Rekonstruksi Jalan Makula - Batualu

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 1442622
Date: 2 July 2024
Year: 2024
KLPD: Kab. Tana Toraja
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Gabungan Lumsum dan Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 500,000,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 500,000,000
Winner (Pemenang): CV Kinhaco Teknik
NPWP: 7*8**5****03**0
RUP Code: 50677276
Work Location: Kec. Sangalla Selatan - Tana Toraja (Kab.)
Participants: 24
Applicants
Reason
CV Kinhaco Teknik
07*8**5****03**0Rp 434,468,301-
0615604535805000Rp 440,925,400Peralatan yang ditawarkan tidak memenuhi dan salah satu personel yang ditawarkan sudah digunakan pada paket lain pemenang tender.
Padangloang Putra Perkasa, CV
05*5**9****05**0Rp 436,049,812Peralatan utama dan personel manajerial yang sama ditawarkan di paket pekerjaan lain
0019742816803000Rp 415,064,412Tidak memiliki pengalaman Pekerjaan Konstruksi dalam kurun waktu 4 (empat) tahun terakhir
0021528336803000Rp 449,975,010Bukti kepemilikan peralatan tidak memenuhi persyaratan, salah satu personel yang ditawarkan sudah digunakan pada paket lain pemenang tender dan RKK (pakta komitmen keselamatan konstruksi) tidak memenuhi.
0437267784809000Rp 423,890,248Pengalaman Personil tahun 2019 yang ditawarkan tidak sesuai ketentuan (pada tahun 2019, pekerjaan dengan anggaran 3 milyar termasuk dalam kualifikasi menengah/besar sehingga untuk persyaratan personil harus menggunakan SKA dengan ijasah S1).
0011379757801000--
0651350340803000--
0831779749805000--
Antito Karya
09*4**9****03**0--
0023858475807000--
0032404204806000--
CV Kaleena Bangun Konstruksi
05*8**9****03**0--
CV Triendra Utama
00*1**9****03**0--
0600799654805000--
0922134911803000--
0027218205814000--
0016293318803000--
0029340783804000--
0020311122803000--
PT Naqeelindo Mitra Perkasa
06*7**3****05**0--
CV Bambu Runcing
73*8**2****00**5--
0715061248805000--
CV Ganeeta Handara Konstruksi
04*9**8****03**0--
Attachment
PEMERINTAH     KABUPATEN     TANA   TORAJA                 
          DINAS   PEKERJAAN     UMUM   DAN   TATA  RUANG                 
                                                                         
         Jalan Mayjen S. Parman No. 120 Kamali – Makale Tlp. (0423) 22364-22559
                                                                         
                                                                         
                      URAIAN       SINGKAT                               
                                                                         
                          PEKERJAAN                                      
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
     K/L/D/I        : PEMERINTAH KABUPATEN TANA TORAJA                   
     INSTANSI       : DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA                      
     RUANG NAMA PPK : ODE SAWELINGGI, ST                                 
                                                                         
     PROGRAM        : PENYELENGGARAAN JALAN                              
     KEGIATAN       : PENYELENGGARAAN JALAN KABUPATEN/KOTA               
                                                                         
     SUB KEGIATAN   : PENYUSUNAN RENCANA, KEBIJAKAN DAN STRATEGI         
                     PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN SERTA PERENCANAAN       
                                                                         
                     TEKNIS PENYELENGGARAAN JALAN DAN JALAN              
     PEKERJAAN      : REKONSTRUKSI JALAN RUAS MAKULA - BATUALU           
                                                                         
     PAGU           : RP. 500.000.000,00-                                
                     (LIMA RATUS JUTA RUPIAH)                            
                                                                         
     LOKASI         : KABUPATEN TANA TORAJA                              
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                         TAHUN   ANGGARAN                                
                                                                         
                                 2024                                    
             URAIAN     S INGKAT     PEKERJAAN                           
                                                                         
                                                                         
 A. UMUM                                                                 
                                                                         
 1. PENDAHULUAN                                                          
                                                                         
           Pada setiap pembangunan proyek konstruksi jalan sebagai Penyedia Jasa diharuskan
                                                                         
    memahami secara menyeluruh tentang bagaimana tahapan pelaksanaan proyek yang akan
    dilaksanakan. Dimana setiap proyek memiliki kondisi dan kesulitan yang berbeda- beda sehingga perlu
                                                                         
    tatacara pelaksanaan yang berbeda pula. Sedangkan dalam kontrak kerja Penyedia Jasa diberikan
    batas waktu tertentu untuk menyelesaikan proyek secara tepat waktu. Disamping itu biaya
                                                                         
    pelaksanaan dan mutu hasil kerja turut dipertimbangkan agar tercapai target penyelesaian yang
                                                                         
    optimal. Oleh karena itu sebagai acuan Penyedia Jasa dalam melaksanakan pekerjaan perlu memahami
    tahapan metode pelaksanaan konstruksi yang tepat dan berkesinambungan dengan mempelajari
                                                                         
    rincian volume yang terdapat di Daftar Kuantitas Dan Harga serta Gambar Kerja yang tersedia.
                                                                         
 2. RUANG LINGKUP KEGIATAN                                               
    Kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota yang berada di Lingkup Instansi-Dinas
                                                                         
    Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Kabupaten Tana Toraja Tahun Anggaran 2024.
                                                                         
 3. LINGKUP PEKERJAAN                                                    
                                                                         
    Secara garis besar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan Pekerjaan pada Sub
    Kegiatan Rekonstruksi terbagi menjadi beberapa sub item pekerjaan.   
                                                                         
    Berikut dapat dijabarkan item-item pekerjaan adalah sebagai berikut :
       1) Divisi 1. Umum                                                 
            •  Pek.Mobilisasi                                            
            •  Manajemen dan Keselamatan Lalulintas                      
            •  Keselamatan dan Kesehatan Kerja                           
            •  Manajemen Mutu                                            
       2) Divisi 2. Drainase                                             
            •  Galian untuk Selokan Drainase dan Sal.Air                 
            •  Pasangan Batu Dengan Mortar                               
       3) Divisi 3. Pekerjaan Tanah & Geosintetik                        
            •  Galian Biasa                                              
            •  Galian Batu                                               
            •  Timbunan Pilihan (Urpil)                                  
       4) Divisi 7. Struktur                                             
            •  Beton Mutu Sedang, f’c 20Mpa (K.250)                      
            •  Beton Mutu Rendah , f’c 15Mpa (K.175)                     
            •  Baja Tulangan Sirip BjTS 280                              
            •  Pasangan Batu                                             
                                                                         
 B. PELAKSANAAN PEKERJAAN PENINGKATANJALAN                               
                                                                         
 1. BAGAN ALIR PEKERJAAN                                                 
                                                                         
                                                                         
          SPMK                                                           
                                                                         
                       Job Mix Formula                                   
                       Material dan Penyimpanan                          
                       Jadwal Pelaksanaan                                
                       Mobilisasi Personil                               
                                              Tidak Sesuai               
                       Mobilisasi Peralatan                              
                       Mobilisasi Tenaga Kerja                           
                                             Perhitungan Ulang           
                                                                         
                           Rencana           Justifikasi Teknis          
                                                                         
                        S H O P D R A W I N G  Addendum                  
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                         P E K E R J A A N                               
                       Pekerjaan Pendahuluan                             
                       Pekerjaan Drainase                                
                       Pekerjaan Tanah &                                 
                       Geosintetik                                       
                       Pekerjaan Struktur                                
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                                                                         
                         D O K U M E N                                   
                       A D M I N I S T R A S I                           
                                                                         
                       Back Up Data Quantity                             
                       Back Up Data Quality                              
                       Asbuild Drawing                                   
                       Foto Dokumentasi                                  
                       dan Bulanan                                       
                       Dan Dokumenlainyang                               
                       dipersyaratkan                                    
                                                                         
                                                                         
                            P H O          Masa Pemeliharaan             
                                                                         
                                                                         
                                              Selesai                    
 2. URAIAN PEKERJAAN                                                     
                                                                         
    a. DIVISI 1. PENDAHULUAN                                             
                                                                         
       Pekerjaan mobilisasi atau persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi
       kegiatan kegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi antara lain:
                                                                         
                                                                         
       1) Pembuatan Job Mix Formula                                      
          Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan pengambilan sampel
                                                                         
          bahan dari quary yang berdekatan dengan lokasi pekerjaan dan telah disetujui
          bersama pihak direksi teknis dan konsultan pengawas teknis, diantaranya yaitu : batu pecah,
                                                                         
          pasir dan semen dibawa ke laboratorium beton untuk dibuatkan Job Mix Formula/Job Mix
          Desain yang akan dipakai sebagai acuan kerja dalam pelaksanaan proyek.
                                                                         
                                                                         
       2) Kantor Lapangan dan Fasilitas (Direksi Keet)                   
          Tahap berikutnya menentukan lokasi basecamp, pembuatan kantor lapangan dan
                                                                         
          fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi perlatan sesuai
          dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan.                          
                                                                         
                                                                         
       3) Pengaturan Arus Transportasi Dan Pemeliharaan Arus Lalu Lintas 
          Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas transportasi dilakukan
                                                                         
          dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai disetiap kegiatan lapangan.
          Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus
                                                                         
          lalu lintas pada saat pelaksanaan.                             
                                                                         
       4) Rekayasa Lapangan                                              
                                                                         
          Dengan petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas survey/rekayasa lapangan
          dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari pekerjaan dan
                                                                         
          fasilitas yang ada dilokasi pekerjaan, sehingga dimungkinkan untuk mengadakan
          peninjauanulangterhadaprancangankerjayangtelahdiberikansystemdantatacara survey
                                                                         
          dikordinasikan dengan direksi teknis.                          
                                                                         
       5) Material dan Penyimpanan                                       
                                                                         
          Bahan material yang akan digunakan dalam pekerjaan harus menemui spesifikasi dan standar
          yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis
                                                                         
          dan Konsultan Pengawas. Semua material yang akan digunakan untuk
          proses pembuatan Lapis Pondasi Agregat Kelas A, B dan S, Tanah Timbunan, Semen, Asphalt, Pasir
                                                                         
          dan bahan material yang terdapat dalam spesifikasi telah mendapat persetujuan dari pihak
          Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas.                         
                                                                         
                                                                         
       6) Jadwal Pelaksanaan                                             
          Jadwal pelaksanaan dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknis untuk dibahas
                                                                         
          dan mendapat persetujuan pada saat dilaksanakan rapat pendahuluan (Pre construction
          Meeting/PCM).                                                  
                                                                         
                                                                         
       7) Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan                               
          Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi peralatan utama meliputi :
                                                                         
         1. Dumptruck 3 buah;                                            
         2. Vibrator Roller 10 Ton Single Drum L/W 2130 mm 1 buah;       
                                                                         
         3. Truk Mixer 2 buah;                                           
         4. Concrete mixer 2 buah;                                       
                                                                         
         5. Water Tanker/Tandon Air 1200 Liter Jumlah 2 buah;            
         6. Excavator PC 200 1 buah;                                     
                                                                         
         7. Alat bantu lainnya sesuai kebutuhan di lapangan.             
       8) Papan Nama Pekerjaan                                           
                                                                         
          a) Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek.
                                                                         
          b) Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi Pekerjaan.
                                                                         
          c) Bahan yang dipakai : kayu kasau, plywood, paku, semen dan lain-lain
          d) Papan mana proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan
                                                                         
          e) Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek             
                                                                         
       9) Mobilisasi Personil                                            
                                                                         
          Mobilisasi personil inti pada pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penugasan tenaga ahli
          maupun tenaga pendukung dan para pekerja dalam melaksanakan pekerjaan tersebut baik
                                                                         
          dilokasi sesuai kebutuhan yang disyaratkan dalam kontrak pelaksanaan pekerjaan
C. M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N                   
                                                                         
I. DIVISI 2. PEKERJAAN DRAINASE                                          
                                                                         
 A. PROTEKSI PAS. BATU DENGAN MORTAR                                     
    Pekerjaan ini mencakup pemasangan batu belah mengunakan mortar. Pelaksanaan pekerjaan
                                                                         
    proteksi pas. batu dengan mortar ini prosedurnya sebagai berikut :   
         ➢  Asumsi                                                       
                                                                         
         •  Menggunakan Alat Manual                                      
                                                                         
         •  Kapasitas kerja sesuai kapasitas alat yang disyaratkan       
         •  Kemiringan sesuai petunjuk Direksi Teknis                    
                                                                         
         ➢  Urutan Kerja/ MetodeKerja :                                  
                                                                         
         •  Batu dibersihkan dari bahan yang merugikan, yang dapat mengurangi kelekatan dengan
            adukan.                                                      
                                                                         
         •  Sebelum pemasangan, batu dibasahi seluruh permukaannya dan diberikan waktu yang
            cukup untuk proses penyerapan air sampai jenuh.              
                                                                         
         •  Suatu landasan dari adukan semen paling sedikit setebal 3 cm harus dipasang pada formasi
                                                                         
            yang telah disiapkan. Landasan adukan ini dikerjakan sedikit demi sedikit sedemikian rupa
            sehingga permukaan batu akan tertanam pada adukan sebelum mengeras.
                                                                         
         •  Batu ditanam dengan kuat di atas landasan adukan semen sedemikian rupa
            sehingga satu batu berdekatan dengan lainnya sampai mendapatkan tebal
                                                                         
            pelapisan yang diperlukan dimana tebal ini akan diukur tegak lurus terhadap
            lereng. Rongga yang terdapat di antara satu batu dengan lainnya diisi dengan
                                                                         
            adukandandikerjakansampaihampirsamaratadenganpermukaanlapisantetapi tidak
                                                                         
            sampai menutupi permukaan lapisan.                           
         •  Permukaan pekerjaan pasangan batu dengan mortar yang ter-ekspos diselesaikan dan
                                                                         
            dirawat seperti yang disyaratkan untuk pelapisan batu.       
         •  Penimbunan kembali di sekeliling struktur yang telah selesai dirawat sesuai
                                                                         
            dengan ketentuan.                                            
                                                                         
         ➢  Peralatan Yang Digunakan                                     
         •  Conc. Mixer                                                  
                                                                         
         •  Alat Bantu                                                   
II. DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH                                            
                                                                         
 A. GALIAN BIASA                                                         
    Pekerjaan ini mencakup penggarukan dan penyiapan permukaan tanah dasar atau permukaan tanah
                                                                         
    existing. Pelaksanaan pekerjaan galian biasa ini prosedurnya sebagai berikut :
                                                                         
      D Asumsi                                                           
         •  Menggunakan Alat Berat (Cara Mekanik)                        
                                                                         
         •  Kapasitas kerja sesuai kapasitas alat yang disyaratkan       
                                                                         
         •  Kemiringan sesuai petunjuk Direksi Teknis                    
      D Urutan Kerja/ Metode Kerja :                                     
                                                                         
         •  Penggalian dilaksanakan menurut kelandaian, garis, dan elevasi yang ditentukan dalam
            Gambar atau ditunjukkan oleh Direksi Pekerjaan dan mencakup pembuangan
                                                                         
            semua bahandalam bentuk apapun yang dijumpai, termasuk tanah, batu, batu bata,
            beton, pasangan batu dan bahan perkerasan lama, yang tidak digunakan untuk
                                                                         
            pekerjaan permanen.                                          
                                                                         
         •  Pekerjaan galian harus dilaksanakan dengan gangguan yang seminimal mungkin
            terhadap bahan di bawah dan di luar batas galian.            
                                                                         
         •  Tonjolan-tonjolan batu yang runcing pada permukaan yang terekspos tidak boleh
            tertinggaldansemuapecahanbatuyang diameternyalebihbesar dari 15 cmharus dibuang.
                                                                         
            Profil galian yang disyaratkan harus diperoleh dengan cara menimbun kembali dengan
            bahan yang disetujui Direksi Pekerjaan dan dipadatkan.       
                                                                         
         •  Semua galian terbuka harus diberi rambu peringatan dan penghalang (barikade)
                                                                         
            yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh ke dalamnya, dan
            setiap galian terbuka pada lokasi jalur lalu lintas maupun lokasi bahu jalan harus
                                                                         
            diberi rambu tambahan pada malam hari berupa drum yang dicat putih (atau yang
            sejenis).                                                    
                                                                         
       D Peralatan Yang Digunakan                                        
         •  Exavator                                                     
                                                                         
         •  Dump Truck                                                   
                                                                         
         •  Alat Bantu                                                   
 B. PEKERJAAN TIMBUNAN TANAH                                             
                                                                         
    Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan tanah atau bahan
                                                                         
    berbutir yang disetujui untuk pembuatan timbunan, untuk penimbunan kembali galian pipa atau
    struktur dan untuk timbunan umum yang diperlukan untuk membentuk dimensi timbunan
                                                                         
    sesuai dengan garis, kelandaian, dan elevasi penampang melintang yang disyaratkan atau disetujui
    oleh Direksi Pekerjaan.                                              
                                                                         
    a) Pengajuan Kesiapan Kerja                                          
         ➢  Untuk setiap timbunan yang akan dibayar menurut ketentuan Seksi dari
                                                                         
            Spesifikasi ini, Penyedia Jasa harus menyerahkan pengajuan kesiapan di bawah
                                                                         
            ini kepada Direksi Pekerjaan sebelum setiap persetujuan untuk memulai pekerjaan
            disetujuioleh Direksi Pekerjaan:                             
                                                                         
           •  Gambar detil penampang melintang yang menunjukkan permukaan yang telah
              dipersiapkan untuk penghamparan timbunan                   
                                                                         
           •  Hasil pengujian kepadatan yang membuktikan bahwa pemadatan pada
              permukaan yang telah disiapkan untuk timbunan yang akan dihampar cukup memadai,
                                                                         
              bilamana diperlukan menurut Pasal 3.2.3.1).b) di bawah ini.
                                                                         
         ➢  Penyedia Jasa harus menyerahkan hal-hal berikut ini kepada Direksi Pekerjaan paling
            lambat 14 hari sebelum tanggal yang diusulkan untuk penggunaan pertama
                                                                         
            kalinya sebagai bahan timbunan:                              
           •  Dua contoh masing-masing 50 kg untuk setiap jenis bahan, satu contoh harus
                                                                         
              disimpan oleh Direksi Pekerjaan untuk rujukan selama Periode Kontrak
           •  Pernyataan tentang asal dan komposisi setiap bahan yang diusulkan untuk bahan
                                                                         
              timbunan, bersama-sama dengan hasil pengujian laboratorium yang
                                                                         
              menunjukkan bahwa sifat-sifat bahan tersebut memenuhi ketentuan yang
              disyaratkan Pasal 3.2.2.                                   
                                                                         
         ➢  Penyedia Jasa harus menyerahkan hal-hal berikut ini dalam bentuk tertulis
            kepada Direksi Pekerjaan segera setelah selesainya setiap ruas pekerjaan, dan
                                                                         
            sebelum mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan, tidak diperkenankan
            menghampar bahan lain di atas pekerjaan timbunan sebelumnya :
                                                                         
           •  Hasil pengujian kepadatan seperti yang disyaratkan dalam Pasal 3.2.4
                                                                         
           •  Hasil pengukuran permukaan dan data survei yang menunjukkan bahwa
              toleransi permukaan yang disyaratkan dalam Pasal 3.2.1.3) dipenuhi
    b. Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan                                    
                                                                         
         ➢  Sebelum pekerjaan dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-
                                                                         
            data awal yang diambil pada saat joint survey dan gambar design lokasi ini diajukan
            dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan terlebih dahulu yaitu dengan gambar
                                                                         
            penampang melintang yang menunjukkan elevasi permukaan tiap titik.
         ➢  Setelah gambar design penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan
                                                                         
            pemasangan patok-patok elevasi (bowplang).                   
                                                                         
         ➢  Sebelum material didatangkan dari quarry yang telah disepakati bersamasama dengan
            Direksi, diadakan pengujian sample material selected terlebih dahulu. Dan setelah
                                                                         
            pengujian material telah disetujui oleh Direksi dan kemudian dituangkan ke
            dalam report hasil investigasi dan menjadi pegangan untuk pelaksanaan
                                                                         
            pengirimanmaterial untuk pekerjaan.                          
         ➢  Setelah itu, material dari quarry dikirim ke lokasi dengan memakai dump truk,
                                                                         
            dan pada lokasi telah tersedia peralatan penghamparan dan pemadatan serta water
            tank untuk menjaga pada saat penghamparan material tetap dalam kadar air yang telah
                                                                         
            disepakati bersama dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan.     
                                                                         
         ➢  Material dihampar dengan Motor Grader secara per layer dengan tebal hampar
            maksimum 20 cm dan kemudian diikuti dengan pemadatan oleh Vibro Roller yang
                                                                         
            juga telah disepakati jumlah lintasan pemadatan dan disetujui oleh Direksi
            Pekerjaan. Kemudian, apabila penghamparan dilaksanakan pada saat terik
                                                                         
            matahari yang mengakibatkan material menjadi kering dan terburai oleh
            hembusan angina maka segera dilakukan penyiraman air dengan water tank.
                                                                         
         ➢  Kemudian setelah penghamparan telah tercapai 200 m’ maka dilakukan test
            kepadatan dengan menggunakan alat Sandcone.                  
                                                                         
         ➢  Jika hasil test sudah sesuai lanjutkan pekerjaan lain.       
                                                                         
                                                                         
    c. Peralatan Yang Digunakan                                          
                                                                         
         ➢  Motor Grader                                                 
                                                                         
         ➢  Tandem Roller                                                
                                                                         
         ➢  Alat Bantu                                                   
 III. DIVISI 7. PEKERJAAN STRUKTUR                                         
                                                                           
                                                                           
                                                                           
 A. PEKERJAAN BAJA TULANGAN POLOS-BJTP 280                                 
                                                                           
    Pekerjaan ini harus mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan sesuai dengan Spesifikasi dan
    Gambar, atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.    
                                                                           
    Adapun prosedur pelaksanaan pekerjaan Baja Tulangan Polos-BJTP 280:    
       1. Sebelum penyetelan dan pemasangan baja tulangan dimulai, Pihak Kami membuat rencana kerja
                                                                           
          pemotongan dan pembengkokan baja tulangan (barbending schedule), yang sebelumnya
          diserahkan kepada Direksi Teknis / Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan.
                                                                           
       2. Tulangan bebas dari kotoran-kotoran seperti lemak, karet lepas, tanah, serta bahan- bahan atau
                                                                           
          kotoran yang bisa mengurangi daya letaknya.                      
       3. Pembengkokan baja tulangan dilakukan secara hati-hati dan teliti, sesuai dengan aturan dalam
                                                                           
          SKSNI. Pembengkokan tersebut dilakukan oleh tenaga yang ahli,    
                                                                           
          dengan menggunakan alat- Alat sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan cacat, patah dan
          retak-retak pada batang baja.                                    
                                                                           
       4. Pemasangan dan penyetalan tulangan berdasarkan peil-peil yang sesuai dengan gambar,
          dan sudah diperhitungkan mengenai toleransi penurunannya. Pemasangan dilakukan
                                                                           
          dengan menggunakan pengganjal jarak selimut beton (beton decking) untuk
                                                                           
          mendapatkan tebal selimut yang sesuai dengan gambar. Apabila hal tersebut tidak
          tercantum di dalam gambar atau dalam spesifikasi, maka dapat dipakai ketentuan
                                                                           
          dalam peraturan yang berlaku. Yang dimaksud dengan selimut beton adalah jarak
          minimum yang terdapat antara permukaan dari setiap besi beton termasuk begel
                                                                           
          terhadap permukaan beton yang terkecil atau terdekat untuk setiap bagian dari masing-
          masing pekerjaan beton.                                          
                                                                           
          Adapun ketebalan selimut beton minimum yang disyaratkan adalah : 
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
       5. Tulangan dipasang sedemikian rupa sehingga sebelum dan selama pengecoran tidak akan
                                                                           
          berubah tempatnya.                                               
       6. Ketebalan selimut beton dibuat dengan pengganjal yang umum dipakai dalam praktek,
                                                                           
          seperti terbuat dari beton (dengan mutu paling sedikit sama dengan mutu beton yang
          akan dicor), dengan jumlah minimum 4 buah setiap m2 cetakan atau lantai kerja, atau
                                                                           
          seperti yang diinstruksikan oleh Direksi Teknis / Konsultan Pengawas, dan tersebar
          merata.                                                          
                                                                           
 B. BETON MUTU SEDANG, FC’ 20 MPA (K-250)                                  
                                                                           
    Pekerjaan Struktur ini akan meliputi semua pengadaan material dan tenaga kerja untuk produksi serta
    pelaksanaan pekerjaan beton dan beton bertulang, termasuk uji kekuatan dan perawatannya, yang
                                                                           
    akan meliputi antara lain :                                            
       1. Material pembentukan beton                                       
       2. Pengadaan beton                                                  
                                                                           
       3. Pekerjaan beton                                                  
       4. Perawatan beton                                                  
                                                                           
       5. Uji kelayakan dan kekuatan beton                                 
                                                                           
    Minimal dengan kuat tekan silinder fc' = 20MPa, artinya mempunyai kuat tekan hancur
                                                                           
    karakteristik sebesar 20MPa pada benda uji silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm, saat
    umur beton 28 hari. Kuat tekan tersebut di atas adalah lebih kurang setara dengan mutu beton K-
                                                                           
    200 pada NI-2, yaitu kuat tekan hancur karakteristik sebesar 200 kg/cm2 pada benda uji kubus
    dengan sisi 150 mm, saat umur beton 28 hari. Kuat tekan karakteristik adalah kuat tekan beton yang sudah
                                                                           
    memperhitungkan adanya deviasi secara statistik pada sejumlah benda uji beton, baik itu silinder
    maupun kubus, sesuai dengan SKSNI-T15-1991, atau NI-2- 1971 dalam hal benda uji kubus.
                                                                           
                                                                           
    Pihak Kami sekurang-kurangnya dua minggu sebelum memulai pekerjaan beton membuat adukan
    percobaan (trial mixes) dengan menggunakan contoh bahan-bahan beton (semen, agregat, air dan
                                                                           
    bahan tambahan) yang akan digunakan nantinya untuk menunjukkan bahwa campuran tersebut
    memenuhi kriteria untuk mencaai mutu kerja kinerja beton yang diisyaratkan.
                                                                           
    Urutan pelaksanaan pekerjaan Beton F’c 20 Mpa(K-250) dan F’c 15 Mpa (K175) adalah
    sebagai berikut : Pengajuan Job Mix Design                             
    Trial campuran beton sesuai dengan Job Mix Design                      
       1. Beton secepat mungkin dicorkan setelah pengadukan, dan dilakukan sedemikian rupa
                                                                           
          sehingga tidak terjadi pengendapan agregat maupun bergesernya posisi acuan.
          Pengecoran dilaksanakan secara kontinyu dalam satu elemen struktur atau diantara siar
                                                                           
          pelaksanaan (construction joint) yang telahdisetujui.            
                                                                           
       2. Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum acuan/bekisting selesai
          diperiksa dan mendapat persetujuan Direksi Teknis / Konsultan Pengawas. Sebelum
                                                                           
          pengecoran dimulai, maka tempat yang akan dicor terlebih dahulu dibersihkan dari segala
          kotoran (potongan kayu, batu, tanah dan lainlain) dan dibasahi dengan air semen
                                                                           
       3. Pengecoran dilakukan secara berlapis dan kontinyu, atau dengan metode pengecoran
                                                                           
          yang diusulkan Pihak Kami dan disetujui oleh Direksi Teknis / Konsultan Pengawas , dengan
          memperhatikan cara atau urutan pengecoran terutama untuk volume pengecoran yang
                                                                           
          besar (beton massa), agar tidak terjadi cold joint dan juga menghindari kemungkinan
          degradasi atau kerusakan beton akibat panas hindrasi yang ditimbulkan. Untuk itu,
                                                                           
          sebelum pengecoran dilaksanakan, Pihak Kami menyampaikan usaha prosedur
          pengecoran yang optimum kepada Direksi Teknis / Konsultan Pengawas, untuk
                                                                           
          mendapatkan persetujuan Direksi Teknis / Konsultan Pengawas.     
       4. Selama proses pengecoran, perlu dilakukan uji slump dan pengambilan contoh benda uji,
                                                                           
          dengan disaksikan persetujuan dari Direksi Teknis / Konsultan Pengawas. Prosedur uji
                                                                           
          slump, jumlah dan cara pengambilan contoh benda uji dan contoh cetakannya sesuai
          dengan SKSNl, dan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Manajemen.
                                                                           
       5. Untuk pengecoran dengan mutu beton yang sama, yang diambil minimal 1 buah benda
          uji setiap 5 m3 pengecoran beton untuk volume pengecoran yang kurang dari 300 m3, atau
                                                                           
          minimal 1 buah setiap 10 m3 pengecoran beton untuk volume pengecoran yang lebih
          dari 300 m3, dalam bentuk silinder berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm.
       6. Selama pengecoran berlangsung, beton dipadatkan dengan memakai vibrator, yang dilakukan
          sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan. Penyedia menyediakan vibrator dalam
                                                                           
          jumlah yang cukup untuk menjamin efisiensi pekerjaan tanpa adanya penundaan.
          Pemadatan beton secara berlebihan sehingga menyebabkan pengendapan agregat,
                                                                           
          kebocoran acuan dan lain sebagainya, dihindarkan.                
       7. Beton pada umumnya dicor secara berlapis. Lapisan-lapisan ini masing - masing
                                                                           
          dipadatkan, dan dijaga sedemikian rupa supaya mempunyai ikatanyang baik satu sama
                                                                           
          lain.                                                            
       8. Beton dirawat (curing) dan dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan
                                                                           
          terhadap panas matahari, angin, hujan atau aliran air dan pengeringan sebelum
          waktunya.                                                        
                                                                           
       9. Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama minimal 14 hari, dengan
          cara menyemprotkan air atau menggenangkan air pada permukaan beton tersebut, atau
                                                                           
          dengan cara lain yang diusulkan Pihak Kami. Metode curing lebih dahulu diusulkan
                                                                           
          dan mendapatkan persetujuan Direksi Teknis / Konsultan Pengawas, sebelum proses
          pengerasan beton.                                                
                                                                           
    Untuk pengecoran beton pada waktu cuaca panas, curing dan perlindungan atas beton
    diperhatikan. Pihak Kontraktor bertanggung jawab atas retaknya beton karena kelalaian dalam
                                                                           
    melaksanakan pekerjaan curing ini.                                     
                                                                           
 C. PEKERJAAN PASANGAN BATU                                                
                                                                           
    Pekerjaan ini mencakup pemasangan batu belah. Pelaksanaan pekerjaan proteksi pas. batu
    ini prosedurnya sebagai berikut :                                      
                                                                           
         ➢  Asumsi                                                         
                                                                           
        a.  Menggunakan Alat Manual                                        
        b.  Kapasitas kerja sesuai kapasitas alat yang disyaratkan         
                                                                           
        c.  Kemiringan sesuai petunjuk Direksi Teknis                      
                                                                           
         ➢  Urutan Kerja/ Metode Kerja :                                   
         •  Batu dibersihkan dari bahan yang merugikan, yang dapat mengurangi kelekatan
                                                                           
            dengan adukan.                                                 
         •  Sebelum pemasangan, batu dibasahi seluruh permukaannya dan diberikan waktu yang
                                                                           
            cukup untuk proses penyerapan air sampai jenuh.                
                                                                           
         •  Suatu landasan dari adukan semen paling sedikit setebal 3 cm harus dipasang pada
            formasi yang telah disiapkan. Landasan adukan ini dikerjakan sedikit demi sedikit
                                                                           
            sedemikian rupa sehingga permukaan batu akan tertanam pada adukan sebelum
            mengeras.                                                      
                                                                           
         •  Batu ditanam dengan kuat di atas landasan adukan semen sedemikian rupa sehingga
            satu batu berdekatan dengan lainnya sampai mendapatkan tebal pelapisan yang
                                                                           
            diperlukan dimana tebal ini akan diukur tegak lurus terhadap lereng. Rongga yang
                                                                           
            terdapat di antara satu batu dengan lainnya diisi dengan adukan dan dikerjakan sampai
            hampir sama rata dengan permukaan lapisan tetapi tidak sampai menutupi permukaan
                                                                           
            lapisan.                                                       
         •  Permukaan pekerjaan pasangan batu dengan mortar yang ter-ekspos diselesaikan
            dan dirawat seperti yang disyaratkan untuk pelapisan batu.     
                                                                           
         •  Penimbunan kembali di sekeliling struktur yang telah selesai dirawat sesuai dengan
            ketentuan.                                                     
                                                                           
         ➢  Peralatan Yang Digunakan                                       
                                                                           
         •  Conc. Mixer                                                    
         •  Alat Bantu                                                     
D.  PENUTUP                                                                
                                                                           
    Untuk melaksanakan pekerjaan dalam butir tersebut diatas, berlaku dan mengikat :
                                                                           
      a. Gambar bestek yang dibuat Konsultan Perencana yang sudah disahkan oleh Pemberi Tugas
         termasuk juga gambar – gambar detail yang diselesaikan oleh Kontraktor dan sudah
                                                                           
         disahkan/disetujui oleh pengawas.                                 
                                                                           
      b. Gambar Shop Drawing                                               
                                                                           
      c. Rencana Kerja dan Syarat – Syarat ( RKS )/Spesifikasi.            
      d. Surat Perintah Kerja ( SPK ).                                     
                                                                           
      e. Surat Penawaran beserta lampiran – lampirannya.                   
                                                                           
      f. Jadwal Pelaksanaan ( Tentative Time Schedule ).                   
                                                                           
      g. Kontrak / Surat Perjanjian Pemborongan.                           
      h. Addendum Kontrak (Apabila Ada)                                    
                                                                           
      i. Instruksi – instruksi Direksi dan Pengawas.                       
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                         Tana Toraja, 16 Juni 2024         
                                       Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)      
                                                                           
                                      Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang  
                                          Kabupaten Tana Toraja            
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                                                           
                                               Ode Sawelinggi, ST          
                                            NIP. 19830107 200903 1 002