1. Latar 1.1. Umum
Belakang Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Republik Indonesia telah memprioritaskan
pembangunan infrastruktur (terutama jalan dan jembatan). Sejalan dengan
kebijakan pemerintah tersebut, alokasi anggaran Direktorat Jenderal Bina Marga
mengalami peningkatan secara signifikan dengan tujuan untuk meningkatkan
jaringan jalan guna memenuhi kebutuhan aksesibilitas dan mobilitas sehingga biaya
transportasi dapat ditekan agar daya saing dan pertumbuhan ekonomi dapat
ditingkatkan melalui konektivitas yang lebih baik antar pusat-pusat ekonomi.
Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Barat,
Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Sulawesi Barat
telah menyusun rencana peningkatan kualitas persiapan dan pelaksanaan proyek yang
dimulai dengan menyiapkan perencanaan teknis yang rinci dan baik serta bermaksud
untuk melaksanakan Paket Perencanaan Teknis Provinsi Sulawesi Barat. Untuk
tujuan tersebut, para Penyedia Jasa Konsultansi Perencanaan perlu menyediakan desain
dan dokumentasi perencanaan teknis rinci.
1.2. Gambaran Umum Proyek
Sesuai dengan RPJMN 2020 – 2024, presiden menetapkan 5 (lima) arahan utama
sebagai strategi dalam pelaksanaan misi Nawacita dan Pencapaian Sasaran Visi
Indonesia 2045. Salah satu arahan yang terkait dengan bidang infrastruktur adalah Visi
nomor 2 yaitu, melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk menghubungkan
Kawasan produksi dengan Kawasan distribusi, mempermudah akses ke Kawasan
wisata, mendongkrak lapangan kerja baru dan mempercepat peningkatan nilai tambah
perekonomian rakyat. Kemudian diwujudkan dalam agenda pembangunan nomor 5
(PN-5), yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan
pelayanan dasar melalui pembangunan infrastruktur pelayanan dasar, pembangunan
konektivitas multimoda untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan
infrastruktur perkotaan. Berdasarkan arahan dan kebijakan strategi, peningkatan
keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan diarahkan melalui pelaksanaan terpadu lima
pilar keselamatan jalan yang meliputi manajemen keselamatan jalan, jalan yang
berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang
berkeselamatan, dan penanganan pra dan pasca kecelakaan lalu lintas.
Dalam Paket Perencanaan Teknis ini, konsultan perencana menginventaris lereng atas
maupun bawah sepanjang Ruas Jalan Kalukku – Salubatu – Mambi – Malabo,
mengidentifikasi, melakukan survei detail dan mendesain penanganan terhadap lereng
agar tercipta jalan yang berkeselamatan.
2. Maksud 2.1. Maksud
Dan Tujuan Maksud pengadaan penyedia jasa konsultansi perencanaan teknis jalan nasional
Provinsi Sulawesi Barat ini, adalah untuk:
a. Melakukan perencanaan teknis jalan pada Pejabat Pembuat Komitmen
Perencanaan, yang meliputi:
- Perencanaan teknis drainase dan bangunan pelintas
- Perencanaan lereng
b. Ketersediaan perencanaan teknis jalan yang berwawasan lingkungan, serta
dokumen pelelangan, sesuai dengan rencana menggunakan standar prosedur yang
berlaku guna tercapainya mutu pekerjaan perencanaan.
2.2. Tujuan Kontrak
Tujuan pengadaan kontrak ini agar terlaksana sesuai rencana dengan menggunakan
standar dan prosedur yang berlaku serta untuk tercapainya pekerjaan perencanaan yang
tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya.
2.3. Tujuan Proyek
Tercapainya produk perencanaan lereng yang sesuai dengan NSPM yang berwawasan
lingkungan dan berkeselamatan;
3. Sasaran Sasaran pengadaan jasa konsultansi perencanaan teknis ini adalah tercapainya hasil
pekerjaan jalan sesuai dengan Spesifikasi Teknis yang telah ditetapkan, sehingga
kinerja jalan yang ditangani dapat memberikan layanannya sesuai dengan umur desain
yang direncanakan.
4. Lokasi 4.1. Deskripsi Proyek
Pekerjaan Kegiatan Jasa Konsultansi ini dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut :
a. Nama Ruas : Kalukku – Salubatu – Mambi – Malabo
b. Provinsi/Kabupaten : Sulawesi Barat/Mamasa
c. Panjang Ruas Jalan : 98,66 Km
d. Medan : Berbukit/Gunung
e. Kegiatan Perencanaan : Perencanaan Lereng
4.2. Kondisi Saat ini
Ruas jalan Kalukku – Salubatu – Mambi – Malabo merupakan ruas jalan nasional non-
lintas dengan nomor ruas 013, 014 dan 015. Berdasarkan fungsi jalan, ruas ini
merupakan Jalan Kolektor Primer yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Barat
(Kalukku) dengan Provinsi Sulawesi Selatan (Toraja). Ruas tersebut memiliki 2 (dua)
lajur dengan lebar lajur 3 – 3.5 m, tak terpisah, dengan perkerasan aspal/beton dan lebar
bahu jalan bervariasi. Adapun kondisi perkerasan jalan pada ruas ini diprediksi mantap
98,63% pada akhir TA 2023.
Lokasi proyek berada pada daerah berbukit/pegunungan sehingga aksesibilitas menuju
lokasi banyak melewati tikungan tajam, berbelok, kelandaian curam serta diapit antara
lereng atas dan bawah. Kendala pada lokasi ini sering terjadi longsoran lereng atas
maupun bawah hingga menutup setengah badan jalan. Lereng bawah mengalami erosi
sehingga setengan badan jalan dengan perkerasan rigid menggantung dan berpotensi
patah.
5. Sumber Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBN Tahun Anggaran 2024 Melalui
Pendanaan Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Prov. Sulawesi Barat,
Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat.
Besaran Alokasi Dana untuk Pekerjaan ini (termasuk PPN) adalah Rp 3.394.193.000,-
(Tiga Miliar Tiga Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Seratus Sembilan Puluh Tiga Ribu
Rupiah)
6. Lingkup
Lingkup Kegiatan
Pekerjaan
1) Persiapan
a) Menyusun Program Mutu Perencanaan Jalan dan lereng
b) Tujuan
Tujuan dari tahap persiapan adalah untuk mengumpulkan informasi awal
mengenai kondisi topografi, geologi, tata guna lahan, lalulintas, serta
lingkungan
c) Lingkup
(1) Peta Topografi berupa peta kontur, dengan Skala minimum 1 : 50.000
(2) Peta jaringan jalan, dokumen leger jalan, data base jaringan jalan,
daerah rawan kecelakaan
(3) Peta wilayah Rencana Tata Ruang Wilayah
(4) Peta tata guna lahan
(5) Melakukan koordinasi dengan instansi terkait dengan di sekitar
lokasi proyek
d) Keluaran
Keluaran yang dihasilkan dalam persiapan meliputi :
(1) Laporan studi koridor ( jika bisa diterapkan),
(2) Laporan studi rancang-bangun pendahuluan,
(3) Rencana pendahuluan dari alternatif desain (yaitu: profil atau lembar
rencana, bagian-bagian yang umum, materi pekerjaan utama yang
dikenali dan dialokasikan), dan
(4) Perkiraan biaya konstruksi pendahuluan untuk alternatif desain.
2) Survey Lapangan
a) Survey Pendahuluan
(1) Tujuan
Tujuan survey pendahuluan adalah untuk mengumpulkan data-data
awal berdasarkan aspek-aspek yang diperlukan yang akan
digunakan sebagai dasar/referensi survey detail/survey berikutnya
dan harus dilakukan oleh seorang ahli.
(2) Lingkup Pekerjaan
Hal lain yang menjadi lingkup pekerjaan adalah :
(a) Survey Pendahuluan Desain Geometrik
1. Menentukan awal proyek ( Sta. 0 + 000 ) dan akhir proyek
yang tepat untuk mendapatkan overlapping yang baik dan
memenuhi syarat geometrik.
Pada penentuan titik awal dan titik akhir pekerjaan,
diwajibkan mengambil data sejauh 200 m sebelum titik awal
dan 200 m setelah titik akhir pekerjaan seperti disajikan
dalam Gambar 1 berikut:
J
J
2
a
a
a
la
la
n
n
a
y
t
a
a
n
u
g
R
s
e
u
n
d
c
a
a
a
h
n a
a d
T
a
r a s e
R e n c a n a t r a s e ja la n
a
K
(
o
a
a
r id
=
o r
2 0
P
0
e n
m
g
e
a
t
m
e r
b
)
ila n D a t a
Gambar 1. Koridor Pengambilan Data
2. Mengidentifikasi medan secara stationing/ urutan jarak
dengan mengelompokkan kondisi : medan datar, rolling,
perbukitan, pegunungan/ bukit curam dalam bentuk
tabelaris.
3. Mengidentifikasi/ memperkirakan secara tepat penerapan
desain geometrik (alinyemen horizontal dan vertikal)
berdasarkan pengalaman dan keahlian yang harus dikuasai
sepenuhnya oleh Highway Engineer yang melaksanakan
pekerjaan ini dengan melakukan pengukuran-pengukuran
secara sederhana dan benar (jarak, azimut, kemiringan
dengan helling meter) dan membuat sketsa desain alinyemen
horizontal maupun vertikal secara khusus untuk lokasi-
lokasi yang dianggap sulit untuk memastikan trase yang
dipilih akan dapat memenuhi persyaratan geometrik yang
dibuktikan dengan sketsa horizontal dan penampang
memanjang rencana trase jalan.
4. Di dalam penarikan perkiraan desain alinyemen horizontal
dan vertikal harus sudah diperhitungkan dengan cermat
sesuai dengan kebutuhan perencanaan untuk lokasi : galian/
timbunan, bangunan pelengkap jalan, gorong-gorong dan
jembatan (oprit jembatan), persimpangan yang bisa terlihat
dengan dibuatnya sketsa-sketsa serta tabelaris di lapangan
dari identifikasi kondisi lapangan secara stationing dari awal
sampai dengan akhir proyek.
5. Semua kegiatan ini harus sudah dikonfirmasikan sewaktu
mengambil keputusan dalam pemilihan trase dengan anggota
team yang saling terkait dalam pekerjaan ini.
6. Di lapangan harus diberi/ dibuat tanda-tanda berupa patok
dan tanda banjir dengan diberi tanda bendera sepanjang
daerah rencana dengan interval 50 m untuk memudahkan tim
pengukuran, serta pembuatan foto-foto penting untuk
pelaporan dan panduan dalam melakukan survey detail
selanjutnya.
7. Dari hasil survey ini secara kasar harus sudah bisa dihitung
perkiraan volume pekerjaan yang akan timbul serta bisa
dibuatkan perkiraan rencana biaya secara sederhana dan
diharapkan dapat mendekati final design.
(b) Survey Pendahuluan Survey Topografi.
Kegiatan yang dilakukan oleh geodetic engineer pada survey
pendahuluan adalah :
1. Menentukan awal dan akhir pengukuran serta pemasangan
patok beton Bench Mark di awal dan akhir Proyek
2. Mengamati kondisi topografi
3. Mencatat daerah-daerah yang akan dilakukan pengukuran
khusus serta, morfologi dan lokasi yang perlu dilakukan
perpanjangan koridor
4. Membuat rencana kerja untuk survey detail pengukuran.
5. Menyarankan posisi patok Bench Mark pada lokasi/ titik
yang akan dijadikan referensi.
(c) Survey pendahuluan Bangunan Pelengkap Jalan
1. Untuk lokasi yang sudah ada, existing perlu dibuatkan
inventarisasinya dengan lengkap antara lain Sta , jenis
konstruksi, dimensi, kondisi serta mengusulkan penanganan
yang diperlukan. (lihat format survey inventarisasi
jembatan).
2. Untuk lokasi yang ada aliran airnya perlu dicatat tinggi muka
air normal, muka air banjir dan muka air banjir tertinggi
pernah terjadi serta adanya tanda-tanda/ gejala-gejala erosi
yang dilengkapi dengan sket lokasi, morfologi serta karakter
aliran sungai dan dilengkapi foto-foto jika diperlukan.
3. Mendiskusikan dengan team geometrik, geologi, amdal dan
hidrologi apakah data-data dan usul penempatan lokasi serta
usul perencanaan/ penanganan sudah sesuai secara teknis.
4. Membuat sket dan kalau perlu foto-foto beserta catatan-
catatan khusus serta saran-saran yang sangat berguna
dijadikan panduan dalam pengambilan data untuk
perencanaan pada waktu melakukan survey detail nanti dan
pengaruhnya terhadap keamanan/ kestabilan.
(d) Survey Pendahuluan Geoteknik.
Kegiatan yang dilakukan pada survey pendahuluan geoteknik
adalah :
1. Melakukan pengambilan data mengenai karakteristik tanah,
perkiraan lokasi sumber material, dan mengantisipasi dan
mengidentifikasi lokasi yang akan longsor;
2. Mengidentifikasi lokasi/titik pengujian antara lain Bor,
DCP, Test PIT, geolistrik dan inclinometer;
3. Memberikan rekomendasi rencana trase alinyemen jalan;
4. Mengidentifikasi masalah-masalah geoteknik, bahaya,
resiko-resiko, dan batasan-batasan proyek;
5. Mencatat pengamatan visual menurut stasiun, patok
kilometer atau informasi lokasi lain seperti GPS.
(f) Survey Pendahuluan Drainase
Kegiatan yang dilakukan pada survey pendahuluan Drainase
adalah:
1. Mengumpulkan data curah hujan.
2. Menganalisa luas daerah tangkapan (Catchment Area).
3. Mengamati kondisi terrain pada daerah tangkapan
sehubungan dengan bentuk dan kemiringan yang akan
mempengaruhi pola aliran.
4. Mengamati tata guna lahan.
5. Menginventarisasi bangunan drainase existing.
6. Melakukan pemotretan pada lokasi-lokasi penting.
7. Membuat rencana kerja untuk survey detail.
8. Mengamati karakter aliran sungai/ morfologi yang mungkin
berpengaruh terhadap konstruksi dan saran-saran yang
diperlukan untuk menjadi pertimbangan dalam perencanaan
berikutnya.
(g) Survey Pendahuluan upah, harga satuan dan peralatan
Tim melaksanakan pengumpulan data upah, harga satuan dan
data peralatan yang akan digunakan.
(h) Keluaran survey pendahuluan meliputi :
1. Laporan seluruh hasil survey pendahuluan berkaitan dengan
konsep desain jalan da yang akan diterapkan dengan
mempertimbangkan faktor-faktor berdasarkan seluruh hasil
survey pendahuluan
2. Laporan tindak lanjut survey pendahuluan yaitu survey detail
yang didalamnya memuat beberapa survey detail yang harus
dilakukan termasuk batasan koridor pengambilan data.
b) Survey Topografi
(1) Tujuan
Tujuan pengukuran topografi dalam pekerjaan ini adalah
mengumpulkan data koordinat dan ketinggian permukaan tanah
sepanjang rencana trase jalan dan lereng di dalam koridor yang
ditetapkan untuk penyiapan peta topografi dengan skala 1:1000 yang
akan digunakan untuk perencanaan geometrik jalan dan lereng.
(2) Lingkup Pekerjaan
(a) Pemasangan patok-patok
Patok-patok BM harus dibuat dari beton dengan ukuran
10x10x75 cm atau pipa pralon ukuran 4 inci yang diisi dengan
adukan beton dan di atasnya dipasang nut dari baut dengan ujung
kepala baut (nut) diberi tanda alur silang (cross grooving),
ditempatkan pada tempat yang aman, mudah terlihat. Patok BM
dipasang setiap 1 (satu) km dan pada setiap lokasi rencana
jembatan dipasang serta pada awal dan akhir proyek minimal 2
dan ditempatkan pada daerah yang aman terhadap kemungkinan
tercabut atau berubah posisi dan mudah terlihat, masing-masing
1 (satu) pasang di setiap sisi sungai/ alur.
- Patok BM dipasang/ ditanam dengan kuat, bagian yang
tampak di atas tanah setinggi 20 cm, dicat warna kuning, diberi
lambang Bina Marga, notasi dan nomor BM dengan warna
hitam.
- Patok BM yang sudah terpasang, kemudian difoto sebagai
dokumentasi yang dilengkapi dengan nilai koordinat serta
elevasi.
- Untuk setiap titik poligon dan sifat datar harus digunakan
patok kayu yang cukup keras, lurus, dengan diameter sekitar 5
cm, panjang sekurang-kurangnya 50 cm, bagian bawahnya
diruncingkan, bagian atas diratakan diberi paku, ditanam
dengan kuat, bagian yang masih nampak diberi nomor dan
dicat warna kuning. Dalam keadaan khusus, perlu
ditambahkan patok bantu.
- Untuk memudahkan pencarian patok, sebaiknya pada daerah
sekitar patok diberi tanda-tanda khusus.
- Pada lokasi-lokasi khusus dimana tidak mungkin dipasang
patok, misalnya di atas permukaan jalan beraspal atau di atas
permukaan batu, maka titik-titik poligon dan sifat datar
ditandai dengan paku seng dilingkari cat kuning dan diberi
nomor.
(b) Pengukuran titik kontrol horizontal
- Pengukuran titik kontrol horizontal dilakukan dengan sistem
poligon, dan semua titik ikat (BM) harus dijadikan sebagai titik
poligon.
- Sisi poligon atau jarak antar titik poligon maksimum 100
meter, diukur dengan meteran atau dengan alat ukur secara
optis ataupun elektronis.
- Sudut-sudut poligon diukur dengan alat ukur theodolit dengan
ketelitian baca dalam detik. Disarankan untuk menggunakan
Total Station (TS) .
(c) Pengukuran titik kontrol vertikal
- Pengukuran ketinggian dilakukan dengan cara 2 kali berdiri/
pembacaan pergi- pulang.
- Pengukuran sifat datar harus mencakup semua titik
pengukuran (poligon, sifat datar, dan potongan melintang) dan
titik BM.
- Rambu-rambu ukur yang dipakai harus dalam keadaan baik,
berskala benar, jelas dan sama.
- Pada setiap pengukuran sifat datar harus dilakukan pembacaan
ketiga benangnya, yaitu Benang Atas (BA), Benang Tengah
(BT), dan Benang Bawah (BB), dalam satuan milimeter. Pada
setiap pembacaan harus dipenuhi: 2 BT = BA + BB.
Dalam satu seksi (satu hari pengukuran) harus dalam jumlah slag
(pengamatan) yang genap.
(d) Pengukuran situasi
- Pengukuran situasi dilakukan dengan sistem tachimetri, yang
mencakup semua obyek yang dibentuk oleh alam maupun
manusia yang ada disepanjang jalur pengukuran, seperti alur,
sungai, bukit, jembatan, rumah, gedung dan sebagainya.
- Dalam pengambilan data agar diperhatikan keseragaman
penyebaran dan kerapatan titik yang cukup sehingga dihasilkan
gambar situasi yang benar. Pada lokasi-lokasi khusus
(misalnya: sungai, persimpangan dengan jalan yang sudah ada)
pengukuran harus dilakukan dengan tingkat kerapatan yang
lebih tinggi.
- Untuk pengukuran situasi harus digunakan alat Total Station
(TS).
(e) Pengukuran Penampang Melintang.
Pengukuran penampang melintang harus dilakukan dengan
persyaratan:
Lebar koridor, Interval, (m)
Kondisi
(m) Jalan baru
- Datar, landai, 75 + 75 50
dan lurus
- Pegunungan 75 + 75 25
- Tikungan 50 (luar) + 100 25
(dalam)
Untuk pengukuran penampang melintang harus digunakan alat
Total Station (TS).
(3) Persyaratan
(a) Pemeriksaan dan koreksi alat ukur.
Sebelum melakukan pengukuran, setiap alat ukur yang akan
digunakan harus diperiksa dan dikoreksi.
Hasil pemeriksaan dan koreksi alat ukur harus dicatat dan
dilampirkan dalam laporan.
(b) Ketelitian dalam pengukuran
Ketelitian untuk pengukuran poligon adalah sebagai berikut :
1. Kesalahan sudut yang diperbolehkan adalah 10”√n, (n
adalah jumlah titik poligon dari pengamatan matahari
pertama ke pengamatan matahari selanjutnya atau dari
pengukuran Global Position System (GPS) geodetic yang
mempunyai presisi tinggi pertama ke pengukuran GPS
berikutnya).
2. Kesalahan azimuth pengontrol tidak lebih dari 5”.
(c) Perhitungan
- Perhitungan Koordinat.
Perhitungan koordinat poligon dibuat setiap seksi. Koreksi
sudut tidak boleh diberikan atas dasar nilai rata-rata, tapi harus
diberikan berdasarkan panjang kaki sudut (kaki sudut yang
lebih pendek mendapatkan koreksi yang lebih besar), dan
harus dilakukan di lokasi pekerjaan.
- Perhitungan Sifat Datar.
Perhitungan sifat datar harus dilakukan hingga 4 desimal
(ketelitian 0,5 mm), dan harus dilakukan kontrol perhitungan
pada setiap lembar perhitungan dengan menjumlahkan beda
tingginya.
- Perhitungan Ketinggian Detail.
Ketinggian detail dihitung berdasarkan ketinggian patok ukur
yang dipakai sebagai titik pengukuran detail dan dihitung
secara tachimetris.
- Seluruh perhitungan sebaiknya menggunakan sistim
komputerisasi.
(d) Penggambaran
- Penggambaran poligon harus dibuat dengan skala 1 : 1.000.
- Garis-garis grid dibuat setiap 10 Cm.
- Koordinat grid terluar (dari gambar) harus dicantumkan harga
absis (x) dan ordinat (y)-nya.
- Pada setiap lembar gambar dan/ atau setiap 1 meter panjang
gambar harus dicantumkan petunjuk arah Utara.
- Penggambaran titik poligon harus berdasarkan hasil
perhitungan dan tidak boleh dilakukan secara grafis.
- Setiap titik ikat (BM) agar dicantumkan nilai X,Y,Z-nya dan
diberi tanda khusus.
(e) Titik kontrol horisontal diukur dengan menggunakan metode
penentuan posisi Global Positioning System (GPS) secara
diferensial. GPS atau nama lengkapnya NAVSTAR GPS
merupakan singkatan dari Navigation Satellite Timing and
Ranging Global Positioning System. Metode yang digunakan
adalah metode diferensial dengan menggunakan lebih dari satu
receiver GPS dimana minimal satu titik digunakan sebagai titik
referensi (base station) dan yang lainnya ditempatkan pada titik
yang akan diukur. Titik referensi yang digunakan adalah titik
referensi Bakosurtanal ataupun Badan Pertanahan Nasional.
Untuk merapatkan titik kontrol horisontal dapat dilakukan
pengukuran menggunakan metode poligon dengan menggunakan
alat Total Station;
(f) Pengukuran dengan menggunakan GPS dilakukan setiap interval
5000 m (setiap 5 Km)
(g) Pengukuran Titik Kontrol Horisontal Harus menggunakan Jenis
Total Station (TS) dengan Ketelitian 10√n untuk sudut serta
10√D untuk jarak;
(h) Pengukuran untuk titik control Vertikal harus mengunakan
peralatan Waterpass jenis auto level dengan ketelitian 2 mm.
Semua hasil perhitungan titik pengukuran detail, situasi, dan
penampang melintang harus digambarkan pada gambar polygon,
sehingga membentuk gambar situasi dengan interval garis ketinggian
(contour) 1 meter.
(4) Keluaran
Keluaran survey Topografi meliputi :
(a) Laporan survey Topografi meliputi :
- Data pengukuran dan hitungan pengukuran topografi yang
telah diterima.
- Data Koordinat dan elevasi Bench Mark.
- Foto dokumentasi proses pengukuran dan Bench Mark
(b) Peta tofografi (peta transies) dengan skala yang disesuaikan
dengan jenis perencanaan yang akan dilakukan
c) Survey Drainase.
(1) Tujuan
Tujuan survey drainase yang dilaksanakan dalam pekerjaan ini
adalah untuk mengumpulkan data hidrologi dan karakter/ perilaku
aliran air pada bangunan air yang ada (sekitar jembatan maupun
jalan), guna keperluan analisis hidrologi, penentuan debit banjir
rencana (elevasi muka air banjir), perencanaan teknis drainase dan
bangunan pengaman terhadap gerusan, river training (pengarah arus)
yang diperlukan.
(2) Lingkup Pekerjaan
Lingkup pekerjaan survey drainase ini meliputi:
(a) Mengumpulkan data curah hujan harian maksimum (mm/hr)
paling sedikit dalam jangka 10 tahun pada daerah tangkapan
(catchment area) atau pada daerah yang berpengaruh terhadap
lokasi pekerjaan, data tersebut bisa diperoleh dari Badan
Meteorologi dan Geofisika dan/ atau instansi terkait di kota
terdekat dari lokasi perencanaan.
(b) Mengumpulkan data bangunan pengaman yang ada seperti
gorong-gorong, jembatan, selokan yang meliputi: lokasi,
dimensi, kondisi, tinggi muka air banjir.
(c) Menganalisis data curah hujan dan menentukan curah hujan
rencana, debit dan tinggi muka air banjir rencana dengan periode
ulang 10 tahunan untuk jalan arteri, 7 tahun untuk jalan kolektor,
5 tahunan untuk jalan lokal dan 50 tahunan jembatan dengan
metode yang sesuai.
(d) Menganalisa pola aliran air pada daerah rencana untuk
memberikan masukan dalam proses perencanaan yang aman.
(e) Menghitung dimensi dan jenis bangunan pengaman yang
diperlukan.
(f) Menentukan rencana elevasi aman untuk jalan/ jembatan
termasuk pengaruhnya akibat adanya bangunan air (aflux).
(g) Merencanakan bangunan pengaman jalan/ jembatan terhadap
gerusan samping atau horisontal dan vertikal.
(3) Persyaratan
Proses analisa perhitungan harus mengacu pada Standar Nasional
Indonesia (SNI) No: 03-3424-1994 atau Standar Nasional Indonesia
(SNI) No: 03-1724-1989 SKBI-1.3.10.1987 (Tata Cara Perencanaan
Hidrologi dan Hidrolika untuk Bangunan di Sungai), Pedoman
Perencanaan Drainase Jalan Pd.T.02-2006-B, Manual Hidrolika
untuk Jalan dan Jembatan No.01/BM/05, serta pedoman lain yang
dipersyaratkan.
(4) Keluaran
Keluaran yang dihasilkan dari Survey Drainase adalah berupa
Laporan Drainase yang di dalamnya memuat:
(a) Data identifikasi semua aliran air yang ada dan lintasan-lintasan
drainase
(b) Daerah-daerah tangkapan berdasarkan peta-peta topografi
(c) Informasi histori banjir yang tersedia (tingkatan dan tanggal
kejadian)
(d) Lokasi-lokasi drainase yang ada meliputi permasalahan banjir
(e) Acuan banjir/sumber informasi drainase
(f) Kapasitas aliran air dan debit aliran air permukaan yang akan
diterima oleh drainase yang akan direncanakan
(g) Data curah hujan yang digunakan dalam desain drainase
(h) Dimensi saluran dan gorong-gorong
(i) Potensi erosi baik erosi tebing maupun erosi dasar sungai/saluran
baik erosi umum maupun lokal.
d) Survey Geoteknik
(1) Tujuan
(a) Tujuan utama dari penyelidikan geoteknik lapangan dan bawah
permukaan adalah untuk memberikan informasi tentang kondisi
bawah permukaan tanah, bahaya geoteknik, dan ketersediaan
tanah, agregat dan batuan pada perencana
(b) Sangat disarankan untuk menggunakan Pedoman Geoteknik
untuk penyelidikan tanah lunak Pd.T-9-2002-B dan pengujian
laboratorium untuk tanah lunak Pt.M-01-2002-B bilamana
terdapat suatu kondisi tanah dasar yang lunak (Soft soil).
(2) Lingkup
Kegiatan penyelidikan geoteknik untuk jalan dan lereng meliputi:
(a) Pengambilan contoh tanah dari sumuran uji 25 - 40 kg untuk
setiap contoh tanah. Setiap contoh tanah harus diberi identitas
yang jelas (nomor sumur uji, lokasi, kedalaman). Penggalian
sumuran uji dilakukan pada setiap jenis satuan tanah yang
berbeda atau maksimum 5 km bila jenis tanah sama, dengan
kedalaman 1-2 m. Setiap sumuran uji yang digali dan contoh
tanah yang diambil harus difoto. Dalam foto harus terlihat jelas
identitas nomor sumur uji, dan lokasi. Ukuran test pit panjang 1,5
m (Utara-Selatan) lebar 1,0 m, Log sumuran uji digambarkan
dalam 4 bidang, dengan deskripsi yang lengkap dan 1 kolom
untuk unit satuan batuan. (lihat daftar lampiran)
(b) Pengambilan contoh tanah tak terganggu
Pengambilan contoh tanah tak terganggu dilakukan dengan cara
bor tangan menggunakan tabung contoh tanah (“split tube” untuk
tanah keras atau “piston tube” untuk tanah lunak). Setiap contoh
tanah harus diberi identitas yang jelas (nomor bor tangan, lokasi,
kedalaman). Pemboran tangan dilakukan pada setiap lokasi yang
diperkirakan akan ditimbun (untuk perhitungan penurunan)
dengan ketinggian timbunan lebih dari 4 meter dan pada setiap
lokasi yang diperkirakan akan digali (untuk perhitungan
stabilitas lereng) dengan kedalaman galian lebih dari 6 meter;
dengan interval sekurang-kurangnya 100 meter dan/atau setiap
perubahan jenis tanah dengan kedalaman sekurang-kurangnya 4
meter.
Setiap pemboran tangan dan contoh tanah yang diambil harus
difoto. Dalam foto harus terlihat jelas identitas nomor bor tangan,
dan lokasi.
Semua contoh tanah harus diamankan baik selama penyimpanan
di lapangan maupun dalam pengangkutan ke laboratorium.
(c) Penyelidikan Geologi
Penyelidikan meliputi pemetaan geologi permukaan detail
dengan peta dasar topografi skala 1:250.000 sampai dengan skala
1:100.000. Pencatatan kondisi geoteknik di sepanjang rencana
trase jalan untuk setiap jarak 500 – 1000 meter.
(d) Pemboran Mesin
Pemboran mesin dilaksanakan dengan ketentuan – ketentuan
sebagai berikut:
- Pada dasarnya mengacu pada ASTM D2113-94.
- Pendalaman dilakukan menggunakan system putar (rotary
drilling) dengan diameter mata bor minimum 75 mm.
- Putaran bor untuk tanah lunak dilakukan dengan kecepatan
maksimum 1 putaran perdetik
- Kecepatan penetrasi dilakukan maksimum 30 mm perdetik
- Kestabilan galian atau lubang bor pada daerah deposit yang
lunak dilakukan dengan menggunakan bentonite (drilling
mud) atau casing dengan diameter minimum 100mm
- Apabila drilling mud digunakan pelaksana harus menjamin
bahwa tidak terjadi tekanan yang berlebih pada tanah
- Apabila casing digunakan, casing dipasang setelah
mencapai 2 m atau lebih. Posisi dasar casing minimal
berjarak 50 cm dari posisi pengambilan sampel berikutnya
(e) Sondir (Pneutrometer Static)
Sondir dilakukan untuk mengetahui kedalaman lapisan tanah
keras, menetukan lapisan – lapisan tanah berdasarkan tahanan
ujung konus dan daya lekat tanah setiap kedalaman yang
diselidiki, alat ini hanya dapat digunakan pada tanah berbutir
halus, tidak boleh digunakan pada daerah aluvium yang
menggunakan komponen brangkal dan kerikil serta batu
gamping yang berongga, karena hasilnya akan memberikan
indikasi lapisan tanah keras yang salah. Ada dua macam alat
sondir yang digunakan:
- Sondir ringan dengan kapasitas 2,5 ton
- Sondir berat dengan kapasitas 10 ton
Pembacaan dilakukan pada setiap penekanan pipa sedalam 20
cm, pekerjaan sondir dihentikan apabila pembacaan pada
manometer berturut – turut menunjukan harga > 150kg/cm2 , alat
sondir terangkat ke atas, apabila pembacaan.
Manometer belum menunjukan angka yang maksimum, maka
alat sondir perlu diberi pemberat yang diletakkan pada baja kanal
jangkar.
Hasil yang diperoleh adalah nilai sondir (qc) atau perlawanan
penetrasi konus dan jumlah hambatan pelekat pelekat (JHP)
secara kumulatif.
Pemboran mesin dilakukan pada kondisi tanah ekspansif atau
tanah lunak.
(f) Geolistrik
Geolistrik digunakan untuk mempelajari keadaan bawah
permukaan dengan cara mempelajari sifat aliran listrik di dalam
batuan di bawah permukaan bumi. Resistivitas batuan menjadi
perhatian khusus untuk hidrogeologi yang memungkinkan untuk
membedakan antara air tawar dan air asin, antara akuifer berpasir
batuan lunak dan material lempung, antara batuan keras akuifer
berpori/pecahan batuan dan batu lempung yang memiliki
permeabel rendah dan batu napal antara rekahan yang menahan
air dan batuan induk padatnya. Tahanan dari tanah diukur dengan
arus yang disuntikkan dan menghasilkan perbedaan potensial
pada permukaan. Dibutuhkan dua pasang elektroda yaitu
pasangan elektroda pertama A dan B digunakan untuk
menginjeksi arus, sedangkan pasangan elektroda kedua elektroda
M dan N adalah untuk menghitung besar beda potensial
pengukuran.
(g) Lokasi Quarry
Penentuan lokasi quarry baik untuk perkerasan jalan, struktur
jembatan, maupun untuk bahan timbunan (borrow pit)
diutamakan yang ada di sekitar lokasi pekerjaan. Bila tidak
dijumpai, maka harus menginformasikan lokasi quarry lain yang
dapat dimanfaatkan.
Penjelasan mengenai quarry meliputi jenis dan karakteristik
bahan, perkiraan kuantitas, jarak ke lokasi pekerjaan, serta
kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul dalam proses
penambangannya, dilengkapi dengan foto-foto.
(3) Keluaran
Keluaran dari survey geologi/geoteknik berupa:
(a) Laporan penyelidikan tanah yang di dalamnya memuat:
• tanah berupa nilai CBR
• properties tanah berupa nilai strength dan index properties of
soil
• kadar air
• berat jenis
(b) Peta penyebaran tanah yang di dalamnya memuat:
• kondisi lapisan tanah
• daerah rawan longsor
(c) Foto Dokumentasi
3) Proses Desain
a) Tujuan
Persiapan desain ini bertujuan :
(1) mempersiapkan dan mengumpulkan data-data awal.
(2) menetapkan desain sementara dari data awal untuk dipakai sebagai
panduan survey pendahuluan.
(3) menyiapkan dokumen perencanaan teknis yang terdiri dari gambar
desain, spesifikasi, engineering estimate.
b) Lingkup Pekerjaan
Hal yang menjadi lingkup pekerjaan adalah :
(1) Pengolahan dan analisis data
(2) Perhitungan Perencanaan
c) Persyaratan
Proses perencanaan harus mengacu pada Standar, Pedoman yang berlaku
seperti standar atau pedoman yang tertulis pada acuan normatif atau
referensi lain yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja.
d) Penggambaran
Penggambaran Desain Penanganan Jalan:
• Alinyemen Horisontal dengan Skala 1:500
• Alinyemen Vertikal dengan Skala 1:50
• Potongan Melintang Skala Horisontal 1:100, Skala Vertikal 1:50
4) Pengendalian proses perencanaan.
Pengendalian pada saat proses perencanaan dilakukan agar desain yang
dihasilkan memenuhi persyaratan secara teknis, proses pengendalian
dilakukan terhadap :
a) Konsep desain awal berdasarkan data sekunder harus mendapat
persetujuan dari Kepala satuan kerja atau pejabat pembuat komitmen.
b) Konsep desain berdasarkan data survey pendahuluan dan survey detail
yang merupakan review terhadap desain awal harus diperiksa dan
diasistensikan kepada Kepala satuan kerja atau pejabat pembuat
komitmen.
c) Pemeriksaan dan Asistensi perencanaan secara bertahap wajib
dilaksanakan oleh pelaksana kegiatan kepada Kepala Satuan Kerja
/Pejabat Pembuat Komitmen
d) Pengecualian terhadap desain yang tidak memenuhi standar harus
mendapat persetujuan dari pejabat setingkat eselon I.
Penggunaan teknologi baru dapat digunakan apabila diterima oleh Tim yang dibentuk
oleh pejabat Eselon II dan mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Bina Marga.
Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah:
7. Keluaran a. Laporan Program Mutu dan RKK
b. Laporan Detail Desain
• Gambar Perencanaan Teknis (Desain) jalan/jembatan dalam ukuran kertas
A3, agar dapat digunakan pada saat penerapan di lapangan.
• Laporan perencanaan tebal perkerasan lentur / perkerasan kaku termasuk
analisisnya
• Laporan Geologi/Geoteknik yang didalamnya memuat seluruh
penyelidikan tanah serta peta penyebaran tanah serta foto dokumentasi.
• Laporan Topografi yang didalamnya memuat seluruh data pengukuran
termasuk hasil perhitungan serta foto dokumentasi;
• Laporan Drainase yang didalamnya memuat seluruh data survey hidrologi
termasuk analisis perhitungan.
c. Laporan Engineering Estimate
d. Laporan konsep metode konstruksi
e. Laporan Rancangan Konseptual SMKK
Standar Dokumen Lelang termasuk didalamnya Spesifikasi Teknis
8. Peralatan,
Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang dapat
Material,
digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa:
Personel
a. Laporan dan Data
dan Fasilitas
Dokumen Kontrak Penyedia Jasa Konstruksi.
dari Pejabat
b. Akomodasi dan Ruangan Kantor (bila ada)
Pembuat
Tidak ada
Komitmen
c. Staf Pengawas/Pendamping
Pejabat Pembuat Komitmen akan mengangkat petugas atau wakilnya yang
bertindak sebagai pengawas atau pendamping / counterpart atau project
officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi)
Ada / Tidak ada fasilitas yang disediakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang
dapat digunakan oleh penyedia jasa konsultansi.
Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang
9. Peralatan
dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.
dan
Material
a. Sewa Kendaraan Roda Empat
dari
- Minumal kapasitas 1500 cc
Penyedia
- 7 seat
Jasa
- Termasuk pengemudi
Konsultansi
- Include BBM
- Paling Lama Keluaran Tahun 2018
b. Alat Pelindung Diri
- Sepatu 12 Buah
- Helm 12 Buah
- Rompi 12 Buah
- First Aid Kit 2 Buah
- APD Buruh 30 Set
- Sarung Tangan 2 Lusin
c. Pengadaan Drone
- DJI Mavic 3 Pro Drone with Fly More Combo & DJI RC
- RC Remote
- Pair of Control Sticks
- 3 x Intelligent Flight Battery
- 6 x Pair of Low-Noise Propellers
- 100W USB-C Power Adapter
- 100W USB-C Power Adapter AC Power Cable
- 100W Battery Charging Hub
- Storage Cover
- ND Filter Set (ND8, ND16, ND32, dan ND64)
- 2 x USB-C Cable
- Shoulder Bag
d. Sewa Laptop
- CPU AMD Ryzen 7/ Core i7
- Display 14”
- Ram 16 Gb
- Storage 512 GB SSD
- Graphics NVIDIA GeForce
e. Sewa Printer Color A4
- Fitur printer: print, copy dan scan
- Inkjet
- Resolusi printer 5760 x 1440 dpi
- Kecepatan cetak: black 10 ipm dan colour 15 ipm
f. Sewa Printer Laserjet Color A3
- Fitur print, copy dan scan
- Speed print Min 30 ppm
- Paper A4, letter, up to A3+
- Koneksi USB, Wi-Fi Direct
g. Sewa Mess lapangan
- Luasan minimal 36 m2
h. Sewa Total Station
- Prisma EDDM distance 4000 m
- Prisma EDM Accuracy 2mm+2ppm
- Non Prisma distance 500 m
- Non Prisma Accuracy 3mm+2ppm
- Display Graphic LCD
i. Geolistrik
- Sewa peralatan geolistrik (resistivity meter, elektroda, kabel arus, kabel
potensial, palu)
- Target kedalaman minimal sesuai dengan kedalaman tanah keras hasil bor
- Include mobilisasi, demobilisasi, pengukuran dan pelaporan
10. Jangka
Masa pelaksanaan Kontrak Jasa Konsultan ini adalah: 210 Hari Kalender
Waktu
Penyelesaian
Masa pelaksanaan Kontrak tersebut berlaku untuk semua kegiatan seperti yang
Pekerjaan
dijabarkan dalam KAK ini belum termasuk layanan dukungan pasca perencanaan.
11. Personel Kualifikasi
Tingkat Jumlah
Posisi Pengal
Pendidika Jurusan Keahlian Orang
aman
n Bulan
Tenaga Ahli :
Team Leader Teknik Ahli Madya
S2 5 Thn 7,0
Sipil Teknik Jalan
Geotechnic Teknik Ahli Madya
S1 5 Thn 6,0
Engineer Sipil Teknik Geoteknik
Geologi Teknik Ahli Madya
S1 5 Thn 5,0
Engineer Geologi Teknik Geoteknik
Teknik Ahli Madya
Geodetic
S1 Sipil / Teknik Geodesi 5 Thn 5,0
Engineer
Geodesi
Cost Estimate Teknik Ahli Madya
S1 8 Thn 4,0
Engineer Sipil Teknik Jalan
Teknik Ahli Madya
Drainage/
Sipil Teknik Jalan
Hidrology S1 5 Thn 4,0
dan/atau Ahli
Engineer
Madya SDA
Teknik Ahli Muda Ahli
Ahli K3
S1 Sipil/Ling K3 Konstruksi 3 Thn 3,5
Konstruksi
kungan
Tenaga Pendukung
Ass.
Teknik
Geotechnic S1 5,0
Sipil
Engineer - 1
Ass.
Teknik
Geotechnic S1 5,0
Sipil
Engineer – 2
Teknik
Ass. Geologi
S1 Sipil / 5,0
Engineer
Geodesi
Surveyor-1 D3 Teknik 3,5
Surveyor-2 D3 Teknik 3,5
Drafter
CAD/3D D4/S1 4,0
Modelling-1
Drafter
CAD/3D D4/S1 4,0
Modelling-2
SMA
Op Komputer 7,0
Sederajat
1. Team Leader
Persyaratan minimal berpendidikan Magister Teknik (S-2) jurusan Teknik
Sipil/atau disiplin terkait lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan
tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau
perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi yang berpengalaman
profesional dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang perencanaan dan desain jalan
sekurang- kurangnya 5 (lima) tahun dan bersertifikasi keahlian SKA Ahli Teknik
Jalan-Madya (202) dan Sertifikat Keahlian Ahli (SKA) Madya Bidang Teknik
Jembatan (203) pengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan jasa konsultansi untuk
proyek- proyek desain jalan dan jembatan Minimal 2 tahun pengalaman pada posisi
serupa di proyek dengan skala dan sifat yang sama serta kemampuan untuk
melaksanakan desain pemeliharaan dan rehabilitasi jalan, survei dan investigasi
terkait serta dokumentasi kontrak. Tugas utamanya tidak terbatas pada:
• Bertanggung jawab secara keseluruhan untuk elaborasi desain jalan dan
pengelolaan Tim Konsultan
• Koordinasi antar disiplin di antara berbagai disiplin perencanaan guna
memastikan bahwa perencanaan dan kegiatan-kegiatan terkait terkoordinasi
dengan baik dan tepat waktu antar disiplin dan anggota tim
• Memantau kinerja, tenggat waktu, kemajuan, dan mengelola risiko serta
memastikan bahwa hasil yang diserahkan bermutu dan penyerahan tepat
waktu
• Berkoordinasi dan berhubungan dengan PPK dan pemangku kepentingan lain
• Pengetahuan menyeluruh yang mendalam tentang desain rinci proyek jalan
• Pengetahuan tentang standar nasional dan internasional untuk desain,
investigasi, survei, dan pekerjaan pembangunan/ rehabilitasi
• Keterampilan penulisan laporan dan penyajian lisan.
2. Geotechnic Engineer
Persyaratan minimal berpendidikan Sarjana Teknik Sipil/Geoteknik (S-1) lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara dan berpengalaman sekurang-
kurangnya 5 (lima) tahun dibidang geologi/geoteknik, serta bersertifikasi keahlian
SKA Ahli Geoteknik – Madya (216) pengalaman terlibat dalam investigasi, analisis
dan desain geologi/geoteknik, diutamakan yang bekerja pada perusahaan jasa
konsultan. Minimal 3 tahun pengalaman pada posisi serupa di proyek yang skala
dan sifatnya serupa, dengan kemampuan melaksanakan analisis geoteknik dan
prosedur desain untuk berbagai kondisi dan skenario, berpengalaman luas dalam
mengkoordinir dan mengawasi kegiatan survei dan investigasi terkait. Memiliki
pengetahuan tentang standar nasional dan internasional untuk desain geoteknik,
investigasi, survei, dan pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi. Berkoordinasi
dengan anggota tim lain dalam kegiatan- kegiatan yang terkait desain untuk
menghasilkan desain dan dokumentasi yang bermutu. Tenaga ahli harus memiliki
sertifikasi keahlian di bidang geoteknik yang dikeluarkan oleh HATTI (Himpunan
Ahli Teknik Tanah Indonesia) dengan level minimum G1 (Ahli Madya)
3. Geologi Engineer
Mempunyai Sertifikat Keahlian Ahli (SKA) Madya Teknik Geoteknik (216) yang
dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembang
Jasa Konstruksi (LPJK).
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Geologi Strata. 1. (S.1) lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri
yang telah diakreditasi dan berpengalaman melaksanakan pekerjaan sejenis lebih
dari 3 Tahun diutamakan/disukai perencanaan jalan, diutamakan yang telah
mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga
ahli tersebut tugas utamanya mengindetifikasi keadaan geologi, merencanakan dan
melaksanakan semua kegiatan yang mencakup pelaksanaan penyelidikan tanah di
lapangan dan di laboratorium, pengolahan dan analisis data tanah, dan perhitungan-
perhitungan mekanika tanah, serta harus menjamin bahwa data, analisis dan
perhitungan mekanika tanah yang dihasilkan adalah benar, akurat, siap digunakan,
dapat memberikan masukan yang rinci mengenai kondisi, sifat-sifat dan stabilitas
badan jalan untuk tahap perencanaan teknik jalan dan lereng.
4. Geodetic Engineer
Mempunyai Sertifikat Keahlian Ahli (SKA) Madya Teknik Geodesi (217) yang
dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembang
Jasa Konstruksi (LPJK).
Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil Strata. 1. (S.1) lulusan
universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah
diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri
yang telah diakreditasi dan berpengalaman melaksanakan pekerjaan sejenis lebih
dari 3 Tahun diutamakan/disukai perencanaan jalan,diutamakan yang telah
mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga
ahli tersebut tugas utamanya membantu Team Leader/Ketua Tim,
bertanggungjawab mengendalikan pengawasan lapangan dan juru ukur serta
memberi petunjuk dalam pelaksanaan survei pengukuran (primer) dan
pengumpulan data sekunder leger jalan dimaksud untuk wilayah yang telah
ditentukan, memeriksa hasil olahan semua data hasil survei sekunder dan data
primer yang berada di bawah tanggung jawabnya, bertanggung jawab atas kualitas
pengumpulan data mencakup kebenaran, ketelitian, kemutakhiran dan kelengkapan
hasil survei yang dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditetapkan, bertanggung
jawab atas kualitas hasil pengolahan data leger jalan dalam wilayah pekerjaan yang
menjadi tanggung jawabnya sehingga dapat digunakan untuk tahap perencanaan
teknis jalan.
5. Cost Estimate Engineer
Persyaratan minimal berpendidikan Sarjana Teknik Sipil (S-1) lulusan universitas/
perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau
yang telah lulus ujian negara yang berpengalaman sekurang - kurangnya 8
(delapan) tahun, serta bersertifikasi keahlian SKA Ahli Teknik Jalan – Madya
pengalaman terlibat dalam perhitungan kuantitas dan perkiraan harga untuk
proyek- proyek pembangunan, pemeliharaan dan rehabilitasi jalan, diutamakan
yang bekerja pada perusahaan jasa konsultan atau kontraktor pekerjaan.
Minimal 4 tahun pengalaman pada posisi serupa di proyek yang skala dan sifatnya
serupa, dengan kemampuan melaksanakan analisis harga satuan proyek,
quantities take off, penyusunan Daftar Kuantitas dan Harga, serta perkiraan biaya
kontrak pelaksanaan pekerjaan. Pengetahuan tentang pedoman dan manual
perkiraan biaya, serta prosedur legislatif pemerintah dan ketentuan untuk praktik
terbaik pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan. Berkoordinasi dengan anggota
tim lain dalam kegiatan-kegiatan yang terkait desain untuk menghasilkan desain
dan dokumentasi yang bermutu.
6. Drainage/Hydrology Engineer
Persyaratan minimal berpendidikan Sarjana Teknik Sipil (S-1) lulusan universitas/
perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau
yang telah lulus ujian negara yang berpengalaman sekurang – kurangnya 5 (lima)
tahun, serta bersertifikasi keahlian SKA Ahli Teknik Jalan atau Ahli Sumber Daya
Air – Madya pengalaman terlibat dalam survei-survei, investigasi, dan analisis yang
terkait hidrologi dan drainase jalan, diutamakan yang bekerja pada perusahaan jasa
konsultan. Minimal 3 tahun pengalaman pada posisi serupa di proyek yang skala
dan sifatnya serupa, dengan kemampuan melaksanakan prosedur desain drainase
jalan untuk berbagai kondisi dan skenario, berpengalaman luas dalam
mengkoordinir dan mengawasi kegiatan survei dan investigasi terkait.
Berkoordinasi dengan anggota tim lain dalam kegiatan-kegiatan yang terkait
desain untuk menghasilkan desain dan dokumentasi yang bermutu.
7. Ahli K3 Konstruksi
Persyaratan minimal setingkat S1 Teknik dengan pengalaman kerja 3 tahun di
bidang K3 Konstruksi atau S1Program Studi K3 dengan pengalaman kerja
minimal 4 tahun di bidang K3 Konstruksi. Memiliki sertifikat keahlian K3
Konstruksi yang dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan pengesahan oleh
Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Menguasai perencanaan dan
implementasi SMKK, dapat melakukan identifikasi bahaya dan pengendalian
risiko, menyusun rancangan konseptual SMKK, memahami standar pemeriksaan
dan pengujian. Tugas utama tenaga ahli adalah membantu Ketua Tim dalam
menyusun Rancangan Konseptual SMKK dan tugas lain yang relevan dengan
Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi.
Untuk membantu kelancaran pekerjaan maka Tenaga Ahli tersebut diatas dibantu oleh
Tenaga Sub-Professional Staff dengan persyaratan Asisten Muda (S1). Adapun jumlah
tenaga Sub-Professional Staff sebagai berikut :
a. Ass. Geodetic Engineer bertugas membantu tugas-tugas Geodetic Eng. dalam
perencanaan dan keluaran hasil pekerjaan jalan dan jembatan dan Ass. Geodetic
Eng. yang bertugas membantu Team Leader dalam melakukan pekerjaan lain
terkait tugas dan tanggung jawab pada paket Perencanaan Teknis Jalan dan
Jembatan (DED), sebanyak 1 Orang.
b. Ass. Geotechnic Engineer bertugas membantu tugas-tugas Geotechnic Eng.
dalam perencanaan dan keluaran hasil pekerjaan jalan dan jembatan dan Ass.
Soil Material Eng. yang bertugas membantu Team Leader dalam melakukan
pekerjaan lain terkait tugas dan tanggung jawab pada paket Perencanaan Teknis
Jalan dan Jembatan (DED), sebanyak 2 Orang.
Surveyor bertugas membantu Team Leader dalam pengawasan dan pengukuran
pekerjaan dilapangan, terkait perencaan jalan dan jembatan serta melakukan pekerjaan
lain terkait tugas dan tanggung jawab pada paket Perencanaan Teknis, sebanyak 2
Orang. Selain itu diperlukan tenaga-tenaga pendukung untuk membantu kelancaran
kegiatan yang terdiri dari: Drafter CAD 2 orang dan Operator Komputer 1 orang.
12. Jadwal BULAN
NO URAIAN KEGIATAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER
Tahapan 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
Persiapan
Pelaksanaa
1 Pembentukan Tim Survey
Penyusunan Rencana kerja dan Ruang
n Pekerjaan 2 Lingkup kerja
3 Penyusunan Rencana Survey
Survey Pendahuluan
4 Pendahuluan Geometrik
5 Pendahuluan Existing Jalan
6 Pendahuluan Topografi
7 Pendahuluan Banguna Pelengkap
8 Pendahuluan Geologi
9 Pendahuluan Geoteknik
Survey Detail
10 Survey Detail Topografi
11 Survey Detail Hidrologi
12 Survey Detail Geoteknik
Perencanaan Teknis
13 Pengujian Laboratorium
14 Perhitungan Struktur dan Detail
15 Perhitungan Kuantitas dan Biaya
16 Penggambaran
17 Penyusunan Kuantitas dan Biaya
Pembahasan dan Pengumpulan laporan
18 Presentasi desain
19 Koreksi Perbaikan
20 Finalisasi Desain
21 Laporan RMK
22 Laporan Program Mutu
23 Laporan Pendahuluan
24 Laporan Antara
25 Laporan Draft Akhir
26 Laporan Akhir
Laporan
13. Laporan Laporan Program Mutu ialah dokumen penjamin mutu terhadap pelaksanaan proses
Program kegiatan dan hasil kegiatan dan Laporan Rencana Keselamatan Konstruksi adalah
Mutu dan dokumen telaah tentang Keselamatan Konstruksi yang memuat elemen SMKK yang
RKK merupakan satu kesatuan dengan dokumen kontrak. Laporan ini mengacu pada
Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 10 Tahun 2021
tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi.
Laporan disusun setelah menerima Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan dibahas
pada Rapat Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan. Laporan harus disahkan sebelum
memulai pekerjaan dan diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.
Laporan harus diserahkan saat rapat persiapan pelaksanaan pekerjaan sebanyak 5 (lima)
buku laporan
Laporan dibuat sejak SPMK dan diserahkan paling lambat sebelum mobilisasi.
14. Laporan Laporan Pendahuluan memuat: Pemahaman terhadap KAK, Metodologi dan Rencana
Pendahuluan Kerja, Menyampaikan Kriteria Desain secara detail, Hasil Scanning Perencanaan Awal,
Pengenalan Lokasi Awal, Organisasi Pelaksanaan kegiatan, dan Jadwal pelaksanaan
termasuk persiapan survei
Laporan harus diserahkan selambat – lambatnya: 42 hari kerja sejak SPMK diterbitkan
sebanyak 5 (lima) buku laporan.
15. Laporan Laporan Antara yang memuat hasil sementara pelaksanaan kegiatan: Hasil
Antara pengumpulan data sekunder maupun data primer, Hasil kajian terhadap data survei,
Konsep perencanaan, Progres kegiatan dan rencana selanjutnya.
Laporan harus diserahkan selambat – lambatnya: 126 hari kerja sejak SPMK
diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.
16. Laporan Laporan Draft Akhir memuat: Draft desain termasuk memuat kriteria desain yang
Draft Akhir diambil, Gambar rencana, Konsep Dokumen Lelang, Progres Kegiatan, Kesimpulan
dan Rekomendasi.
Laporan harus diserahkan selambat – lambatnya: 147 hari kerja sejak SPMK
diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.
17. Laporan Laporan Akhir yang memuat:
Akhir • Penyempurnaan laporan dan progres perencanaan.
• Detailed Engineeering Design
• Estimasi biaya
• Dokumen tender, sesuai dengan dokumen tender standar yang disyaratkan oleh
pengguna jasa
Laporan harus diserahkan selambat – lambatnya: 210 hari kerja sejak SPMK
diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.
18. Laporan Laporan Teknis yang dihasilkan
Perencanaa a. Laporan perencanaan
n Teknis
Laporan perencanaan ini dipisahkan berdasarkan paket pekerjaan masing-masing
laporan berisi:
- Daftar isi.
- Peta lokasi proyek
- Daftar bangunan pelengkap.
- Uraian yang berisi data perencanaan beserta perhitungan struktur
bangunan bawah beserta pondasinya, drainase, jalan dan lain-lain.
- Gambar rencana yang dibuat di atas kertas A3.
b. Laporan perkiraan kuantitas dan biaya
Laporan ini berisi perkiraan kuantitas dan biaya yang dihitung untuk tiap item
pekerjaan yang kemudian digabungkan sebagai kesimpulan perkiraan biaya.
Laporan perkiraan kuantitas dan biaya ini dipisahkan sesuai dengan pekerjaan
yang dilaksanakan dengan isi sebagai berikut:
- Daftar isi.
- Peta lokasi proyek.
- Daftar bangunan pelengkap/jembatan.
- Perhitungan perkiraan kuantitas.
- Analisa biaya.
- Perkiraan biaya.
c. Laporan penyelidikan tanah
Laporan Akhir Geoteknik harus mencakup sekurang-kurangnya pembahasan
mengenai hal-hal berikut:
- Data proyek.
- Peta situasi proyek yang menunjukkan secara jelas lokasi proyek
terhadap kota besar terdekat.
- Kondisi badan jalan yang ada sepanjang trase jalan.
- Batuan penyusun (stratigrafi) sepanjang trase jalan. Untuk peta
penyebaran batuan disiapkan dalam kertas HVS ukuran A3 dan
diwarnai sesuai dengan standar pewarnaan geologi dan diberi notasi.
- Hasil akhir pemeriksaan laboratorium dijadikan acuan untuk
perbaikan hasil deskripsi secara visual.
- Penyebaran jenis tanah sepanjang trase jalan. Untuk peta penyebaran
tanah disiapkan dalam kertas ukuran A3 dan diwarnai sesuai dengan
standar pewarnaan geologi dan diberi notasi.
- Analisis perhitungan konstruksi timbunan dan stabilitas lereng (bila
ada).
- Analisis longsoran sepanjang trase jalan (bila ada).
- Sumber bahan konstruksi jalan (jenisnya dan perkiraan volume
cadangan).
- Gejala struktur geologi yang ada (kekar, sesar/ patahan dsb.) beserta
lokasinya (bila ada).
- Rekomendasi.
d. Laporan Topografi
Laporan topografi mencakup sekurang-kurangnya pembahasan mengenai hal-
hal berikut:
- Data proyek.
- Peta situasi proyek yang menunjukkan secara jelas lokasi proyek
terhadap kota besar terdekat.
- Kegiatan perintisan untuk pengukuran.
- Kegiatan pengukuran titik kontrol horizontal.
- Kegiatan pengukuran titik kontrol vertikal.
- Kegiatan pengukuran situasi.
- Kegiatan pengukuran penampang melintang.
- Kegiatan pengukuran khusus (bila ada).
- Perhitungan dan penggambaran.
- Peralatan ukur yang digunakan berikut nilai koreksinya.
- Dokumentasi foto mengenai kegiatan pengukuran topografi termasuk
kegiatan pencetakan dan pemasangan BM, pengamatan matahari, dan
semua obyek yang dianggap penting untuk keperluan perencanaan
jalan.
- Deskripsi BM (sebagai lampiran).
- Data ukur hasil ploting dan negatif film harus diserahkan.
e. Laporan Hidrologi
Laporan mengenai survey dan analisis hidrologi, yang meliputi:
- Data proyek.
- Peta situasi proyek yang menunjukkan secara jelas lokasi proyek
terhadap kota besar terdekat, pos pencatat curah hujan.
- Data curah hujan untuk setiap pos yang diambil.
- Analisis/ perhitungan.
- Penentuan dimensi dan jenis bangunan air.
- Daftar lokasi bangunan air yang direncanakan.
f. Dokumen Pelelangan Pekerjaan Fisik
Dokumen Pelelangan Pekerjaan Fisik sesuai dengan dokumen pelelangan
standar.
Laporan harus diserahkan selambat – lambatnya: 270 hari kerja sejak SPMK
diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan