| 0722917010526000 | Rp 1,571,983,200 | |
| 0665384996526000 | Rp 1,607,533,237 | |
| 0017522780526000 | Rp 1,627,965,536 | |
| 0943518688543000 | - | |
| 0704189877216000 | - | |
| 0015155104526000 | - | |
| 0857824023526000 | Rp 1,766,687,304 | |
| 0017522772526000 | - | |
| 0957537871526000 | - | |
| 0019152040526000 | - | |
CV Km52 | 0031928542322000 | - |
| 0210095162526000 | - | |
| 0750203879528000 | - | |
| 0012024626526000 | - | |
| 0022655146543000 | - | |
| 0211395868513000 | - | |
| 0827891292528000 | - | |
| 0410059166528000 | - | |
| 0018812248526000 | - | |
PT Varia Usaha Beton | 00*4**2****41**0 | - |
| 0027720952515000 | - | |
| 0705395143526000 | - | |
| 0210158598526000 | - | |
| 0011363587526000 | - | |
| 0721501112526000 | - | |
| 0011402526532000 | - | |
PT Cahaya Kencana Perkasa | 04*3**7****17**0 | - |
| 0014446496526000 | - | |
| 0011402476532000 | - | |
| 0210534137528000 | - | |
PT Dantosan Precon Perkasa | 00*5**1****31**0 | - |
CV Kusuma Karya Amanah | 04*4**9****26**0 | - |
| 0020827044526000 | - | |
| 0609670575524000 | - | |
| 0412111494604000 | - | |
| 0012024584526000 | - | |
| 0935912204528000 | - | |
| 0018812776528000 | - | |
| 0025210378211000 | - | |
| 0317411817532000 | - | |
| 0822906400403000 | - | |
| 0312755374526000 | - | |
| 0702650359545000 | - | |
| 0825560279528000 | - | |
| 0911814788526000 | - | |
| 0316936194526000 | - |
PEMERINTAH KOTA SURAKARTA
DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN
SERTA PERTANAHAN
Jalan Yosodipuro No.164 Telp/Fax (0271) 644320
E-mail : disperumkimtan@surakarta.go.id
SURAKARTA
57139
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
KEGIATAN PENINGKATAN KUALITAS KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH
DENGAN LUAS DI BAWAH 10 (SEPULUH) HA
PEKERJAAN PENANGANAN KAWASAN PERMUKIMAN KUMUH
KELURAHAN JEBRES KECAMATAN JEBRES KOTA SURAKARTA
(BANTUAN KEUANGAN PROVINSI JAWA TENGAH)
SKPD DINAS PERUMAHAN DAN KAWASAN PERMUKIMAN SERTA PERTANAHAN
KOTA SURAKARTA
TAHUN ANGGARAN 2023
1. LATAR BELAKANG :
Salah satu permasalahan pembangunan di perkotaan adalah munculnya arus
urbanisasi yang semakin deras diakibatkan ketimpangan laju pembangunan di
kota dibandingkan dengan di desa. Hal ini ditunjukkan dengan kondisi sosial
demografis di kawasan kumuh seperti kepadatan penduduk yang tinggi, kondisi
lingkungan yang tidak layak huni dan tidak memenuhi syarat serta minimnya
fasilitas umum dan fasilitas sosial berupa fasilitas pendidikan, kesehatan dan
sarana prasarana sosial budaya. Dilihat dari sisi pemanfaatan ruang permukiman,
permukiman kumuh diartikan sebagai permukiman yang tidak layak huni karena
ketidakteraturan bangunan, tingkat kepadatan bangunan yang tinggi, dan kualitas
bangunan serta sarana dan prasarana yang tidak memenuhi syarat. Penggunaan
ruang para permukiman kumuh tersebut seringkali berada pada suatu ruang yang
tidak sesuai dengan fungsi aslinya sehingga berubah menjadi fungsi permukiman,
seperti muncul kantung-kantung permukiman pada daerah sempadan untuk
kebutuhan ruang terbuka hijau atau lahan-lahan yang tidak sesuai dengan
peruntukkannya (squatters).
Kondisi di atas juga terjadi di Kota Surakarta. Beberapa kawasan permukiman di
wilayah Kota Surakarta mengalami penurunan kualitas sehingga mencapai taraf
kekumuhan dengan berbagai tingkatan dengan jenis karakteristik kekumuhan.
Berdasarkan SK Kumuh Kota Surakarta Tahun 2020 luasan kumuh masih sekitar
135,971 ha dan hingga akhir tahun 2022 masih menyisakan luasan kumuh seluas
87,277 ha. Untuk itu masih diperlukan kolaborasi pendanaan dalam rangka
penuntasan kawasan kumuh di Kota Surakarta. Wilayah kawasan kumuh yang
masih cukup luas berada di Kelurahan Jebres, yaitu dengan luasan kumuh awal
sebesar 12,426 ha. Hingga tahun 2023 ini wilayah kumuh di Kelurahan Jebres
belum banyak mendapatkan intervensi penanganan kumuh baik itu melalui
anggaran pemerintah kota maupun pemerintah pusat, salah satunya di RW 36
Kelurahan Jebres dengan luas deliniasi 2,761 ha. Untuk itu diperlukan
penanganan kumuh di Kelurahan Jebres dan permasalahan yang perlu segera
ditangani pada kawasan ini adalah terkait jalan dan drainase.
Kerangka Acuan Kerja ini disusun untuk mendapatkan penyedia jasa konsultasi
yang berkompeten dalam melaksanakan pekerjaan perencanaan teknis sehingga
pekerjaan Penanganan Kawasan Kumuh Kelurahan Jebres Kecamatan Jebres
Kota Surakarta ini dapat terlaksana dengan baik dan dapat
dipertanggungjawabkan.
2. MAKSUD DAN TUJUAN :
➢ Maksud
Maksud disusunnya Kerangka Acuan Kerja ini adalah sebagai pedoman untuk
pelaksanaan pekerjaan Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh
Kelurahan Jebres Kecamatan Jebres Kota Surakarta terutama dalam hal
peningkatan kualitas jalan lingkungan dan saluran lingkungan sebagai bagian
dari indikator kumuh yang perlu segera ditangani
➢ Tujuan
Tujuan dari kegiatan Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Kelurahan
Jebres Kecamatan Jebres Kota Surakarta ini adalah untuk meningkatkan
kualitas jalan dan saluran lingkungan yang berada dalam kawasan kumuh RW
36 Kelurahan Jebres Kota Surakarta sehingga dapat mengurangi luasan
kawasan kumuh yang ada di Kota Surakarta.
3. TARGET/ SASARAN :
Target/ Sasaran pekerjaan Penanganan Kawasan Permukiman Kumuh Kelurahan
Jebres Kecamatan Jebres Kota Surakarta ini adalah jalan lingkungan dan saluran
lingkungan di kawasan kumuh RW 36 Kelurahan Jebres Kota Surakarta
4. RUANG LINGKUP, LOKASI PEKERJAAN :
1) Ruang lingkup/ batasan lingkup pengadaan pekerjaan konstruksi:
Peningkatan kualitas jalan lingkungan dan saluran lingkungan
2) Lokasi pengadaan pekerjaan konstruksi yang akan dilaksanakan di :
Kawasan kumuh RT 01, 02 dan 04, RW 36 Kelurahan Jebres Kota Surakarta