| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0020296448101000 | Rp 344,980,182 | - | |
| 0749775755101000 | Rp 386,912,814 | POKJA PEMILIHAN MEMBUTUHKAN WAKTU PEMBUKTIAN. | |
| 0665453320107000 | Rp 352,267,127 | Tidak memenuhi Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) yang terdiri atas: a. Elemen SMKK; dan b. Pakta Komitmen Keselamatan Konstruksi | |
| 0032903676101000 | Rp 415,275,563 | - | |
CV Karya Abadi | 0028891778107000 | - | - |
| 0020324232107000 | - | - | |
| 0015576515107000 | - | - | |
| 0732040993107000 | - | - | |
| 0019027325107000 | - | - | |
| 0420368169105000 | - | - | |
| 0718121312107000 | - | - | |
| 0015033970107000 | - | - | |
| 0838517720106000 | - | - | |
| 0025737214107000 | - | - | |
| 0032138893101000 | - | - | |
| 0961888575101000 | - | - | |
| 0032655730105000 | - | - | |
| 0747894061107000 | - | - | |
| 0956334981101000 | - | - | |
| 0020297669101000 | - | - | |
| 0754774032101000 | - | - | |
| 0806287488105000 | - | - | |
| 0028891018107000 | - | - | |
| 0028891125107000 | - | - | |
| 0316668219107000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEKERJAAN PENDAHULUAN
Diawal Pekerjaan kami akan melaksanakan pekerjaan pembersihan lapangan dan pengukuran
ulang. Pengukuran ulang bertujuan untuk menentukan lajur pipa yang akan dikerjakan, dalam
pengukuran digunakan alat Theodolit dan rambu ukur. Pengukuran ini dilakukan oleh seorang
surveyor. Titik-titik yang menjadi acuan ditandai dengan menggunakan patok. Patok terbuat dari
kayu bulat dengan panjang ± 1m yang ditancapkan kedalam tanah.
Setelah dilakukan pengukuran ulang kami akan melaksanakan transportasi material yang
dibutuhkan kelokasi pekerjaan. Untuk pipa dan acessiries nya, sebelum dilaksanakan
transportasi kelapangan telah diperiksa dan telah diterima oleh tim penerim barang.
Bahan ataupunpipa kami datangkan setahap demi setahap kelapangan / lokasi sesuai dengan
kebutuhan dilapangan, agar tidak terjadi penumbukan bahan dilokasi pekerjaan
PEKERJAAN PEMASANGAN PIPA DILUAR GEDUNG
PENGADAAN MATERIAL
A. PIPA
Macam dan Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi :
Ø Pipa GI (Flanged Joint ) Diameter Nominal 150 mm
Ø Pipa PVC ( Rubber Ring Joint ) Diameter Nominal 150 mm
Persyaratan Bahan
Pipa PVC dan GIP yang kita pergunakan adalah pipa PVC dan GIP standar yang sesuai
spesifikasi teknis, yang sebelumnya harus ada persetujuan Direksi untuk dipakai
Metode Pelaksanaan
Setelah Kontrak ditanda tangani kami mulai melakukan pemesanan barang ke Pabrik, dengan
menerbitkan surat pemesanan Barang / DO sesuai dengan kebutuhan, jenis dan spesifikasi
barang dalam RAB yang kami tawarkan.
Pipa yang baru selesai diproduksi di Pabrik, ditumpuk dan disimpan di gudang pabrik dengan tata
cara penyimpanan sebelum dikirim / Delivery ke Lokasi Penumpukkan sementara.
Secara bertahap, Pipa yang sudah siap dikirim ke Lokasi penumpukkan sementara. Dimana
untuk menjamin keselamatan dan resiko kerusakan barang selama dalam proses pengangkutan
kami ikatkan dalam bentuk pertanggungan Asuransi ( Pengiriman barang dilengkapi dengan
Surat Pengantar Barang ).
Sesampainya dilokasi penumpukkan sementara, barang kami bongkar digudang yang sudah
kami sediakan, Proses pembongkaran diawasi petugas kami dan minta disaksikan oleh anggota
Tim Teknis / Pemeriksa Barang untuk mengetahui kondisi Kualitas dan Kuantitas barang kiriman.
Setelah Barang siap dari pabrik ke gudang di Penumpukkan sementara sesuai dengan volume
kontrak dan tersusun rapi, diberi pelindung dan pengaman, kemudian diambil foto Dokumentasi.
Barang yang sudah tersusun rapi dengan jumlah yang cukup minta diperiksa lagi kualitas dan
kuantitasnya oleh Direksi, Dimana hasil pemeriksaannya dituangkan kedalam Berita Acara
Pemeriksaan Kualitas dan Kuantitas Barang sesuai dengan Kontrak yang sudah ditanda tangani.
B. FITTING DAN ACCESSORIES PIPA
Macam dan Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan ini meliputi Pengadaan :
a. Tee PVC All Socket
b. Flange Spigot PVC
c. Flange Socket PVC
d. Flange Ring
e. Bend PVC 45 degree
f. End Cap PVC
g. Karet Packing
h. Baut + Moor
Persyaratan Bahan
Acessories pipa yang kita pergunakan adalah acesories pipa standar yang sesuai Spesifikasi
Teknis, yang sebelumnya harus ada persetujuan direki untuk dipakai
Metode Kerja
Ø Accessories pipa yang akan dipasang terlebih dahulu diperiksa, harus bersih dari segala
kotoran, minyak dan gomok
Ø Pemasangan kita lakukan sedemikian rupa kita sesuaikan dengan yang dimintakan dalam
dokumen perencanaan
Ø Selama Proses pemasangan kita pergunakan peralatan yang sesuai dengan kebutuhan,
sehingga proses pemasangan berjalan lancar dan berlangsung dengan baik
PEKERJAAN TANAH
Galian tanah dilaksanakan sesuai dengan spesifikasi teknis dari direksi dan dokumen kontrak.
Galian dilaksanakan sesuai profil dan elevasi yang ditunjukkan oleh gambar kerja dan sesuai
dengan pengkuran yang telah disetujui oleh direksi. Galian harus dibuat dengan dimensi penuh
yang diminta dan disempurnakan menurut profil dan elevasi yang diberikan, seandainya pada
saat menggali ditemukan genangan air maka harus melaksanakan pengeringan. Pekerjaan
galian dilaksanakan sedemikian rupa sehingga memungkinkan pipa dapat dipasang dengan
posisi yang baik dan aman. Penggalian dilakukan secara bertahap yang sesuai dengan perkiraan
jumlah pipa yang akan dipasang. Kedalaman galian harus selalu diperiksa untuk mendapatkan
kedalaman jalur pipa yang tepat.
Setelah pekerjaan pemasangan pipa selesai. Tanah bekas galian dipergunakan sebagai bahan
timbunan kembali dan dibersihkan dari kotoran dan batu – batu serta sampah dan limbah organic.
Penimbunan harus dikerjakan dengan cermat dan dilakukan selapis demi lapis dipadatkan
dengan alat pemadat. Galian dinyatakan selesai setelah mendapatkan persetujuan direksi.
PEMASANGAN PIPA
Pemasangan Pipa PVC
Material Pipa yang akan dipasang sudah disetujui oleh direksi, dan setelah request untuk
memulai pelaksanaan telah ditanda tangani oleh direksi maka mulai diturunkan pipa kedalam
parit galian dengan bantuan alat – alat khusus yang telah disediakan. Semua pipa, assesories
dan perlengkapan lainnya harus dengan hati – hati diturunkan kedalam parit galian sat per satu
dengan Derek tali – tali dan peralatan yang sesuai agar terhindar dari kerusakan.
Setiap pipa yang telah dimasukkan kedalam parit harus langsung dipasang dan distel
sambungannya kemudian diurug dengan pasir urug yang telah mendapatkan persetujuan direksi.
Semua ujung pipa yang terakhir harus ditutup sehingga kotoran tidak masuk kedalam pipa.
Perubahan arah perletakan pipa harus dilaksanakan dengan penyambungan assesories begitu
juga untuk percabangan harus dengan assesories sesuai gambar dan instruksi Direksi. Dan pada
waktu perletakan pipa semua parit galian harus kering dan bersih.
Semua pipa dan perlengkapan yang akan dipasang serta alat – alat Bantu untuk pemasangan
pipa tersebut harus diperiksa dengan cermat dan hati – hati sesaat sebelum pipa – pipa /
perlengkapan pipa tersebut diturunkan pada lokasi yang akan dipasang.
Semua ujung pipa harus dipastikan lurus/ tidak bengkok. Jika terdapat ujung pipa yang bengkok
maka harus dipotong sesuai petunjuk teknis dari direksi. Dan terakhir akan diperiksakan lagi pada
direksi sebelum pemasangan.
Pipa diturunkan setelah kedalaman galian mendapatkan persetujuan dari direksi. Material pipa
dan asscesoriesnya diperiksa kembali sebelum menurunkan. Penurunan pipa kedalam lobang
galian dilakukan dengan cara hati – hati, dilakukan dengan cara menurunkan satu persatu
dengan batasan diameter memakai crane, Derek dan tali. Bagian Luar dan dalam ujung pipa
harus dinersihkan dengan kain kering dan bersih, dikeringkan dan bebas dari minyak dan lemak
sebelum pipa dipasang / disambungkan.
Tidakan pencegahan akan kami lakukan untuk menghindari benda asing masuk kedalam pipa
pada saat pipa diletakkan pada jalur pipa. Dan semua ujung pipa sewaktu meninggalkan
pekerjaan harus ditutup rapat dengan plastic dan diikat erat dengan karet / benen.
Saat satuan panjang pipa dalam galian, setiap pipa harus dipasang berhadapan dengan pipa
sebelumnya, pipa dipasang dan ditempatkan pada jalur dan ketinggian yang benar. Pipa
dimantapkan ditempat dengan bahan urugan yang telah disetujui oleh direksi dan dipadatkan
dengan ketinggian yang sama kecuali pada ujung pipa.
Sementara pemotongan pipa untuk menyisipkan “Tee”, “Bend”, atau “Valve” atau tujuan lain,
harus dilakukan dengan mesin potong yang sesuai dengan cara yang rapi dan baik, tanpa
menyebabkan kerusakan pada pipa maupun lapisan pelindung dalamnya dan menghasilkan
ujung yang halus sudut tepat terhadap sumbu pipa.
Pemeriksaan sebelum Pemasangan
Semua pipa ”Fitting” harus diperiksa secara hati-hati dari kemungkinan kerusakan, pada saat di
atas galian sesaat sebelum dipasang pada posisi akhir.
Setiap ujung pipa harus diperiksa dengan secara khusus, karena daerah ini paling mudah
mengalami kerusakan dalam penanganannya.
Pipa atau ”fitting” yang rusak/cacat harus diletakan terpisah untuk pemeriksaan oleh direksi yang
akan menentukan perbaikan yang diperlukan ataupun menolaknya.
Pembersihan pipa dan ”fitting”
Bagian luar dan dalam ujung pipa harus dibersihkan dengan kain kering dan bersih, dikeringkan
dan bebas dari minyak dan lemak sebelum pipa dipasang.
Bila ada profil pengaku badan (stiffeners) guna melindungi ujung pipa, semua profil pengaku
tersebut harus disingkirkan sampai bersih demikian pula benda asing lainnya dalam pipa.
Perletakan Pipa
Tindakan pencegahan harus dilakukan untuk mencegah benda asing masuk kedalam pipa pada
saat pipa diletakan pada jalur.
Selama berlangsungnya peletakan, tidak boleh ada kotoran, perkakas, kain, ataupun benda-
benda lainnya ditempatkan dalam pipa.
Saat satuan panjang pipa dalam galian, setiap ujung pipa harus dipasang berhadapan dengan
pipa yang sebelumnya, pipa dipasang dan ditempatkan pada jalur dan ketinggian yang benar.
Pipa dimantapkan ditempatkan dengan bahan urugan yang telah disetujui dan dipadatkan
dengan ketinggian yang sama kecuali pada ujung pipa. Tindakan pencegahan perlu dilakukan
untuk mencegah tanah atau kotoran lainnya masuk ke sambungan.
Setiap saat bial pemasangan pipa sedang berlangsung, ujung pipa harus ditutup/disumbat
dengan bahan yang memadai dan dengan cara yang disetujui oleh direksi.
Pemotongan pipa
Pemotongan pipa untuk menyisipkan ”Tee”, ”Bend” atau ”Valve” atau tujuan lainnya, harus
dilakukan dengan mesin potong yang sesuai dengan cara yang rapih dan baik, tanpa
menyebabkan kerusakan pada pipa maupun lapisan pelindung dalamnya dan menghasilkan
ujung yang halus pada sudut yang tepat terhadap sumbu pipa.
Pemotongan perlu dijaga agar jangan sampai merusak lapisan pelindung luar maupun lapisan
pelindung pipa dalam. Ujung potongan pipa yang dipotong tersebut, harus dipotong serong
(Beveled) dengan ukuran yang sama sebagaimana yang ditentukan dalam spesifikasi.
Tidak boleh ada ”fitting” seperti ”Bend”, ”Tee”, dan ”flange dan spigot” dipotong untuk pekerjaan
pemasangan pipa, sejauh tidak ada instruksi tertulis yang diberikan kepada kontraktor dari
direksi.
Jumlah pipa yang akan menjadi satu, dengan panjang yang sesuai yang dilakukan diatas
permukaan tanah, serta cara perletakannya ke posisi yang sesuai, harus disetujui terlebih dahulu
oleh Direksi.
Semua bahan pelicin (librican) untuk sambungan ”Push-On Raubbering” dan ”solvencement”
untuk sambungan ”Solvencement” untuk PVC kami sediakan dan menyerahkan data teknis dan
contoh untuk persetujuan untuk Direksi
Penyambungan pipa dengan sambungan ”Push-On Rubbering” ”Socket” dan ”Spigot” pipa harus
dibersihkan dengan seksama sebelum cincing karet (rubbering) dipasang ditempatnya.
”Spigot” kemudian dilumuri secara merata dengan bahan pelicin yang telah disetujui dan pipa
ditekan masuk ke ”Socket”.
Penekanan pipa ”Socket” harus dilakukan dengan menekan ujung lain pipa yang sedang
dipasang.
Blok kayu atau alat lainnya yang memadai harus digunakan untuk mencegah kemungkinan
terjadinya kerusakan ”Socket’ tersebut pada mana batang tersebut ditekan. Tidak boleh ada
ganjal dibawah pipa dan pipa harus terletak merata diatas bahan alasnya (Badding material).
Bila diperlukan sekali untuk pembelokkan pipa dengan sambungan ”Push-on” agar membentuk
lengkungan dengan jari-jari yang panjang, besarnya belokan harus sesuai dengan petunjuk
pabrik dan sebagaimana yang diperintahkan oleh Direksi.
Penyambungan pipa dengan sambungan ”solvencement”
Solven semen dan dimensi ujung soket dan spigot harus memenuhi ketentuan yang berlaku
Penyambungan dengan memotong pipa tegak lurus sumbunya dan ditirus pada ujungnnya
Permukaan pipa yang disambungkan harus bersih, kering dan bebas dari lemak.
Gunakan solven semen secara merata pada bagian yang akan disambung, seperti pada ujung
soket dan spigot yang sudah diberi tanda.
Penyambungan pipa diameter >_ 90 mm, membutuhkan dua orang untuk menggunakan solven
semen pada ujung spigot dan soket secara bersamaan.
Kelebihan solven semen harus dihilangkan sesegera mungkin, diamkan sampai kering selama
minimal 5 menit.
Penyambungan dengan solven semen untuk diameter maksimum 160 mm dengan tekanan kerja
3 bar.
Pemasangan sambungan Rubber Ring Joint( RRJ) PVC
Cara Penyambungan, kami berpegang pada buku petunjuk pemasangan pipa PVC, diantaranya:
Ketentuan cincin karet harus sesuai SNI 06-4828-1998 spesifikasi cincin karet sambungan pipa
air minum, air limbah dan air hujan.
Sambungan cincin karet tidak dapat menahan tekanan momen inersia, harus diperkuat dengan
anker blok yang memenuhi ketentuan yang berlaku (Gambar 2).
Pemasangan sambungan cincin karet membutuhkan ujung spigot yang telah ditirus dan diberi
pelumas sebelum dimasukkan kedalam soket. Memasang cincin karet dengan membersihkan
alur, menghilangkan benda benda asing kemudian ditempatkan cincin karet secara tepat dalam
alur.
Pelumas yang digunakan tidak beracun, tidak menimbulkan rasa atau bau pada air, tidak
menimbulkan pertumbuhan bakteri, tidak berbahaya pada pipa, fitting atau ring elastis.
Pemasangan cincin karet harus sesuai dengan ketentuan pabrik.
Pemasangan akcecoris Pipa PVC
Pekerjaan ini dilakukan secara bersamaan dengan pada saat pemasangan pipa dilakukan
Semua bahan dan peralatan telah disiapkan sesuai kebutuhan semisal baut,kunci kunci dan
ruber packing :
· Foto dokumentasi 0% sebelum pelaksanaan pekerjaan.
· Foto dokumentasi 50% selama pekerjaan berlangsung.
· Foto dokumentasi 100% setelah pekerjaan selesai 100%
PEKERJAAN PEMASANGAN PIPA GIP
Pertama kali diajukan request pekerjaan kepada pengawas lapangan, setelah request disetujui
baru pekerjaan dapat dilaksanakan. Pertama pipa GIP dilas dengan flange pengikat di gudang
terlebih dahulu. Setelah semua flange sudah terpasang pada pipa GIP baru pipa dibawa
kelapangan untuk dilakukan pemasangan pipa. Pasang karet packing terlebih dahulu, baru pipa
ditempelkan dan baru dibaut sesuai ukuran baut yang telah ditentukan. Pelaksanaan pekerjaan
ini dilaksanakan dengan pengawasan oleh pengawas lapangan agar pekerjaan lancar dan benar
Pemasangan akcecoris Pipa GIP
Pekerjaan ini dilakukan secara bersamaan dengan pada saat pemasangan pipa dilakukan
Semua bahan dan peralatan telah disiapkan sesuai kebutuhan semisal baut,kunci kunci dan
ruber packing
· Foto dokumentasi 0% sebelum pelaksanaan pekerjaan.
· Foto dokumentasi 50% selama pekerjaan berlangsung.
· Foto dokumentasi 100% setelah pekerjaan selesai 100%.
PEKERJAAN LAIN-LAIN
Pengadaan / Pemasangan Crossing Jalan Aspal lengkap termasuk fitting accessories, pabrikasi,
penyetelan dan alat bantu kerja.
Lingkup Pekerjaan
Disini kami akan melaksanakan Pengadaan / Pemasangan crossing pipa lengkap termasuk
fitting, accessories dan alat bantu kerja
Metode Pelaksanaan pekerjaan
Galian Tanah
Pekerjaan penggalian dilaksanakan sedemikian rupa sehingga memungkinkan pipa dapat
dipasang dengan posisi yang baik dan aman.
Penggalian harus bertahap sesuai dengan perkiraan jumlah pipa yang dapat dipasang untuk
setiap harinya. Kedalaman galian adalah sedalam 2 meter
Pembongkaran Aspal
Aspal dibongkar pada bagian yang akan dipasangkan pipa sesuai dengan gambar dan
pengawasan pengawa dan Sesuai gambar kerja.
Pemasangan Pipa
a. Pada pipa-pipa yang sudah dipasang harus dicegah jangan sampai kemasukan segala
macam jenis kotoran seperti bekas puing-puing, alat-alat, bekas pakaian dan lain-lain
kotoran yang dapat mengganggu kebersihan dan kelancaran aliran air didalam pipa.
b. Setiap pipa yang sudah dimasukan kedalam parit harus langsung dipasang dan disetel
sambungannya dan kemudian diurug dengan bahan-bahan yang disetujui Direksi
Kegiatan serta di padatkan dengan sempurna kecuali pengurugan pada tempat-tempat
sambungan pipa harus diperiksa dan disetujui terlebih dahulu oleh Direksi Kegiatan.
c. Setelah diperiksa dan disetujui oleh Direksi Kegiatan baru diperbolehkan untuk diurug.
d. Semua ujung pipa yang terakhir yang pada saat pemasangannya terhenti, harus ditutup
sehingga kotoran ataupun air buangan masuk kedalam pipa. Cara-cara penutupan pada
ujung pipa tersebut harus disetujui Direksi Kegiatan.
e. Tikungan/ belokan (vertikal/horizontal) tanpa elbow/bend dilaksanakan sedemikian rupa
sehingga sudut sambungan antara dua pipa tidak boleh lebih besar dari yang diizinkan
oleh pabrik pipa yang bersangkutan, untuk itu akan diberikan petunjuk lebih lanjut oleh
Direksi Kegiatan.
f. (Perubahan arah perletakan pipa (belokan/tikungan), harus dilaksanakan dengan
penyambungan benda/elbow yang sesuai, begitu pula untuk percabangan harus dengan
tee atau tee cross (sesuai kebutuhannya).
g. Membengkokkan atau merubah bentuk pipa dengan cara apapun tidak diperbolehkan
(secara mekanis maupun dengan cara pemanasan) tanpa persetujuan Direksi Kegiatan.
h. Peil dari perletakan pipa serta dalamnya terhadap muka jalan/tanah asal harus diperiksa
dengan teliti dan disaksikan dan mendapat persetujuan dari Direksi Kegiatan.
i. Pada waktku pemasangan pipa, parit galian untuk perletakan pipa harus kering, tidak
boleh ada air sama sekali dan bagian dalam pipa harus bersih.
j. Penyambungan pipa hanya dilakukan dalam keadaan kering.
k. Di sekeliling pipa harus diberi pasir urug sesuai dengan gambar atau bila tidak dinyatakan
lain diberi lapisan pasir urug sedemikian rupa sehingga terdapat pasir setebal 15 cm
dibawah, disamping dan diatas pipa, kecuali untuk pipa-pipa yang memotong jalan
(crossing jalan) di urug segera dengan pasir pasang penuh, dan tanah bekas galiannya
harus disingkirkan agar segera dapat dilalui kendaraan-kendaraan, khusus untuk jalan-
jalan protokol (lalu lintas padat dan kendaraan-kendaraan berat) harus dilindungi dengan
pelat baja.
l. Semua pemasangan fitting penyabungan pipa seperti tee, elbow/bend, dan sebagainya
harus diberi blok-blok anker dari beton (beton campuran 1:2:3).
m. Setiap pekerjaan pemasangn pipa yang dihentikan pada waktu diluar jam-jam kerja,
ujung-ujung pipa yang terakhir harus ditutup rapat air untuk mencegah masuknya
kotoran/benda-benda asing/air kotor kedalam pipa.
n. Material yang digunakan untuk tutup ujung pipa tersebut harus bersih dan bebas dari
minyak/oli teraspal atau bahan-bahan minyak pelumas lainnya.
o. Crossing pipa (belokan/tikungan), harus dilaksanakan dengan penyambungan
benda/elbow yang sesuai, begitu pula untuk percabangan harus dengan tee atau tee
cross (sesuai kebutuhannya).
p. Membengkokkan atau merubah bentuk pipa dengan cara apapun tidak diperbolehkan
(secara mekanis maupun dengan cara pemanasan) tanpa persetujuan Direksi Kegiatan.
q. Peil dari perletakan pipa serta dalamnya terhadap muka jalan/tanah asal harus diperiksa
dengan teliti dan disaksikan dan mendapat persetujuan dari Direksi Kegiatan.
Pemadatan dan penimbunan
Penimbunan dilakukan setelah itu baru dipadatkan dengan stemper atau sesuai arahan direksi
teknis.
Pengaspalan atau perbaikan kembali
Setelah dipadatkan maka di aspal ataupenggantian material aspal dengan beton mutu sesuai
arahan direksi teknis , untuk pengaspalan dapat dilihat pada gambar kerja
Sambungan Rumah
Pengadaan Sambungan Rumah (SR) Lengkap Termasuk Fitting dan Accessories Pipa Distribusi
Sambungan Rumah (SR) disambungkan dengan Pipa Induk PAM (Perusahaan Air Minum) dan
dikerjakan sesuai dengan gambar dan bestek oleh tenaga ahli yang telah berpengalaman
dibidangnya serta telah mendapat persetujuan dari Direksi atau pengawas.
PENGUCIAN DAN PENGETESAN PIPA
Test Tekanan, Test aliran dan pencucian pipa
Dilaksanakan dengan air bersih setiap ± 400 m dengan peralatan yang lengkap (Mesin
test/pompa, manometer dan assesories selengkapnya) dilakukan secara bersama – sama
dengan pengawas lapangan, Direksi dan dibuatkan berita acara pengetesan dan pencucian
pipa.Pengetesan pipa kami laksanakan dengan sepengetahuan dan disaksikan oleh pengawas
pekerjaan. Pengetesan ulang harus dilaksnakan kembali bila hasil pengetesan belum mendapat
persetujuan dari pengawas.
Bila tidak ditentukan lain, maka semua biaya yang ditimbulkan akibat pekerjaan pengetesan ini
sudah termasuk kedalam biaya pelaksanaan.
Pada prinsipnya pengetesan dilakukan dengan cara bagian demi bagian dari panjang pipa
dengan panjang pipa untuk tiap kali pengetesan tidak lebih dari 500 m.
Pengetesan pipa harus dilakukan dengan tekanan minimal 15 (lima belas) atmosfir atau dua kali
tekanan kerja pipa, dan apabila selama 1 (satu) jam tekanan tidak berubah atau turun, test
dinyatakan berhasil dan dapat diterima.
Pipa harus diisi air terlebih dahulu selama 24 jam sebelum test dilakukan. pengetesan untuk jenis
pipa PVC dengan sambungan “solvent cement” baru boleh dilakukan paling cepat 24 jam setelah
penyambungan pipa yang terakhir (untuk bagian pipa yang akan ditest)
PENUTUP
Sebelum meninggalkan pekerjaan semua bahan dan peralatan kami letakkan pada tempat yang
tidak mengganggu ketentraman Umum dan masyarakat sekitar lokasi kegiatan pada khususnya.
Setelah semua pekerjaan selesai kami membersihkan sisa – sisa pekerjaan sampai rapi supaya
waktu serah terima pertama (PHO) tidak ada permasalahan dari pihak Direksi.
Demikian metoda pelaksanaan pekerjaan ini kami ajukan sebagai salah satu persyaratan teknik
untuk mendukung pelaksanaan pekerjaan dilapangan nantinya. Untuk setiap pelaksanaan
pekerjaan kami buatkan request for work yang disyahkan oleh direksi pengawas lapangan untuk
mengetahui pekerjaan yang akan dilaksanakan sejauh mana pekerjaan perhari.
Perencanaan K3
Dalam setiap pelaksanaan suatu proyek, managemen perusahaan mengharuskan penerapan
program Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) sebagai bagian dari kegiatan yang terintegrasi
dalam semua kegiatan proyek yang sedang dikerjakan.
Prosedur penerapan K3 secara umum mencakup :
Safety Plan
Adalah Managemen Keselamatan Kerja yang mengikuti ketentuan-ketentuan dan arahan yang
dikeluarkan Depnaker.
Ketentuan-ketentuan dalam Managemen Keselamatan Kerja ini meliputi :
Identifikasi bahaya kerja dan pencegahannya.
Penyusunan rencana, pengadaan dan penempatan dari alat-alat pengaman seperti :
• Jaring/net pada tangga dan tepi bangunan (khusus untuk bangunan)
• Railing pengaman serta rambu-rambu K3
• Alat-alat pemadam kebakaran
• Sepatu dan helm pengamanan bagi para pekerja dan staf proyek.
• Penyediaan sarana P3K dalam lingkungan proyek
Security Plan
Adalah prosedur pengendalian keamanan lingkungan proyek, mencakup prosedur keluar masuk
bahan proyek, penerimaan tamu, identifikasi daerah rawan wilayah sekitar proyek. Untuk itu
ditempatkan tenaga keamanan dan pos penjagaan diproyek.
PEKERJAAN INTAKE
PEKERJAAN PENDAHULUAN
PEKERJAAN PERSIAPAN
Mobilisasi dan Demobilisasi
• Mendatangkan peralatan yang akan diperlukan nantinya dalam pelaksanaan proyek
apakah itu milik perusahaan atau peralatan yang di sewa yang sesuai apa yang tercantum
dalam kontrak pekerjaan
• Menyediakan direksi keet atau barak kerja
• Mendatangkan tenaga kerja kelokasi proyek baik itu tenaga lokal maupun tenaga non
lokal.
• Menyediakan Rambu Rambu keamanan yang akan dipakai dalam pelaksanaan proyek.
• Peralatan proyek yang telah dipakai dalam pelaksanaan proyek di dikembalikan ketempat
semula.
• Sebelum memulai Pekerjaan pihak dari kontraktor harus dilakukan pengukuran ulang
(MC.0) untuk mencocokkan keadaan dilapangan dengan gambar Rencana yang telah
dibuat oleh konsultan Perencana.
Perintisan dan pembuatan jalan kerja
• Perintisan pembuatan jalan kerja dilakukan dengan alat berat,dan tenaga
manusia,jalan yang yang dibuat harus bisa dilalui kendaraan yang akan mengangkut
material kelokasi pekerjaan.
• Pembersihan bangunan utama yakni pembersihan dikerjakan oleh alat berat.Alat
berat melakukan pengupasan semak/rumput atau kayu yang ada diatas areal lokasi
pekerjaan.setelah bersih baru dilakukan langkah memulai pekerjaan utama dengan
mengikuti gambar Rencana yang telah ada dan petunjuk dari direksi proyek
PEKERJAAN BANGUNAN INTAKE
PEKERJAAN TANAH
Pembersihan Lokasi Bangunan
• Pembersihan bangunan utama yakni pembersihan dikerjakan oleh alat berat.Alat
berat melakukan pengupasan semak/rumput atau kayu yang ada diatas areal lokasi
pekerjaan.setelah bersih baru dilakukan langkah memulai pekerjaan utama dengan
mengikuti gambar Rencana yang telah ada dan petunjuk dari direksi proyek.
Koffering Dewatering
• Pekerjaan ini merupakan pembendungan dan pengalihan air sungai ketempat lain.
Dikerjakan dengan menggunakan alat berat yakni mengangkut timbunan tanah dan
ditumpuk pada bagian yang akan dikeringkan. Setelah selesai maka pembendungan
tersebut dibuka kembali.
• Kondisi lokasi pekerjaan harus kering sehingga kelancaran dan mutu pekerjaan dapat
tercapai.
• Harus menjaga pelaksanaan pekerjaan bebas dari air selama masa pekerjaan.
Pengeringan dan pembuangan air harus dilaksanakan dengan cara yang dapat disetujui
oleh Direksi.
Galian Tanah (Manual)
• Pekerjaan galian tanah biasadikerjakan dengan tenaga manusia dengan
menggunakan peralatan cangkul, linggis,dll.
• Penggalian tanah harus selalu berdasar pada gambar kerja dan petunjuk dari direksi
proyek.
Galian Tanah (alat berat)
• Sebelum melakukan Penggalian dengan alat berat perlu dilakukan pengukuran dan
pematokan supaya tanah yang akan digali dengan menggunakan Alat jelas jalur dan
penempatannya.
• Penggalian Tanah harus diperhatikan kemiringan ,kedalaman galian dan mengacu
pada gambar Rencana.
• Tanaman yang menggangu Jalur penggalian harus di hilangkan.
Pekerjaan Galian Tanah Berbatu
• Penggalian Tanah berbatu dikerjakan dengan menggunakan alat berat yakni
dikerjakan dengan menggali sesuai dengan patok yang ditentukan dilapangan.
Alat Berat melakukan pengggalian dan membuat bentuk galian sesuai dengan
lebar,panjang,dalam dan kemiringan yang ditunjukkan pada gambar
Timbunan Hasil Galian
• Penimbunan hasil galian dilakukan apabila pekerjaan yang akan dibuat telah jadi
maka perlu dilakukan pengurukan kembali eks galian tersebut sampai pada batas yang
telah ditentukan oleh gambar kerja.
Buangan Hasil Galian
• Kelebihan tanah sisa galian harus diangkut keluar dari lokasi Proyek,dan tempat
pembuangan tanah sisa galian harus melui persetujuan Direksi Proyek.
• Tanah sisa galian diangkut menggunakan Damtruck kelokasi yang telah
ditentukan.
Urugan Pasir
• Timbunan pasir berfunsi sebagai stabilisasi landasan bidang bangunan yang ada
diatasnya,ketebalan urugan pasir harus berdasarkan pada gambar kerja
Kerikil Peresap
• Kerikil peresap kerikil pilihan yang dipasang pada dasar bangunan yang bertujuan
membantu mengurangi persapan.
Perapihan
• Bangunan yang telah selesai dikerjakan dilakukan perapihan diseluruh bagian
bangunan.
PEKERJAAN PASANGAN
Pasangan Batu Kali 1 Pc : 3 Psr
Pasangan pondasi dikerjakan oleh sekelompok pekerja yakni memasang Batu secara vertikal
dan saling mengunci. Pemasangan dilakukan dengan mengikuti bentuk/gambar yang
diisyaratkan.
Pekerjaan pemasangan batu mempunyai antara harus betul betul terisi penuh dengan spesi
agar tidak mudah di lalui airCampuran yang dipergunakan harus di aduk dengan mesin mixer
agar tercampur baik dan sesuai dengan apa yang tertera dalam kontrak dan gambar kerja
Beton Bertulang K 225
• Pembuatan beton harus menyesuaikan dengan hasil tes laboratorium untuk
mendapatkan kualitas/mutu yang baik, akan jenis material yang akan dipakai;
• Beton dengan perbandingan campuran yang ditrntukan dalam kontrak kerja.
• Pengadukan dilakukan menggunakan concrete mixer (molen beton), untuk
mendapakan hasil/mutu yang baik;
• Beton digunakan sebagai selimut pada penulangan yang berfungsi sebagai stuktur
penahan beban serta berfungsi pula sebagai campuran kedap air atau tahan bocor;
• Beton ini digunakan pada struktur bangunan Pembetonan/pengecoran harus
menggunakan concrete vibrator (vibro beton) untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
• Penulangan atau pembesian dipasang dan dirakit untuk bangunan jenis tulangan yang
digunakan pada bangunan. Jarak dan bentuk tulangan/pembesian harus mengikuti
gambar yang telah ditentukan kebenarannya serta persetujuan dari pihak direksi.
Beton K175
• Pembuatan beton harus menyesuaikan dengan hasil tes laboratorium untuk
mendapatkan kualitas/mutu yang baik, akan jenis material yang akan dipakai;
• Beton dengan perbandingan campuran yang ditrntukan dalam kontrak kerja.
• Pengadukan dilakukan menggunakan concrete mixer (molen beton), untuk mendapakan
hasil/mutu yang baik;
• Beton digunakan sebagai selimut pada penulangan yang berfungsi sebagai stuktur
penahan beban serta berfungsi pula sebagai campuran kedap air atau tahan bocor.
• untuk mendapatkan hasil yang maksimalSebelum pengecoran terlebih dahulu melakukan
penimbangan untuk mendapat kerataan serta kemiringan lantai dengan menggunakan
selang timbang dan pemasangan benang sebagai batas top ketebalan beton, setelah
itu bolehlah dilakukan pengecoran.
Lantai kerja K100
Pekerjaan Lantai kerja dilakukan untuk menjadi landasan bangunan yang akan dibuat diatasnya.
Acian
• Pekerjaan acian adalah pekerjaan tahap akhir (finishing) setelah itu dilanjutkan dengan
pekerjaan pengecatan;
• Acian terbuat dari semen portland yang dicampur dengan air menjadi sebuah adonan,
di upayakan adonan tersebut tidak terlalu encer.
• Sebelum acian dilakukan, pada permukaan dinding yang telah diplester harus disiram
terlebih dahulu sampai bersih dari debu atau sisa-sisa spesi yang nempel pada dinding;
• Setelah penyiraman, acian sudah bisa dilaksanakan dengan menyelesaikan
1 satu bidang dulu setelah itu dilakukan penggosokan dengan menggunakan spon untuk
mendapatkan hasil yang baik (halus).
Plesteran 1 : 2
• Pekerjaan plesteran berfungsi sebagai selimut pada pasangan batu, untuk menjaga
kualitas pasangan.
• Material yang digunakan untuk pekerjaan ini dengan perbandingan campuran adukan
(spesi) 1 tong uk. semen berbanding 2 tong uk. pasir;
• Sebelum plesteran, pasangan batu harus terlebih dahulu disiram air bersih sampai
tidak berongga lagi (tidak mengisap air) dan dibersihkan dari kotoran atau bekas spesi yang
merekat pada pasangan batu tersebut;
• Pada bidang yang akan plester harus dilot terlebih dahulu akan kelurusan secara
vertikal dengan menggunakan benang;
• Setelah kelurusan dinding telah ditetapkan maka pada bidang plesteran tersebut
dipasangkan benang secara horisontal;
• Plesteran dinding harus menggunakan alat bantu mistar yang terbuat dari kayu atau
aluminium sebagai media/alat perata dengan tinggi 2.00 m sebagai alat bantu untuk
membuat kepala/dasar bidang plesteran dengan lebar 10 cm dengan jarak 1.00 - 1.50 m;
• Setelah pembuatan kepala/dasar bidang plesteran permukaan dinding dan telah kering
maka plesteran dilanjutkan sampai menutupi semua dinding pasangan.
PEKERJAAN PERLENGKAPAN BANGUNAN INTAKE
Tangga Monyet.
• Tangga monyet dibuat dari rakitan Besi beton yang di bentuk berdasarkan gambar
kerja.
• Pemasangan Tangga Monyet dipasang pada dinding bangunan dengan jarak trap ± 30
cm.
• Tangga monyet harus memakai besi beton ulir supaya permukaan tidak Licin.
Mistar Ukur.
• Pemasangan mistar ukur untuk mengetahui ketinggian banjir pada intake,
• Mistar Ukur dibuat dari besi plat yang diberi ukuran yang telah ditentukan.dandi tempel
pada dinding intake.
Pengadaan Pipa GIP Ø 300 mm
• Pengadaan Pipa GIP Ø 300 mm disertai dengan Sertifikat Jaminan Barang dari Pabrik
pembuat yang menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan kebutuhan yang dirinci
dalam spesifikasi teknis.
• Pengangkutan Pipa GIP Ø 300 mm kelokasi proyek harus dalam keadaan baik dan
diterima oleh direksi atau pengawas proyek.
Pemasangan Pipa GIP Ø 300 mm
• Pemasangan Pipa GIP Ø 300 mm Harus dalam keadaan baik dan mendapat
persetujuan direksi dan pengawas lapangan proyek.
• Pemasangan atau penyambungan Pipa GIP dilakukan dengan pengelasan.
Gate Valve Ø 300 mm
• Fungsinya untuk membuka dan menutup aliran (on-off), dan untuk mengatur besar
kecil laju aliran;
• Pemasangan Karet pakking pada pertemuan sambungan harus rata jangan sampai
cacat;
• Pemasangan Baut pada Gate valve harus kencang supaya tidak terjadi
kebocoran
Flange Steel Ø 300 mm
• Flange Steel accesoris yang dipasang pada pipa besi dengan penguat las yang bertujuan
untuk pertemuan dengan accesoris seperti Gate valve dan accesoris yang menggunakan
Flange Untuk pemasangan Flange diperkuat dengan baut.dengan memakai karet
pakking diantara Flange.
PEKERJAAN BAK PRASEDIMEN
PEKERJAAN TANAH
Pembersihan Lokasi Bangunan
• Pembersihan bangunan utama yakni pembersihan dikerjakan oleh alat berat.Alat berat
melakukan pengupasan semak/rumput atau kayu yang ada diatas areal lokasi
pekerjaan.setelah bersih baru dilakukan langkah memulai pekerjaan utama dengan
mengikuti gambar Rencana yang telah ada dan petunjuk dari direksi proyek.
Galian Tanah (Manual)
• Pekerjaan galian tanah biasa dikerjakan dengan tenaga manusia dengan menggunakan
peralatan cangkul, linggis,dll.
• Penggalian tanah harus selalu berdasar pada gambar kerja dan petunjuk dari direksi
proyek.
Galian Tanah (alat berat)
• Sebelum melakukan Penggalian dengan alat berat perlu dilakukan pengukuran
dan pematokan supaya tanah yang akan digali dengan menggunakan Alat jelas jalur dan
penempatannya.
• Penggalian Tanah harus diperhatikan kemiringan ,kedalaman galian dan mengacu pada
gambar Rencana.
• Tanaman yang menggangu Jalur penggalian harus di hilangkan.
Pekerjaan Galian Tanah Berbatu
• Penggalian Tanah berbatu dikerjakan dengan menggunakan alat berat yakni dikerjakan
dengan menggali sesuai dengan patok yang ditentukan dilapangan.Alat Berat melakukan
pengggalian dan membuat bentuk galian sesuai dengan lebar,panjang,dalam dan
kemiringan yang ditunjukkan pada gambar.
Timbunan Hasil Galian
• Penimbunan hasil galian dilakukan apabila pekerjaan yang akan dibuat telah jadi maka
perlu dilakukan pengurukan kembali eks galian tersebut sampai pada batas yang telah
ditentukan oleh gambar kerja.
Buangan Hasil Galian
• Kelebihan tanah sisa galian harus diangkut keluar dari lokasi Proyek,dan tempat
pembuangan tanah sisa galian harus melui persetujuan Direksi Proyek.
• Tanah sisa galian diangkut menggunakan Damtruck kelokasi yang telah ditentukan.
Urugan Pasir
• Timbunan pasir berfunsi sebagai stabilisasi landasan bidang bangunan yang ada
diatasnya,ketebalan urugan pasir harus berdasarkan pada gambar kerja
Perapihan
• Bangunan yang telah selesai dikerjakan dilakukan perapihan diseluruh bagian
bangunan.
PEKERJAAN PASANGAN
Pasangan Batu Kali 1 Pc : 3 Psr
• Pasangan pondasi dikerjakan oleh sekelompok pekerja yakni memasang Batu secara
vertikal dan saling mengunci. Pemasangan dilakukan dengan mengikuti bentuk/gambar
yang diisyaratkan.
• Pekerjaan pemasangan batu mempunyai antara harus betul betul terisi penuh dengan
spesi agar tidak mudah di lalui air.
• Campuran yang dipergunakan harus di aduk dengan mesin mixer agar tercampur baik
dan sesuai dengan apa yang tertera dalam kontrak dan gambar kerja
Beton Bertulang K 175
• Pembuatan beton harus menyesuaikan dengan hasil tes laboratorium untuk
mendapatkan kualitas/mutu yang baik, akan jenis material yang akan dipakai;
• Beton dengan perbandingan campuran yang ditrntukan dalam kontrak kerja.
• Pengadukan dilakukan menggunakan concrete mixer (molen beton), untuk
mendapakan hasil/mutu yang baik;
• Beton digunakan sebagai selimut pada penulangan yang berfungsi sebagai stuktur
penahan beban serta berfungsi pula sebagai campuran kedap air atau tahan bocor;
• Beton ini digunakan pada struktur bangunan Pembetonan/pengecoran harus
menggunakan concrete vibrator (vibro beton) untuk mendapatkan hasil yang maksimal.
• Penulangan atau pembesian dipasang dan dirakit untuk bangunan jenis tulangan yang
digunakan pada bangunan. Jarak dan bentuk tulangan/pembesian harus mengikuti
gambar yang telah ditentukan kebenarannya serta persetujuan dari pihak direksi.
Lantai kerja K100
• Pekerjaan Lantai kerja dilakukan untuk menjadi landasan bangunan yang akan dibuat
diatasnya.
Plesteran 1 : 2
• Pekerjaan plesteran berfungsi sebagai selimut pada pasangan batu, untuk menjaga
kualitas pasangan.
• Material yang digunakan untuk pekerjaan ini dengan perbandingan campuran adukan
(spesi) 1 tong uk. semen berbanding 2 tong uk. pasir;
• Sebelum plesteran, pasangan batu harus terlebih dahulu disiram air bersih sampai
tidak berongga lagi (tidak mengisap air) dan dibersihkan dari kotoran atau bekas spesi yang
merekat pada pasangan batu tersebut;
• Pada bidang yang akan plester harus dilot terlebih dahulu akan kelurusan secara
vertikal dengan menggunakan benang.
• Setelah kelurusan dinding telah ditetapkan maka pada bidang plesteran tersebut
dipasangkan benang secara horisontal;
• Plesteran dinding harus menggunakan alat bantu mistar yang terbuat dari kayu atau
aluminium sebagai media/alat perata dengan tinggi 2.00 m sebagai alat bantu untuk
membuat kepala/dasar bidang plesteran dengan lebar 10 cm dengan jarak 1.00 - 1.50 m;
• Setelah pembuatan kepala/dasar bidang plesteran permukaan dinding dan telah kering
maka plesteran dilanjutkan sampai menutupi semua dinding pasangan.
Acian
• Pekerjaan acian adalah pekerjaan tahap akhir (finishing) setelah itu dilanjutkan dengan
pekerjaan pengecatan;
• Acian terbuat dari semen portland yang dicampur dengan air menjadi sebuah adonan,
di upayakan adonan tersebut tidak terlalu encer.
• Sebelum acian dilakukan, pada permukaan dinding yang telah diplester harus disiram
terlebih dahulu sampai bersih dari debu atau sisa-sisa spesi yang nempel pada dinding;
• Setelah penyiraman, acian sudah bisa dilaksanakan dengan menyelesaikan 1
satu bidang dulu setelah itu dilakukan penggosokan dengan menggunakan spon untuk
mendapatkan hasil yang baik (halus).
PEKERJAAN PIPA DAN ACCESORIES BAK PRASEDIMEN
Pengadaan Pipa GIP Ø 200 mm
• Pengadaan Pipa GIP Ø 200 mm disertai dengan Sertifikat Jaminan Barang dari Pabrik
pembuat yang menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan kebutuhan yang dirinci
dalam spesifikasi teknis.
• Pengangkutan Pipa GIP Ø 200 mm kelokasi proyek harus dalam keadaan baik dan
diterima oleh direksi atau pengawas proyek
Pemasangan Pipa GIP Ø 200 mm
• Pemasangan Pipa GIP Ø 200 mm Harus dalam keadaan baik dan mendapat
persetujuan direksi dan pengawas lapangan proyek.
• Pemasangan atau penyambungan Pipa GIP dilakukan dengan pengelasan.
Gate Valve Ø 200 mm
• Fungsinya untuk membuka dan menutup aliran (on-off), dan untuk mengatur besar
kecil laju aliran.
• Pemasangan Karet pakking pada pertemuan sambungan harus rata jangan sampai
terlipat atau robek.
• Pemasangan Baut pada Gate valve harus kencang supaya tidak terjadi kebocoran
Bend Steel
• Jenis accessories ini dalam hal ini bend steel dipasang pada jalur yang membelok atau
tikungan.
• Pemasangannya harus memperhatikan kekencangan flange dengan meletakkan karet
packing diantara flange kemudian baut tersebut dikencangkan agar tidak terjadi
kebocoran.
All Flange Tee Ø 300 mm x Ø 200 mm
• All Flange Tee dipasang pada jaringan Pipa Yang Bersimpangan untuk menhubungkan
Pipa dan cara penyambungannya dengan perkuatan baut dan karet pakking.
Flange Steel Ø 200 mm
• Flange Steel accesoris yang dipasang pada pipa besi dengan penguat las yang bertujuan
untuk pertemuan dengan accesoris seperti Gate valve dan accesoris yang menggunakan
Flange
Manhole 70 x 70 cm termasuk pengecatan dan kunci
• Manhole dibuat dari besi plat baja dan besi siku yang dipabrikasi menurut
Gambar kerja.
• Manhole berfungsi sebagai Tempat untuk memeriksa atau memperbaiki saluran dari
kotoran yang terbawa aliran.
• Lubang pada bagian atas diberi tutup dan dapat dibuka untuk keperluan pemeliharaan
• Manhole yang telah terpasang dicet supaya tidak karatan dan diberi gembok agar
aman dari sesuatu yang tidak dinginkan.
Tangga Monyet.
• Tangga monyet dibuat dari rakitan Besi beton yang di bentuk berdasarkan
gambar kerja.
• Pemasangan Tangga Monyet dipasang pada dinding bangunan dengan jarak trap ± 30
cm.
• Tangga monyet harus memakai besi beton ulir supaya permukaan tidak Licin.
PEKERJAAN JARINGAN PIPA TRASMISI
PEKERJAAN PENGADAAN DAN PEMASANGAN PIPA
Pengadaan Pipa GIP Ø 300 mm
• Pengadaan Pipa GIP Ø 300 mm disertai dengan Sertifikat Jaminan Barang dari Pabrik
pembuat yang menyatakan bahwa barang tersebut sesuai dengan kebutuhan yang
dirinci dalam spesifikasi teknis.
• Pengangkutan Pipa GIP Ø 300 mm kelokasi proyek harus dalam keadaan baik dan
diterima oleh direksi atau pengawas proyek
Pemasangan Pipa GIP Ø 300 mm
• Pemasangan Pipa GIP Ø 300 mm Harus dalam keadaan baik dan mendapat persetujuan
direksi dan pengawas lapangan proyek.
• Pemasangan atau penyambungan Pipa GIP dilakukan dengan pengelasan.
Gate Valve Ø 300 mm
• Fungsinya untuk membuka dan menutup aliran (on-off), dan untuk mengatur besar
kecil laju aliran.
• Pemasangan Karet pakking pada pertemuan sambungan harus rata jangan sampai terlipat
atau robek.
• Pemasangan Baut pada Gate valve Ø 300 mm harus kencang supaya tidak terjadi
kebocoran.
Flange Steel Ø 300 mm
• Flange Steel Ø 250 mm accesoris yang dipasang pada pipa besi Ø 300 mm dengan penguat
las yang bertujuan untuk pertemuan dengan accesoris seperti Gate valve Ø 300 mm dan
accesoris yang menggunakan Flange
Bend Steel Ø 300 mm
• Jenis accessories ini dalam hal ini bend steel all flange dipasang pada jalur yang membelok
atau tikungan.
• Pemasangannya harus memperhatikan kekencangan flange dengan meletakkan
karet packing diantara flange kemudian baut tersebut dikencangkan agar tidak terjadi
kebocoran
Air Valve
• Air Valve Accesories yang berfunsi mengeluarkan udara yang ada didalam pipa disaat pipa
terisi air.
• Pemasangan Air Valve harus dengan berdasarkan gambar kerja.
• Pemakaian Karet pada Air Valve jangan sampai robek.
• Pemasangan Baut harus Kencang karena akan menyebapkan terjadi keluarnya air
pada Air Valve
Patok Hektometer
• Patok Hektometer terbuat dari beton yang berbentuk balok yang dimensinya
ditentukan oleh direksi atau gambar kerja , di cat dan diberi tanda jumlah patok dan panjang
perkilo meter .yang ditanam di sepanjang jalur pemasangan pipa.
Thrust Block
• Thrust block tiang penyangga yang terbuat dari cor beton yang berfunsi untuk mengikat
pemasangan pipa yang tidak tertanam didalam tanah.
• Pengecoran thrust block terdiri dari campuran semen,pasir dan kerikil yang perbandingan
campuran ditentukan dalam kontrak kerja.
PEKERJAAN PENUNJANG.
Pengadaan dan pemasangan Pipa Lintasan
Material Pipa dan Accesories yang akan dipakai pada pekerjaan pipa Lintasan harus
sesuai dengan Spek dan disetujui oleh direksi.
Pipa Lintasan dikerjakan pada titik yang telah ditentukan oleh Gambar kerja yang telah disetujui
oleh Direksi Proyek.