SPESIFIKASI TEKNIS
PERAWATAN GEDUNG DAN
HALAMAN RUSUN BWS PAPUA
LOKASI :
KEC. ABEPURA KOTA JAYAPURA
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
SPESIFIKASI TEKNIS
Keterangan :
Pokja ULP menguraikan Spesifikasi Teknis dan Gambar yang diperlukan dalam pelaksanaan
pekerjaan.
1. LINGKUP PEKERJAAN
PERAWATAN GEDUNG DAN HALAMAN RUSUN BWS PAPUA
2. JENIS DAN MUTU BAHAN
2.1. Jenis dan mutu bahan yang akan dilaksanakan harus diutamakan bahan-
bahan produksi dalam negeri, sesuai dengan keputusan bersama Menteri
Perdagangan dan Koperasi, Menteri Perindustrian dan Menteri Penertiban
Aparatur Negara tanggal 23 Desember 1980 dan Perpres Nomor 54 tahun
2010 dan tentang Pengadaan Barang/Jasa Pemerintah yang terakhir diubah
dengan Peraturan Presiden No. 70 Tahun 2012 beserta petunjuk teknisnya
serta ketentuan teknis operasional pengadaan barang/jasa secara elektronik.
2.2. Bahan-bahan bangunan/tenaga kerja setempat, sesuai dengan lokasi yang
ditunjuk, bila bahan-bahan bangunan dari semua jenis memenuhi syarat
teknis, sesuai dengan peraturan yang ada dianjurkan untuk dipergunakan
dengan mendapatkan ijin dari Kuasa Pengguna Anggaran / Direksi (secara
tertulis).
2.3. Bila bahan-bahan bangunan yang telah memenuhi spesifikasi teknis terdapat
beberapa/bermacam-macam jenis (merk) diharuskan untuk memakai jenis dan
mutu bahan satu jenis.
2.4. Bila Rekanan telah menanda tangani/melaksanakan jenis dan mutu bahan
untuk pekerjaan atau bagian pekerjaan tidak sesuai dengan yang telah
ditetapkan bahan- bahan tersebut harus ditolak dan dikeluarkan dari lokasi
pekerjaan paling lambat 24 jam setelah ditolak dan biaya menjadi tanggung
jawab rekanan.
2.5. Bila dalam uraian dan syarat-syarat yang disebutkan nama pabrik pembuatan
dari suatu barang, maka ini hanya dimaksudkan untuk menunjukan kualitas
dan tipe dari barang- barang yang memuaskan Pemberi Tugas.
3. URAIAN PEKERJAAN
3.1. Penyediaan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
Pemborong harus menyediakan segala yang diperlukan untuk melaksanakan
pekerjaan secara sempurna dan efisien dengan urutan yang teratur, termasuk
semua alat-alat pembantu yang dipergunakan seperti andang-andang, alat-
alat pengangkat, mesin-mesin, alat-alat penarik dan sebagainya yang
diperlukan oleh rekanan dan untuk semua alat-alat tersebut pada waktu
pekerjaan selesai karena sudah tidak berguna lagi, dan untuk memperbaiki
kerusakan yang diakibatkannya.
3.2. Kuantitas dan kualitas pekerjaan
a. Kuantitas dan kualitas pekerjaan yang termasuk dalam harga kontrak harus
dianggap seperti apa yang tertera dalam gambar kontrak atau diuraikan
dalam uraian dan syarat- syarat. Tetapi kecuali yang disebut diatas apa
yang tertera dalam uraian dan syarat-syarat dalam kontrak itu
bagaimanapun tidak boleh menolak, merubah atau mempengaruhi
penerapan dari apa yang tercantum dalam syarat-syarat ini.
b. Kekeliruan dalam uraian pekerjaan atau kuantitas atau pengurangan
bagian-bagian dari gambar dan uraian dan syarat-syarat tidak boleh
merusak (membatalkan) kontrak ini, tetapi hendaknya diperbaiki dan
dianggap suatu perubahan yang dikehendaki oleh pemberi tugas.
4. GAMBAR – GAMBAR PEKERJAAN
4.1. Gambar-gambar rencana pekerjaan yang terdiri dari gambar bestek, gambar
detail konstruksi, gambar situasi dan sebagainya yang telah dilaksanakan oleh
perencana telah disampaikan kepada rekanan beserta dokumen-dokumen
lain. Rekanan tidak boleh mengubah atau menambah tanpa mendapat
persetujuan tertulis dari Kuasa Pengguna Anggaran. Gambar-gambar tersebut
tidak boleh diberikan kepada pihak lain yang tidak ada hubungannya dengan
pekerjaan pemborongan ini atau dipergunakan untuk maksud- maksud lain.
4.2. Gambar-gambar tambahanBila Kuasa Pengguna Anggaran / Direksi
menganggap perlu, maka Konsultan Perencana harus membuat gambar detail
(gambar penjelasan) yang disyahkan oleh Direksi, gambar-gambar tersebut
menjadi milik Direksi.
4.3. As Built Drawing (Gambar yang sesuai sebagaimana yang dilaksanakan)
Untuk semua pekerjaan yang belum terdapat dalam gambar-gambar baik
penyimpangan atas perintah pemberi Tugas atau tidak, pengawas harus
membuat gambar-gambar yang sesuai dengan apa yang telah dilaksanakan
(As Built Drawing) yang jelas memperhatikan perbedaan antara gambar-
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
gambar kontrak dan pekerjaan yang dilaksanakan. Gambar- gambar tersebut
harus diserahkan dalam rangkap 3 (tiga) dan semua biaya pembuatannya
ditanggung oleh Rekanan.
4.4. Gambar-gambar ditempat pekerjaan
Rekanan harus menyimpan ditempat pekerjaan satu rangkap gambar kontrak
lengkap termasuk rencana Kerja dan Syarat-syarat, Berita Acara Aanwijzing,
Time Schedule dalam keadaan baik (dapat dibaca dengan jelas) termasuk
perubahan- perubahan terakhir dalam masa pelaksanaan pekerjaan, agar
tersedia jika pemberi tugas atau wakilnya sewaktu-waktu memerlukan.
5. TEMPAT TINGGAL (DOMISILI)
5.1. Adapun kebangsaan pemborong, Sub Pemborong, leveransir atau penengah
(Arbitrase) dan dimanapun mereka bertempat tinggal / menetap (domisili) atau
dimanapun pekerjaan atau bagian pekerjaan berada Undang-undang Republik
Indonesia adalah Undang- undang yang melindungi kontrak ini.
5.2. Untuk memudahkan komunikasi demi untuk mempermudah jalannya
pelaksanaan pekerjaan rekanan pemborong berkewajiban memberikan alamat
yang tetap dan jelas dengan nomor telpon rumah kepada Kuasa Pengguna
Anggaran.
6. PENJELASAN RKS DAN GAMBAR
6.1. Bila terdapat perbedaan gambar, antara gambar rencana dan gambar detail
maka gambar detail yang dipakai/diikuti.
6.2. Bila terdapat skala gambar dan ukuran dalam gambar tidak sesuai, maka
ukuran dengan angka dalam gambar yang diikuti.
6.3. Bila ukuran-ukuran jumlah yang diperlukan dan bahan-bahan/barang dipakai
dalam RKS tidak sesuai dengan gambar, maka RKS yang diikuti.
6.4. Rekanan berkewajiban untuk mengadakan penelitian tentang hal-hal tersebut
diatas. Setelah rekanan menerima dokumen dari Kuasa Pengguna
Anggaran dan hal tersebut akan dibahas dalam rapat penjelasan.
6.5. Sebelum melaksanakan pekerjaan rekanan diharuskan meneliti kembali
semua dokumen yang ada untuk disesuaikan dengan Berita Acara Rapat
penjelasan.
7. PERSIAPAN DI LAPANGAN
7.1. Los Kerja / Direksi Keet
a. Pemborong diwajibkan membuat bouwkeet untuk kantor pegawainya, dan
gudang untuk bahan-bahan yang perlu terhindar dari gangguan cuaca.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
b. Bila dianggap perlu oleh Direksi lapangan, pemborong diwajibkan
membuat los kerja untuk tempat pekerja, sehingga terhindar dari matahari
dan hujan.
7.2. Persiapan
a. Sebelum rekanan Pemborong mengadakan persiapan di lokasi,
sebelumnya harus memenuhi prosedur tentang tata cara perijinan /
perkenan untuk memulai dengan persiapan-persiapan pembangunan
kepada Ketua Jurusan yang bersangkutan terutama tentang dimana harus
membangun bangunan, jalan masuk dan sebagainya.
b. Pada saat mengadakan persiapan dan pengukuran Direksi lapangan
sudah harus mulai aktif untuk mengadakan pengawasan sesuai dengan
tugasnya.
c. Untuk menghindari keraguan konstruksi, maka sebelum pada tiap-tiap
bagian pekerjaan dilaksanakan, diharuskan mendapat ijin tertulis dari
Direksi lapangan untuk dapat meneruskan bagian dari pekerjaan tersebut
secara berkala.
8. JADWAL PELAKSANAAN
Pada saat rekanan akan mulai pelaksanaan dilapangan atau setelah rekanan
menerima SPK dari Kuasa Pengguna Anggaran harus segera mengadakan persiapan
antara lain pembuatan jadwal pelaksanaan yang berupa Bar Chart secara tertulis,
berisi tahap-tahap pelaksanaan pekerjaan, waktu yang dicantumkan atau
direncanakan dan disesuaikan dengan jangka waktu yang ditetapkan dalam kontrak.
Bar Chart tersebut harus selalu berada dilokasi, tempat pekerjaan untuk diikuti dengan
perkembangan hasil pelaksanaan pekerjaan dilapangan dengan diberikan tanda garis
tinta warna merah. Bila terdapat/terlihat hambatan, semua pihak harus segera
mengadakan langkah-langkah untuk penanggulangan hambatan yang akan terjadi.
9. KUASA PEMBORONG DI LAPANGAN
9.1. Pengawasan dan Prosedur Pelaksanaan
Pemborong/rekanan harus mengawasi dan memimpin pekerjaan dengan
menggunakan kecakapan dan perhatian sepenuhnya.Ia harus semata-mata
bertanggung jawab untuk semua alat-alat konstruksi, cara-cara teknik urutan
dan prosedur dan untuk mengkoordinasikan semua bagian pekerjaan yang
berada didalam kontrak.
9.2. Pegawai pemborong yang melaksanakan :
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
a. Sebagai pemimpin pelaksanaan proyek sehari-hari pada pelaksana
pekerjaan pemborong harus dapat menyerahkan kepada seorang
pelaksanaan ahli, cakap sesuai bidang keahliannya, yang diberi kuasa
dengan penuh tanggung jawab dan selalu berada ditempat pekerjaan.
b. Sebagai penanggung jawab di lapangan pekerjaan pelaksanaan harus
mempelajari dan mendalami semua isi gambar, bestek dan Berita Acara
Aanwijzing sehingga tidak terjadi kesalahan-kesalahan konstruksi maupun
kualitas bahan-bahan yang harus dilaksanakan.
c. Perubahan konstruksi maupun perubahan bahan-bahan bangunan dapat
dilaksanakan apabila ada izin tertulis dari Pengawas/ Kuasa Pengguna
Anggaran berdasarkan rapat Direksi. Menyimpang dari hal tersebut
menjadi tanggung jawab pemborong, untuk melaksanakan sesuai gambar
dan bestek.
d. Direksi berhak menolak penunjukan seorang pelaksana (Uitvoerder) dari
pemborong berdasarkan pendidikan, pengalaman tingkah laku dan
kecakapan, dalam hal ini pemborong harus segera menempatkan
pengganti lain dengan persetujuan Direksi.
10. PENJAGAAN KEAMANAN LAPANGAN PEKERJAAN
10.1. Keamanan dan kesejahteraan
Selama pelaksanaan pekerjaan rekanan pemborong diwajibkan mengadakan
segala hal yang diperlukan untuk keamanan para pekerja dan tamu, seperti
pertolongan pertama, sanitasi, air minum, dan fasilitas-fasilitas kesejahteraan.
Juga diwajibkan memenuhi segala peraturan dan tata tertib, ordonansi
Pemerintah atau Pemerintah Daerah setempat.
10.2. Terhadap wilayah orang lain
Pemborong diharuskan membatasi daerah operasinya disekitar tampak dan
harus mencegah para pekerjanya melanggar wilayah orang lain yang
berdekatan.
10.3. Terhadap milik umum
Pemborong harus menjaga agar jalan umum, jalan kecil dan hak pemakai
jalan, bersih dari bahan-bahan bangunan dan sebagainya dan memelihara
kelancaran lalu lintas, baik bagi kendaraan maupun pejalan kaki selama
kontrak berlangsung. Pemborong juga bertanggung jawab atas gangguan dan
pemindahan yang terjadi atas perlengkapan umum (fasilitas) seperti saluran
air, listrik dan sebagainya yang disebabkan oleh kegiatan pemborong, maka
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
biaya pemasangan kembali dan segala perbaikan kerusakan menjadi
tanggung jawab pemborong.
10.4. Keamanan Terhadap Pekerjaan
Pemborong bertanggung jawab atas keamanan seluruh pekerjaan termasuk
bahan- bahan bangunan dan perlengkapan instalasi ditapak, hingga kontrak
selesai dan diterima baik oleh Direksi. Pemborong harus menjaga
perlengkapan bahan-bahan dari segala kemungkinan kerusakan, kehilangan
dan sebagainya untuk seluruh pekerjaan termasuk bagian-bagian yang
dilaksanakan oleh pekerja-pekerja dan menjaga agar pekerjaan bebas dari air
hujan dengan melindungi memakai tutup yang layak, memompa atau menimba
seperti apa yang dikehendaki atau diinstruksikan.
11. JAMINAN DAN KESELAMATAN BURUH
11.1. Air Minum dan Air Untuk Pekerjaan
a. Pemborong harus senantiasa menyediakan air minum yang cukup
bersih ditempat pekerjaan untuk para pekerjanya.
b. Air untuk keperluan bangunan selama pelaksanaan, dapat
mempergunakan
atau menyambung pipa air yang telah ada dengan meteran air tersendiri
(guna memperhitungkan pembayaran) atau air sumur yang bersih/jernih
dan tawar, bila hal ini meragukan pengawas harus diperiksa di
laboratorium.
11.2. Kecelakaan
Apabila terjadi kecelakaan untuk tenaga kerja yang melaksanakan pekerjaan
tersebut pada waktu pelaksanaan, pemborong harus segera mengambil
tindakan yang perlu untuk keselamatan si korban dengan biaya pengobatan
dan lain-lain menjadi tanggung jawab pemborong dan harus segera
melaporkan kepada Instansi yang berwenang dan Direksi.
11.3. Dilokasi pekerjaan harus disediakan kotak obat-obatan untuk pertolongan
pertama dan pekerja wajib menggunakan APD yang selalu tersedia dalam
setiap saat dan berada ditempat Direksi Keet/Bouwkeet.
12. ALAT – ALAT PELAKSANAAN / PENGUKURAN
Selama pelaksanaan pekerjaan, pemborong harus menyediakan/menyiapkan alat-alat
baik untuk sarana peralatan pekerjaannya maupun peralatan-peralatan yang
diperlukan untuk memenuhi kwalitas hasil pekerjaan antara lain : pompa air, beton
mollen dan sebagainya.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
13. SYARAT-SYARAT CARA PEMERIKSAAN BAHAN BANGUNAN
13.1. Pemborong harus selalu memegang teguh disiplin keras dan perintah yang
baik antara pekerjanya dan tak akan mengerjakan tenaga yang tidak sesuai
atau tidak mempunyai keahlian dalam tugas yang diserahkan kepadanya.
13.2. Pemborong menjamin bahwa semua bahan bangunan dan perlengkapan yang
disediakan menurut kontrak dalam keadaan baru dan bahwa semua pekerjaan
akan berkualitas baik bebas dari cacat. Semua pekerjaan yang tidak sesuai
dengan standart ini dapat dianggap defiktif.
13.3. Dalam pengajuan penawaran pemborong harus memperhitungkan biaya-biaya
pengujian / pemerikasaan berbagai bahan pekerjaan.
Diluar jumlah tersebut pemborong tetap bertanggungjawab atas biaya-biaya
pengiriman yang tidak memenuhi syarat-syarat yang dikehendaki.
14. PEKERJAAN TIDAK BAIK
14.1. Pemberi tugas berhak mengeluarkan instruksi agar pemborong membongkar
pekerjaan apa saja yang telah ditutup untuk diperiksa, atau mengatur untuk
mengadakan pengujian bahan-bahan atau barang-barang baik yang sudah
maupun yang belum dimasukkan dalam pekerjaan atau yang sudah
dilaksanakan.
Ongkos untuk pekerjaan dan sebagainya menjadi beban pemborong untuk
disempurnakan dengan kontrak.
14.2. Pemberi tugas berhak mengeluarkan instruksi untuk menyingkirkan dari
tempat pekerjaan, pekerjaan-pekerjaan, bahan-bahan atau barang apa saja
yang tidak sesuai dengan kontrak.
14.3. Pemberi tugas berhak (tetap tidak dengan cara tidak adil atau
menyusahkan) mengeluarkan perintah yang menghendaki pemecatan siapa
saja dari pekerjaan.
15. PEKERJAAN TAMBAH DAN KURANG (MEER EN MINDERWERK)
15.1. Pemborong berkewajiban sesuai dengan pekerjaan yang diterima menurut
ketentuan AV- 41 pasal (2) ayat (3) dan menurut gambar-gambar detail yang
telah disahkan oleh Direksi melaksanakan secara keseluruhan atau dalam
bagian-bagian menurut persyaratan- persyaratan teknis untuk mendapatkan
pekerjaan yang baik. Pemborong selanjutnya berkewajiban pula tanpa
tambahan biaya mengerjakan segala sesuatu demi kesempurnaan pekerjaan
atau memakai bahan-bahan yang tepat walaupun satu dan lain hal tidak
dicantumkan dalam gambar dan bestek.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
15.2. Pekerjaan tambah dan kurang hanya dapat dikerjakan atas perintah atau
persetujuan secara tertulis dari Direksi. Selanjutnya perhitungan penambahan
atau pengurangan pekerjaan dilakukan atas dasar harga yang disetujui oleh
kedua belah pihak jika tidak tercantum dalam daftar harga upah dan satuan
pekerjaan.
15.3. Pekerjaan tambah dan kurang yang dikerjakan tidak seizin direksi secara
tertulis adalah tidak sah dan menjadi tanggung jawab pemborong sepenuhnya.
16. PAPAN NAMA PROYEK
16.1. Pemborong tidak diizinkan membuat iklan dalam bentuk apapun, dalam batas-
batas lapangan pekerjaan atau ditanah yang berdekatan tanpa tanpa ijin
Direksi.
16.2. Pemborong harus melarang siapapun yang tidak berkepentingan
memasuki lapangan pekerjaan.
16.3. Pemborong harus memasang papan nama proyek dilokasi dengan ukuran 0,8
x 1,2 m2 warna dasar putih tulisan hitam.
17. PEKERJAAN PERSIAPAN
17.1. Termasuk didalam lingkup perkerjaan persiapan pelaksanaan konstruksi ini
adalah penyediaan tenaga, bahan material dan peralatan untuk pelaksanaan
pekerjaan- pekerjaan :
a. Pekerjaan pembersihan lokasi
b. Pekerjaan pengukuran
c. Pekerjaan pemasangan papan bangunan (pasang bouwplank)
17.2. Sebelum rekanan pemborong mengadakan persiapan dilokasi sebelumnya
harus memenuhi prosedur tentang tata cara perijinan/perkenan untuk memulai
dengan persiapan-persiapan pembangunan kepada pemerintah daerah
setempat, terutama tentang dimana harus membangun Direksi Keet, bahan-
bahan bangunan, jalan masuk dan sebagainya.
17.3. Pada saat mengadakan persiapan pengukuran Direksi Lapangan sudah harus
mulai aktif untuk mengadakan pengawasan sesuai dengan tugasnya.
17.4. Untuk menghindari keraguan konstruksi, maka sebelum tiap-tiap bagian
pekerjaan dilaksanakan, diharuskan mendapatkan ijin tertulis dari Direksi
lapangan untuk dapat meneruskan bagian dari pekerjaan tersebut secara
berkala.
18. PEMBERSIHAN LOKASI
18.1. Pembersihan dilaksanakan pada :
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
Semua jenis kotoran, tanaman, tumpukan sisa material, peralatan tak terpakai
dan lain-lain yang mengganggu pelaksanaan pekerjaan konstruksi disekitar
daerah pekerjaan hingga seluas kapling bangunan.
18.2. Pembuangan sisa-sisa pembersihan lokasi harus segera dikeluarkan dari
lokasi pekerjaan atau ditempatkan dilapangan pekerjaan sesuai petunjuk
direksi.
18.3. Setelah pembersihan lahan bekas bongkaran lantai bagian belakang harus
dilakukan perataan lahan rata dengan tanah.
19. PEKERJAAN TANAH / URUGAN
19.1. Lingkup Pekerjaan
1. Pek. Galian Tanah Pondasi
2. Pek. Timbunan Batu Karang
3. Pek. Timbunan Tanah
4. Pek. Urugan Pasir
5. Pek. Urugan Kembali Bekas Galian
19.2. Persyaratan Bahan
Bahan timbunan atau urugan tanah dan pasir maupun batu karang digunakan
bahan berkualitas baik. Tanah timbunan, batu karang dan pasir urugan harus
bersih dari kotoran-kotoran dan akar-akar kayu, serta sampah lainnya yang
dapat menurunkan kualitas hasil pekerjaan.
19.3. Pedoman Pelaksanaan
a. Galian boleh dilaksanakan setelah bouwplank dengan penandaan sumbu
ke sumbu selesai diperiksa dan disetujui, Konsultan Pengawas, dan
Pemilik Pekerjaan bersama Kontraktor. Apabila di tempat galian
ditemukan pipa-pipa pembuangan, kabel listrik, telepon atau lainnya
yang masih berfungsi, maka Kontraktor secepatnya memberitahukan
kepada instansi yang berwenang untuk mendapat petunjuk seperlunya.
Kontraktor bertanggung jawab sepenuhnya atas segala kerusakan yang
diakibatkan pekerjaan galian tersebut.
b. Galian pondasi menerus dikerjakan sesuai gambar rencana
c. Urugan tanah kembali dikerjakan setelah pasangan pondasi menerus
selesai dikerjakan. Urugan harus dipadatkan dengan menggunakan alat
pemadat tangan (hand stamper) dan pemadatan dapat dilhentikan atas
persetujuan konsultan pengawas.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
d. Urugan pasir harus dikerjakan pada lokasi dan ketebalan sesuai gambar
rencana
e. Urugan batu karang dilaksanakan bertahap lalu di padatkan dan
dirapihkan.
f. Urugan sirtu peninggian peil lantai harus dilakukan dengan melakukan
pemadatan setiap 20 cm tebal urugan dengan menggunakan stamper.
g. Pemadatan dapat dihentikan setelah mendapat persetujuan dari
konsultan pengawas.
h. Segala hal yang dikerjakan harus diukur sesuai dengan kondisi yang
dikerjakan di lapangan atas persetujuan dari Konsultan Pengawas dan
Direksi Pemberi kerja
20. PEKERJAAN PASANGAN PAVING
20.1. Lingkup Pekerjaan
1. Pasangan Lantai Paving Halaman Rusun
20.2. Persyaratan Bahan
1. Ketebalan Urugan Pasir dibawah Pasangan Paving dipakai 5 – 6 cm.
2. Bentuk Paving yang digunakan adalah bentuk persegi ataupun segi enam
disesuaikan dengan keadaan dilapangan berdasarkan petunjuk teknis dari
direksi pekerjaan.
20.3. Pedoman Pelaksanaan
1. Bidang paving yang terpasang harus benar - benar rata dengan
memperhatikan kondisi muka tanah sesuai dengan gambar.
2. Pola pemasangan paving block sebisa mungkin sesuai dengan gambar
detail, atau petunjuk teknis dari direksi/konsultan pengawas.
3. Lebar siar harus sama, membentuk garis lurus sesuai dengan gambar dan
siar – siar harus diisi dengan pasir.
21. PEKERJAAN PONDASI
21.1. Lingkup Pekerjaan
1. Pas. Batu Kosong
2. Pek. Pondasi Batu, ad 1 : 4
21.2. Persyaratan Bahan
a. Batu belah untuk pasangan pondasi adalah batu belah dengan ukuran 15-
20 cm, dengan tiga muka pecahan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
b. Batu belah yang dipergunakan sebagai pondasi, harus dipilih batu yang
keras dan tidak keropos dan dikerjakan sesuai bentuk dan ukuran yang
tertera dalam gambar dan mendapat persetujuan Direksi.
21.3. Pedoman Pelaksanaan
a. Sebelum pondasi dipasang terlebih dahulu diadakan pengukuran-
pengukuran untuk as-as pondasi sesuai dengan gambar konstruksi dan
dimintakan persetujuan Konsultan pengawas tentang kesempurnaan
galian.
b. Setelah itu pondasi pada bagian dasar pondasi dilapisi pasir pasang
setebal 5 cm dan dipadatkan, sebagai lantai kerja. Di atas pasir, dipasang
aanstamping, terdiri dari batu kali dan pasir pasang (pasangan batu
kosong). Lapisan ini juga harus dipadatkan, dengan menyiram air di
atasnya, sehingga pasir akan mengisi rongga-rongga batu kali tersebut.
Tebal lapisan dibuat sesuai dengan gambar detail pondasi.
c. Pondasi dibuat dari pasangan batu karang dengan adukan 1 PC : 4 PS,
dan plesteran pondasi 1PC : 4 Ps diaci PC sampai merata halus
22. PEKERJAAN GEBALAN RUMPUT
22.1. Lingkup Pekerjaan
1. Pasangan Gebalan Rumput Lapangan Gateball
22.2. Persyaratan Bahan
1. Rumput yang digunakan adalah jenis rumput yang biasa digunakan pada
Lapangan gatebal, Ex : Rumput Jarum, Rumput Gajah Mini, dan atau jenis
rumput lainnya sesuai petunjuk teknis dari direksi/konsultan pengawas.
22.3. Syarat – syarat pelaksanaan
1. Urugan tanah dibawah rumput dalam keadaan gembur agar akar rumput
dapat dengan mudah berkembang pada bidang lapangan.
2. Gebalan rumput dipasang dengan cara tidak terlalu berdesakkan dan
diberikan spes atau jarak kurang lebih 5 cm untuk pertumbuhan.
23. PEKERJAAN BETON
23.1. Lingkup Pekerjaan
1. Pek. Pondasi Plat Beton dan Kolom Beton Gapura
- Beton
- Pembesian
- Bekisting
23.2. Persyaratan Bahan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
Semen :
▪ Untuk pekerjaan konstruksi beton bertulang harus memakai semen
produksi dalam negeri merk Semen Indonesia, Tiga Roda atau setara
dan sesuai standart SNI.
▪ Dalam pelaksanaan pekerjaan diharuskan memakai semen satu
produk/merk.
▪ Semen yang didatangkan harus baik dan baru serta di dalam kantong-
kantong semen yang masih utuh.
▪ Untuk penyimpanan diletakkan min. 20 cm diatas tanah. Semen yang
mulai mengeras harus segera dikeluarkan dari lapangan/lokasi.
Agregat Beton :
▪ Pasir beton harus tajam, keras, bersih dari kotoran-kotoran dan bahan
kimia, bahan organik dan susunan diameter butirnya memenuhi
persyaratan- persyaratan PBI 71 jumlah butiran lumpur lembut harus
kurang dari 5% keseluruhannya.
▪ Ukuran maksimum dari batu pecah/split adalah 2 cm dengan bentuk
lebih kurang seperti kubus dan mempunyai “bidang pecah” minimum 3
muka dan split harus bersih, keras dan bebas dari kotoran-kotoran lain
yang dapat mengurangi mutu beton dan memenuhi persyaratan PBI 71.
▪ Susunan ukuran koral/pembagian butir harus termasuk susunan batu
agregat campuran di daerah baik menurut PBI 71.
Air :
▪ Untuk adukan, air yang dipergunakan harus bebas dari asam, garam,
bahan alkali dan bahan organik yang dapat mengurangi mutu beton.
▪ Penggunaan air kerja harus mendapatkan persetujuan dari Direksi dan
bila air yang digunakan meragukan, maka Pemborong harus
mengadakan penelitian Laboratorium dengan biaya atas tanggungan
Pemborong.
Besi Beton :
▪ Besi beton yang digunakan adalah baja tulangan dengan mutu Ø 8
(polos) dan Ø12 (polos) dan D-16 (Ulir) yang sesuai Standar SNI.
▪ Penggunaan diameter yang lain diperkenankan apabila ada
persetujuan tertulis dari Direksi.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
▪ Pembengkokkan dan pemotongan baja tulangan harus dilaksanakan
menurut gambar / rencana detail dengan menggunakan alat potong
dan mal-mal yang sesuai dengan diameter masing-masing.
Kayu Untuk Cetakan Beton :
▪ Kayu untuk beton dipakai kayu kelas II sesuai syarat dalam PPKI 70
atau dipakai kayu meranti.
▪ Papan bekisting dari papan meranti tebal 2 cm / multiplek tebal ± 6 mm
dan pemakaiannya maksimum 2 (dua) kali. Sebelum pengecoran
bidang multiplek dilapis cairan mud oil sampai rata agar pada waktu
pembongkaran, beton tidak menempel pada papan / multiplek,
perancah bekesting dipergunakan kayu meranti ukuran minimum 5/7
cm atau rangka baja/schafolding.
23.3. Pelaksanaan Pekerjaan Beton :
▪ Pekerjaan pengecoran harus dilaksanakan sekaligus dan harus
dihindarkan penghentian pengecoran, kecuali bila sudah
diperhitungkan pada tempat-tempat yang aman dan sebelumnya sudah
mendapatkan persetujuan Direksi.
▪ Untuk mendapatkan campuran beton yang baik dan merata pemborong
harus memakai mesin Pengaduk beton / Concrete mixer pengaduk.
▪ Pengecoran hanya dapat dilaksanakan bila mendapat persetujuan
tertulis dari Direksi. Untuk itu selambat-lambatnya 2 (dua) hari sebelum
tanggal pengecoran yang direncanakan, pemborong harus
mengajukan surat permohonan ijin untuk pengecoran kepada Direksi.
▪ Segera setelah beton dituangkan kedalam bekesting, adukan harus
dipadatkan dengan concrete vibrator dan harus mendapat persetujuan
Direksi.
▪ Selama waktu pengerasan, beton harus dihindarkan dari pengeringan
yang terlalu cepat dan melindunginya dengan menggenangi air diatas
permukaan terus menerus selama paling tidak 10 (sepuluh) hari setelah
pengecoran plat lantai, sedangkan
▪ untuk kolom struktur harus dilindungi dengan membungkus dengan
karung goni yang dibasahi.
▪ Pembongkaran bekesting tidak boleh dilakukan sebelum waktu
pengerasan menurut PBI 71 dipenuhi dan pembongkarannya dilakukan
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
dengan hati-hati dan tidak merusak beton yang sudah mengeras,
dengan terlebih dahulu mendapatkan persetujuan Direksi.
23.4. Pekerjaan Bekisting :
▪ Untuk mendapatkan bentuk penampang, ukuran dari beton seperti
yang ditentukan dalam gambar konstruksi, bekesting harus dikerjakan
dengan baik, teliti dan kokoh.
▪ Bekesting untuk pekerjaan beton, yaitu kolom, lantai, balok dll. dibuat
dari papan / multiplek t = 9 mm yang berkwalitas baik dan tidak pecah-
pecah.
▪ Konstruksi dari bekesting seperti sokongan-sokongan perancah dan
lain-lain yang memerlukan perhitungan harus diajukan kepada Direksi
untuk diperiksa dan disetujui untuk dilaksanakan.
▪ Cetakan harus menghasilkan konstruksi akhir yang mempunyai bentuk,
ukuran dan tepi-tepi yang sesuai dengan gambar-gambar rencana dan
syarat-syarat pelaksanaan.
▪ Bambu tidak boleh digunakan sebagai tiang cetakan, disamping
kekuatan dan kekakuan dari cetakan juga stabilitas perlu
diperhitungkan dengan baik,terutama terhadap berat beton sendiri
serta bahan-bahan lainnya yang timbul selama pengecoran, seperti
akibat vibrator dan berat para pekerja.
▪ Sebelum pengecoran dimulai, bagian dalam dari bekesting harus
bersih dan kering dari air limbah, minyak dan kotoran lainnya.
23.5. Pekerjaan Baja Tulangan :
Pembengkokan, Penyambungan, dan Pengangkeran besi
24. PEKERJAAN PEMELIHARAAN BETON
24.1. Termasuk didalam lingkup pekerjaan pemeliharaan beton ini adalah
penyediaan tenaga, bahan material, dan peralatan untuk pelaksanaan
perlindungan beton hingga beton yang baru dicor terlindungi dari sinar
matahari langsung, angin, dan hujan sampai beton sempat mengeras secara
wajar.
24.2. Bahan yang digunakan antara lain :
a. Goni
b. Air
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
24.3. Kontraktor pelaksana diwajibkan melindungi beton yang baru dicor terhadap
sinar matahari langsung, angin, dan hujan sampai beton sempat mengeras
secara wajar.
24.4. Kontraktor pelaksana diwajibkan menghindarkan pengeringan yang terlalu
cepat dengan cara-cara sebagai dibawah ini :
a. Semua bekisting yang melingkupi beton yang baru dicor harus dibasahi
secara teratur sampai dibongkar.
b. Semua permukaan beton yang tidak terlindungi oleh bekisting
(misalnya
permukaan plat lantai) harus ditutup dengan karung goni basah selama
perkiraan pengikatan awal berlangsung dan selanjutnya digenangi dengan
air selama 14 hari sejak saat pengecoran, kecuali ditentukan lain oleh
Konsultan pengawas/Direksi.
c. Pemeliharaan dengan penyiraman air minimal 2x sehari harus dilakukan
setelah bekisting dibuka. Penyiraman dilakukan selama 7 hari.
d. Tidak dibenarkan menimbun atau menggangkut barang diatas beton
atau memakai bagian beton sebagai tumpuan selama menurut Konsultan
pengawas/Direksi bahwa beton tersebut belum cukup mengeras.
25. PEKERJAAN PEMBONGKARAN BEKESTING
25.1. Termasuk didalam lingkup pekerjaan pembongkaran bekisting ini
penyediaan tenaga, bahan material dan peralatan untuk pelaksanaan
pembongkaran bekisting beton.
25.2. Pembongkaran bekisting tidak dibenarkan bila :
a. Umur beton belum mencapai kekuatan sesuai PBI 1971 Bab 5 ayat 8.
b. Umur beton belum mencapai kekuatan yang memadai untuk mendukung
beban kerja di atasnya bila hal tersebut akan dilakukan.
25.3. Sebelum melaksanakan pembongkaran, Kontraktor pelaksana harus
mengajukan ijin pembongkaran secara lisan kepada Konsultan
Pengawas/Direksi. Namun sebelum Konsultan pengawas/Direksi memberikan
ijin secara tertulis (baik melalui surat resmi maupun tertulis dalam buku
Konsultan pengawas/Direksi), Kontraktor pelaksana tidak dibenarkan
melakukan pembongkaran.
25.4. Pembongkaran bekisting harus dilaksanakan secara hati-hati sedemikian rupa
sehingga:
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
a. Tidak menyebabkan kerusakan konstruksi baik bagi betonnya sendiri
maupun konstruksi lainnya.
b. Tidak membahayakan pekerja dan orang lain.
25.5. Bagian beton yang keropos setelah pembongkaran bekisting harus segera diisi
dengan mortar beton sesuai campuran asal.
25.6. Bahan-bahan bekisting bekas bongkaran harus dikumpulkan disuatu tempat
atas
petunjuk Konsultan pengawas/Direksi sehingga tidak menghambat
jalannya pelaksanaan selanjutnya.
25.7. Akibat-akibat dari kekhilafan kontraktor pelaksana dalam hal ini sepenuhnya
menjadi tanggung jawabnya.
26. PEKERJAAN PASANGAN
Pekerjaan ini meliputi : Pemasangan dinding batu bata/batu tela tebal ½ bata dan
dapat dilihat pada gambar perencanaan dengan syarat sebagai berikut :
26.1. Semua pasangan tembok batu bata dibuat dengan campuran (adukan) perekat
1Pc : 4 Psr.
26.2. Bata harus berukuran sama menurut aturan normalisasi, dan sebelum dipasng
direndam air terlebih dahulu hingga kenyang.
26.3. Bata yang digunakan harus berkualitas baik dan hasil pembakaran yang
matang, berukuran sama, tidak boleh pecah-pecah dan lain-lain menurut
pemeriksaan Direksi
26.4. Tidak diperbolehkan dipasang bata bekas atau batu bata yang pecah-pecah.
27. PEKERJAAN PLESTERAN
Pekerjaan ini dilaksanakan pada pasangan batu bata baru, dengan ketentuan sebagai
berikut :
27.1. Campuran untuk plesteran beton dibuat 1 Pc : 4 Ps dengan ayakan yang halus
dan selalu ditakar.
27.2. Semua pekerjaan plesteran beton harus rata dan halus, tidak boleh ada retak-
retak, kemudian jika terjadi retak-retak pemborong harus segera
memperbaikinya.
27.3. Untuk penyelesaian sudut-sudut, sponing ( benangan ) supaya digunakan
plesteran 1 Pc : 4 Ps dilaksanakan dengan lurus dan tajam.
28. PEKERJAAN RANGKA KANOPI PARKIRAN MOTOR
28.1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan Rangka Atap ini meliputi : Pembuatan Rangka Kanopi
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
Pekerjaan rangka atap ini baik bentuk, ukuran dan pemasangannya harus
sesuai dengan gambar perencanaan dan itemnya menyesuaikan RAB.
28.2. Fabrikasi
a. Umum
Tenaga kerja yang digunakan (termasuk tukang-tukang) harus betul-betul
ahli pada bidangnya dan melaksanakan pekerjaan dengan baik sesuai
dengan petunjuk-petunjuk direksi proyek. Ketelitian pekerjaan sangat
diperlukan untuk menjamin bahwa seluruh bagian dapat cocok satu dengan
lainnya pada waktu pemasangan.Sebelum pelaksanaan pabrikasi, gambar
shop drawing harus sudah disetujui oleh direksi. Direksi proyek
mempunyai kebebasan sepenuhnya untuk setiap waktu melakukan
pemeriksaan pekerjaan. Tidak satu pekerjapun dibongkar atau disiapkan
untuk dikirim sebelum diperiksa dan disetujui. Setiap pekerjaan yang cacat
atau tidak sesuai dengan gambar rencana atau spesifikasi ini akan ditolak
dan harus segera diperbaiki.Kontraktor pabrikasi harus menyediakan atas
biaya sendiri semua pekerjaan, alat-alat perancah dan sebagainya yang
diperlukan dalam hubungan pemeriksaan pekerjaan.Kontraktor pabrikasi
harus memperkenankan kontraktor Montase untuk sewaktu-waktu
memeriksa pekerjaan dan untuk mendapatkan keterangan mengenai cara-
cara dan lain-lain yang berhubungan dengan waktu pemasangan ditempat
pekerjaan. Kontraktor Montase tidak mempunyai wewenang untuk
memberikan instruksi-instruksi mengenai cara penyelenggaraan pabrikasi.
b. Pekerjaan Besi dapat dipotong dengan menggunting, menggergaji atau
dengan Las pemotong.
Pemotongan dengan oksigen lebih baik dibandingkan dengan mesin.
Permukaan yang diperoleh dari hasil pemotongan harus diselesaikan siku
terhadap bidang yang dipotong, tepat dan rata menurut ukuran yang
diperlukan.
c. Pekerjaan Mesin Perkakas dan Gerinda yang diperkenankan
Kalau pelat digunting, digergaji atau dipotong dengan las pemotong, maka
pada pemotongan diperkenankan terbuangnya metal sebanyak – 3 mm,
pada pelat setebal 12 mm atau lebih kecil dan sebanyak-banyaknya 6 mm
pada pelat yang tebalnya lebih besar dari 12 mm.
d. Memotong dengan Las Pemotong
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
Las pemotong digerakkan secara mekanis dan diarahkan dengan sebuah
mal serta bergerak dengan kecepatan tetap.Pinggit yang dihasilkan oleh
las pemotong harus bersih serta lurus dan untuk menghaluskan tepi yang
dipotong itu harus digunakan gerinda.Gerinda bergerak searah dengan
arah las pemotong, tapi harus diselesaikan sedemikian rupa sehingga
bebas dari seluruh bekas kotoran besi.
e. Pekerjaan Las & Pengawasan Pekerjaan Las
Pekerjaan las harus dikerjakan oleh tukang las yang berpengalaman
dibawah pengawasan langsung seorang yang menurut anggapan direksi
mempunyai keahlian dan pengalaman yang sesuai untuk penyelenggaraan
pekerjaan semacam itu.
Kontraktor harus menyerahkan rencana kerja kepada direksi untuk
mendapatkan persetujuan, maka cara itu tidak akan diubah tanpa
persetujuan lebih lanjut.
Detail-detail khusus menyangkut cara persiapan sambungan, cara
pengelasan /
jenis dan ukuran electrode, tebal bagian-bagian, ukuran dari las serta
kekuatan arus listrik untuk las tersebut harus diajukan kontraktor untuk
mendapatkan
persetujuan direksi terlebih dahulu sebelum pekerjaan las listrik dapat
dilakukan. Ukuran electrode, arus dan tegangan listrik dan kecepatan busur
listrik, yang digunakan pada listrik, harus seperti yang dinyatakan oleh
pabrik las listrik tersebut
dan tidak akan dibuat penyimpangan tanpa persetujuan tertulis dari direksi.
Pelat-pelat yang akan dilas harus bebas dari kotoran-kotoran besi, minyak,
cat, karet atau lapisan lain yang dapat mempengaruhi mutu las. Las
dengan retak susut, retak pada bahan dasar, berlubang dan kurang tepat
letaknya harus disingkirkan.
29. PEKERJAAN PENUTUP ATAP KANOPI
A. Ketentuan Umum
Sebelum pekerjaan pembuatan dan pemasangan atap genteng metal dan Lisplank
dilakukan, maka:
1. Kontraktor wajib mengadakan pemeriksaan, pengukuran di lapangan agar
sesuai dengan ukuran di lapangan.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
2. Kontraktor harus mengajukan terlebih dahulu contoh-contoh bahan yang akan
digunakan untuk mendapatkan persetujuan MK/Pengawas, Pemberi Tugas
dan Perencana.
3. Bahan-bahan yang cacat tidak boleh digunakan, bahan yang dipasang harus
sesuai contoh yang sudah disetujui MK/Pengawas, Pemberi Tugas dan
Perencana.
4. Kontraktor harus membuat shop drawing.
B. Persyaratan Bahan
1. Material atap terbuat dari baja lembaran berlapis lindung paduan seng dan
aluminium.
2. Pewarnaan material dilakukan di pabrik dengan lapisan silicone polyster
melalui oven baked.
C. Syarat Pelaksanaan
a. Pemeriksaan
Periksa permukaan atas dari semua gording atau rangka penumpu terletak
pada suatu bidang datar, perbaiki jika perlu dengan mendesak atau menyetel
bagian-bagian ini dan struktur penumpunya.
b. Persiapan
1. Untuk melindungi permukaan lembaran-lembaran dan keamanan pekerja,
disarankan agar hanya ditangani oleh para pekerja yang menggunakan
sarung tangan yang bersih dan kering, lembaran-lembaran tidak boleh
ditarik diatas permukaan yang kasar, diatas lembaran yang lain.
2. Sekrup-sekrup yang digunakan memiliki kemampuan untuk mendukung
umur bangunan yang dirancang, diperlukan rekomendasi untuk
penggunaan produk tersebut.
3. Seluruh asesori yang akan digunakan dalam pekerjaan ini harus sesuai
dengan standard produk yang digunakan.
c. Pemasangan
1. Seluruh metode pemasangan harus sesuai dengan petunjuk produk yang
digunakan dan diperlihatkan dalam shop drawing.
2. Pemasangan lembaran metal, nok, dan komponen lain yang diperlukan
sesuai instruksi produk.
3. Pemasangan atap metal beserta detail seperti pekerjaan penutup sudut,
pengakhiran pada punggung gelombang, pengakhiran tepi harus mengikuti
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
petunjuk dari produk yang digunakan sehingga terjamin dari kebocoran-
kebocoran.
d. Pengetesan (Kontrol Mutu)
1. Sebelum seluruh permukaan ditutup / dilindungi terhadap pekerjaan lain,
lakukan pengetesan dengan air untuk mengetahui kebocoran, aliran air
secara benar.
2. Perbaiki bagian-bagian yang rusak, dan ulangi pengetesan sampai benar-
benar aman dan tidak bocor.
30. PEKERJAAN LAIN – LAIN
30.1. Pembersihan Akhir
a. Pembersihan dilaksanakan pada :
Semua jenis kotoran, tanaman, tumpukan sisa material, peralatan tak
terpakai dan lain-lain yang berada disekitar daerah pekerjaan hingga
seluas kapling bangunan.
b. Pembuangan sisa-sisa pembersihan lokasi harus segera dikeluarkan
dari lokasi pekerjaan atau ditempatkan dilapangan pekerjaan sesuai
petunjuk direksi.
c. Setelah pembersihan lahan harus dilakukan perataan lahan kembali.
31. PEMBERITAHUAN PENYERAHAN PEKERJAAN YANG PERTAMA
Apabila dalam waktu pelaksanaan dalam kontrak atau tanggal baru akibat
perpanjangan waktu sesuai dengan addendum kontrak telah berakhir, pemborong
harus telah menyerahkan pekerjaannya dengan baik sesuai dengan kontrak kepada
Kuasa Pengguna Anggaran secara tertulis dan pengawas berkewajiban :
a. Membuat evaluasi tentang hasil seluruh pelaksanaan sesuai dengan kontrak
pemborongan.
b. Menanggapi / melaporkan kepada Kuasa Pengguna Anggaran tentang hasil
pekerjaan pemborong tersebut secara tertulis.
Kuasa Pengguna Anggaran akan mengadakan rapat proyek mengenai pekerjaan
penyerahan tersebut diatas berdasarkan :
▪ Kontrak pemborong
▪ Surat penyerahan pekerjaan dari pemborong
▪ Surat tanggapan dari pengawas, setelah dapat menerima penyerahan
pekerjaan tersebut.
32. PEMELIHARAAN BANGUNAN SEBELUM PENYERAHAN KEDUA
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air
Spesifikasi Teknis
Pekerjaan Perawatan Gedung Dan Halaman Rusun BWS Papua
Tahun Anggaran 2024
Terhitung mulai dari tanggal diterimanya penyerahan pekerjaan yang pertama, hingga
serah terima yang kedua adalah merupakan masa pemeliharaan yang masih menjadi
tanggung jawab pemborong sepenuhnya, antara lain :
a. Penyempurnaan dan pemeliharaan
b. Pembersihan
c. Keamanan dan penjagaan
Apabila pemborong telah melaksanakan hal tersebut diatas sesuai dengan kontrak,
maka penyerahan pekerjaan yang kedua dapat dilaksanakan seperti pada tata cara
(prosedur) pada penyerahan pekerjaan yang pertama.
33. PENUTUP
a. Apabila dalam Spesifikasi Teknis ini untuk uraian bahan-bahan, pekerjaan-
pekerjaan, yang tidak disebut perkataan atau kalimat " diselenggarakan oleh
pemborong " maka hal ini harus dianggap seperti disebutkan.
b. Guna mendapatkan hasil pekerjaan yang baik, maka bagian-bagian yang nyata
termasuk didalam pekerjaan ini, tetapi tidak dimasukkan atau disebut kata demi
kata dalam Spesifikasi Teknis ini, haruslah diselenggarakan oleh pemborong dan
diterima sebagai " hal " yang disebutkan dan segala biaya yang timbul menjadi
tanggung
jawab Kontraktor.
c. Kontraktor harus memasukkan segala resiko kekeliruan perhitungan kubikasi dan
lain-lain sebagainya sehubungan dengan keadaan setempat yang memungkinkan
tidak sesuai dengan dugaan Kontraktor. Dan segala kerusakan jalan masuk akibat
dari lewatnya kendaraan-kendaraan dan lain-lain sehubungan dengan
pelaksanaan pekerjaan ini menjadi tanggung jawab Kontraktor.
d. Hal-hal yang tidak tercantum dalam peraturan ini akan ditentukan lebih lanjut oleh
pihak Direksi/ Pemberi Tugas, bila perlu diadakan perbaikan dalam Spesifikasi
Teknis ini.
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Direktorat Jenderal Sumber Daya Air