Paket Perencanaan Teknis Provinsi Sulawesi Barat

Ulang
Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 82236064
Status: Ulang
Date: 16 January 2024
Year: 2024
KLPD: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Work Unit: 477060
Procurement Type: Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi
Method: Penunjukan Langsung
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 3,394,193,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 3,394,193,000
Winner (Pemenang): PT Agrinas Pangan Nusantara (Persero) Kantor Wilayah II Makassar
NPWP: 0*0**6****04**1
RUP Code: 46113639
Work Location: KAB. MAJENE - Majene (Kab.)
Participants: 1
Attachment
1. Latar     1.1. Umum                                                
   Belakang  Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Republik Indonesia telah memprioritaskan
             pembangunan infrastruktur (terutama jalan dan jembatan). Sejalan dengan
             kebijakan pemerintah tersebut, alokasi anggaran Direktorat Jenderal Bina Marga
             mengalami peningkatan secara signifikan dengan tujuan untuk meningkatkan
             jaringan jalan guna memenuhi kebutuhan aksesibilitas dan mobilitas sehingga biaya
             transportasi dapat ditekan agar daya saing dan pertumbuhan ekonomi dapat
             ditingkatkan melalui konektivitas yang lebih baik antar pusat-pusat ekonomi.
                                                                      
             Direktorat Jenderal Bina Marga, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sulawesi Barat,
             Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Sulawesi Barat
             telah menyusun rencana peningkatan kualitas persiapan dan pelaksanaan proyek yang
             dimulai dengan menyiapkan perencanaan teknis yang rinci dan baik serta bermaksud
             untuk melaksanakan Paket Perencanaan Teknis Provinsi Sulawesi Barat. Untuk
             tujuan tersebut, para Penyedia Jasa Konsultansi Perencanaan perlu menyediakan desain
             dan dokumentasi perencanaan teknis rinci.                
             1.2. Gambaran Umum Proyek                                
             Sesuai dengan RPJMN 2020 – 2024, presiden menetapkan 5 (lima) arahan utama
             sebagai strategi dalam pelaksanaan misi Nawacita dan Pencapaian Sasaran Visi
             Indonesia 2045. Salah satu arahan yang terkait dengan bidang infrastruktur adalah Visi
             nomor 2 yaitu, melanjutkan pembangunan infrastruktur untuk menghubungkan
             Kawasan produksi dengan Kawasan distribusi, mempermudah akses ke Kawasan
             wisata, mendongkrak lapangan kerja baru dan mempercepat peningkatan nilai tambah
             perekonomian rakyat. Kemudian diwujudkan dalam agenda pembangunan nomor 5
             (PN-5), yaitu memperkuat infrastruktur untuk mendukung pengembangan ekonomi dan
             pelayanan dasar melalui pembangunan infrastruktur pelayanan dasar, pembangunan
             konektivitas multimoda untuk mendukung pertumbuhan ekonomi dan pembangunan
             infrastruktur perkotaan. Berdasarkan arahan dan kebijakan strategi, peningkatan
             keselamatan lalu lintas dan angkutan jalan diarahkan melalui pelaksanaan terpadu lima
             pilar keselamatan jalan yang meliputi manajemen keselamatan jalan, jalan yang
             berkeselamatan, kendaraan yang berkeselamatan, perilaku pengguna jalan yang
             berkeselamatan, dan penanganan pra dan pasca kecelakaan lalu lintas.
                                                                      
             Dalam Paket Perencanaan Teknis ini, konsultan perencana menginventaris lereng atas
             maupun bawah sepanjang Ruas Jalan Kalukku – Salubatu – Mambi – Malabo,
             mengidentifikasi, melakukan survei detail dan mendesain penanganan terhadap lereng
             agar tercipta jalan yang berkeselamatan.                 
                                                                      
2. Maksud    2.1. Maksud                                              
   Dan Tujuan Maksud pengadaan penyedia jasa konsultansi perencanaan teknis jalan nasional
             Provinsi Sulawesi Barat ini, adalah untuk:               
             a. Melakukan perencanaan teknis jalan pada Pejabat Pembuat Komitmen
               Perencanaan, yang meliputi:                            
               -  Perencanaan teknis drainase dan bangunan pelintas   
               -  Perencanaan lereng                                  
             b. Ketersediaan perencanaan teknis jalan yang berwawasan lingkungan, serta
               dokumen pelelangan, sesuai dengan rencana menggunakan standar prosedur yang
               berlaku guna tercapainya mutu pekerjaan perencanaan.   
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
             2.2. Tujuan Kontrak                                      
             Tujuan pengadaan kontrak ini agar terlaksana sesuai rencana dengan menggunakan
             standar dan prosedur yang berlaku serta untuk tercapainya pekerjaan perencanaan yang
             tepat mutu, tepat waktu dan tepat biaya.                 
                                                                      
             2.3. Tujuan Proyek                                       
             Tercapainya produk perencanaan lereng yang sesuai dengan NSPM yang berwawasan
             lingkungan dan berkeselamatan;                           
                                                                      
3. Sasaran   Sasaran pengadaan jasa konsultansi perencanaan teknis ini adalah tercapainya hasil
             pekerjaan jalan sesuai dengan Spesifikasi Teknis yang telah ditetapkan, sehingga
             kinerja jalan yang ditangani dapat memberikan layanannya sesuai dengan umur desain
             yang direncanakan.                                       
                                                                      
4. Lokasi    4.1. Deskripsi Proyek                                    
   Pekerjaan Kegiatan Jasa Konsultansi ini dilaksanakan dengan rincian sebagai berikut :
             a. Nama Ruas       : Kalukku – Salubatu – Mambi – Malabo 
              b. Provinsi/Kabupaten : Sulawesi Barat/Mamasa           
              c. Panjang Ruas Jalan : 98,66 Km                        
              d. Medan          : Berbukit/Gunung                     
              e. Kegiatan Perencanaan : Perencanaan Lereng            
                                                                      
             4.2. Kondisi Saat ini                                    
             Ruas jalan Kalukku – Salubatu – Mambi – Malabo merupakan ruas jalan nasional non-
             lintas dengan nomor ruas 013, 014 dan 015. Berdasarkan fungsi jalan, ruas ini
             merupakan Jalan Kolektor Primer yang menghubungkan Provinsi Sulawesi Barat
             (Kalukku) dengan Provinsi Sulawesi Selatan (Toraja). Ruas tersebut memiliki 2 (dua)
             lajur dengan lebar lajur 3 – 3.5 m, tak terpisah, dengan perkerasan aspal/beton dan lebar
             bahu jalan bervariasi. Adapun kondisi perkerasan jalan pada ruas ini diprediksi mantap
             98,63% pada akhir TA 2023.                               
                                                                      
             Lokasi proyek berada pada daerah berbukit/pegunungan sehingga aksesibilitas menuju
             lokasi banyak melewati tikungan tajam, berbelok, kelandaian curam serta diapit antara
             lereng atas dan bawah. Kendala pada lokasi ini sering terjadi longsoran lereng atas
             maupun bawah hingga menutup setengah badan jalan. Lereng bawah mengalami erosi
             sehingga setengan badan jalan dengan perkerasan rigid menggantung dan berpotensi
             patah.                                                   
5. Sumber    Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan APBN Tahun Anggaran 2024 Melalui
   Pendanaan Satuan Kerja Perencanaan dan Pengawasan Jalan Nasional Prov. Sulawesi Barat,
             Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
             Rakyat.                                                  
                                                                      
             Besaran Alokasi Dana untuk Pekerjaan ini (termasuk PPN) adalah Rp 3.394.193.000,-
             (Tiga Miliar Tiga Ratus Sembilan Puluh Empat Juta Seratus Sembilan Puluh Tiga Ribu
             Rupiah)                                                  
                                                                      
6. Lingkup                                                            
             Lingkup Kegiatan                                         
   Pekerjaan                                                          
                1) Persiapan                                          
                   a) Menyusun Program Mutu Perencanaan Jalan dan lereng
                   b) Tujuan                                          
                     Tujuan dari tahap persiapan adalah untuk mengumpulkan informasi awal
                     mengenai kondisi topografi, geologi, tata guna lahan, lalulintas, serta
                     lingkungan                                       
                   c) Lingkup                                         
                     (1) Peta Topografi berupa peta kontur, dengan Skala minimum 1 : 50.000
                     (2) Peta jaringan jalan, dokumen leger jalan, data base jaringan jalan,
                                                                      
                        daerah rawan kecelakaan                       
                     (3) Peta wilayah Rencana Tata Ruang Wilayah      
                     (4) Peta tata guna lahan                         
                     (5) Melakukan koordinasi dengan instansi terkait dengan di sekitar
                        lokasi proyek                                 
                   d) Keluaran                                        
                                                                      
                     Keluaran yang dihasilkan dalam persiapan meliputi :
                     (1) Laporan studi koridor ( jika bisa diterapkan),
                     (2) Laporan studi rancang-bangun pendahuluan,    
                     (3) Rencana pendahuluan dari alternatif desain (yaitu: profil atau lembar
                       rencana, bagian-bagian yang umum, materi pekerjaan utama yang
                                                                      
                       dikenali dan dialokasikan), dan                
                     (4) Perkiraan biaya konstruksi pendahuluan untuk alternatif desain.
                2) Survey Lapangan                                    
                   a) Survey Pendahuluan                              
                                                                      
                     (1) Tujuan                                       
                        Tujuan survey pendahuluan adalah untuk mengumpulkan data-data
                        awal berdasarkan aspek-aspek yang diperlukan yang akan
                        digunakan sebagai dasar/referensi survey detail/survey berikutnya
                        dan harus dilakukan oleh seorang ahli.        
                     (2) Lingkup Pekerjaan                            
                        Hal lain yang menjadi lingkup pekerjaan adalah :
                        (a) Survey Pendahuluan Desain Geometrik       
                                                                      
                          1. Menentukan awal proyek ( Sta. 0 + 000 ) dan akhir proyek
                             yang tepat untuk mendapatkan overlapping yang baik dan
                             memenuhi syarat geometrik.               
                             Pada penentuan titik awal dan titik akhir pekerjaan,
                             diwajibkan mengambil data sejauh 200 m sebelum titik awal
                             dan 200 m setelah titik akhir pekerjaan seperti disajikan
                             dalam Gambar 1 berikut:                  
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                                                                      
                   J                                                  
                   J                                                  
                                                                      
                                                                      
                   2                                                  
                   a                                                  
                   a                                                  
                   a                                                  
                    la                                                
                    la                                                
                     n                                                
                     n                                                
                      a                                               
                      y                                               
                      t                                               
                      a                                               
                       a                                              
                       n                                              
                       u                                              
                        g                                             
                        R                                             
                         s                                            
                         e                                            
                         u                                            
                          n                                           
                          d                                           
                          c                                           
                          a                                           
                           a                                          
                           a                                          
                           h                                          
                           n a                                        
                            a d                                       
                             T                                        
                             a                                        
                              r a s e                                 
                                      R e n c a n a t r a s e ja la n 
                                                a                     
                                                K                     
                                                 (                    
                                                 o                    
                                                 a                    
                                                 a                    
                                                 r id                 
                                                  =                   
                                                  o r                 
                                                   2 0                
                                                    P                 
                                                     0                
                                                    e n               
                                                      m               
                                                      g               
                                                      e               
                                                      a               
                                                       t              
                                                       m              
                                                       e r            
                                                        b             
                                                        )             
                                                         ila n D a t a
                              Gambar 1. Koridor Pengambilan Data      
                          2. Mengidentifikasi medan secara stationing/ urutan jarak
                             dengan mengelompokkan kondisi : medan datar, rolling,
                             perbukitan, pegunungan/ bukit curam dalam bentuk
                             tabelaris.                               
                          3. Mengidentifikasi/ memperkirakan secara tepat penerapan
                             desain geometrik (alinyemen horizontal dan vertikal)
                             berdasarkan pengalaman dan keahlian yang harus dikuasai
                             sepenuhnya oleh Highway Engineer yang melaksanakan
                             pekerjaan ini dengan melakukan pengukuran-pengukuran
                             secara sederhana dan benar (jarak, azimut, kemiringan
                             dengan helling meter) dan membuat sketsa desain alinyemen
                             horizontal maupun vertikal secara khusus untuk lokasi-
                             lokasi yang dianggap sulit untuk memastikan trase yang
                             dipilih akan dapat memenuhi persyaratan geometrik yang
                             dibuktikan dengan sketsa horizontal dan penampang
                             memanjang rencana trase jalan.           
                          4. Di dalam penarikan perkiraan desain alinyemen horizontal
                             dan vertikal harus sudah diperhitungkan dengan cermat
                             sesuai dengan kebutuhan perencanaan untuk lokasi : galian/
                             timbunan, bangunan pelengkap jalan, gorong-gorong dan
                             jembatan (oprit jembatan), persimpangan yang bisa terlihat
                             dengan dibuatnya sketsa-sketsa serta tabelaris di lapangan
                             dari identifikasi kondisi lapangan secara stationing dari awal
                             sampai dengan akhir proyek.              
                          5. Semua kegiatan ini harus sudah dikonfirmasikan sewaktu
                             mengambil keputusan dalam pemilihan trase dengan anggota
                             team yang saling terkait dalam pekerjaan ini.
                                                                      
                          6. Di lapangan harus diberi/ dibuat tanda-tanda berupa patok
                             dan tanda banjir dengan diberi tanda bendera sepanjang
                             daerah rencana dengan interval 50 m untuk memudahkan tim
                             pengukuran, serta pembuatan foto-foto penting untuk
                             pelaporan dan panduan dalam melakukan survey detail
                             selanjutnya.                             
                          7. Dari hasil survey ini secara kasar harus sudah bisa dihitung
                             perkiraan volume pekerjaan yang akan timbul serta bisa
                             dibuatkan perkiraan rencana biaya secara sederhana dan
                             diharapkan dapat mendekati final design. 
                                                                      
                       (b) Survey Pendahuluan Survey Topografi.       
                          Kegiatan yang dilakukan oleh geodetic engineer pada survey
                          pendahuluan adalah :                        
                          1. Menentukan awal dan akhir pengukuran serta pemasangan
                             patok beton Bench Mark di awal dan akhir Proyek
                                                                      
                          2. Mengamati kondisi topografi              
                          3. Mencatat daerah-daerah yang akan dilakukan pengukuran
                             khusus serta, morfologi dan lokasi yang perlu dilakukan
                             perpanjangan koridor                     
                          4. Membuat rencana kerja untuk survey detail pengukuran.
                          5. Menyarankan posisi patok Bench Mark pada lokasi/ titik
                             yang akan dijadikan referensi.           
                                                                      
                                                                      
                       (c) Survey pendahuluan Bangunan Pelengkap Jalan
                          1. Untuk lokasi yang sudah ada, existing perlu dibuatkan
                             inventarisasinya dengan lengkap antara lain Sta , jenis
                             konstruksi, dimensi, kondisi serta mengusulkan penanganan
                             yang diperlukan. (lihat format survey inventarisasi
                             jembatan).                               
                          2. Untuk lokasi yang ada aliran airnya perlu dicatat tinggi muka
                             air normal, muka air banjir dan muka air banjir tertinggi
                             pernah terjadi serta adanya tanda-tanda/ gejala-gejala erosi
                             yang dilengkapi dengan sket lokasi, morfologi serta karakter
                             aliran sungai dan dilengkapi foto-foto jika diperlukan.
                                                                      
                          3. Mendiskusikan dengan team geometrik, geologi, amdal dan
                             hidrologi apakah data-data dan usul penempatan lokasi serta
                             usul perencanaan/ penanganan sudah sesuai secara teknis.
                          4. Membuat sket dan kalau perlu foto-foto beserta catatan-
                             catatan khusus serta saran-saran yang sangat berguna
                             dijadikan panduan dalam pengambilan data untuk
                             perencanaan pada waktu melakukan survey detail nanti dan
                             pengaruhnya terhadap keamanan/ kestabilan.
                                                                      
                        (d) Survey Pendahuluan Geoteknik.             
                          Kegiatan yang dilakukan pada survey pendahuluan geoteknik
                          adalah :                                    
                           1. Melakukan pengambilan data mengenai karakteristik tanah,
                                                                      
                             perkiraan lokasi sumber material, dan mengantisipasi dan
                             mengidentifikasi lokasi yang akan longsor;
                           2. Mengidentifikasi lokasi/titik pengujian antara lain Bor,
                             DCP, Test PIT, geolistrik dan inclinometer;
                           3. Memberikan rekomendasi rencana trase alinyemen jalan;
                           4. Mengidentifikasi masalah-masalah geoteknik, bahaya,
                                                                      
                             resiko-resiko, dan batasan-batasan proyek;
                           5. Mencatat pengamatan visual menurut stasiun, patok
                             kilometer atau informasi lokasi lain seperti GPS.
                                                                      
                                                                      
                        (f) Survey Pendahuluan Drainase               
                          Kegiatan yang dilakukan pada survey pendahuluan Drainase
                          adalah:                                     
                          1. Mengumpulkan data curah hujan.           
                          2. Menganalisa luas daerah tangkapan (Catchment Area).
                          3. Mengamati kondisi terrain pada daerah tangkapan
                             sehubungan dengan bentuk dan kemiringan yang akan
                             mempengaruhi pola aliran.                
                                                                      
                          4. Mengamati tata guna lahan.               
                          5. Menginventarisasi bangunan drainase existing.
                          6. Melakukan pemotretan pada lokasi-lokasi penting.
                          7. Membuat rencana kerja untuk survey detail.
                          8. Mengamati karakter aliran sungai/ morfologi yang mungkin
                             berpengaruh terhadap konstruksi dan saran-saran yang
                             diperlukan untuk menjadi pertimbangan dalam perencanaan
                             berikutnya.                              
                        (g) Survey Pendahuluan upah, harga satuan dan peralatan
                                                                      
                          Tim melaksanakan pengumpulan data upah, harga satuan dan
                          data peralatan yang akan digunakan.         
                        (h) Keluaran survey pendahuluan meliputi :    
                         1. Laporan seluruh hasil survey pendahuluan berkaitan dengan
                            konsep desain jalan da yang akan diterapkan dengan
                            mempertimbangkan faktor-faktor berdasarkan seluruh hasil
                            survey pendahuluan                        
                         2. Laporan tindak lanjut survey pendahuluan yaitu survey detail
                            yang didalamnya memuat beberapa survey detail yang harus
                            dilakukan termasuk batasan koridor pengambilan data.
                                                                      
                                                                      
                   b) Survey Topografi                                
                      (1) Tujuan                                      
                        Tujuan pengukuran topografi dalam pekerjaan ini adalah
                        mengumpulkan data koordinat dan ketinggian permukaan tanah
                        sepanjang rencana trase jalan dan lereng di dalam koridor yang
                        ditetapkan untuk penyiapan peta topografi dengan skala 1:1000 yang
                        akan digunakan untuk perencanaan geometrik jalan dan lereng.
                                                                      
                                                                      
                      (2) Lingkup Pekerjaan                           
                        (a) Pemasangan patok-patok                    
                          Patok-patok BM harus dibuat dari beton dengan ukuran
                          10x10x75 cm atau pipa pralon ukuran 4 inci yang diisi dengan
                          adukan beton dan di atasnya dipasang nut dari baut dengan ujung
                          kepala baut (nut) diberi tanda alur silang (cross grooving),
                          ditempatkan pada tempat yang aman, mudah terlihat. Patok BM
                          dipasang setiap 1 (satu) km dan pada setiap lokasi rencana
                          jembatan dipasang serta pada awal dan akhir proyek minimal 2
                          dan ditempatkan pada daerah yang aman terhadap kemungkinan
                          tercabut atau berubah posisi dan mudah terlihat, masing-masing
                          1 (satu) pasang di setiap sisi sungai/ alur.
                          - Patok BM dipasang/ ditanam dengan kuat, bagian yang
                           tampak di atas tanah setinggi 20 cm, dicat warna kuning, diberi
                           lambang Bina Marga, notasi dan nomor BM dengan warna
                           hitam.                                     
                          - Patok BM yang sudah terpasang, kemudian difoto sebagai
                            dokumentasi yang dilengkapi dengan nilai koordinat serta
                            elevasi.                                  
                          - Untuk setiap titik poligon dan sifat datar harus digunakan
                           patok kayu yang cukup keras, lurus, dengan diameter sekitar 5
                           cm, panjang sekurang-kurangnya 50 cm, bagian bawahnya
                           diruncingkan, bagian atas diratakan diberi paku, ditanam
                           dengan kuat, bagian yang masih nampak diberi nomor dan
                           dicat warna kuning. Dalam keadaan khusus, perlu
                           ditambahkan patok bantu.                   
                          - Untuk memudahkan pencarian patok, sebaiknya pada daerah
                           sekitar patok diberi tanda-tanda khusus.   
                                                                      
                          - Pada lokasi-lokasi khusus dimana tidak mungkin dipasang
                           patok, misalnya di atas permukaan jalan beraspal atau di atas
                           permukaan batu, maka titik-titik poligon dan sifat datar
                           ditandai dengan paku seng dilingkari cat kuning dan diberi
                           nomor.                                     
                                                                      
                        (b) Pengukuran titik kontrol horizontal       
                          - Pengukuran titik kontrol horizontal dilakukan dengan sistem
                           poligon, dan semua titik ikat (BM) harus dijadikan sebagai titik
                           poligon.                                   
                          - Sisi poligon atau jarak antar titik poligon maksimum 100
                           meter, diukur dengan meteran atau dengan alat ukur secara
                           optis ataupun elektronis.                  
                          - Sudut-sudut poligon diukur dengan alat ukur theodolit dengan
                           ketelitian baca dalam detik. Disarankan untuk menggunakan
                           Total Station (TS) .                       
                                                                      
                                                                      
                        (c) Pengukuran titik kontrol vertikal         
                          - Pengukuran ketinggian dilakukan dengan cara 2 kali berdiri/
                           pembacaan pergi- pulang.                   
                          - Pengukuran sifat datar harus mencakup semua titik
                           pengukuran (poligon, sifat datar, dan potongan melintang) dan
                           titik BM.                                  
                          - Rambu-rambu ukur yang dipakai harus dalam keadaan baik,
                           berskala benar, jelas dan sama.            
                                                                      
                          - Pada setiap pengukuran sifat datar harus dilakukan pembacaan
                           ketiga benangnya, yaitu Benang Atas (BA), Benang Tengah
                           (BT), dan Benang Bawah (BB), dalam satuan milimeter. Pada
                           setiap pembacaan harus dipenuhi: 2 BT = BA + BB.
                          Dalam satu seksi (satu hari pengukuran) harus dalam jumlah slag
                          (pengamatan) yang genap.                    
                                                                      
                        (d) Pengukuran situasi                        
                          - Pengukuran situasi dilakukan dengan sistem tachimetri, yang
                           mencakup semua obyek yang dibentuk oleh alam maupun
                           manusia yang ada disepanjang jalur pengukuran, seperti alur,
                           sungai, bukit, jembatan, rumah, gedung dan sebagainya.
                          - Dalam pengambilan data agar diperhatikan keseragaman
                           penyebaran dan kerapatan titik yang cukup sehingga dihasilkan
                           gambar situasi yang benar. Pada lokasi-lokasi khusus
                           (misalnya: sungai, persimpangan dengan jalan yang sudah ada)
                           pengukuran harus dilakukan dengan tingkat kerapatan yang
                           lebih tinggi.                              
                          - Untuk pengukuran situasi harus digunakan alat Total Station
                           (TS).                                      
                                                                      
                                                                      
                        (e) Pengukuran Penampang Melintang.           
                          Pengukuran penampang melintang harus dilakukan dengan
                          persyaratan:                                
                                        Lebar koridor, Interval, (m)  
                              Kondisi                                 
                                            (m)      Jalan baru       
                           - Datar, landai, 75 + 75    50             
                            dan lurus                                 
                                                                      
                           - Pegunungan   75 + 75      25             
                           - Tikungan   50 (luar) + 100 25            
                                          (dalam)                     
                                                                      
                          Untuk pengukuran penampang melintang harus digunakan alat
                          Total Station (TS).                         
                                                                      
                      (3) Persyaratan                                 
                        (a) Pemeriksaan dan koreksi alat ukur.        
                          Sebelum melakukan pengukuran, setiap alat ukur yang akan
                          digunakan harus diperiksa dan dikoreksi.    
                                                                      
                          Hasil pemeriksaan dan koreksi alat ukur harus dicatat dan
                          dilampirkan dalam laporan.                  
                        (b) Ketelitian dalam pengukuran               
                          Ketelitian untuk pengukuran poligon adalah sebagai berikut :
                          1. Kesalahan sudut yang diperbolehkan adalah 10”√n, (n
                             adalah jumlah titik poligon dari pengamatan matahari
                             pertama ke pengamatan matahari selanjutnya atau dari
                             pengukuran Global Position System (GPS) geodetic yang
                             mempunyai presisi tinggi pertama ke pengukuran GPS
                             berikutnya).                             
                          2. Kesalahan azimuth pengontrol tidak lebih dari 5”.
                                                                      
                        (c) Perhitungan                               
                          - Perhitungan Koordinat.                    
                           Perhitungan koordinat poligon dibuat setiap seksi. Koreksi
                           sudut tidak boleh diberikan atas dasar nilai rata-rata, tapi harus
                           diberikan berdasarkan panjang kaki sudut (kaki sudut yang
                           lebih pendek mendapatkan koreksi yang lebih besar), dan
                           harus dilakukan di lokasi pekerjaan.       
                           - Perhitungan Sifat Datar.                 
                           Perhitungan sifat datar harus dilakukan hingga 4 desimal
                           (ketelitian 0,5 mm), dan harus dilakukan kontrol perhitungan
                           pada setiap lembar perhitungan dengan menjumlahkan beda
                           tingginya.                                 
                          - Perhitungan Ketinggian Detail.            
                                                                      
                           Ketinggian detail dihitung berdasarkan ketinggian patok ukur
                           yang dipakai sebagai titik pengukuran detail dan dihitung
                           secara tachimetris.                        
                          - Seluruh perhitungan sebaiknya menggunakan sistim
                           komputerisasi.                             
                        (d) Penggambaran                              
                          - Penggambaran poligon harus dibuat dengan skala 1 : 1.000.
                          - Garis-garis grid dibuat setiap 10 Cm.     
                          - Koordinat grid terluar (dari gambar) harus dicantumkan harga
                           absis (x) dan ordinat (y)-nya.             
                                                                      
                          - Pada setiap lembar gambar dan/ atau setiap 1 meter panjang
                           gambar harus dicantumkan petunjuk arah Utara.
                          - Penggambaran titik poligon harus berdasarkan hasil
                           perhitungan dan tidak boleh dilakukan secara grafis.
                          - Setiap titik ikat (BM) agar dicantumkan nilai X,Y,Z-nya dan
                           diberi tanda khusus.                       
                        (e) Titik kontrol horisontal diukur dengan menggunakan metode
                          penentuan posisi Global Positioning System (GPS) secara
                          diferensial. GPS atau nama lengkapnya NAVSTAR GPS
                          merupakan singkatan dari Navigation Satellite Timing and
                          Ranging Global Positioning System. Metode yang digunakan
                          adalah metode diferensial dengan menggunakan lebih dari satu
                          receiver GPS dimana minimal satu titik digunakan sebagai titik
                          referensi (base station) dan yang lainnya ditempatkan pada titik
                          yang akan diukur. Titik referensi yang digunakan adalah titik
                          referensi Bakosurtanal ataupun Badan Pertanahan Nasional.
                          Untuk merapatkan titik kontrol horisontal dapat dilakukan
                          pengukuran menggunakan metode poligon dengan menggunakan
                          alat Total Station;                         
                                                                      
                        (f) Pengukuran dengan menggunakan GPS dilakukan setiap interval
                          5000 m (setiap 5 Km)                        
                        (g) Pengukuran Titik Kontrol Horisontal Harus menggunakan Jenis
                          Total Station (TS) dengan Ketelitian 10√n untuk sudut serta
                          10√D untuk jarak;                           
                        (h) Pengukuran untuk titik control Vertikal harus mengunakan
                          peralatan Waterpass jenis auto level dengan ketelitian 2 mm.
                        Semua hasil perhitungan titik pengukuran detail, situasi, dan
                        penampang melintang harus digambarkan pada gambar polygon,
                        sehingga membentuk gambar situasi dengan interval garis ketinggian
                        (contour) 1 meter.                            
                      (4) Keluaran                                    
                        Keluaran survey Topografi meliputi :          
                                                                      
                        (a) Laporan survey Topografi meliputi :       
                           - Data pengukuran dan hitungan pengukuran topografi yang
                            telah diterima.                           
                                                                      
                           - Data Koordinat dan elevasi Bench Mark.   
                           - Foto dokumentasi proses pengukuran dan Bench Mark
                        (b) Peta tofografi (peta transies) dengan skala yang disesuaikan
                           dengan jenis perencanaan yang akan dilakukan
                                                                      
                                                                      
                   c) Survey Drainase.                                
                     (1) Tujuan                                       
                                                                      
                        Tujuan survey drainase yang dilaksanakan dalam pekerjaan ini
                        adalah untuk mengumpulkan data hidrologi dan karakter/ perilaku
                        aliran air pada bangunan air yang ada (sekitar jembatan maupun
                        jalan), guna keperluan analisis hidrologi, penentuan debit banjir
                        rencana (elevasi muka air banjir), perencanaan teknis drainase dan
                        bangunan pengaman terhadap gerusan, river training (pengarah arus)
                        yang diperlukan.                              
                                                                      
                     (2) Lingkup Pekerjaan                            
                        Lingkup pekerjaan survey drainase ini meliputi:
                        (a) Mengumpulkan data curah hujan harian maksimum (mm/hr)
                          paling sedikit dalam jangka 10 tahun pada daerah tangkapan
                          (catchment area) atau pada daerah yang berpengaruh terhadap
                          lokasi pekerjaan, data tersebut bisa diperoleh dari Badan
                          Meteorologi dan Geofisika dan/ atau instansi terkait di kota
                          terdekat dari lokasi perencanaan.           
                        (b) Mengumpulkan data bangunan pengaman yang ada seperti
                          gorong-gorong, jembatan, selokan yang meliputi: lokasi,
                          dimensi, kondisi, tinggi muka air banjir.   
                                                                      
                        (c) Menganalisis data curah hujan dan menentukan curah hujan
                          rencana, debit dan tinggi muka air banjir rencana dengan periode
                          ulang 10 tahunan untuk jalan arteri, 7 tahun untuk jalan kolektor,
                          5 tahunan untuk jalan lokal dan 50 tahunan jembatan dengan
                          metode yang sesuai.                         
                        (d) Menganalisa pola aliran air pada daerah rencana untuk
                          memberikan masukan dalam proses perencanaan yang aman.
                                                                      
                        (e) Menghitung dimensi dan jenis bangunan pengaman yang
                          diperlukan.                                 
                        (f) Menentukan rencana elevasi aman untuk jalan/ jembatan
                          termasuk pengaruhnya akibat adanya bangunan air (aflux).
                        (g) Merencanakan bangunan pengaman jalan/ jembatan terhadap
                          gerusan samping atau horisontal dan vertikal.
                                                                      
                     (3) Persyaratan                                  
                                                                      
                        Proses analisa perhitungan harus mengacu pada Standar Nasional
                        Indonesia (SNI) No: 03-3424-1994 atau Standar Nasional Indonesia
                        (SNI) No: 03-1724-1989 SKBI-1.3.10.1987 (Tata Cara Perencanaan
                        Hidrologi dan Hidrolika untuk Bangunan di Sungai), Pedoman
                        Perencanaan Drainase Jalan Pd.T.02-2006-B, Manual Hidrolika
                        untuk Jalan dan Jembatan No.01/BM/05, serta pedoman lain yang
                        dipersyaratkan.                               
                     (4) Keluaran                                     
                        Keluaran yang dihasilkan dari Survey Drainase adalah berupa
                        Laporan Drainase yang di dalamnya memuat:     
                        (a) Data identifikasi semua aliran air yang ada dan lintasan-lintasan
                          drainase                                    
                        (b) Daerah-daerah tangkapan berdasarkan peta-peta topografi
                        (c) Informasi histori banjir yang tersedia (tingkatan dan tanggal
                          kejadian)                                   
                                                                      
                        (d) Lokasi-lokasi drainase yang ada meliputi permasalahan banjir
                        (e) Acuan banjir/sumber informasi drainase    
                        (f) Kapasitas aliran air dan debit aliran air permukaan yang akan
                          diterima oleh drainase yang akan direncanakan
                        (g) Data curah hujan yang digunakan dalam desain drainase
                        (h) Dimensi saluran dan gorong-gorong         
                                                                      
                        (i) Potensi erosi baik erosi tebing maupun erosi dasar sungai/saluran
                          baik erosi umum maupun lokal.               
                                                                      
                   d) Survey Geoteknik                                
                     (1) Tujuan                                       
                        (a) Tujuan utama dari penyelidikan geoteknik lapangan dan bawah
                          permukaan adalah untuk memberikan informasi tentang kondisi
                          bawah permukaan tanah, bahaya geoteknik, dan ketersediaan
                          tanah, agregat dan batuan pada perencana    
                        (b) Sangat disarankan untuk menggunakan Pedoman Geoteknik
                          untuk penyelidikan tanah lunak Pd.T-9-2002-B dan pengujian
                          laboratorium untuk tanah lunak Pt.M-01-2002-B bilamana
                          terdapat suatu kondisi tanah dasar yang lunak (Soft soil).
                                                                      
                                                                      
                     (2) Lingkup                                      
                        Kegiatan penyelidikan geoteknik untuk jalan dan lereng meliputi:
                        (a) Pengambilan contoh tanah dari sumuran uji 25 - 40 kg untuk
                          setiap contoh tanah. Setiap contoh tanah harus diberi identitas
                          yang jelas (nomor sumur uji, lokasi, kedalaman). Penggalian
                          sumuran uji dilakukan pada setiap jenis satuan tanah yang
                          berbeda atau maksimum 5 km bila jenis tanah sama, dengan
                          kedalaman 1-2 m. Setiap sumuran uji yang digali dan contoh
                          tanah yang diambil harus difoto. Dalam foto harus terlihat jelas
                          identitas nomor sumur uji, dan lokasi. Ukuran test pit panjang 1,5
                          m (Utara-Selatan) lebar 1,0 m, Log sumuran uji digambarkan
                          dalam 4 bidang, dengan deskripsi yang lengkap dan 1 kolom
                          untuk unit satuan batuan. (lihat daftar lampiran)
                                                                      
                                                                      
                        (b) Pengambilan contoh tanah tak terganggu    
                          Pengambilan contoh tanah tak terganggu dilakukan dengan cara
                          bor tangan menggunakan tabung contoh tanah (“split tube” untuk
                          tanah keras atau “piston tube” untuk tanah lunak). Setiap contoh
                          tanah harus diberi identitas yang jelas (nomor bor tangan, lokasi,
                          kedalaman). Pemboran tangan dilakukan pada setiap lokasi yang
                          diperkirakan akan ditimbun (untuk perhitungan penurunan)
                          dengan ketinggian timbunan lebih dari 4 meter dan pada setiap
                          lokasi yang diperkirakan akan digali (untuk perhitungan
                          stabilitas lereng) dengan kedalaman galian lebih dari 6 meter;
                          dengan interval sekurang-kurangnya 100 meter dan/atau setiap
                          perubahan jenis tanah dengan kedalaman sekurang-kurangnya 4
                          meter.                                      
                          Setiap pemboran tangan dan contoh tanah yang diambil harus
                          difoto. Dalam foto harus terlihat jelas identitas nomor bor tangan,
                          dan lokasi.                                 
                          Semua contoh tanah harus diamankan baik selama penyimpanan
                          di lapangan maupun dalam pengangkutan ke laboratorium.
                                                                      
                        (c) Penyelidikan Geologi                      
                                                                      
                          Penyelidikan meliputi pemetaan geologi permukaan detail
                          dengan peta dasar topografi skala 1:250.000 sampai dengan skala
                          1:100.000. Pencatatan kondisi geoteknik di sepanjang rencana
                          trase jalan untuk setiap jarak 500 – 1000 meter.
                                                                      
                        (d) Pemboran Mesin                            
                          Pemboran mesin dilaksanakan dengan ketentuan – ketentuan
                          sebagai berikut:                            
                           - Pada dasarnya mengacu pada ASTM D2113-94.
                           - Pendalaman dilakukan menggunakan system putar (rotary
                             drilling) dengan diameter mata bor minimum 75 mm.
                                                                      
                           - Putaran bor untuk tanah lunak dilakukan dengan kecepatan
                             maksimum 1 putaran perdetik              
                           - Kecepatan penetrasi dilakukan maksimum 30 mm perdetik
                           - Kestabilan galian atau lubang bor pada daerah deposit yang
                             lunak dilakukan dengan menggunakan bentonite (drilling
                             mud) atau casing dengan diameter minimum 100mm
                           - Apabila drilling mud digunakan pelaksana harus menjamin
                             bahwa tidak terjadi tekanan yang berlebih pada tanah
                           - Apabila casing digunakan, casing dipasang setelah
                             mencapai 2 m atau lebih. Posisi dasar casing minimal
                             berjarak 50 cm dari posisi pengambilan sampel berikutnya
                                                                      
                                                                      
                        (e) Sondir (Pneutrometer Static)              
                          Sondir dilakukan untuk mengetahui kedalaman lapisan tanah
                          keras, menetukan lapisan – lapisan tanah berdasarkan tahanan
                          ujung konus dan daya lekat tanah setiap kedalaman yang
                          diselidiki, alat ini hanya dapat digunakan pada tanah berbutir
                          halus, tidak boleh digunakan pada daerah aluvium yang
                          menggunakan komponen brangkal dan kerikil serta batu
                          gamping yang berongga, karena hasilnya akan memberikan
                          indikasi lapisan tanah keras yang salah. Ada dua macam alat
                          sondir yang digunakan:                      
                           - Sondir ringan dengan kapasitas 2,5 ton   
                                                                      
                           - Sondir berat dengan kapasitas 10 ton     
                          Pembacaan dilakukan pada setiap penekanan pipa sedalam 20
                          cm, pekerjaan sondir dihentikan apabila pembacaan pada
                          manometer berturut – turut menunjukan harga > 150kg/cm2 , alat
                          sondir terangkat ke atas, apabila pembacaan.
                          Manometer belum menunjukan angka yang maksimum, maka
                          alat sondir perlu diberi pemberat yang diletakkan pada baja kanal
                          jangkar.                                    
                          Hasil yang diperoleh adalah nilai sondir (qc) atau perlawanan
                          penetrasi konus dan jumlah hambatan pelekat pelekat (JHP)
                          secara kumulatif.                           
                          Pemboran mesin dilakukan pada kondisi tanah ekspansif atau
                          tanah lunak.                                
                                                                      
                                                                      
                        (f) Geolistrik                                
                          Geolistrik digunakan untuk mempelajari keadaan bawah
                          permukaan dengan cara mempelajari sifat aliran listrik di dalam
                          batuan di bawah permukaan bumi. Resistivitas batuan menjadi
                          perhatian khusus untuk hidrogeologi yang memungkinkan untuk
                          membedakan antara air tawar dan air asin, antara akuifer berpasir
                          batuan lunak dan material lempung, antara batuan keras akuifer
                          berpori/pecahan batuan dan batu lempung yang memiliki
                          permeabel rendah dan batu napal antara rekahan yang menahan
                          air dan batuan induk padatnya. Tahanan dari tanah diukur dengan
                          arus yang disuntikkan dan menghasilkan perbedaan potensial
                          pada permukaan. Dibutuhkan dua pasang elektroda yaitu
                          pasangan elektroda pertama A dan B digunakan untuk
                          menginjeksi arus, sedangkan pasangan elektroda kedua elektroda
                          M  dan N adalah untuk menghitung besar beda potensial
                          pengukuran.                                 
                                                                      
                        (g) Lokasi Quarry                             
                          Penentuan lokasi quarry baik untuk perkerasan jalan, struktur
                          jembatan, maupun untuk bahan timbunan (borrow pit)
                          diutamakan yang ada di sekitar lokasi pekerjaan. Bila tidak
                          dijumpai, maka harus menginformasikan lokasi quarry lain yang
                          dapat dimanfaatkan.                         
                          Penjelasan mengenai quarry meliputi jenis dan karakteristik
                          bahan, perkiraan kuantitas, jarak ke lokasi pekerjaan, serta
                          kesulitan-kesulitan yang mungkin timbul dalam proses
                          penambangannya, dilengkapi dengan foto-foto.
                                                                      
                                                                      
                     (3) Keluaran                                     
                        Keluaran dari survey geologi/geoteknik berupa:
                                                                      
                        (a) Laporan penyelidikan tanah yang di dalamnya memuat:
                          • tanah berupa nilai CBR                    
                          • properties tanah berupa nilai strength dan index properties of
                            soil                                      
                          • kadar air                                 
                                                                      
                          • berat jenis                               
                        (b) Peta penyebaran tanah yang di dalamnya memuat:
                          • kondisi lapisan tanah                     
                          • daerah rawan longsor                      
                                                                      
                        (c) Foto Dokumentasi                          
                                                                      
                3) Proses Desain                                      
                   a) Tujuan                                          
                     Persiapan desain ini bertujuan :                 
                                                                      
                     (1) mempersiapkan dan mengumpulkan data-data awal.
                     (2) menetapkan desain sementara dari data awal untuk dipakai sebagai
                        panduan survey pendahuluan.                   
                     (3) menyiapkan dokumen perencanaan teknis yang terdiri dari gambar
                        desain, spesifikasi, engineering estimate.    
                   b) Lingkup Pekerjaan                               
                     Hal yang menjadi lingkup pekerjaan adalah :      
                                                                      
                     (1) Pengolahan dan analisis data                 
                     (2) Perhitungan Perencanaan                      
                   c) Persyaratan                                     
                     Proses perencanaan harus mengacu pada Standar, Pedoman yang berlaku
                     seperti standar atau pedoman yang tertulis pada acuan normatif atau
                     referensi lain yang tertuang dalam Kerangka Acuan Kerja.
                   d) Penggambaran                                    
                     Penggambaran Desain Penanganan Jalan:            
                     •  Alinyemen Horisontal dengan Skala 1:500       
                     •  Alinyemen Vertikal dengan Skala 1:50          
                     •  Potongan Melintang Skala Horisontal 1:100, Skala Vertikal 1:50
                                                                      
                                                                      
                4) Pengendalian proses perencanaan.                   
                   Pengendalian pada saat proses perencanaan dilakukan agar desain yang
                   dihasilkan memenuhi persyaratan secara teknis, proses pengendalian
                   dilakukan terhadap :                               
                   a) Konsep desain awal berdasarkan data sekunder harus mendapat
                     persetujuan dari Kepala satuan kerja atau pejabat pembuat komitmen.
                                                                      
                   b) Konsep desain berdasarkan data survey pendahuluan dan survey detail
                     yang merupakan review terhadap desain awal harus diperiksa dan
                     diasistensikan kepada Kepala satuan kerja atau pejabat pembuat
                     komitmen.                                        
                   c) Pemeriksaan dan Asistensi perencanaan secara bertahap wajib
                     dilaksanakan oleh pelaksana kegiatan kepada Kepala Satuan Kerja
                     /Pejabat Pembuat Komitmen                        
                   d) Pengecualian terhadap desain yang tidak memenuhi standar harus
                     mendapat persetujuan dari pejabat setingkat eselon I.
                                                                      
             Penggunaan teknologi baru dapat digunakan apabila diterima oleh Tim yang dibentuk
             oleh pejabat Eselon II dan mendapat persetujuan dari Direktorat Jenderal Bina Marga.
                                                                      
                                                                      
             Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah:
7. Keluaran    a. Laporan Program Mutu dan RKK                        
               b. Laporan Detail Desain                               
                                                                      
                  • Gambar Perencanaan Teknis (Desain) jalan/jembatan dalam ukuran kertas
                    A3, agar dapat digunakan pada saat penerapan di lapangan.
                  • Laporan perencanaan tebal perkerasan lentur / perkerasan kaku termasuk
                    analisisnya                                       
                  • Laporan Geologi/Geoteknik yang didalamnya memuat seluruh
                                                                      
                    penyelidikan tanah serta peta penyebaran tanah serta foto dokumentasi.
                  • Laporan Topografi yang didalamnya memuat seluruh data pengukuran
                    termasuk hasil perhitungan serta foto dokumentasi;
                  • Laporan Drainase yang didalamnya memuat seluruh data survey hidrologi
                    termasuk analisis perhitungan.                    
                                                                      
               c. Laporan Engineering Estimate                        
               d. Laporan konsep metode konstruksi                    
               e. Laporan Rancangan Konseptual SMKK                   
             Standar Dokumen Lelang termasuk didalamnya Spesifikasi Teknis
                                                                      
                                                                      
8. Peralatan,                                                         
             Data dan fasilitas yang disediakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang dapat
   Material,                                                          
             digunakan dan harus dipelihara oleh penyedia jasa:       
   Personel                                                           
              a. Laporan dan Data                                     
   dan Fasilitas                                                      
                Dokumen Kontrak Penyedia Jasa Konstruksi.             
   dari Pejabat                                                       
              b. Akomodasi dan Ruangan Kantor (bila ada)              
   Pembuat                                                            
                Tidak ada                                             
   Komitmen                                                           
              c. Staf Pengawas/Pendamping                             
                Pejabat Pembuat Komitmen akan mengangkat petugas atau wakilnya yang
                bertindak sebagai pengawas atau pendamping / counterpart atau project
                officer (PO) dalam rangka pelaksanaan jasa konsultansi)
             Ada / Tidak ada fasilitas yang disediakan oleh Pejabat Pembuat Komitmen yang
             dapat digunakan oleh penyedia jasa konsultansi.          
             Penyedia jasa harus menyediakan dan memelihara semua fasilitas dan peralatan yang
9. Peralatan                                                          
             dipergunakan untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan.     
   dan                                                                
   Material                                                           
              a. Sewa Kendaraan Roda Empat                            
   dari                                                               
                - Minumal kapasitas 1500 cc                           
   Penyedia                                                           
                - 7 seat                                              
   Jasa                                                               
                - Termasuk pengemudi                                  
   Konsultansi                                                        
                - Include BBM                                         
                - Paling Lama Keluaran Tahun 2018                     
              b. Alat Pelindung Diri                                  
                - Sepatu          12   Buah                           
                - Helm            12   Buah                           
                - Rompi           12   Buah                           
                - First Aid Kit   2    Buah                           
                - APD Buruh       30   Set                            
                - Sarung Tangan   2    Lusin                          
                                                                      
              c. Pengadaan Drone                                      
                - DJI Mavic 3 Pro Drone with Fly More Combo & DJI RC  
                - RC Remote                                           
                - Pair of Control Sticks                              
                - 3 x Intelligent Flight Battery                      
                - 6 x Pair of Low-Noise Propellers                    
                - 100W USB-C Power Adapter                            
                - 100W USB-C Power Adapter AC Power Cable             
                - 100W Battery Charging Hub                           
                - Storage Cover                                       
                - ND Filter Set (ND8, ND16, ND32, dan ND64)           
                - 2 x USB-C Cable                                     
                - Shoulder Bag                                        
              d. Sewa Laptop                                          
                - CPU AMD Ryzen 7/ Core i7                            
                - Display 14”                                         
                - Ram 16 Gb                                           
                - Storage 512 GB SSD                                  
                - Graphics NVIDIA GeForce                             
              e. Sewa Printer Color A4                                
                - Fitur printer: print, copy dan scan                 
                - Inkjet                                              
                - Resolusi printer 5760 x 1440 dpi                    
                - Kecepatan cetak: black 10 ipm dan colour 15 ipm     
              f. Sewa Printer Laserjet Color A3                       
                - Fitur print, copy dan scan                          
                - Speed print Min 30 ppm                              
                - Paper A4, letter, up to A3+                         
                - Koneksi USB, Wi-Fi Direct                           
              g. Sewa Mess lapangan                                   
                - Luasan minimal 36 m2                                
              h. Sewa Total Station                                   
                - Prisma EDDM distance 4000 m                         
                - Prisma EDM Accuracy 2mm+2ppm                        
                - Non Prisma distance 500 m                           
                - Non Prisma Accuracy 3mm+2ppm                        
                - Display Graphic LCD                                 
              i. Geolistrik                                           
                - Sewa peralatan geolistrik (resistivity meter, elektroda, kabel arus, kabel
                  potensial, palu)                                    
                - Target kedalaman minimal sesuai dengan kedalaman tanah keras hasil bor
                - Include mobilisasi, demobilisasi, pengukuran dan pelaporan
                                                                      
10. Jangka                                                            
             Masa pelaksanaan Kontrak Jasa Konsultan ini adalah: 210 Hari Kalender
   Waktu                                                              
   Penyelesaian                                                       
             Masa pelaksanaan Kontrak tersebut berlaku untuk semua kegiatan seperti yang
   Pekerjaan                                                          
             dijabarkan dalam KAK ini belum termasuk layanan dukungan pasca perencanaan.
11. Personel                             Kualifikasi                  
                                                                      
                         Tingkat                           Jumlah     
                Posisi                                Pengal          
                        Pendidika Jurusan  Keahlian         Orang     
                                                      aman            
                           n                                Bulan     
              Tenaga Ahli :                                           
              Team Leader        Teknik   Ahli Madya                  
                          S2                          5 Thn  7,0      
                                  Sipil   Teknik Jalan                
              Geotechnic         Teknik   Ahli Madya                  
                          S1                          5 Thn  6,0      
              Engineer            Sipil  Teknik Geoteknik             
              Geologi            Teknik   Ahli Madya                  
                          S1                          5 Thn  5,0      
              Engineer           Geologi Teknik Geoteknik             
                                 Teknik   Ahli Madya                  
              Geodetic                                                
                          S1     Sipil / Teknik Geodesi 5 Thn 5,0     
              Engineer                                                
                                 Geodesi                              
              Cost Estimate      Teknik   Ahli Madya                  
                          S1                          8 Thn  4,0      
              Engineer            Sipil   Teknik Jalan                
                                 Teknik   Ahli Madya                  
              Drainage/                                               
                                  Sipil   Teknik Jalan                
              Hidrology   S1                          5 Thn  4,0      
                                          dan/atau Ahli               
              Engineer                                                
                                          Madya SDA                   
                                 Teknik  Ahli Muda Ahli               
              Ahli K3                                                 
                          S1    Sipil/Ling K3 Konstruksi 3 Thn 3,5    
              Konstruksi                                              
                                 kungan                               
              Tenaga Pendukung                                        
              Ass.                                                    
                                 Teknik                               
              Geotechnic  S1                                 5,0      
                                  Sipil                               
              Engineer - 1                                            
              Ass.                                                    
                                 Teknik                               
              Geotechnic  S1                                 5,0      
                                  Sipil                               
              Engineer – 2                                            
                                 Teknik                               
              Ass. Geologi                                            
                          S1     Sipil /                     5,0      
              Engineer                                                
                                 Geodesi                              
              Surveyor-1  D3     Teknik                      3,5      
              Surveyor-2  D3     Teknik                      3,5      
              Drafter                                                 
              CAD/3D     D4/S1                               4,0      
              Modelling-1                                             
              Drafter                                                 
              CAD/3D     D4/S1                               4,0      
              Modelling-2                                             
                          SMA                                         
              Op Komputer                                    7,0      
                        Sederajat                                     
             1. Team Leader                                           
               Persyaratan minimal berpendidikan Magister Teknik (S-2) jurusan Teknik
               Sipil/atau disiplin terkait lulusan universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan
               tinggi swasta yang telah diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau
               perguruan tinggi luar negeri yang telah diakreditasi yang berpengalaman
               profesional dalam pelaksanaan pekerjaan di bidang perencanaan dan desain jalan
               sekurang- kurangnya 5 (lima) tahun dan bersertifikasi keahlian SKA Ahli Teknik
               Jalan-Madya (202) dan Sertifikat Keahlian Ahli (SKA) Madya Bidang Teknik
               Jembatan (203) pengalaman dalam pelaksanaan pekerjaan jasa konsultansi untuk
               proyek- proyek desain jalan dan jembatan Minimal 2 tahun pengalaman pada posisi
               serupa di proyek dengan skala dan sifat yang sama serta kemampuan untuk
               melaksanakan desain pemeliharaan dan rehabilitasi jalan, survei dan investigasi
               terkait serta dokumentasi kontrak. Tugas utamanya tidak terbatas pada:
               •  Bertanggung jawab secara keseluruhan untuk elaborasi desain jalan dan
                  pengelolaan Tim Konsultan                           
               •  Koordinasi antar disiplin di antara berbagai disiplin perencanaan guna
                  memastikan bahwa perencanaan dan kegiatan-kegiatan terkait terkoordinasi
                  dengan baik dan tepat waktu antar disiplin dan anggota tim
               •  Memantau kinerja, tenggat waktu, kemajuan, dan mengelola risiko serta
                  memastikan bahwa hasil yang diserahkan bermutu dan penyerahan tepat
                  waktu                                               
               •  Berkoordinasi dan berhubungan dengan PPK dan pemangku kepentingan lain
               •  Pengetahuan menyeluruh yang mendalam tentang desain rinci proyek jalan
               •  Pengetahuan tentang standar nasional dan internasional untuk desain,
                  investigasi, survei, dan pekerjaan pembangunan/ rehabilitasi
               •  Keterampilan penulisan laporan dan penyajian lisan. 
                                                                      
             2. Geotechnic Engineer                                   
               Persyaratan minimal berpendidikan Sarjana Teknik Sipil/Geoteknik (S-1) lulusan
               universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah
               diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara dan berpengalaman sekurang-
               kurangnya 5 (lima) tahun dibidang geologi/geoteknik, serta bersertifikasi keahlian
               SKA Ahli Geoteknik – Madya (216) pengalaman terlibat dalam investigasi, analisis
               dan desain geologi/geoteknik, diutamakan yang bekerja pada perusahaan jasa
               konsultan. Minimal 3 tahun pengalaman pada posisi serupa di proyek yang skala
               dan sifatnya serupa, dengan kemampuan melaksanakan analisis geoteknik dan
               prosedur desain untuk berbagai kondisi dan skenario, berpengalaman luas dalam
               mengkoordinir dan mengawasi kegiatan survei dan investigasi terkait. Memiliki
               pengetahuan tentang standar nasional dan internasional untuk desain geoteknik,
               investigasi, survei, dan pekerjaan pembangunan dan rehabilitasi. Berkoordinasi
               dengan anggota tim lain dalam kegiatan- kegiatan yang terkait desain untuk
               menghasilkan desain dan dokumentasi yang bermutu. Tenaga ahli harus memiliki
               sertifikasi keahlian di bidang geoteknik yang dikeluarkan oleh HATTI (Himpunan
               Ahli Teknik Tanah Indonesia) dengan level minimum G1 (Ahli Madya)
                                                                      
             3. Geologi Engineer                                      
               Mempunyai Sertifikat Keahlian Ahli (SKA) Madya Teknik Geoteknik (216) yang
               dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembang
               Jasa Konstruksi (LPJK).                                
               Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Geologi Strata. 1. (S.1) lulusan
               universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah
               diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri
               yang telah diakreditasi dan berpengalaman melaksanakan pekerjaan sejenis lebih
               dari 3 Tahun diutamakan/disukai perencanaan jalan, diutamakan yang telah
               mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga
               ahli tersebut tugas utamanya mengindetifikasi keadaan geologi, merencanakan dan
               melaksanakan semua kegiatan yang mencakup pelaksanaan penyelidikan tanah di
               lapangan dan di laboratorium, pengolahan dan analisis data tanah, dan perhitungan-
               perhitungan mekanika tanah, serta harus menjamin bahwa data, analisis dan
               perhitungan mekanika tanah yang dihasilkan adalah benar, akurat, siap digunakan,
               dapat memberikan masukan yang rinci mengenai kondisi, sifat-sifat dan stabilitas
               badan jalan untuk tahap perencanaan teknik jalan dan lereng.
             4. Geodetic Engineer                                     
               Mempunyai Sertifikat Keahlian Ahli (SKA) Madya Teknik Geodesi (217) yang
               dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan dilegalisasi oleh Lembaga Pengembang
               Jasa Konstruksi (LPJK).                                
               Tenaga ahli yang disyaratkan adalah Sarjana Teknik Sipil Strata. 1. (S.1) lulusan
               universitas/perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah
               diakreditasi atau yang telah lulus ujian negara atau perguruan tinggi luar negeri
               yang telah diakreditasi dan berpengalaman melaksanakan pekerjaan sejenis lebih
               dari 3 Tahun diutamakan/disukai perencanaan jalan,diutamakan yang telah
               mengikuti pelatihan tenaga ahli konsultansi bidang ke-PU-an dari LPJK. Tenaga
               ahli tersebut tugas utamanya membantu Team Leader/Ketua Tim,
               bertanggungjawab mengendalikan pengawasan lapangan dan juru ukur serta
               memberi petunjuk dalam pelaksanaan survei pengukuran (primer) dan
               pengumpulan data sekunder leger jalan dimaksud untuk wilayah yang telah
               ditentukan, memeriksa hasil olahan semua data hasil survei sekunder dan data
               primer yang berada di bawah tanggung jawabnya, bertanggung jawab atas kualitas
               pengumpulan data mencakup kebenaran, ketelitian, kemutakhiran dan kelengkapan
               hasil survei yang dilaksanakan sesuai waktu yang telah ditetapkan, bertanggung
               jawab atas kualitas hasil pengolahan data leger jalan dalam wilayah pekerjaan yang
               menjadi tanggung jawabnya sehingga dapat digunakan untuk tahap perencanaan
               teknis jalan.                                          
                                                                      
             5. Cost Estimate Engineer                                
               Persyaratan minimal berpendidikan Sarjana Teknik Sipil (S-1) lulusan universitas/
               perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau
               yang telah lulus ujian negara yang berpengalaman sekurang - kurangnya 8
               (delapan) tahun, serta bersertifikasi keahlian SKA Ahli Teknik Jalan – Madya
               pengalaman terlibat dalam perhitungan kuantitas dan perkiraan harga untuk
               proyek- proyek pembangunan, pemeliharaan dan rehabilitasi jalan, diutamakan
               yang bekerja pada perusahaan jasa konsultan atau kontraktor pekerjaan.
               Minimal 4 tahun pengalaman pada posisi serupa di proyek yang skala dan sifatnya
               serupa, dengan kemampuan melaksanakan analisis harga satuan proyek,
               quantities take off, penyusunan Daftar Kuantitas dan Harga, serta perkiraan biaya
               kontrak pelaksanaan pekerjaan. Pengetahuan tentang pedoman dan manual
               perkiraan biaya, serta prosedur legislatif pemerintah dan ketentuan untuk praktik
               terbaik pelaksanaan pekerjaan pembangunan jalan. Berkoordinasi dengan anggota
               tim lain dalam kegiatan-kegiatan yang terkait desain untuk menghasilkan desain
               dan dokumentasi yang bermutu.                          
             6. Drainage/Hydrology Engineer                           
               Persyaratan minimal berpendidikan Sarjana Teknik Sipil (S-1) lulusan universitas/
               perguruan tinggi negeri atau perguruan tinggi swasta yang telah diakreditasi atau
               yang telah lulus ujian negara yang berpengalaman sekurang – kurangnya 5 (lima)
               tahun, serta bersertifikasi keahlian SKA Ahli Teknik Jalan atau Ahli Sumber Daya
               Air – Madya pengalaman terlibat dalam survei-survei, investigasi, dan analisis yang
               terkait hidrologi dan drainase jalan, diutamakan yang bekerja pada perusahaan jasa
               konsultan. Minimal 3 tahun pengalaman pada posisi serupa di proyek yang skala
               dan sifatnya serupa, dengan kemampuan melaksanakan prosedur desain drainase
               jalan untuk berbagai kondisi dan skenario, berpengalaman luas dalam
               mengkoordinir dan mengawasi kegiatan survei dan investigasi terkait.
               Berkoordinasi dengan anggota tim lain dalam kegiatan-kegiatan yang terkait
               desain untuk menghasilkan desain dan dokumentasi yang bermutu.
                                                                      
             7. Ahli K3 Konstruksi                                    
                Persyaratan minimal setingkat S1 Teknik dengan pengalaman kerja 3 tahun di
                bidang K3 Konstruksi atau S1Program Studi K3 dengan pengalaman kerja
                minimal 4 tahun di bidang K3 Konstruksi. Memiliki sertifikat keahlian K3
                Konstruksi yang dikeluarkan oleh Asosiasi terkait dengan pengesahan oleh
                Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi (LPJK). Menguasai perencanaan dan
                implementasi SMKK, dapat melakukan identifikasi bahaya dan pengendalian
                risiko, menyusun rancangan konseptual SMKK, memahami standar pemeriksaan
                dan pengujian. Tugas utama tenaga ahli adalah membantu Ketua Tim dalam
                menyusun Rancangan Konseptual SMKK dan tugas lain yang relevan dengan
                Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi.              
                                                                      
             Untuk membantu kelancaran pekerjaan maka Tenaga Ahli tersebut diatas dibantu oleh
             Tenaga Sub-Professional Staff dengan persyaratan Asisten Muda (S1). Adapun jumlah
             tenaga Sub-Professional Staff sebagai berikut :          
                                                                      
               a. Ass. Geodetic Engineer bertugas membantu tugas-tugas Geodetic Eng. dalam
                 perencanaan dan keluaran hasil pekerjaan jalan dan jembatan dan Ass. Geodetic
                 Eng. yang bertugas membantu Team Leader dalam melakukan pekerjaan lain
                 terkait tugas dan tanggung jawab pada paket Perencanaan Teknis Jalan dan
                 Jembatan (DED), sebanyak 1 Orang.                    
                                                                      
               b. Ass. Geotechnic Engineer bertugas membantu tugas-tugas Geotechnic Eng.
                 dalam perencanaan dan keluaran hasil pekerjaan jalan dan jembatan dan Ass.
                 Soil Material Eng. yang bertugas membantu Team Leader dalam melakukan
                 pekerjaan lain terkait tugas dan tanggung jawab pada paket Perencanaan Teknis
                 Jalan dan Jembatan (DED), sebanyak 2 Orang.          
                                                                      
            Surveyor bertugas membantu Team Leader dalam pengawasan dan pengukuran
            pekerjaan dilapangan, terkait perencaan jalan dan jembatan serta melakukan pekerjaan
            lain terkait tugas dan tanggung jawab pada paket Perencanaan Teknis, sebanyak 2
            Orang. Selain itu diperlukan tenaga-tenaga pendukung untuk membantu kelancaran
            kegiatan yang terdiri dari: Drafter CAD 2 orang dan Operator Komputer 1 orang.
                                                                      
                                                                      
12. Jadwal                                 BULAN                      
             NO URAIAN KEGIATAN JANUARI FEBRUARI MARET APRIL MEI JUNI JULI AGUSTUS SEPTEMBER OKTOBER
   Tahapan             1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4 1 2 3 4
            Persiapan                                                 
   Pelaksanaa                                                         
             1 Pembentukan Tim Survey                                 
              Penyusunan Rencana kerja dan Ruang                      
   n Pekerjaan 2 Lingkup kerja                                        
             3 Penyusunan Rencana Survey                              
            Survey Pendahuluan                                        
             4 Pendahuluan Geometrik                                  
             5 Pendahuluan Existing Jalan                             
             6 Pendahuluan Topografi                                  
             7 Pendahuluan Banguna Pelengkap                          
             8 Pendahuluan Geologi                                    
             9 Pendahuluan Geoteknik                                  
            Survey Detail                                             
             10 Survey Detail Topografi                               
             11 Survey Detail Hidrologi                               
             12 Survey Detail Geoteknik                               
            Perencanaan Teknis                                        
             13 Pengujian Laboratorium                                
             14 Perhitungan Struktur dan Detail                       
             15 Perhitungan Kuantitas dan Biaya                       
             16 Penggambaran                                          
             17 Penyusunan Kuantitas dan Biaya                        
            Pembahasan dan Pengumpulan laporan                        
             18 Presentasi desain                                     
             19 Koreksi Perbaikan                                     
             20 Finalisasi Desain                                     
             21 Laporan RMK                                           
             22 Laporan Program Mutu                                  
             23 Laporan Pendahuluan                                   
             24 Laporan Antara                                        
             25 Laporan Draft Akhir                                   
             26 Laporan Akhir                                         
                           Laporan                                    
                                                                      
                                                                      
13. Laporan  Laporan Program Mutu ialah dokumen penjamin mutu terhadap pelaksanaan proses
  Program    kegiatan dan hasil kegiatan dan Laporan Rencana Keselamatan Konstruksi adalah
  Mutu dan   dokumen telaah tentang Keselamatan Konstruksi yang memuat elemen SMKK yang
  RKK        merupakan satu kesatuan dengan dokumen kontrak. Laporan ini mengacu pada
             Peraturan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat nomor 10 Tahun 2021
             tentang Pedoman Sistem Manajemen Keselamatan Konstruksi. 
                                                                      
             Laporan disusun setelah menerima Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) dan dibahas
             pada Rapat Persiapan Pelaksanaan Pekerjaan. Laporan harus disahkan sebelum
             memulai pekerjaan dan diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.
             Laporan harus diserahkan saat rapat persiapan pelaksanaan pekerjaan sebanyak 5 (lima)
             buku laporan                                             
             Laporan dibuat sejak SPMK dan diserahkan paling lambat sebelum mobilisasi.
                                                                      
14. Laporan  Laporan Pendahuluan memuat: Pemahaman terhadap KAK, Metodologi dan Rencana
  Pendahuluan Kerja, Menyampaikan Kriteria Desain secara detail, Hasil Scanning Perencanaan Awal,
             Pengenalan Lokasi Awal, Organisasi Pelaksanaan kegiatan, dan Jadwal pelaksanaan
             termasuk persiapan survei                                
                                                                      
             Laporan harus diserahkan selambat – lambatnya: 42 hari kerja sejak SPMK diterbitkan
             sebanyak 5 (lima) buku laporan.                          
                                                                      
15. Laporan  Laporan Antara yang memuat hasil sementara pelaksanaan kegiatan: Hasil
   Antara    pengumpulan data sekunder maupun data primer, Hasil kajian terhadap data survei,
             Konsep perencanaan, Progres kegiatan dan rencana selanjutnya.
                                                                      
             Laporan harus diserahkan selambat – lambatnya: 126 hari kerja sejak SPMK
             diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.              
                                                                      
16. Laporan  Laporan Draft Akhir memuat: Draft desain termasuk memuat kriteria desain yang
   Draft Akhir diambil, Gambar rencana, Konsep Dokumen Lelang, Progres Kegiatan, Kesimpulan
             dan Rekomendasi.                                         
             Laporan harus diserahkan selambat – lambatnya: 147 hari kerja sejak SPMK
             diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.              
                                                                      
17. Laporan  Laporan Akhir yang memuat:                               
   Akhir     • Penyempurnaan laporan dan progres perencanaan.         
             • Detailed Engineeering Design                           
             • Estimasi biaya                                         
             • Dokumen tender, sesuai dengan dokumen tender standar yang disyaratkan oleh
                                                                      
               pengguna jasa                                          
                                                                      
             Laporan harus diserahkan selambat – lambatnya: 210 hari kerja sejak SPMK
             diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan.              
                                                                      
                                                                      
18. Laporan  Laporan Teknis yang dihasilkan                           
   Perencanaa  a. Laporan perencanaan                                 
   n Teknis                                                           
                 Laporan perencanaan ini dipisahkan berdasarkan paket pekerjaan masing-masing
                 laporan berisi:                                      
                    -  Daftar isi.                                    
                                                                      
                    -  Peta lokasi proyek                             
                    -  Daftar bangunan pelengkap.                     
                    -  Uraian yang berisi data perencanaan beserta perhitungan struktur
                       bangunan bawah beserta pondasinya, drainase, jalan dan lain-lain.
                    -  Gambar rencana yang dibuat di atas kertas A3.  
                                                                      
               b. Laporan perkiraan kuantitas dan biaya               
                 Laporan ini berisi perkiraan kuantitas dan biaya yang dihitung untuk tiap item
                 pekerjaan yang kemudian digabungkan sebagai kesimpulan perkiraan biaya.
                 Laporan perkiraan kuantitas dan biaya ini dipisahkan sesuai dengan pekerjaan
                 yang dilaksanakan dengan isi sebagai berikut:        
                    -  Daftar isi.                                    
                    -  Peta lokasi proyek.                            
                                                                      
                    -  Daftar bangunan pelengkap/jembatan.            
                    -  Perhitungan perkiraan kuantitas.               
                    -  Analisa biaya.                                 
                    -  Perkiraan biaya.                               
                                                                      
               c. Laporan penyelidikan tanah                          
                 Laporan Akhir Geoteknik harus mencakup sekurang-kurangnya pembahasan
                 mengenai hal-hal berikut:                            
                    -  Data proyek.                                   
                                                                      
                    -  Peta situasi proyek yang menunjukkan secara jelas lokasi proyek
                       terhadap kota besar terdekat.                  
                    -  Kondisi badan jalan yang ada sepanjang trase jalan.
                    -  Batuan penyusun (stratigrafi) sepanjang trase jalan. Untuk peta
                       penyebaran batuan disiapkan dalam kertas HVS ukuran A3 dan
                       diwarnai sesuai dengan standar pewarnaan geologi dan diberi notasi.
                    -  Hasil akhir pemeriksaan laboratorium dijadikan acuan untuk
                       perbaikan hasil deskripsi secara visual.       
                    -  Penyebaran jenis tanah sepanjang trase jalan. Untuk peta penyebaran
                       tanah disiapkan dalam kertas ukuran A3 dan diwarnai sesuai dengan
                       standar pewarnaan geologi dan diberi notasi.   
                    -  Analisis perhitungan konstruksi timbunan dan stabilitas lereng (bila
                       ada).                                          
                                                                      
                    -  Analisis longsoran sepanjang trase jalan (bila ada).
                    -  Sumber bahan konstruksi jalan (jenisnya dan perkiraan volume
                       cadangan).                                     
                    -  Gejala struktur geologi yang ada (kekar, sesar/ patahan dsb.) beserta
                       lokasinya (bila ada).                          
                    -  Rekomendasi.                                   
                                                                      
                                                                      
               d. Laporan Topografi                                   
                 Laporan topografi mencakup sekurang-kurangnya pembahasan mengenai hal-
                 hal berikut:                                         
                    -  Data proyek.                                   
                    -  Peta situasi proyek yang menunjukkan secara jelas lokasi proyek
                       terhadap kota besar terdekat.                  
                                                                      
                    -  Kegiatan perintisan untuk pengukuran.          
                    -  Kegiatan pengukuran titik kontrol horizontal.  
                                                                      
                    -  Kegiatan pengukuran titik kontrol vertikal.    
                    -  Kegiatan pengukuran situasi.                   
                    -  Kegiatan pengukuran penampang melintang.       
                    -  Kegiatan pengukuran khusus (bila ada).         
                                                                      
                    -  Perhitungan dan penggambaran.                  
                    -  Peralatan ukur yang digunakan berikut nilai koreksinya.
                    -  Dokumentasi foto mengenai kegiatan pengukuran topografi termasuk
                       kegiatan pencetakan dan pemasangan BM, pengamatan matahari, dan
                       semua obyek yang dianggap penting untuk keperluan perencanaan
                       jalan.                                         
                    -  Deskripsi BM (sebagai lampiran).               
                    -  Data ukur hasil ploting dan negatif film harus diserahkan.
                                                                      
               e. Laporan Hidrologi                                   
                 Laporan mengenai survey dan analisis hidrologi, yang meliputi:
                                                                      
                    -  Data proyek.                                   
                    -  Peta situasi proyek yang menunjukkan secara jelas lokasi proyek
                       terhadap kota besar terdekat, pos pencatat curah hujan.
                    -  Data curah hujan untuk setiap pos yang diambil.
                    -  Analisis/ perhitungan.                         
                    -  Penentuan dimensi dan jenis bangunan air.      
                                                                      
                    -  Daftar lokasi bangunan air yang direncanakan.  
               f. Dokumen Pelelangan Pekerjaan Fisik                  
                 Dokumen Pelelangan Pekerjaan Fisik sesuai dengan dokumen pelelangan
                 standar.                                             
                                                                      
                 Laporan harus diserahkan selambat – lambatnya: 270 hari kerja sejak SPMK
                 diterbitkan sebanyak 5 (lima) buku laporan