URAIAN PEKERJAAN
PENYELENGGARAAN JALAN KAB UPATEN/KOTA
SUMBER DANA DAU TAHUN ANGGARAN 2024
PEMBUKAAN JALAN KEBUN MASYARAKAT KEC.
BABUSSALAM (P)
DINAS PEKERJAAN UMUM DAN PENATAAN RUANG
KAB UPATEN ACEH TENGGARA
Jl. Cut Nyak Dhien No. 199 Telp. (0629) 21074 Fax. (0629) 21460
Website : https://pupr.acehtenggarakab.go.id
Email : [email protected]
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Kegiatan : Penyelenggaraan Jalan Kabupaten/Kota
Pekerjaan : Pembukaan Jalan Kebun Masyarakat Kec. Babussalam (P)
Lokasi : Kecamatan Babussalam
Sumber Dana : DAU Tahun Anggaran 2024
DIVISI 1. UMUM
A. Mobilisasi
Setelah dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK), dilakukan tinjauan kelapangan
sebagai survey awal guna mengetahui lokasi pekerjaan, maka langkah selanjutnya adalah
membuat kantor (Direksi Keet) dalam hal ini sewa, barak kerja dan gudang untuk penyimpanan
bahan dan peralatan, selanjutnya memobilisasi peralatan dan tenaga kerja sesuai dengan
jenis pekerjaan yang akan dilaksanakan dilapangan, adapun bahan dan peralatan yang
dimobilisasi sebagai berikut :
1. Dump Truck, Mobilisasinya dilakukan pada saat pekerjaan drainase, pekerjaan tanah,
pekerjaan perkerasan berbutiran, dan pekerjaan aspal dimulai (galian selokan, galian
biasa, urugan biasa, urugan pilihan, lapis pondasi agregat klas A, lapis pondasi agregat
klas B, dan perkerasan aspal, juga untuk mengangkut keperluan material, bahan lainnya
yang diperlukan dilapangan);
2. Excavator, mobilisasinya dilaksanakan pada saat Pekerjaan Drainase, dan Pekerjaan
Tanah (galian biasa) dimulai.
3. Motor Greder, Mobilisasinya dilakukan pada saat pekerjaan Perkerasan berbutiran dimulai.
4. Wheel Loader, Mobilisasinya dilakukan pada pekerjaan tanah (urugan biasa, dan urugan
pilihan) dan pada saat pekerjaan berbutiran (Lapis pondasi agregat klas A, dan klas B)
dimulai.
5. Vibrator Roller, digunakan untuk pemadatan yang dimobilisasi bersamaan dengan
perkerjaan Perkerasan berbutiran tersebut.
6. Tandem Roller, Mobilisasinya dilakukan pada saat pekerjaan ATB dimulai.
7. Water Tank Truck, Mobilisasinya dilakukan pada saat pekerjaan Perkerasan berbutiran
dilaksanakan.
8. Aspalt Sprayer, di Mobilisasi pada saat pekerjaan Aspal dilaksanakan;
9. Concrete Mixer, Mobilisasinya dilakukan pada saat Pekerjaan gorong-gorong, dan
pekerjaan Beton dimulai.
10. Concrete Vibrator, Mobilisasinya dilakukan pada saat Pekerjaan pekerjaan Beton dimulai.
11. Sedangkan Untuk Stone Cruser akan masih dalam dimobilisasikan dan akan ditempati
pada Quary di Lokasi yang akan kami sewa jangka panjang. Dan apabila memungkinkan
kebutuhan material bisa didatangkan dari darat maka kami tidak akan memobilisasikan
Stone Cruiser tersebut.
Demobilisasi
Semua Peralatan akan di Demobilisasi setelah semua pekerjaan telah selesai dikerjakan.
DIVISI 3. PEKERJAAN TANAH
a. Galian Biasa
Pelaksanaan galian untuk pondasi jembatan ini prosedurnya sebagai berikut :
1. Pengukuran dan pemasangan bowplank atau menentukan kedalaman galian.
Pengukuran dilaksanakan dengan menggunakan alat ukur theodolit dengan
mempedomani hasil rekayasa yang telah ditentukan oleh Konsultan dan pihak Proyek.
Pemasangan bowplank dilakukan setalah hasil dari pengukuran disetujui oleh pihak
konsultan dan pihak proyek.
2. Penggalian dengan Menggunakan Alat Berat
Pekerjaan penggalian dilaksanakan setelah pemasangan bowplank dalam hal ini
penentuan kedalaman galian. Tanah yang digali oleh Excavator langsung dimuat ke
Dump Truck, kemudian diangkut keluar lokasi proyek.
b. Timbunan Biasa
Bahan material timbunan biasa yang digunakan harus memenuhi Spesifikasi Umum dan di
setujui oleh direksi. Pekerjaan timbunan biasa dilaksanakan dengan prosedur sebagai berikut
Pengangkutan Material
Sumber dan jenis material yang akan dipakai untuk bahan timbunan harus disetujui terlebih
dahulu oleh direksi.
Pengangkutan Material Timbunan kelokasi pekerjaan dari tempat pembuangan galian
menggunakan dump truck. Pengecekan dan pencatatan volume material dilakukan pada saat
tiba dilokasi pekerjaan sebelum material di stock. Material diturunkan dengan jarak dan
volume tertentu untuk memudahkan pada saat penghamparan agar tidak terjadi kelebihan
material disatu tempat dan kekurangan material ditempat lain.
Penghamparan Material
Penghamparan material dilakukan dengan menggunakan Motor Grader dalam tahap
penghamparan ini harus diperhatikan hal-hal sebagai berikut :
- Kondisi cuaca yang memungkinkan.
- Panjang hamparan pada saat setiap section yang dipadatkan sesuai dengan kondisi
lapangan. Lebar penghamparan disesuaikan dengan kondisi lapangan dan tebal
penghamparan sesuai dengan spesifikasi.
- Material yang tidak dipakai dipisahkan dan ditempatkan pada lokasi yang telah
ditetapkan.
Pemadatan Material
Pemadatan dilakukan dengan menggunakan Vibro Roller, dimulai dari bagian tepi ke bagian
tengah. Setelah pemadatan selesai alat pemadat dipindahkan kejalur sebelahnya dengan
over leving 1/8 panjang drum dan seterusnya hingga mencapai areal pemadatan. Pemadatan
dilakukan dengan jumlah passing sesuai dengan hasil trial compaction. Hal-hal yang perlu
diperhatikan pada tahap ini adalah :
- Timbunan yang paling atas diselesaikan dimana tiap section pemadatan harus dibuat
sedemikian rupa sehingga memiliki kemiringan sesuai spesifikasi. Hal ini dimaksudkan
agar air hujan dapat dialirkan keluar areal timbunan.
- Apabila air kurang dari batas toleransi, maka harus ditambahkan air dengan cara
menyemprotkan air dari water tank. Banyaknya air yang disemprot harus diperhitungkan
sehingga tidak berlebihan. Penyemprotan air dilakukan pada saat jumlah passing
mencapai 2/3 dari yang direncanakan hal ini dimaksudkan agar ikatan antara material
tidak lepas sehingga kepadatan dapat dicapai.
- Patok referensi elevasinol urugan, batas-batas urugan dan patok kemiringan harus dibuat
dengan jelas.
- Pada kondisi dimana pemadatan harus dihentikan sebelum pemadatan itu sendiri selesai
akibat cuaca, maka area pemadatan harus diproteksi.
- Pada lokasi timbunan harus dibuatkan Temprory Rain sedemikian rupa sehingga setiap
saluran tersebut dapat menampung air dan berfungsi dengan baik, tidak mengakibatkan
Urutan Kerja/Metode Kerja :
Material urugan biasa dimuat ke Dump Truck, pengangkutan material timbunan dilakukan
dengan Dump Truck dari tempat pembuangan galian ke lokasi pekerjaan, Material
timbunan biasa dihampar dengan menggunakan Motor Grader, Hamparan material di
sirami air dengan Water Tank Truck (sebelum pelaksanaan pemadatan) dan dipadatkan
dengan menggunakan Vibro Roller.
Selama pemadatan sekelompok pekerjaan akan merapikan tepi hamparan dan level
permukaan dengan menggunakan alat bantu.
c. Penyiapan Badan Jalan
Pekerjaan ini mencakup penyiapan, penggaruan dan pemadatan permukaan tanah dasar atau
permukaan jalan kerikil lama atau lapis perkerasan lama yang rusak berat, untuk
penghamparan Lapis Pondasi Agregat, Lapis Pondasi Jalan Tanpa Penutup Aspal, Lapis
Pondasi Semen Tanah atau Lapis Pondasi Beraspal di daerah jalur lalu-lintas (termasuk jalur
tempat pemberhentian dan persimpangan). Untuk jalan kerikil, pekerjaan dapat juga mencakup
perataan berat dengan motor grader untuk perbaikan bentuk dengan atau tanpa penggaruan
dan tanpa penambahan bahan baru. Pekerjaan ini meliputi galian minor atau penggaruan serta
pekerjaan timbunan minor yang diikuti dengan pembentukan, pemadatan, pengujian tanah
atau bahan berbutir, dan pemeliharaan permukaan yang disiapkan sampai bahan perkerasan
ditempatkan diatasnya.
PEKERJAAN PENUNJANG
Pekerjaan penunjang berupa pengaturan lalu lintas jalan, pengalihan jalan sementara serta
komunikasi lapangan dan basecamp untuk menghindari kerugian akibat cuaca.
Untuk pengaturan lalu lintas di laksanakan sejak dimulainya pekerjaan di lokasi yang pastinya
akan mempengaruhi kelancaran lalu lintas di sekitar lokasi kerja di akibatkan antara lain karena
badan jalan yang direkonstruksi, posisi alat berat di badan jalan serta penumpukan material di
lokasi pekerjaan. Untuk mengantisipasi terjadinya kemacetan arus lalu lintas maka kami akan
menempatkan tenaga yang khusus mengawasi dan bertanggung jawab terhadap kelancaran
arus lalu lintas. Untuk mengantisipasi terjadinya kecelakaan lalu lintas yang diakibatkan oleh
lubang galian, tumpukan material serta alat berat yang sedang bekerja, kami akan memasang
rambu-rambu berupa famplet atau spanduk peringatan kepada pengamudi agar berhati- hati
pada waktu melintas lokasi pekerjaan, dan untuk lubang serta tumpukan material dipasangkan
pita-pita penanda dengan warna mencolok agar dapat terlihat oleh pengendara.
PENERAPAN K3
Untuk mengawasi dan mengkoordinir penerapan rencana keselamatan dan kesehatan kerja
petugas K3 yang ditugaskan harus selalu mengikuti dan mengawasi setiap pelaksanaan item
pekerjaan bersama tim yang di tugaskan agar program dan sasaran K3 tercapai 100%.
PEMBERSIHAN AKHIR
Sebelum pekerjaan diserah terimakan, kami akan membongkar gudang, bangsal-bangsal
kerja, membersihkan bahan-bahan bangunan dan kotoran-kotoran bekas yang ada dalam
lokasi bangunan, sehingga pada saat serah terima dilaksanakan, bangunan dalam keadaan
bersih dan rapi.
Demikianlah Uraian Pekerjaan ini dibuat, untuk dapat dipergunakan sebagaimana mestinya.
Kutacane, Juli 2024
Pengguna Anggaran (PA)
Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang
Kabupaten Aceh Tenggara
SADLI, ST
Pembina TK.I (IV/b)
Nip. 19770125 200212 1 002