| Reason | |||
|---|---|---|---|
CV Sejahtera Muda | 09*7**3****03**0 | Rp 821,977,652 | Tidak menghadiri undangan pembuktian kualifikasi |
| 0032432148803000 | Rp 868,776,102 | - | |
| 0019742816803000 | - | - | |
CV Triendra Utama | 00*1**9****03**0 | - | - |
| 0623535952814000 | - | - | |
CV Latanete | 00*1**8****03**0 | - | - |
| 0317274397804000 | - | - | |
| 0015838667803000 | - | - | |
CV Epitome Jaya Perkasa | 05*0**2****03**0 | - | - |
PT Naqeelindo Mitra Perkasa | 06*7**3****05**0 | - | - |
| 0813863214801000 | - | - | |
| 0856176011803000 | - | - | |
| 0749636585803000 | - | - | |
| 0033022344805000 | - | - | |
| 0437267784809000 | - | - | |
| 0752375386803000 | - | - |
PEMERINTAH KABUPATEN TANA TORAJA
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA RUANG
Jalan Mayjen S. Parman No. 120 Kamali – Makale Tlp. (0423) 22364-22559
URAIAN SINGKAT
PEKERJAAN
K/L/D/I : PEMERINTAH KABUPATEN TANA TORAJA
INSTANSI : DINAS PEKERJAAN UMUM DAN TATA
RUANG NAMA PPK : ODE SAWELINGGI, ST
PROGRAM : PENYELENGGARAAN JALAN
KEGIATAN : PENYELENGGARAAN JALAN KABUPATEN/KOTA
SUB KEGIATAN : PENYUSUNAN RENCANA, KEBIJAKAN DAN STRATEGI
PENGEMBANGAN JARINGAN JALAN SERTA PERENCANAAN
TEKNIS PENYELENGGARAAN JALAN DAN JALAN
PEKERJAAN : REKONSTRUKSI JALAN RUAS BATUALU – BALALO (SEGMEN
II)
PAGU : RP. 945.410.000,00
(SEMBILAN RATUS EMPAT PULUH LIMA JUTA EMPAT RATUS
SEPULUH RIBU RUPIAH)
LOKASI : KECAMATAN SANGALLA SELATAN KABUPATEN TANA
TORAJA
TAHUN ANGGARAN
2024
URAIAN S INGKAT PEKERJAAN
A. UMUM
1. PENDAHULUAN
Pada setiap pembangunan proyek konstruksi jalan sebagai Penyedia Jasa diharuskan
memahami secara menyeluruh tentang bagaimana tahapan pelaksanaan proyek yang akan
dilaksanakan. Dimana setiap proyek memiliki kondisi dan kesulitan yang berbeda- beda sehingga perlu
tatacara pelaksanaan yang berbeda pula. Sedangkan dalam kontrak kerja Penyedia Jasa diberikan
batas waktu tertentu untuk menyelesaikan proyek secara tepat waktu. Disamping itu biaya
pelaksanaan dan mutu hasil kerja turut dipertimbangkan agar tercapai target penyelesaian yang
optimal. Oleh karena itu sebagai acuan Penyedia Jasa dalam melaksanakan pekerjaan perlu memahami
tahapan metode pelaksanaan konstruksi yang tepat dan berkesinambungan dengan mempelajari
rincian volume yang terdapat di Daftar Kuantitas Dan Harga serta Gambar Kerja yang tersedia.
2. RUANG LINGKUP KEGIATAN
Kegiatan Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota yang berada di Lingkup Instansi-Dinas
Pekerjaan Umum Dan Tata Ruang Kabupaten Tana Toraja Tahun Anggaran 2024.
3. LINGKUP PEKERJAAN
Secara garis besar lingkup pekerjaan yang dilaksanakan dalam pelaksanaan Pekerjaan pada Sub
Kegiatan Rekonstruksi terbagi menjadi beberapa sub item pekerjaan.
Berikut dapat dijabarkan item-item pekerjaan adalah sebagai berikut :
1) Divisi 1. Umum
• Pek.Mobilisasi
• Manajemen dan Keselamatan Lalulintas
• Keselamatan dan Kesehatan Kerja
• Manajemen Mutu
2) Divisi 3. Pekerjaan Tanah & Geosintetik
• Galian Biasa
• Galian Batu
• Timbunan Pilihan (Urpil)
3) Divisi 7. Struktur
• Beton Mutu Sedang, f’c 20Mpa (K.250)
• Baja Tulangan Sirip BjTS 280
• Pasangan Batu
B. PELAKSANAAN PEKERJAAN PENINGKATANJALAN
1. BAGAN ALIR PEKERJAAN
SPMK
Job Mix Formula
Material dan Penyimpanan
Jadwal Pelaksanaan
Mobilisasi Personil
Tidak Sesuai
Mobilisasi Peralatan
Mobilisasi Tenaga Kerja
Perhitungan Ulang
Rencana Justifikasi Teknis
S H O P D R A W I N G Addendum
P E K E R J A A N
Pekerjaan Pendahuluan
Pekerjaan Drainase
Pekerjaan Tanah &
Geosintetik
Pekerjaan Struktur
D O K U M E N
A D M I N I S T R A S I
Back Up Data Quantity
Back Up Data Quality
Asbuild Drawing
Foto Dokumentasi
dan Bulanan
Dan Dokumenlainyang
dipersyaratkan
P H O Masa Pemeliharaan
Selesai
2. URAIAN PEKERJAAN
a. DIVISI 1. PENDAHULUAN
Pekerjaan mobilisasi atau persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi
kegiatan kegiatan pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi antara lain:
1) Pembuatan Job Mix Formula
Sebelum pekerjaan utama dilaksanakan terlebih dahulu dilaksanakan pengambilan sampel
bahan dari quary yang berdekatan dengan lokasi pekerjaan dan telah disetujui
bersama pihak direksi teknis dan konsultan pengawas teknis, diantaranya yaitu : batu pecah,
pasir dan semen dibawa ke laboratorium beton untuk dibuatkan Job Mix Formula/Job Mix
Desain yang akan dipakai sebagai acuan kerja dalam pelaksanaan proyek.
2) Kantor Lapangan dan Fasilitas (Direksi Keet)
Tahap berikutnya menentukan lokasi basecamp, pembuatan kantor lapangan dan
fasilitasnya dilokasi proyek dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi perlatan sesuai
dengan tahapan pelaksanaan pekerjaan.
3) Pengaturan Arus Transportasi Dan Pemeliharaan Arus Lalu Lintas
Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, pengaturan arus lalu lintas transportasi dilakukan
dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas yang memadai disetiap kegiatan lapangan.
Bila diperlukan dapat ditempatkan petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus
lalu lintas pada saat pelaksanaan.
4) Rekayasa Lapangan
Dengan petunjuk Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas survey/rekayasa lapangan
dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari pekerjaan dan
fasilitas yang ada dilokasi pekerjaan, sehingga dimungkinkan untuk mengadakan
peninjauanulangterhadaprancangankerjayangtelahdiberikansystemdantatacara survey
dikordinasikan dengan direksi teknis.
5) Material dan Penyimpanan
Bahan material yang akan digunakan dalam pekerjaan harus menemui spesifikasi dan standar
yang berlaku, baik ukuran, type maupun ketentuan lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis
dan Konsultan Pengawas. Semua material yang akan digunakan untuk
proses pembuatan Lapis Pondasi Agregat Kelas A, B dan S, Tanah Timbunan, Semen, Asphalt, Pasir
dan bahan material yang terdapat dalam spesifikasi telah mendapat persetujuan dari pihak
Direksi Teknis dan Konsultan Pengawas.
6) Jadwal Pelaksanaan
Jadwal pelaksanaan dibuat pihak kontraktor, diajukan kepada Direksi Teknis untuk dibahas
dan mendapat persetujuan pada saat dilaksanakan rapat pendahuluan (Pre construction
Meeting/PCM).
7) Pelaksanaan Mobilisasi Peralatan
Dalam pelaksanaan proyek ini mobilisasi peralatan utama meliputi :
1. Dumptruck 3 buah;
2. Vibrator Roller 10 Ton Single Drum L/W 2130 mm 1 buah;
3. Truk Mixer 2 buah;
4. Concrete mixer 3 buah;
5. Wheel Excavator PC 50 1 buah;
6. Excavator PC 200 1 buah;
7. Alat bantu lainnya sesuai kebutuhan di lapangan.
8) Papan Nama Pekerjaan
a) Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai proyek.
b) Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi Pekerjaan.
c) Bahan yang dipakai : kayu kasau, plywood, paku, semen dan lain-lain
d) Papan mana proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan
e) Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek
9) Mobilisasi Personil
Mobilisasi personil inti pada pelaksanaan pekerjaan ini meliputi penugasan tenaga ahli
maupun tenaga pendukung dan para pekerja dalam melaksanakan pekerjaan tersebut baik
dilokasi sesuai kebutuhan yang disyaratkan dalam kontrak pelaksanaan pekerjaan
C. M E T O D E P E L A K S A N A A N P E K E R J A A N
I. DIVISI 2. PEKERJAAN DRAINASE
A. PROTEKSI PAS. BATU DENGAN MORTAR
Pekerjaan ini mencakup pemasangan batu belah mengunakan mortar. Pelaksanaan pekerjaan
proteksi pas. batu dengan mortar ini prosedurnya sebagai berikut :
➢ Asumsi
• Menggunakan Alat Manual
• Kapasitas kerja sesuai kapasitas alat yang disyaratkan
• Kemiringan sesuai petunjuk Direksi Teknis
➢ Urutan Kerja/ MetodeKerja :
• Batu dibersihkan dari bahan yang merugikan, yang dapat mengurangi kelekatan dengan
adukan.
• Sebelum pemasangan, batu dibasahi seluruh permukaannya dan diberikan waktu yang
cukup untuk proses penyerapan air sampai jenuh.
• Suatu landasan dari adukan semen paling sedikit setebal 3 cm harus dipasang pada formasi
yang telah disiapkan. Landasan adukan ini dikerjakan sedikit demi sedikit sedemikian rupa
sehingga permukaan batu akan tertanam pada adukan sebelum mengeras.
• Batu ditanam dengan kuat di atas landasan adukan semen sedemikian rupa
sehingga satu batu berdekatan dengan lainnya sampai mendapatkan tebal
pelapisan yang diperlukan dimana tebal ini akan diukur tegak lurus terhadap
lereng. Rongga yang terdapat di antara satu batu dengan lainnya diisi dengan
adukandandikerjakansampaihampirsamaratadenganpermukaanlapisantetapi tidak
sampai menutupi permukaan lapisan.
• Permukaan pekerjaan pasangan batu dengan mortar yang ter-ekspos diselesaikan dan
dirawat seperti yang disyaratkan untuk pelapisan batu.
• Penimbunan kembali di sekeliling struktur yang telah selesai dirawat sesuai
dengan ketentuan.
➢ Peralatan Yang Digunakan
• Conc. Mixer
• Alat Bantu
II. DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
A. GALIAN BIASA
Pekerjaan ini mencakup penggarukan dan penyiapan permukaan tanah dasar atau permukaan tanah
existing. Pelaksanaan pekerjaan galian biasa ini prosedurnya sebagai berikut :
D Asumsi
• Menggunakan Alat Berat (Cara Mekanik)
• Kapasitas kerja sesuai kapasitas alat yang disyaratkan
• Kemiringan sesuai petunjuk Direksi Teknis
D Urutan Kerja/ Metode Kerja :
• Penggalian dilaksanakan menurut kelandaian, garis, dan elevasi yang ditentukan dalam
Gambar atau ditunjukkan oleh Direksi Pekerjaan dan mencakup pembuangan
semua bahandalam bentuk apapun yang dijumpai, termasuk tanah, batu, batu bata,
beton, pasangan batu dan bahan perkerasan lama, yang tidak digunakan untuk
pekerjaan permanen.
• Pekerjaan galian harus dilaksanakan dengan gangguan yang seminimal mungkin
terhadap bahan di bawah dan di luar batas galian.
• Tonjolan-tonjolan batu yang runcing pada permukaan yang terekspos tidak boleh
tertinggaldansemuapecahanbatuyang diameternyalebihbesar dari 15 cmharus dibuang.
Profil galian yang disyaratkan harus diperoleh dengan cara menimbun kembali dengan
bahan yang disetujui Direksi Pekerjaan dan dipadatkan.
• Semua galian terbuka harus diberi rambu peringatan dan penghalang (barikade)
yang cukup untuk mencegah pekerja atau orang lain terjatuh ke dalamnya, dan
setiap galian terbuka pada lokasi jalur lalu lintas maupun lokasi bahu jalan harus
diberi rambu tambahan pada malam hari berupa drum yang dicat putih (atau yang
sejenis).
D Peralatan Yang Digunakan
• Exavator
• Dump Truck
• Alat Bantu
B. PEKERJAAN TIMBUNAN TANAH
Pekerjaan ini mencakup pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan tanah atau bahan
berbutir yang disetujui untuk pembuatan timbunan, untuk penimbunan kembali galian pipa atau
struktur dan untuk timbunan umum yang diperlukan untuk membentuk dimensi timbunan
sesuai dengan garis, kelandaian, dan elevasi penampang melintang yang disyaratkan atau disetujui
oleh Direksi Pekerjaan.
a) Pengajuan Kesiapan Kerja
➢ Untuk setiap timbunan yang akan dibayar menurut ketentuan Seksi dari
Spesifikasi ini, Penyedia Jasa harus menyerahkan pengajuan kesiapan di bawah
ini kepada Direksi Pekerjaan sebelum setiap persetujuan untuk memulai pekerjaan
disetujuioleh Direksi Pekerjaan:
• Gambar detil penampang melintang yang menunjukkan permukaan yang telah
dipersiapkan untuk penghamparan timbunan
• Hasil pengujian kepadatan yang membuktikan bahwa pemadatan pada
permukaan yang telah disiapkan untuk timbunan yang akan dihampar cukup memadai,
bilamana diperlukan menurut Pasal 3.2.3.1).b) di bawah ini.
➢ Penyedia Jasa harus menyerahkan hal-hal berikut ini kepada Direksi Pekerjaan paling
lambat 14 hari sebelum tanggal yang diusulkan untuk penggunaan pertama
kalinya sebagai bahan timbunan:
• Dua contoh masing-masing 50 kg untuk setiap jenis bahan, satu contoh harus
disimpan oleh Direksi Pekerjaan untuk rujukan selama Periode Kontrak
• Pernyataan tentang asal dan komposisi setiap bahan yang diusulkan untuk bahan
timbunan, bersama-sama dengan hasil pengujian laboratorium yang
menunjukkan bahwa sifat-sifat bahan tersebut memenuhi ketentuan yang
disyaratkan Pasal 3.2.2.
➢ Penyedia Jasa harus menyerahkan hal-hal berikut ini dalam bentuk tertulis
kepada Direksi Pekerjaan segera setelah selesainya setiap ruas pekerjaan, dan
sebelum mendapat persetujuan dari Direksi Pekerjaan, tidak diperkenankan
menghampar bahan lain di atas pekerjaan timbunan sebelumnya :
• Hasil pengujian kepadatan seperti yang disyaratkan dalam Pasal 3.2.4
• Hasil pengukuran permukaan dan data survei yang menunjukkan bahwa
toleransi permukaan yang disyaratkan dalam Pasal 3.2.1.3) dipenuhi
b. Prosedur Pelaksanaan Pekerjaan
➢ Sebelum pekerjaan dimulai, terlebih dahulu mempersiapkan gambar design dari data-
data awal yang diambil pada saat joint survey dan gambar design lokasi ini diajukan
dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan terlebih dahulu yaitu dengan gambar
penampang melintang yang menunjukkan elevasi permukaan tiap titik.
➢ Setelah gambar design penampang melintang disetujui, kemudian dilaksanakan
pemasangan patok-patok elevasi (bowplang).
➢ Sebelum material didatangkan dari quarry yang telah disepakati bersamasama dengan
Direksi, diadakan pengujian sample material selected terlebih dahulu. Dan setelah
pengujian material telah disetujui oleh Direksi dan kemudian dituangkan ke
dalam report hasil investigasi dan menjadi pegangan untuk pelaksanaan
pengirimanmaterial untuk pekerjaan.
➢ Setelah itu, material dari quarry dikirim ke lokasi dengan memakai dump truk,
dan pada lokasi telah tersedia peralatan penghamparan dan pemadatan serta water
tank untuk menjaga pada saat penghamparan material tetap dalam kadar air yang telah
disepakati bersama dan disetujui oleh Direksi Pekerjaan.
➢ Material dihampar dengan Motor Grader secara per layer dengan tebal hampar
maksimum 20 cm dan kemudian diikuti dengan pemadatan oleh Vibro Roller yang
juga telah disepakati jumlah lintasan pemadatan dan disetujui oleh Direksi
Pekerjaan. Kemudian, apabila penghamparan dilaksanakan pada saat terik
matahari yang mengakibatkan material menjadi kering dan terburai oleh
hembusan angina maka segera dilakukan penyiraman air dengan water tank.
➢ Kemudian setelah penghamparan telah tercapai 200 m’ maka dilakukan test
kepadatan dengan menggunakan alat Sandcone.
➢ Jika hasil test sudah sesuai lanjutkan pekerjaan lain.
c. Peralatan Yang Digunakan
➢ Motor Grader
➢ Tandem Roller
➢ Alat Bantu
III. DIVISI 7. PEKERJAAN STRUKTUR
A. PEKERJAAN BAJA TULANGAN POLOS-BJTP 280
Pekerjaan ini harus mencakup pengadaan dan pemasangan baja tulangan sesuai dengan Spesifikasi dan
Gambar, atau sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi Pekerjaan.
Adapun prosedur pelaksanaan pekerjaan Baja Tulangan Polos-BJTP 280:
1. Sebelum penyetelan dan pemasangan baja tulangan dimulai, Pihak Kami membuat rencana kerja
pemotongan dan pembengkokan baja tulangan (barbending schedule), yang sebelumnya
diserahkan kepada Direksi Teknis / Konsultan Pengawas untuk mendapatkan persetujuan.
2. Tulangan bebas dari kotoran-kotoran seperti lemak, karet lepas, tanah, serta bahan- bahan atau
kotoran yang bisa mengurangi daya letaknya.
3. Pembengkokan baja tulangan dilakukan secara hati-hati dan teliti, sesuai dengan aturan dalam
SKSNI. Pembengkokan tersebut dilakukan oleh tenaga yang ahli,
dengan menggunakan alat- Alat sedemikian rupa sehingga tidak menimbulkan cacat, patah dan
retak-retak pada batang baja.
4. Pemasangan dan penyetalan tulangan berdasarkan peil-peil yang sesuai dengan gambar,
dan sudah diperhitungkan mengenai toleransi penurunannya. Pemasangan dilakukan
dengan menggunakan pengganjal jarak selimut beton (beton decking) untuk
mendapatkan tebal selimut yang sesuai dengan gambar. Apabila hal tersebut tidak
tercantum di dalam gambar atau dalam spesifikasi, maka dapat dipakai ketentuan
dalam peraturan yang berlaku. Yang dimaksud dengan selimut beton adalah jarak
minimum yang terdapat antara permukaan dari setiap besi beton termasuk begel
terhadap permukaan beton yang terkecil atau terdekat untuk setiap bagian dari masing-
masing pekerjaan beton.
Adapun ketebalan selimut beton minimum yang disyaratkan adalah :
5. Tulangan dipasang sedemikian rupa sehingga sebelum dan selama pengecoran tidak akan
berubah tempatnya.
6. Ketebalan selimut beton dibuat dengan pengganjal yang umum dipakai dalam praktek,
seperti terbuat dari beton (dengan mutu paling sedikit sama dengan mutu beton yang
akan dicor), dengan jumlah minimum 4 buah setiap m2 cetakan atau lantai kerja, atau
seperti yang diinstruksikan oleh Direksi Teknis / Konsultan Pengawas, dan tersebar
merata.
B. BETON MUTU SEDANG, FC’ 20 MPA (K-250)
Pekerjaan Struktur ini akan meliputi semua pengadaan material dan tenaga kerja untuk produksi serta
pelaksanaan pekerjaan beton dan beton bertulang, termasuk uji kekuatan dan perawatannya, yang
akan meliputi antara lain :
1. Material pembentukan beton
2. Pengadaan beton
3. Pekerjaan beton
4. Perawatan beton
5. Uji kelayakan dan kekuatan beton
Minimal dengan kuat tekan silinder fc' = 20MPa, artinya mempunyai kuat tekan hancur
karakteristik sebesar 20MPa pada benda uji silinder dengan diameter 150 mm dan tinggi 300 mm, saat
umur beton 28 hari. Kuat tekan tersebut di atas adalah lebih kurang setara dengan mutu beton K-
200 pada NI-2, yaitu kuat tekan hancur karakteristik sebesar 200 kg/cm2 pada benda uji kubus
dengan sisi 150 mm, saat umur beton 28 hari. Kuat tekan karakteristik adalah kuat tekan beton yang sudah
memperhitungkan adanya deviasi secara statistik pada sejumlah benda uji beton, baik itu silinder
maupun kubus, sesuai dengan SKSNI-T15-1991, atau NI-2- 1971 dalam hal benda uji kubus.
Pihak Kami sekurang-kurangnya dua minggu sebelum memulai pekerjaan beton membuat adukan
percobaan (trial mixes) dengan menggunakan contoh bahan-bahan beton (semen, agregat, air dan
bahan tambahan) yang akan digunakan nantinya untuk menunjukkan bahwa campuran tersebut
memenuhi kriteria untuk mencaai mutu kerja kinerja beton yang diisyaratkan.
Urutan pelaksanaan pekerjaan Beton F’c 20 Mpa(K-250) adalahsebagai berikut :
Pengajuan Job Mix Design
Trial campuran beton sesuai dengan Job Mix Design
1. Beton secepat mungkin dicorkan setelah pengadukan, dan dilakukan sedemikian rupa
sehingga tidak terjadi pengendapan agregat maupun bergesernya posisi acuan.
Pengecoran dilaksanakan secara kontinyu dalam satu elemen struktur atau diantara siar
pelaksanaan (construction joint) yang telahdisetujui.
2. Pengecoran beton tidak dibenarkan untuk dimulai sebelum acuan/bekisting selesai
diperiksa dan mendapat persetujuan Direksi Teknis / Konsultan Pengawas. Sebelum
pengecoran dimulai, maka tempat yang akan dicor terlebih dahulu dibersihkan dari segala
kotoran (potongan kayu, batu, tanah dan lainlain) dan dibasahi dengan air semen
3. Pengecoran dilakukan secara berlapis dan kontinyu, atau dengan metode pengecoran
yang diusulkan Pihak Kami dan disetujui oleh Direksi Teknis / Konsultan Pengawas , dengan
memperhatikan cara atau urutan pengecoran terutama untuk volume pengecoran yang
besar (beton massa), agar tidak terjadi cold joint dan juga menghindari kemungkinan
degradasi atau kerusakan beton akibat panas hindrasi yang ditimbulkan. Untuk itu,
sebelum pengecoran dilaksanakan, Pihak Kami menyampaikan usaha prosedur
pengecoran yang optimum kepada Direksi Teknis / Konsultan Pengawas, untuk
mendapatkan persetujuan Direksi Teknis / Konsultan Pengawas.
4. Selama proses pengecoran, perlu dilakukan uji slump dan pengambilan contoh benda uji,
dengan disaksikan persetujuan dari Direksi Teknis / Konsultan Pengawas. Prosedur uji
slump, jumlah dan cara pengambilan contoh benda uji dan contoh cetakannya sesuai
dengan SKSNl, dan terlebih dahulu mendapat persetujuan dari Manajemen.
5. Untuk pengecoran dengan mutu beton yang sama, yang diambil minimal 1 buah benda
uji setiap 5 m3 pengecoran beton untuk volume pengecoran yang kurang dari 300 m3, atau
minimal 1 buah setiap 10 m3 pengecoran beton untuk volume pengecoran yang lebih
dari 300 m3, dalam bentuk silinder berdiameter 150 mm dan tinggi 300 mm.
6. Selama pengecoran berlangsung, beton dipadatkan dengan memakai vibrator, yang dilakukan
sedemikian rupa sehingga tidak merusak acuan. Penyedia menyediakan vibrator dalam jumlah yang
cukup untuk menjamin efisiensi pekerjaan tanpa adanya penundaan. Pemadatan beton secara
berlebihan sehingga menyebabkan pengendapan agregat, kebocoran acuan dan lain sebagainya,
dihindarkan.
7. Beton pada umumnya dicor secara berlapis. Lapisan-lapisan ini masing - masing
dipadatkan, dan dijaga sedemikian rupa supaya mempunyai ikatanyang baik satu sama
lain.
8. Beton dirawat (curing) dan dilindungi selama berlangsungnya proses pengerasan
terhadap panas matahari, angin, hujan atau aliran air dan pengeringan sebelum
waktunya.
9. Semua permukaan beton yang terbuka dijaga tetap basah selama minimal 14 hari, dengan
cara menyemprotkan air atau menggenangkan air pada permukaan beton tersebut, atau
dengan cara lain yang diusulkan Pihak Kami. Metode curing lebih dahulu diusulkan
dan mendapatkan persetujuan Direksi Teknis / Konsultan Pengawas, sebelum proses
pengerasan beton.
Untuk pengecoran beton pada waktu cuaca panas, curing dan perlindungan atas beton
diperhatikan. Pihak Kontraktor bertanggung jawab atas retaknya beton karena kelalaian dalam
melaksanakan pekerjaan curing ini.
C. PEKERJAAN PASANGAN BATU
Pekerjaan ini mencakup pemasangan batu belah. Pelaksanaan pekerjaan proteksi pas. batu
ini prosedurnya sebagai berikut :
➢ Asumsi
a. Menggunakan Alat Manual
b. Kapasitas kerja sesuai kapasitas alat yang disyaratkan
c. Kemiringan sesuai petunjuk Direksi Teknis
➢ Urutan Kerja/ MetodeKerja :
• Batu dibersihkan dari bahan yang merugikan, yang dapat mengurangi kelekatan
dengan adukan.
• Sebelum pemasangan, batu dibasahi seluruh permukaannya dan diberikan waktu yang
cukup untuk proses penyerapan air sampai jenuh.
• Suatu landasan dari adukan semen paling sedikit setebal 3 cm harus dipasang pada
formasi yang telah disiapkan. Landasan adukan ini dikerjakan sedikit demi sedikit
sedemikian rupa sehingga permukaan batu akan tertanam pada adukan sebelum
mengeras.
• Batu ditanam dengan kuat di atas landasan adukan semen sedemikian rupa sehingga
satu batu berdekatan dengan lainnya sampai mendapatkan tebal pelapisan yang
diperlukan dimana tebal ini akan diukur tegak lurus terhadap lereng. Rongga yang
terdapat di antara satu batu dengan lainnya diisi dengan adukan dan dikerjakan sampai
hampir sama rata dengan permukaan lapisan tetapi tidak sampai menutupi permukaan
lapisan.
• Permukaan pekerjaan pasangan batu dengan mortar yang ter-ekspos diselesaikan
dan dirawat seperti yang disyaratkan untuk pelapisan batu.
• Penimbunan kembali di sekeliling struktur yang telah selesai dirawat sesuai dengan
ketentuan.
➢ Peralatan Yang Digunakan
• Conc. Mixer
• Alat Bantu
D. PENUTUP
Untuk melaksanakan pekerjaan dalam butir tersebut diatas, berlaku dan mengikat :
a. Gambar bestek yang dibuat Konsultan Perencana yang sudah disahkan oleh Pemberi Tugas
termasuk juga gambar – gambar detail yang diselesaikan oleh Kontraktor dan sudah
disahkan/disetujui oleh pengawas.
b. Gambar Shop Drawing
c. Rencana Kerja dan Syarat – Syarat ( RKS )/Spesifikasi.
d. Surat Perintah Kerja ( SPK ).
e. Surat Penawaran beserta lampiran – lampirannya.
f. Jadwal Pelaksanaan ( Tentative Time Schedule ).
g. Kontrak / Surat Perjanjian Pemborongan.
h. Addendum Kontrak (Apabila Ada)
i. Instruksi – instruksi Direksi dan Pengawas.
Tana Toraja, 05 Agustus 2024
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang
Kabupaten Tana Toraja
Ode Sawelinggi, ST
NIP. 19830107 200903 1 002| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 14 July 2025 | Peningkatan Jalan Pulu - Pulu - Parodo | Kab. Toraja Utara | Rp 4,302,895,000 |
| 27 October 2025 | Pembentukan Dan Pengerasan Jalan Dalam Kota Malili | Kab. Luwu Timur | Rp 3,060,000,000 |
| 15 April 2021 | Paket III Dak Fisik Smp | Kota Palopo | Rp 3,030,834,000 |
| 6 April 2023 | Pembangunan 8 Rkb Smpn 1 Malili; | Kab. Luwu Timur | Rp 2,800,000,000 |
| 25 June 2021 | Rehabilitasi Gedung Upt Smpn 1 Sabbang Selatan (Dak 2021) | Kab. Luwu Utara | Rp 2,091,000,000 |
| 19 March 2017 | Pembuatan Drainase Terbuka | Kementerian Perhubungan | Rp 1,989,999,000 |
| 22 August 2019 | Pembangunan Usb Smpn 3 Wasuponda, Kec. Wasuponda | Pemerintah Daerah Kabupaten Luwu Timur | Rp 1,880,000,000 |
| 10 August 2017 | Penguatan Tebing Sungai Labose Desa Laskap Kec. Malili | Kab. Luwu Timur | Rp 1,500,000,000 |
| 27 July 2016 | Peningkatan D.I. Malenggang I | Pemkab Luwu | Rp 1,485,000,000 |
| 22 March 2016 | Pembangunan Jembatan S.Mongsia | Pemerintah Daerah Kabupaten Toraja Utara | Rp 1,400,000,000 |