Spesifikasi Teknis & Metode Pelaksanaan Jalan Paving
KEMENTERIAN PEKERJAAN UMUM DAN PERUMAHAN RAKYAT
DIREKTORAT JENDERAL PERUMAHAN
BALAI PELAKSANA PENYEDIAAN PERUMAHAN JAWA I
SATUAN KERJA PENYEDIAAN PERUMAHAN PROVINSI BANTEN
TAHUN ANGGARAN
2021
SPESIFIKASI TEKNIS & METODE
PELAKSANAAN JALAN PAVING BLOCK
Pembangunan PSU Pe rumahan MBR Di Perumahan Rika
Residence 3, Kabupaten Pandeglang Provinsi Banten
(PSU24-Banten-Pandeglang-10)
Spesifikasi Teknis & Metode Pelaksanaan Jalan Paving
METODE PELAKSANAAN PEKERJAN JALAN PAVING
I. PENDAHULUAN
Pelaksanaan Metode dan koordinasi yang tepat dalam pelaksanaan proyek ini sangat
perlu diperhatikan demi tercapainya hasil yang cepat, tepat, dan sesuai dengan teknis
yang sudah di anjurkan dalam gambar maupun RKS.
I.1. Perencanaan Lapangan (Site Planning) & Strategi
Pelaksanaan di Lapangan.
Sebelum melakukan pelaksanaan lapangan, perencanaan lapangan (Site Planning)
merupakan hal yang sangat penting, hal ini dibuat untuk mengatur penempatan
peralatan, stok material dan sarana penunjang lainya yang di Gunakan dalam
pelaksanaan pembangunan Proyek misalnya direksi keet, gudang stok material di
lapangan dll.
Dalam menempatkan barang dan material kebutuhan pelaksanaan, baik di gudang
maupun di halaman terbuka, dalam hal ini masih dalam lokasi proyek (Site).
Sistem Pengaturan Site planning ini bertujuan agar :
a. Memudahkan pelaksanaan di lapangan, dalam hal ini tidak mengganggu
mobilisasi Proyek, baik didalam lapangan sendiri (In Site) maupun mobilisasi
yang dilakukan dari luar lapangan (Out Site).
b. Menjamin keamanan di dalam Site.
c. Menjamin terpeliharanya kesehatan dan keselamatan kerja dilapangan.
d. Memudahkan pemeriksaan dan penelitian bahan oleh Direksi/ konsultan
pengawas dilapangan.
e. Terjaminnya kebersihan lapangan, dalam hal ini supaya tidak
mengganggu proses pelaksanaan di lapangan dan tidak mengganggu
pelaksaan teknis lapangan.
f. Barang-barang atau hal-hal yang tidak diperlukan dilapangan agar di
singkirkan dari lapangan agar tidak mengganggu proses pekerjaan di
lapangan.
Oleh karena itu strategi pelaksanaan pekerjaan harus disesuaikan dengan kondisi
lahan yang sudah ada dengan tahapan-tahapn pelaksanaan volume pekerjaan serta
waktu pelaksanaan. Dari data waktu pelaksanaan yang cukup pendek, maka
strategi pekerjaan yang akan laksanakan adalah melakukan kegiatan secara parallel,
artinya kegiatan dilakukan sesuai dengan kondisi lokasi pekerjaan dimana
pekerjaan dapat dilaksanakan secara serentak. Oleh karena itu tiap kegiatan di
masing-masing lokasi dialokasikan sumber daya yang dibutuhkan sesuai dengan
time schedule.
I.2. Management dan Administrasi Proyek.
Penanganan pekerjaan proyek ini di tangani oleh tenaga-tenaga terampil yang
sudah berpengalaman dalam proyek-proyek pekerjaan jalan lingkungan Sehingga
bila dilihat dari kualitas maupun keberhsailan pekerjaan akan benar-benar
terjamin, sesuai dengan apa yang diharapkan oleh semua pihak/terutama dari
Spesifikasi Teknis & Metode Pelaksanaan Jalan Paving
pihak Pemilik/owner dalam hal ini yaitu dari Pihak Kementrerian Perumahan
Rakyat. Disamping itu pelaksana-pelaksana lapangan yang dilibatkan dalam proyek
ini merupakan tenaga-tenaga yang profesional dan sudah berpengalaman di
bidangnya dan memiliki produktivitas dalam melaksanakan proyek ini.
a. Struktur Organisasi.
Pelaksanaan proyek dikelola oleh suatu tim managemen yang profesional
yang dipimpin oleh Site Manager, dan Pelaksanan lapangan serta Staff yang
terlibat yang sesuai dengan bidang pekerjaanya. Hal ini untuk
mempermudah dalam pelaksanaan dilapangan baik secara administratif
maupun secara teknis lapangan.
b. Koordinasi Lapangan.
Dalam hal ini kepala Proyek (Site Manager) memimpin semua kegiatan yang
berlangsung pada proyek tersebut, baik itu di bidang administrasi proyek
maupun di bidang teknik hal ini bertujuan agar pekerjaan dilapangan dapat
terlaksana dengan baik sesuai dengan rencana lapangan, adapun pembagian
tugas lapangan ini di bagi berdasarkan kehlian dan profesi masing-masing
seperti uaraian di bawah ini :
Untuk masalah engginering dan quantity surveyor, kepala proyek
dibantu oleh bagian teknik beserta staffnya.
Urusan keuangan, administrasi umum dan personalia, dalam hal ini
kepala proyek dibantu oleh personalian di bidangnya dan bagian
keuangan dan staffnya.
Urusan logistik dan pelaratan di lapangan, pimpinan proyek di bantu
oleh staff logistik dan peralatan. Untuk mencapai tujuan proyek yang
lebih cepat.
Urusan kemananan dan keselamatan kerja dilapangan Quality kontrol
dan bagian K3 harus berperan aktif demi kelancaran proyek tersebut.
Secara organisasi dan keterlibatan team yang tersebut di atas Site Manager
bertanggung jawab secara penuh dalam pelaksaan proyek ini. Dan diharapkan
dengan sistem tersebut, maka proyek akan berjalan dengan lancar dan pencapaian
proyek dapat dilaksanakan sesuai dengan waktu yang telak di tentukan dan dengan
mutu yang di harapkan.
I.3. Administrasi dan Pelaporan Proyek.
Tahapan pelaksanaan administrasi proyek dilakukan dengan urutan sebagai
berikut:
Ijin Memasuki Lokasi
Ijin ini disampaikan kepada konsultan pengawas atau pemberi tugas, untuk
dimintakan persetujuaannya.
Ijin Pelaksanaan, dilampiri :
Shop drawing
Hasil Pengukuran Lapangan dengan potongan melintang
Spesifikasi Teknis & Metode Pelaksanaan Jalan Paving
Ijin Material
Ijin ini disampaikan kepada konsultan pengawas atau pemberi tugas, untuk
dimintakan persetujuaannya.
Laporan Harian, berisi :
Jenis dan volume pekerjaan yang akan dilaksanakan
Jenis dan volume material yang akan digunakan
Jumlah tenaga kerja, yang terdiri dari Pekerja, Tukang. Kepala Tukang,
Mandor dan Staff Kantor Lapangan.
Jumlah dan Jenis peralatan yang digunakan
Kondisi cuaca
Waktu Kerja
Catatan
Laporan ini disampaikan kepada konsultan pengawas atau pemberi tugas,
untuk dimintakan persetujuaannya.
Laporan Mingguan dan Bulanan, berisikan dan dilampiri :
Kemajuan pekerjaan mingguan dan bulanan
Kurva S
Struktur Organisasi
Foto Dokumentasi
Kendala dan Solusi masalah lapangan
Laporan ini disampaikan kepada konsultan pengawas atau pemberi tugas
paling lambat senin sore pada minggu berikutnya, untuk dimintakan
persetujuaannya, dalam bentuk buku terjilid sebanyak 5 ( lima ) set.
Asbuilt-drawing
Berupa gambar pelaksanaan pekerjaan yang mencakup, gambar lokasi, lay out
masing-masing lokasi, potongan memanjang, potongan melintang, gambar
potongan dan gambar detail, dengan skala yang ditentukan. Gambar
disampaikan dalam bentuk hard copy berupa 1 (satu) set kertas A3, 3 ( tiga )
set copy gambar ukuran A3 dan 1 (satu ) soft copy dalam bentuk CD atau
flash disk.
Gambar ini disampaikan kepada konsultan pengawas atau pemberi tugas
setelah pekerjaan selesai atau paling lambat sebelum serah terima kedua,
untuk dimintakan persetujuaannya.
Album Foto Dokumentasi 100 %, yang terdiri dari Foto 0 %, 50 %, dan 100
%.
II. UMUM
II.1. Persiapan Lokasi Pekerjaan
1. Membersihkan lokasi dari rumput tanah humus;
2. Pelaksanaan dimulai setelah uji CBR dinyatakan memenuhi syarat, yaitu
CBR tanah dasar > 6 %. Setelah kepadatan tanah dasar dinyatakan
memenuhi persyaratan teknis, selanjutnya dilakukan penghamparan dan
Spesifikasi Teknis & Metode Pelaksanaan Jalan Paving
pemadatan lapis pondasi bawah dengan agregat batu pecah ukuran 1 ½
inchi;
3. Setelah penghamparan dan pemadatan, maka dilakukan uji kepadatan
lapis pondasi bawah yang mengacu pada persyaratan teknis. Nilai CBR
untuk lapis pondasi bawah CBR > 60 %;
4. Untuk memastikan kepadatan tanah, maka dilakukan pemadatan dengan
menggunakan alat pemadat 5 s/d 10 ton. Pemeriksaan Nilai CBR tanah
disesuaikan dengan metode yang berlaku di Dinas/Instansi/Lembaga yang
melakukan pengujian;
5. Kegiatan pemadatan dan pengujian tanah dasar dan lapis pondasi bawah
disiapkan oleh pengembang perumahan;
6. Pemeriksaan pemadatan oleh pengembang yang bersangkutan disarankan
untuk dihadiri oleh Koordinator Pengawas (jika ada), Pengawas Lapangan,
dan Direksi Teknis;
7. Pengembang perumahan menyiapkan jalur/ruas jalan alternatif di dalam
perumahan agar tidak mengganggu pelaksanaan konstruksi dan
transportasi penghuni.
II.2. Pekerjaan Persiapan
1. Peralatan utama dalam perkerasan jalan Paving Block: Benang kasur atau
benang Plastik, Sapu lidi, Sikat ijuk, Gerobak barang seperti yang dipakai
untuk mengangkut pasir, Lori dengan bangku kayu, Alat potong block
mekanis atau hidrolis, Waterpass atau selang plastik transparan, Palu
kayu, Pemadat pengetar (vibro compactor), Potongan-potongan besi beton
yang ujungnya telah dibuat pipih untuk membantu menggeser-geserkan
blok pada waktu penyesuaian celah, kayu panjang 2-3 m.
2. Pemeriksaan Pondasi
a. Permukaaan pondasi yang berhubungan dengan pasir alas harus rata,
tidak bergelombang dan rapat; pasir alas tidak boleh digunakan untuk
memperbaiki ketidak-sempurnaan pondasi.
b. Lebar pondasi harus cukup sampai dibawah Kanstin.
3. Penyiapan bahan
Penyiapan bahan akan membantu pelaksanaan pekerjaan agar lancar
dan ekonomis :
a. Penempatan material paving block, kanstin, Pasir Beton harus dekat
dengan pemasangan, jika paving block disimpan secara bertumpuk
jangan lebih dari 1,5 m;
b. Pengadaan peralatan dan tenaga kerja harus sesuai dengan volume
pekerjaan;
c. Untuk menghindari genangan air hujan, agar dibuat saluran dan
dipastikan berfungsi dengan baik;
d. Plastik diperlukan untuk menutupi paving block yang sudah terpasang,
tetapi belum terisi dengan pasir pengisi.
4. Penentuan Lokasi Titik Awal
a. Titik awal ini penting diperhatikan khususnya lokasi dengan tanah
miring; pemasangan ini harus berawal dari titik terendah agar paving
block yang telah terpasang tidak bergeser;
Spesifikasi Teknis & Metode Pelaksanaan Jalan Paving
b. Pemasangan secara berurutan yang dimulai dari satu sisi; hindarkan
pemasangan secara acak.
5. Pemasangan Benang Pembantu
a. Agar pemasangan bisa dilaksanakan secara baik dan cermat, maka
perlu ada alat pembantu yaitu benang pembantu. Benang pembantu
dapat dipasang setiap jarak 4 m sampai 5 m.
b. Bilamana pada lokasi pemasangan terdapat lubang saluran, atau
konstruksi lain, maka harus ada benang pembantu tambahan agar pola
block terkunci tetap dapat dipertahankan.
II.3. Pemasangan Kanstin
Beton pembatas atau biasa disebut kanstin adalah salah satu bagian
perkerasan block beton terkunci yang fungsinya menjepit dan menahan
lapisan paving block agar tidak tergeser pada waktu menerima beban,
sehingga blok tetap saling mengunci.
1. Kanstin harus terpasang sebelum penebaran pasir beton sebagai alas;
2. Kanstin terbuat dari beton pracetak;
3. Galian kanstin dipersiapkan oleh pengembang;
4. Kanstin harus dipasang di atas beton penyokong agar terjadi ikatan
yang baik antara Kanstin dan pondasi sehingga tidak mudah tergeser.
Untuk itu dilakukan hal sebagai berikut :
a. Tebarkan selapis beton penyokong (1 : 4 ) setebal minimum 3 cm;
b. Pasang Kanstin di atas beton penyokong tersebut sewaktu masih dalam
keadaan basah.
c. Tambahkan adukan beton pada bagian belakang Kanstin;
d. Setelah beton penyokong dalam keadaan setengah kering, barulah
ditimbun dengan tanah, Kanstin sering dikombinasikan dengan tali air
dan mulut air sebagai saluran untuk membuang air hujan; apabila
pertemuan antara Kanstin dan lapisan blok tidak diberi tali air biasanya
beton pembatas mudah terkena gesekan roda kendaraan.
II.4. Penebaran Pasir Beton
1. Penebaran alas adalah Pasir beton dengan ketebalan tertentu sebagai
alas perletakan Paving Block;
2. Pasir alas harus memenuhi persyaratan sebagai berikut :
a. Butiran penebaran alas adalah Pasir urug kasar dengan besar butir
maksimum 9,5 mm seperti pasir beton, tajam, keras dan bersih dari
lumpur, garam atau kotoran lain;
b. Pada saat penebaran harus dalam keadaan kering (kadar air < 10%)
dan bersifat gembur;
Spesifikasi Teknis & Metode Pelaksanaan Jalan Paving
c. Penebaran alas ini tidak boleh digunakan untuk mengisi lubang-lubang
pada pondasi untuk memperbaiki tinggi pondasi;
d. Lapis pondasi dibawah Pasir alas harus dibentuk & diratakan
pengembang sebelum penebaran Pasir urug alas dimulai;
e. Untuk jalan dengan lebar lebih dari 3 m, perataan Pasir alas
dilaksanakan secara bertahap;
f. Sebaiknya Pasir alas diletakkan secara gundukan kecil di daerah lokasi
pemasangan agar sewaktu menarik penggaris tidak terlalu berat dan
dapat memudahkan pelaksanaan;
g. Pasir alas yang sudah diratakan dijaga agar tidak terganggu seperti
terinjak atau dipakai menumpuk bahan;
h. Setiap tahap, luas maksimum adalah 30 m2 dengan demikian pada sore
hari dapat tertutup seluruhnya oleh Paving Block;
i. Untuk pekerjaan yang akan dilanjutkan maka pasir alas disisakan 1 m
dari baris terakhir Paving Block;
j. Pasir alas yang belum sempat ditutup oleh Paving Block, keesokan
harinya agar digemburkan dan diratakan kembali.
II.5. Pemasangan Pola
1. Pemasangan baris pertama harus dijaga dengan hati-hati.
2. Untuk membentuk pola yang baik, paving block harus mengikuti benang
pembantu dengan sudut yang tepat terhadap beton pembatas.
3. Pola pemasangan paving block untuk perkerasan jalan perumahan
menggunakan Pola tulang ikan 45º karena mempunyai daya
penguncian yang lebih baik.
4. Lubang-lubang pinggir yang terbentuk oleh susunan pola tulang ikan
45º kemudian diisi dengan topi uskup.
5. Pemasangan Paving Block harus berawal dari titik terendah sehingga
Paving Block yang telah terpasang tidak bergeser. Agar pemasangan bisa
dilaksanakan secara baik dan cermat, maka diperlukan alat bantu
berupa benang pembantu yang dipasang setiap jarak 4 - 5 m.
Pemasangan Paving Block diberi jarak antar Paving Block 2 - 3 mm
untuk jarak celah/nat;
6. Pemasangan paving block harus maju dengan posisi pekerja berdiri di
atas Paving Block yang sudah terpasang. Segera lakukan pengisian joint
filler dengan pasair pasang. Selanjutnya lakukan pemadatan dengan
menggunakan alat pemadat/stamper. Tidak diperbolehkan
meninggalkan pasangan Paving Block sebelum dilakukan pemadatan
karena akan mengakibatkan deformasi dan perubahan garis joint;
7. Penebaran pasir Pasang alas di seluruh permukaan Paving Block.
Spesifikasi Teknis & Metode Pelaksanaan Jalan Paving
II.6. Pemasangan Paving Block
Pekerjaan pemasangan agar memperhatikan hal-hal yang berkaitan
dengan pekerjaan sebelum pemasangan, saat pemasangan dan sesudah
pemasangan :
a. Sebelum Pemasangan
Sebelum pemasangan dimulai, hal-hal yang perlu diperhatikan
sebagai berikut :
Pengaturan penempatan tumpukan Paving Block terkunci sedekat
mungkin ke lokasi pekerjaan;
Pengangkutan Paving Block dengan kereta dorong, yang dilengkapi
dengan bangku kayu agar terhindar dari benturan.
Pastikan kondisi paving block dalam keadaan baik tidak rusak dan
cacat sesuai dengan spesifikasi dalam ketentuan dengan mutu k-250
b. Saat pemasangan
Saat pemasangan, hal-hal yang perlu diperhatikan sebagai berikut :
Pemasangan diawali setelah ditentukan arah dan bentuk pola dengan
menggunakan benang pembantu;
Pekerjaan pemasangan satu arah untuk menghindari garis pertemuan
yang tidak menyambung karena dapat mengurangi kekuatan dan
keindahan;
Celah antara blok beton terkunci 3 mm, dan diisi dengan pasir pengisi
(pasir Pasang garadasi 90% berat lolos dari tapis 1,18mm).
c. Sesudah Pemasangan
Sesudah pemasangan 20-30 m2 harus diikuti hal-hal sebagai berikut:
Pemadatan dengan pelat getar, agar Paving Block terkunci segera
melesak ke dalam pasir alas, sehingga akan timbul gaya saling
mengunci akibat dari masuknya atau mengisinya pasir pengisi ke
dalam celah antara;
Pelat penggetar agar dijaga jaraknya dari ujung/baris akhir yang
masih terbuka, tidak boleh kurang dari 1 m dengan tujuan Paving
Block terkunci pada bagian tersebut tidak bergeser atau melebarnya
celah antara.
II.7. Pasir Pasang Pengisi
Pasir Pasang pengisi yang digunakan untuk mengisi celah-celah antara
blok terkunci harus berbutir tajam, bersih dari kotoran, kering dan ukuran
butiran harus lebih kecil dari lubang ayakan(pasir Pasang garadasi 90%
berat lolos dari tapis 1,18mm). Pasir pasang harus segera ditebar setelah
pemadatan blok beton terkunci selesai. Penebaran dilakukan dengan sikat
ijuk dibantu dengan pelat penggetar. Sebagai perkiraan jumlah pasir pasang
yang diperlukan untuk setiap 100 m2 adalah 0,75 – 1,50 m3. Setelah
pelaksanaan pekerjaan selesai, permukaan Paving Block terkunci harus rata
serta celah antara 2 - 4 mm.
Spesifikasi Teknis & Metode Pelaksanaan Jalan Paving
II.8. Pengamanan Ruas Jalan
Penyedia jasa harus memasang perintang untuk mencegah lalu lintas
yang melintasi perkerasan yang baru dibangun sampai perkerasan tersebut
dibuka untuk penggunaan.
Perintang ini harus diatur sedemikian rupa agar tidak mengganggu
lalu lintas umum pada setiap jalur yang dimaksudkan untuk tetap dibuka.
Penyedia jasa harus memelihara rambu-rambu yang mengatur jalur yang
terbuka untuk umum.
II.9. Pekerjaan Bahu dan Opritan
Pekerjaan bahu dan Opritan disiapkan oleh Penyedia.
Spesifikasi Teknis & Metode Pelaksanaan Jalan Paving
SPESIFIKASI TEKNIS MATERIAL BAHAN BANGUNAN
PEMBANGUNAN PSU RUMAH UMUM (Jalan Lingkungan)
Spesifikasi Teknis Material Bahan
No. Jenis Pekerjaan Keterangan
Bangunan
I PEKERJAAN PERSIAPAN
Spesifikasi alat disesuaikan dengan lokasi
1 Pembersihan Lokasi
masing-masing
Banner nama kegiatan dicetak dengan ukuran
Multiplek/ Plywood uk. 0.6x0.8 m, 0.6x0.8 m (Nama proyek, pemilik proyek,
2 Papan Nama Proyek
banner sumberdana, nama kontraktor, nama
konsultan, tanggal SPMK, waktu pekerjaan
Cetak/ print dengan ukuran full paper untuk
3 Shop Drawing dan As Built Drawing Kertas A3
setiap dokumen
II PEKERJAAN PERKERASAN PAVING
Lapisan Perkerasan akhir paving block t
1 Paving Pabrikan Mutu Fc 20 MPa Sesuai millsheet Pabrik
= 8 cm
- Butiran penebaran alas adalah Pasir Beton
Lapisan Pasir Beton di bawah
2 Pasir Beton - Pasir alas dengan butiran maksimum 9,5 mm
perkerasan Paving dan Topi Uksup
- kadar air < 10% dan bersifat gembur
3 Kanstin 10 x 20 x 40 cm Paving Pabrikan Sesuai millsheet Pabrik
Spesifikasi Teknis & Metode Pelaksanaan Jalan Paving
4 Stopper/ Topi Uksup Paving Pabrikan Mutu Fc 20 MPa SNI 03-0691
Pasir Pasang pengisi yang digunakan untuk
mengisi celah-celah antara blok terkunci
harus berbutir tajam, bersih dari kotoran,
5 Pemadatan pasir sebagai bahan pengisi Pasir Pasang
kering dan ukuran butiran harus lebih kecil
dari lubang ayakan (pasir Pasang garadasi
90% berat lolos dari tapis 1,18mm).