Pemeliharaan Berkala Jalan P. Nias

Basic Information
Type: Public Tender
Tender Code: 10075588000
Date: 25 August 2025
Year: 2025
KLPD: Kota Tarakan
Work Unit: Dinas Pekerjaan Umum Dan Penataan Ruang
Procurement Type: Pekerjaan Konstruksi
Method: Tender - Pascakualifikasi Satu File - Harga Terendah Sistem Gugur
Contract Type: Harga Satuan
Financial Information
Value (Nilai Pagu): Rp 464,100,000
Estimated Value (Nilai HPS): Rp 463,900,000
Winner (Pemenang): CV Victoriakonstruksi
NPWP: 64*3**6****10**1
RUP Code: 59830424
Work Location: Tarakan - Tarakan (Kota)
Participants: 2
Applicants
Reason
CV Victoriakonstruksi
64*3**6****10**1Rp 462,755,844-
Ria Berkah Abadi
04*0**1****23**0Rp 463,824,841- Tidak melampirkan bukti kepemilikan/sewa peralatan utama sesuai dengan persyaratan dokumen pemilihan. - Tidak melampirkan sertifikat keahlian, ijazah, dan daftar riwayat hidup tenaga ahli sebagaimana dipersyaratkan. - Tidak melampirkan Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) sesuai ketentuan Peraturan Perundang-undangan.
Attachment
METODE       PELAKSANAAN                                   
                                                                       
      PEMELIHARAAN            BERKALA       JALAN                      
                                                                       
                                                                       
                         P. NIAS                                       
                                                                       
                   KOTA    TARAKAN                                     
               METODE PELAKSANAAN  PEKERJAAN                           
                                                                       
 Untuk mempermudah cara kerja pelaksana di lapangan dalam rangka mendapatkan
                                                                       
 hasil sesuai yang dipersyaratkan dalam spesifikasi dan gambar serta berdasarkan
 lingkup pekerjaan yang akan diselesaikan dengan ini kami mengusulkan beberapa
                                                                       
 Metoda Pelaksanaan untuk Pekerjaan-pekerjaan utama atau Mayor Item dan
 Pekerjaan-pekerjaan pendukung atau Minor Item yang sangat mempengaruhi mutu
                                                                       
 hasil pekerjaan secara keseluruhan, antara lain sebagai berikut :     
                                                                       
 LINGKUP PEKERJAAN                                                     
                                                                       
   1. DIVISI 1 UMUM                                                    
                                                                       
   2. DIVISI 5 PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON SEMEN          
   3. DIVISI 6 PEKERASAN ASPAL                                         
                                                                       
   4. DIVISI 9 PEKERJAAN HARIAN DAN PEKERJAAN LAIN-LAIN                
                                                                       
 Semua item-item pekerjaan tersebut diatas akan dilaksanakan sesuai spesifikasi
 teknis dan menurut volume pekerjaan yang tersedia dalam daftar kuantitas dan
                                                                       
 harga.                                                                
                                                                       
1. DIVISI I (UMUM                                                      
                                                                       
                                                                       
  a. PEKERJAAN MOBILISASI                                              
    a) Pekerjaan Persiapan                                             
                                                                       
      Pekerjaan Persiapan adalah pekerjaan awal yang meliputi kegiatan-kegiatan
      pendahuluan untuk mendukung permulaan proyek meliputi :          
                                                                       
       Pembuatan Job Mix Design                                       
        Sebelum pekerjaan utama dilaksakan terlebih dahulu dilaksakan  
                                                                       
        pengambilan sampel bahan dari quary di Sungai yang berada di lokasi
        setempat atau yang berdekatan dengan lokasi tersebut, diantanya: batu,
                                                                       
        pasir dan aspal selanjutnya dibawa ke laboratorium job Mix Formula/Job
        Mix Design yang akan dipakai sebagai acuan kerja dalam pelaksanaan
                                                                       
        proyek.                                                        
       Kantor Lapangan dan Fasilitasnya Tahap berikutnya penentuan lokasi
                                                                       
        basecamp,pembuatan kantor Lapangan dan fasilitasnya dilokasi proyek
        dan kemudian dilanjutkan dengan mobilisasi peralatan yang diperlukan
                                                                       
        sesuai dengan tahapan pelaksaan pekerjaan.                     
       Pengaturan Arus Transportasi dan Pemeliharaan Terhadap Arus Lalu
                                                                       
        Lintas Untuk kelancaran pelaksanaan pekerjaan, penganturan arus lalu
        lintas transportasi dilakukan dengan pembuatan tanda-tanda lalu lintas
                                                                       
        yang memadai disetiap kegiatan lapangan.Bila diperlukan dapat  
        ditempatkan petugas pemberi isyarat yang bertugas mengatur arus lalu
                                                                       
        lintas pada saat pelaksanaan.                                  
       Rekayasa Lapangan Dengan petunjuk Direksi Teknis survey/rekayasa
                                                                       
        lapangan dilaksanakan untuk menentukan kondisi fisik dan strucktural dari
        pekerjaan dan fasilitas yang ada dilokasi pekrjaan, sehingga dimungkinkan
                                                                       
        untuk mengadakan peninjauan ulang terhadap rancangan kerja yang telah
        diberikan sytem dan tatacara survey dikordinasikan dengan direksi teknis.
                                                                       
       Material dan Penyimpanan Bahan yang akan digunakan didalam     
        pekerjaan harus menemui spesifikasi dan standard yang berlaku, baik
                                                                       
        ukuran,type maupun ketentuan lainnya sesuai petunjuk Direksi Teknis.
        Semua material yang akan digunakan untuk proses pembuatan Asphalt
                                                                       
        Concrete diambil dari Quary Sungai yang berada di lokasi setempat, diolah
        dan dipoolkan di stone crusher/AMP pihak Direksi Teknis sewaktu-waktu
                                                                       
        dapat mengadakan pemeriksaan terhadap lokasi stone crusher dan AMP
        dimaksud guna mengetahui kondisi yang ada.                     
                                                                       
       Jadwal Konstruksi Jadwal kontruksi dibuat pihak kontraktor, diajukan
                                                                       
        kepada Direksi Teknis untuk dibahas dan mendapatkan persetujuan pada
        saat dilaksanakan rapat pendahuluan (Pre Construction Meeting/PCM).
                                                                       
       Papan Nama Proyek                                              
         - Papan Nama ini digunakan sebagai identitas dan informasi mengenai
                                                                       
           proyek.                                                     
         - Papan nama proyek dibuat dengan ukuran atas persetujuan Direksi
                                                                       
           pekerjaan                                                   
         - Bahan yang dipakai : kayu kaso, plywood, amplas, cat kayu, paku,
                                                                       
           split, cat minyak, semen, dan lain-lain.                    
         - Papan nama Proyek dipasang dipangkal dan ujung lokasi pekerjaan.
                                                                       
         - Papan nama dipelihara selama pelaksanaan proyek.            
  b. SISTEM MANAJEMEN KESELAMATAN KONSTRUKSI (SMKK)                    
                                                                       
     Dalam melaksanakan pekerjaan pembangunan atau peningkatan jalan setiap
     tahapan pekerjaan yang akan dilaksanakan mulai dari awal sampai dengan
                                                                       
     akhir kegiatan di lapangan diusahakan agar pekerja dan pengguna jalan aman.
     Ada beberapa hal yang perlu di siapkan untuk keselamatan dan kesehatan kerja
                                                                       
     ddiantaranya :                                                    
      Penyiapan dokumen penerapan SMKK Rencana keselamatan kerja di   
                                                                       
       tuangkan dalam dokumen rencana keselamatan kerja, selanjutnya   
       pembuatan prosedur dan instruksi kerja serta ppenyiapan formulir K3.
                                                                       
      Sosialisasi, Promosi dan Pelatihan Induksi Keselamatan Konstruksi (Safety
       Induction), Pengarahan Keselamatan Konstruksi (Safety Briefing), Simulasi
                                                                       
       Keselamatan Konstruksi, Spanduk (Banner) dan Papan Informasi    
       Keselamatan Konstruksi.                                         
                                                                       
      Alat Pelindung Kerja dan Alat Pelindung Diri:                   
                                                                       
        - Topi pelindung (Safety Helmet)                               
        - Sarung tangan (Safety Gloves)                                
                                                                       
        - Sepatu keselamatan (Safety Shoes, rubber safety shoes and toe cap)
        - Rompi keselamatan (Safety Vest)                              
                                                                       
      Asuransi dan Perizinan terkait Keselamatan Konstruksi - Asuransi
       (Construction All Risk/CAR)                                     
                                                                       
      Fasilitas, Sarana dan Prasarana dan Alat KesehatanPeralatan P3K 
      Rambu dan Perlengkapan lalu lintas yang diperlukan atau manajemen lalu
                                                                       
       lintas Rambu yang di buat diantaranya, rambu petunjuk, rambu larangan,
       rambu peringatan dan rambu kewajiban.                           
2. DIVISI 5 PERKERASAN BERBUTIR DAN PERKERASAN BETON                   
                                                                       
   Pekerjaan ini harus meliputi pemasokan, pengangkuatan, Penghamparan dan
   pemadatan bahan untuk pelaksanaan lapis pondasi jalan Tanpa penutup aspal dan
                                                                       
   suatu lapis permukaan sementara pada permukaan tanah dasar atau lapis pondasi
   bawah yang telah disiapkan.Pemasokan bahan akan mencakup , jika perlu,
                                                                       
   pemecahan, pengayakan, pencampuran dan operasi- operasi lainnya yang
   diperlukan, untuk memperoleh bahan yang memenuhi ketentuan dari spesifikasi
                                                                       
   ini.                                                                
   a. LAPIS PONDASI AGREGAT KELAS A                                    
                                                                       
     Untuk pelaksanaan pekerjaan rapis pondasi aggregal kelas A ini dilaksanakan
     sesudah pelaksanaan lapis pondasi aggregat kelas B. Lapis pondasi Agregat
                                                                       
     Kelas A adalah mutu Lapis pondasi Atas untuk lapisan di bawah lapisan
     beraspal. Lapis pondasi Agregat Kelas A mempunyai 100 % berat agregat
                                                                       
     kasar dengan angularitas 95/90* Pekerjaan Lapis pondasi Aggregat Keras A
     dengan prosedur sebagai berikut:                                  
                                                                       
     a) Pengangkutan Material Pengangkutan Material Base A kelokasi pekerjaan
       menggunakan Dump truck dan loadingnya dilakukan dengan menggunakan
                                                                       
       wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume material dilakukan pada
       saat tiap dilokasi pekerjaan sebelum material di stack. Material diturunkan
                                                                       
       dengan jarak dan volume tertentu untuk memudahkan pada saat     
       penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material disatu tempat dan
                                                                       
       kekurangan material ditempat lain.                              
     b) Penghamparan Material Penghamparan material dilakukan dengan   
                                                                       
       menggunakan Motor Grader dalam tahap penghamparan ini harus     
       diperhatikan hal-hal sebagai berikui :                          
                                                                       
        Kondisi cuaca yang memungkinkan                               
        Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai
                                                                       
         dengan kondisi lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan
         kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai dengan spesifikasi
                                                                       
        Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang
         telah ditetapkan'.                                            
        Pemadatan Material Pemadatan dilakukan dengan menggunakan     
                                                                       
         vibrator Roller, dimulai dari bagian tepi ke bagian tengah. Dasar
         Perhitungan Untuk Analisa Harga Satuan.                       
                                                                       
         Asumsi :                                                      
          - Pelaksanaan ini menggunakan alat berat {secara mekanik)    
                                                                       
          - Lokasi pekerjaan sepanjang jalan                           
          - Material aggregat kelas A dicampur di Lokasi Pengambilan Material
                                                                       
          Prosedur Pelaksanaan:                                        
                                                                       
                                                                       
          - Pencampuran aggregat kelas A dicampur di Base Camp dengan  
            menggunakan alat Wheel Loader                              
                                                                       
          - pengisian aggregat kelas A ke Dump Truck dilaksanakan dengan
            memakai alat Wheel Loader                                  
                                                                       
          - Pengangkutan material aggregat kelas A dilaksanakan dengan Dump
            Truck                                                      
                                                                       
          - Penghamparan material aggregat kelas A dengan menggunakan alat
            Motor Grader                                               
                                                                       
          - Hamparan aggregat dibasahi dengan water Tank Truck sebelum 
            dipadatkan dengan Tandem Roller                            
                                                                       
          - Operasi penggilasan harus dimulai dari sepanjang tepi dan bergerak
            sedikit demi sedikit ke arah sumbu jalan dalam arah memanjang.
                                                                       
            Pada bagian yang ber”superelevasi”, penggilas harus dimulai dari
            bagian yang rendah dan bergerak sedikit demi sedikit demi sedikit ke
                                                                       
            bagian yang lebih tinggi. Operasi penggilasan harus dilanjutkan
            sampai seluruh bekas roda mesin gilas hilang dan lapis tersebut
                                                                       
            terpadatkan secara merata.                                 
          - Selama pemadatan, sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi 
                                                                       
            hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.
3. DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL                                          
                                                                       
   a. LAPIS RESAP PENGIKAT (PRIME COAT)                                
     Aspal Cair/Emulsi Maksud dan Tujuan Pekerjaan prime coat adalah pekerjaan
                                                                       
     pelaburan permukaan perkerasan agregat yang akan dilapisi perkerasan aspal
     baru dengan bahan perekat (prime coat), dengan tujuan agar terjadi ikatan
                                                                       
     antara permukaan lapis pondasi agregat dengan lapis hotmix baru.  
     Pelaksanaan:                                                      
                                                                       
     a) Sebelum penyemprotan dimulai, debu dan bahan kotoran disingkirkan
       terlebih dahulu dari permukaan dengan memakai sikat mekanis atau
                                                                       
       semprotan angin (air compressor) atau kombinasi kedua-duanya, jika belum
       bersih harus dibersihkan lagi dengan sapu baja.                 
                                                                       
     b) Penyemprotan dilakukan dengan cara sedemikian rupa agar tidak  
       menganggu lalu lintas dan memungkinkan lalu lintas satu arah tanpa
                                                                       
       merusak hasil pekerjaan.                                        
     c) Pembersihan dilanjutkan/melewati 20 cm dari tepi bidang yang akan
                                                                       
       disemprot. Jika ada tonjolan benda asing atau lainnya harus segera
       disingkirkan dari permukaan dengan memakai penggaruk baja atau cara
                                                                       
       lainnya yang disetujui pengawas.                                
     d) Panjang permukaan yang akan disemprot oleh setiap lintasan penyemprot
                                                                       
       harus diukur dan ditandai.                                      
     e) Permukaan yang akan disemprot harus benar-benar kering.        
                                                                       
     f) Asphalt sprayer harus mulai bergerak tak boleh kurang 5 meter di muka
       daerah yang disemprot dengan demikian kecepatan jelajahnya tepat sesuai
                                                                       
       ketentuan bila batang semprot mencapai lembaran kertas, dan kecepatan
       ini harus tetap dipertahankan sampai melalui titik akhir dari pemakaian
                                                                       
       bahan pengikat dan sisa prime coat dalam tangki tidak boleh kurang dari 10
       % dari kapasitas tangki.                                        
                                                                       
     g) Ketentuan jumlah penyemprotan prime coat dan komposisi material yang
       dipergunakan harus mengikuti Spesifikasi.                       
   b. LASTON LAPIS PONDASI (AC-BASE)                                   
                                                                       
     Pekerjaan Aspal untuk overlay ataupun pelebaran terdiri atas lapisan :
     a) Pembuatan dan Produksi Campuran Aspal                          
                                                                       
        Penyiapan Aspal , bahan aspal dipanaskan dengan temperatur sesuai
         ketentuandidalam suatu tangki , dilakukan selama 3 – 4 jam sebelum
                                                                       
         memulai produksi.                                             
        Penyiapan Agregat                                             
                                                                       
          - Setiap fraksi agregat harus disalurkan ke instalasi pencampur aspal
            memalui pemasok penampung dingin yang terpisah.            
                                                                       
          - Agregat dikeringkan dan dipanaskan pada alat pengering.    
            Temperatur agregat sesuai ketentuan.                       
                                                                       
          - Bila diperlukan bahan pengisi (filler) untuk memenuhi gradasi yang
            disyaratkan maka bahan pengisi ditakar terpisah.           
                                                                       
        Penyiapan Campuran                                            
                                                                       
          - Berat setiap fraksi agregat harus sesuai dengan Job Mix Formula.
          - Seluruh agregat kering dicampur terlebih dahulu kemudian baru
                                                                       
            sejumlah aspal yang tepat ditambahkan ke dalam agregat.    
          - Waktu pencampuran sesuai ketentuan.                        
                                                                       
          - Temperatur campuran saat keluar dari alat pencampur sesuai 
            ketentuan.                                                 
                                                                       
                                                                       
     b) Pengangkutan ke Lokasi Pekerjaan                               
                                                                       
       Campuran aspal panas diangkut ke lokasi pekerjaan dengan menggunakan
       Dump Truck.                                                     
                                                                       
        Temperatur campuran aspal panas saat dituang ke Dump Truck sesuai
         ketentuan.                                                    
                                                                       
        Setiap truck yang telah dimuat harus ditmbang, dicatat berat kotor, berat
         kosongdan berat bersih.                                       
                                                                       
     c) Penghamparan Campuran                                          
        Permukaan yang akan dilapisi harus sudah dibersihkan dari material
                                                                       
         lepas atau tanah.                                             
        Lapis Resap Pengikat atau Lapis Perekat harus diterapkan sesuai
                                                                       
         dengan persyarat yang ditentukan.                             
        Temperatur pemasokan di alat penghampar sesuai ketentuan.     
                                                                       
        Sebelum memulai penghamparan, sepatu (screed) alat penghampar 
         harusdipasangkan.                                             
                                                                       
        Campuran aspal harus dihampar dan diratakan sesuai dengan     
                                                                       
         kelandaian, elevasi,serta betuk penampang melintang yang disyaratkan.
        Penampungan alat penghampar tidak boleh dikosongkan, tetapi   
                                                                       
         temperatur sisacampuran aspal harus dijaga.                   
        Kecepatan penghamparan hasur sesuai dengan pengujian lapangan dan
                                                                       
         disetujuioleh Direksi.                                        
     d) Pemadatan Campuran Aspal Pemadatan dilakukan dengan cara       
                                                                       
       penggilasan yang terdiri dari 3 tahap yang berbeda, yaitu :     
        Penggilasan Awal, bertujuan untuk mengatur atau mengarahkan butiran-
                                                                       
         butiran bahan yang dipadatkan pada posisi yang cukup baik dan 
         membentuk permukaan lapisan sesuai dengan yang disyaratkan.   
                                                                       
        Penggilasan Kedua, bertujuan untuk meningkatkan kepadatan yang telah
         dicapai pada penggilasan awal dan memperkokoh bentuk permukaan
                                                                       
         lapisan yang dipadatkan.                                      
        Penggilasan Akhir, bertujuan untuk mendapatkan bentuk permukaan
                                                                       
         lapisan yang di padatkan.                                     
                                                                       
                                                                       
 4. DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN                   
    a. Pengecatan Marka Jalan                                          
                                                                       
      a) Penyiapan Permukaan Perkerasan Sebelum penandaan marka jalan atau
        pengecatan dilaksanakan, Penyedia Jasa harus menjamin bahwa    
                                                                       
        permukaan perkerasan jalan yang akan diberi marka jalan harus bersih,
        kering dan bebas dari bahan yang bergemuk dan debu. Penyedia Jasa
                                                                       
        harus menghilangkan dengan grit blasting (pengausan dengan bahan
        berbutir halus) setiap marka jalan lama baik termoplastis maupun bukan,
                                                                       
        yang akan menghalangi kelekatan lapisan cat baru.              
      b) Pelaksanaan Pengecatan Marka Jalan                            
                                                                       
        Semua  bahan cat yang digunakan tanpa pemanasan (bukan        
         termoplastik) harus dicampur terlebih dahulu menurut petunjuk pabrik
         pembuatnya sebelum digunakan agar suspensi pigmen merata di dalam
                                                                       
         cat.                                                          
        Pengecatan tidak boleh dilaksanakan pada suatu permukaan yang baru
                                                                       
         diaspal kurang dari 1 bulan setelah pelaksanaan lapis permukaan,
         kecuali diperintahkan lain oleh Pengawas Pekerjaan. Selama masa
                                                                       
         tunggu yang disebutkan di atas, pengecatan m arka jalan sementara
         (pre-marking) pada permukaan beraspal harus dilaksanakan segera
                                                                       
         setelah pelapisan.                                            
        Penyedia Jasa harus mengatur dan menandai semua marka j alan pada
                                                                       
         per- mukaan perkerasan dengan dimensi dan penempatan yang presisi
         sebelum pelaksanaan pengecatan marka jalan.                   
                                                                       
        Pengecatan marka jalan dilaksanakan pada garis sumbu, garis lajur,
         garis tepi dan zebra cross dengan bantuan sebuah mesin mekanis yang
                                                                       
         disetujui, bergerak dengan mesin sendiri, jenis penyemprotan atau
         penghamparan otomatis dengan katup mekanis yang mampu membuat 
                                                                       
         garis putus-putus dalam pengoperasian yang menerus (tanpa berhenti
         dan mulai berjalan lagi) dengan hasil yang dapat diterima Pengawas
                                                                       
         Pekerjaan. Mesin yang digunakan tersebut harus menghasilkan suatu
         lapisan yang rata dan seragam dengan tebal basah minimum 0,38 
                                                                       
         milimeter untuk “cat bukan termoplastik” dan tebal minimum 1,50 mm
         untuk “cat termoplastik” belum termasuk butiran kaca (glass bead) yang
                                                                       
         ju ga ditaburkan secara mekanis, dengan garis tepi yang bersih (tidak
         bergerigi) pada lebar ran-cangan yang sesuai. Bilamana tidak  
                                                                       
         disyaratkan oleh pabrik pembuatnya, maka cat termoplastik harus
         dilaksanakan pada temperatur 204 - 218 °C.                    
                                                                       
        Bilamana penggunaan mesin tak memungkinkan, maka Pengawas     
         Pekerjaan dapat mengizinkan pengecatan marka jalan dengan cara
                                                                       
         manual, dikuas, disemprot dan dicetak dengan sesuai dengan    
         konfigurasi marka jalan dan jenis cat yang disetujui untuk    
                                                                       
         penggunaannya.                                                
                                                                       
        Butiran kaca (glass bead) harus ditaburkan di atas permukaan cat segera
         setelah pelaksanaan penyemprotan atau penghamparan cat. Butiran
         kaca (glass bead) harus ditaburkan dengan kadar 450 gram/m2 untuk
                                                                       
         semua jenis cat, baik untuk “bukan termoplastik” maupun “termoplastik”.
        Semua marka jalan harus dilindungi dari lalu lintas sampai marka jalan
                                                                       
         ini dapat dilalui oleh lalu lintas tanpa adanya bintik-bintik atau bekas jejak
         roda serta kerusakannya lainnya.                              
                                                                       
        Semua marka jalan yang tidak menampilkan hasil yang merata dan
         memenuhi ketentuan baik siang maupun malam hari harus diperbaiki
                                                                       
         oleh Penyedia Jasa atas biayanya sendiri.                     
         Ketentuan dari Manajemen dan Keselamatan Lalu Lintas harus diikuti
                                                                       
         sedemikian sehingga rupa harus menjamin keamanan umum ketika  
         pengecatan marka jalan sedang dilaksanakan.                   
                                                                       
        Semua pemakaian cat secara dingin harus diaduk di lapangan menurut
                                                                       
         ketentuan pabrik pembuat sesaat sebelum dipakai agar menjaga bahan
         pewarna tercampur merata di dalam suspensi.