(Pr 01) Perencanaan Teknis Preservasi Jalan Dan Jembatan Provinsi Kalimantan Utara

Repeat Order
Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 82876064
Status: Repeat Order
Date: 22 May 2024
Year: 2024
KLPD: Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat
Work Unit: Perencanaan Dan Pengawasan Jalan Nasional Provinsi Kalimantan Utara
Procurement Type: Jasa Konsultansi Badan Usaha Konstruksi
Method: Penunjukan Langsung
Contract Type: Lumsum
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 2,244,400,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 2,244,400,000
Winner (Pemenang): PT Terasis Erojaya
NPWP: 015414154064000
RUP Code: 51537766
Work Location: KAB. BULUNGAN - Bulungan (Kab.)|KAB. MALINAU - Malinau (Kab.)|KAB. NUNUKAN - Nunukan (Kab.)|KAB. TANA TIDUNG - Tana Tidung (Kab.)|KOTA TARAKAN - Tarakan (Kota)
Participants: 1
Attachment
URAIAN     SINGKAT     PEKERJAAN                            
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                             PAKET:                                      
                                                                         
 (PR 01) PERENCANAAN   TEKNIS PRESERVASI  JALAN DAN  JEMBATAN            
                  PROVINSI KALIMANTAN   UTARA                            
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                      SUMBER   DANA APBN                                 
                                                                         
                                                                         
                     TAHUN  ANGGARAN   2024                              
                        Uraian Singkat Pekerjaan                         
1. Lingkup                                                               
              Lingkup Kegiatan                                           
  Pekerjaan                                                              
                 1) Persiapan                                            
                                                                         
                   a) Tujuan                                             
                     Tujuan dari tahap persiapan adalah untuk mengumpulkan informasi
                     awal mengenai kondisi jalan eksisting, topografi, geologi, tata guna
                     lahan, lalulintas, serta lingkungan                 
                                                                         
                   b) Lingkup                                            
                     (1) Peta Topografi berupa peta kontur, dengan Skala minimum 1 :
                        50.000                                           
                     (2) Peta jaringan jalan, dokumen leger jalan, data base jaringan jalan,
                                                                         
                        daerah rawan kecelakaan                          
                     (3) Peta kondisi tanah, peta geologi dengan Skala minimal 1: 250000,
                        daerah rawan bencana, dokumen tanah terdahulu, dan koridor
                        trase                                            
                     (4) Peta wilayah Rencana Tata Ruang Wilayah         
                                                                         
                     (5) Peta tata guna lahan                            
                 2) Survey Lapangan                                      
                                                                         
                   a) Survey Pendahuluan                                 
                                                                         
                     (1) Tujuan                                          
                                                                         
                        Tujuan survey pendahuluan adalah untuk mengumpulkan data-
                        data awal berdasarkan aspek-aspek yang diperlukan yang akan
                        digunakan sebagai dasar/referensi survey detail/survey
                                                                         
                        berikutnya dan harus dilakukan oleh seorang ahli.
                     (2) Lingkup Pekerjaan                               
                                                                         
                        Survei pendahuluan dilakukan pada sepanjang ruas jalan
                        nasional sepanjang 643,52 Km, untuk dipilih segmen penanganan
                                                                         
                        efektif sepanjang 30 Km serta dilaksanakan untuk jenis
                        penanganan Berkala dan rehab jembatan sebanyak 35 unit yang
                        menyesuaikan dengan kebutuhan di lapangan.       
                                                                         
                        Hal lain yang menjadi lingkup pekerjaan adalah : 
                                                                         
                        (a) Survey Pendahuluan Desain Geometrik          
                                                                         
                          1. Menentukan awal proyek (Sta. 0 + 000) dan akhir proyek
                             yang tepat untuk mendapatkan overlapping yang baik dan
                             memenuhi syarat geometrik.                  
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               2         
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                             Pada penentuan titik awal dan titik akhir pekerjaan,
                             diwajibkan mengambil data sejauh 200 m sebelum titik
                             awal dan 200 m setelah titik akhir pekerjaan seperti
                             disajikan dalam Gambar 1 berikut:           
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               3         
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                       J                                                 
                       J                                                 
                       2                                                 
                       a                                                 
                       a                                                 
                       a                                                 
                        la                                               
                        la                                               
                         n                                               
                         n                                               
                         a                                               
                         y                                               
                          t                                              
                          a                                              
                          a                                              
                           n                                             
                           u                                             
                           g                                             
                            R                                            
                            s                                            
                            e                                            
                            u                                            
                             n                                           
                             d                                           
                             c                                           
                             a                                           
                              a                                          
                              a                                          
                              h                                          
                              n a                                        
                               a d                                       
                                T                                        
                                a                                        
                                r a s e                                  
                                       R e n c a n a t r a s e ja la n   
                                                a                        
                                                K                        
                                                 (                       
                                                 o                       
                                                 a                       
                                                  a                      
                                                 r id                    
                                                  =                      
                                                  o                      
                                                   2                     
                                                   r                     
                                                    0                    
                                                    P                    
                                                    0                    
                                                    e n                  
                                                     m                   
                                                     g                   
                                                      e                  
                                                      a                  
                                                       t                 
                                                      m                  
                                                       e r               
                                                       b                 
                                                        )                
                                                        ila n D a t a    
                             Gambar 1. Koridor Pengambilan Data          
                          2. Mengidentifikasi medan secara stationing/ urutan jarak
                             dengan mengelompokkan kondisi : medan datar, rolling,
                             perbukitan, pegunungan/ bukit curam dalam bentuk
                             tabelaris.                                  
                          3. Mengidentifikasi/ memperkirakan secara tepat penerapan
                             desain geometrik (alinyemen horizontal dan vertikal)
                             berdasarkan pengalaman dan keahlian yang harus
                             dikuasai sepenuhnya oleh Highway Engineer yang
                             melaksanakan pekerjaan ini dengan melakukan 
                             pengukuran-pengukuran secara sederhana dan benar
                             (jarak, azimut, kemiringan dengan helling meter) dan
                             membuat sketsa desain alinyemen horizontal maupun
                             vertikal secara khusus untuk lokasi-lokasi yang dianggap
                             sulit untuk memastikan trase yang dipilih akan dapat
                             memenuhi persyaratan geometrik yang dibuktikan dengan
                             sketsa horizontal dan penampang memanjang rencana
                             trase jalan.                                
                          4. Di dalam penarikan perkiraan desain alinyemen horizontal
                             dan vertikal harus sudah diperhitungkan dengan cermat
                             sesuai dengan kebutuhan perencanaan untuk lokasi :
                             galian/ timbunan, bangunan pelengkap jalan, gorong-
                             gorong dan jembatan (oprit jembatan), persimpangan
                             yang bisa terlihat dengan dibuatnya sketsa-sketsa serta
                             tabelaris di lapangan dari identifikasi kondisi lapangan
                             secara stationing dari awal sampai dengan akhir proyek.
                          5. Semua kegiatan ini harus sudah dikonfirmasikan sewaktu
                             mengambil keputusan dalam pemilihan trase dengan
                             anggota team yang saling terkait dalam pekerjaan ini.
                                                                         
                          6. Di lapangan harus diberi/ dibuat tanda-tanda berupa patok
                             dan tanda banjir dengan diberi tanda bendera sepanjang
                             daerah rencana dengan interval 50 m untuk memudahkan
                                                                         
                             tim pengukuran, serta pembuatan foto-foto penting untuk
                             pelaporan dan panduan dalam melakukan survey detail
                             selanjutnya.                                
                                                                         
                          7. Dari hasil survey recon ini secara kasar harus sudah bisa
                             dihitung perkiraan volume pekerjaan yang akan timbul
                             serta bisa dibuatkan perkiraan rencana biaya secara
                                                                         
                             sederhana dan diharapkan dapat mendekati final design.
                        (b) Survey Pendahuluan kondisi eksisting perkerasan
                                                                         
                           1. Inventarisasi terhadap data histori penanganan jalan
                                                                         
                           2. Identifikasi jenis perkerasan              
                                                                         
                           3. Identifikasi kerusakan perkerasan          
                                                                         
                        (c) Survey Pendahuluan Survey Topografi.         
                                                                         
                          Kegiatan yang dilakukan oleh geodetic engineer pada survey
                          pendahuluan adalah :                           
                                                                         
                          1. Menentukan awal dan akhir pengukuran serta  
                             pemasangan patok beton Bench Mark di awal dan akhir
                             Proyek                                      
                                                                         
                          2. Mengamati kondisi topografi                 
                                                                         
                          3. Mencatat daerah-daerah yang akan dilakukan  
                             pengukuran khusus serta, morfologi dan lokasi yang perlu
                             dilakukan perpanjangan koridor              
                                                                         
                          4. Membuat rencana kerja untuk survey detail pengukuran.
                                                                         
                          5. Menyarankan posisi patok Bench Mark pada lokasi/ titik
                             yang akan dijadikan referensi.              
                                                                         
                        (d) Survey pendahuluan Bangunan Pelengkap Jalan  
                                                                         
                          1. Untuk perencanaan jalan baru perlu dicatat data lokasi/
                             Stationing, perkiraan lokasinya apa sudah sesuai dengan
                             geometrik serta rencana jenis konstruksi, dimensi yang
                             diperlukan.                                 
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               4         
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                          2. Untuk lokasi yang sudah ada, existing perlu dibuatkan
                             inventarisasinya dengan lengkap antara lain Stationing,
                             jenis konstruksi, dimensi, kondisi serta mengusulkan
                             penanganan yang diperlukan. (lihat format survey
                                                                         
                             inventarisasi jembatan).                    
                          3. Untuk lokasi yang ada aliran airnya perlu dicatat tinggi
                                                                         
                             muka air normal, muka air banjir dan muka air banjir
                             tertinggi pernah terjadi serta adanya tanda-tanda/ gejala-
                             gejala erosi yang dilengkapi dengan sket lokasi, morfologi
                             serta karakter aliran sungai dan dilengkapi foto-foto jika
                             diperlukan.                                 
                                                                         
                          4. Mendiskusikan dengan team geometrik, geologi, amdal
                                                                         
                             dan hidrologi apakah data-data dan usul penempatan
                             lokasi serta usul perencanaan/ penanganan sudah sesuai
                             secara teknis.                              
                                                                         
                          5. Membuat sketsa dan kalau perlu foto-foto beserta catatan-
                             catatan khusus serta saran-saran yang sangat berguna
                             dijadikan panduan dalam pengambilan data untuk
                             perencanaan pada waktu melakukan survey detail nanti
                                                                         
                             dan pengaruhnya terhadap keamanan/ kestabilan.
                        (e) Survey Pendahuluan Geologi dan Geoteknik.    
                                                                         
                          Kegiatan yang dilakukan pada survey pendahuluan geologi
                                                                         
                          dan geoteknik adalah :                         
                           1. Melakukan pengambilan data mengenai karakteristik
                                                                         
                             tanah, perkiraan lokasi sumber material, dan
                             mengantisipasi dan mengidentifikasi lokasi yang akan
                             longsor;                                    
                                                                         
                           2. Mengidentifikasi lokasi/titik pengujian antara lain Bor,
                             Sondir, DCP, Test Pit;                      
                                                                         
                           3. Memberikan rekomendasi rencana trase alinyemen jalan;
                                                                         
                           4. Mengidentifikasi masalah-masalah geoteknik, bahaya,
                             resiko-resiko, dan batasan-batasan proyek;  
                                                                         
                           5. Mencatat pengamatan visual menurut stasiun, patok
                             kilometer atau informasi lokasi lain seperti GPS.
                                                                         
                        (f) Survey Pendahuluan Drainase.                 
                                                                         
                          Kegiatan yang dilakukan pada survey pendahuluan Drainase
                          adalah:                                        
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               5         
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                          1. Mengumpulkan data curah hujan.              
                                                                         
                          2. Menganalisa luas daerah tangkapan (Catchment Area).
                          3. Mengamati kondisi terrain pada daerah tangkapan
                                                                         
                             sehubungan dengan bentuk dan kemiringan yang akan
                             mempengaruhi pola aliran.                   
                                                                         
                          4. Mengamati tata guna lahan.                  
                          5. Menginventarisasi bangunan drainase existing.
                                                                         
                          6. Melakukan pemotretan pada lokasi-lokasi penting.
                                                                         
                          7. Membuat rencana kerja untuk survey detail.  
                                                                         
                          8. Mengamati karakter aliran sungai/ morfologi yang mungkin
                             berpengaruh terhadap konstruksi dan saran-saran yang
                             diperlukan untuk menjadi pertimbangan dalam 
                                                                         
                             perencanaan berikutnya.                     
                     Dalam kegiatan perencanaan jembatan, konsultan diwajibkan
                                                                         
                     mengumpulkan sebanyak mungkin data-data yang diperlukan untuk
                     penentuan langkah-langkah design. Tujuan survey pendahuluan
                     adalah untuk mengumpulkan data-data awal yang berdasarkan aspek-
                     aspek yang diperlukan yang akan digunakan sebagai dasar/referensi
                                                                         
                     survey detail/ survey berikutnya dan harus dilakukan oleh seronag ahli
                     utama.                                              
                                                                         
                     Data-data yang diperlukan sebagai berikut :         
                                                                         
                                                                         
                        a. Data Primer.                                  
                           ▪ Lokasi Jembatan                             
                           ▪ Bahan & Material yang ada (Quary)           
                           ▪ Penampang melintang Sungai                  
                           ▪ Jenis Tanah                                 
                                                                         
                           ▪ Banjir tertinggi yang pernah terjadi        
                           ▪ Situasi Jembatan                            
                           ▪ Perkiraan Alignement Jalan                  
                           ▪ Kondisi tikungan sepanjang Aliran Sungai    
                                                                         
                           ▪ Pengukuran kreep Aliran dan Arah aliran     
                           ▪ Pengamatan benda-benda hanyut               
                           ▪ Data-data lain yang diperlukan dan dianggap penting
                           ▪ Usulan lainnya dari P2JN Kalimantan Utara   
                                                                         
                                                                         
                        b. Data Sekunder.                                
                           ▪ Harga Satuan Upah & Bahan untuk lokasi tersebut.
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               6         
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                           ▪ Data Curah Hujan harian maximum untuk minimal 20
                             tahun terakhir.                             
                           ▪ Peta Topografi skala 1 : 25.000, 1:50.000, tergantung
                             kebutuhan.                                  
                                                                         
                           ▪ Data BMS 2022.                              
                                                                         
                      Selama survey pendahuluan, konsultan diwajibkan mengecek semua
                      data-data diatas di lapangan, memberi koreksi-koreksi seperlunya
                      serta mengambil keputusan apa yang harus dilakukan pada saat
                                                                         
                      design.                                            
                                                                         
                      Tugas dari team antara lain :                      
                      ▪ Menentukan tipe pondasi yang paling baik/cocok untuk lokasi
                                                                         
                        tersebut sehubungan dengan material dan kondisi tanah.
                      ▪ Menentukan letak, jumlah serta panjang bentang, elevasi
                        jembatan baru dan lokasi jembatan baru.          
                      ▪ Mencatat banjir serta erosi yang terjadi.        
                      ▪ Membentuk titik referensi dari beton.            
                                                                         
                      ▪ Mencatat material yang tersedia disekitar lokasi jembatan, dan
                        menyarankan jenis jembatan yang paling efisien sesuai dnegan
                        material yang tersedia.                          
                      ▪ Membuat sketsa situasi jembatan baru terhadap jembatan lama
                        serta profil sungai pada lokasi jembatan baru dan lama.
                                                                         
                      ▪ Memberikan rekomendasi untuk tahapan pekerjaan selanjutnya
                        serta menyarankan lokasi dan jumlah titik bor yang harus
                        dilaksanakan                                     
                                                                         
                                                                         
                     Keluaran survey pendahuluan meliputi :              
                      1. Laporan seluruh hasil survey pendahuluan berkaitan dengan
                                                                         
                        konsep desain yang akan diterapkan dengan mempertimbangkan
                        faktor-faktor berdasarkan seluruh hasil survey pendahuluan
                                                                         
                      2. Laporan tindak lanjut survey pendahuluan yaitu survey detail yang
                        didalamnya memuat beberapa survey detail yang harus dilakukan
                        termasuk batasan koridor pengambilan data.       
                                                                         
                   b) Survey Topografi                                   
                                                                         
                      (1) Tujuan                                         
                                                                         
                        Tujuan pengukuran topografi dalam pekerjaan ini adalah
                        mengumpulkan data koordinat dan ketinggian permukaan tanah
                        sepanjang rencana trase jalan dan jembatan di dalam koridor yang
                        ditetapkan untuk penyiapan peta topografi dengan skala 1:1000
                        yang akan digunakan untuk perencanaan geometrik jalan.
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               7         
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                        Pengukuran topografi dilakukan di ruas jalan pada penggantian
                        jembatan dan jika diperlukan pada rehabilitasi jembatan dengan
                        mengadakan tambahan pengukuran detail pada daerah sungai ke
                        arah hulu dan hilir, juga tempat yang memerlukannya atau
                                                                         
                        pemindahan lokasi jembatan sehingga memungkinkan didapat re-
                        alignement as jalan/jembatan sesuai dengan standar yang
                        dikehendaki.                                     
                                                                         
                      (2) Lingkup Pekerjaan                              
                                                                         
                        Survei topografi dilakukan hanya pada lokasi efektif penanganan
                        sepanjang 30 Km dan pada jembatan yang akan ditangani
                        dengan rehabilitasi                              
                                                                         
                        (a) Pemasangan patok-patok                       
                                                                         
                          Patok-patok BM harus dibuat dari beton dengan ukuran
                          10x10x75 cm atau pipa pralon ukuran 4 inci yang diisi dengan
                          adukan beton dan di atasnya dipasang nut dari baut dengan
                          ujung kepala baut (nut) diberi tanda alur silang (cross
                                                                         
                          grooving), ditempatkan pada tempat yang aman, mudah
                          terlihat. Patok BM dipasang setiap 1 (satu) km dan pada setiap
                          lokasi rencana jembatan dipasang serta pada awal dan akhir
                          proyek minimal 2 dan ditempatkan pada daerah yang aman
                          terhadap kemungkinan tercabut atau berubah posisi dan
                                                                         
                          mudah terlihat, masing-masing 1 (satu) pasang di setiap sisi
                          sungai/ alur.                                  
                                                                         
                          - Patok BM dipasang/ ditanam dengan kuat, bagian yang
                            tampak di atas tanah setinggi 20 cm, dicat warna kuning,
                            diberi lambang Bina Marga, notasi dan nomor BM dengan
                            warna hitam.                                 
                                                                         
                          - Patok BM yang sudah terpasang, kemudian difoto sebagai
                            dokumentasi yang dilengkapi dengan nilai koordinat serta
                            elevasi.                                     
                                                                         
                          - Untuk setiap titik poligon dan sifat datar harus digunakan
                            patok kayu yang cukup keras, lurus, dengan diameter sekitar
                            5 cm, panjang sekurang-kurangnya 50 cm, bagian
                                                                         
                            bawahnya diruncingkan, bagian atas diratakan diberi paku,
                            ditanam dengan kuat, bagian yang masih nampak diberi
                            nomor dan dicat warna kuning. Dalam keadaan khusus,
                            perlu ditambahkan patok bantu.               
                          - Untuk memudahkan pencarian patok, sebaiknya pada
                                                                         
                            daerah sekitar patok diberi tanda-tanda khusus.
                          - Pada lokasi-lokasi khusus dimana tidak mungkin dipasang
                            patok, misalnya di atas permukaan jalan beraspal atau di
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               8         
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                            atas permukaan batu, maka titik-titik poligon dan sifat datar
                            ditandai dengan paku seng dilingkari cat kuning dan diberi
                            nomor.                                       
                                                                         
                                                                         
                        (b) Pengukuran titik kontrol horizontal          
                          - Pengukuran titik kontrol horizontal dilakukan dengan sistem
                                                                         
                            poligon, dan semua titik ikat (BM) harus dijadikan sebagai
                            titik poligon.                               
                          - Sisi poligon atau jarak antar titik poligon maksimum 100
                            meter, diukur dengan meteran atau dengan alat ukur secara
                            optis ataupun elektronis.                    
                                                                         
                          - Sudut-sudut poligon diukur dengan alat ukur theodolit
                            dengan ketelitian baca dalam detik. Disarankan untuk
                            menggunakan Total Station/theodolit jenis T2 atau yang
                            setingkat.                                   
                                                                         
                                                                         
                        (c) Pengukuran titik kontrol vertikal            
                                                                         
                          - Pengukuran ketinggian dilakukan dengan cara 2 kali
                            berdiri/ pembacaan pergi- pulang.            
                          - Pengukuran sifat datar harus mencakup semua titik
                            pengukuran (poligon, sifat datar, dan potongan melintang)
                            dan titik BM.                                
                                                                         
                          - Rambu-rambu ukur yang dipakai harus dalam keadaan
                            baik, berskala benar, jelas dan sama.        
                          - Pada setiap pengukuran sifat datar harus dilakukan
                            pembacaan ketiga benangnya, yaitu Benang Atas (BA),
                                                                         
                            Benang Tengah (BT), dan Benang Bawah (BB), dalam
                            satuan milimeter. Pada setiap pembacaan harus dipenuhi:
                            2 BT = BA + BB.                              
                          Dalam satu seksi (satu hari pengukuran) harus dalam jumlah
                          slag (pengamatan) yang genap.                  
                                                                         
                        (d) Pengukuran situasi                           
                                                                         
                          - Pengukuran situasi dilakukan dengan sistem tachimetri,
                            yang mencakup semua obyek yang dibentuk oleh alam
                                                                         
                            maupun manusia yang ada disepanjang jalur pengukuran,
                            seperti alur, sungai, bukit, jembatan, rumah, gedung dan
                            sebagainya.                                  
                                                                         
                          - Dalam pengambilan data agar diperhatikan keseragaman
                            penyebaran dan kerapatan titik yang cukup sehingga
                            dihasilkan gambar situasi yang benar. Pada lokasi-lokasi
                            khusus (misalnya: sungai, persimpangan dengan jalan yang
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               9         
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                            sudah ada) pengukuran harus dilakukan dengan tingkat
                            kerapatan yang lebih tinggi.                 
                          - Untuk pengukuran situasi harus digunakan alat theodolit.
                                                                         
                        (e) Pengukuran Penampang Melintang.              
                                                                         
                          Pengukuran penampang melintang harus dilakukan dengan
                          persyaratan:                                   
                          Perencanaan Teknis Jalan                       
                                                                         
                                          Lebar koridor, Interval,       
                               Kondisi                                   
                                              (m)       (m)              
                           - Datar, landai, dan 75 + 75  50              
                            lurus                                        
                           - Pegunungan      75 + 75     25              
                           - Tikungan     50 (luar) + 100 25             
                                                                         
                                             (dalam)                     
                          Perencanaan Teknis Jembatan                    
                                                                         
                                                    Panjang              
                              Area    Koridor (m)                        
                                                  Pengukuran (m)         
                           - As Sungai 100 + 100    200 + 200            
                           - As Jalan   50 + 50     200 + 200            
                               Pegunu                                    
                           - Interval    25           25                 
                           ngan                                          
                          Untuk pengukuran penampang melintang harus digunakan
                          alat theodolit.                                
                        (f) Pengukuran pada perpotongan rencana trase jembatan
                           dengan sungai atau jalan                      
                                                                         
                          - Koridor pengukuran ke arah hulu dan hilir masing-masing
                            minimum 200 m dari perkiraan garis perpotongan atau
                            daerah sekitar sungai (hulu/ hilir) yang masih berpengaruh
                                                                         
                            terhadap keamanan jembatan dengan interval pengukuran
                            penampang melintang sungai sebesar 25 meter. 
                                                                         
                          - Koridor pengukuran searah rencana trase jembatan
                            masing-masing minimum 100 m dari garis tepi sungai/ jalan
                            atau sampai pada garis pertemuan antara oprit jembatan
                            dengan jalan dengan interval pengukuran penampang
                                                                         
                            melintang rencana trase jalan sebesar 25 meter.
                          - Pada posisi lokasi jembatan interval pengukuran
                                                                         
                            penampang melintang dan memanjang baik terhadap
                            sungai maupun jalan sebesar 10 m, 15 m, dan 25 m.
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               10        
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                          Pengukuran situasi lengkap menampilkan segala obyek yang
                          dibentuk alam maupun manusia disekitar persilangan
                          tersebut.                                      
                                                                         
                                                                         
                      (3) Persyaratan                                    
                                                                         
                        (a) Pemeriksaan dan koreksi alat ukur.           
                                                                         
                          Sebelum melakukan pengukuran, setiap alat ukur yang akan
                          digunakan harus diperiksa dan dikoreksi.       
                                                                         
                          Hasil pemeriksaan dan koreksi alat ukur harus dicatat dan
                          dilampirkan dalam laporan.                     
                                                                         
                        (b) Ketelitian dalam pengukuran                  
                                                                         
                          Ketelitian untuk pengukuran poligon adalah sebagai berikut :
                                                                         
                          1. Kesalahan sudut yang diperbolehkan adalah 10”√n, (n
                             adalah jumlah titik poligon dari pengamatan matahari
                             pertama ke pengamatan matahari selanjutnya atau dari
                             pengukuran Global Positioning System (GPS) geodetic
                             yang mempunyai presisi tinggi pertama ke pengukuran
                                                                         
                             GPS berikutnya).                            
                                                                         
                          2. Kesalahan azimuth pengontrol tidak lebih dari 5”.
                        (c) Perhitungan                                  
                                                                         
                          - Perhitungan Koordinat.                       
                                                                         
                            Perhitungan koordinat poligon dibuat setiap seksi. Koreksi
                            sudut tidak boleh diberikan atas dasar nilai rata-rata, tapi
                            harus diberikan berdasarkan panjang kaki sudut (kaki sudut
                                                                         
                            yang lebih pendek mendapatkan koreksi yang lebih besar),
                            dan harus dilakukan di lokasi pekerjaan.     
                                                                         
                          - Perhitungan Sifat Datar.                     
                                                                         
                            Perhitungan sifat datar harus dilakukan hingga 4 desimal
                            (ketelitian 0,5 mm), dan harus dilakukan kontrol perhitungan
                            pada setiap lembar perhitungan dengan menjumlahkan
                            beda tingginya.                              
                                                                         
                          - Perhitungan Ketinggian Detail.               
                                                                         
                            Ketinggian detail dihitung berdasarkan ketinggian patok ukur
                            yang dipakai sebagai titik pengukuran detail dan dihitung
                            secara tachimetris.                          
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               11        
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                          - Seluruh perhitungan sebaiknya menggunakan sistem
                            komputerisasi.                               
                                                                         
                        (d) Penggambaran                                 
                                                                         
                          - Penggambaran dilakukan menggunakan program bantu
                            Land Desktop Development under CAD dan yang setara
                            dengan skala horizontal 1 : 1.000, vertical skala 1 : 100
                          - Garis-garis grid dibuat setiap 10 Cm.        
                                                                         
                          - Koordinat grid terluar (dari gambar) harus dicantumkan
                            harga absis (x) dan ordinat (y)-nya.         
                                                                         
                          - Pada setiap lembar gambar dan/ atau setiap 1 meter
                            panjang gambar harus dicantumkan petunjuk arah Utara.
                                                                         
                          - Penggambaran titik poligon harus berdasarkan hasil
                            perhitungan dan tidak boleh dilakukan secara grafis.
                                                                         
                          - Setiap titik ikat (BM) agar dicantumkan nilai X,Y,Z-nya dan
                            diberi tanda khusus.                         
                                                                         
                        (e) Titik kontrol horisontal diukur dengan menggunakan metode
                          penentuan posisi Global Positioning System (GPS) secara
                                                                         
                          diferensial. GPS atau nama lengkapnya NAVSTAR GPS
                          merupakan singkatan dari Navigation Satellite Timing and
                          Ranging Global Positioning System. Metode yang digunakan
                          adalah metode diferensial dengan menggunakan lebih dari
                                                                         
                          satu receiver GPS dimana minimal satu titik digunakan sebagai
                          titik referensi (base station) dan yang lainnya ditempatkan
                          pada titik yang akan diukur. Titik referensi yang digunakan
                          adalah titik referensi Bakosurtanal ataupun Badan Pertanahan
                          Nasional. Untuk merapatkan titik kontrol horisontal dapat
                                                                         
                          dilakukan pengukuran menggunakan metode poligon dengan
                          menggunakan alat Total Station;                
                                                                         
                        (f) Sistem koordinat proyeksi yang digunakan adalah sebagai
                          Sistem koordinat proyeksi Universal Transverse Mercator
                          (UTM)                                          
                                                                         
                          Ketentuan proyeksi UTM:                        
                                                                         
                          • Proyeksi adalah Transverse Mercator          
                          • Lebar zona adalah 6                         
                          • Titik awal setiap zona adalah perpotongan meridian tengah
                                                                         
                            dan ekuator                                  
                          • Faktor skala pada meridian tengah ko = 0,9996
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               12        
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                          • Timur (T) didefinisikan dengan penambahan 500.000 meter
                            kepada nilai x yang dihitung dari meridian tengah
                          • Utara (U) didefinisikan dengan penambahan 10.000.0000
                            meter kepada nilai y yang dihitung dari ekuator selatan.
                                                                         
                          • Zona 1 dimulai dari bujur 180 barat sampai dengan bujur
                            174 barat dan seterusnya ke arah Timur sampai zona 60
                            untuk bujur 174 timur sampai dengan 180 timur.
                                                                         
                          • Satuan dalam meter                           
                          • Batas lintang 84 Utara dan lintang 80 selatan.
                          • Notasi koordinat UTM, Timur (T) diletakkan di depan Utara
                            (U)                                          
                                                                         
                          • Datum DGN-95                                 
                                                                         
                      Tabel Penomoran Zona dalam UTM di Wilayah Indonesia
                      Zona      Batas Zona   Meridian Tengah             
                                                                         
                       46         90-96        93                     
                                                                         
                       47        96-102        99                     
                                                                         
                       48        102-108       105                    
                                                                         
                       49        108-114       111                    
                                                                         
                       50        114-120       117                    
                                                                         
                       51        120-126       123                    
                                                                         
                       52        126-132       129                    
                                                                         
                       53        132-138       135                    
                                                                         
                       54        138-144       141                    
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                        (g) Pengukuran dengan menggunakan GPS dilakukan setiap
                          interval 5000 m (setiap 5 Km)                  
                                                                         
                        (h) Pengukuran Titik Kontrol Horisontal Harus menggunakan
                          Jenis Total Station (TS) dengan Ketelitian 10√n untuk sudut
                          serta 10√D untuk jarak;                        
                                                                         
                        (i) Pengukuran untuk titik control Vertikal harus mengunakan
                          peralatan Waterpass jenis auto level dengan ketelitian 2 mm.
                                                                         
                        Semua hasil perhitungan titik pengukuran detail, situasi, dan
                        penampang melintang harus digambarkan pada gambar polygon,
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               13        
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                        sehingga membentuk gambar situasi dengan interval garis
                        ketinggian (contour) 1 meter.                    
                                                                         
                        Proses pengambilan data untuk Topografi mengacu pada
                        Pedoman Pengukuran Topografi NO.010/PW/2004, atau
                        Pedoman yang dipersyaratkan.                     
                                                                         
                      (4) Keluaran                                       
                                                                         
                        Keluaran survey Topografi meliputi :             
                                                                         
                        (a) Laporan survey Topografi meliputi :          
                                                                         
                           - Data pengukuran dan hitungan pengukuran topografi yang
                             telah diterima.                             
                           - Data Koordinat dan elevasi Bench Mark.      
                           - Foto dokumentasi proses pengukuran dan Bench Mark
                        (b) Peta tofografi (peta transies) dengan skala horizontal 1 : 1000
                                                                         
                           dan vertikal skala 1 : 100, dengan garis ketinggian interval
                           1,00 meter atau disesuaikan dengan jenis perencanaan yang
                           akan dilakukan                                
                                                                         
                                                                         
                   c) Survey Drainase dan Hidrologi                      
                                                                         
                      (1) Tujuan                                         
                                                                         
                        Tujuan survey drainase yang dilaksanakan dalam pekerjaan ini
                        adalah untuk mengumpulkan data hidrologi dan karakter/ perilaku
                        aliran air pada bangunan air yang ada (sekitar jembatan maupun
                        jalan), guna keperluan analisis hidrologi, penentuan debit banjir
                                                                         
                        rencana (elevasi muka air banjir), perencanaan teknis drainase
                        dan bangunan pengaman terhadap gerusan, river training
                        (pengarah arus) yang diperlukan.                 
                                                                         
                      (2) Lingkup Pekerjaan                              
                                                                         
                        Survei drainase dilakukan sepanjang ruas yang direncanakan
                        penanganan efektif sepanjang 30 Km               
                                                                         
                        Lingkup pekerjaan survey hidrologi dan hidrolika ini meliputi:
                                                                         
                        (a) Mengumpulkan data curah hujan harian maksimum (mm/hr)
                          paling sedikit dalam jangka 10 tahun pada daerah tangkapan
                          (catchment area) atau pada daerah yang berpengaruh
                          terhadap lokasi pekerjaan, data tersebut bisa diperoleh dari
                                                                         
                          Badan Meteorologi dan Geofisika dan/ atau instansi terkait di
                          kota terdekat dari lokasi perencanaan.         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               14        
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                        (b) Mengumpulkan data bangunan pengaman yang ada seperti
                          gorong-gorong, jembatan, selokan yang meliputi: lokasi,
                          dimensi, kondisi, tinggi muka air banjir.      
                                                                         
                        (c) Menganalisis data curah hujan dan menentukan curah hujan
                          rencana, debit dan tinggi muka air banjir rencana dengan
                          periode ulang 10 tahunan untuk jalan arteri, 7 tahun untuk jalan
                                                                         
                          kolektor, 5 tahunan untuk jalan lokal dan 50 tahunan jembatan
                          dengan metode yang sesuai.                     
                                                                         
                        (d) Menganalisa pola aliran air pada daerah rencana untuk
                          memberikan masukan dalam proses perencanaan yang aman.
                                                                         
                        (e) Menghitung dimensi dan jenis bangunan pengaman yang
                          diperlukan.                                    
                                                                         
                        (f) Menentukan rencana elevasi aman untuk jalan/ jembatan
                          termasuk pengaruhnya akibat adanya bangunan air (aflux).
                                                                         
                        (g) Merencanakan bangunan pengaman jalan/ jembatan terhadap
                          gerusan samping atau horisontal dan vertikal.  
                                                                         
                        Untuk Lingkup pekerjaan survey hidrologi dan hidrolika dalam
                        perencanaan jembatan meliputi:                   
                                                                         
                         a. Karakteristik daerah aliran (Catchment Area) dari setiap
                           gejala aliran yang harus dipelajari dengan cermat dari peta
                           topografi maupun pemeriksaan langsung ditempat
                                                                         
                           meliputidatacurah hujan,tata guna lahan, jenis permukaan
                           tanah, kemiringan dan lain-lain.              
                                                                         
                         b. Karakteristik sungai yang meliputi           
                                                                         
                            • Kecepatan aliran dan gejala arah           
                            • Debit dan daerah pengaruh banjir           
                            • Tinggi air banjir, air rendah dan air normal
                            • Lokasi penggerusan (scouring) sertajenis /sifat erosi
                                                                         
                              maupun pengendapan                         
                            • Kondisi aliran permukaan pada saat banjir  
                                                                         
                         c. Analisa hidrologi yang diperlukan untuk jembatan yang
                                                                         
                           melintas sungai, sebelum tahap perhitungan /perencanaan
                           hidrolika dari alur sungai, adalah untuk menentukan
                                                                         
                           • Debit banjir dalam alur sungai jembatan atau debit
                             maksimum sungai selama periode ulang banjir rencana
                                                                         
                             yang sesuai.                                
                           • Perkiraan tinggi maksimum muka air banjir yang mungkin
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               15        
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                             terjadi dan semua karakteristiknya.         
                           • Kedalaman air banjir, air rendah dan air normal.
                                                                         
                         d. Untuk menentukan elevasi tinggi muka jembatan diperlukan
                                                                         
                           suatu perkiraan tinggi maksimum banjir yang mungkin
                           terjadi, ditetapkan dan diperhitungkan dengan periode ulang
                           banjir rencana atau dalam kurun waktu rencana sebagai
                           berikut                                       
                                                                         
                                                                         
                           • Untuk jembatan panjang / besar (konstruksi khusus)
                             diperhitungkan dengan periode ulang 100 tahunan.
                           • Untuk jembatan biasa / tetap termasuk gorong- gorong
                                                                         
                             diperhitungkan dengan periode ulang 50 tahunan.
                           • Untuk jembatan sementara, perlintasan saluran air dan
                             jembatan yang melintas diatasnya diperhitungkan
                             dengan periode ulang 25 tahunan.            
                                                                         
                           • Untuk keperluan analisa hidrologi ditetapkan dengan
                             periode ulang 50 tahunan.                   
                           • Untuk perhitungan scouring berdasarkan jenis tanah
                             dasar sungai dan debit serta kecepatan aliran arus
                             sungai.                                     
                                                                         
                           • Dalam menentukan besar debit banjir maksimum dalam
                             kurun waktu rencana tersebut, dipakai pendekatan
                             berdasarkan analisa frekuensi dari suatu data curah
                             hujan lebat. Disini perlu ditinjau hubungan / korelasi
                                                                         
                             antara curah hujan dan aliran sungai.       
                           • Metode untuk menentukan besar debit banjir tersebut
                             diklasifikasikan menjadi 3 cara yaitu:      
                                                                         
                                                                         
                             a) Carastatistik/kemungkinan-kemungkinan    
                             b) Cara hidrograf /sintetik                 
                             c) Rumus empiris/metode rasional            
                                                                         
                         e. Analisa drainase ditetapkan dengan kala ulang (return
                                                                         
                           period) 25 tahun dan 50 tahun yang pemilihannya terlebih
                           dulu dikonsultasikan dengan pihak Pemberi Tugas.
                                                                         
                           Dari hasil survey dan analisa yang dilakukan, antara lain
                                                                         
                           dapat ditentukan elevasi jembatan dan bangunan pengaman
                           terhadap gerusan, tumbukan air dan debris     
                                                                         
                      (3) Persyaratan                                    
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               16        
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                        Proses analisa perhitungan harus mengacu pada Standar
                        Nasional Indonesia (SNI) No: 03-3424-1994 atau Standar Nasional
                        Indonesia (SNI) No: 03-1724-1989 SKBI-1.3.10.1987 (Tata Cara
                        Perencanaan Hidrologi dan Hidrolika untuk Bangunan di Sungai),
                                                                         
                        Pedoman Perencanaan Drainase Jalan Pd.T.02-2006-B, Manual
                        Hidrolika untuk Jalan dan Jembatan No.01/BM/05, serta pedoman
                        lain yang dipersyaratkan.                        
                                                                         
                     (4) Keluaran                                        
                                                                         
                        Keluaran yang dihasilkan dari Survey Drainase adalah berupa
                        Laporan Drainase yang di dalamnya memuat:        
                                                                         
                        (a) Data identifikasi semua aliran air yang ada dan lintasan-
                          lintasan drainase                              
                        (b) Daerah-daerah tangkapan berdasarkan peta-peta topografi
                        (c) Informasi histori banjir yang tersedia (tingkatan dan tanggal
                                                                         
                          kejadian)                                      
                        (d) Lokasi-lokasi drainase yang ada meliputi permasalahan banjir
                        (e) Acuan banjir/sumber informasi drainase       
                        (f) Kapasitas aliran air dan debit aliran air permukaan yang akan
                          diterima oleh drainase yang akan direncanakan  
                                                                         
                        (g) Data curah hujan yang digunakan dalam desain drainase
                        (h) Dimensi saluran dan gorong-gorong            
                        (i) Potensi erosi baik erosi tebing maupun erosi dasar
                          sungai/saluran baik erosi umum maupun lokal.   
                                                                         
                                                                         
                   d) Survei Perkerasan Jalan                            
                                                                         
                     Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :    
                                                                         
                     (1) Pemeriksaan DCP dan CBR dan Tes Pit             
                        (a) Tujuan pemeriksaan ini adalah untuk menilai CBR lapisan
                                                                         
                          tanah dasar badan jalan yang dilakukan pada ruas-ruas jalan
                          yang belum beraspal, seperti jalan tanah.      
                        (b) Konsultan harus melengkapi teamnya yang akan 
                          ditugaskan kelapangan dengan alat-alat yang menurut
                                                                         
                          keperluannya agar pekerjaan dapat dilaksanakan dengan
                          sempurna.                                      
                        (c) Team tersebut harus dipimpin oleh seorang yang terpercaya
                          dan ahli dalam bidangnya dan bekerja penuh dengan tanggung
                          jawab untuk memungkinkan didapatkan hasil yang optimal.
                                                                         
                        (d) Cara melaksanakan pengambilan CBR hendaknya dilakukan
                          sesuai dengan aturan yang berlaku dengan ketelitian yang
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               17        
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                          tinggi agar interprestasi atau percobaan yang akan dilakukan
                          nanti tidak akan menjumpai kesulitan.          
                        (e) Cara klasifikasi jenis tanah hendaknya dilakukan menurut
                          ASTM/AASHTO. Penaman jenis tanah, apabila digunakan
                                                                         
                          bahasa, bahasa indonesia hendaknya diberi penjelasan istilah
                          dalam bahasa Inggerisnya dengan cara ditulis dalam kurung.
                          Dalam hal ini dimaksud untuk keseragaman penggunaan
                          istilah.                                       
                        (f) DCP dilakukan pada tiap 200 M sample dikerjakan harus
                                                                         
                          dilakukan pencatatan : lokasi, evaluasi, tanggal dimulai,
                          tanggal selesai dan alat yang digunakan.       
                        (g) Tes pit/sumur uji pada tiap 5 km, dilakukan di tepi bahu jalan
                          dan tepi perkerasan, data-data yang harus dicatat sbb : lokasi,
                                                                         
                          tanggal, diskripsi setiap lapisan yang ada lengkap dengan
                          ketebalannya, penggalian dilakukan sampai dengan tanah
                          dasar/sub grade.                               
                        (h) Contoh uji material CBR laboratorium, dilakukan pada posisi
                          sub grade sumur uji, butir (g) diatas, diambil tanah uji sekurang-
                                                                         
                          kurangnya 50 kg, dimasukkan karung, dicatat lokasi dan
                          tanggalnya, test CBR laboratorium dilakukan dengan
                          rendaman (soaked).                             
                        (i) Persyaratan lainnya sesuai dengan peraturan yang berlaku.
                                                                         
                                                                         
                     2) Pengujian Benkelman Beam.                        
                        (a) Tujuan pengujian ini adalah untuk mengetahui besarnya nilai
                          lendutan balik dari konstruksi perkerasan jalan yang beraspal.
                        (b) Pemeriksaan harus dilakukan dengan ketentuan-ketentuan
                                                                         
                          sebagai berikut :                              
                        (c) Truk yang dipakai harus dibebani sehingga mencapai beban
                          gandar belakang sebesar 8,2 ton dengan tekanan angin ban
                          sebesar 80 psi atau 5,5 kg/cm2.                
                        (d) Pengukuran beban gandar belakang harus dilakukan dengan
                                                                         
                          menggunakan jembatan timbang atau dengan alat yang
                          telah terbukti dapat dipakai untuk pengukuran beban gandar,
                          dan hasil pengukuran beban gandar ahrus dicatat dengan jelas
                          pada formulir pemeriksaan Benkelman Beam Terlampir.
                                                                         
                        (e) Alat Benkelman Beam yang dipakai harus mempunya ukuran
                          yang standar, misalnya perbandingan batang 1 : 2.
                        (f) Alat pembacaan (dial Gauge) lendutan harus dalam kondisi
                          yang baik dan skala ketelitian pembacaan jarum petunjuk
                          harus dicatat (ketelitian 0,01 mm).            
                                                                         
                        (g) Pemeriksaan balik dilakukan dengan interval pemeriksaan
                          setiap 200 meter sepanjang ruas jalan beraspal yang telah
                          ditetapkan.                                    
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               18        
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                        (h) Selama pemeriksaan, konsultan harus mencatat hal-hal
                          khusus yang dijumpai seperti kondisi drainase, nama daerah
                          yang dilalui, cuaca, waktu, peninggian permukaan jalan dan
                          sebagainya.                                    
                                                                         
                        (i) Semua data hasil pemeriksaan yang diperoleh dicatat dalam
                          formulir pemeriksaan Benkelman Beam terlampir. 
                        (j) Persyaratan lainnya sesuai dengan SNI. 03-2416-1991.
                                                                         
                     3) Penyusunan Laporan.                              
                                                                         
                        Penyusupan lapisan penyelidikan perkerasan jalan harus
                                                                         
                        mencakup seluruh penyelidikan pada lokasi proyek berdasarkan
                        klasifikasi bahan yang didapat sebagai hasil test.
                                                                         
                        Kesimpulan dan saran harus berdasarkan data-data dan
                        peninjauan teknis ekonomis yang lengkap.         
                                                                         
                 e) Survei Inventaris dan detail kondisi jembatan        
                    Berdasarkan data BMS tahun 2022, tim melakukan survei pada seluruh
                    jembatan yang ada pada jalan nasional untuk kemudian didetailkan jenis-
                    jenis penanganan yang akan dilakukan. Jembatan yang disurvei adalah
                                                                         
                    jembatan yang akan ditangani dengan program berkala, rehabilitasi atau
                    penggantian jembatan.                                
                    Dimensi dan volume didapatkan pada survei ini.       
                    Keluaran yang dihasilkan adalah :                    
                                                                         
                     • Foto/dokumentasi kerusakan                        
                     • Detail jenis-jenis penaganan berkala, rehabilitasi jembatan.
                     • Perkiraan volume dan dimensi kerusakan.           
                                                                         
                 f) Penyelidikan Tanah dan Material Jembatan.            
                   Tujuan yang utama dari penyelidikan tanah dan geoteknik adalah untuk
                   memberikan informasi tentang kondisi bawah permukaan tanah, bahaya
                                                                         
                   geoteknik, dan ketersediaan tanah, agregat dan batuan pada perencana.
                   Kegiatan yang dilakukan adalah sebagai berikut :      
                     • Mengadakan peninjauan kembali terhadap semua data sekunder
                     • Tanah dan material yang ada dan selanjutnya mengadakan
                                                                         
                       penyelidikan tanah dan material sepanjang Proyek Jembatan
                       tersebut, yang akan dilakukan berdasarkan survey langsung
                       maupun di laboratorium.                           
                     • Pada lokasi rencana pondasi jembatan dan bangunan lain yang
                                                                         
                       besar harus diadakan penyelidikan kondisi sub-surfacenya.
                     • Menyelidiki lokasi sumber material yang ada disekitar lokasi proyek
                       beserta perkiraan jumlahnya untuk pekerjaan struktur jembatan dan
                       bangunan pelengkap lainnya, termasuk pembuatan jalan
                       pendekatan jembatan, semua ini harus dibuat petanya.
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               19        
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                 3) Proses Desain                                        
                                                                         
                   a) Tujuan                                             
                                                                         
                      Persiapan desain ini bertujuan :                   
                      (1) Mempersiapkan dan mengumpulkan data-data awal. 
                                                                         
                      (2) Menetapkan desain sementara dari data awal untuk dipakai
                        sebagai panduan survey pendahuluan.              
                                                                         
                      (3) Menyiapkan dokumen perencanaan teknis yang terdiri dari gambar
                        desain, spesifikasi, engineering estimate.       
                                                                         
                   b) Lingkup Pekerjaan                                  
                      Hal lain yang menjadi lingkup pekerjaan adalah :   
                                                                         
                      (1) Menetapkan awal dan akhir rencana proyek pada peta, serta
                        menarik beberapa Alternatif rencana As Jalan/Alinyemen
                        Horizontal dengan dilakukan pengecekan Alinyemen Vertikal
                        sesuai dengan kondisi medan yang memenuhi Standar
                        Perencanaan Geometrik Jalan dan dibahas bersama-sama
                                                                         
                        dengan Ahli Tanah dan Perkerasan, Ahli Geodesi,Ahli Hidrolika,
                      (2) Melakukan perencanaan alinyemen horisontal dan vertikal
                        berdasarkan alternatif yang dipakai dengan tetap mengacu pada
                        standar geometrik jalan antar kota maupun perkotaan.
                                                                         
                      (3) Melakukan perencanaan tebal perkerasan baik perkerasan kaku
                        maupun fleksibel dengan mengacu pada pedoman perencanaan
                        tebal perkerasan lentur dan tebal perkerasan kaku.
                                                                         
                      (4) Melakukan perencanaan drainase dan bangunan perlengkapan
                        jalan.                                           
                      (5) Melakukan perencanaan management traffic pada saat
                                                                         
                        pelaksanaan.                                     
                      (6) Melakukan perencanaan K3 konstruksi berkaitan dengan resiko
                        yang ditimbulkan dengan adanya kegiatan konstruksi.
                                                                         
                      (7) Menyiapkan peta penyebaran tanah berkaitan dengan kondisi
                        geologi.                                         
                                                                         
                      (8) Membuat Estimasi panjang jalan, jumlah dan panjang jembatan,
                        box culvert/ gorong–gorong dan bangunan pelengkap jalan lainnya
                        yang mungkin akan terdapat pada rute jalan tersebut.
                      (9) Melakukan analisis resiko yang harus dituangkan dalam laporan
                                                                         
                        perencanaan teknis yang di dalamnya membuat identifikasi resiko,
                        analisis resiko, penilaian resiko, mitigasi resiko, alokasi resiko.
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               20        
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                   c) Persyaratan                                        
                                                                         
                     Proses perencanaan harus mengacu pada standar, Pedoman yang
                      berlaku seperti standar atau pedoman yang tertulis pada acuan
                      normatif atau referensi lain yang tertuang dalam Kerangka Acuan
                      Kerja. Proses desain perencanaan teknis jembatan harus mengacu
                      kepada Kriteria Desain Perencanaan Jembatan yang ada pada SE
                                                                         
                      Dirjen Bina Marga No.06/SE/Db/2021                 
                   d) Penggambaran                                       
                                                                         
                     Penggambaran Desain Jalan:                          
                                                                         
                     •  Alinyemen Horisontal dengan Skala 1:1000         
                                                                         
                     •  Alinyemen Vertikal dengan Skala 1:100            
                                                                         
                     •  Potongan Melintang Skala Horisontal 1:1200, Skala Vertikal 1:100
                      Penggambaran Desain Jalan:                         
                                                                         
                      1. Plan diatas peta situasi dengan letak jembatan lama dan baru
                        pada daerah cukup lebar sehingga jelas kedudukan jembatan
                                                                         
                        tersebut.                                        
                        Digambar pada skala 1 : 500, yang berisi antara lain :
                         ▪ Lokasi dan nomor titik kontrol horisontral dan vertikal.
                         ▪ Lokasi dan nomor potongan melintang.          
                         ▪ Elemen-elemen lengkung horisontal.            
                                                                         
                         ▪ Batas daerah penguasaan (ROW) dan penggunaannya.
                         ▪ Semua data-data topographi yang penting (rumah, jalan
                           lama, jenis-jenis tanaman utama dan lain-lain).
                         ▪ Patok-patok pengukuran.                       
                                                                         
                                                                         
                      2. Potongan memanjang.                             
                        Digambar dibawah plan tersebut pada butir 1 diatas, dengan skala
                        1 : 500 dan vertikal 1 : 100 yang berisi hal-hal sebagai berikut :
                         ▪ Tinggi muka tanah asli, muka air normal, muka air banjir serta
                                                                         
                           elevasi jembatan.                             
                         ▪ Nomor potongan melintang.                     
                         ▪ Jarak partial progressive.                    
                         ▪ Elemen-elemen/data-data lengkung vertikal & horisontal.
                                                                         
                         ▪ Elemen-elemen data jalan pendekat.            
                      3. Potongan melintang (Cross Section).             
                                                                         
                        Gambar potongan melintang dibuat menurut letak topographis
                        sesuai dengan keadaan lokasi yang ditentukan diatas kertas
                        dengan skala horisontal 1 : 200 dan vertikal 1 : 20, stationing
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               21        
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                        dilakukan pada jarak 0, 10, 25, 50, 100, 150, 200 meter dan
                        seterusnya dari kepala jembatan.                 
                                                                         
                      4. Bangunan jembatan.                              
                        Untuk tiap jembatan dibuat gambar-gambar :       
                         ▪ Plan serta potonga-potongan seperti butir 1, 2, 3 diatas.
                         ▪ Denah, potongan memanjang dan melintang jembatan (pada
                                                                         
                           potongan memanjang harus digambarkan grafik SPT, grafik
                           sondir, bor log untuk pondasi yang diselidiki struktur
                           tanahnya).                                    
                         ▪ Detail-detail bangunan bawah dan bangunan atas.
                         ▪ Keterangan-keterangan mengenai kelas pembebanan, mutu
                                                                         
                           bahan harus dicantumkan pada setiap gambar jembatan.
                                                                         
                      5. Kelengkapan-kelengkapan lainnya merupakan :     
                         ▪ Title Sheet, lengkap dengan lokasi proyek.    
                         ▪ Gambar lokasi jembatan, lengkap dengan nama jembatan
                           dan lokasinya.                                
                         ▪ Simbol dan singkatan.                         
                                                                         
                         ▪ Jadwal Pelaksanaan & Perkiraan Kwantitas.     
                         ▪ Tipikal potongan melintang.                   
                         ▪ Dan lain-lain.                                
                                                                         
                      6. Standar-standar dari bangunan pengaman lainnya (bangunan
                        penahan erosi dan lain-lain)                     
                                                                         
                 4) Pengendalian proses perencanaan                      
                                                                         
                   Pengendalian pada saat proses perencanaan dilakukan agar desain yang
                   dihasilkan memenuhi persyaratan secara teknis, proses pengendalian
                   dilakukan terhadap :                                  
                                                                         
                   a) Konsep desain awal berdasarkan data sekunder harus mendapat
                      persetujuan dari Kepala satuan kerja atau pejabat pembuat komitmen.
                                                                         
                   b) Konsep desain berdasarkan data survey pendahuluan dan survey
                      detail yang merupakan review terhadap desain awal harus diperiksa
                                                                         
                      dan diasistensikan kepada Kepala satuan kerja atau pejabat pembuat
                      komitmen.                                          
                                                                         
                   c) Pemeriksaan dan Asistensi perencanaan secara bertahap wajib
                      dilaksanakan oleh pelaksana kegiatan kepada Kepala Satuan Kerja
                      /Pejabat Pembuat Komitmen                          
                                                                         
                   d) Pengecualian terhadap desain yang tidak memenuhi standar harus
                      mendapat persetujuan dari pejabat setingkat eselon I.
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               22        
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
                   e) Penggunaan teknologi baru dapat digunakan apabila diterima oleh
                      Tim yang dibentuk oleh pejabat Eselon II dan mendapat persetujuan
                      dari Direktorat Jenderal Bina Marga.               
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                           Tanjung Selor, 17 Mei 2024    
                                                                         
                                             PPK Perencanaan             
                                        Satker P2JN Prov. Kalimantan Utara
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                           Dian Praharsa, ST.,M.Sc       
                                          NIP. 19840713 201012 1 001     
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                        URAIAN SINGKAT PEKERJAAN               23        
       (PR 01) PERENCANAAN TEKNIS PRESERVASI JALAN DAN JEMBATAN PROVINSI KALIMANTAN UTARA
Tenders also won by PT Terasis Erojaya
Authority
21 June 2016Pelaksanaan Mk Pembangunan Rusun: Jl.Yos Sudarso Raya Kel.Sungai Bambu, Kec.Tanjung Priok Jakut, Kel.Kelapa Gading Timur Kec.Kelapa Gading Jakut Dan Waduk PluitProvinsi DKI JakartaRp 5,322,814,200
9 May 2016Pelaksanaan Mk Pembangunan Rusun: Kel.Penggilingan Kec. Cakung, Jaktim, Pulo Gebang Kel.Pulo Gebang Kec.Cakung Jaktim Dan Jl. Inpeksi Bkt Kel.Ujung Menteng Kec.Cakung,jaktimProvinsi DKI JakartaRp 5,322,814,200
2 November 2015Paket - 1 Perencanaan Jalan Long Segmen Bukittinggi - Batas Riau, Bukittinggi - Batas SumutKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 5,252,921,000
7 June 2022Pembangunan Gelanggang Remaja Kecamatan Di Wilayah Jakarta Selatan (Pelaksanaan Jasa Konsultan Pengawasan)Provinsi DKI JakartaRp 3,213,142,592
11 May 2021Manajemen Konstruksi (Mk) Pembangunan Underpass Sriwijaya Kelurahan Baros Kecamatan Cimahi Tengah Kota CimahiKota CimahiRp 3,000,000,000
15 January 2016Penyusunan Materi Kompetensi : Manajemen Konstruksi, Ahli Sumber Daya Air, Teknisi Lab. Beton Aspal, Ahli Teknik Jalan, Ahli Teknik Jembatan, Ahli Keselamatan Jalan, Ahli Geoteknik, Ahli Teknik BangunKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 2,706,260,000
5 November 2021Larap Pengendalian Banjir Kota Semarang; 1 Dokumen; 1 Dokumen; Nf; K; SycKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 2,500,000,000
14 December 2017Paket - 9 Pengawasan Pelebaran Jembatan Manggung CsKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 2,339,810,000
28 June 2019Paket - 19 Perencanaan Long Segmen 2Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 2,332,450,000
1 February 2017Penyusunan Materi Kompetensi: Ahli Teknik Sda (Pelaksanaan); Ahli Teknik Sda (Pengawasan); Ahli Teknik Bendungan Besar (Pelaksanaan); Ahli Teknik Bendungan Besar (Pengawasan); Operator Bore PileKementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan RakyatRp 2,311,199,000