URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Skope Pekerjaan Kegiatan REHAB PUSTU NAPAGALUHA KEC. DANAU PARIS ini meliputi:
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
II. PEKERJAAN TANAH
III. PEKERJAAN PENGECATAN
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
- Pembersihan Taman Trotoar : Pekerjaan pembersihan taman dan trotoar
adalah tugas untuk menjaga kebersihan dan keteraturan area publik dengan
melakukan pembersihan sampah, rumput liar, lumut, serta saluran air, yang
umumnya dilakukan oleh petugas kebersihan seperti Petugas Harian Lepas
(PHL), petugas dari Dinas Pekerjaan Umum, atau masyarakat melalui kegiatan
kerja bakti, untuk menciptakan lingkungan yang lebih bersih dan nyaman.
Tugas-tugas Pembersihan
Pembersihan Sampah: Mengumpulkan dan mengangkut sampah organik
maupun anorganik yang berserakan di taman dan trotoar.
Pembersihan Tumbuhan: Mencabut rumput liar, memangkas ranting
pohon, dan membersihkan lumut yang tumbuh di trotoar dan saluran
air.
Pembersihan Saluran Air: Memastikan saluran air di sekitar taman dan
trotoar tidak tersumbat oleh sampah atau material lain agar air dapat
mengalir lancar.
Perawatan Lainnya: Melakukan pengecekan berkala, menjaga furnitur
outdoor, serta kebersihan dekorasi teras atau area publik.
- Plank Proyek
1. Kontraktor harus membuat dan memasang Papan Nama Proyek yang
memuat tentang identitas proyek.
2. Papan nama proyek mengunakan ukuran minimal 80 cm x 150 cm kecuali
ditentukan lain oleh Owner.
3. Papan nama proyek rangka dan kakinya terbuat dari kayu dengan
kualitas terbaik sehingga sanggup bertahan minimal sampai selesainya
pengerjaan proyek. Latar papan nama dapat berupa papan kayu tebal
minimal 2 cm atau multiplek dengan tebal minimal 12 mm. Penggunaan
bahan dan material lain harus dengan persetujuan Konsultan Supervisi.
4. Papan nama proyek belatar belakang putih dengan tulisan warna hitam,
kecuali untuk logo atau simbul dapat dipakai warna yang bervariasi.
5. Papan nama proyek harus mencantumkan Instansi Penyandang Dana,
Instansi Pemilik Bangunan, Kontraktor Pelaksana, Konsultan Perencana,
Konsultan Supervisi , dan Dinas Pertanian Setempat.
6. Papan juga harus mencantumkan besar anggaran pelaksanaan proyek,
waktu mulai proyek, dan waktu penyelesaian proyek.
- SMK3 : mencakup serangkaian kegiatan awal yang bertujuan untuk
memastikan bahwa proyek konstruksi atau kegiatan industri berjalan dengan
aman dan sesuai dengan standar keselamatan yang berlaku. Ini melibatkan
berbagai aspek, termasuk penyediaan fasilitas dan peralatan keselamatan,
penyusunan kebijakan dan prosedur K3, serta pelatihan dan sosialisasi
kepada seluruh pekerja.
Berikut adalah beberapa aspek penting dalam pekerjaan persiapan SMK3:
1. Penetapan Kebijakan K3:
Manajemen puncak harus menetapkan kebijakan K3 yang jelas dan
tertulis, yang mencerminkan komitmen perusahaan terhadap
keselamatan dan kesehatan kerja.
Kebijakan ini harus disosialisasikan kepada seluruh karyawan dan pihak
terkait.
2. Pembentukan Tim K3:
Perusahaan perlu membentuk tim K3 yang bertanggung jawab dalam
perencanaan, pelaksanaan, dan pemantauan penerapan SMK3.
Tim ini biasanya terdiri dari perwakilan manajemen, ahli K3, dan
perwakilan karyawan.
3. Identifikasi Bahaya dan Evaluasi Risiko:
Langkah ini melibatkan identifikasi potensi bahaya di tempat kerja dan
evaluasi risiko yang terkait.
Perusahaan perlu melakukan inspeksi rutin untuk mengidentifikasi
potensi bahaya dan risiko kecelakaan kerja.
4. Perencanaan K3:
Berdasarkan identifikasi bahaya dan evaluasi risiko, perusahaan perlu
menyusun rencana K3 yang komprehensif.
Rencana ini harus mencakup tujuan, sasaran, program kerja, dan target
waktu penerapan.
5. Pelatihan dan Edukasi:
Perusahaan perlu memberikan pelatihan dan edukasi kepada karyawan
mengenai K3, termasuk prosedur kerja yang aman, penggunaan alat
pelindung diri (APD), dan tindakan darurat.
Pelatihan ini penting untuk meningkatkan kesadaran karyawan tentang
pentingnya K3 dan memastikan mereka memahami peran dan tanggung
jawab mereka.
6. Pengadaan Sumber Daya:
Perusahaan perlu memastikan ketersediaan sumber daya yang
diperlukan untuk penerapan SMK3, termasuk anggaran, peralatan, dan
personel yang kompeten.
Penting juga untuk memastikan bahwa semua karyawan memiliki akses
ke sumber daya yang diperlukan untuk menjalankan pekerjaan mereka
dengan aman.
7. Komunikasi dan Sosialisasi:
Perusahaan perlu membangun sistem komunikasi yang efektif untuk
memastikan bahwa informasi tentang K3 dapat tersampaikan dengan
baik kepada seluruh karyawan.
Sosialisasi kebijakan K3, program kerja, dan prosedur kerja yang aman
juga perlu dilakukan secara berkala.
8. Dokumentasi:
Perusahaan perlu mendokumentasikan seluruh proses penerapan SMK3,
termasuk kebijakan, rencana, prosedur, hasil inspeksi, catatan
pelatihan, dan laporan insiden.
Dokumentasi ini penting untuk pemantauan, evaluasi, dan audit kinerja
SMK3.
Dengan melakukan persiapan yang matang, perusahaan dapat
memastikan bahwa penerapan SMK3 berjalan efektif dan menciptakan
lingkungan kerja yang aman dan sehat bagi seluruh karyawan.
- Administrasi Dan Dokumentasi :
a. Administrasi : mencakup serangkaian kegiatan awal yang penting untuk
memastikan kelancaran pelaksanaan proyek. Ini termasuk menyusun
dokumen-dokumen penting, mengatur jadwal, dan mengelola informasi
terkait proyek.
b. Dokumentasi : rangkaian kegiatan yang dilakukan untuk mengumpulkan,
menyusun, dan mengelola dokumen-dokumen terkait suatu proyek atau
kegiatan. Tujuannya adalah untuk memastikan bahwa semua informasi
penting terkait proyek terdokumentasi dengan baik dan mudah diakses. Ini
mencakup pembuatan, pengorganisasian, dan pemeliharaan catatan dan
dokumen yang relevan.
II. PEKERJAAN TANAH
- Pembuangan Tanah Ditepi Trotoar : Pekerjaan "pembuangan tanah ditepi
trotoar" biasanya merujuk pada pemindahan tanah hasil galian dari lokasi
pembangunan trotoar, yang dilakukan setelah pekerjaan kupasan atau galian
awal. Tanah ini perlu diangkut menggunakan alat seperti dump truck ke lokasi
penimbunan atau pembuangan, dan mungkin memerlukan pemeriksaan untuk
memastikan tanah tersebut tidak digunakan kembali karena tidak memenuhi
syarat.
Langkah-langkah Umum:
1. Kupasan Lahan: Ini adalah tahap awal untuk membuang lapisan tanah
organik, rumput, dan akar tanaman dari area yang akan dibangun trotoar.
2. Penggalian: Setelah kupasan, dilakukan penggalian untuk mencapai elevasi
yang dibutuhkan untuk fondasi trotoar.
3. Pemindahan Tanah: Tanah hasil galian kemudian diangkut dari lokasi
penggalian menggunakan dump truck untuk dipindahkan.
4. Pembuangan/Penimbunan: Tanah yang tidak digunakan kembali untuk
timbunan ditempatkan di area pembuangan yang telah ditentukan atau
diperintahkan oleh insinyur.
5. Pembersihan: Setelah tanah dibuang, area kerja harus dibersihkan dari
sisa-sisa tanah dan material lainnya untuk persiapan pekerjaan berikutnya.
III. PEKERJAAN PENGECATAN
- Pencucian Bidang Pemukaan Tembok Yang Pernah di Cat : proses
membersihkan dinding sebelum melakukan pengecatan atau perbaikan
lainnya. Tujuannya adalah untuk menghilangkan kotoran, debu, jamur, dan
noda yang dapat mengganggu daya rekat cat atau menyebabkan masalah
pada hasil akhir.
Langkah-langkah umum pencucian bidang permukaan tembok:
1. Persiapan
2. Pembersihan awal
3. Pencucian dengan larutan pembersih
4. Pembilasan dan pengeringan
- Pengecatan Tembok Lama (1 lapis Cat Dasar, 2 lapis Cat Penutup)
L/D : Pekerjaan persiapan pengecatan tembok lama melibatkan beberapa
langkah penting untuk memastikan hasil pengecatan yang optimal. Persiapan
yang baik akan mencegah masalah seperti cat mengelupas, warna tidak
merata, atau tampilan yang tidak rapi di kemudian hari.
Berikut adalah langkah-langkah persiapan yang perlu dilakukan:
1. Pemeriksaan Kondisi Tembok Lama, Periksa cat lama : Periksa apakah
cat lama masih menempel dengan baik atau sudah mengelupas. Usap
permukaan tembok dengan tangan untuk mendeteksi masalah seperti
kapur atau cat yang mengelupas.
2. Identifikasi masalah : Perhatikan apakah ada retakan, noda, jamur, atau
kelembaban pada tembok.
3. Pembersihan Tembok : Kikis cat lama (jika perlu): Jika cat lama sudah
mengelupas atau retak, kikis menggunakan kape atau scraper untuk
membersihkan area yang bermasalah.
4. Bersihkan debu dan kotoran : Hilangkan debu, kotoran, noda minyak,
atau jamur yang menempel pada tembok dengan lap basah atau sikat.
Bersihkan dengan deterjen (jika perlu): Untuk noda yang membandel,
gunakan deterjen dan air untuk membersihkan tembok, terutama di area
dapur dan kamar mandi.
5. Perbaikan Tembok:
Tambal retakan dan lubang: Perbaiki retakan dan lubang pada tembok
dengan dempul atau plamir.
Haluskan permukaan: Setelah dempul kering, amplas permukaan yang
diperbaiki agar rata dan halus.
6. Penyelesaian Persiapan, Bersihkan sisa debu amplas: Pastikan tidak ada
sisa debu amplas yang menempel pada tembok sebelum melakukan
pengecatan.
7. Lindungi area sekitar: Tutup lantai, furnitur, atau area lain yang tidak
ingin terkena cat dengan kain atau plastik.
8. Siapkan alat dan bahan: Siapkan kuas, roll, baki cat, masking tape, dan
alat lainnya yang dibutuhkan.
9. Gunakan cat dasar: Jika tembok memiliki masalah seperti pori-pori besar
atau cat lama yang tidak menempel dengan baik, gunakan cat dasar
atau plamir untuk menutup pori-pori dan memberikan dasar yang baik
untuk cat akhir.
PENYIMPANAN BAHAN MATERIAL :
I. PEKERJAAN PERSIAPAN
- Pembersihan Taman Trotoar : Penyimpanan material hasil
pembersihan trotoar memerlukan area yang ditentukan, ukuran yang
memadai untuk volume yang dikumpulkan, dan pengelolaan yang
mencegah penyebaran ke jalur pejalan kaki atau menghalangi
akses. Pertimbangkan penyimpanan di area yang kedap air untuk
mencegah paparan terhadap hujan dan limpasan, dengan tumpukan
yang tidak terlalu tinggi untuk memudahkan penutupan dan
pengendalian debu/erosi.
- Plank Proyek : Penyimpanan bahan plang proyek, atau papan
informasi proyek, harus dilakukan dengan memperhatikan beberapa
faktor untuk menjaga kualitas dan keamanan. Papan harus
ditempatkan di lokasi yang strategis, mudah terlihat, dan terlindungi
dari cuaca ekstrem agar informasi yang disampaikan tetap jelas dan
tahan lama.
- SMK3 : Penyimpanan bahan dalam konteks SMK3 (Sistem
Manajemen Keselamatan dan Kesehatan Kerja) harus memenuhi
standar tertentu untuk memastikan keselamatan dan kesehatan
pekerja serta mencegah kecelakaan. Hal ini mencakup penyimpanan
bahan berbahaya (B3), bahan kimia, dan bahan habis pakai.
- Administrasi Dan Dokumentasi : Penyimpanan bahan
administrasi dan dokumentasi adalah kegiatan menyimpan dokumen
dan arsip penting secara teratur dan sistematis untuk kemudahan
akses dan pemeliharaan. Penyimpanan ini bisa berupa dokumen fisik
maupun digital, dan penting untuk memastikan keamanan,
integritas, dan ketersediaan informasi yang dibutuhkan.
II. PEKERJAAN TANAH
- Pembuangan Tanah Ditepi Trotoar : Penyimpanan material hasil
pembersihan trotoar memerlukan area yang ditentukan, ukuran yang
memadai untuk volume yang dikumpulkan, dan pengelolaan yang
mencegah penyebaran ke jalur pejalan kaki atau menghalangi
akses. Pertimbangkan penyimpanan di area yang kedap air untuk
mencegah paparan terhadap hujan dan limpasan, dengan tumpukan
yang tidak terlalu tinggi untuk memudahkan penutupan dan
pengendalian debu/erosi.
III. PEKERJAAN PENGECATAN : Penyimpanan bahan material cat yang
benar adalah kunci untuk menjaga kualitas dan kinerja cat dalam jangka
panjang. Beberapa faktor penting yang perlu diperhatikan dalam
penyimpanan cat meliputi suhu, kelembaban, paparan sinar matahari,
dan jenis wadah penyimpanan.
PERSONIL TENAGA KERJA :
No. Tenaga Kerja Satuan Ket.
1. Mandor OH -
2. Kepala Tukang Batu OH -
3. Tukang Batu OH -
4. Pekerja OH -
PERALATAN TUKANG YANG DIGUNAKAN :
No. Peralatan Tukang Satuan Ket.
1. Gergaji pipa/Pipe Cutter Bh Sesuai dgn Kebutuhan
2. Palu Bh Sesuai dgn Kebutuhan
3. Meteran Bh Sesuai dgn Kebutuhan
4. Kuas Bh Sesuai dgn Kebutuhan
5. Amplas Bh Sesuai dgn Kebutuhan
6. Pensil/Spidol Bh Sesuai dgn Kebutuhan
7. Waterpass Bh Sesuai dgn Kebutuhan
8. Peralatan Pelindung Diri Bh Sesuai dgn Kebutuhan
SPESIFIKASI JABATAN KERJA
a. Pelaksana Pekerjaan Jalan
Pelaksana Pekerjaan Jalan adalah seorang tenaga dengan kualifikasi
minimal tidak ditentukan dengan pengalaman kerja tidak dibatasi dan
memiliki SKT Pelaksana Pekerjaan Jalan.
b. Ahli K3 adalah seorang tenaga dengan kualifikasi minimal pendidikan
tidak ditentukan dengan pengalaman kerja minimal tidak dibatasi dan
memiliki SKT K3 atau Sertifikat K3 yang diperoleh dari lembaga pelatihan
keselamatan kerja manapun.
Jabatan dalam Tingkat Pengalam Keahlian
No. Kode Jumlah
pekerjaan Pendidikan an Minimal /Keterampilan
1
SKT – Pelaksana
Pelaksana Pekerjaan
Tidak Ditentukan 0 Thn Pekerjaan Jalan TS 045 1 Org
Jalan
(TS 045)
2
SKA – Ahli K3 /
Ahli K3/Petugas K3 Tidak Ditentukan 0 Thn Sertifikat Bimtek 603/DLL 1 Org
SMK3
Pekerjaan ini merupakan faktor penting dalam meningkatkan Mutu Kesehatan
di Kabupaten Aceh Singkil.
Singkil, Oktober 2025
Penanggung Jawab :
PENGGUNA ANGGARAN
DINAS LINGKUNGAN HIDUP
KABUPATEN ACEH SINGKIL
SURKANI, SE
NIP. 197502172008011001