Belanja Modal Bangunan Gedung Tempat Kerja - Pembangunan Tempat Ibadah

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 24775016
Date: 15 May 2023
Year: 2023
KLPD: Provinsi Sumatera Barat
Work Unit: Dinas Kelautan Dan Perikanan
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 302,484,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 302,400,000
Winner (Pemenang): CV Raja Manambin
NPWP: 751666868202000
RUP Code: 43531093
Work Location: PPI Air Bangis - Pasaman Barat (Kab.)
Participants: 23
Applicants
Reason
0751666868202000Rp 264,940,749-
0867216186201000Rp 302,386,991-
0965134836201000--
0912573714201000--
0615177631201000Rp 275,381,3201. Uraian pekerjaan dan identifikasi bahaya yang disampaikann tidak sama denga dokumen pemilihan, sehingga tidak memnuhi elemen perencanaan keselamatan konstruksi 2. tidak menyampaikan SKT personel pelaksna
0012679643201000--
0030386817201000--
0625397559205000--
0412412900201000--
0022437610201000--
0810495119203000--
0023609217201000--
0028050946203000--
0713449668201000--
0317737450203000--
0012683488201000--
0316570126203000--
0960988392201000--
0940786064202000--
0759823156202000--
0812307304201000--
0858302458202000--
0014880256204000--
Attachment
URAIAN UMUM  DAN KETENTUAN  PEKERJAAN                        
                                                                          
                                                                          
                                                                          
    A. Umum                                                               
      Persyaratan teknis ini merupakan aturan dan kebutuhan yang harus dipenuhi dalam pelaksanaan
                                                                          
      pekerjaan konstruksi. Secara umum persyaratan ini bisa ditetapkan dan merupakan kesatuan
      dengan Persyaratan Teknis Khusus serta bersama-sama dengan dokumen lainnya merupakan
      Persyaratan Teknis Pelaksanaan Pekerjaan.                           
                                                                          
      Pekerjaan yang dicakup dalam spesifikasi teknis ini sesuai Daftar Kuantitas dan Harga.
      Spesifikasi ini juga mengharuskan penyedia jasa untuk melakukan pematokan dan survei
      lapangan yang cukup detail berdasarkan gambar selama periode mobilisasi. Penyedia jasa harus
      menyiapkan gambar kerja (shop drawings) untuk diperiksa dan disetujui oleh pengawas
                                                                          
      pekerjaan.                                                          
                                                                          
      Penyedia jasa harus melaksanakan semua pekerjaan yang tercakup dalam kontrak dan
      memperbaiki cacat mutu sebelum masa kontrak berakhir. Analisa Harga Satuan Pekerjaan
      penawaran yang diajukan Penyedia harus mengacu kepada Peraturan Menteri Pekerjaan Umum
      Dan Perumahan Rakyat Republik Indonesia Nomor : 1 Tahun 2022 Tentang Pedoman
      Penyusunan Perkiraan Biaya Pekerjaan Konstruksi Bidang Pekerjaan Umum Dan Perumahan
      Rakyat.                                                             
                                                                          
    B. Data dan Ketentuan Nama Paket                                      
      Instansi      : Dinas Kelautan Dan Perikanan Propinsi Sumatera Barat
      Nama KPA      : Hasnil Haris, S.Pi, M.Si                            
      Alamat        : Jl. Kototinggi No. 9 Padang                         
                                                                          
      Kegiatan      : Pengelolaan Penangkapan Ikan Di Wilayah Laut Sampai Dengan 12
                     Mil                                                  
      Sub Kegiatan  : Penyediaan Prasarana Usaha Perikanan Tangkap        
      Pekerjaan     : Pembangunan Tempat Ibadah PPI Air Bangis            
      Lokasi Pekerjaan : Komplek Pelabuhan PPI Air Bangis Kabupaten Pasaman Barat
      Sumber Dana   : APBD Propinsi Sumatera Barat TA 2023                
      Tahun Anggran : 2023                                                
      HPS           : Rp. 302.400.000,-                                   
      Waktu Pelaksanaan : 90 hari Kalender                                
                                                                          
      Jenis Kontrak : Jenis kontrak yang akan digunakan untuk pekerjaan ini adalah
                     Kontrak Harga Satuan                                 
      Persyaratan   : Penyedia yang akan melaksanakan pekerjaan ini nantinya adalah
      Penyedia       penyedia berbentuk badan usaha yang memiliki Surat Izin Usaha Jasa
                     Konstruksi (SIUJK) Pelaksana Konstruksi yang masih berlaku atau
                     Nomor Induk Berusaha (NIB) Berbasis Risiko yang masih berlaku
                     dan SBU (Sertifikat Badan Usaha) Bangunan Gedung BG004, Sub
                     klasifikasi Jasa Pelaksana Konstruksi Bangunan Komersial yang
                                                                          
                     masih berlaku dan persyaratan lainya sebagaimana disebutkan dalam
                     SSUK dan SSKK.                                       
      Lingkup Pekerjaan : Adapun lingkup pekerjaan dengan peruntukan masing–masing
                     pekerjaan sebagai berikut :                          
                                                                          
                     I  PEKERJAAN PENYELENGGARAAN SMK3 KONSTRUKSI         
                                                                          
                    II  PEKERJAAN TEMPAT IBADAH                           
                    A   PEKERJAAN PENDAHULUAN                             
                    B   PEKERJAAN PONDASI BANGUNAN                        
                    C   PEKERJAAN PONDASI TERAS KELILING                  
                    D   PEKERJAAN BETON BERTULANG                         
                    E   PEKERJAAN DINDING                                 
                     F  PEKERJAAN KUSEN/PINTU/JENDELA                     
                    G   PEKERJAAN KAP/ATAP                                
                    H   PEKERJAAN LANTAI                                  
                     I  PEKERJAAN PLAFON                                  
                     J  PEKERJAAN PENGECATAN                              
                    K   PEKERJAAN ELEKTRIKAL                              
   I. SPESIFIKASI PEKERJAAN KONSTRUKSI                                    
                                                                          
                                                                          
      A. PEKERJAAN PONDASI BETON SETEMPAT                                 
                                                                          
         1. Umum                                                          
           Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan pengangkutan
           yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti tertera pada gambar
           rencana dan spesifikasi ini.                                   
                                                                          
         2. Lingkup Pekerjaan                                             
                                                                          
           Pekerjaan ini meliputi mengerjakan pondasi beton dengan mutu beton K.250 sesuai
           gambar yang terdiri dari :                                     
           a. Pekerjaan galian tanah pondasi                              
           b. Pekerjaan pondasi beton                                     
           c. Pekerjaan dinding pedestal beton                            
                                                                          
         3. Bahan                                                         
           a. Besi beton polos mutu U24                                   
           b. Kerikil batu split 0,5-1 dan 1-2                            
                                                                          
           c. Pasir beton                                                 
           d. Semen portland                                              
           e. Bekisting                                                   
                                                                          
         4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
           a. Beton bertulang untuk pondasi beton dikerjakan dengan beton mutu K.250
           b. Bekisting dibuat dari kayu kelas III. Bekisting yang dipakai harus bersih dari
              segala macam kotoran. Bekisting yang sudah rusak dan tidak lurus lagi tidak
                                                                          
              diperkenankan dipakai kembali.                              
           c. Beton mutu K.100 dikerjakan untuk lantai kerja dibawah pondasi beton
           d. Besi beton yang digunakan adalah besi polos mutu U24 dengan ukuran diameter
              terpasang dilapangan harus sama dengan ukuran diameter pada gambar.
           e. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
              dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas
              lapangan                                                    
                                                                          
                                                                          
                                                                          
      B. PEKERJAAN BETON BERTULANG                                        
                                                                          
         1. Umum                                                          
           Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan pengangkutan
           yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti tertera pada gambar
           rencana dan spesifikasi ini.                                   
                                                                          
         2. Lingkup Pekerjaan                                             
                                                                          
           Pekerjaan ini meliputi mengerjakan beton bertulang sesuai gambar yang terdiri dari :
            a. Pekerjaan sloof beton                                      
            b. Pekerjaan kolom beton                                      
            c. Pekerjaan balok beton                                      
            d. Pekerjaan lisplank beton                                   
            e. Pekerjaan plat lantai/dak beton                            
            f. Pekerjaan tutup saluran beton pada saluran keliling luar   
                                                                          
                                                                          
         3. Bahan                                                         
           a. Besi beton polos mutu U24                                   
           b. Kerikil batu split 0,5-1 dan 1-2                            
           c. Pasir beton                                                 
           d. Semen portland                                              
           e. Bekisting                                                   
                                                                          
         4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
           a. Struktur beton bertulang untuk sloof, kolom, balok, lisplank dan plat lantai/dak
                                                                          
              beton dikerjakan dengan beton mutu K.250                    
           b. Beton bertulang praktis untuk kolom dan balok dikerjakan dengan beton mutu
              K.175                                                       
           c. Bekisting dibuat dari kayu kelas III dan multyplek tebal 9 mm. Bekisting yang
                                                                          
              dipakai harus bersih dari segala macam kotoran. Bekisting yang sudah rusak dan
              tidak lurus lagi tidak diperkenankan dipakai kembali.       
           d. Besi beton yang digunakan adalah besi polos mutu U24 dengan ukuran diameter
              terpasang dilapangan harus sama dengan ukuran diameter pada gambar.
           e. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
              dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas
              lapangan                                                    
                                                                          
                                                                          
                                                                          
      C. PEKERJAAN PASANGAN BATA                                          
                                                                          
         1. Umum                                                          
           Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan pengangkutan
           yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti tertera pada gambar
           rencana dan spesifikasi ini.                                   
                                                                          
                                                                          
                                                                          
         2. Lingkup Pekerjaan                                             
           Pekerjaan ini meliputi :                                       
            a. Mengerjakan pondasi bata adukan 1Pc : 4Ps pada teras keliling
            b. Mengerjakan dinding bata adukan 1Pc : 4Ps pada bangunan mushalla
                                                                          
         3. Bahan                                                         
            a. Batu bata merah dari tanah liat kualitas baik dengan ukuran 5 x 10,5 x 22 cm
            b. Semen                                                      
                                                                          
            c. Pasir                                                      
                                                                          
         4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
            a. Pemasangan dinding bata dengan adukan 1Pc : 4Ps. setebal 1/2 bata dikerjakan
               pada saluran keliling luar dan semua dinding bata antara pasangan sloof beton
               sampai dengan ring balok beton atas.                       
            b. Semua batu bata sebelum dipasang harus direndam terlebih dahulu dalam air.
               Tidak dibenarkan memasang batu-bata yang patah melebihi 5%. Batu bata yang
               dipasang harus berkualitas baik dan telah disetujui oleh direksi dan pengawas.
                                                                          
               Setelah batu bata dipasang, siar-siarnya harus dikeruk sedalam 1 cm agar
               nantinya plesteran dapat melekat dengan baik.              
            c. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
               dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas
               lapangan                                                   
                                                                          
                                                                          
      D. PEKERJAAN DINDING TERAWANG (ROSTER BETON)                        
                                                                          
                                                                          
         1. Umum                                                          
           Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan pengangkutan
           yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti tertera pada gambar
           rencana dan spesifikasi ini.                                   
                                                                          
         2. Lingkup Pekerjaan                                             
           Pekerjaan ini meliputi mengerjakan dinding terawang (roster beton) minimalis
                                                                          
                                                                          
         3. Bahan                                                         
           a. Batu terawang (roster beton) minimalis pabrikasi kualitas baik dengan ukuran 20 x
              20 cm                                                       
           b. Semen                                                       
           c. Pasir                                                       
           d. Bentuk dan motif ditentukan kemudian                        
                                                                          
         4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
           Pemasangan dinding terawang (roster beton) ini hampir sama dengan proses
           pemasangan dinding bata dengan adukan perekat 1Pc : 4Ps.       
                                                                          
                                                                          
                                                                          
      E. PEKERJAAN PLESTERAN, ACIAN DAN AFWERKING                         
                                                                          
         1. Umum                                                          
           Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan pengangkutan
           yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti tertera pada gambar
           rencana dan spesifikasi ini.                                   
         2. Lingkup Pekerjaan                                             
                                                                          
           Pekerjaan ini meliputi mengerjakan plesteran, acian dan afwerking sesuai gambar yang
           terdiri atas :                                                 
           a. Plesteran adukan 1Pc : 2Ps tebal 15 mm pada teras keliling  
           b. Plesteran adukan 1Pc : 4Ps tebal 15 mm pada bangunan mushalla
           c. Acian pada permukaan plesteran                              
           d. Afwerking pada permukaan beton                              
                                                                          
         3. Bahan                                                         
           a. Semen                                                       
                                                                          
           b. Pasir                                                       
                                                                          
         4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
           a. Pekerjaan plesteran adukan 1Pc : 4Ps dikerjakan pada seluruh permukaan pasangan
              dinding bata dan permukaan lantai yang kelihatan sesuai gambar. Ketebalan
              plesteran pada semua bidang permukaan harus sama tebalnya dan tidak
              diperbolehkan plesteran yang terlalu tipis dan terlalu tebal. Ketebalan plesteran
              adalah 15 mm.                                               
                                                                          
           b. Pekerjaan acian dikerjakan pada semua permukaan bidang plesteran seperti
              tersebut diatas sesuai gambar                               
           c. Pekerjaan afwerking beton dikerjakan pada semua permukaan beton yang kelihatan
           d. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
              dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas
              lapangan                                                    
                                                                          
                                                                          
                                                                          
      F. PEKERJAAN KUSEN/PINTU/JENDELA                                    
                                                                          
         1. Umum                                                          
           Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan pengangkutan
           yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti tertera pada gambar
           rencana dan spesifikasi ini.                                   
                                                                          
         2. Lingkup Pekerjaan                                             
           Pekerjaan ini meliputi mengerjakan kusen pintu/jendela sesuai gambar yang terdiri atas
                                                                          
           :                                                              
           a. Kusen aluminium pintu/jendela                               
           b. Rangka aluminium pintu/jendela                              
           c. Kaca pintu/jendela                                          
           d. Assesoris lengkap                                           
                                                                          
         3. Bahan                                                         
           a. Profil kusen aluminium 4” silver                            
                                                                          
           b. Profil rangka aluminium pintu/jendela silver                
           c. Kaca pintu polos tebal 8 mm                                 
           d. Kaca jendela polos tebal 5 mm                               
           e. Assesoris lengkap                                           
                                                                          
         4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
           a. Kusen aluminium dan besi hollow dikerjakan pada semua kozen pintu dan jendela
              sesuai gambar.                                              
           b. Rangka pintu dan jendela dipasang sesuai gambar.            
           c. Kaca pintu dipasang kaca polos tebal 8 mm lengkap dengan assesorisnya sesuai
              gambar.                                                     
           d. Kaca jendela dipasang kaca polos tebal 5 mm lengkap dengan assesorisnya sesuai
                                                                          
              gambar.                                                     
           e. Semua assesoris pintu dan jendela dipasang sesuai gambar dengan jenis dan warna
              disesuaikan dengan warna kusen dan rangka pintu/jendela     
           f. Semua pekerjaan kusen/pintu/jendela pemasangannya harus rapi, teliti dan penuh
              keahlian sehingga menghasilkan kualitas pekerjaan yang baik 
           g. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
              dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas
              lapangan                                                    
                                                                          
                                                                          
                                                                          
      G. PEKERJAAN KAP ATAP                                               
                                                                          
         1. Umum                                                          
           Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan pengangkutan
           yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti tertera pada gambar
           rencana dan spesifikasi ini.                                   
                                                                          
                                                                          
         2. Lingkup Pekerjaan                                             
           Pekerjaan ini meliputi mengerjakan rangka atap dan penutup atap sesuai gambar yang
           terdiri dari :                                                 
           a. Pekerjaan rangka atap kuda-kuda baja ringan C75             
           b. Pekerjaan reng baja ringan                                  
           c. Pasangan atap long spandek warna                            
           d. Pasangan nok/bubungan warna                                 
           e. Pasangan lisplank GRC double tebal 10 mm                    
                                                                          
                                                                          
         3. Bahan                                                         
           a. Kuda-kuda baja ringan C75                                   
           b. Atap long spandek warna tebal 0.3 mm (warna ditentukan kemudian)
           c. Nok/bubungan warna (warna ditentukan kemudian)              
           d. Lisplank GRC double tebal 10 mm                             
           e. Baut canal                                                  
           f. Dynabolt                                                    
           g. Paku atap                                                   
                                                                          
           h. Paku sekrup                                                 
                                                                          
         4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
           a. Semua rangka atap/ kuda-kuda dipasang dari baja ringan C75 lengkap dengan reng
              baja ringan                                                 
           b. Pemasangan kuda-kuda baja ringan beserta reng harus rapi dan waterpass.
              Kemiringan atap harus sesuai gambar. Dudukan kuda-kuda diatas ring balok harus
              dipastikan terletak dengan baik, tidak menggantung, lurus dan dengan sedemikian
                                                                          
              rupa dibuatkan perkuatan yang menjamin kuda-kuda tidak akan bergeser
              kedudukannya. Semua pertemuan sambungan harus dipastikan kuat dan diberi baut
              canal dalam jumlah yang cukup agar kuda-kuda tidak goyang. Kontraktor
              bertanggung jawab atas kerapian, kesempurnaan dan kekuatan pemasangan rangka
              baja ringan ini agar nantinya atap dapat diterpasang dengan baik, rapi dan tidak
              bergelombang                                                
           c. Penutup atap dipasang long spandek warna tebal 0.3 mm. Tindihan antara
              lembaran atap harus mengikuti ketentuan dari pabrik. Pemasangan atap harus rapi,
                                                                          
              lurus dan tidak bergelombang. Paku atap dipasang dengan jumlah yang cukup, rapi
              dan lurus                                                   
           d. Nok/bubungan warna, Pemasangannya harus rapi dan lurus dengan jumlah dan
              jarak paku yang cukup                                       
           e. Lisplank dipasang GRC double tebal 10 mm. Pemasangannya harus rapi dan lurus
              dengan jumlah dan jarak paku yang cukup                     
           f. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
              dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas
              lapangan                                                    
      H. PEKERJAAN PLAFON                                                 
                                                                          
                                                                          
         1. Umum                                                          
           Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan pengangkutan
           yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti tertera pada gambar
           rencana dan spesifikasi ini.                                   
                                                                          
         2. Lingkup Pekerjaan                                             
            Pekerjaan ini meliputi mengerjakan rangka plafon beserta penutup plafon sesuai
            gambar yang terdiri dari :                                    
                                                                          
            a. Pekerjaan rangka plafon hollow galvanis                    
            b. Pekerjaan penutup plafon pvc                               
            c. Pasangan les plafon                                        
                                                                          
         3. Bahan                                                         
           a. Plafon PVC kualitas baik                                    
           b. Rangka hollow galvanis 20 x 40 mm                           
           c. Paku tembak, screw dan paku beton                           
           d. Bor sekrup                                                  
                                                                          
           e. Tembakan paku                                               
           f. Waterpass                                                   
                                                                          
         4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
           a. Semua rangka plafon termasuk gantungannya dipasang dari hollow galvanis ukuran
              20x40 mm dengan jarak rangka memanjang dan melintang 60 cm  
           b. Pemasangan semua rangka ini harus rapi dan waterpass. Kontraktor bertanggung
              jawab atas kerapian dan kedataran pemasangan rangka dan plafon
                                                                          
           c. Penutup plafon dipasang PVC sesuai gambar.                  
           d. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai
              dengan syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas
              lapangan                                                    
                                                                          
                                                                          
      I. PEKERJAAN LANTAI KERAMIK                                         
                                                                          
                                                                          
         1. Umum                                                          
           Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan pengangkutan
           yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti tertera pada gambar
           rencana dan spesifikasi ini.                                   
                                                                          
         2. Lingkup Pekerjaan                                             
           Pekerjaan ini meliputi mengerjakan lantai keramik sesuai gambar
                                                                          
         3. Bahan                                                         
                                                                          
           a. Lantai keramik 60x60 cm polish polos                        
           b. Semen portland                                              
           c. Pasir pasang                                                
                                                                          
         4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
           a. Urugan tanah dan pasir dikerjakan untuk mengisi area bawah lantai dengan
             ketebalan masing-masing sesuai gambar.                       
           b. Lantai kerja sebelum dipasang keramik dibuat dari beton cor mutu K.100 dengan
                                                                          
             ketebalan sesuai gambar                                      
           c. Semua lantai ruang dalam dan teras keliling dipasang keramik ukuran 60x60 cm
             polish polos                                                 
           d. Warna ditentukan kemudian                                   
           e. Sebelum dilakukan pemasangan lantai keramik, kontraktor harus terlebih dahulu
             memberikan/memperlihatkan contoh, warna dan kualitas lantai keramik kepada
             Pengawas dan Direksi untuk diminta persetujuannya            
           f. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai dengan
             syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas lapangan
      J. PEKERJAAN PENGECATAN                                             
                                                                          
         1. Umum                                                          
           Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan, alat -alat dan pengangkutan
           yang dibutuhkan untuk menyelesaikan semua pekerjaan seperti tertera pada gambar
           rencana dan spesifikasi ini.                                   
                                                                          
         2. Lingkup Pekerjaan                                             
           Pekerjaan ini meliputi mengerjakan pengecatan cat tembok/cat air dan cat minyak
           sesuai gambar yang terdiri dari :                              
                                                                          
           a. Pekerjaan cat dinding tembok, beton dan dinding terawang/roster beton (cat air)
           b. Pekerjaan cat lisplank GRC (cat minyak)                     
                                                                          
         3. Bahan                                                         
            a. Cat air                                                    
            b. Cat minyak                                                 
            c. Kuas                                                       
            d. Roll                                                       
                                                                          
                                                                          
         4. Pelaksanaan Pekerjaan                                         
          a. Meliputi pekerjaan pengecatan cat air dan cat minyak sesuai gambar.
          b. Semua bidang dinding tembok, beton dan dinding terawang/roster beton dicat dengan
            cat air.                                                      
          c. Semua bidang lisplank GRC dicat dengan cat minyak            
          d. Proses pekerjaan pengecatan :                                
            1) Sebelum melakukan pekerjaan pengecatan permukaan bidang harus rata dan
               dibersihkan terlebih dahulu.                               
                                                                          
            2) Permukaan dinding dihaluskan dahulu dengan menggunakan amplas kasar.
            3) Untuk menutupi permukaan yang berpori dilakukan pekerjaan plamir.
            4) Permukaan dihaluskan dengan menggunakan amplas halus.      
            5) Melakukan pengecatan dengan cat dasar.                     
            6) Pengecatan dengan cat penutup 2 kali lapisan               
          e. Sebelum dilakukan pengecatan, kontraktor harus terlebih dahulu
            memberikan/memperlihatkan contoh warna dan kualitas cat air dan cat minyak
            kepada Pengawas dan Direksi untuk diminta persetujuannya.     
          f. Semua bahan yang digunakan dan cara pelaksanaan dilapangan harus sesuai dengan
                                                                          
            syarat – syarat teknis dan telah mendapat persetujuan dari pengawas lapangan
                                                                          
                                                                          
 III. SPESIFIKASI BAHAN/MATERIAL                                          
                                                                          
                                                                          
                                                         Tipe/Produk/     
      No             Uraian                Spesifikasi                    
                                                           Merk           
      1   Pasir beton/pasir pasang    1. Memiliki gradasi yang            
                                        baik                              
                                      2. Memiliki kadar lumpur            
                                        yang minimal                      
                                      3. Rendahnya kandungan Lokal        
                                        bahan organis                     
                                      4. Memiliki  bentuk                 
                                        potongan pasir yang               
                                        kuat                              
      2   Kerikil beton/kerikil sungai 1. Terdiri dari butir-butir        
                                        yang keras dan tidak              
                                        berpori                           
                                                           Lokal          
                                     2. Tidak       boleh                 
                                        mengandung lumpur                 
                                        lebih dari 1%                     
      3   Tanah urug                 1. Bebas dari kandungan              
                                        humus                             
                                     2. Bukan lumpur                      
                                                           Lokal          
                                     3. Bersih dari sampah                
                                     4. Memiliki  struktur                
                                        butiran                           
                                     5. Mempunyai  tekstur                
                                        cenderung remah                   
                                     6. Tidak  mengandung                 
                                        batu-batu  dengan                 
                                        diameter lebih dari 10            
                                        cm                                
      5   Batu pecah mesin/kerikil split 1-2 Batu pecah mesin Lokal       
      6   Semen Padang (50 kg) PCC        Semen portland Semen Padang     
                                                                          
      7   Semen warna                     Semen warna     Pabrikasi       
      8   Kayu papan kelas III        Kering, lurus, tidak retak,. Lokal  
      9   Kayu balok kelas III        Kering, lurus, tidak retak,. Lokal  
      10  Dolken kayu kelas III, 5/7 cm panjang 3 m Kering, lurus, tidak retak,. Lokal
      11  Batu bata                      5 x 10,5 x 22 cm  Lokal          
                                                                          
      12  Batu terawang (roster beton)     20 x 20 cm     Pabrikasi       
                                          Ulir mutu U40  Krakatau Steel   
      13  Besi beton polos/ulir                                           
                                         Polos mutu U24     (KS)          
                                                         Tipe/Produk/     
      No             Uraian                Spesifikasi                    
                                                           Merk           
                                        C 75 x 35 x 0,75 mm.              
      14  Baja ringan C.75                                  Taso          
                                           panjang 6 m                    
      15  Reng baja ringan             R 40.45 tebal 0,45 mm Taso         
      16  Profil kusen aluminium 4"        4" (Silver)    Alexindo        
      17  Profil rangka pintu/jendela aluminium Silver    Alexindo        
          Hollow galvanis 20 x 40 mm (rangka                              
      18                                   20 x 40 mm     Pabrikasi       
          plafon)                                                         
                                       Galvalum tebal 0.3 mm              
      19  Atap                                            Spandek         
                                           warna biru                     
      20  Nok/bubung atap             Seng plat bjls 30 warna biru Pabrikasi
      21  Lisplank GRC double              tebal 10 mm    Superplank      
      22  Kaca pintu                     Reiben tebal 8 mm Pabrikasi      
      23  Kaca jendela                   Reiben tebal 5 mm Pabrikasi      
      24  Cat tembok/beton                  Cat air      Dulux Catylac    
      25  Cat kayu                         Cat minyak      Platone        
      26  Multyplek                    Tebal 9 mm dan 12 mm Pabrikasi     
      27  Plafon PVC                       20 x 400 cm     Javafon        
      28  Keramik lantai                60x60 cm polish polos Garuda      
      29  Kunci pintu                   Kunci tanam 2x putar SEISS        
      31  Engsel lantai                   FH 84 standard  Dekkson         
      32  Engsel Pintu 4"                  Kuningan       Pabrikasi       
                                       FS S/S 8" (top hung / side         
      33  Engsel casement jendela                         Dekkson         
                                             hung)                        
      34  Rambuncis jendela                 type 425      Dekkson         
      35  Pipa PVC Ø2,5"                   Kelas AW       Pabrikasi       
                                                                          
  IV. SPESIFIKASI PERALATAN KONSTRUKSI                                    
                                                                          
                                                                          
      Peralatan utama yang harus dimiliki untuk melaksanakan pekerjaan adalah :
                                                                          
      No.     Jenis Peralatan Kondisi  Kapasitas Minimal Jumlah           
      1  Beton Molen           Baik       1 M3/unit       1 Unit          
                                                                          
      2  Scavolding            Baik        10 Set         10 Set          
      3  Alat Pemotong Besi    Baik        1 Unit         1 Unit          
  V.  SPESIFIKASI METODE KONSTRUKSI/METODE PELAKSANAAN                    
                                                                          
      A. PEKERJAAN PONDASI BETON SETEMPAT                                 
                                                                          
        1. Pekerjaan Galian Tanah Pondasi                                 
          a. Penggalian tanah untuk pondasi beton setempat dilakukan sesuai ukuran panjang,
            lebar dan kedalaman pondasi.                                  
                                                                          
          b. Tebing dinding galian tanah pondasi dibuat dengan perbandingan 5:1 untuk jenis
            tanah yang kurang baik dan untuk jenis tanah yang stabil dapat dibuat dengan
            perbandingan 1:10 atau dapat juga dibuat tegak lurus permukaan tanah tempat
            meletakkan pondasi.                                           
          c. Bila tanah dasar masih jelek, maka galian tanah harus diteruskan, sampai mencapai
            kedalaman tanah yang cukup kuat.                              
          d. Lebar dasar galian tanah pondasi hendaknya dibuat lebih lebar dari ukuran pondasi
            agar tukang lebih leluasa bekerjanya.                         
                                                                          
          e. Semua galian tanah harus ditempatkan diluar dan agak jauh dari pekerjaan
            penggalian agar tidak mengganggu pekerjaan.                   
                                                                          
        2. Pekerjaan Penulangan                                           
          a. Perakitan Tulangan                                           
            Untuk pondasi beton setempat ini perakitan tulangan dilakukan di luar tempat
            pengecoran di lokasi proyek agar setelah dirakit dapat langsung dipasang dan proses
            pembuatan pondasi dapat berjalan lebih cepat.                 
                                                                          
                                                                          
            Cara perakitan tulangan :                                     
            1) Mengukur panjang untuk masing-masing tipe tulangan yang dapat diketahui dari
               ukuran pondasi setempat.                                   
            2) Mendesign bentuk atau dimensi dari tulangan pondasi setempat, dengan
               memperhitungkan bentuk-bentuk tipe tulangan yang ada pada pondasi setempat
               tersebut.                                                  
            3) Merakit satu per satu bentuk dari tipe tulangan pondasi dengan kawat pengikat
               agar kokoh dan tulangan tidak terlepas.                    
                                                                          
                                                                          
          b. Pemasangan Tulangan                                          
            Setelah merakit tulangan pondasi setempat maka untuk pemasangan tulangan
            dilakukan dengan cara manual karena tulangan untuk pondasi setempat ini tidak
            terlalu berat dan kedalaman pondasi ini juga tidak terlalu dalam.
                                                                          
            Hal-hal yang harus diperhatikan dalam pemasangan tulangan:    
            1) Hasil rakitan tulangan dimasukan kedalam tanah galian dan diletakkan tegak
               turus permukaan tanah dengan bantuan waterpass.            
                                                                          
            2) Rakitan tulangan ditempatkan tidak langsung bersentuhan dengan dasar tanah,
               jarak antara tulangan dengan dasar tanah 40 mm, yaitu dengan menggunakan
               pengganjal yang di buat dari batu kali disetiap ujung sisi/tepi tulangan bawah
               agar ada jarak antara tulangan dan permukaan dasar tanah untuk
               melindungi/melapisi tulangan dengan beton (selimut beton) dan tulangan tidak
               menjadi karat.                                             
            3) Setelah dipastikan rakitan tulangan benar-benar stabil, maka dapat langsung
               melakukan pengecoran.                                      
                                                                          
                                                                          
                                                                          
                                                                          
        3. Pekerjaan Bekisting                                            
           Bekisting adalah suatu konstruksi bantu yang bersifat sementara yang digunakan untuk
           mencetak beton yang akan di cor, di dalamnya atau diatasnya.   
                                                                          
          Tahap-tahap pekerjaan bekisting:                                
                                                                          
          1) Diasumsikan yang akan dibuat bekisting adalah bagian tiangnya untuk
            penyambungan kolom sedangkan untuk pondasinya hanya diratakan dengan cetok
            (sendok spesi).                                               
          2) Supaya beton yang dihasilkan tidak melengkung maka waktu membuat bekisting,
            jarak sumbu tumpuan bekistingnya harus memenuhi persaratan tertentu.
          3) Papan cetakan disusun secara rapih berdasarkan bentuk beton yang akan di cor.
                                                                          
          4) Papan cetakan dibentuk dengan baik dan ditunjang dengan tiang agar tegak lurus
            tidak miring dengan bantuan alat waterpass.                   
          5) Papan cetakan tidak boleh bocor                              
          6) Papan-papan disambung dengan klem / penguat / penjepit       
          7) Paku diantara papan secara berselang-seling dan tidak segaris agar tidak terjadi retak.
                                                                          
        4. Pekerjaan Pengecoran                                           
           Bahan-bahan harus diperiksa dulu sebelum dipakai membuat beton dengan maksud
                                                                          
           menguji apakah syarat-syarat mutu dipenuhi. Semen merupakan bahan pokok terpenting
           dalam pembuatan beton karena mempersatukan butir-butir pasir dan kerikil/split
           menjadi satu kesatuan berarti semen merupakan bahan pengikat dan apabila diberi air
           akan mengeras. Agregat adalah butiran-butiran batuan yang dibagi menjadi bagian
           pokok ditinjau dari ukurannya yaitu agregat halus yang disebut pasir dan agregat kasar
           yang disebut kerikil/split dan batu pecah.                     
                                                                          
          Tahap-tahap pekerjan pengecoran pondasi setempat yaitu:         
                                                                          
          1) Sebelum melaksanakan bekerjaan beton tersebut diatas, Kontraktor terlebih dahulu
            harus membuat Job Mix Formula (JMF) untuk setiap mutu beton sesuai dengan
            spesifikasi teknis yang disyaratkan sebagai pedoman takaran material yang dipakai
            dilapangan untuk mencapai mutu beton yang disyaratkan.        
          2) Membuat kotak takaran untuk perbandingan masing-masing material yang
            digunakan.                                                    
          3) Bahan-bahan adukan dimasukan kedalam tabung mollen dengan urutan: pertama
            masukan pasir, kedua semen portand, ke tiga split dan biarkan tercampur kering
            dahulu dan baru kemudian ditambahkan air secukupnya           
                                                                          
          4) Setelah adukan benar-benar tercampur sempurna kurang lebih selama 4-10 menit
            tabung mollen (mixer) dibalikan dan tungkan kedalam kotak spesi.
          5) Hasil dari pengecoran dimasukkan/dituangkan kedalam lubang galian tanah yang
            sudah diletakan tulangan dengan bantuan alat sendok spesi centong/ dan
            dilakukan/dikerjakan bertahap sedikit demi sedikit agar tidak ada ruangan yang
            kosong dan kerikil/split yang berukuran kecil sampai yang besar dapat masuk
            kecelah-celah tulangan.                                       
                                                                          
          Setelah melakukan pengecoran, maka pondasi setempat tersebut dibiarkan mengering dan
                                                                          
          setelah mengering pondasi diurug dengan tanah urugan serta disisakan beberapa cm
          untuk sambungan kolom.                                          
                                                                          
        5. Tahap Pelaksanaan Dan Pengendalian Pekerjaan Pengecoran        
          a. Pekerjaan persiapan                                          
            Pekerjaan persiapan dilakukan dengan mempersiapkan bahan-bahan material yang
            akan digunakan untuk pengecoran dan ditempatkan di daerah yang tidak terlau jauh
            dengan tempat galian pondasi/tempat yang akan dicor           
                                                                          
          b. Cara pengadukan                                              
            Karena didalam pengecoran ini diasumsikan memakai mollen/mixer, maka
            pengadukan bahan material dimasukan kedalam sebuah tabung mollen/mixer dengan
            urutan: pertama memasukan pasir, kedua memasukan kerikil/split, ketiga memasukan
            semen dan biarkan tercampur kering dahulu sesuai dengan perbandingan volume.
                                                                          
          c. Cara pengecoran                                              
            Setelah bahan material sudah tercampur dalam keadaan kering kemudian tambahkan
                                                                          
            air secukupnya sampai merata, maka material tersebut berubah dalam bentuk pasta,
            setelah menjadi pasta tuangkan sedikit demi sedikit kedalam galian pondasi yang
            sudah diletakan tulangan dan setelah pasta masuk kedalam galian pondasi pasta
            tersebut yang diratakan dengan sendok spesi/cetok sesuai dengan kemiringan dari
            bentuk pondasi                                                
                                                                          
          d. Cara pelaksanaan                                             
            Setelah semua material bahan pengecoran benar-benar tercampur seluruhnya mulai
            dari pasir, kerikil/split serta semen dan air sebagai bahan pengikat, maka cara
                                                                          
            pelaksanaan pengecoran pondasi setempat dituangkan kedalam galian pondasi
            dengan cara bertahap sedikit demi sedikit dengan bantuan sendok spesi/cetok agar
            semua material bahan pengecoran dapat masuk ketempat pengecoran yang sudah
            diletakkan tulangan dan tidak ada celah yang kosong dan lebih padat.
                                                                          
                                                                          
                                                                          
      B. PEKERJAAN BETON BERTULANG                                        
                                                                          
        1. Bahan                                                          
                                                                          
          a. Semen                                                        
            1) Semua semen yang digunakan adalah semen portland lokal setara dengan Semen
                                                                          
               Padang yang sesuai dengan syarat-syarat :                  
               a) Peraturan Semen Portland SNI15-2049-2004.               
               b) Persyaratan Beton Strukturan Untuk Bangunan Gedung SNI 2847:2013.
               c) Mempunyai sertifikat Uji (test sertificate).            
               d) Mendapat Persetujuan Konsultan Perencana /KonsultanPengawas.
            2) Semua semen yang akan dipakai harus dari satu merk yang sama (tidak
               diperkenankan menggunakan bermacam -macam jenis/merk semen untuk suatu
               konstruksi/struktur yang sama), dalam keadaan baru dan asli, dikirim dalam
               kantong-kantong semen yang masih disegel dan tidak pecah.  
                                                                          
            3) Dalam pengangkutan semen harus terlindung dari hujan. Harus diterimakan
               dalam sak (kantong) asli dari pabriknya dalam keadaan tertutup rapat, dan harus
               disimpan digudang yang cukup ventilasinya dan diletakkan tidakkena air,
               diletakan pada tempat yang ditinggikan paling sedikit 30cm dari lantai. Sak-sak
               semen tersebut tidak bole ditumpuk sampai tingginya melampaui 2 m atau
               maximum 10 sak, setiap pengiriman baru harusditandai dan dipisahkan dengan
               maksud agar pemakaian semen dilakukan menurut urutan pengirimannya.
            4) Untuk semen yang diragukan mutunya dan kerusakan-kerusakan akibat salah
                                                                          
               penyimpanan dianggap rusak, membatu, dapat ditolak penggunaannya tanpa
               melalui test lagi. Bahan yang telah ditolak harus segera dikeluarkan dari lapangan
               paling lambat dalam waktu 2x24 jam.                        
                                                                          
                                                                          
          b. Agregat                                                      
            1) Semua pemakaian koral (kerikil), batu pecah (agregat kasar) dan pasir
               beton,harus memenuhi syarat-syarat:                        
               a) Peraturan tentang Agregat halus dan kasar, Metode pengujian analisis
                                                                          
                 saringan SNI 03-1968-1990.                               
               b) Persyar atan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung SNI 2847:2013.
            2) Tidak Mudah Hancur (tetap keras), tidak porous.            
            3) Bebas dari tanah/tanah liat (tidak bercampur dengan tanah/tanahliat atau kotoran-
               kotoran lainnya.                                           
            4) Kekerasan dari butir-butir agregat kasar diperiksa dengan bejana penguji dari
               Rudelaff dengan beban penguji 20ton, agregat kasar harus memenuhi syarat
               sebagai berikut :                                          
                                                                          
               a) Tidak terjadi pembubukan sampai fraksi 9,5 -19 mm lebih dari 24 %
               b) Tidakterjadipembubukansampaifraksi19-30 mm lebih dari 22% atau dengan
                 mesin pengaus Los Angelos dimana tidak terjadi kehilangan berat lebih dari
                 50 %.                                                    
            5) Koral (kerikil) dan batu pecah (agregatkasar) yang mempunyai ukuran lebih
               besar dari 30 mm, untuk penggunaannya harus mendapat persetujuan Konsultan
               Pengawas.                                                  
            6) Gradasi dari agregat-agregat tersebut secara keseluruhan harus dapat
                                                                          
               menghasilkan mutu beton yang baik, padat dan mempunyai daya kerja yang baik
               dengan semen dan air, dalam proporsi campuran yang akan dipakai.
            7) Konsultan Pengawas dapat meminta kepada Kontraktor untuk mengadakan test
               kualitas dari agregat-agregat tersebut dari tempat penimbunan yang ditunjuk oleh
               Konsultan Pengawas, setiap saat dalam laboratorium yang diakui atas biaya
               Kontraktor.                                                
            8) Dalam hal adanya perubahan sumber dari mana agregat tersebut disupply, maka
               Kontraktor diwajibkan untuk memberitahukan kepada Konsultan Pengawas.
            9) Agregat harus disimpan di tempat yang bersih, yang keras permukaannya dan
                                                                          
               dicegah supaya tidak terjadi pencampuran satu sama lain dan terkotori.
          c. Air                                                          
            1) Air yang akan dipergunakan untuk semua pekerjaan-pekerjaan di lapangan
                                                                          
               adalah air bersih, tidak berwarna, tidak mengandung bahan-bahan kimia (asam
               alkali) tidak mengandung organisme yang dapat memberikan efek merusak
               beton, minyak atau lemak.                                  
            2) Memenuhi syarat-syarat Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung
               SNI 2847:2013 dan diuji oleh Laboratorium yang diakui sah oleh yang berwajib
               dengan biaya ditanggung oleh pihak Kontraktor.             
            3) Air yang mengandung garam (air laut) tidak diperkenankan untuk dipakai.
            4) Kandungan chlorida tidak melebihi 500 p.p.m dan kombinasi sulfat (SO3) tidak
                                                                          
               melebihi 1000 p.p.m. Apabila dipandang perlu. Konsultan Pengawas dapat minta
               kepada Kontraktor supaya air yang dipakai diperiksa dilaboratorium pemeriksaan
               bahan yang resmi dan sah atas biaya Kontraktor.            
                                                                          
          d. Besi Beton                                                   
            1) Semua besi beton yang digunakan harus memenuhi syarat-syarat:
               a) Persyaratan Beton Struktural Untuk Bangunan Gedung SNI 2847:2013 dan
                 Peraturan Baja tulangan beton SNI07-2052-2002.           
               b) Bebas dari kotoran-kotoran, lapisan minyak-minyak, karat dan tidak cacat
                                                                          
                 (retak-retak, mengelupas, luka dan sebagainya).          
               c) Dari jenis baja mutu U-24 untuk diameter < 13 mm (polos) dan U-40 untuk
                 diameter ≥ D13 mm (ulir). Bahan tersebut dalam segala hal harus memenuhi
                 ketentuanketentuan sesuai SNI (mengacu ke point pertama).
               d) Mempunyai penampang yang samarata.                      
               e) Ukuran terpasang sama dengan ukuran pada gambar.        
            2) Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuan- ketentuan diatas,
               harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.             
                                                                          
            3) Besi beton harus disupply dari satu sumber (manufacture) dan tidak
               diperkenankan untuk mencampur-adukan bermacam-macam sumber besi beton
               tersebut untuk pekerjaan konstruksi. Setiap pengiriman ke site harus disertakan
               dengan Mill Certificate.                                   
            4) Pemakaian besi beton dari jenis yang berlainan dari ketentuan- ketentuan diatas,
               harus mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.             
            5) Besi beton harus disupply dari satu sumber (manufacture) dan tidak
               diperkenankan untuk mencampur-adukan bermacam-macam sumber besi beton
               tersebut untuk pekerjaan konstruksi. Setiap pengiriman ke site harus disertakan
                                                                          
               dengan Mill Certificate.                                   
            6) Kontraktor bila mana diminta harus mengadakan pengujian mutu besi beton
               yang akan dipakai, sesuai dengan petunjuk Konsultan Pengawas. Batang
               percobaan diambil dibawah kesaksian Konsultan Konsultan Pengawas. Jumlah
               test besi beton dengan interval setiap 1 truk=1 buah benda uji atau tiap10 ton=1
               buah test besi. Percobaan mutu besi beton juga akan dilakukan setiap saat bila
               mana dipandang perlu oleh Konsultan Pengawas.              
            7) Pemasangan besi beton dilakukan sesuai dengan gambar-gambar atau mendapat
                                                                          
               persetujuan Konsultan Pengawas. Hubungan antara besi beton satu dengan yang
               lainnya harus menggunakan kawat beton, diikat dengan teguh, tidak bergeser
               selama pengecoran beton dan tidakmenyentuh lantai kerja atau papan acuan.
               Sebelum beton dicor, besi beton harus bebas dari minyak, kotoran, cat, karet
               lepas, kulit giling atau bahan-bahan lain yang merusak. Semua besi beton harus
               dipasang pada posisi yang tepat.                           
            8) Besi betonyang tidak memenuhi syarat-syarat karena kwalitasnya tidak sesuai
               dengan spesifikasi (R.K.S.) diatas,harus segera dikeluarkan dari site setelah
                                                                          
               menerima instruksi tertulis dari Konsultan Pengawas, dalam waktu2 x24 jam.
                                                                          
          e. Admixture                                                    
            1) Untuk memperbaiki mutu beton, sifat-sifat pengerjaan, waktu pengikatan dan
               pengerasan maupun maksud-maksud lain dapat dipakai bahan admixture.
            2) Jenis dan jumlah bahan admixture yang dipakai harus ditest dan disetujui terlebih
               dahulu oleh Konsultan Pengawas.                            
            3) Admixture yang telah disimpan lebih dari 6 bulan dan telah rusak, tidak boleh
               dipergunakan.                                              
            4) Pada umumnya dengan pemilihan bahan-bahan yang seksama, cara mencampur
               dan mengaduk yang baik dan cara pengecoran yang cermat tidak diperlukan
               penggunaan sesuatua dmixture                               
                                                                          
            5) Jika penggunaan admixture masih dianggap perlu, Kontraktor diminta terlebih
               dahulu mendapatkan persetujuan dari Konsultan Konsultan Pengawas mengenai
               halter sebut. Untuk itu Kontraktor diharapkan memberitahukan nama
               perdagangan admixture tersebut dengan keterangan mengenai tujuan, data-data
               bahan, nama pabrik produksi, jenis bahan mentah utamanya, cara-cara
               pemakaiannya, resiko-resiko dan keterangan-keterangan lain yang dianggap
               perlu.                                                     
                                                                          
                                                                          
          f. Grouting                                                     
            Untuk grouting disekitar angker dipakai Conbex 100 atau yang setara dengan tebal
            minimum 2.5 cm. Pekerjaan ini harus menggunakan injection pump.
                                                                          
          g. Trial Mixes                                                  
            1) Umum Setiap design mix harus menunjukkan water cemen tratio, water content,
               agregatgradation, slump, air contentdan kekuatan (strength).
                                                                          
            2) Percobaan Laboratorium                                     
                                                                          
                Apabila design mixes sudah disetujui,percobaan-percobaan pada setiap
                campuran harus dilaksanakan dilapangan untuk membuktikan cukup tidaknya
                disain mixes dan menunjukkan:                             
                a) Water cement ratio                                     
                b) workability/slump                                      
                c) drying shrinkage                                       
                d) kekuatan beton pada umur 7,14 dan 28 hari              
                e) kepadatan                                              
                                                                          
                Kekuatan beton dari trial mixer harus 25% lebih dari kekuatan yang
                disyaratkan.                                              
                Dari setiap trialmix, dibuat sedikitnya 6 (enam) silinder/kubus
                untukmemutuskan                                           
                                                                          
            3) Pengujian di lapangan                                      
                Begitu pengujian laboratorium telah lengkap dengan memuaskan, pengujian
                dengan skala penuh memakai tempat dan peralatan yang akan dipakai untuk
                pekerjaan permanen harus dilaksanakan. Tempat dan peralatan harus dipelajari
                                                                          
                dan dicoba untuk pemenuhan persyaratan- persyaratan sebelum
                percobaanpercobaan lapangan tersebut diadakan. Pengujian seperti di atas harus
                dilakukan dan campuran dimodifikasi sampai hasilnya memenuhi persyaratan-
                persyaratan yang ditentukan. Untuk setiap trialmix, harus dibuat sedikitnya
                6(enam) silinder/kubus untuk penilaian.                   
                                                                          
                Selain itu, untuk melepas cetakan dan perancah (pada pekerjaan beton) dan
                untuk memberi prategang (prestressing) pada pekerjaan beton prategang
                                                                          
                (prestress); kuat tekan beton diambil dari contoh benda uji silinder/kubus yang
                dibuat mengikuti ketentuan yang berlaku, selanjutnya diletakkan dan dirawat
                sama dengan struktur beton pada tempat yang bersangkutan. 
                                                                          
            4) Bahan Tambahan                                             
                Kontraktor boleh memakai plasticizers, retarder dan additives dengan
                persetujuan Konsultan Pengawasyang ditunjuk. Pemakaian bahan harus sesuai
                dengan instruksi pabrik dan persetujuan pendahuluan harus diperoleh dari
                                                                          
                Konsultan Pengawas yang ditunjuk dalam setiap kasus.      
                                                                          
                Kontraktor harus memastikan bahwa pemakaian dari setiap bahan tambahan
                yang disetujui tidak akan mempengaruhi kekuatan, ketahanan atau penampilan
                dari penyelesaian akhir pekerjaan beton. Admixture yang mengandung chloride
                atau nitrat tidak boleh dipakai.                          
                                                                          
        2. Penyimpanan                                                    
          a. Pengiriman dan penyimpanan bahan-bahan, pada umumnya harus sesuai dengan
                                                                          
            waktu dan urutan pelaksanaan.                                 
          b. Semen harus didatangkan dalam sak yang tidak pecah atau utuh, tidak terdapat
            kekurangan berat dari apa yang tercantum pada sak segera setelah diturunkan dan
            disimpan dalam gudang yang kering, terlindung dari pengaruh cuaca, berventilasi
                                                                          
            secukupnya dan lantai yang bebas dari tanah. Semen masih harus dalam keadaan
            fresh (belum mulai mengeras). Jika ada bagian yang mulai mengeras, bagian tersebut
            harus dapat ditekan hancur dengan tangan bebas (tanpa alat) dan jumlah tidak lebih
            dari 10 % berat. Jika ada bagian yang tidakdapat ditekan hancur dengan tangan
            bebas, maka jumlahnya tidak boleh melebihi 5 % berat dan kepada campuran tersebut
            diberi tambahan semen baik dalam jumlah yang sama.            
            Semuanya dengan catatan bahwa kualitas beton yang diminta harus tetap terjamin.
          c. Besi beton harus ditempatkan bebas dari tanah dengan menggunakan
                                                                          
            bantalanbantalan kayu dan bebas dari lumpur atau zat-zat asing lainnya (misalnya
            minyak dan lain-lain).                                        
          d. Jenis semen sesuai dengan spesifikasi yang telah ditentukan setara (Semen Padang)
            untuk digunakan adalah mengikat seluruh pekerjaan.            
                                                                          
        3. Pelaksanaan                                                    
          a. Mutu Beton                                                   
            1) Adukan beton harus memenuhi syarat-syarat SNI 2847:2013. Kecuali ditentukan
               lain pada gambar kerja, kekuatan dan penggunaan beton yaitu :
                                                                          
            2) Kontraktor diharuskan membuat adukan percobaan (trialmix) untuk mengontrol
               daya kerjanya sehingga tidak ada kelebihan pada permukaan ataupun
               menyebabkan terjadinya pengendapan (segregation) dari aggregat. Percobaan
               slump diadakan menurut syarat-syarat dalam Peraturan Beton Bertulang
               Indonesia (SNI 03-2847-2013).                              
            3) Pekerjaan pembuatan adukan percobaan (trial mix) tersebut diatas harus
               dilakukan untuk menentukan beton yang harus dimulai.       
            4) Adukan Beton Yang Dibuat Setempat (Site Mixing) Adukan beton harus
                                                                          
               memenuhi syarat-syarat:                                    
               a) Semen diukur menurut volume                             
               b) Agregat diukur menurut volume                           
               c) Pasir diukur menurut volume                             
               d) Adukan beton dibuat dengan menggunakan alat pengaduk mesin (batch
                  mixer)                                                  
               e) Jumlah adukan beton tidak boleh melebihi kapasitas mesin pengaduk
               f) Lama pengadukan tidak kurang dari 2 menit sesudah semua bahan berada
                  dalam mesin pengaduk.                                   
                                                                          
               g) Mesin pengaduk yang tidak dipakai lebih dari 30 menit harus dibersihkan
                  lebih dulu, sebelum adukan beton yang baru dimulai.     
                                                                          
            5) Adukan beton:                                              
               a) Adukan beton harus memenuhi syarat-syarat SNI2847:2013. Beton harus
                  mempunyai kekuatan karakteristik sesuai yang disyaratkan dalam gambar.
               b) Kontraktor diharuskan membuat adukan percobaan (trial mixes) untuk
                  mengontrol daya kerjanya, sehingga tidak ada kelebihan pada permukaan
                                                                          
                  ataupun menyebabkan terjadinya pengendapan (segregasi) dari agregat.
               c) Percobaan slump diadakan menurut syarat-syarat dalam Peraturan Beton
                  Indonesia (SNI2847:2013).                               
               d) Pekerjaan pembuatan adukan percobaan (trial mixes) tersebut diatas harus
                  dilakukan untuk menentukan komposisi adukan yang akan dipakai pada
                  pekerjaan beton selanjutnya dan harus mendapat persetujuan Konsultan
                  Pengawas.                                               
               e) Pengecoran dengan sistim site mix adalah pelaksanaan pengecoran dimana
                                                                          
                  proses pencampuran dan pengadukan beton dilakukan di lapangan / di lokasi
                  kerja.                                                  
                                                                          
                  Salah satu hal yang perlu diperhatikan untuk beton yang menggunakan site
                  mix adalah saat pencampuran dan pengadukan sering tidak merata baik dari
                  volume campuran maupun proses pengadukan yang tidak bagus, apalagi
                  dilakukan secara manual. Jika menggunakan mesin molen beton, mungkin
                  pencampuran akan didapatkan adukan yang lebih baik, tapi kadang
                  kesalahan penuangan material kedalam molen baik air ataupun material
                                                                          
                  lainnya bisa menjadikan campuran tidak bagus.           
                  Untuk mendapatkan hasil maksimal di lapangan , pemilik bangunan,
                  pelaksana dan pengawas (bila pemilik kurang mengerti teknis bisa
                                                                          
                  menunjuk pengawas) perlu memperhatikan standar pelaksanaan pengecoran
                  beton mulai pemilihan material, pencampuran, pengadukan dan penuangan
                  berjalan dengan baik.                                   
                                                                          
                  Berikut langkah langkah pengecoran di lapangan dengan menggunakan
                  beton site mix :                                        
                   Pengawas dan pelaksana harus memastikan sudah membuat Mix Design
                    jauh hari sebelum pekerjaan dimulai . Sample material yang diambil
                                                                          
                    adalah material yang akan dipakai untuk pengecoran. Pembuatan Mix
                    Design lebih cepat dilakukan untuk mengantisipasi jika material yang
                    akan digunakan tidak layak secara kualitas, sehingga dapat dicari
                    material dari tempat lain. Tidak semua material alam di suatu daerah
                    layak dipergunakan sesuai kualitas material yang disyaratkan.
                   Lokasi pengambilan material akan mempengaruhi schedule pelaksanaan
                    pekerjaan. Terkadang pelaksanaan pengecoran bisa tertunda karena stock
                    material tidak ada, harga terlalu tinggi atau jarak transportasi yang cukup
                    jauh. Untuk itu pengawas harus mendiskusikannya lebih awal dengan
                                                                          
                    pihak pelaksana                                       
                   Pengawas harus memeriksa spesifikasi dan kualitas material yang masuk
                    ke lokasi, antara lain : Semen ( dipastikan menggunakan Portland Semen
                    Type1 ), Pasir Cor (ukuran dan gradasi butir standar, pasir bersih dari
                    kandungan lumpur dan bahan organik), Split/ Koral ( batu pecah ukuran
                    ½ – 2/3, bukan batu bulat, gradasi butir standar, bersih dari lumpur dan
                    bahan organik).                                       
                   Pengawas dan Pelaksana harus memeriksa jumlah material yang masuk
                                                                          
                    disesuaikan dengan Volume Beton yang akan dikerjakan. Kekurangan
                    material sering akan mempengaruhi kelancaran pelaksanaan pengecoran.
                   Pengawas harus mengingatkan pelaksana jangan sampai   
                    menambah/mengurangi campuran beton sehingga mempengaruhi
                    kekuatan beton yang direncanakan. Setiap pengawas harus dapat
                    mengestimasi volume beton, volume semen, pasir dan kerikil untuk
                    beton yang dikerjakan.                                
                   Jika material semen masuk jauh hari sebelum pelaksanaan pengecoran
                    maka penyimpanan material semen diusahakan terhindar dari hujan.
                                                                          
                    (Disimpan diruang tertutup).                          
                   Pengawas dan pelaksana harus memeriksa ketersediaan air untuk
                    pengecoran. Pengawas menegaskan ke pelaksana bahwa air yang dipakai
                    harus bersih dan bebas dari lumpur dan minyak. Jika tidak ada persedian
                    air dilokasi tersebut maka pelaksana harus membuat sumur bor atau
                    melakukan pembelian dari luar.                        
                   Pelaksana harus menyiapkan bak ukur (Dolak), dibuat sesuai dengan
                    ukuran berdasarkan perhitungan Mix Design. Pengawas harus
                                                                          
                    memastikan ukuran dan jumlah bak ukur sesuai. Bak ukur ini akan
                    dipergunakan sebagai takaran pada proses pencampuran material beton.
                   Pelaksana harus mengatur penempatan material (Semen, pasir dan
                    kerikil) dan juga penempatan Mesin Molen sehingga memudahkan
                    mobilisasi material campuran beton saat pengecoran.   
                   Pengawas dan Pelaksana memastikan kondisi peralatan dalam keadaan
                    baik dan layak pakai, seperti : mesin molen, ember cor, kereta sorong,
                    concrete vibrator, mesin pompa, alat Slump Test, cetakan Benda Uji.
                                                                          
                    Kondisi mesin molen akan mempengaruhi kecepatan pelaksanaan
                    pengecoran. Pelaksana harus memastikan mesin molen berfungsi dengan
                    baik untuk mendapatkan kualitas beton yang baik dan waktu pengecoran
                    yang tidak terlalu lama.                              
                   Jika volume beton yang akan dikerjakan cukup besar maka pengawas
                    perlu melakukan koordinasi dengan pelaksana untuk pengadaan mesin
                    molen lebih dari 1 buah.                              
                   Pengawas mengingatkan pihak pelaksana untuk mempersiapkan jumlah
                    pekerja sebaik mungkin, diatur menurut fungsionalnya , antara lain :
                                                                          
                    Tenaga pekerja untuk mobilisasi material, Tenaga pekerja untuk
                    pengisian material pasir, Tenaga pekerja untuk pengisian material kerikil
                    ,Tenaga pekerja untuk pengisian semen, Operator mesin molen, Tenaga
                    pekerja untuk mobilisasi distribusi beton, Tukang untuk pengatur
                                                                          
                    penempatan campuran beton , Operator vibrator dan pompa air (jika
                    diperlukan) dan Tenaga bantu (cadangan) lainnya.      
                   Jika pekerjaan harus menggunakan penuangan dengan sistem
                    penalangan, maka pelaksana harus mempersiapkan sebelum pekerjaan
                    pengecoran dimulai. Talang yang baik adalah talang yang dapat
                    mengalirkan campuran beton dengan lancar, salah satunya dengan
                    dilapisi seng. Harus dipastikan penempatan talang beton tidak melebihi
                    jarak jatuh maksimum sebesar 60 cm.                   
                                                                          
                   Sebelum pengecoran dimualai, pengawas dan pelaksana harus
                    memeriksa ukuran besi dan sistim penulangan yang akan dikerjakan
                    sudah sesuai dengan gambar kerja . Semua area yang akan di cor harus
                    bersih dari kotoran, minyak dan genangan air. Khusus untuk pekerjaan
                    pondasi dimana kondisi galian pondasi penuh dengan air maka dilakukan
                    pemompaan. Sebaiknya pengecoran juga jangan dilaksanakan saat hujan.
                   Ketika pengadukan beton sudah dimulai, pengawas dan pelaksana
                    memerintahkan dan mengingatkan secara tegas ke pekerja komposisi
                    campuran material yang harus dituangkan ke molen beton. Harus
                                                                          
                    ditegaskan bahwa tidak boleh mengurangi volume komposisi material
                    apalagi mengurangi volume semen.                      
                   Setelah pengadukan pertama selesai lakukan pemeriksaan slump trest.
                    Dari nilai pemeriksaan slump test akan diketahui komposisi air optimal
                    untuk campuran tersebut. Nilai Slump test yang disyaratkan adalah 8 –
                    12 cm. Jika nilai slump test dibawah 8 cm, berarti adukan terlampau
                    kering maka air harus ditambah. Jika nilai slump test diatas 12 berarti
                    adukan terlampau encer, maka jumlah air harus dikurangi.
                                                                          
                   Lakukan pengujian slump test saat pengadukan kedua, jika sudah
                    memenuhi syarat maka dijadikan standar jumlah air dalam adukan. Jika
                    belum dilakukan lagi pemeriksaan di pengadukan ke tiga. Selanjutnya
                    pengambilan nilai slump test dapat dilakukan dalam beberapa tahap atau
                    diacak jika dianggap perlu bilamana secara visual campuran beton
                    dianggap kurang layak.                                
                   Pengawas berhak memerintahkan pelaksana untuk membuat Benda Uji
                    Kubus/Silinder untuk uji kekuatan tekan beton. Pengambilan campuran
                    beton Benda Uji diambil dari adukan secara acak dari beberapa
                                                                          
                    pengadukan.                                           
                   Kadangkala untuk mempercepat pengadukan, pekerja sering
                    menambahkan air. Hal ini harus secara tegas dilarang oleh pengawas.
                   Pengawas harus memerintahkan dan mengawasi pemakaian concrete
                    vibrator. Setiap penuangan campuran beton harus dilakukan pemadatan
                    menggunakan concrete vibrator sesuai standar pemakaiannya.
                   Jika pengecoran dilakukan secara bertahap oleh volume yang cukup
                    besar , misalnya pengecoran plat lantai maka penghentian pengecoran
                                                                          
                    diatur pada posisi yang diisyaratkan. Untuk penyambungan pengecoran
                    selanjutnya terlebih dahulu harus dituangkan lem beton (Cold Joint).
                    Pemakaian cold joint harus mendapatkan persetujuan pengawas dimana
                    sebelum pekerjaan dimulai pelaksana harus memberitahukan jenis cold
                    joint yang akan dipakai.                              
                   Pengawas harus memeriksa pelaksanaan pengecoran berjalan baik dan
                    pastikan semua bagian terisi oleh beton. Khusu elevasi ketinggian batas
                    atas pengecoran di angkur harus diperiksa jangan sampai melebihi batas
                                                                          
                    pengecoran. Karena jika lebih harus dilakukan pembobokan.
                   Setelah pengecoran selesai, semua perkakas dan peralatan harus
                    dibersihkan dan dicuci supaya tidak terjadi pengikatan beton terhadap
                    peralatan dan perkakas sehingga tidak bisa terpakai lagi.
                                                                          
          b. Faktor Air Semen                                             
            Agar dihasilkan suatu konstruksi beban yang sesuai dengan yang direncanakan, maka
            faktor air semen ditentukan sebagai berikut :                 
            1) Faktor air semen untuk, balok sloof dan poer maksimum 0,60.
            2) Faktor air semen untuk kolom, balok, pelat lantai tangga dinding, beton dan
               lisplank/parapet maksimum 0,60.                            
            3) Faktor air semen untuk konstruksi pelat atap dan tempat-tempat basah lainnya
                                                                          
               maksimum 0,55                                              
            Untuk lebih mempermudah dalam pengerjaan beton dan dapat dihasilkan suatu mutu
            sesuai dengan yang direncanakan, maka untuk konstruksi beton dengan faktor air
            semen maksimum 0.55 harus memakai plasticizer sebagai bahan additive. Pemakaian
            merkdari bahan additive tersebut harus mendapat persetujuan dari Konsultan
            Pengawas.                                                     
                                                                          
                                                                          
                                                                          
       c. Test Silinder                                                   
          1) Konsultan Konsultan Pengawas berhak meminta setiap saat kepada Kontraktor untuk
            membuat benda Uji coba dari adukan betonyang dibuat.          
          2) Nilai dari kuat tekan beton dalam Spesifikasi teknis ini adalah nilai Uji Tekan Beton
            pada umur 28 hari Benda Uji.                                  
          3) Selama pengecoran beton harus selalu dibuat benda-benda uji. 
          4) Test selama pekerjaan dengan membuat minimum 6 benda uji dengan total
            pengecoran total dapat diselesikan selama satu hari atau minimum 1 benda uji setiap
            pengecoran 110m3 atau tidak kurang dari 460m2 luasan pengecoran dinding atau
                                                                          
            lantai (pilih yang paling menentukan).                        
          5) Dari setiap mutu betonyang berbeda dan dari setiap perencanaan campuran yang
            dicor harus dibuat sample dengan jumlah dan ketentuan seperti diatas, buat dan
            simpan benda uji tersebut sesuai dengan peraturan yang berlaku. Setiap benda uji
            yang diambil adalah 2 sample apabila pengujian dengan silinder 15x30 cm atau 3
            sample untuk silinder 10x20 cm.                               
          6) Apabila di inginkan untuk pengujian pada umur lainnya yaitu 7 hari, 14 hari atau 21
            hari maka Pengawas dan atau kontraktor dapat melakukannya sebagai bagian dari
                                                                          
            kebutuhan/metode teknis pelaksanaan diLapangan. dengan mengikuti syarat
          7) Pengawas di lapangan berhak untuk meminta Benda Uji di tempatkan di Lapangan
            dan di lakukan pengujian oleh Independent, dengan mengikut isyarat
          8) Untuk selalu diperhatikan kemungkinan kegagalan dalam pelaksanaan Pengujian
            Beton pada umur28 hari, maka perlu disiapkan cadangan BendaUji, Jika test silinder
            pada hari ke 28 berhasil, test silinder cadangan untuk menghasilkan kekuatan rata-
            rata dari kedua sample pada hari ke 28. Sediakan fasilitas pada lokasi proyek untuk
            menyimpan contoh-contoh yang diperlukanoleh badan penguji.    
          9) Test silinder dengan ukuran sesuai dengan standar ASTM. Pengujian dapat juga
                                                                          
            dilakukan dengan Uji Kubus, dengan Standart pengujian beton adalah
            K=(f’cx10)+50Kg/cm2. Misal mutu beton adalahf’c25 Mpa maka dapat dilakukan
            dengan uji kubus mutu beton K-300.                            
          10) Cetakan silinder coba harus berbentuk silinder dalam segala arah dan memenuhi
            syarat-syarat dalam SNI 03-4810-1998.                         
          11) Setiap benda uji yang diambil untuk sekali pengujian adalah 2 sample.
          12) Apabila pengujian dengan silinder 15x30 cm atau 3 sample untuk silinder 10x20 cm.
            Pengambilan adukan beton, pencetakan kubus coba dan curingnya harus dibawah
                                                                          
            pengawasan Konsultan Pengawas. Prosedurnya harus memenuhi syarat-syarat dalam
            SNI 03-1974-1990.                                             
          13) Untuk identifikasi, silinder coba harus ditanda dengansuatu kode yang dapat
            menunjukan tanggal pengecoran, pembuatan adukan struktur yang bersangkutan dan
            lain-lain yang perludicatat.                                  
          14) Pengujian dilakukan sesuai dengan SNI 2847:2013, termasuk juga
            pengujianpengujian slump dan pengujian-pengujian tekanan. Jika beton tidak
            memenuhi syarat-syarat pengujian slump, maka kelompok adukan yang tidak
                                                                          
            memenuhi syarat itu tidak boleh dipakai dan Kontraktor harus menyingkirkannya
            dari tempat pekerjaan. Jika pengujian tekanan gagal, maka perbaikan harus dilakukan
            dengan mengikuti prosedur perbaikan di dalamnya.              
          15) Semua biaya untuk pembuatan dan percobaan silinder uji menjadi tanggung jawab
            Kontraktor.                                                   
          16) Kontraktor harus membuat laporan tertulis atas data-data kualitas beton yang dibuat
            dengan disahkan oleh Konsultan Pengawasdan laporan tersebut harus
            dilengkapidengan nilai karakteristiknya. Laporan tertulis harus disertai sertifikat dari
            laboratorium. Penunjukkan laboratorium harus dengan persetujuan Konsultan
                                                                          
            Konsultan Pengawas.                                           
          17) Laporan hasil percobaan harus diserahkan kepada Konsultan Pengawas segera
            sesudah percobaan, paling lambat7 (tujuh )hari sesudah pengecoran, dengan
            mencantumkan besarnya kekuatan karakteristik, deviasi standar, campuran adukan,
                                                                          
            berat kubus benda uji dan data-data lain yang diperlukan.     
          18) Apabila dalam pelaksanaan terdapat mutu beton yang tidak memenuhi spesifikasi,
            maka Konsultan Pengawas berhak meminta Kontrak toragar mengadakan percobaan
            non destruktif atau kalau memungkinkan mengadakan percobaan coring. Percobaan
            ini harus memenuhi syarat- syarat dalam SNI 2847:2013. Apabila gagal, maka bagian
            tersebut harusdi bongkar dan dibangun kembali sesuai dengan petunjuk Konsultan
            Pengawas. Semua biaya untukpercobaan dan akibat-akibat gagalnya pekerjaan
            tersebutmenjadi tanggungjawab Kontraktor.                     
                                                                          
          19) Selama pelaksanaan Kontraktor diharuskan mengadakan slump test menurut syarat-
            syarat dalam SNI 2847:2013. Slump beton berkisar antara 5–13cm (atau mengikuti
            pada Standart Drawing perencanaan). Cara pengujian slump adalah dengan Beton
            diambil tetap sebelum dituangkan kedalam cetakan beton (bekisting). Cetakan slump
            dibasahkan dan ditempatkan diatas kayu rata atau pelat baja. Cetakan di isi sampai
            kurang lebih sepertiganya. Kemudian adukan tersebut ditusuk-tusuk 25 kali dengan
            besi diameter 16 mm panjang 600 mm dengan ujung yang bulat (seperti peluru).
            Pengisian dilakukan dengan cara serupa untuk dua lapisan berikutnya. Setiap lapisan
            ditusuk-tusuk 25 kali dan setiap tusukan harus masuk satu lapisan dibawahnya.
                                                                          
            Setelah atasnya diratakan, maka dibiarkan setengah menit lalu cetakan diangkat
            perlahan-lahan dan diukur penurunannya (nilai slumpnya).      
          20) Pengadukan beton dalam mixer tidak boleh kurang dari 75 detik terhitung setelah
            seluruh komponen adukan masuk ke dalam mixer.                 
          21) Penyampaian beton(adukan)darimixer ketempat pengecoran harus dilakukan dengan
            cara yang tidak mengakibatkan terjadinya pemisahan komponenkomponen beton.
          22) Harus menggunakan vibrator untuk pemadatan beton.           
                                                                          
                                                                          
       d. Cetakan Beton                                                   
          1) Kontraktor harus memberikan sample bahan yang akan dipakai untuk cetakan beton
             untuk disetujui oleh Konsultan Pengawas.                     
          2) Cetakan beton harus dibersihkan dari segala kotoran yang melekat seperti potongan-
             potongan kayu, paku, tahi gergaji, tanah dan sebagainya.     
          3) Cetakan beton harus dipasang sedemikian rupa sehingga tidak akan terjadi
             kebocoran atau hilangnya air hujan selama pengecoran, tetap lurus (tidak berubah
             bentuk)dan tidak bergoyang.                                  
          4) Untuk beton exposed, cetakan beton yang digunakan harus memberikan hasil
                                                                          
             permukaan beton yang baik, halus (tidakkasar)dan mempunyai warna yang merata
             pada seluruh permukaan beton tersebut.                       
          5) Permukaan cetakan beton yang bersentuhan dengan beton harus di coating dengan
             oli, untuk mempermudah saat pembongkaran cetakan dan memperbaiki permukaan
             beton.                                                       
                                                                          
       e. Pengecoran Beton                                                
          1) Sebelum melaksanakan pekerjaan pengecoran beton pada bagian- bagian utama dari
                                                                          
            pekerjaan, kontraktor harus memberitahukan Konsultan Pengawas dan mendapatkan
            persetujuannya. Jika tidak ada persetujuan, maka kontraktor dapat diperintahkan
            untuk menyingkirkan atau membongkar beton yang sudah dicor tanpa persetujuan,
            atas biaya kontraktor sendiri.                                
          2) Adukan beton harus secepatnya dibawake tempat pengecoran dengan menggunakan
            cara (metode) yang sepraktis mungkin, sehingga tidak memungkinkan adanya
            pengendapan aggregat dan tercampurnya kotorankotoran atau bahan lain dari luar.
            Penggunaan alat-alat pengangkutan mesin haruslah mendapat persetujuan Konsultan
                                                                          
            Pengawas, sebelum alat-alat tersebut didatangkan ketempat pekerjaan. Semua alat-
            alat pengangkutan yang digunakan pada setiap waktu harus dibersihkan dari sisa-sisa
            adukan yang mengeras                                          
          3) Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum pemasangan besi beton
            selesai diperiksa oleh dan mendapat persetujuan Konsultan Pengawas.
          4) Sebelum pengecoran dimulai, maka tempat-tempat yang akan dicor terlebih dahulu
            harus dibersihkan dari segala kotoran-kotoran (potongan kayu, batu, tanah dan lain-
            lain) dan dibasahi dengan air semen.                          
          5) Pengecoran dilakukan lapis demi lapis dengan tebal tiap lapis maksimum 30cm dan
            tidak dibenarkan menuangkan adukan dengan menjatuhkan dari suatu ketinggian,
            yang akan menyebabkan pengendapan aggregat.                   
                                                                          
          6) Untuk menghindari keropos pada beton, maka pada waktupengecoran digunakanin
            ternal concrete vibrator. Pemakaian external concrete vibrator tidak dibenarkan tanpa
            persetujuan Konsultan Pengawas.                               
          7) Pengecorandilakukan secara terus menerus (bertahap atau tanpa berhenti).
          8) Adukan yang tidak dicor (ditinggalkan) dalam waktu lebih dari 15 menit setelah
            keluar dari mesin adukan beton,dan juga adukan yang tumpah selama pengangkutan,
            tidak diperkenankan untuk dipakai lagi.                       
          9) Pada penyambungan beton lama dan baru, maka permukaanbeton lama terlebih
                                                                          
            dahulu harus dibersihkan dan dikasarkan. Apabila perbedaaan waktu pengecoran
            kurang atau sama dengan 1 hari, beton lama disiram dengan air semen dan
            selanjutnya seperti pengecoran biasa. Apabila lebih dari 1 (satu) hari maka harus
            digunakan bahan additive untuk penyambungan beton lama dan beton baru.
          10) Tempat dimana pengecoran akan dihentikan, harus mendapat persetujuan Konsultan
            Pengawas.                                                     
                                                                          
       f. Perawatan Beton                                                 
          1) Secarau mum harus memenuhi persyaratan dalam SNI 2847:2013.  
                                                                          
          2) Perawatan beton dimulai segera setelah pengecoran beton selesai dilaksanakan dan
            harus berlangsung terus menerus selama paling sedikit 2 minggu, jika tidak
            ditentukan lain.                                              
          3) Dalam jangka waktu tersebut cetakan beton harus tetap dalam keadaan basah.
          4) Apabila cetakan beton dibuka sebelum selesai masa perawatan, maka selama sisa
            waktu tersebut pelaksanaan perawatan beton tetap dilakukan dengan membasahi
            permukaan beton terus menerus atau dengan menutupinya dengan karung basah atau
            dengan cara lain yang disetujui Konsultan Pengawas.           
                                                                          
                                                                          
       g. Curing dan Perlindungan Atas Beton                              
          1) Beton harus dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan terhadap matahari,
             pengeringan oleh angin, hujan atau aliran air dan pengerasan secara mekanis atau
             pengeringan sebelum waktunya                                 
          2) Untuk bahan curing dapat dipakai Concure 75 produksi Fosroc atau setara sebanyak
             1 liter tiap 6m2. Pemakaian bahan curing harus disetujui oleh Konsultan Pengawas.
                                                                          
       h. Pembongkaran Cetakan Beton                                      
                                                                          
          1) Spesifikasi Beton Struktural SNI 03-6880-2002, dimana bagian konstruksi yang
            dibongkar cetakannya harus dapat memikul berat sendiri dan beban-beban
            pelaksanaannya.                                               
          2) Cetakan beton baru dibongkar bila bagian beton tersebut untuk : Sisi balok/kolom
            setelah berumur 3 hari dan Balok/pelat setelah berumur 3 minggu
          3) Pekerjaan pembongkaran cetakan harus dilaporkan dan disetujui sebelumnya oleh
            Konsultan Pengawas.                                           
          4) Apabila setelah cetakan dibongkar ternyata terdapat bagian-bagian beton yang kropos
                                                                          
            atau cacat lainnya, yang akan mempengaruhi kekuatan konstruksi tersebut, maka
            Kontraktor harus segera memberitahukan kepadaKonsultan Pengawas, untuk
            meminta persetujuan mengenai cara pengisian atau menutupnya. Semua resiko yang
            terjadi sebagai akibat pekerjaan tersebut dan biaya-biaya pengisian atau penutupan
            bagian tersebutmenjadi tanggung jawab Kontraktor.             
          5) Meski pun hasil pengujian kubus-kubus beton memuaskan, Konsultan Pengawas
            mempunyai wewenang untuk menolak konstruksi beton yang cacat seperti berikut:
            a) Konstruksi beton sangat kropos.                            
                                                                          
            b) Konstruksi beton yang sesuai dengan bentuk yang direncanakan atau
               posisiposisinya tidak seperti yang ditunjuk oleh gambar.   
            c) Konstruksi beton yang berisikan kayu atau benda lainnya.   
                                                                          
       i. Penggantian Besi                                                
          1) Kontraktor harus mengusahakan supaya besi yang dipasang adalah sesuai dengan
             apa yang tertera pada gambar.                                
          2) Dalam hal dimana berdasarkan pengalaman kontraktor atau pendapatnya terdapat
             keliruan atau kekurangan atau perlu penyempurnaan pembesian yang ada, maka:
          3) Kontraktor dapat menambah ekstra besi dengan tidak mengurangi pembesian yang
             tertera dalam gambar. Secepatnya hal ini diberitahukan pada Konsultan Pengawas
             untuk sekedari nformasi.                                     
                                                                          
          4) Jika hal tersebut diatas akan dimintakan oleh kontraktor sebagai pekerjaan lebih,
             maka penambahan tersebut hanya dapat dilakukan setelah ada persetujuan tertulis
             dari Konsultan Pengawas.                                     
          5) Jika diusulkan perubahan dari jalannya pembesian maka perubahan tersebut hanya
             dapat dijalankan denganpersetujuan tertulis dari KonsultanPengawas. Mengajukan
             usul dalam rangka tersebut adalah merupakan juga keharusan dari Kontraktor.
                                                                          
          6) Jika Kontraktor tidak berhasil mendapatkan diameter besi yang sesuai dengan yang
                                                                          
             ditetapkan dalam gambar, maka dapat dilakukan penukaran diameter yang terdekat
             dengan catatan:                                              
             a) Harus ada persetujuan dari Konsultan Pengawas.            
             b) Jumlah besi persatuan panjang atau jumlah besi ditempat tersebut tidak boleh
               kurang dari yang tertera dalam gambar (dalam hal ini yang dimaksudkan adalah
               jumlah luas).                                              
             c) Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan kemampuan penampang
               berkurang.                                                 
             d) Penggantian tersebut tidak boleh mengakibatkan keruwetan pembesian ditempat
                                                                          
               tersebut atau didaerah over lapping yang dapat menyulitkan pembetonan atau
               penyampaian penggetar.                                     
          7) Toleransi Besi                                               
             a) Diameter, ukuran sisi atau jarak antara Variasi dalam berat Toleransi
             b) dua permukaan yang berlawanan yang diperbolehkan Diameter 
             c) Dia.<10mm 7 % 0.4 mm                                      
             d) 10 mm dia.<16 mm 5 % 0.4 mm                               
             e) Dia. 16mm 4 % 0.5 mm                                      
                                                                          
       j. Tanggung Jawab Kontraktor                                       
          Kontraktor bertanggung jawab penuh atas kualitas konstruksi sesuai dengan ketentuan -
          ketentuan diatas dan sesuai dengan gambar-gambar konstruksi yang diberikan. Adanya
          atau kehadiran Konsultan Konsultan Pengawas selaku wakil Pemberi Tugas atau
          Perencana yang sejauh mungkin melihat atau mengawasi atau menegur atau memberi
          nasihat tidaklah mengurangi tanggung jawab penuh tersebut diatas.
                                                                          
       k. Perbaikan Permukaan Beton                                       
          Penambalan pada daerah yang tidak sempurna, keropos dengan campuran adukan semen
                                                                          
          (cementmortar) setelah pembukaan acuan, hanya boleh dilakukan setelah mendapat
          persetujuan dan sepengetahuan Konsultan Pengawas. Jika ketidak sempurnaan itu tidak
          dapat diperbaiki untuk menghasilkan permukaan yang diharapkandan diterima Konsultan
          MK/ Pengawas, maka harus dibongkardan diganti dengan pembetonan kembaliatas beban
          biaya kontraktor. Ketidak sempurnaan yang dimaksud adalah susunan yang tidak
          teratur,pecah atau retak, ada gelembung udara, keropos, berlubang, tonjolan dan yang lain
          yang tidak sesuai dengan bentuk yang diharapkan atau diinginkan.
                                                                          
                                                                          
       l. Hal-hal lain (“Miscellaneousitem”)                              
          1) Isi lubang-lubang dan bukaan-bukaan yang tertinggal dibeton bekas jalan kerja
            sewaktu pembetonan. Jika dianggap perlu dibuat bantalan beton untuk pondasi alat-
            alat mekanik dan elektronik yang ukuran, rencana dan tempatnya berdasarkan
            gambar-gambar rencana mekanikal dan elektrikal. Digunakan mutu beton seperti
            yang ditentukan dan dengan penghalusan permukaannya.          
          2) Pegangan plafon dari besi beton diameter 6mm dengan jarak x dan y: 150 cm.
            Dipasang pada saat sebelum pengecoran beton dan penggantung harus dikaitkan pada
                                                                          
            tulangan pelat dan balok.                                     
                                                                          
       d. Pembersihan                                                     
          Jangan dibiarkan puing-puing, sampah sampai tertimbun. Pembersihan harus dilakukan
          secara baik dan teratur, hindari penumpukan sampah proyek pada join struktur.
                                                                          
       e. Contoh yang harus disediakan                                    
          1) Sebelum pelaksanaan pekerjaan, Kontraktor harus memberikan contoh material
            seperti split, pasir, besi beton, dan semen untuk mendapat persetujuan Konsultan
                                                                          
            MK/ Pengawas.                                                 
          2) Contoh-contoh yang disetujui oleh Konsultan Konsultan Pengawasakan dipakai
            sebagai standar atau pedoman untuk memeriksa atau menerima material yang dikirim
            oleh Kontraktor ke lapangan.                                  
                                                                          
          3) Kontraktor diwajibkan untuk membuat tempat penyimpanan contoh- contoh yang
            telah disetujuidi bangsal Konsultan MK/ Pengawas.             
                                                                          
       f. Pemasangan Alat-alat Didalam Beton.                             
          1) Kontraktor tidak dibenarkan untuk membobok, membuat lubang atau memotong
            konstruksi beton yang sudah jadi tanpa sepengetahuan dan seijin Konsultan
            Pengawas.                                                     
          2) Pemasangan sparing untuk pelat dan dinding yang dilubangi sebesar diameter 10 cm
                                                                          
            atau 8x8cm tidak perluperkuatan, apabila lebih dari ukuran tersebut maka pelat dan
            dinding perlu dipasang perkuatan, pekerjaan inimenjadi tanggung jawab Kontraktor
            dan dikoordinasikan dengan Kontraktor terkait dan mendapatkan persetujuan
            Konsultan Pengawas.                                           
          3) Letak dan sparing supaya tidak mengurangi kekuatan struktur. 
          4) Tempat-tempat dari sparing dilaksanakan sesuai dengan gambar pelaksanaan dan bila
            tidak ada dalam gambar, maka pemborongh arus mengusulkan dan minta persetujuan
            KonsultanMK/ Pengawas.                                        
          5) Bilamana sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum pengecoran dan diperkuat
                                                                          
            sehingga tidak akan dipindahkan tanpa persejuan dari Konsultan Pengawas.
          6) Semua sparing-sparing (pipa, conduit) harus dipasang sebelum pengecoran dan
            diperkuat sehingga tidakakan bergeser pada saat pengecoran beton.
          7) Sparing-sparing harus dilindungi sehingga tidakakan terisi beton waktu pengecoran.
                                                                          
                                                                          
      C. PEKERJAAN PASANGAN BATA                                          
                                                                          
                                                                          
        1. Bahan                                                          
           a. Pastikan bata yang dipakai adalah bermutu baik, secara visual anda dapat lihat bata
              yang bagus adalah berwarna coklat tua dan bata tidak cepat rapuh. Pastikan
              permukaan tidak terlalu rapat karena akan menyulitkan penyerapan permukaan bata
              terhadap mortar sehingga ikatan akan kurang baik.           
           b. Batu bata kadang ditemukan dalam berbagai ukuran dan lebar yang tidak
              sama, baik panjang, lebar dan ketebalan. Ukura batu bata harus diperhatikan, jika
              mendapatkan bata dari supplier yang berbeda dengan ukuran bata yang berbeda,
              lakukan pemisahan pemasangan supaya pasangan bata kelihatan rapi .
                                                                          
           c. Sebelum dipasang lakukan pengecekan kekedapan air pada bata. Jika bata terlalu
              kering lakukan perendaman bata sekitar 5-10 menit hingga tercapai jenuh
              permukaan kering pada bata, hal ini dilakukan supaya tingkat penyerapan bata
              terhadap air campuran adukan/ mortar tidak terlalu cepat, karena pengeringan
              yang terlalu cepat mengakibatkan kekuatan ikatan tidak baik. Jika bata dalam
              keadaan basah jangan terlalu dipaksakan untuk dipasang, tunggu permukaan bata
              agak kering. Permukaan yang terlalu basah mengakibatkan bata akan jenuh
              menyerap adukan mortar sehingga akan memungkinkan adukan akan meleleh dan
                                                                          
              air semen akan terbuang dari pasangan. Dan jika bata terlalu kering maka akan
              menimbulkan penyerapan yang terlalu cepat, yang akan menimbulakn pengikatan
              tidak terlalu bagus.                                        
           d. Lakukan penumpukan material batu bata dekat area dinding yang dipasangkan.
              Penumpukan material tidak boleh terlalu jauh dan tidak terlalu dekat sehingga
              menyulitkan pemasangan. Batu bata ditumpuk harus beraturan, supaya
              memudahkan pengambilan oleh tukang pasang. Untuk pemotongan, harus
              disediakan satu orang khusus yang melakukan pemotongan      
                                                                          
           e. Pastikan adukan mortar menggunakan pasir yang baik dengan gradasi yang bagus.
              Pasir juga dianjurkan tidak banyak mengadung butiran batu dan juga tidak banyak
              mengandung lumpur. Pastikanpengadukan dilakukan dengan perbandingan
              campuran dengan seimbang sesuai dengan yang diisyartakan.   
           f. Pembuatan adukan harus diperhatikan secar benar, jangan membuat adukan dalam
              volume yang terlalu banyak, maksudnya harus diseimbangkan antara volume
              adukan dengan volume pemasangan . Jika volume adukan terlalu banyak,
              dikhawatirkan adukan/ mortar sempat mengering.              
                                                                          
                                                                          
        2. Pelaksanaan                                                    
           a. Chek posisi penempatan dinding yang akan dikerjakan termasuk chek kondisi
             pondasi penempatan dinding apakah sudah kondisi baik.        
           b. Kondisi pondasi/sloof harus bersih dan mempunyai alur pengikatan antara sloof ke
                                                                          
             pasangan bata. Jika terdapat kotoran atau lumpur pada sloof harus dibersihkan
             supaya pengikatan dinding dengan sloof terikat dengan baik. Demikian juga halnya
             pada kolom harus dipastikan tersedia angkur untuk pengikatan ke dinding (biasanya
             angkur menggunakan besi 10 mm yang ditanamkan ke kolom sewaktu pengecoran
             dan muncul dengan panjang antara 15 – 20 cm).                
           c. Jika kondisi sloof dan kolom sudah baik, kemudian lakukan pembuatan garis
             benang pada bagian dinding yang akan dipasangkan. Untuk garis lurus secara
             horizontal dilakukan pembuatan benang pada salah satu sisi bagian pinggir bata
                                                                          
             yang akan dipasang, dilakukan dengan penarikan benang dari ujung ke ujung
             dinding. Untuk ketegakan dibuat garis tegak lurus secara     
             vertical terhadap benang horizontal yang sudah dibuat, pembuatan garis vertical
             dapat dibuat pada kolom yang ada ataupun pembuatan mal bantu dikedua ujung
             dinding yang akan dipasangkan .                              
           d. Jika benang horizontal pada pemasangan awal sudah terpasang. kemudain mulai
             memasang bata pada kedua ujung bagian dinding yang akan dipasangkan ,
             kemudian dilanjutkan mulai satu demi satu hingga tercapai sambungan dari ujung
             keujung. Lakukan pengecekan leveling diatas batu bata yang sudah terpasang dan
                                                                          
             pastikan semua pasangan bata semuanya dalam keadan rata. Jika sudah rata maka
             ini adalah menjadi panduan untuk memasang ketingakt berikutnya. Harus dipasikan
             ketebal mortar harus tetap sama dan demikian juga pengisian mortar antar bata
             harus sama.                                                  
           e. Jika saat pemasangan terdapat perbedaan ketinggian bata, maka untuk mendapatkan
             kerataan dapat dilakukan dengan memukul ujung bata dengan pelan sampai bata
             tetap rata, pemukulan dapat dilakukan dengan kondisi adukan masih dalam keadaan
             basah. Jika adukan/ mortar sudah kering maka mortar harus diambil dan diganti
                                                                          
             dengan adukan/mortar baru.                                   
           f.  Jika bata sudah dipasangkan dalam beberapa rangkaian, kadang adukan/mortar
             ada yang berlebih atau sampai melelh hingga keluar dari sisi pinggir pasangan, jika
             itu terjadi adukan berlebih harus segera di ratakan dengan menggunakan sendok
             semen supaya permukaan tetap rata , jangan biarkan sempat mengering karena hal
             ini sangat mempengarui kerapian dan kerataan dinding saat pelaksanaan plesteran.
           g. Setelah mendapatkan beberapa tingkatan pasangan bata yang sudah dipasangkan
             yang telah terhubung dari ujung keujung bagian didnding ayng dipasangkan, anda
             kemudian harus menarik garis horizontal dari ujung keujung pada garis vertical
                                                                          
             yang dibuat untuk mendapatkan ketegakan dinding. Pemasangan benang horizontal
             dapat dilakuakn setiap 50 cm . Pastikan anda tetap memasangkan dalam 1 garis
             lurus sesuai denga benang yang dipasangkan sehingga didapatkan ketegakan
             dinding yang baik dan kondisi pasangan tetap rapi sampai posisi atas.
           h. Jika pemasangan dinding sudah selesai sampai level yang diinginkan, pasangan
             harus dipelihara dari benturan atau pembebanan sampai kondisi ikatan sudah benar
             benar kering.                                                
           i.  Jika ada bekas adukan/ mortar dibawah pasangan yang menumpuk harus segera
                                                                          
             dibersihkan, jangan sampai mengering karena bisa menajdi pekerjaan tambahan saat
             pelaksanaan pemasangan lantai.                               
                                                                          
                                                                          
      D. PEKERJAAN DINDING TERAWANG (ROSTER BETON)                        
                                                                          
        1. Pelaksanaan                                                    
         a. Tentukan Perencanaan Pola                                     
                                                                          
            1) Sebelum memulai proses pemasangan roster beton, pertama-tama harus membuat
               perencanaan pola terlebih dahulu.                          
            2) Roster bisa dipasang dengan pola yang beraneka ragam dan juga bisa disesuaikan
               dengan bentuk roster yang dipilih.                         
            3) Perencanaan pola ini juga berlaku ketika ingin menyusun roster beton sebagai
               dinding lubang angin.                                      
                                                                          
                                                                          
         b. Ukur Bagian yang Akan Dipasang Roster                         
            1) Setelah menentukan pola yang diinginkan, lakukan pengukuran pada bagian yang
               akan dipasang roster.                                      
            2) Proses pengukuran ini sangat penting, sebab berperan sebagai penentu terhadap
               jarak penempatan roster yang akan dipasang.                
                                                                          
            3) Agar hasilnya lebih presisi, juga bisa mencoba metode pengukuran menggunakan
               waterpass.                                                 
                                                                          
         c. Tarik Tali Benang Khusus untuk Roster                         
            1) Cara memasang roster beton bisa dilakukan menggunakan tali agar prosesnya
               mudah dan hasilnya lurus, rapi, dan presisi.               
            2) Secara umum, proses ini tidak jauh berbeda dengan cara memasang batu bata.
                                                                          
            3) Tarik tali benang sesuai dengan pola yang kamu inginkan dan pastikan benang
               tersebut sudah benar-benar lurus.                          
                                                                          
         d. Proses Chipping                                               
            1) Sebelum memasang roster beton, perlu melakukan chipping atau sedikit merusak
               bagian dinding yang akan dipasang roster beton.            
                                                                          
            2) Hal ini sangat penting dilakukan agar semen yang digunakan untuk memasang
               roster beton bisa merekat sempurna.                        
                                                                          
         e. Pemasangan Roster Beton                                       
            1) Ada beberapa alat dan bahan yang perlu dipersiapkan dalam cara memasang
               roster beton, di antaranya sebagai berikut:                
                                                                          
               a) Semen                                                   
               b) Mortar                                                  
               c) Semen putih                                             
               d) Nat                                                     
               e) Ampelas                                                 
            2) Setelah alat dan bahan tersebut siap, buatlah adonan semen sebagai perekat roster
               beton.                                                     
            3) Susun roster beton sesuai pola yang diinginkan dengan mengikuti tali benang
               yang sudah dipasang.                                       
                                                                          
            4) Rekatkan setiap susunan roster beton menggunakan adonan semen yang sudah
               disiapkan.                                                 
            5) Setelah semua roster terpasang, bersihkan sisa semen pada bagian nat
               menggunakan kape.                                          
            6) Buat adonan semen putih, lalu masukkan pada bagian nat roster beton yang
               sudah terpasang.                                           
            7) Ampelas roster beton yang sudah diberi nat semen putih agar hasilnya rapi.
                                                                          
                                                                          
         f. Pengecatan                                                    
            1) Proses pengecatan ini bersifat opsional, sebab bisa juga membiarkan roster yang
               sudah dipasang tanpa perlu dicat.                          
            2) Namun jika ingin mengecat roster, maka memerlukan alat semprot cat supaya
               hasilnya lebih maksimal.                                   
            3) Cara pengecatan roster pun cukup mudah. Cukup siapkan cat sesuai dengan
                                                                          
               kebutuhan dan aplikasikan dengan alat semprot cat.         
                                                                          
                                                                          
      E. PEKERJAAN PLESTERAN, ACIAN DAN AFWERKING                         
                                                                          
        1. Pekerjaan Plesteran                                            
           a. Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus
             terhadap lantai yang ada di sekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang.
           b. Tentukan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
                                                                          
           c. Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu pada permukaan
             dinding bata untuk menghindarkan keretakan.                  
           d. Buat adukan untuk plesteran dinding bata.                   
           e. Buat kepalaan plesteran dengan jarak sekitar 1 m dan lebar 5 cm, dengan alat bantu
             unting-unting untuk loting, waterpass dan jidar alumunium.   
           f. Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekitarnya, kemudian ratakan
             dengan raskam dan jidar.                                     
           g. Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat. 
                                                                          
           h. Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).
           i. Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk memperoleh
             hasil acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian semen, permukaan
             acian sebelum mengering digosok dengan menggunakan kertas gosok.
                                                                          
                                                                          
        2. Pekerjaan Acian                                                
           a. Sebelum di Aci, maka permukaan yang akan di Aci harus dibersihkan terlebih
             dahulu dengan sikat baja yang dibasahi dengan air            
           b. Mempersiapkan alat dan bahan; bahan yang digunakan adalah bahan semen dengan
             mutu baik yang memenuhi persyaratan sebagai bahan Acian serta telah mendapat
             persetujuan dari direksi pekerjaan.                          
           c. Air yang digunakan dalam campuran harus bebas dari kotoran debu minyak dll yang
                                                                          
             dapat menghambat terjadinya ikatan antara bidang Acian dengan pasangan/beton.
           d. Melaksanakan pengadukan adukan dengan metode yang telah mendapat persetujuan
             dari direksi pekerjaan,                                      
           e. Bagian Acian harus selalu dijaga dan dipelihara kelembabannya jangan sampai
             terkena matahari secara langsung untuk menghindari penguapan air yang terlalu
             cepat sehingga akan menurunkan kekuatan dari Acian itu sendiri.
                                                                          
        3. Pekerjaan Afwerking/Acian Beton                                
           a. Permukaan beton yang akan diberi plesteran harus dikasarkan, dibersihkan dari
                                                                          
             bagian–bagian yang lepas dan dibasahi air, kemudian diplester.
           b. Permukaan beton harus bersih dari bahan-bahan cat, minyak, lemak, lumur dan
             sebagainya sebelum pekerjaan plesteran dimulai.              
           c. Permukaan beton harus dibersihkan menggunakan kawat baja. Setelah plesteran
             selesai dan mulai mengeras, permukaan plesteran dirawat dengan penyiraman air.
           d. Plesteran yang tidak sempurna, misalnya bergelombang, retak-retak, tidak tegak
             lurus dan sebagainya harus diperbaiki.                       
                                                                          
                                                                          
                                                                          
      F. PEKERJAAN KUSEN/PINTU/JENDELA                                    
                                                                          
       1. Sebelum memulai pelaksaan Kontraktor diwajibkan meneliti gambar-gambar dan kondisi
          dilapangan (ukuran dan peil lubang dan membuat contoh jadi untuk semua detail
          sambungan dan profil aluminium yang berhubungan dengan sistem konstruksi bahan lain.
       2. Prioritas proses fabrikasi, harus sudah siap sebelum pekerjaan dimulai, dengan membuat
          lengkap dahulu shop drawing dengan petunjuk Perencana/Konsultan Pengawas
          meliputi gambar denah, lokasi, merk, kualitas, bentuk, ukuran.  
                                                                          
       3. Semua frame/kosen baik untuk dinding, jendela dan pintu dikerjakan secara fabrikasi
          dengan teliti sesuai dengan ukuran dan kondisi lapangan agar hasilnya dapat
          dipertanggung jawabkan.                                         
       4. Pemotongan aluminium hendaknya dijauhkan dari material besi     
          untuk menghindarkan penempelan debu besi pada permukaannya. Didasarkan
          untuk mengerjakannya pada tempat yang aman dengan hati-hati tanpa menyebabkan
          kerusakan pada permukaannya.                                    
       5. Pengelasan dibenarkan menggunakan non-activated gas (argon) dari arah bagian
                                                                          
          dalam agar sambungannya tidak tampak oleh mata.                 
       6. Akhir bagian kosen harus disambung dengan kuat dan teliti dengan sekrup, rivet, stap
          dan harus cocok.                                                
       7. Pengelasan harus rapi untuk memperoleh kualitas dan bentuk yang sesuai dengan gambar.
       8. Angkur-angkur untuk rangka/kosen aluminium terbuat dari steel plate setebal 2-
          3 mm dan ditempatkan pada interval 600 mm.                      
       9. Penyekrupan harus dipasang tidak terlihat dari luar dengan sekrup anti
          karat/stainless steel, sedemikian rupa sehingga hair line dari tiap sambungan harus
                                                                          
          kedap air dan memenuhi syarat kekuatan terhadap air sebesar 1.000 kg/cm2.
       10. Celah antara kaca dan sistem kosen aluminium harus ditutup oleh sealant.
       11. Disyaratkan bahwa kosen aluminium dilengkapi oleh kemungkinan-kemungkinan sebagai
          berikut :                                                       
          a. Dapat menjadi kosen untuk dinding kaca mati.                 
          b. Dapat cocok dengan jendela geser, jendela putar, dan lain-lain.
       12. Sistem kosen dapat menampung pintu kaca frameless.             
                                                                          
       13. Untuk sistem partisi, harus mampu moveable dipasang tanpa harus dimatikan secara
          penuh yang merusak baik lantai maupun langit-langit.            
       14. Mempunyai accessories yang mampu mendukung kemungkinan diatas. 
       15. Untuk fitting hard ware dan reinforcing materials yang mana kosen aluminium akan
          kontak dengan besi, tembaga atau lainnya maka permukaan metal yang bersangkutan
          harus diberi lapisan chormium untuk menghindari kontak korosi.  
                                                                          
       16. Toleransi pemasangan kosen aluminium disatu sisi dinding adalah 10-25
          mm yang kemudian diisi dengan beton ringan/grout.               
       17. Khusus untuk pekerjaan jendela geser aluminium agar diperhatikan sebelum rangka
          kosen terpasang.                                                
       18. Permukaan bidang dinding horizontal (pelubangan dinding) yang melekat pada ambang
          bawah dan atas harus waterpass.                                 
       19. Untuk memperoleh kekedapa terhadap kebocoran udara terutama pada ruang yang
          dikondisikan hendaknya ditempatkan mohair dan jika perlu dapat digunakan
                                                                          
          synthetic rubber atau bahan dari synthetic resin.               
       20. Penggunaan ini pada swing door dan double door.                
       21. Sekeliling tepi kosen yang terlihat berbatasan dengan dinding agar diberi sealant supaya
          kedap air dan kedap suara.                                      
       22. Tepi bawah ambang kosen exterior agar dilengkapi flashing untuk penahan air hujan.
      G. PEKERJAAN RANGKA ATAP BAJA RINGAN DAN PENUTUP ATAP               
                                                                          
         1. Pabrikasi                                                     
            a. Potong rangka Baja Ringan sesuai ukuran.                   
                                                                          
            b. Bor lubang baut sambungan                                  
            c. Join Kuda-kuda baja ringan dengan paku sekrup              
            d. Buat nomor kuda-kuda baja ringan agar memudahkan sortir pada saat erection.
                                                                          
         2. Leveling dan marking                                          
            a. Memastikan seluruh permukaan atas ring balok dalam keadaan rata dan siku,
              dengan menggunakan selang air (waterpass) dan penyiku sebagai alat bantu.
            b. Memastikan bahwa rangkaian ring balok telah mengikat semua bagian bangunan
                                                                          
              dan tersambung secara benar (monolith) dengan kolom yang ada di bawahnya.
            c. Memberi tanda posisi perletakan kuda-kuda, sesuai dengan gambar rencana atap.
            d. Mengukur jarak antar kuda-kuda                             
                                                                          
         3. Pengangkatan dan pemasangan kuda-kuda                         
            a. Mengangkat kuda-kuda secara hati-hati, agar tidak mengakibatkan kerusakan pada
              rangkaian kuda-kuda yang telah selesai dirakit.             
            b. Memasang kuda-kuda sesuai dengan nomornya di atas ring balok berdasarkan
              gambar kerja.                                               
                                                                          
            c. Memastikan posisi kiri dan kanan kuda-kuda tidak terbalik. Sisi kanan dan kiri
              kuda-kuda dapat ditentukan dengan acuan posisi saat pekerja melihat kuda-kuda,
              dengan mulut web dapat dilihat oleh pekerja. Bagian di sebelah kiri pekerja
              disebut sisi kiri, sedangkan yang berada disebelah kanannya adalah sisi kanan.
            d. Mengontrol posisi berdirinya kuda-kuda agar tegak lurus dengan ring balok
              menggunakan benang dan lot (unting-unting).                 
            e. Mengencangkan kuda-kuda dengan plat L (L bracket), dengan menggunakan 4
              buah screw 12                                               
                                                                          
            f. Mengencangkan plat L dengan ring balok menggunakan dynabolt, dan
              menambahkan balok penopang sementara, agar posisi kuda-kuda tidak berubah.
            g. Mengulangi langkah ke–1 sampai ke–6 untuk mendirikan semua kuda-kuda,
              sesuai dengan posisinya dalam gambar kerja.                 
            h. Memeriksa ulang jarak antar kuda-kuda dari as ke as (maksimum 1,2 meter).
            i. Memeriksa kedataran (leveling) semua puncak kuda-kuda (Apex), dan
              memastikan garis nok memiliki ketinggian yang sama (datar). 
            j. Memasang balok nok.                                        
                                                                          
            k. Memasang bracing (pengikat) sebagai perkuatan, jika bekerja beban angin.
              Bracing dipasang di atas top-chord dan di bawah reng.       
            l. Sebelum reng baja ringan dipasang, pastikan dahulu bahwa posisi kemiringan
              kuda-kuda baja ringan sudah sama dan kuat sehingga tidak akan ada lagi
              perubahan.                                                  
            m. Kuda-kuda baja ringan diberi tanda untuk pemasangan siku penahan reng. Setelah
              seluruh kuda-kuda baja ringan diberi tanda, kemudian reng dipasang diatas kuda-
              kuda baja ringan pada posisi plat siku dengan perkuatan menggunakan sekrup
            n. Memasang reng (roof battens) dengan jarak menyesuaikan jenis penutup atap yang
              digunakan. Setiap pertemuan reng dengan kuda-kuda diikat memakai screw
              ukuran 10-16x16 sebanyak2 (dua) buah.                       
                                                                          
            o. Memasang outrigger (gording tambahan setelah kuda-kuda terakhir yang
              menumpu ring balok). Pada atap jenis pelana, out rigger dapat dipasang sebagai
              overhang dengan panjang maksimal 120 cm dari kuda-kuda terluar, dan jarak
              antar out rigger 120 cm. Out rigger harus diletakkan dan di-screw dengan dua
              buah kuda-kuda yang terdekat.                               
                                                                          
         4. Pasang penutup atap genteng metal                             
            a. Setelah seluruh kuda-kuda baja ringan dan reng terpasang dengan benar
                                                                          
              dilanjutkan dengan pemasangan penutup atap yaitu menggunakan genteng metal.
            b. Sebelum penutup atap dipasang, semua kemiringan atap dan kelurusan akhiran
              reng serta kuda-kuda diperiksa ulang, karena kalau kemiringan reng dan kuda-
              kuda tidak sama mengakibatkan genangan air.                 
            c. Pasang penutup atap pada posisi di atas reng, kemudian dilanjutkan pemasangan
              nok atap.                                                   
            d. Yang perlu diperhatikan dalam pemasangan penutup atap adalah jarak reng sesuai
              dengan ukuran spesifikasi bahan penutup atap.               
                                                                          
                                                                          
                                                                          
      H. PEKERJAAN PLAFON                                                 
                                                                          
       1. Level/peil plafond diukur dahulu dengan memakai theodolith dan dibantu memakai
          selang air.                                                     
       2. Untuk mempermudah pemasangan, titik tetap pengukuran dipindahkan ke dinding atau
          kolom dengan ketinggian 1 m dari lantai                         
       3. Pengukuran spasi pemasangan rangka dan gantungan sesuai dengan spesifikasi teknis
                                                                          
          yang disyaratkan.                                               
       4. Pengukuran tinggi plafond untuk disesuaikan komponen MEP yang akan di pasangkan
          diatas plafon.                                                  
       5. Pekerjaan pasang plafond pada plat lantai/balok yang pertama dilakukan pasang
          penggantung rangka (tie rod) dengan menggunan paku tembak.      
       6. Bila pemasangan pada bagian top / tanpa plat lantai maka gantungan dibuat pada rangka
          atap.                                                           
       7. Mengukur kedataran penggantung diperlukan agar menghasilkan plafond yang tidak
          gelombang.                                                      
                                                                          
       8. Dilanjutkan dengan memasang rangka plafond, lakukan juga pengecekan kedataran posisi
          rangka dengan waterpass.                                        
       9. Rangka hollow galvanis dipasang ukuran 40x20 mm. Setiap rangka diikat dengan
          menggunakan screw dengan menggunakan bor/obeng.                 
       10. Kemudian dilanjutkan dengan pemasangan plafon gipsum board dan PVC dengan
          menggunakan screew.                                             
       11. Selanjutnya adalah pekerjaan menutupi sambungan antar lembar gipsum dengan paper
          tape/kasa plafond untuk menghindari keretakan.                  
                                                                          
       12. Setelah selesai, dilakukan pekerjaan compound pada sambungan gipsum dan titik-titik
          sekrup.                                                         
       13. Lalu dilanjutkan dengan pengecatan plafon                      
                                                                          
                                                                          
      I. PEKERJAAN LANTAI KERAMIK                                         
                                                                          
        1. Lantai Kerja                                                   
                                                                          
          a. Lantai kerja perlu dikerjakan sebelum lantai Keramik dipasang. Syarat penting bagi
            lantai kerja antara lain rata, cukup keras sehingga tidak mudah amblas, dan kering.
          b. Lantai kerja atau lantai dasar berguna sebagai perletakan sebelum lantai Keramik
            dipasang.                                                     
          c. Lantai kerja dibuat setebal sesuai gambar. Lantai kerja ini dibuat dari adukan semen
            dan pasir. Adukan ini diletakkan di atas lapisan pasir yang sudah dipadatkan.
          d. Agar permukaan menjadi rata dan datar, biarkan lantai kerja tersebut kering dan
            mengalami proses penguapan sempurna.                          
          e. Bila perlu, biarkan lantai kerja yang sudah rata tersebut selama minimal 3 hari.
        2. Pemasangan Lantai Keramik                                      
          a. Permukaan lantai yang akan dipasang Keramik harus dalam keadaan bersih, cukup
            kering dan rata air.                                          
                                                                          
          b. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan/tangga/dinding
            yang ada. Pemasangan lantai Keramik dimulai dari tulangan ini.
          c. Siapkan bahan additive atau bahan yang bersifat sebagai perekat. Bahan perekat dapat
            berupa adukan semen. Adukan semen untuk pemasangan lantai Keramik harus penuh,
            baik permukaan dasar maupun dibadan belakang lantai Keramik yang terpasang.
          d. Rendam lantai Keramik dalam air bersih agar kotoran yang melekat pada lantai
            Keramik terlepas dan memperkuat atau menambah daya lekat lantai Keramik.
          e. Lantai Keramik dianginkan dengan cara diletakkan pada tempat dudukan/tatakan
                                                                          
            lantai Keramik setelah proses perendaman selesai.             
          f. Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai keramik. Penentuan peil ini untuk
            seluruh kesatuan peil didalam ruangan.                        
          g. Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi pada gambar
            kerja.                                                        
          h. Mulailah memasang lantai Keramik ke arah vertikal dan horisontal sesuai dengan
            benang yang sudah di seting terhadap ruangan, Kemudian lantai Keramik tersebut
            dipasang di atas campuran yang sudah diratakan                
          i. Padatkan secara rata. Ketuk Keramik lantai yang baru dipasang dan pastikan tidak
                                                                          
            ada yang kopong atau bagian dasar berongga karena itu akan membuat lantai
            Keramik lepas di kemudian hari. Periksa ketinggiannya apakah sudah sama rata
            dengan benang yang ditarik untuk menentukan ketinggian lantai.
          j. Setelah lantai Keramik kepalaan selesai deikerjakan, selanjutnya bisa memasang
            lantai Keramik pada seluruh bidang lantai ruangan.            
          k. Pasangan lantai Keramik sebaiknya mulai dari tengah ruangan, selanjutnya diikuti
            ruang lainnya sesuai arah pemasangannya.                      
          l. Cara pemasangan yang baik adalah lantai Keramik jangan dipasang secara
                                                                          
            keseluruhan, tetapi cukup sebagian dulu. Tujuannya untuk memberikan kesempatan
            agar lantai kerja menguap secara sempurna. Bagian yang belum dipasang lantai
            Keramik dapat ditutup Keramik setelah 1 hari. Jarak antar Keramik lantai (naat)
            sebaiknya tidak terlalu rapat, cukup 2-3 mm.                  
          m. Setelah semua lantai Keramik terpasang, kini giliran pemberian naat. Namun, perlu
            diperhatikan bahwa pemberian naat dilakukan setelah 7 hari pemasangan lantai
            Keramik. Tujuannya agar lantai Keramik yang dipasang sudah tidak mengalami
            kembang susut. Bahan untuk naat terbuat dari semen atau bahan lainnya yang sudah
            tersedia di toko bahan bangunan yang umumnya senada dengan warna lantai
                                                                          
            Keramik. Nat diisi dengan campuran pengisi nat (grout) semen atau bahan khusus.
            Lebar nat Keramik lantai = 4 s/d 5 mm.                        
          n. Untuk pemasangan lantai Keramik yang terlalu luas, sebaiknya diberikan expansion
            joint berupa celah 4 - 6 mm pada setiap luas bidang 16 m2. Nantinya celah tersebut
            diisi dengan bahan yang elastik dengan tujuan agar bila terjadi keretakan lantai
            Keramik atau terlepasnya lantai Keramik maka tidak akan merembet atau tidak semua
            lantai Keramik ikut rusak.                                    
          o. Amankan areal lantai Keramik yang baru dipasang dari lalu lalang orang selama 2–3
                                                                          
            hari. Lantai Keramik akan ambles karena adukan di bawahnya masih belum kuat
            untuk dibebani.                                               
          p. Dalam sebuah areal pemasangan 3×3 m biasanya terdapat 3–5 lantai Keramik yang
            kopong. Untuk itu segera bongkar dan ulangi pemasangannya.    
          q. Bersihkan segera bekas adukan grout pengisi nat yang telah diaplikasikan dan
            menempel di permukaan Bisa menggunakan bahan pembersih dengan kadar asam
            tidak lebih dari 5%. Setelah itu bersihkan dengan air bersih. 
                                                                          
                                                                          
                                                                          
      J. PEKERJAAN PENGECATAN                                             
                                                                          
         1. Semua peralatan gantung dan kunci serta perlengkapan lainnya, permukaan polesan
           mesin, pelat, instalasi lampu dan benda-benda sejenisnya yang berhubungan langsung
           dengan permukaan yang akan dicat, harus dilepas, ditutupi atau dilindungi, sebelum
           persiapan permukaan dan pengecatan dimulai;                    
         2. Pekerjaan harus dilakukan oleh orang-orang yang memang ahli dalam bidang tersebut;
         3. Permukaan yang akan dicat harus bersih sebelum dilakukan persiapan permukaan atau
                                                                          
           pelaksanaan pengecatan. Minyak dan lemak harus dihilangkan dengan memakai kain
           bersih dan zat pelarut/pembersih yang berkadar racun rendah dan mempunyai titik
           nyala diatas 38oC;                                             
         4. Pekerjaan pembersihan dan pengecatan harus diatur sedemikian rupa sehingga debu
                                                                          
           dan pecemar lain yang berasal dari proses pembersihan tersebut tidak jauh diatas
           permukaan cat yang baru dan basah.                             
         5. Kontraktor harus menyerahkan data teknis/brosur dan kartu warna dari cat yang akan
           digunakan, untuk disetujui terlebih dahulu oleh Konsultan Pengawas;
         6. Semua warna ditentukan oleh Konsultan Pengawas dan akan diterbitkan secara terpisah
           dalam suatu Skema Warna.                                       
         7. Cat yang telah disetujui untuk digunakan harus disimpan di lokasi proyek dalam
           kemasan tertutup, bertanda merek dagang dan mencanbtumkan identitas cat yang ada
                                                                          
           didalamnya, serta harus disetrahkan tidak kurang 2 (dua) bulan sebelum pekerjaan
           pengecatan, sehingga cukup dini untuk memungkinkan waktu pengujian selama 30
           (tiga puluh) hari;                                             
         8. Pada saat bahan cat tiba di lokasi, Kontraktor dan Pengawas Lapangan mengambil 1
           liter contoh dari setiap takaran yang ada dan diambil secar acak dari kaleng/kemasan
           yang masih tertutup. Isi dari kaleng/kemasan contoh harus diaduk dengan sempurna
           untuk memperoleh contoh yang benar-benar dapat mewakili;       
         9. Untuk pengujian, Kontraktor harus membuat contoh warna dari cat-cat tersebut di atas
           2 (dua) potongan kayu lapis atau panel semen berserat berukuran 300mm x 300mm
                                                                          
           untuk masing-masing warna. 1 (satu) contoh disimpan Kontraktor dan 1 (satu) contoh
           lagi disimpan Konsultan Pengawas guna memberikan kemungkinan untuk pengujian di
           masa mendatang bila bahan tersebut ternyata tidak memenuhi syarat setelah dikerjakan;
         10. Biaya pengadaan contoh bahan dan pembuatan contoh warna menjadi tanggung jawab
           Kontraktor.                                                    
         11. Dulux Alkali Killer (Solvent based primer Sealer) adalah pelarut untuk dinding untuk
           interior dan eksterior permukaan batu bata dan plester. Permukaan yang akan diberi
           Alkali harus bersih, kering dan bebas dari semua bahan yang dapat menyebabkan
                                                                          
           kerusakan lapisan atau menyebabkan kurangnya daya rekat cat seperti : kotoran,
           minyak, lilin dan lain lain.                                   
         12. Pastikan tembok yang akan dicat benar-benar kering (minimal satu bulan setelah
           acian), atau ketika pengetesan terhadap kelembaban tembok menunjukkan angka
           maksimal 16%.                                                  
         13. Bersihkan permukaan tembok dari sisa acian atau kotoran. Bersihkan juga tembok dari
           debu yang menempel.                                            
         14. Jika terdapat retak rambut atau lubang-lubang kecil pada tembok, gunakan plamir
           tembok atau wall filler untuk menutupnya. Aplikasi plamir (wall filler) hanya pada
                                                                          
           bagian yang retak (tidak diratakan ke seluruh permukaan tembok).
         15. Aplikasikan cat dasar alkali resisting primer (water based) tanpa pengenceran. Alkali
           memberikan daya lekat yang baik bagi cat akhir (top coat) dan mudah diaplikasikan.
           Gunakan alkali resisting primer (solvent based) untuk dinding luar atau dinding dengan
           kadar alkali yang tinggi.                                      
         16. Aplikasikan cat finish lapis pertama dengan pengenceran + 10%.
         17. Aplikasikan cat finish lapis kedua tanpa pengenceran. Jarak antara aplikasi cat finish
           pertama dan kedua minimal 2 jam.                               
                                                                          
         18. Permukaan Pelesteran dan Beton                               
           a. Permukaan pelesteran umumnya hanya boleh dicat sesudah sedikitnya selang
              waktu 4 (empat) minggu untuk mengering di udara terbuka. Semua pekerjaan
              pelesteran atau semen yang cacat harus dipotong dengan tepi-tepinya dan ditambal
              dengan pelesteran baru hingga tepi-tepinya bersambung menjadi rata dengan
              pelesteran sekelilingnya;                                   
           b. Permukaan pelesteran yang akan dicat harus dipersiapkan dengan menghilangkan
              bunga garam kering, bubuk besi, kapur, debu, lumpur, lemak, minyak, aspal,
                                                                          
              adukan yang berlebihan dan tetesan-tetesan adukan;          
           c. Sesaat sebelum pelapisan cat dasar dilakukan, permukaan pelesteran dibasahi
              secara menyeluruh dan seragam dengan tidak meninggalkan genangan air. Hal ini
              dapat dicapai dengan menyemprotkan air dalam bentuk kabut dengan memberikan
              selang waktu dari saat penyemprotan hingga air dapat diserap.
         19. Permukaan Gipsum                                             
           a. Permukaan gipsum harus kering, bebas dari debu, oli atau gemuk dan permukaan
              yang cacat telah diperbaiki sebelum pengecatan dimulai;     
           b. Kemudian permukaan gipsum tersebut harus dilapisi dengan cat dasar khusus
              untuk gipsum, untuk menutup permukaan yang berpori, seperti ditentukan dalam
              Spesifikasi Teknis;                                         
                                                                          
           c. Setelah cat dasar ini mengering dilanjutkan dengan pengecatan sesuai ketentuan
              Spesifikasi ini.                                            
         20. Penecatan harus dilakukan dengan ketebalan minimal (dalam keadaan cat kering),
            sesuai ketentuan berikut.                                     
            a. Permukaan Interior Pelesteran, Beton, Gipsum               
              Cat Dasar       : 1 (satu) lapis water-based sealer;        
              Cat Akhir       : 2 (dua) lapisan emulsion.                 
            b. Permukaan Eksterior Pelesteran, Beton, Panel Kalsium Silikat
                                                                          
              Cat Dasar       : 1 (satu) lapis water-based sealer;        
              Cat Akhir       : 2 (dua) lapisan emulsion khusus eksterior.
            c. Permukaan Interior dan Eksterior Pelesteran dengan Cat Akhir Berbahan Dasar
              Minyak.                                                     
              Cat Dasar      : 1 (satu) lapis masonry sealer;             
              Cat Akhir      : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high quality
                              gloss finish.                               
            d. Permukaan Besi/Baja.                                       
              Cat Dasar      : 1 (satu) lapis solvent-based anti-corrosive zinc
                                                                          
                              chromate primer.                            
              Undercoat      : 1 (satu) lapis undercoat.                  
              Cat Akhir      : 2 (dua) lapisan high quality solvent-based high quality
                              gloss finish.                               
         21. Ketebalan setiap lapisan cat (dalam keadaan kering) harus sesuai dengan ketentuan
            dan/atau standar pabrik pembuat cat yang telah disetujui untuk digunakan.
         22. Penyimpanan, Pencampuran dan Pengenceran                     
            a. Pada saat pengerjaan, cat tidak boleh menunjukkan tanda-tanda mengeras,
                                                                          
              membentuk selaput yang berlebihan dan tanda-tanda kerusakan lainnya;
            b. Cat harus diaduk, disaring secara menyeluruh dan juga agar seragam
              konsistensinya selama pengecatan;                           
            c. Bila disyaratkan oleh kedaan permukaan, suhu, cuaca dan metoda pengecatan,
              maka cat boleh diencerkan sesaat sebelum dilakukan pengecatan dengan mentaati
              petunjuk yang diberikan pembuat cat dan tidak melebihi jumlah 0,5 liter zat
              pengencer yang baik untuk 4 liter cat;                      
            d. Pemakaian zat pengencer tidak berarti lepasnya tanggung jawab kontraktor untuk
              memperoleh daya tahan cat yang tinggi (mampu menutup warna lapis di
                                                                          
              bawahnya).                                                  
         23. Metode Pengecatan                                            
            a. Cat dasar untuk permuakaan beton, pelesteran, panel kalsium silikat diberikan
              dengan kuas dan lapisan berikutnya boleh dengan kuas atau rol;
            b. Cat dasar untuk permukaan papan gipsum deberikan dengan kuas dan dan lapisan
              berikutnya boleh dengan kuas atau rol;                      
            c. Cat dasar untuk permukaan kayu harus diaplikasikan dengan kuas dan lapisan
              berikutnya boleh dengan kuas, rol atau semprotan;           
                                                                          
            d. Cat dasar untuk permukaan besi/baja diberikan dengan kuas atau disemprotkan
              dan lapisan berikutnya boleh menggunakan semprotan.         
         24. Pemasangan Kembali Barang-barang yang dilepas                
Sesudah selesainya pekerjaan pengecatan, maka barang-barang yang dilepas harus dipasang kembali oleh
pekerja yang ahli dalam bidangnya
Tenders also won by CV Raja Manambin
Authority
4 April 2018Pembangunan Panambahan Ruangan Puskesmas KinaliKab. Pasaman BaratRp 1,706,125,000
10 May 2021Pembangunan Jembatan Batang Likek Gadang Kecamatan Tigo NagariKab. PasamanRp 1,498,931,129
11 May 2021Rehabilitasi Jaringan Irigasi D.I. Anak Aia Putiah (Dak Penugasan)Kab. Pasaman BaratRp 933,980,000
17 October 2018Pembangunan Jembatan/Rajang Bancah Pabik KinaliKab. Pasaman BaratRp 500,000,000
4 April 2017Rehab Rumah Dinas Uptdk Puskesmas KinaliKab. Pasaman BaratRp 400,000,000
25 May 2023Peningkatan Jalan Usaha Tani Dusun Sungai Sirah Menuju Padang Kunik Jorong Durian Kapeh Nagari Tiku UtaraKab. AgamRp 230,400,000
19 August 2022Peningkatan Jalan Silambau - PT. Inkud - Kantor Camat Kinali Kec. KinaliKab. Pasaman BaratRp 189,999,055
18 August 2022Peningkatan Jalan Smp It Darur Taqwa Kecamatan Kinali Kec. KinaliKab. Pasaman BaratRp 189,999,055
17 November 2022Peningkatan Jalan Lingkungan Permukiman Bunut Jorong Alamanda Kecamatan KinaliKab. Pasaman BaratRp 164,534,836
9 November 2022Pemeliharaan Gedung/ BangunanKab. Pasaman BaratRp 99,999,900