dengan foto-foto
Lingkup Survey Material dan Cost :
Melakukan survey untuk mengetahui harga dasar dan harga
satuan upah, alat, dan bahan yang berkaitan dengan
pekerjaan jalan, baik harga agen, maupun harga di lokasi
pekerjaan
Keluaran / Output Survey Material dan Cost :
Harga Dasar dan harga satuan upah, alat dan bahan.
IV. Tahap Perencanaan
Perencanaan Teknis :
1. Kriteria Desain;
Kriteria Desain Perencanaan mengacu edaran Dirjen
BM No. 06/SE/Db/2021 tanggal 20 April 2021
a. Kekuatan dan stabilitas struktur
b. Kenyamanan dan keselamatan
c. Kemudahan (dalam pelaksanaan, pemeliharaan
dan pemeriksaan)
d. Ekonomis
e. Pertimbangan aspek lingkungan, sosial, dan aspek
keselamatan jalan
f. Keawetan dan kelayakan jangka panjang
(durability)
g. Estetika
2. Analisis Data lapangan;
a. Analisis Bangunan Atas
b. Analisis Struktur Bangunan Bawah;
c. Analisis Pondasi
3. Konsep Detail Perencanaan;
Hal yang menjadi lingkup pekerjaan adalah:
a. Menetapkan awal dan akhir rencana proyek pada
peta, serta menarik beberapa alternatif rencana as
jalan / alinyemen horizontal dengan dilakukan
pengecekan alinyemen vertikal sesuai dengan
kondisi medan yang memenuhi Standar
Perencanaan Geometrik Jalan.
b. Merencanakan geometrik dan tipe jembatan dengan
mengacu pada ketentuan Standar Bangunan Atas
Jembatan yang berlaku di lingkungan Direktorat
Jenderal Bina Marga.
c. Melakukan perencanaan tebal perkerasan baik
perkerasan kaku maupun fleksibel dengan mengacu
pada pedoman perencanaan tebal perkerasan lentur
dan tebal perkerasan kaku.
d. Melakukan perencanaan drainase dan bangunan
perlengkapan jembatan gantung.
e. Melakukan perencanaan manajemen dan
keselamatan lalu lintas pada saat pelaksanaan.
f. Melakukan perencanaan K3 konstruksi berkaitan
dengan risiko yang ditimbulkan dengan adanya
kegiatan konstruksi.
g. Menyiapkan peta penyebaran tanah berkaitan
dengan kondisi geologi.
h. Membuat estimasi panjang jalan, jumlah dan
panjang jembatan gantung, box culvert/gorong-
gorong dan bangunan pelengkap jalan lainnya yang
mungkin akan terdapat pada rute jalan tersebut.
i. Melakukan analisis risiko yang harus dituangkan
dalam laporan perencanaan teknis, didalamnya
membuat identifikasi risiko, analisis risiko, penilaian
risiko, mitigasi risiko, alokasi risiko.
Tabel : Ringkasan Keluaran / Output Desain
Tenaga Ahli
K e l u a r a n / O u t p u t
yang
Diperlukan
Dokumen Materi / Bahasan
Buku D-1. 1) Isu utama permasalahan Menyesuaik
lapangan an
Gambar
pembahasan
Desain 2) Pengelolaan lapis perkerasan
pada
(Detail 3) Pengelolaan bahu jalan substansi
Desain) keluaran /
4) Pengelolaan median jalan
output yang
(jika ada)
terkait
5) Pengelolaan drainase jalan
6) Pengelolaan badan jalan
tanah lunak (jika ada)
7) Pengelolaan stabilisasi lereng
(jika ada)
8) Pengelolaan bangunan
pelengkap
9) Pengelolaan pekerjaan
struktur,
10) Informasi sumber bahan
(quarry)
11) Pengelolaan manajemen lalu
lintas
12) Pengelolaan perlengkapan
jalan (rambu dan sejenisnya)
13) Pengelolaan Jembatan
14) Pengelolaan metoda kerja
15) Waktu pelaksanaan
16) Kebutuhan Peralatan
Minimum
Buku D-2. 1) Pengelolaan Permasalahan Ahli
Lapangan Jembatan
Laporan
Perencana 2) Pengelolaan Geologi/ Ahli Soil dan
an Geoteknik Material
(Detail Ahli
3) Pengelolaan Hidrologi /
Desain) Hidrologi /
Hidrolika pada jembatan
Hidrolika
4) Pengelolaan Struktur Ahli
Jembatan Jembatan
5) Pengelolaan Bangunan
Pelengkap dan Ahli
Perlengkapan Jembatan Jembatan
(Rambu dan sejenisnya)
Ahli
6) Pengelolaan jembatan
Jembatan
Ahli
Lingkungan
7) Pengelolaan Lingkungan
Buku D-3. 1) Format Standar HPP / EE
Ahli
Laporan 2) Panduan Anlisa Harga
Kuantitas
HPP / EE Satuan (PAHS)
3) Jenis Pekerjaan
4) Volume Pekerjaan
5) Analisa Harga Satuan
6) Harga Satuan Dasar (HSD)
7) Informasi Sumber Bahan /
Quarry
8) Asumsi Jarak
9) Lembar Perhitungan
Volume
10) Perhitungan Waktu
Pelaksanaan
11) Kebutuhan Peralatan
Minimum
Buku D-4.
L a L a p o r a n A n a l i s a
Laporan
Tim
R i s i k o
Analisa
Risiko
Buku D-5.
Laporan Manajemen dan
Tim
Laporan
Keselamatan Lalu-lintas
MLL
Buku D-6.
Ahli Jalan
M e t o d a K o n s t r u k s i
Metoda
Jembatan
Konstruksi
Buku D-7.
Ahli
D o k u m e n L e l a n g Kunatitas /
Dokumen
Jembatan
Lelang
4. Perhitungan Teknis;
a. Bangunan Atas;
b. Bangunan Bawah (termasuk fondasi);
c. Hidrologi;
d. Bangunan Pelengkap.
5. Penggambaran;
a. Gambaran Umum, evelvasi dan potongan
melintang;
b. Layout Lokasi Perencanaan;
c. Detail Bagian Yang Dipotong atau Dibuanng;
d. Detail Bangunan Atas, Bangunan Bawah,
Fondasi
e. Detail Gelagar atau Lantai, Potongan dan
Penulangan;
f. Detail Bangunan Pelengkap ( Ralling, Ekspantion
Joint, Bearing, Oprit dan lain lain);
6. Perhitungan Volume dan Analisa Harga Satuan.
a. Spesifikasi
b. Mata Pembayaran
c. Satuan pengukuran dan pembayaran
V. Tahap Penyelesaian Akhir
1. Penyiapan Draft Laporan Akhir dan Laporan Akhir;
2. Penyiapan Draft Laporan Teknis;
3. Penyerahan Dokumen Tender;
4. Penyerahan Gambar Desain;
5. Penyerahan Softcopy.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 8 February 2017 | Paket - 42 Perencanaan Teknik (Ded) Pembangunan Fly Over Simp. Kayu Besar (Tj. Morawa) | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 3,000,876,000 |
| 20 May 2017 | Perencanaan Jalan Labuhan Bajau - Sigapokna - Simalegi - Simatalu - Sagulbek - Taileleu | Kab. Kepulauan Mentawai | Rp 3,000,000,000 |
| 15 March 2018 | Paket - 45 Perencanaan Penggantian Jembatan (Ded) | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,986,000,000 |
| 21 November 2016 | Paket 18 : Perencanaan Teknis Jembatan Nasional Provinsi Jambi | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,666,153,000 |
| 2 November 2015 | Paket - 7 Perencanaan Jembatan | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,422,645,000 |
| 20 November 2015 | Paket 04 Ded Jembatan Nasional Provinsi Riau | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,354,550,000 |
| 27 November 2015 | Paket 22 : Perencanaan Teknis Jembatan Nasional Provinsi Jambi | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,218,164,000 |
| 2 March 2018 | Paket 04 Perencanaan Teknis Jembatan Rantau Berangin | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,116,200,000 |
| 26 February 2020 | Paket 5 - Perencanaan Jembatan | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,989,142,000 |
| 25 October 2020 | Paket 2 Perencanaan Teknis Longsoran Provinsi Sumatera Selatan | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,787,940,000 |