| 0020324588107000 | Rp 973,592,357 | |
| 0029074879107000 | - | |
| 0957458698108000 | - | |
| 0028891018107000 | - | |
CV Karya Sebudi Idolaku | 09*5**0****07**0 | - |
| 0704328533107000 | - | |
| 0028891125107000 | - | |
| 0718121312107000 | - | |
| 0031282031101000 | - | |
| 0025737214107000 | - | |
| 0032139800101000 | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
REHAB BERAT PUSKESMAS LAWE PERBUNGA
I. LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup dalam pekerjaan ini meliputi :
Rehab Berat Puskesmas Lawe Perbunga:
A. Pekerjaan Site Work
B. Pekerjaan Beton Bertulang
C. Pekerjaan Pondasi
D. Pekerjaan Beton Bertulang
E. Pekerjaan Pasangan Dan Plasteran
F. Pekerjaan Lantai Dan Dinding Keramik
G. Pekerjaan Kusen , Pintu , Jendela & Vantilasi
H. Pekerjaan Atap
I. Pekerjaan Plafon
J. Pekerjaan Pengecatan
K. Pekerjaan Instalasi Listrik
L. Pekerjaan Sanitair
M. Pekerjaan Lain-lain
II. METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN
A. PEKERJAAN PERSIAPAN ( SITE WORK )
1) Pengukuran Bowplank
Pekerjaan pengukuran ini merupakan pengukuran eksisting bangunan yang akan rehab
dengan melakukan pengukuran secara detail, akurat. Pekerjaan ini dilakukan untuk
memperoleh informasi kondisi eksisting, dengan Referensi gambar kerja desain.
Dimensi elevasi yang tertera dalam gambar dituangkan dilapangan, dengan
menggunakan alat ukur. Selanjutnya semua data pengukuran dicatat dan hasil
pengukuran.
Peralatan yang digunakan : Meteran, papan survey.
2) Pembongkaran
Persiapan
Pembongkaran
Persiapan lahan .
Persiapan material kerja, antara lain : semen, pasir, air , Kayu mall dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : Bodem 5 kg, Linggis, Martil, dll.
Pekerjaan Pembongkaran dilakukan oleh Pekerja Yang berpengalaman Agar Tidak
Menimbulkan Cidera.
3) Mobilisasi dan Demobilisasi
Mobilisasi
Mobilisasi bertujuan untuk mengadakan/ mendatangkan peralatan, personil, dan
perlengkapan untuk melaksanakan semua item pekerjaan di lapangan, dan
mengembalikan pada keadaan yang diinginkan sesuai dengan gambar kerja.
Dalam Pelaksanaan Proyek ini Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan yang dilakukan
terdiri dari : Dump truck 3,5 m3, Concrete Mixer/ Molen, Pick Up, Alat Pertukangan
Personil terdiri dari: Kepala Proyek, Site Manager, Koordinator K3, Logistik.
Demobilisasi
Pekerjaan ini merupakan pekerjaan pengembalian dan pemindahan peralatan yang telah
dipergunakan. Dan mengembalikan kondisi lapangan yang telah digunakan sebagai
tempat penyimpanan alat, barak pekerja, gudang, dan lain sebaginya kembali ke kondisi
awal.
4) Papan Nama Proyek
Papan nama proyek dibuat pada bidang datar yang berukuran standard dan tulisannya
mudah dibaca, papan nama tersebut di pajang pada lokasi pembangunan
Peralatan yang digunakan : Gegaji, Palu, Cangkul
5) Pemasangan pagar sementara dari seng gelombang rangka kayu tinggi 2 meter
Pekerjaan Ini Dimaksudkan Sebagai Pembatas Bagi Kegiatan Kontruksi Terhadap
Lingkungan Sekitar Agar Terhindar Dari Kecelakaan .
6) Administrasi dan Dokumentasi
Administrasi
Selanjutnya dengan dokumentasi yang ada dilakukan proses administrasi terhadap
semua pekerjaan termasuk bukti progres kerja. Shop Drawing, adalah gambar kerja yang
menjadi acuan pelaksanaan dalam mengerjakan suatu pekerjaan dan dibuat setelah
gambar kerja dari konsultan perencana mendapat persetujuan dan pengesahan.
Dokumentasi
Pelaksanaan pekerjaan dokumentasi dilakukan sejak awal akan dimulai pelaksanaan
pekerjaan, selama masa pelaksanaan pekerjaan dan pada pelaksaan pekerjaan. Pelaksana
pekerjaan diwajibkan membuat dokumentasi kegiatan pelaksanaan pekerjaan yang
diwujudkan dalam bentuk photo dokumentasi. Photo dokumentasi pekerjaan tersebut
harus bisa memberikan gambaran secara lengkap dan menyeluruh mengenai kegiatan
pelaksanaan sejak dari awal hingga akhir pelaksanaan pekerjaan, sehingga secara
kronologi bisa menjadi satu gambaran tujuan yang akan dicapai oleh kegiatan tersebut.
Photo dokumentasi dilaksanakan pengambilannya dari tiga titik tetap yang berbeda atau
sesuai dengan pengarahan Direksi pekerjaan dan harus bisa memberikan gambaran
secara garis besar kegiatan pelaksanaan seluruh pekerjaan. Pelaksanaan pengambilan
photo dokumentasi tersebut dilakukan pada kondisi tahap kegiatan pelaksanaan
pekerjaan (Shop Drawing).
Tahapan pelaksanaan kegiatan dokumentasi pekerjaan :
Saat awal / sebelum dimulai pelaksanaan pekerjaan 0%;
Saat pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 25 %;
Saat pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 50%;
Saat pelaksanaan pekerjaan mencapai prestasi 75%;
Saat pelaksanaan pekerjaan selesai atau telah mencapai prestasi 100%.
Peralatan yang digunakan : Kamera.
.
B. PEKERJAAN PONDASI
1) Galian Tanah Pondasi
Persiapan
Persiapan lahan kerja.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, cangkul, belincong, benang, selang
air, dll.
Pelaksanaan pekerjaan galian tanah untuk pondasi
Pekerjaan galian tanah dengan menggunakan alat manual cangkul dan belincong.
Pasang patok dan benang untuk acuan galian.
Gali tanah dengan acuan patok dan benang yang telah dipasang.
Buang tanah sisa galian pada area yang telah ditentukan dan tidak mengganggu
pelaksanaan pekerjaan.
Galian tanah untuk pondasi dilakukan sampai kedalaman dan lebar sesuai gambar
kerja.
Pada setiap periode tertentu kedalaman galian tanah selalu diperiksa dengan
menggunakan alat ukur manual (meteran).
Bila ada genangan air dalam galian maka disediakan pompa drainase secukupnya
supaya air dapat segera dipompa ke luar, sehingga tidak mengganggu proses
pekerjaan.
Saat penggalian tanah sangat memungkinkan ditemukannya lokasi bekas
pembuangan sampah, banyak potongan kayu, atau tanah yang berlumpur. Bila hal ini
dijumpai, baiknya benda-benda tersebut diangkat.
Urugan tanah dilakukan setelah pekerjaan pondasi batu kali selesai dikerjakan.
Urugan tanah kembali dengan memanfaatkan tanah bekas galian.
Urug tanah disekitar lubang bekas galian pondasi.
Urugan tanah diratakan dan dipadatkan.
2) Pondasi Batu Kali
Persiapan
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : batu kali, semen PC, pasir pasang, air, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, benang, selang air, concrete mixer/
molen, kereta sorong, ember cor dll.
Pelaksanaan Pekerjaan
Pastikan galian tanah untuk pasangan batu kali, ukuran lebar dan kedalaman sudah
sesuai gambar kerja.
Pasang patok kayu dan benang sebagai acuan leveling pasangan batu kali.
Buat adukan untuk pasangan pondasi batu kali.
Basahi batu kali dengan air telebih dahulu sebelum dipasang.
Pasang batu aanstamping terlebih dahulu.
Pasang batu kali di atas pasangan batu aanstamping dengan menggunakan adukan
yang merata mengisi rongga-rongga antar batu kali.
Batu kali disusun sedemikian rupa sehingga pasangan batu kali tidak mudah
retak/patah dan berongga besar.
Cek elevasi pekerjaan pasangan batu kali apakah sudah sesuai rencana.
C. PEKERJAAN BETON BERTULANG
1) Pekerjaan Beton Bertulang
Persiapan
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : dan mutu sedang f'c 21 MPa, slump (100 ±
25) mm, besi beton, kawat beton, semen PC, pasir, multiplek/ papan, paku,
minyak bekesting, balok kaso, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : concrete mixer/ molen, meteran, gergaji,
raskam, jidar, benang, selang air,pompa air, kereta sorong, ember cor dll.
Besi Tulangan
Pelaksanaan pekerjaan besi tulangan memerlukan tempat yang cukup luas untuk
menaruh, memotong besi beton dan membengkoknya sehingga sesuai dengan
gambar kerja.
Besi beton yang dipakai untuk proyek ini mutu dan diameter (spesifikasi)
disesuaikan dengan gambar kerja dan RKS.
Potong dan bentuk besi beton dengan ukuran sesuai gambar kerja.
Rangkai besi beton dengan menggunakan kawat beton.
Besi beton yang telah dirakit diberi tanda sesuai dengan penempatannya, supaya
tidak membingungkan/membuang waktu untuk saat akan dipasang.
Untuk kolom, pembesian tulangan dikerjakan lebih dahulu baru setelah itu
dilanjutkan dengan pemasangan bekesting.
Untuk balok bekesting dikerjakan dahulu baru setelah itu dilanjutan dengan
pembesian tulangan
Bekisting
Bekesting dikerjakan di lokasi proyek untuk memudahkan pengukuran dan
mempercepat pelaksanaannya.
Bekesting untuk struktur beton diatas permukaan tanah seperti : sloof, kolom, balok
menggunakan bahan dari multiplek/ papan kayu dan perkuatan menggunakan
balok/kaso:
a. Potong dan bentuk multiplek/ papan kayu sesuai dengan ukuran gambar kerja.
b. Pasang dan rangkai potongan multiplek/. Papan kayu pada area struktur yang
akan dicor dengan perkuatan balok/kaso.
c. Cek bekesting jangan ada celah yang berakibat kebocoran. Pasangan bekesting
harus rapih, siku dan lurus sehingga hasil pengecoran beton dapat menghasilkan
bidang yang flat/maksimal.
Untuk kolom sebaiknya dibuatkan sepatu kolom dengan besi beton atau besi plat
siku untuk menjaga agar kolom tetap tegak lurus dan siku.
Setting (pasang) besi tulangan yang telah dirakit ke dalam bekesting.
Cek elevasi dan kerataan pemasangan bekesting.
Pengecoran Beton
Pengecoran beton dimulai setelah konsultan/direksi menyetujui untuk dilakukannya
pengecoran beton.
Periksa kekuatan acuan yang sudah dipasang / dipabrikasi, semua ukuran dan
perkuatan acuan diperiksa benar dan disahkan oleh konsultan/direksi untuk
pekerjaan selanjutnya.
Bersihkan seluruh permukaan dan lokasi pengecoran dari kotoran dan sampah.
Tuang adukan beton ke dalam area pengecoran, pada saat pengecoran adukan beton
diratakan dan dipadatkan sehingga beton dapat padat.
Hindarkan terjadinya beton setting akibat area yang akan dicor belum siap.
D. PEKERJAAN PASANGAN DAN PELESTERAN
1) Pekerjaan Pasangan Bata
Bahan
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : Batu bata merah, pasir pasang, semen PC dan
air.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : Meteran, Sendok semen, benang, unting-
unting, kereta sorong, ember cor, dll.
Pelaksanaan Pekerjaan
Mempersiapkan Bahan-bahan yang digunakan dan peralatan yang dibutuhkan
beserta kelengkapannya.
Membuat acuan vertikal dan horizontal menggunakan benang yang dikaitkan dengan
kayu yang cukup kuat dan tegak lurus
Batu bata yang akan dipasang direndam atau dibasahi hingga jenuh air
Diberikan angkur untuk pemasangan dinding bata yang menempel pada kolom
Dipasang bertahap dengan menggunakan adukan sebagai spesinya sesuai
persyaratannya. Untuk dinding yang kedap air menggunakan adukan 1 : 2 dan untuk
pasangan bata merah yang lainnya menggunakan adukan 1 : 4.
2) Pekerjaan Pelesteran
Persiapan
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : semen PC, pasir pasang dan air.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, unting-unting, jidar, raskam,
benang, kereta sorong, ember cor.
Pelaksanaan Pekerjaan
Plesteran biasa menggunakan adukan 1 PC : 4Psr dan plesteran transram
menggunakan adukan 1PC : 2Psr.
Pekerjaan plesteran dinding harus tepat pada sudut sikunya serta tegak lurus
terhadap lantai yang ada di sekitarnya, permukaan rata tidak bergelombang.
Tentuikan dahulu titik/jalur pemasangan pekerjaan mekanikal dan elektrikal.
Sebelum diplester, lakukan penyiraman/curring terlebih dahulu pada permukaan
dinding bata untuk menghindarkan keretakan.
Buat adukan untuk plesteran dinding bata.
Lekatkan adukan plesteran pada permukaan dinding sekityarnya, kemudian ratakan
dengan raskam dan jidar.
Perataan plesteran dengan acuan kepalaan yang telah dibuat.
Acian dapat dilaksanakan setelah permukaan plesteran sudah kering (cukup umur).
Permukaan plesteran sebelum di aci telebih dahulu disiram air. Untuk memperoleh
hasil acian yang halus, setelah plesteran diberi lapisan acian semen, permukaan acian
sebelum mengering digosok dengan menggunakan kertas gosok.
E. PEKERJAAN ATAP DAN PLAFOND
1) Sisip Rangka Atap Kuda-Kuda Kayu
Persiapan
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : Kayu Balok 6/12, Sisip Reng Kayu 5/7, Paku ,
dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, gerinda, gergaji besi, bor.
Pelaksanaan Pekerjaan
Setelah Dilakukan Pembongkaran Atap Maka posisi kuda-kuda Lama Disisip Dengan
Kayu 6/12 Yang Baru,
Dilanjutkan pemasangan Penyisipan Kaki Kuda Kuda Yang Baru Serta Penyisipan
Kayu Reng 5/7
Penempatan jarak rangka Kuda-kuda Kayu Harus sesuai dengan gambar kerja.
Setalah semua rangka kuda-kuda baja Kayu terpasang, lalu pemasangan Ring Kayu
5/7 yang berjarak maksimum 60 cm (sesuai gambar kerja).
2) Penutup Atap
Persiapan
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : Atap Metal 0.30mm, rabung Metal,
Paku,sekrup, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, selang air, Martil,bor listrik, benang,
gerinda/ gunting seng dll.
Pelaksanaan Pekerjaan
Setelah seluruh kuda-kuda selesai dan reng terpasang dengan benar (setting)
dilanjutkan dengan pemasangan penutup atap yaitu menggunakan atap Metal
Sebelum penutup atap dipasang, semua kemiringan atap dan kelurusan akhiran reng
serta kuda-kuda diperiksa ulang, karena kalau kemiringan reng dan kuda-kuda tidak
sama mengakibatkan genangan air.
Pasang penutup atap pada posisi di atas reng, kemudian dilanjutkan pemasangan
nok/ rabung atap.
Yang perlu diperhatikan dalam pemasangan penutup atap adalah jarak reng sesuai
dengan aturan yang telah ditentukan (sesuai dengan ukuran spesifikasi bahan
penutup atap).
3) Pemasangan Plafond PVC + Rangka Kayu 2/2 Modul ( 60 x 60 ) Sesuai Gambar
Persiapan
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : Sisip Rangka Plafon Dengan Kayu 2/2 , Plafon
PVC , list PVC, sekrup, paku beton.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, siku, bor listrik, cutter, benang, palu
dll.
Pelaksanaan Pekerjaan
Tentukan elevasi plafond dan buat garis sipatan pada dinding dan as sumbu ruangan.
Pasang Sisip rangka Kayu Plafon tepi tepat pada garis sipatan menggunakan paku
beton.
Tentukan jarak penempatan kait atau rangka penggantung.
Pasang benang untuk pedoman penentuan titik paku penggantung untuk menjamin
kelurusan.
Pasang rangka utama dan rangka pembagi sesuai dengan gambar kerja.
Pasang list dan siku ke sudut-sudut dinding yang akan di Plafond. Pasangan list
menggunakan skrup dengan jarak 50 cm
Pasang plafond PVC dari tepi sesuai pola pada gambar kerja menggunakan paku
skrup.
Peralatan Pekerjaan
Mengunakan Peranca Scafolding 1 unit /10 Set
F. PEKERJAAN LANTAI DAN DINDING KERAMIK
1) Pekerjaan Keramik
Persiapan
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : keramik 30x30 Putih Polos ,keramik 40x40 cm
polised, keramik 40x40 cm unpolised, Keramik 25x25 cm Kulit Jeruk, Keramik
Dinding 25x40 cm, semen PC, pasir, semen grouting nat/ semen putih, air, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : meteran, gerinda, palu karet, waterpass,
benang, selang air.
Pelaksanaan pekerjaan pasang dinding keramik
Sebelum dilakukan pemasangan keramik, Cek kerataan permukaan yang akan
dipasang keramik dan kesikuan plesteran dinding bata.
Pasang benang untuk bantuan agar pasangan permukaan keramik yang rata dan
garis siar/nat yang lurus.
Rendam keramik terlebih dahulu dalam air sampai jenuh sebelum dipasang.
Saat pemasangan, keramik ditekan atau pukul dengan palu karet agar mendapatkan
permukaan yang rata.
Acian perekat keramik harus rata dan tidak berongga untuk menghindarkan
pasangan keramik mudah pecah.
Cek kerataan permukaan pasangan keramik dengan alat waterpass.
Setelah pemasangan keramik selesai, biarkan beberapa saat untuk mengeluarkan
udara yang ada dalam adukan pasangan keramik. Setelah itu baru dilanjutkan
pekerjaan grouting/ finish garis siar/nat.
G. PEKERJAAN KOSEN, PINTU, JENDELA DAN VENTILASI
1) Pekerjaan Pintu, Jendela dan ventilasi
Persiapan
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : Daun Pintu, Daun Jendela, engsel, Kunci
Tanam, Kunci Slot, Hak angin, dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : cutting well/gerinda, bor, gergaji, waterpass,
meteran, unting-unting, reevet, palu, mesin pres, ketam, selang air, cutter, dl
Pemasangan Pintu, Jendela
Ukur lebar dan tinggi daun pintu jendela.
Potong daun pintu, daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
Masukkan/ pasang daun pintu dan daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk
dengan toleransi kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
Lepaskan daun pintu dan jendela, pasang/ tanam engsel daun pintu dan jendela pada
tiang daun pintu dan daun jendela (sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 30
cm, dan dari sisi bagian atas 25 cm (untuk jendela dengan 2 engsel), dan pada bagian
tengah (untuk pintu dengan 3 engsel)
Masukkan/pasang lagi daun pintu dan jendela pada kusennya, stel sampai baik
kedudukannya, kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu dan kusen jendela
tempat engsel yang sesuai dengan engsel pada daun pintu, jendela.
Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas pennya,
kemudian pasang/tanam pada tiang kusen
Pasang kembali daun pintu, jendela pada kusennya dengan memasangkan engselnya,
kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada
kusen pintu dan jendela.
Coba daun pintu dan jendela dengan cara membuka dan menutup.
Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dan jendela dengan cara
melepaskan pen.
Stel lagi sampai daun pintu dan jendela dapat membuka dan menutup dengan baik,
rata dan lurus dengan kusen.
Pemasangan Kaca
Letakkan daun jendela dengan posisi alur terletak pada bagian atas. Usahakan
letakkan pada meja yang luasnya minimal sama dengan luas daun pintu. Atau
letakkan pada lantai yang datar.
Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar karton atau kain
untuk memegang kaca.
Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada keempat sisi daun pintu/jendela.
Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan martil. Sebaiknya letakkan
selembar kain di atas permukaan kaca yang sedang dipasang lis kayu. Ini untuk
menghindari goresan pada permukaan kaca karena gerakan martil.
H. PEKERJAAN PENGECATAN
1) Pekerjaan Pengecatan
Persiapan
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : cat dinding dan tiang kolom, plamir dinding,
sealer, ampelas, air , dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : kuas roll, bak rool, kuas, kape, dll.
Pelaksanaan Pekerjaan
Aplikasi pengecatan dengan menggunakan roll dan untuk bagian sudut menggunakan
kuas.
Pastikan dahulu permukaan dinding dalam keadaan kering tidak lembab.
Proteksi area kerja dengan plastic terutama untuk menghindari tumpahan cat.
Permukaan dinding dibersihkan dahulu sebelum di cat, yaitu dengan diampelas,
sikat kawat atau gurinda jenis mangkok (bila ada plesteran + aci yang tidak rata).
Setelah permukaan dinding bersih, diberi lapisan plamir dinding supaya pori-
pori/lubang-lubang kecil dan retak-retak halus tertutup.
Setelah plamir kering, permukaan dinding diampelas lagi agar mendapatkan
permukaan yang bersih/halus.
Selanjutnya permukaan dinding diberi lapisan dasar sealer (untuk pengikat cat).
Apabila setelah disealer timbul retak rambut, maka dilakukan plamir ulang dan
diampelas.
Pengulangan cat dilakukan setelah lapisan cat sebelumnya telah kering.
Peralatan Pekerjaan
Memakai Kuas Sorong dan Kuas 3 Inchi
Mengunakan Peranca Scafolding 2 Set ( Dalam Satu Set 10 Unit )
I. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1) Pekerjaan Instalasi Listrik
Persiapan
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain : kabel, pipa listrik, inbow dos, T dus, saklar, stop
kontak, fitting, lampu downlight Dan hemat energy, klem pipa, isolatif dll
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : tang, tang potong, obeng, palu, meteran, cutter
Pemasangan Instalasi Kabel
Kabel vertical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit, dimana pipa
tersebut harus ditanam dulu pada dinding bata sebelum dinding diplester. Supaya tidak
mudah bergerak pada saat dinding diplester, maka pipa yang ditanam diberi klem
dengan jarak sekitar 1 m.
Kabel horizontal dipasang menggunakan pipa conduit yang diberi perkuatan klem
dengan jarak sekitar 1 m, hal ini dimaksudkan untuk memudahkan maintenance.
Pemasangan kabel horizontal harus sejajar, tidak boleh saling melintas.
Pemasangan fitting dan armature
Fitting dan armature dipasang setelah kabel ditest ketahanannya, agar tidak terjadi
bongkar/pasang armature.
Pemasangan saklar dan stop kontak
Marking jalur conduit pada dinding dan bobok dinding bata, jangan lupa gunakan cutter.
Pasang conduit dan inbow dos.
Tunggu sampai plester dinding akhir.
Sambungan saklar, stop kontak dengan aslinya.
Pasang saklar dan stop kontak, gunakan waterpass agar rata.
J. PEKERJAAN SANITAIR
Persiapan
Persiapan lahan kerja.
Persiapan material kerja, antara lain :Kloset Duduk Siram , kloset jongkok, floor drain,
kran, pipa, seal tape, aksesoris.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : bor, gerinda, waterpass, obeng, kunci pas, gergaji
pipa dll.
Pengukuran
Terlebih dahulu dilakukan pengukuran (marking area) untuk titik penempatan dan
elevasi ketinggian alat sanitair.
Pelaksanaan pekerjaan pemasangan sanitiar
Pelaksanaan pekerjaan pemasangan sanitair dan asseccoriesnya dapat dikerjakan
bersamaan dengan pekerjaan pengecatan atau pada saat bangunan pada tahap
penyelesaian untuk serah terima, hal ini dilakukan untuk menjaga alat-alat sanitair
tersebut tidak rusak/hilang sebelum bangunan digunakan.
Beri tanda (marking area) untuk penempatan posisi alat sanitair.
Pastikan posisi titik inlet untuk connect ke alat sanitair sudah terpasang sesuai dengan
gambar kerja.
Untuk inlet berupa drat, penyambungan terlebih dahulu menggunakan seal tape.
Pasang alat sanitari pada posisi yang telah diberi tanda.
Proteksi alat sanitair yang sudah terpasang.
Untuk testing pada pekerjaan sanitair adalah test fungsi alat sanitair.
K. PEKERJAAN LAIN-LAIN
1. ) Pekerjaan Pembongkaran Dan Pemasangan Kembali Tower Air
Persiapan
Pembongkaran
Persiapan lahan .
Persiapan material kerja, antara lain : semen, pasir, air , Kayu mall dll.
Persiapan alat bantu kerja, antara lain : sendok semen, raskam, mall cetak, dll.
Pekerjaan Pembongkaran dilakukan oleh Pekerja Yang berpengalaman Agar Tidak Menimbulkan
Cidera.
2. ) Pekerjaan Dinding Partisi
Persianapan material kerja, antara lain : Canal C, Gyvsum bord 12 mm, Kasa, semen,
Cat,Scrup,, Kayu dll
Pekerjaan Harus dilakukan oleh Pekerja Yang berpengalaman Agar Tidak
Menimbulkan Cidera