DINAS PENGENDALIAN PENDUDUK DAN KELUARGA
BERENCANA
KABUPATEN ACEH TENGGARA
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PEKERJAAN :
REHABILITASI GUDANG OBAT DAN ALAT KONTRSEPSI
SUMBER DANA DAK - FISIK
TAHUN ANGGARAN 2023
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
Mobilisasi Alat dan Bahan
a. Mobilisasi merupakan mendatangkan peralatan-peralatan terkait yang diperlukan
dalam pelaksanaan pekerjaan, termasuk instalasi alat. Mempersiapkan fasilitas seperti
kantor, rumah, gudang, dan sebagainya serta mendatangkan Tenaga Kerja
Konstruksi. “mobilisasi ini dilakukan untuk menyiapkan peralatan dan Fasilitas
seperti kantor serta tenaga kerja konstruksi, harapannya pelaksanaan pekerjaan
dilapangan segera dilaksanakan
Papan Nama Kegiatan
a. Papan nama tersebut dibuat dengan ketentuan sebagai berikut..
b. Ukuran Plank Proyek (150 x 100) cm2 dibuat dari kayu kelas – II dan dilapis BWG 28
atau yang sejenisnya.
c. Tiang penyangga dan penyokong dibuat dari kayu kelas – I ukuran (5 x 7) cm.
d. Pemasangan plank proyek sedemikian rupa sehingga tepi bawah terletak setinggi 2
meter dari tanah. Bagian tanah tiang penyangga dan penyokong ditanam, di dalam
lubang yang kemudian di cor dengan beton tumbuk campuran 1 : 3 : 5 (dalam volume)
40 cm didalam tanah dan 10 cm diatas tanah.
e. Pengecatan Plank Proyek dilakukan dengan cat meni sekali, cat dasar sekali dan cat
penutup sekali. Dipapan nama ditulis sebagai berikut atau sesuai dengan petunjuk
direksi.
Administrasi, Dokumentasi dan PelaporanPelaksana Membuat Laporan Kemajuan
Pekerjaan yaitu Laporan Harian, Laporan Mingguan, Laporan Bulanan dan Poto
Dokumentasi serta kelengkapan Administrasi lainnya untuk keperluan Administrasi
pada pekerjaan tersebut.
Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3)
Topi Pelindung (Safety Helmet)
Pelindung Mata (Goggles Spectacles)
Pelindung Pernapasan dan Mulut (Masker)
Sarung Tangan (Safety Cloves)
Sepatu Keselamatan (Safety Shoes)
Rompi Keselamatan (Safety Vest)
Spanduk K3, Spanduk Nama Kegiatan dan Peralatan P3K
PEKERJAAN SITE WORK
1. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank.
a. Setelah tahap pengukuran disetujui oleh Direksi sebelum pekerjaan berikutnya
dilanjutkan, setiap kesalahan/keraguan hasil pengukuran harus diulang kembali.
b. Pada saat pelaksanaan pengukuran sekaligus dilakukan pemasangan Bouwplank
yang dipasang sedemikian rupa sehingga tidak terganggu galian tanah.
c. Patok-patok digunakan kayu ukuran 5/7 cm panjang sesuai kebutuhan,
diruncingkan dan di pancang kuat masuk ke dalam tanah (lebih kurang 50 cm)
papan-papan bouwplank digunakan ukuran 2/20 cm, sisi bagian atas diketam rata,
dipakukan dengan kuat dan kokoh pada patok.
2. Pembongkaran Pasangan Lama
a. Pembongkaran adalah kegiatan membongkar atau merobohkan seluruh atau
sebagian bangunan gedung, komponen, bahan bangunan, dan/atau prasarana dan
sarana Lainnya.
b. Membongkar bangunan gedung lama memiliki resiko kecelakaan yang cukup besar.
Maka pembongkaran rumah harus dilakukan dengan teknik khusus dan
mengutamakan keselamatan orang di sekitarnya.
c. Hal pertama yang harus dilakukan adalah memutus semua sistem dan aliran listrik.
Dan jika diperlukan agar lebih meyakinkan, meminta bantuan pihak PLN untuk
memastikan bahwa aliran listrik sudah terputus. Tujuannya adalah agar pada saat
pembongkaran, tidak ada orang yang terkena sengatan listrik
d. Selanjutnya adalah memastikan bahwa gedung tersebut sudah benar-benar kosong
dari kegiatan aktivitas dan perabotan yang ada didalam gedung sudah dipindahkan.
e. Bagian yang dibongkar pertama kali adalah bagian pintu dan jendela termasuk kusen
dan elemen lainnya yang masih bisa digunakan. Kemudian membongkar semua
bagian plafond, kabel listrik serta bagian lainnya
3. Pembersihan lapangan
a. Pekerjaan pembersihan adalah pada lokasi / lapangan pekerjaan. Semua daerah
ditempat bangunan atau yang dilewati jalur bangunan dibersihkan sesuai dengan
petunjuk direksi. Pembersihan meliputi pembersihan pohon-pohon, sampah dan
bahan lain yang mengganggu pelaksanaan pekerjaan. Hasil pembersihan itu
ditempatkan diluar tempat kerja atau dibuang. Kecuali ada ketentuan lain sesuai
petunjuk Direksi.
b. Pekerjaan pembersihan ini sebelum pekerjaan utama dimulai.
PEKERJAAN TANAH DAN PONDASI
Galian Tanah
a. Sebelum memulai pelaksanaan pekerjaan galian ini terlebih dahulu mengajukan
request kepada Direksi Pekerjaan untuk mendapat persetujuan serta arahan
nantinya dilapangan.
b. Pelaksanaan Pekerjaan Galian Tanah Biasa Manual ini akan dilakukan dengan
menggunakan tenaga manusia dengan menggunakan alat bantu, dan jika
memungkinkan akan dilakukan dengan alat bantu lain yang sesuai.
c. Pelaksanaan pekerjaan Galian Tanah Biasa dengan menggunakan tenaga manusia
ini meliputi pekerjaan pemotongan tanah untuk mencapai elevasi rencana, serta
menyediakan perlatan antara lain : Cangkul, sekop, linggis/gancu,
keranjang/gerobak dorong dan alat bantu lainnya.
d. Dalam Metode pelaksanaan pekerjaan galian tanah biasa dilakukan dengan
menentukan batas-batas penggalian dan kedalaman galian rencana, setelah batas
penggalian ditentukan, dilanjutkan dengan penggalian tanah yang telah ditentukan
dan pada akhir galian dirapikan dengan menggunakan alat bantu.
e. Kedalaman Galian berdasarkan kedalaman elevasi disesuaikan dengan keadaan
eksisting.
f. Untuk hasil galian yang telah digali untuk sementara dibuang disekitar lokasi
galian dimana material hasil galian dapat digunakan untuk urugan kembali.
g. Tanah hasil galian yang memenuhi spesifikasi digunakan untuk penimbunan
kembali dan yang tidak memenuhi spesifikasi dibuang ke lokasi pembuangan yang
telah ditentukan.
h. Saat Penggalian Tanah Biasa sangat dimungkinkan ditemukannya lokasi bekas
pembuangan sampah, banyak potongan kayu, atau tanah berlumpur, bila hal ini
dijumpai, maka sebaiknya benda-benda tersebut akan diangkat.
i. Dalam pelaksanaan pekerjaan galian tanah biasa (Manual) ini akan mengutamakan
keselamatan dan kesehatan kerja dengan menggunakan cara standard, dengan
menggunakan peralatan safety untuk para pekerja sesuai peraturan keselamatan
yang berlaku, atau sesuai dengan petunjuk dan arahan Direksi Pekerjaan.
2. Urugan Kembali Tanah Hasil Galian
Mengurug dan menimbun kembali bekas galian atau lainnya pada lokasi yang
ditentukan sesuai dengan yang tercantum dalam Gambar. Pekerjaan ini sepenuhnya di
laksanakan dengan menggunakan Tenaga Kerja yaitu : Pekerjan dan Mandor dengan
menggunakan alat bantu yang diperlukan. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini, bentuk dan
mutu pekerjaan harus betul-betul tepat dan baik. Agar pekerjaan ini dapat diselesaikan
dengan baik dan tepat waktu, dengan urutan-urutan kerja sebagai berikut :
a. Pertama-tama yang akan dilakukan adalah menyiapkan tenaga kerja, bahan dan
peralatan yang akan digunakan selama pelaksanaan pekerjaan ini berlangsung.
Jumlah, jenis dan mutu yang akan kami siapkan kami akan selalu mengacu kepada
Spesifikasi Teknik yang dipersyaratkan.
b. Melaksanakan pekerjaan penimbunan kembali pada lokasi yang telah ditentukan
dan dengan melakukan pemadatan dengan menggunakan alat yang telah
ditentukan.
c. Urugan tanah dihampar dan diratakan dengan tenaga manual hingga membentuk
ukuran yang sudah ditentukan, sesuai mal yang dibikin disiram dan dipadatkan
dengan alat perata manual.
3. Urugan Pasir Bawah Pondasi
a. Pada dasar galian pondasi diberikan urugan pasir padat.
b. Pasir diratakan dengan memakai tarikan kayu dan selalu diatur ketebalan dari pasir.
c. Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata.
d. Pengurugan pasir ini pekerjakan beriringan dengan lantai kerja pondasi
4. Pasangan Pondasi Batu Kali 1 :4
Semua pasangan batu yang dibutuhkan dalam persyaratan teknik dan untuk keperluan
yang berhubungan dengan pekerjaan ini. Batu yang dipergunakan untuk pemasangan
batu kali ini berasal dari batu sungai atau didatangkan dari lokasi pekerjaan, batu
pasangan tidak berlapis-lapis atau cacat mutu yang telah disetujui oleh direksi. batu
tidak diperkenalkan dipasang pada waktu hujan yang dapat mengikis adukan dari
pasangan batu. semua batu tersebut dikumpulkan disuatu tempat sedemikian rupa
diusahakan menjadi sedikit basah pada saat akan digunakan dan berukuran hampir sama
satu sama lainnya agar tidak ada rongga yang besar di antara batu-batu tersebut. Jika
menggunakan batu dari hasil galian terlebih dahulu harus dibersihkan dari lapisan tanah
yang menyelimuti agar permukaan batu menjadi bersih.
Pasangan batu berdasarkan persyaratan campuran semen dan pasir digunakan mortal
semen yang digunakan adalah sebagai perekat dan harus sesuai dengan type pasangan
yang digunakan, penggunaan mortal semen untuk pasangan batu harus sesuai dengan
persyaratan atau persetujuan pengawas lapangan.
Sebelum pelaksanan Pasangan Batukali dimulai terlebih dahulu disiapkan peralatan
seperti bak takaran, bak tempat pengadukan dan peralatan lainnya, selanjutnya
diteruskan dengan pemasangan profil atau bowplank dari kayu gergaji dan pemasangan
benar sesuai petunjuk direksi, adukan pasangan dibuat 1 bagian semen dan 4 bagian
pasir, diaduk dengan merata dan ditambah air secukupnya sehingga terbentuk adukan
yang homogen.
Urutan pekerjaannya adalah sebagai berikut :
a. Siapkan peralatan, personil serta bahan/ material yang diperlukanan
b. Setelah lokasi bidang kerja siap, siapkan material batu belah/kali, pasir pasang dan
semen portland serta alat kerja yang dibutuhkan
c. Buat adukan semen 1 bagian ditambah pasir 4 bagian serta air secukupnya sebagai
bahan pengikat.
d. Berikan adukan/ adonan pada dasar pondasi/ galian, kemudian pasang batu sesuai
dimensi ukuran dan berikan lagi adukan/ adonan diatas batu belah/kali tersebut,
kemudian berikan lagi adukan dan seterusnya secara berulang, sehingga pasangan
batu 1: 4 mencapai ukuran sesuai eksisting.
5. Pasangan Batu Aanstamping
Pemasangan aanstamping cukup sederhana. Pertama yang harus dikerjakan tukang sebelum
memasang aanstamping adalah meletakkan pasir urug di atas galian pondasi dengan ukuran
ketebalan berkisar 5-10cm. Kemudian batu-batu belah yang berukuran 15/20 cm disusun di
atas pasir urug tersebut. Susunan batuan ini sebaiknya setinggi 20 cm - 25 cm tanpa diberi
campuaran adukan semen dan pasir. Yang perlu diperhatikan dalam pemasangan aanstamping
ini adalah pastikan kedalaman galian pondasi yang cukup untuk pembuatan batu kosong ini.
PEKERJAAN BETON BERTULANG GUDANG DAN PAGAR
a. Material yang dipakai untuk beton harus memenuhi ketentuan dan persyaratan
teknis terdiri dari : Besi tulangan, Pasir, Kerikil dan Semen ( PC ). Sebagai acuan
dipakai kayu papan berkualitan baik sesuai petunjuk Direksi. Dimensi, Penyiapan
material dan Lahan.
b. Sebelum dilakukan pengecoran, terlebih dahulu menyiapkan baja tulangan dan
acuan (begisting). b) Jumlah tulangan pokok tiap susunan sesuai gambar rencana
yang diikat dengan kawat terhadap tulangan geser sedemikian sehingga merupakan
suatu bagian yang menyatu dan kuat. c) Ukuran-ukuran Beton Struktur, Kolom
Struktur, Sloof, kolom praktis di sesuaikan dengan Gambar dan diameter tulangan
sesuai dengan sketmat. d) Tulangan-tulangan yang sudah disusun ditempatkan
pada lokasi yang akan dicor dan dibuatkan acuan (begisting) dari papan. e) Acuan
harus rapi sesuai bentuk yang diinginkan atau menurut petunjuk Direksi dan pada
bagian tertentu dipaku atau diikat dengan kawat, agar posisi acuan tidak berubah
selama pengecoran. f) Posisi acuan harus tegak lurus, jarak antara tulangan dengan
sisi dalam acuan memenuhi persyaratan teknis. Perbandingan dan pencampuran
material.
c. Untuk beton praktis ( Kolom praktis , rink balk dan lain-lain sebagai penopang
tembok ) dalam pekerjaan ini dipakai campuran 1 Pc : 2 Psr : 3 Krl. Dengan mutu
beton K175. b) Untuk beton struktur Campuran dan Bentuk Ukuran bak takaran
ditentukan berdasarkan hasil penelitian LAB (Job Mix Formula) dengan acuan
karakteristik beton mencapai karakteristik K.225. c) Untuk lantai rabat beton dan
lantai kerja dalam pekerjaan ini dipakai campuran 1 Pc : 3 Psr : 5 Krl dengan mutu
beton K125 d) Material harus dibersihkan dari benda - benda yang mengganggu
atau merusak campuran beton. e) Kerikil atau batu pecah disiram sebelum
dimasukkan dalam adukan. f) Adukan material harus menggunakan Mollen,
sampai mendapatkan hasil campuran yang benar-benar homogen disetujui Direksi.
g) Tidak diperkenankan mencampur secara manual, kecuali dalam partai kecil dan
disetujuai Direksi.
d. Semua tulangan harus dipasang pada posisi yang tepat hingga tidak dapat berubah
dan bergeser pada waktu adukan digetarkan. Penyetelan tulangan besi harus
diperhitungkan dengan tebal selimut beton minimal 2 cm. b) Pengecoran
dilaksanakan apabila pemasangan besi, perancah dan penyediaan bahan telah
diperiksa serta mendapat persetujuan Direksi. c) Sebelum pengecoran, didalam
acuan harus bersih dari kotoran dan disiram air secukupnya. d) Baik didalam beton
maupun pada acuan harus dihindari terjadinya kantong-kantong gelembung, maka
adukan beton setelah dituang dalam acuan harus digetarkan dengan alat penggetar
sehingga beton menjadi padat, dan tidak mudah keropos. e) Sebelum diadakan
pengecoran lanjutan, pada penghentian penundaan pengecoran, maka diatas
permukaan yang akan dilakukan pengecoran tersebut harus diberi cairan semen. f)
Pengecoran tidak dibolehkan selama turun hujan. g) Pekerjaan yang tidak sesuai
dengan ketentuan ini harus dibongkar dan diperbaiki atas biaya pemborong.
e. Untuk memperoleh suatu struktur yang sesuai dengan kebutuhan bangunan. Maka
dilakukan lebih dulu perhitungan struktur. Dengan tujuan untuk mengetahui
ukuran, jenis material yang akan dipakai, kelas mutu beton, serta kemampuan
struktur menahan suatu beban. Oleh sebab itu, saat melakukan analisa struktur
beton, data yang diperlukan adalah besar beban mati, dan beban hidup.
A. Spesifikasi Dan Kelas Mutu Beton
Setiap pekerjaan beton bertulang umumnya telah disertai dengan spesifikasi bahan yang
akan digunakan. Serta kelas mutu beton yang akan dibuat. Walau saat ini membuat beton
cukup mudah. Karena sudah ada mixer beton. Tapi teman-teman perlu mengetahui, kelas
mutu menurut PBI, 1971 terdiri dari 3, yakni:
1. Beton klas I. Setara dengan Grade 14,5. Memiliki kuat tekan ≤ 17,5 N/mm². Dan
kegunaannya adalah untuk non struktur.
2. Beton klas II, yakni beton bertulang dengan kuat tekan antara 17,5 sampai 35 N/mm².
Kelompok beton ini ada 4 macam, yaitu K125; K175 dan K225. Inisial K disini
menyatakan kekuatan karakteristik beton.
3. Klas III. Yaitu beton Grade 30 atau lebih. Antara lain K250; K300 dan seterusnya. Yang
digunakan pada pekerjaan Rehabilitasi Gudang Obat dan Alat Kontrsepsi adalah mutu
beton K-175
b. Besi Beton Dan Personil Yang Mengerjakan
Semua ukuran dan jenis besi beton dapat digunakan untuk tulangan. Khusus diameter kecil,
misalnya 6 mm dan 8 mm. Adalah berguna untuk sengkang, atau begel. Selebihnya adalah
untuk tulangan utama. Lebih lengkap mengenai cara membuat besi tulangan, silahkan Anda
baca tautan ini.
Sesuai jenis material yang digunakan, berarti yang melaksanakan pekerjaan ini adalah tukang
besi. Tukang besi yang dimaksud disini beda loh dengan tukang baja. Selain dari lingkup
pekerjaan, keterampilan tukang juga berbeda jauh.
Bekisting Kayu Dan Penanggungjawabnya
Pada umumnya semua pekerjaan beton memerlukan bekisting. Supaya hasil cor tampak bagus
dan rapih.
Secara detail, rincian pekerjaan beton bertulang seperti ini:
1. Pembesian; umumnya volume pekerjaan dihitung dengan satuan kilogram.
Layaknya menghitung tonase baja.
2. Membuat bekisting. Dihitung berdasarkan luas (m²) bekisting yang terpasang.
3. Cor beton. Yaitu biaya pengadaan dan pelaksanaan cor. Dihitung dalam satuan m³.
4. Bongkar bekisting.
PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND
1. Ketentuan Umum
f. Rangka Rangka Kuda-Kuda Baja Ringan Trust C100.75 atap atau kuda-kuda
dibuat oleh tukang yang ahli sehingga mendapatkan hasil yang rapi dan kokoh.
a. Setelah pemasangan rangka atap selesai dengan sempurna baru bisa dilanjutkan
pemasangan penutup atap Gafalum.
b. Pemasangan penutup atap harus rapi disesuaikan dengan aturan dari pabrik,
tidak bergelombang sedemikian rupa sehingga tidak bocor pada waktu hujan.
2. Bahan
a. Penutup atap menggunakan Spandek 0,35
b. Warna Hitam.
c. Sebelum pelaksanaan pekerjaan kontraktor pelaksana harus mengajukan
sample terlebih dahulu, dan dimintakan persetujuan dari PPK atau Pengawas
Konsultan .
3. Pekerjaan Pasangan Lisplank Kayu dengan Ukuran sesuai dengan Shop Drawing
4. Adapun cara pasang plafon PVC yang bisa dilakukan adalah sebagai berikut:
1. Menyiapkan Alat dan Bahan
Alat yang diperlukan untuk memasang plafon PVC adalah:
• Pita meteran
• Gergaji (gergaji tangan atau gergaji meja)
• Tangga lipat
• Pisau cutter
• Spidol
• Bor berukuran 10 mm
• Mata bor untuk sekrup
• Gerinda
• Palu
• Selang waterpass
• Pelindung tangan
• Kacamata pelindung
Bahan yang diperlukan untuk memasang plafon PVC yaitu:
• Papan PVC
• Besi Rangka Baja Ringan 2 x 4 cm dan 4 x 4 cm untuk rangka plafon
• Paku biasa
• Sekrup
• Lis PVC
2. Memasang Rangka Plafon
Setelah semua bahan dan peralatan disiapkan, selanjutnya adalah melakukan pemasangan
rangka plafon. Ini berfungsi sebagai penggantung papan PVC yang dipasang menggunakan
sekrup.
Setelah memasang rangka plafon, selanjutnya adalah melakukan pemasangan lis PVC,
Lakukan pemasangan lis PVC di sekeliling tembok, tepat di bawah rangka plafon yang sudah
dipasang sebelumnya. Sebelum memotong lis PVC, pastikan sudah memakai pelindung tangan
dan kacamata pelindung agar mata tidak terkena debu halus.
Untuk emotong lis PVC dapat menggunakan gergaji atau gerinda dan disesuaikan dengan
ukuran bidang. Setelah dipotong, lis PVC dapat dipasang menggunakan sekrup dan bor. Beri
jarak antara sekrup satu dengan lain sekitar 30-50 sentimeter.
3. Memasang Papan PVC
Setelah setiap sudut terpasang lis PVC, langkah berikutnya adalah memasang papan PVC.
Pemasangan papan PVC dilakukan satu per satu. Pertama-tama, pasang satu papan PVC pada
salah satu sisi tembok menggunakan sekrup dan bor, lalu masukkan bagian sisi papan ke dalam
list profil PVC.
PEKERJAAN PASANGAN DAN PLESTERAN
1. Dinding Bata dan Plesteran
Batu bata marah yang digunakan batu bata merah ex. lokal dengan kualitas terbaik yang
disetujui Perencana/Konsultan Management Konstruksi, siku dan sama ukuranya
1,50x1,50cm.
PELAKSANAAN
1. Pasangan batu bata/batu merah, dengan menggunakan aduk campuran 1 PC : 5 pasir
pasang.
2. Sebelum digunakan batu bata harus direndam dalam bak air atau drum hingga jenuh.
3. Setelah bata terpasang dengan aduk, nad/siar-siar harus dikerok sedalam 1 cm dan
dibersihkan dengan sapu lidi dan kemudian disiram air.
4. Pasangan dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi dengan air terlebih
dahulu dan siar-siar telah dikerok serta dibersihkan.
5. Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap, setiap tahap terdiri
maksimum 24 lapis setiap harinya, diikuti dengan cor kolom praktis.
6. Bidang dinding 1/2 batu yang luasnya lebih besar dari
12 m2 ditambahkan kolom dan balok penguat (kolom praktis) dengan ukuran 12
x 12 cm, dengan tulangan pokok 4 diameter 10 mm, beugel diameter 6 mm jarak 20
cm.
7. Pembuatan lubang pada pasangan untuk perancah/steiger sama sekali tidak
diperkenankan.
8. Tidak diperkenankan memasang bata merah yang patah dua melebihi dari 5 %.
Bata yang patah lebih dari 2 tidak boleh digunakan.
9. Pasangan batu bata untuk dinding 1/2 batu harus menghasilkan
dinding finish setebal 15 cm dan untuk dinding 1 batu finish adalah 25 cm.
Pelaksanaan pasangan harus cermat, rapi dan benar-benar tegak lurus.
PEKERJAAN LANTAI
1. Sedangkan hasil galian yang tidak dapat dipakai untuk penimbunan harus disingkirkan
ketempat lain atas persetujuan Direksi. Tanah Urug. Jika pada bagian tertentu dari
topografi permukaan lokasi bangunan terdapat kemiringan dan peninggian, maka harus
diratakan sampai ketinggian yang diinginkan atau sesuai gambar dengan menggunakan
tanah urug.
g. Persyaratan material. Tanah urug harus bersih dari akar-akaran dan bahan organik.
Tidak diperbolehkan dari tanah lempung atau tanah humus atau hasil bongkaran tembok
dan atau beton, kecuali diperintahkan direksi. Tanah urugan harus diambil dari lokasi
yang ditunjuk Direksi Teknik.
h. Pelaksanaan dan Pemadatan. Permukaan tanah dasar harus bersih dari tumbuhan dan
bahan lain yang nantinya lapuk, yang menyebab kan terjadinya penurunan.
i. Jika urugan dilakukan ditanah yang miring, tanah dasarnya terlebih dahulu dibuat
bertangga. Dimulai dari tanah terendah lapis demi lapis, tiap lapis dibuat miring untuk
mengalirkan air dan tidak lebih dari 20 cm.
j. Urugan dibuat sedemikian rupa, sehingga setelah padat atau distamper mendapatkan
ukuran yang ditentukan.
k. Pengurugan dibelakang tembok diselenggarakan perlapis tiap 15 cm dan seijin Direksi.
l. Pengurugan dengan cara pengaliran atau penyemprotan hanya boleh dilakukan bila
diperintahkan Direksi.
2. Pasir Urug Dibawah Lantai
a. Pemakaian pasir urug terdiri dari butiran yang agak kasar b) Pasir urug dipasang dibawah
pasangan batu kosong dan rabat beton yang mempunyaiketebalan sesuai dengan gambar
rencana. c) Setelah dihampar harus dipadatkan dan disiram air secukupnya
b. Pasangan lantai pada bangunan merupakan salah satu pekerjaan yang memerlukan suatu
bentuk dan kekuatan sesuai persyaratan keamanan serta dapat meng-eksperesikan nilai
kesempurnaan dan keindahan. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini dilaksanakan pekerjaa
c. lantai meliputi ruangan menggunakan rabat beton 1Pc : 2 Ps : 3 Krl. Lantai Kamar mandi-
WC menggunakan keramik 20 x 20 cm dan Dinding Kamar Mandi-WC menggunakan
keramik 20 x 25 cm, Ruang pemeriksaan menggunakan keramik 40 x 40 cm. .
d. Bahan dan Material. Bahan dan material yang dipakai harus memenuhi ketentuan dan
syarat-syarat teknis terdiri dari : Pemasangan keramik 20 x 20 cm dan 20 x 25 cm.
Perbandingan dan Pencampuran Spesi. pencampuran spesi dilakukan ditempat yang tidak
terganggu dari bahan lain. b) Campuran diaduk sedemikian rupa sambil diberi air
secukupnya sehingga didapati campuran yang homogen, kental dan ulet tanpa
memperlihatkan garis-garis atau mata. c) Campuran yang mengunakan kotak papan
dilakukan untuk partai kecil dan mendapat persetujuan Direksi. d) Spesi yang sudah
dicampur dan belum digunakan harus dilindungi dari sinar matahari dan hujan.
e. Pelaksanaan Pekerjaan lantai permukaan rabat beton campuran 1 Pc: 3 Ps : 5 Krl b)
Sebelum pekerjaan ini dilakukan terlebih dahulu dibasahi/direndam dengan air hingga
jenuh. c) Pekerjaan pemasangan terkontrol, waterpass baik arah vertikal maupun
horizontal.
Lantai Keramik 40x40cm
a. Bahan keramik dengan kualitas setara Asia Tile kualitas 1.
b. Pasangan lantai keramik memakai keramik warna ditentukan kemudian (atas
persetujuan konsultan pengawas dan direksi) dengan ukuran 40 x 40 cm untuk lantai
dan dinding sedangkan untuk tangga dan selasar menggunakan ukuran 40 x 40 anti
slip, lantai kamar mandi menggunakan ukuran 20 x 40 anti slip kualitas klas I atas
persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi.
c. Pasangan plin keramik memakai keramik dengan ukuran 10 x 40 cm kualitas I.
d. asangan keramik dinding kamar mandi memakai keramik dengan ukuran 20 x 25 cm
kualitas I, ditentukan kemudian sesuai dengan persetujuan Konsultan Pengawas dan
Direksi.
II. Pelaksanaan Pemasangan Lantai
a. Susunan lapisan berturut – turut sebagai berikut:
Urugan tanah dipadatkan minimal 90% dari kepadatan kering max (γd)
Lapisan pasir sebesar 10 cm dipadatkan dan disiram air.
Leveling concrete atau spesi 1 pc : 5 ps untuk lantai biasa dan spesi 1 pc : 2 ps untuk lantai
toilet.Mortar 1 pc : 3 ps.
Keramik, atau bahan lain atas petunjuk Konsultan Pengawas dan Direksi.
b. Lantai yang akan dipasang keramik harus dipersiapkan dengan teliti terlebih dahulu
mengenai kepadatan, kerataan, maupun elevasi setiap lantainya.
c. Pola pemasangan keramik harus ditentukan terlebih dahulu, dengan memasang keramik
kepala dan memilih keramik yang warna dan ukuran yang sama dan dibuat contoh
pemasangan minimal 1 m2
d. Siar diisi dengan adukan 1 pc : 2 ps halus sesuai dengan warna keramik ditambah bahan
aditive yang disetujui oleh Konsultan Pengawas dan Direksi sampai mengisi penuh celah siar,
tetapi tidak berlebihan.
e. Bekas – bekas semen harus segera dibersihkan dari permukaan keramik sampai bersih
benar, dan pemakaian dan pemakaian pembersih kimia tidak diperkenankan tanpa
persetujuan Konsultan Pengawas dan Direksi.
f. Keramik yang baru dikerjakan minimal selama tiga hari tidak boleh diganggu, diinjak atau
diberi beban lainnya.
PEKERJAAN KOSEN PINTU, JENDELA dan VENTILASI
Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan pembuatan kusen kayu dan daun pintu/jendela meliputi seluruh detail yang
dinyatakan / ditunjukkan dalam gambar.
Persyaratan Bahan
a. Bahan kusen dari kayu Nyatoh dan Kamper yang telah dikeringkan /
oven mutu kelas A, kelas kuat I-II dan kelas awet I.
b. Pengawetan kayu
Seluruh bahan kayu diawetkan dengan cara-cara yang diusulkan oleh
Kontraktor dan harus mendapat persetujuan terlebih dahulu dari
Konsultan Pengawas/MK.
c. Ukuran finish kusen sesuai detail gambar.
d. Kayu yang dipakai harus cukup tua, lurus, kering dengan
permukaan rata, bebas dari cacat seperti retak-retak, mata kayu dan
cacat lainnya.
e. Pengawas/MK, Perencana dan Pemberi Tugas.
f. Accessories daun pintu/jendela lihat di pasal pekerjaan Hardware.
Syarat-syarat Pelaksanaan
a. Sebelum melaksanakan pekerjaan, Kontraktor diwajibkan untuk meneliti
gambar-gambar yang ada dan kondisi di lapangan (ukuran dan lubang-
lubang), termasuk mempelajari bentuk, pola, layout/ penempatan, cara
pemasangan, mekanisme dan detail-detail sesuai gambar.
b. Sebelum pemasangan, penimbunan kayu di tempat pekerjaan harus
ditempatkan pada ruang / tempat dengan sirkulasi udara yang baik, tidak
terkena cuaca langsung dan terlindung dari kerusakan dan kelembaban.
c. Harus diperhatikan semua sambungan dalam pemasangan klos-klos, baut,
angker-angker dan penguat lain yang diperlukan hingga terjamin
kekuatannya dengan memperhatikan / menjaga kerapihan terutama untuk
bidang-bidang tampak tidak boleh ada lubang-lubang atau cacat bekas
penyetelan.
d. Semua kayu tampak harus diserut halus, rata, lurus dan siku-siku satu
sama lain sisi- sisinya dan dilapangan sudah dalam keadaan siap untuk
penyetelan / pemasangan, kecuali bila ditentukan lain.
e. Semua ukuran harus sesuai ukuran gambar dan merupakan ukuran jadi.
Pemotongan dan pembuatan profil kayu dilakukan dengan mesin di luar
tempat pekerjaan / pemasangan.
f. Kusen yang terpasang harus sesuai petunjuk gambar dan diperhatikan
ukuran, bentuk profil, type kusen dan arah pembukaan pintu / jendela.
g. Detail kusen dan sambungan dengan material lain harus disesuaikan
dengan type pintu / jendela yang akan terpasang.
h. Pembuatan dan penyetelan / pemasangan kusen-kusen harus lurus dan
siku, sehingga mekanisme pembukaan pintu / jendela bekerja dengan
sempurna.
i. Kusen tidak diperkenankan dipulas dengan cat, vernis, meni atau
finishing lainnya sebelum diperiksa dan diteliti oleh Konsultan
Pengawas/MK.
j. Semua kusen yang melekat pada dinding beton / bata diberi penguat
angker diameter minimum 10 mm. Pada setiap sisi kusen pintu yang tegak
dipasang 3 angker dan untuk sisi kusen jendela 2 angker.
k. Setelah kusen dan daun pintu/jendela dipasang, antara kusen dan daun
pintu/jendela tidak terjadi gap/jarak yang besar, maksimal toleransi
adalah 2mm.
Kutacane, Mei 2023
PEJABAT PEMBUAT KOMITMEN (PPK)
dto.
BUDI AFRIZAL, SKM, MKM
Nip 19791025 200504 1 001