URAIAN PEKERJAAN
PENYELENGGARAAN JALAN KABUPATEN/KOTA
SUMBER DANA DAK TAHUN ANGGARAN 2023
PEMELIHARAAN BERKALA/REHABILITASI JALAN
PERANGINAN – LAWE HARUM
KECAMATAN BADAR
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
KAB UPATEN ACEH TENGGARA
Jl. Cut Nyak Dhien No. 199 Telp. (0629) 21074 Fax. (0629) 21460
Website : https://pupr.acehtenggarakab.go.id
Email : [email protected]
[URAIAN PEKERJAAN] | Lawe Menderung – Dolok Harapan
URAIAN PEKERJAAN
Kegiatan : Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota
Pekerjaan : Pemeliharaan Berkala/Rehabilitasi Jalan Peranginan – Lawe Harum
Lokasi : Kecamatan Badar
Sumber Dana : DAK Tahun Anggaran 2023
DIVISI 1. UMUM
A. Mobilisasi
Setelah dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), dilakukan tinjauan kelapangan
sebagai survey awal guna mengetahui lokasi pekerjaan, maka langkah selanjutnya adalah
membuat kantor (Direksi Keet) dalam hal ini sewa, barak kerja dan gudang untuk penyimpanan
bahan dan peralatan, selanjutnya memobilisasi peralatan dan tenaga kerja sesuai dengan jenis
pekerjaan yang akan dilaksanakan dilapangan, adapun bahan dan peralatan yang dimobilisasi
sebagai berikut :
1. Dump Truck, Mobilisasinya dilakukan pada saat pekerjaan drainase, pekerjaan tanah,
pekerjaan perkerasan berbutiran, dan pekerjaan aspal dimulai (galian selokan, galian biasa,
urugan biasa, urugan pilihan, lapis pondasi agregat klas A, lapis pondasi agregat klas B, dan
perkerasan aspal, juga untuk mengangkut keperluan material, bahan lainnya yang diperlukan
dilapangan);
2. Excavator, mobilisasinya dilaksanakan pada saat Pekerjaan Drainase, dan Pekerjaan Tanah
(galian biasa) dimulai.
3. Motor Greder, Mobilisasinya dilakukan pada saat pekerjaan Perkerasan berbutiran dimulai.
4. Wheel Loader, Mobilisasinya dilakukan pada pekerjaan tanah (urugan biasa, dan urugan
pilihan) dan pada saat pekerjaan berbutiran (Lapis pondasi agregat klas A, dan klas B) dimulai.
5. Vibrator Roller, digunakan untuk pemadatan yang dimobilisasi bersamaan dengan perkerjaan
Perkerasan berbutiran tersebut.
6. Tandem Roller, Mobilisasinya dilakukan pada saat pekerjaan ATB dimulai.
7. Water Tank Truck, Mobilisasinya dilakukan pada saat pekerjaan Perkerasan berbutiran
dilaksanakan.
8. Aspalt Sprayer, di Mobilisasi pada saat pekerjaan Aspal dilaksanakan;
9. Concrete Mixer, Mobilisasinya dilakukan pada saat Pekerjaan gorong-gorong, dan pekerjaan
Beton dimulai.
10. Concrete Vibrator, Mobilisasinya dilakukan pada saat Pekerjaan pekerjaan Beton dimulai.
11. Sedangkan Untuk Stone Cruser akan masih dalam dimobilisasikan dan akan ditempati pada
Quary di Lokasi yang akan kami sewa jangka panjang. Dan apabila memungkinkan kebutuhan
material bisa didatangkan dari darat maka kami tidak akan memobilisasikan Stone Cruiser
tersebut.
Demobilisasi
Semua Peralatan akan di Demobilisasi setelah semua pekerjaan telah selesai dikerjakan.
DIVISI 2. DRAINASE
a. Gorong-Gorong Pipa Beton Bertulang
Pekerjaan gorong-gorong tidak boleh dimulai sampai persetujuan tertulis Direksi Pekerjaan dan
lingkup pekerjaan telah diterbitkan. Karena gorong-gorong harus disele-saikan terlebih dahulu
sebelum pekerjaan timbunan dimulai, terkecuali jika Kontraktor dapat menyediakan drainase yang
memadai dengan membuat pekerjaan sementara yang khusus. pekerjaan persiapan tanah dasar atau
pekerjaan pelapisan ulang, baik pada jalur lalu lintas maupun pada bahu jalan, tidak boleh dimulai
[URAIAN PEKERJAAN] | Lawe Menderung – Dolok Harapan
sebelum gorong-gorong, tembok kepala dan struktur minor lainnya yang terletak di bawah elevasi
tanah dasar selesai dikerjakan.
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
a. Galian Biasa
Pelaksanaan galian untuk pondasi jembatan ini prosedurnya sebagai berikut :
1. Pengukuran dan pemasangan bowplank atau menentukan kedalaman galian.
Pengukuran dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur theodolit dengan mempedomani
hasil rekayasa yang telah ditentukan oleh Konsultan dan pihak Proyek. Pemasangan
bowplank dilakukan setalah hasil dari pengukuran disetujui oleh pihak konsultan dan pihak
proyek.
2. Penggalian dengan Menggunakan Alat Berat
Pekerjaan penggalian dilaksanakan setelah pemasangan bowplank dalam hal ini penentuan
kedalaman galian. Tanah yang digali oleh Excavator langsung dimuat ke Dump Truck,
kemudian diangkut keluar lokasi proyek.
b. Timbunan Biasa
Bahan material timbunan biasa yang digunakan harus memenuhi Spesifikasi Umum dan di
setujui oleh direksi. Pekerjaan timbunan biasa dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut :
Pengangkutan Material
Sumber dan jenis material yang akan dipakai untuk bahan timbunan harus disetujui terlebih
dahulu oleh direksi.
Pengangkutan Material Timbunan kelokasi pekerjaan dari tempat pembuangan galian
menggunakan dump truck. Pengecekan dan pencatatan volume material dilakukan pada saat
tiba dilokasi pekerjaan sebelum material di stock. Material diturunkan dengan jarak dan volume
tertentu untuk memudahkan pada saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material
disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.
Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan Motor Grader dalam tahap
penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Kondisi cuaca yang memungkinkan.
- Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai dengan kondisi lapangan.
Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai
dengan spesifikasi.
- Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang telah ditetapkan.
Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Vibro Roller, dimulai dari bagian tepi ke bagian
tengah. Setelah pemadatan selesai alat pemadat dipindahkan kejalur sebelahnya dengan over
leving 1/8 panjang drum dan seterusnya hingga mencapai areal pemadatan. Pemadatan
dilakukan dengan jumlah passing sesuai dengan hasil trial compaction. Hal-hal yang perlu
diperhatikan pada tahap ini adalah :
- Timbunan yang paling atas diselesaikan dimana tiap section pemadatan harus dibuat
sedemikian rupa sehingga memiliki kemiringan sesuai spesifikasi. Hal ini dimaksudkan agar
air hujan dapat dialirkan keluar areal timbunan.
- Apabila air kurang dari batas toleransi, maka harus ditambahkan air dengan cara
menyemprotkan air dari water tank. Banyaknya air yang disemprot harus diperhitungkan
[URAIAN PEKERJAAN] | Lawe Menderung – Dolok Harapan
sehingga tidak berlebihan. Penyemprotan air dilakukan pada saat jumlah passing mencapai
2/3 dari yang direncanakan hal ini dimaksudkan agar ikatan antara material tidak lepas
sehingga kepadatan dapat dicapai.
- Patok referensi elevasinol urugan, batas-batas urugan dan patok kemiringan harus dibuat
dengan jelas.
- Pada kondisi dimana pemadatan harus dihentikan sebelum pemadatan itu sendiri selesai
akibat cuaca, maka area pemadatan harus diproteksi.
- Pada lokasi timbunan harus dibuatkan Temprory Rain sedemikian rupa sehingga setiap
saluran tersebut dapat menampung air dan berfungsi dengan baik, tidak mengakibatkan
Urutan Kerja/Metode Kerja :
Material urugan biasa dimuat ke Dump Truck, pengangkutan material timbunan dilakukan
dengan Dump Truck dari tempat pembuangan galian ke lokasi pekerjaan, Material timbunan
biasa dihampar dengan menggunakan Motor Grader, Hamparan material di sirami air dengan
Water Tank Truck (sebelum pelaksanaan pemadatan) dan dipadatkan dengan menggunakan
Vibro Roller.
Selama pemadatan sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi hamparan dan level
permukaan dengan menggunakan alat bantu.
c. Timbunan Pilihan
Bahan material timbunan pilihan yang digunakan harus memenuhi Spesifikasi Umum dan di
setujui oleh direksi. Pekerjaan timbunan pilihan dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut
:
Pengangkutan Material
Sumber dan jenis material yang akan di pakai untuk bahan timbunan harus di setujui terlebih
dahulu oleh direksi. Pengangkutan Material Timbunan kelokasi pekerjaan dari quarry
menggunakan dump truck dan loadingnya dilakukan dengan menggunakan wheel loader.
Pengecekan dan pencatatan volume material dilakukan pada saat tiba dilokasi pekerjaan
sebelum material di stock. Material diturunkan dengan jarak dan volume tertentu untuk
memudahkan pada saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan material disatu tempat dan
kekurangan material ditempat lain.
Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan Motor Grader dalam tahap
penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Kondisi cuaca yang memungkinkan.
- Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai dengan kondisi lapangan.
Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai
dengan spesifikasi.
- Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang telah ditetapkan.
Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Vibro Roller, dimulai dari bagian tepi ke bagian
tengah. Setelah pemadatan selesai alat pemadat dipindahkan kejalur sebelahnya dengan over
leving 1/8 panjang drum dan seterusnya hingga mencapai areal pemadatan. Pemadatan
dilakukan dengan jumlah passing sesuai dengan hasil trial compaction. Hal-hal yang perlu
diperhatikan pada tahap ini adalah :
- Timbunan yang paling atas diselesaikan dimana tiap section pemadatan harus dibuat
sedemikian rupa sehingga memiliki kemiringan sesuai spesifikasi. Hal ini dimaksudkan agar
air hujan dapat dialirkan keluar areal timbunan.
[URAIAN PEKERJAAN] | Lawe Menderung – Dolok Harapan
- Apabila air kurang dari batas toleransi, maka harus ditambahkan air dengan cara
menyemprotkan air dari water tank. Banyaknya air yang disemprot harus diperhitungkan
sehingga tidak berlebihan. Penyemprotan air dilakukan pada saat jumlah passing mencapai
2/3 dari yang direncanakan hal ini dimaksudkan agar ikatan antara material tidak lepas
sehingga kepadatan dapat dicapai.
- Patok referensi elevasinol urugan pilihan, batas-batas urugan dan patok kemiringan harus
dibuat dengan jelas.
- Pada kondisi dimana pemadatan harus dihentikan sebelum pemadatan itu sendiri selesai
akibat cuaca, maka area pemadatan harus diproteksi.
- Pada lokasi timbunan harus dibuatkan Temprory Rain sedemikian rupa sehingga setiap
saluran tersebut dapat menampung air dan berfungsi dengan baik, tidak mengakibatkan
Urutan Kerja/Metode Kerja :
- Material urugan pilihan dimuat ke Dump Truck dengan menggunakan whell loader,
Pengangkutan material timbunan dilakukan dengan Dump Truck dari quarry/borrow pit ke
lokasi pekerjaan, Material timbunan pilihan dihampar dengan menggunakan Motor Grader,
Hamparan material di sirami air dengan Water Tank Truck (sebelum pelaksanaan
pemadatan) dan dipadatkan dengan menggunakan Vibro Roller. Selama pemadatan
sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi hamparan dan level permukaan dengan
menggunakan alat bantu.
d. Penyiapan Badan Jalan
Pekerjaan ini mencakup penyiapan, penggaruan dan pemadatan permukaan tanah dasar atau
permukaan jalan kerikil lama atau lapis perkerasan lama yang rusak berat, untuk penghamparan
Lapis Pondasi Agregat, Lapis Pondasi Jalan Tanpa Penutup Aspal, Lapis Pondasi Semen Tanah atau
Lapis Pondasi Beraspal di daerah jalur lalu-lintas (termasuk jalur tempat pemberhentian dan
persimpangan). Untuk jalan kerikil, pekerjaan dapat juga mencakup perataan berat dengan motor
grader untuk perbaikan bentuk dengan atau tanpa penggaruan dan tanpa penambahan bahan
baru. Pekerjaan ini meliputi galian minor atau penggaruan serta pekerjaan timbunan minor yang
diikuti dengan pembentukan, pemadatan, pengujian tanah atau bahan berbutir, dan pemeliharaan
permukaan yang disiapkan sampai bahan perkerasan ditempatkan diatasnya.
DIVISI 5. PERKERASAN BERBUTIR
a. Lapis Pondasi Agregat Kelas A
Untuk pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi aggregat kelas A ini dilaksanakan untuk membuat
pondasi bahu jalan dan pondasi badan jalan pekerjaan ini. Pekerjaan Lapis Pondasi Aggregat Kelas
A dengan prosedur sebagai berikut :
Bahan Material dan Pencampuran Bahan Agregat Kelas A
Fraksi bahan terdiri dari agregat halus dan agregat kasar, pencampuran bahan untuk memenuhi
ketentuan yang disyaratkan harus dikerjakan di lokasi instalasi pemecah batu atau pencampur
yang disetujui, dengan menggunakan pemasok mekanis (mechanical feeder) yang telah dikalibrasi
untuk memperoleh aliran yang menerus dari komponen-komponen campuran dengan proporsi
yang benar.
Pengangkutan Material
Pengangkutan Material Base kelokasi pekerjaan menggunakan dump truck dan loadingnya
dilakukan dengan menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume material
dilakukan pada saat tiba dilokasi pekerjaan sebelum material di stock.Material diturunkan dengan
jarak dan volume tertentu untuk memudahkan pada saat penghamparan agar tidak terjadi
kelebihan material disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.
[URAIAN PEKERJAAN] | Lawe Menderung – Dolok Harapan
Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan Motor Grader dalam tahap
penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Kondisi cuaca yang memungkinkan.
- Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai dengan kondisi lapangan.
Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai
dengan spesifikasi.
- Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang telah ditetapkan.
Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Tandem Roller dan PTR, dimulai dari bagian tepi ke
bagian tengah. Setelah pemadatan selesaialat pemadat dipindahkan kejalur sebelahnya dengan
over leving 1/8 panjang drum dan seterusnya hingga mencapai areal pemadatan. Pemadatan
dilakukan dengan jumlah passing sesuai dengan hasil trial compaction. Hal-hal yang perlu
diperhatikan pada tahap ini adalah :
- Lapis pondasi aggregat kelas A yang paling atas diselesaikan dimana tiap section pemadatan
harus dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki kemiringan sesuai spesifikasi. Hal ini
dimaksudkan agar air hujan dapat dialirkan keluar areal timbunan.
- Apabila air kurang dari batas toleransi, maka harus ditambahkan air dengan cara
menyemprotkan air dari water tank. Banyaknya air yang disemprot harus diperhitungkan
sehingga tidak berlebihan. Penyemprotan air dilakukan pada saat jumlah passing mencapai
2/3 dari yang direncanakan hal ini dimaksudkan agar ikatan antara material tidak lepas
sehingga kepadatan dapat dicapai.
- Patok referensi elevasinol aggregat kelas A, batas-batas urugan dan patok kemiringan harus
dibuat dengan jelas.
- Pekerjaan aggregat kelas A yang telah selesai pada hari yang bersangkutan harus diamankan
dari pengaruh cuaca.
- Pada kondisi dimana pemadatan harus dihentikan sebelum pemadatan itu sendiri selesai
akibat cuaca, maka area pemadatan harus diproteksi. Pada lokasi aggregat kelas A harus
dibuatkan Temprory Rain sedemikian rupa sehingga setiap saluran tersebut dapat
menampung air dan berfungsi dengan baik, tidak mengakibatkan genangan air.
Prosedur Pelaksanaan
- Pencampuran aggregat kelas A dicampur di Base Camp dengan menggunakan alat Wheel
Loader dan Excavator.
- Pengisian aggregat kelas A ke Dump Truck dilaksanakan dengan memakai alat Wheel Loader.
- Pengangkutan material aggregat kelas A dilaksanakan dengan Dump Truck.
- Penghamparan material aggregat kelas A dengan menggunakan alat Motor Grader
- Hamparan aggregat dibasahi dengan Water Tank Truck sebelum dipadatkan dengan Tandem
Roller dan Pneumatic Tire Roller Selama pemadatan, sekelompok pekerjaan akan merapikan
tepi hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.
b. Lapis Pondasi Agregat Kelas B
Untuk pelaksanaan pekerjaan lapis pondasi aggregat kelas B ini dilaksanakan untuk membuat
pondasi bahu jalan dan pondasi badan jalan pekerjaan ini. Pekerjaan Lapis Pondasi Aggregat Kelas
B dengan prosedur sebagai berikut :
Bahan Material dan Pencampuran Bahan Agregat Kelas B
Fraksi bahan terdiri dari agregat halus dan agregat kasar, pencampuran bahan untuk memenuhi
ketentuan yang disyaratkan harus dikerjakan di lokasi instalasi pemecah batu atau pencampur
[URAIAN PEKERJAAN] | Lawe Menderung – Dolok Harapan
yang disetujui, dengan menggunakan pemasok mekanis (mechanical feeder) yang telah dikalibrasi
untuk memperoleh aliran yang menerus dari komponen-komponen campuran dengan proporsi
yang benar.
Pengangkutan Material
Pengangkutan Material Base kelokasi pekerjaan menggunakan dump truck dan loadingnya
dilakukan dengan menggunakan wheel loader. Pengecekan dan pencatatan volume material
dilakukan pada saat tiba dilokasi pekerjaan sebelum material di stock.Material diturunkan dengan
jarak dan volume tertentu untuk memudahkan pada saat penghamparan agar tidak terjadi
kelebihan material disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.
Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan Motor Grader dalam tahap
penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Kondisi cuaca yang memungkinkan.
- Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai dengan kondisi lapangan.
Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tebal penghamparan sesuai
dengan spesifikasi.
- Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang telah ditetapkan.
Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Tandem Roller dan PTR, dimulai dari bagian tepi ke
bagian tengah. Setelah pemadatan selesaialat pemadat dipindahkan kejalur sebelahnya dengan
over leving 1/8 panjang drum dan seterusnya hingga mencapai areal pemadatan. Pemadatan
dilakukan dengan jumlah passing sesuai dengan hasil trial compaction. Hal-hal yang perlu
diperhatikan pada tahap ini adalah :
- Lapis pondasi aggregat kelas B yang paling atas diselesaikan dimana tiap section pemadatan
harus dibuat sedemikian rupa sehingga memiliki kemiringan sesuai spesifikasi. Hal ini
dimaksudkan agar air hujan dapat dialirkan keluar areal timbunan.
- Apabila air kurang dari batas toleransi, maka harus ditambahkan air dengan cara
menyemprotkan air dari water tank. Banyaknya air yang disemprot harus diperhitungkan
sehingga tidak berlebihan. Penyemprotan air dilakukan pada saat jumlah passing mencapai
2/3 dari yang direncanakan hal ini dimaksudkan agar ikatan antara material tidak lepas
sehingga kepadatan dapat dicapai.
- Patok referensi elevasinol aggregat kelas B, batas-batas urugan dan patok kemiringan harus
dibuat dengan jelas.
- Pekerjaan aggregat kelas A yang telah selesai pada hari yang bersangkutan harus diamankan
dari pengaruh cuaca.
- Pada kondisi dimana pemadatan harus dihentikan sebelum pemadatan itu sendiri selesai
akibat cuaca, maka area pemadatan harus diproteksi. Pada lokasi aggregat kelas B harus
dibuatkan Temprory Rain sedemikian rupa sehingga setiap saluran tersebut dapat
menampung air dan berfungsi dengan baik, tidak mengakibatkan genangan air.
Prosedur Pelaksanaan
- Pencampuran aggregat kelas B dicampur di Base Camp dengan menggunakan alat Wheel
Loader dan Excavator.
- Pengisian aggregat kelas B ke Dump Truck dilaksanakan dengan memakai alat Wheel Loader.
- Pengangkutan material aggregat kelas B dilaksanakan dengan Dump Truck.
- Penghamparan material aggregat kelas B dengan menggunakan alat Motor Grader
[URAIAN PEKERJAAN] | Lawe Menderung – Dolok Harapan
- Hamparan aggregat dibasahi dengan Water Tank Truck sebelum dipadatkan dengan Tandem
Roller dan Pneumatic Tire Roller Selama pemadatan, sekelompok pekerjaan akan merapikan
tepi hamparan dan level permukaan dengan menggunakan alat bantu.
DIVISI 6. PERKERASAN ASPAL
a. Lapis Resap Pengikat - Aspal Cair/Emulsi
Pekerjaan Lapis Resap Pengikat dilakukan di atas permukaan Agregat Klas A yang telah dipadatkan
dan telah dilakukan pengujian kepadatan. Lapisan Resap Pengikat harus disemprot hanya pada
permukaan yang kering atau mendekati kering, dan Lapis Perekat harus disemprot hanya pada
permukaan yang benar-benar kering. Penyemprotan Lapis Resap Pengikat tidak boleh
dilaksanakan waktu angin kencang, hujan atau akan turun hujan.
b. Laston Lapis Antara (AC-BC)
1. Ruang Lingkup
a. Penyiapan material untuk campuran AC-BC
b. Penyiapan lokasi penghamparan AC-BC
c. Penghamparan dan pemadatan sesuai dengan ketebalan dan elevasi yang diminta
2. Alat yang dipakai
a. Stone crusher
b. Wheel loader
c. Dump truck
d. AMP
e. Asphalt Finisher
f. Tandem Roller
g. PTR
h. Air Compressor
i. Asphalt Sprayer
3. Bahan yang diperlukan
a. Batu pecah/split
b. Pasir
c. Aspal
d. Filler
e. Kerosene
4. Prosedur Pelaksanaan dilapangan
a. Penentuan lokasi dan elevasi dari AC-BC yang akan dipasang di lapangan pada shop
drawing.
b. Drum truck mengangkut material batu dari quarry dan membawa ke stock pile raw material
di base camp.
c. Wheel loader menuang material batu dari stock pile ke hopper, untuk selanjutnya dilakukan
proses pemecahan dan screening menurut diameternya (pasir, abu batu 0-5 mm, split 5-12
mm, split 12-20 mm) oleh stone crusher.
d. Pembuatan job mix design dari material hasil crushing dari stone crusher dan material
lainnya harus sesuai dengan spesifikasi teknis dalam hal sbb:
[URAIAN PEKERJAAN] | Lawe Menderung – Dolok Harapan
Tabel Nominal Rancangan Campuran Aspal
Tebal Nominal
Jenis Campuran Simbol
Minimum (cm)
Latasir Kelas A SS-A 1,5
Latasir Kelas B SS-B 2,0
Lapis Aus HRS-WC 3,0
Lataston
Lapis Pondasi HRS-Base 3,5
Lapis Aus AC-WC 4,0
Laston Lapis Pengikat AC-BC 5,0
Lapis Pondasi AC-Base 6,0
Tabel Ketentuan Agregat Kasar
Pengujian Standar Nilai
Kekekalan bentuk agregat terhadap
SNI 03-3407-1994 Maks.12 %
larutan natrium dan magnesium sulfat
Abrasi dengan mesin Los Angeles SNI 03-2417-1991 Maks. 40 %
Kelekatan agregat terhadap aspal SNI 03-2439-1991 Min. 95 %
Angularitas (ke Lalu Lintas < 1 juta
85/80
dalaman ESA
dari permukaan < Lalu Lintas > 1 juta DoT’s
95/90
10 cm) ESA Pennsylvania
Angularitas (ke Lalu Lintas < 1 juta Test Method,
60/50
dalaman ESA PTM No.621
dari permukaan > Lalu Lintas > I juta
80/75
10 cm) ESA
Partikel Pipih dan Lonjong ASTM D-4791 Maks. 10 %
Tabel Angularitas Agregat Halus
Lalu
Pengujian Standar Nilai
Lintas
Angularitas (ke < 1 juta
Min. 40 %
dalaman ESA
dari permukaan < > 1 juta
Min. 45 %
10 cm) ESA
AASHTO
Angularitas (ke < 1 juta
TP-33 Min. 40 %
dalaman ESA
dari permukaan > > 1 juta
Min. 40 %
10 cm) ESA
Tebal nominal rancangan Campuran Aspal
Tebal Nominal
Jenis Campuran Simbol
Minimum (cm)
Latasir Kelas A SS-A 1,5
Latasir Kelas B SS-B 2,0
Lapis Aus HRS-WC 3,0
Lataston
Lapis Pondasi HRS-Base 3,5
Lapis Aus AC-WC 4,0
Laston Lapis Pengikat AC-BC 5,0
Lapis Pondasi AC-Base 6,0
[URAIAN PEKERJAAN] | Lawe Menderung – Dolok Harapan
Tabel Ketentuan Agregat Kasar
Pengujian Standar Nilai
Kekekalan bentuk agregat
SNI 03-
terhadap larutan natrium dan Maks.12 %
3407-1994
magnesium sulfat
Abrasi dengan mesin Los SNI 03-
Maks. 40 %
Angeles 2417-1991
Kelekatan agregat terhadap SNI 03-
Min. 95 %
aspal 2439-1991
Angularitas Lalu Lintas < 1
85/80
(ke dalaman juta ESA
dari
Lalu Lintas > 1
permukaan DoT’s 95/90
juta ESA
< 10 cm) Pennsylvania
Angularitas Lalu Lintas < 1 Test Method,
60/50
(ke dalaman juta ESA PTM No.621
dari
Lalu Lintas > I
permukaan 80/75
juta ESA
> 10 cm)
ASTM D-
Partikel Pipih dan Lonjong Maks. 10 %
4791
Tabel Gradasi Agregat Untuk Campuran Aspal
Ukuran % Berat Yang Lolos
ayakan Latasir (SS) Lataston (HRS) LASTON (AC)
Kelas Kelas
ASTM (mm) WC Base WC BC Base
A B
1½” 37,5 100
1” 25 100 90 - 100
¾” 19 100 100 100 100 100 90 - 100 Maks.90
90 -
½” 12,5 90 - 100 90 - 100 Maks.90
100
90 - 65 -
3/8” 9,5 75 - 85 Maks.90
100 100
75 - 35 -
No.8 2,36 50 - 721 28 - 58 23 - 39 19 - 45
100 551
No.16 1,18
No.30 0,600 35 - 60 15 - 35
10 -
No.200 0,075 8 - 13 6 - 12 2 - 9 4 - 10 4 - 8 3 - 7
15
DAERAH LARANGAN
No.4 4,75 - - 39,5
No.8 2,36 39,1 34,6 26,8 - 30,8
22,3 -
No.16 1,18 25,6 - 31,6 18,1 - 24,1
28,3
16,7 -
No.30 0,600 19,1 - 23,1 13,6 - 17,6
20,7
No.50 0,300 15,5 13,7 11,4
[URAIAN PEKERJAAN] | Lawe Menderung – Dolok Harapan
Tabel Toleransi Komposisi Campuran
Agregat Gabungan Lolos Ayakan Toleransi Komposisi Campuran
Sama atau lebih besar dari 2,36 mm ± 5 % berat total agregat
2,36 mm sampai No.50 ± 3 % berat total agregat
No.100 dan tertahan No.200 ± 2 % berat total agregat
No.200 ± 1 % berat total agregat
Kadar aspal Toleransi
Kadar aspal ± 0,3 % berat total campuran
Tabel Ketentuan Sifat-sifat Campuran
Latasir Lataston Laston
Sifat-sifat Campuran Kelas A
WC Base WC BC Base
& B
1,2 untuk Lalu Lintas > 1.000.000 ESA
Penyerapan kadar aspal Maks. 2,0
1,7 untuk Lalu Lintas < 1.000.000 ESA
Jumlah tumbukan per bidang 50 75 112 (1)
Lalu Lintas (LL) Min. Tidak - 4.9
> 1 juta ESA Maks. digunakan - 5.9
Rongga > 0,5 juta ESA & < Min. untuk LL 4.0 3.9
dalam 1 juta ESA Maks. berat 6.0 4.9
campuran Lalu Lintas (LL) Min. 3.0 3.0
(%) (4) < 0,5 juta ESA Maks. 6.0 5.0
Rongga dalam Agregat (VMA)
Min. 20 18 17 15 14 13
(%)
Lalu Lintas (LL) Min. Tidak 65 60
65 63
> 1 juta ESA digunakan
Rongga > 0,5 juta ESA & < Min. untuk LL
68
terisi aspal 1 juta ESA berat
(%)
Lalu Lintas (LL) Min.
75 73
< 0,5 juta ESA
Min. 200 800 800 (1)
Stabilitas Marshall (kg)
Maks. 850 - -
Min. 2 2 2 (1)
Kelelehan (mm)
Maks, 3 - -
Marshall Quotient (kg/mm) Min. 80 200 200
Stabilitas Marshall Sisa setelah
85 untuk Lalu Lintas > 1.000.000 ESA
pe-endaman selama 24 jam, 60 Min.
80 untuk Lalu Lintas < 1.000.000 ESA
ºC (5)
Rongga dlm Lalu Lintas (LL) Min. Tidak
- 2,5
campuran > 1 juta ESA Maks. digunakan
(%) pada > 0,5 juta ESA & < Min. untuk LL
2
(2,3) 1 juta ESA Maks. berat
Kepadatan
Lalu Lintas (LL) Min.
membal 1
< 0,5 juta ESA Maks.
(refusal)
[URAIAN PEKERJAAN] | Lawe Menderung – Dolok Harapan
Tabel Ketentuan Viskositas Aspal dan Suhu Campuran Aspal
SUHU CAMPURAN
VISKOSITAS
No. PROSEDUR PELAKSANAAN ASPAL (ºC)
ASPAL (PA.S)
Pen.60/70
1 Pencampuran benda uji Marshall 0,2 155 ± 1
2 Pemadatan benda uji Marshall 0,4 145 ± 1
tidak
3 Suhu pencampuran maks. di AMP 165
diperlukan
4 Pencampuran, rentang temperatur sasaran 0,2 - 0,5 145 - 155
Menuangkan campuran aspal dari alat pencampur
5 0,5 - 1,0 135 - 150
ke dalam truk
6 Pemasokan ke Alat Penghampar 0,5 - 1,0 130 - 150
7 Penggilasan Awal (roda baja) 1 - 2 125 - 145
8 Penggilaan Kedua (roda karet) 2 - 20 100 - 125
9 Penggilasan Akhir (roda baja) < 20 > 95
e. Lokasi yang akan dihampar AC-BC ditandai, baik batas batas dan elevasinya serta
disemprot dengan Prime Coat (lihat metode kerja Prime Coat)
f. Mobilisasi alat-alat hotmix (Asphalt Finisher, Tandem Roller,Pneumatic Tyre Roller dan
alat-alat bantu lainnya ke lokasi
g. Pencampuran material dengan alat AMP sesuai dengan job mix design
h. Sepatu (screed) tepi dari Asphalt Finisher di pasang sesuai garis ketinggian yang
diperlukan pada tepi dari tempat dimana AC-BC akan dihampar
i. Dump truck membawa campuran aspal panas (AC-BC) dari AMP dan menuang ke Asphalt
Finisher. Pada saat hauling ini suhu sampuran AC-BC harus dijaga dengan menutupnya
dengan terpal.
j. Penghamparan AC-BC dilakukan dengan cara menuang material AC-BC dari Dump Truck
ke Asphalth Finisher selajuntnya Asphalt Finisher yang akan menghampar dan
membentuk lapisan AC-BC
1) Screed dari Asphalt Finisher sudah dipanaskan
2) Campuran hotmix dihampar dan diratakan sesuai dengan kelandaian, elevasi serta
bentuk melintang yang disyaratkan
3) Kecepatan penghamparan harus diperhatikan agar tidak terjadi retak permukaan,
belahan atau bentuk ketidakteraturan lainnya pada permukaan
4) Tempat-tempat yang kasar atau terjadi agregasi harus segera diperbaiki dengan bahan
yang halus dan perlahan-lahan diratakan
5) Campuran tidak boleh berkumpul dan mendingin pada tepi-tepi penadah atau tempat
lainnya di mesin
a. Pemadatan
a. Pemadatan awal (break down Rolling) dilakukan dengan tandem roller 0-10 menit setelah
penghamparan pada suhu 125-110 C Pengecekan elevasi dilakukan segera setelah break
down rolling dan kesalahan yang terjadi segera diperbaiki.
b. Pemadatan sekunder (intermediate rolling) dilakukan dengan Pneumatic Tyre Roller 10 -
20 menit setelah penghamparan pada suhu 110 - 95 C
c. Pemadatan akhir (finish rolling) dilakukan dengan tandem roller 20 - 45 menit setelah
penghamparan pada suhu 95 - 80C dan dilakukan sampai bekas bekas roda pemadat
hilang
d. Banyak lintasan pada saat pemdatan sesuai dengan hasil dari trial compaction
[URAIAN PEKERJAAN] | Lawe Menderung – Dolok Harapan
e. Pemadatan dilakukan dari bagian luar menuju ke as jalan (pada jalan lurus) atau dari
bagian rendah ke bagian yang lebih tinggi (pada daerah super elevasi)
f. Lintasan yang berurutan harus saling menutupi dengan paling sedikit setengah dari lebar
roda
g. Untuk mencegah pelekatan campuran aspal ke roda pemadat, roda-roda pemadat dapat
dibasahi dengan air secara menerus, namun tidak boleh berlebihan.
DIVISI 7. STRUKTUR
Lingkup Pekerjaan
a. Beton Struktur fc’ 20 Mpa
b. Beton Struktur fc’ 15 Mpa
c. Beton Siklop fc’15 Mpa
Prosedur ini meliputi pemyediaan bahan, pembuatan, penyediaan tempat kerja, pelaksanaan dan
pemeliharaan beton sesuai dengan spesifikasi dan gambar kerja atau sebagaimana yang disetujui
oleh Direksi Pekerjaan. Beton yang dimaksud dalam uraian ini adalah beton mutu sedang (fc’ 20
MPa), beton mutu rendah (fc’ 15 MPa) dan beton mutu rendah (fc’ 10 MPa).
Persiapan :
- Pengujian semua bahan yang digunakan beserta data pengujian bahan dari laboratorium;
- Mempersiapkan rancangan campuran untuk masing-masing mutu beton yang akan
digunakan minimal 30 hari sebelum pekerjaan pengecoran beton dimulai lengkap dengan
hasil pengujian bahan dan hasil pengujian percobaan campuran beton di laboratorium
berdasarkan kuat tekan beton untuk umur 7 dan 28 hari;
- Membuat campuran percobaan menggunakan proporsi campuran hasil rancangan campuran
serta bahan yang diusulkan;
- Mempersiapkan Gambar detil untuk seluruh perancah yang akan digunakan;
- Persetujuan Direksi lapangan hasil percobaan campuran;
- Pengajuan kerja kepada Direksi Lapangan 2 hari sebelum pelaksanaan pencampuran dan
pengecoran dilapangan.
- Pemeriksaan kondisi cuaca, kesiapan lokasi kerja, bahan, alat dan tenaga kerja
Pengendalian terhadap resiko K3 :
Resiko kerja dalam pekerjaan ini adalah terkena peralatan kerja yang dapat mengakibatkan luka
ringan, luka berat dan kematian terhadap tenaga kerja, gangguan kesehatan akibat debu dan
semendan kecelakaan akibat pembersihan dan kerusakaan peralatan kerja. Untuk itu kami akan
melakukan pengendalian resiko seperti pengecekan safety dan perbaikan alat kerja agar selalu
dalam keadaan baik sebelum pekerjaan dilakukan, selalu melakukan pengecekan alat kerja pada
saat pengangkatan alat ke lokasi yang telah ditentukan agar tidak terjadi kecelakaan yang
mengakibatkan luka ringan, berat ataupun kematian, selalu melakukan pengecekan sebelum dan
saat pembersihan tabung pengaduk agar tidak terjadi kecelakaan yang mengakibatkan luka
ringan, berat ataupun kematian, pengadaan rambu dan pagar pengaman dan pengadaan alat
pelindung diri (APD) yang telah ditentukan untuk pekerjaan konstruksi.
d. Baja Tulangan Polos BjTP 280
Pekerjaan ini mencangkup pengadaan dan pemasangan baja tulangan pada struktur beton
bertulang dan pekerjaan beton lainnya.
[URAIAN PEKERJAAN] | Lawe Menderung – Dolok Harapan
Tahapan Pekerjaan :
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat dahulu request dan diserahkan kepada direksi
untuk disetujui.
- Baja tulangan dipotong dengan alat berbanding set dan dirangkai sesuai gambar rencana.
- Baja Tulangan harus dipasang sedemikian rupa sehingga beton yang menutupi bagian luar
baja tidak terekspos langsung dengan udara atau terhadap air tanah atau yang lainnya.
Resiko kerja dalam pekerjaan ini adalah terluka akibat pelaksanaan penulangan tidak
dilakukan oleh tenaga yang berpengalaman dan ahli dibidangnya, seperti : terjepit,
terluka/tergores saat pemasangan/pemotongan besi tulangan. Untuk itu kami akan
melakukan pengendalian resiko seperti para pekerja yang mengerjakan pemasangan besi
tulangan harus memakai sarung tangan, helm, sepatu boot yang sesuai standar, Besi tulangan
yang menjorok ke luar dari lantai atau dinding harus diberi pelindung, Pabrikasi besi
tulangan harus dilakukan oleh pekerja yang sudah berpengalaman dibidangnya, dan Besi
tulangan tidak boleh disimpan pada perancah atau papan acuan yang dapat membahayakan
kestabilannya.
e. Bronjong dengan kawat yang dilapisi galvanis
Pekerjaan pemasangan bronjong ini bertujuan agar tanah disekitar lereng jalan tidak tergerus oleh
arus / aliran air. Keranjang bronjong dibentangkan dengan kuat sehingga bentuk serta posisi yang
benar dengan menggunakan batang penarik atau ulir penarik kecil sebelum pengisian batu ke
dalam kawat bronjong. Batu dimasukkan satu demi satu sehingga diperoleh kepadatan maksimum
dan rongga seminimal mungkin. Bilamana tiap bronjong telah diisi setengah dari tingginya, dua
kawat pengaku horinsontal dari muka ke belakang akan dipasang.
Pengendalian terhadap resiko K3 :
Resiko kerja dalam pekerjaan ini adalah luka karena tertimpa batu dan terjatuh/terpeleset saat
pemasangan batu. Untuk itu kami akan melakukan pengendalian resiko seperti memakai alat
pelindung diri (APD) seperti helm, sepatu bot, sarung tangan, kacamata safety dan masker,
pelaksanaan pekerjaan akan dilakukan oleh tenaga profesional atau operator alat berat yang telah
berpengalaman dibidangnya.
DIVISI 9. PEKERJAAN HARIAN & PEKERJAAN LAIN-LAIN
a. Marka Jalan Termoplastik
Pekerjaan ini dilaksanakan pada akhir seluruh pekerjaan dari paket ini berupa pengecatan Marka
Jalan dengan Termoplastik. Pekerjaan ini dilaksanakan diatas permukaan jalan AC-WC Leveling
yang telah selesai dilaksanakan. Metoda kerja dari pekerjaan ini adalah sebagai berikut :
- Sebelum melakukan pekerjaan harus dibuat request dan diserahkan kepada direksi untuk
disetujui.
- Permukaan jalan dibersihkan dari debu/kotoran.
- Cat disemprotkan dengan Compressor diatas permukaan perkerasan jalan.
- Peralatan beserta bahan dibawa oleh Dump Truck.
- Glass Bit diberikan / ditebarkan dengan tenaga manusia segera setelah cat marka di
semprotkan.
- Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan.
Pengendalian terhadap resiko K3 :
Resiko kerja dalam pekerjaan ini adalah luka bakar dan terjadi kecelakaan lalu lintas. Untuk itu
kami akan melakukan pengendalian resiko seperti memakai alat pelindung diri (APD) seperti
[URAIAN PEKERJAAN] | Lawe Menderung – Dolok Harapan
helm, sepatu bot, sarung tangan, kacamata safety dan masker, pelaksanaan pekerjaan akan
dilakukan oleh tenaga profesional atau operator alat berat yang telah berpengalaman
dibidangnya, pengadaan rambu dan pagar pengaman dan pengadaan alat pelindung diri (APD)
yang telah ditentukan untuk pekerjaan konstruksi.
PEKERJAAN PENUNJANG
Pekerjaan penunjang berupa pengaturan lalu lintas jalan, pengalihan jalan sementara serta
komunikasi lapangan dan basecamp untuk menghindari kerugian akibat cuaca.
Untuk pengaturan lalu lintas di laksanakan sejak dimulainya pekerjaan di lokasi yang pastinya
akan mempengaruhi kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi kerja di akibatkan antara lain karena
badan jalan yang direkonstruksi, posisi alat berat di badan jalan serta penumpukan material di
lokasi pekerjaan. Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan arus lalu lintas maka kami akan
menempatkan tenaga yang khusus mengawasi dan bertanggung jawab terhadap kelancaran arus
lalu lintas. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh lubang
galian, tumpukan material serta alat berat yang sedang bekerja, kami akan memasang rambu-
rambu berupa famplet atau spanduk peringatan kepada pengamudi agar berhati- hati pada waktu
melintas lokasi pekerjaan, dan untuk lubang serta tumpukan material dipasangkan pita-pita
penanda dengan warna mencolok agar dapat terlihat oleh pengendara.
PENERAPAN K3
Untuk mengawasi dan mengkoordinir penerapan rencana keselamatan dan kesehatan kerja
petugas K3 yang ditugaskan harus selalu mengikuti dan mengawasi setiap pelaksanaan item
pekerjaan bersama tim yang di tugaskan agar program dan sasaran K3 tercapai 100%.
PEMBERSIHAN AKHIR
Sebelum pekerjaan diserah terimakan, kami akan membongkar gudang, bangsal-bangsal kerja,
membersihkan bahan-bahan bangunan dan kotoran-kotoran bekas yang ada dalam lokasi
bangunan, sehingga pada saat serah terima dilaksanakan, bangunan dalam keadaan bersih dan
rapi.
Demikianlah Uraian Pekerjaan ini dibuat, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Kutacane, 10 April 2023
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Aceh Tenggara
dto
Muhammad Yusuf, ST
Pembina (IV/a)
Nip. 19740725 200701 1 035
[URAIAN PEKERJAAN] | Lawe Menderung – Dolok Harapan