| 0830113080107000 | Rp 340,664,219 | |
| 0748410057107000 | - | |
CV Karya Abadi | 0028891778107000 | - |
CV Lot Kane | 06*3**2****07**0 | - |
CV Karya Sebudi Idolaku | 09*5**0****07**0 | - |
| 0624022000107000 | - | |
| 0316668219107000 | - | |
| 0029074879107000 | - | |
| 0029712221101000 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEKERJAAN
REHAB BERAT (1 BALAI)
SATUAN KERJA
DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARAGA BERENCANA KABUPATEN ACEH
TENGGARA
SUMBER DANA
DANA ALOKASI KHUSUS (DAK) FISIK 2025
DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARAGA BERENCANA KABUPATEN ACEH
TENGGARA
TAHUN ANGGARAN
2025
URAIAN PELAKSANAAN PEKERJAAN
REHAB BERAT (1 BALAI)
I. LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup dalam pekerjaan ini meliputi :
Ruang lingkup pekerjaan Rehab Berat (1 Balai) UPTD Penyuluhan KB adalah sebagai berikut :
A. Pekerjaan Persiapan
B. Pekerjaan Pondasi
C. Pekerjaan Pasangan dan Plesteran
D. Pekerjaan Beton Bertulang
E. Pekerjaan Pelapis Lantai dan Dinding
F. Pekerjaan Kusen, Pintu, Jendela dan Ventilasi
G. Pekerjaan Plafond
H. Pekerjaan Atap
I. Pekerjaan Pengecatan
J. Pekerjaan Sanitair
K. Pekerjaan Instalasi Listrik
II. METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
A. PEKERJAAN PERSIAPAN( SITE WORK )
1) Pengukuran Bowplank
Pekerjaan pengukuran ini merupakan pengukuran Rencana bangunan yang akan Dibangun dengan
melakukan pengukuran secara detail, akurat. Pekerjaan ini dilakukan untuk memperoleh informasi
kondisi Rencana Bangunan, dengan Referensi gambar kerja desain. Dimensi elevasi yang tertera
dalam gambar dituangkan dilapangan, dengan menggunakan alat ukur. Selanjutnya semua data
pengukuran dicatat dan hasil pengukuran.
Peralatan yang digunakan : Meteran, papan survey, benang, paku dan kayu.
2) Mobilisasi dan Demobilisasi
Mobilisasi
Mobilisasi bertujuan untuk mengadakan/ mendatangkan peralatan, personil, dan perlengkapan untuk
melaksanakan semua item pekerjaan di lapangan, dan mengembalikan pada keadaan yang
diinginkan sesuai dengan gambar kerja.
Dalam Pelaksanaan Proyek ini Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan yang dilakukan terdiri dari :
Dump truck 3,5 m3, Concrete Mixer/ Molen, Pick Up, Alat Pertukangan.
Personil terdiri dari: Kepala Proyek, Site Manager, Koordinator K3, Logistik.
Demobilisasi
Pekerjaan ini merupakan pekerjaan pengembalian dan pemindahan peralatan yang telah
dipergunakan. Dan mengembalikan kondisi lapangan yang telah digunakan sebagai tempat
penyimpanan alat, barak pekerja, gudang, dan lain sebaginya kembali ke kondisi awal.
3) Papan Nama Proyek
Papan nama proyek dibuat pada bidang datar yang berukuran standard dan tulisannya mudah
dibaca, papan nama tersebut di pajang pada lokasi pembangunan
Peralatan yang digunakan : Gegaji, Palu, Cangkul
4) Administrasi dan Dokumentasi
Administrasi
Selanjutnya dengan dokumentasi yang ada dilakukan proses administrasi terhadap semua pekerjaan
termasuk bukti progres kerja. Shop Drawing, adalah gambar kerja yang menjadi acuan pelaksanaan
dalam mengerjakan suatu pekerjaan dan dibuat setelah gambar kerja dari konsultan perencana
mendapat persetujuan dan pengesahan.
Dokumentasi
Pelaksanaan pekerjaan dokumentasi dilakukan sejak awal akan dimulai pelaksanaan pekerjaan,
selama masa pelaksanaan pekerjaan dan pada pelaksaan pekerjaan. Pelaksana pekerjaan diwajibkan
membuat dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang diwujudkan dalam bentuk photo
dokumentasi. Photo dokumentasi pekerjaan tersebut harus bisa memberikan gambaran secara
lengkap dan menyeluruh mengenai kegiatan pelaksanaan sejak dari awal hingga akhir pelaksanaan
pekerjaan, sehingga secara kronologi bisa menjadi satu gambaran tujuan yang akan dicapai oleh
kegiatan tersebut. Photo dokumentasi dilaksanakan pengambilannya dari tiga titik tetap yang
berbeda atau sesuai dengan pengarahan Direksi pekerjaan dan harus bisa memberikan gambaran
secara garis besar kegiatan pelaksanaan seluruh pekerjaan. Pelaksanaan pengambilan photo
dokumentasi tersebut dilakukan pada kondisi tahap kegiatan pelaksanaan pekerjaan (Shop Drawing).
Tahapan pelaksanaan kegiatan dokumentasi pekerjaan :
• Saat awal / sebelum dimulai pelaksanaan pekerjaan 0%;
• Saat pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 25 %;
• Saat pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 50%;
• Saat pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 75%;
• Saat pelaksanaan pekerjaan selesai atau telah mencapai prestasi 100%.
Peralatan yang digunakan : Kamera.
B. PEKERJAAN PONDASI
1) Galian Tanah Pondasi
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, cangkul, belincong, benang, selang air, dll.
Pelaksanaan pekerjaan galian tanah untuk pondasi
• Pekerjaan galian tanah dengan menggunakan alat manual cangkul dan belincong.
• Pasang patok dan benang untuk acuan galian.
• Gali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang.
• Buang tanah sisa galian pada area yang telah ditentukan dan tidak mengganggu pelaksanaan
pekerjaan.
• Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai gambar kerja.
• Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan menggunakan alat
ukur manual (meteran).
• Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa drainase secukupnya supaya air
dapat segera dipompa ke luar, sehingga tidak mengganggu proses pekerjaan.
• Saat penggalian tanah sangat memungkinkan ditemukannya lokasi bekas pembuangan sampah,
banyak potongan kayu, atau tanah yang berlumpur. Bila hal ini dijumpai, baiknya benda-benda
tersebut diangkat.
• Urugan tanah dilakukan setelah pekerjaan pondasi batu kali selesai dikerjakan.
• Urugan tanah kembali dengan memanfaatkan tanah bekas galian.
• Urug tanah disekitar lubang bekas galian pondasi.
• Urugan tanah diratakan dan dipadatkan.
2) Pondasi Batu Kali
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : batu kali, semen PC, pasir pasang, air, dll.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, benang, selang air, concrete mixer/ molen,
kereta sorong, ember cor dll.
Pelaksanaan Pekerjaan
• Pastikan galian tanah untuk pasangan batu kali, ukuran lebar dan kedalaman sudah sesuai
gambar kerja.
• Pasang patok kayu dan benang sebagai acuan leveling pasangan batu kali.
• Buat adukan untuk pasangan pondasi batu kali.
• Basahi batu kali dengan air telebih dahulu sebelum dipasang.
• Pasang batu aanstamping terlebih dahulu.
• Pasang batu kali di atas pasangan batu aanstamping dengan menggunakan adukan yang merata
mengisi rongga-rongga antar batu kali.
• Batu kali disusun sedemikian rupa sehingga pasangan batu kali tidak mudah retak/patah dan
berongga besar.
• Cek elevasi pekerjaan pasangan batu kali apakah sudah sesuai rencana.
C. PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
1) Pekerjaan Pasangan Bata
Bahan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : Batu bata merah, pasir pasang, semen PC dan air.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : Meteran, Sendok semen, benang, unting-unting, kereta
sorong, ember cor, dll.
Pelaksanaan Pekerjaan
• Mempersiapkan Bahan-bahan yang digunakan dan peralatan yang dibutuhkan beserta
kelengkapannya.
• Membuat acuan vertikal dan horizontal menggunakan benang yang dikaitkan dengan kayu yang
cukup kuat dan tegak lurus
• Batu bata yang akan dipasang direndam atau dibasahi hingga jenuh air
• Diberikan angkur untuk pemasangan dinding bata yang menempel pada kolom
• Dipasang bertahap dengan menggunakan adukan sebagai spesinya sesuai persyaratannya.
Untuk dinding yang kedap air menggunakan adukan 1 : 2 dan untuk pasangan bata merah yang
lainnya menggunakan adukan 1 : 4.
2) Pekerjaan Pelesteran
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir pasang dan air.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, unting-unting, jidar, raskam, benang, kereta
sorong, ember cor.
Pelaksanaan Pekerjaan
• Plesteran biasa menggunakan adukan 1 PC : 4Psr dan plesteran transram menggunakan
adukan 1PC : 2Psr.
• Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus terhadap lantai
yang ada di sekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang.
• Tentuikan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
• Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu pada permukaan dinding bata
untuk menghindarkan keretakan.
• Buat adukan untuk plesteran dinding bata.
• Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekityarnya, kemudian ratakan dengan
raskam dan jidar.
• Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.
• Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).
• Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk memperoleh hasil acian
yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian semen, permukaan acian sebelum mengering
digosok dengan menggunakan kertas gosok.
D. PEKERJAAN BETON BERTULANG
1) Pekerjaan Beton Bertulang
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : beton mutu f’c 15 atau sama dengan mutu beton K-175,
besi beton, kawat beton, semen PC, pasir, multiplek/ papan, paku, minyak bekesting, balok
kaso, dll.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : concrete mixer/ molen, meteran, gergaji, raskam, jidar,
benang, selang air,pompa air, kereta sorong, ember cor dll.
Besi Tulangan
• Pelaksanaan pekerjaan besi tulangan memerlukan tempat yang cukup luas untuk menaruh,
memotong besi beton dan membengkoknya sehingga sesuai dengan gambar kerja.
• Besi beton yang dipakai untuk proyek ini mutu dan diameter (spesifikasi) disesuaikan dengan
gambar kerja dan RKS.
• Potong dan bentuk besi beton dengan ukuran sesuai gambar kerja.
• Rangkai besi beton dengan menggunakan kawat beton.
• Besi beton yang telah dirakit diberi tanda sesuai dengan penempatannya, supaya tidak
membingungkan/membuang waktu untuk saat akan dipasang.
• Untuk kolom, pembesian tulangan dikerjakan lebih dahulu baru setelah itu dilanjutkan dengan
pemasangan bekesting.
• Untuk balok bekesting dikerjakan dahulu baru setelah itu dilanjutan dengan pembesian tulangan
Bekisting
• Bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan pengukuran dan mempercepat
pelaksanaannya.
• Bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti : sloof, kolom, balok
menggunakan bahan dari multiplek/ papan kayu dan perkuatan menggunakan balok/kaso:
a. Potong dan bentuk multiplek/ papan kayu sesuai dengan ukuran gambar kerja.
b. Pasang dan rangkai potongan multiplek/. Papan kayu pada area struktur yang akan dicor
dengan perkuatan balok/kaso.
c. Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran. Pasangan bekesting harus rapih,
siku dan lurus sehingga hasil pengecoran beton dapat menghasilkan bidang yang
flat/maksimal.
• Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau besi plat siku untuk
menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
• Setting (pasang) besi tulangan yang telah dirakit ke dalam bekesting.
• Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.
Pengecoran Beton
• Pengecoran beton dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui untuk dilakukannya pengecoran
beton.
• Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang / dipabrikasi, semua ukuran dan perkuatan acuan
diperiksa benar dan disahkan oleh konsultan/direksi untuk pekerjaan selanjutnya.
• Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran dan sampah.
• Tuang adukan beton ke dalam area pengecoran, pada saat pengecoran adukan beton diratakan
dan dipadatkan sehingga beton dapat padat.
• Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor belum siap.
E. PEKERJAAN PELAPIS LANTAI DAN DINDING
1) Pekerjaan Keramik
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : keramik 60x60 cm polised, keramik 60x60 cm unpolised,
Keramik 25x25 cm Kulit Jeruk, Keramik Dinding 25x25 cm, semen PC, pasir, semen grouting
nat/ semen putih, air, dll.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, gerinda, palu karet, waterpass, benang, selang
air.
Pelaksanaan pekerjaan pasang dinding keramik
• Sebelum dilakukan pemasangan keramik, Cek kerataan permukaan yang akan dipasang keramik
dan kesikuan plesteran dinding bata.
• Pasang benang untuk bantuan agar pasangan permukaan keramik yang rata dan garis siar/nat
yang lurus.
• Rendam keramik terlebih dahulu dalam air sampai jenuh sebelum dipasang.
• Saat pemasangan, keramik ditekan atau pukul dengan palu karet agar mendapatkan permukaan
yang rata.
• Acian perekat keramik harus rata dan tidak berongga untuk menghindarkan pasangan keramik
mudah pecah.
• Cek kerataan permukaan pasangan keramik dengan alat waterpass.
• Setelah pemasangan keramik selesai, biarkan beberapa saat untuk mengeluarkan udara yang
ada dalam adukan pasangan keramik. Setelah itu baru dilanjutkan pekerjaan grouting/ finish
garis siar/nat.
F. PEKERJAAN KOSEN, PINTU, JENDELA DAN VENTILASI
1) Pekerjaan Pintu, Jendela dan ventilasi( Material UPVC )
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain :Daun Pintu, Daun Jendela, engsel, Kunci Tanam, Kunci
Slot, Hak angin, dll.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor, gergaji, waterpass, meteran,
unting-unting, reevet, palu, mesin pres, ketam, selang air, cutter, dl
Pemasangan Pintu, Jendela
• Ukur lebar dan tinggi daun pintu jendela.
• Potong daun pintu, daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
• Masukkan/ pasang daun pintu dan daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan
toleransi kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
• Lepaskan daun pintu dan jendela, pasang/ tanam engsel daun pintu dan jendela pada tiang daun
pintu dan daun jendela (sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi
bagian atas 25 cm (untuk jendela dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah (untuk pintu
dengan 3 engsel)
• Masukkan/pasang lagi daun pintu dan jendela pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu dan kusen jendela tempat engsel yang sesuai
dengan engsel pada daun pintu, jendela.
• Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas pennya, kemudian
pasang/tanam pada tiang kusen
• Pasang kembali daun pintu, jendela pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian
masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada kusen pintu dan jendela.
• Coba daun pintu dan jendela dengan cara membuka dan menutup.
• Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dan jendela dengan cara melepaskan pen.
• Stel lagi sampai daun pintu dan jendela dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan
lurus dengan kusen.
Pemasangan Kaca
• Letakkan daun jendela dengan posisi alur terletak pada bagian atas. Usahakan letakkan pada
meja yang luasnya minimal sama dengan luas daun pintu. Atau letakkan pada lantai yang datar.
• Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
• Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar karton atau kain untuk
memegang kaca.
• Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada keempat sisi daun pintu/jendela.
• Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan martil. Sebaiknya letakkan selembar kain
di atas permukaan kaca yang sedang dipasang lis kayu. Ini untuk menghindari goresan pada
permukaan kaca karena gerakan martil.
G. PEKERJAAN PLAFOND
1) Pemasangan Plafond PVC 8mm + Rangka Furing Holo 15x30
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : Furing Holo 15x30, PVC 8mm, list PVC, sekrup, paku
beton.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, siku, bor listrik, cutter, benang, palu dll.
Pelaksanaan Pekerjaan
• Tentukan elevasi plafond dan buat garis sipatan pada dinding dan as sumbu ruangan.
• Pasang rangka tepi tepat pada garis sipatan menggunakan paku beton.
• Tentukan jarak penempatan kait atau rangka penggantung.
• Pasang benang untuk pedoman penentuan titik paku penggantung untuk menjamin kelurusan.
• Pasang rangka utama dan rangka pembagi sesuai dengan gambar kerja.
• Pasang list dan siku ke sudut-sudut dinding yang akan di Plafond. Pasangan list menggunakan
skrup dengan jarak 50 cm
• Pasang plafond PVC dari tepi sesuai pola pada gambar kerja menggunakan paku skrup.
Peralatan Pekerjaan
• Menyediakan Alat Peranca Scafolding 20 Set
H. PEKERJAAN ATAP
1) Rangka Atap Kuda-Kuda Baja Ringan
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : Baja Ringan C75, Reng Baja Ringan, Skrup, Paku Beton/
Dynabolt, dll.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, gerinda, gergaji besi, bor.
Pelaksanaan Pekerjaan
• Setelah posisi peil kuda-kuda didapatkan, pekerjaan awal adalah perakitan dan pemasangan
kuda –kuda baja ringan.
• Dilanjutkan pemasangan kuda-kuda baja ringan,rangka kuda-kuda ditempel ke balok dengan
menggunakan paku beton/ Dynabolt. Perkuatan antara rangka kuda-kuda baja ringan dengan
menggunakan baut screw.
• Penempatan jarak rangka Kuda-kuda baja ringan maksimum berjarak 120 cm/ atau sesuai
dengan gambar kerja.
• Setalah semua rangka kuda-kuda baja ringan terpasang, lalu pemasangan reng baja ringan yang
berjarak maksimum 60 cm (sesuai gambar kerja).
2) Penutup Atap
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : Atap spandek 0.30mm, rabung spandek, sekrup, dll.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, selang air, bor listrik, benang, gerinda/ gunting
seng dll.
Pelaksanaan Pekerjaan
• Setelah seluruh kuda-kuda selesai dan reng terpasang dengan benar (setting) dilanjutkan
dengan pemasangan penutup atap yaitu menggunakan atap spandek 0,30mm.
• Sebelum penutup atap dipasang, semua kemiringan atap dan kelurusan akhiran reng serta kuda-
kuda diperiksa ulang, karena kalau kemiringan reng dan kuda-kuda tidak sama mengakibatkan
genangan air.
• Pasang penutup atap pada posisi di atas reng, kemudian dilanjutkan pemasangan nok/ rabung
atap.
• Yang perlu diperhatikan dalam pemasangan penutup atap adalah jarak reng sesuai dengan
aturan yang telah ditentukan (sesuai dengan ukuran spesifikasi bahan penutup atap).
I. PEKERJAAN PENGECATAN
1) Pekerjaan Pengecatan
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : cat dinding dan tiang kolom, plamir dinding, sealer,
ampelas, air , dll.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : kuas roll, bak rool, kuas, kape, dll.
Pelaksanaan Pekerjaan
• Aplikasi pengecatan dengan menggunakan roll dan untuk bagian sudut menggunakan kuas.
• Pastikan dahulu permukaan dinding dalam keadaan kering tidak lembab.
• Proteksi area kerja dengan plastic terutama untuk menghindari tumpahan cat.
• Permukaan dinding dibersihkan dahulu sebelum di cat, yaitu dengan diampelas, sikat kawat
atau gurinda jenis mangkok (bila ada plesteran + aci yang tidak rata).
• Setelah permukaan dinding bersih, diberi lapisan plamir dinding supaya pori-pori/lubang-lubang
kecil dan retak-retak halus tertutup.
• Setelah plamir kering, permukaan dinding diampelas lagi agar mendapatkan permukaan yang
bersih/halus.
• Selanjutnya permukaan dinding diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat). Apabila setelah
disealer timbul retak rambut, maka dilakukan plamir ulang dan diampelas.
• Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.
Peralatan Pekerjaan
• Memakai Kuas Sorong dan Kuas 3 Inchi
• Mengunakan Peranca Scafolding 20 Set
J. PEKERJAAN SANITAIR
1) Pekerjaan Sanitair
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : kloset jongkok, floor drain, kran, pipa, seal tape, aksesoris.
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : bor, gerinda, waterpass, obeng, kunci pas, gergaji pipa dll.
Pengukuran
• Terlebih dahulu dilakukan pengukuran (marking area) untuk titik penempatan dan elevasi ketinggian
alat sanitair.
Pelaksanaan pekerjaan pemasangan sanitiar
• Pelaksanaan pekerjaan pemasangan sanitair dan asseccoriesnya dapat dikerjakan bersamaan
dengan pekerjaan pengecatan atau pada saat bangunan pada tahap penyelesaian untuk serah
terima, hal ini dilakukan untuk menjaga alat-alat sanitair tersebut tidak rusak/hilang sebelum
bangunan digunakan.
• Beri tanda (marking area) untuk penempatan posisi alat sanitair.
• Pastikan posisi titik inlet untuk connect ke alat sanitair sudah terpasang sesuai dengan gambar kerja.
• Untuk inlet berupa drat, penyambungan terlebih dahulu menggunakan seal tape.
• Pasang alat sanitari pada posisi yang telah diberi tanda.
• Proteksi alat sanitair yang sudah terpasang.
• Untuk testing pada pekerjaan sanitair adalah test fungsi alat sanitair.
K. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1) Pekerjaan Instalasi Listrik
Persiapan
• Persiapan lahan kerja.
• Persiapan material kerja, antara lain : kabel, pipa listrik, inbow dos, T dus, saklar, stop kontak,
fitting, lampu downlight Dan hemat energy, klem pipa, isolatif dll
• Persiapan alat bantu kerja, antara lain : tang, tang potong, obeng, palu, meteran, cutter
Pemasangan Instalasi Kabel
• Kabel vertical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit, dimana pipa tersebut harus
ditanam dulu pada dinding bata sebelum dinding diplester. Supaya tidak mudah bergerak pada saat
dinding diplester, maka pipa yang ditanam diberi klem dengan jarak sekitar 1 m.
• Kabel horizontal dipasang menggunakan pipa conduit yang diberi perkuatan klem dengan jarak
sekitar 1 m, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan maintenance. Pemasangan kabel horizontal
harus sejajar, tidak boleh saling melintas.
Pemasangan fitting dan armature
• Fitting dan armature dipasang setelah kabel ditest ketahanannya, agar tidak terjadi bongkar/pasang
armature.
Pemasangan saklar dan stop kontak
• Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter.
• Pasang conduit dan inbow dos.
• Tunggu sampai plester dinding akhir.
• Sambungan saklar, stop kontak dengan aslinya.
• Pasang saklar dan stop kontak, gunakan waterpass agar rata.