SPESIFIKASI TEKNIS KHUSUS
JUT TANJUNG MEDAN - KAYU ROMBOK JORONG SITINGKAI
1. LATAR BELAKANG Peranan infrastruktur pertanian dalam pembangunan pertanian
semakin strategis dan penting, hal ini sangat berkaitan dengan upaya
pencapaian sasaran program ketahanan pangan nasional. Selain itu
dukungan infrastruktur pertanian yang memadai seperti jalan sangat
dibutuhkan guna menunjang pembangunan pertanian yang efisien.
Dengan adanya jalan, pengangkutan sarana produksi pertanian serta
hasil pertanian menjadi lebih mudah dan murah sehingga usaha
pertanian menjadi lebih efisien. Infrastruktur pertanian khususnya
jalan pertanian merupakan salah satu komponen dalam subsistem
hulu yang diharapkan dapat mendukung subsistem usahatani,
subsistem pengolahan dan subsistem pemasaran hasil khususnya
pada sentra-sentra produksi tanaman pangan, hortikultura,
perkebunan rakyat dan peternakan. Jalan pertanian merupakan
unsur penting sebagai sarana infrastruktur dalam pengembangan
pertanian dalam rangka peningkatan ketahanan pangan,
pengembangan agribisnis dan peningkatan kesejahteraan petani.
Dengan adanya Jalan Usaha Tani yang representatif, diharapkan
dapat meningkatkan kelancaran akses sarana transportasi petani dari
dan ke lahan pertanian.
Komoditi pertanian (tanaman pangan,hortikultura, perkebunan dan
peternakan) yang sangat prospektif untuk dikembangkan mengingat
potensi sumberdaya alam, sumber daya manusia, ketersediaan
teknologi serta potensi serapan pasar di dalam negeri dan pasar
internasional yang terus meningkat. Usahatani pertanian (tanaman
pangan,hortikultura, perkebunan dan peternakan) masih mempunyai
kendala keterbatasan penggunaan sarana produksi, alat dan mesin
pertanian yang antara lain disebabkan kurang memadainya sarana
jalan usahatani. Disamping itu jalan usahatani mutlak diperlukan
dalam pengangkutan hasil pertanian yang mempunyai sifat
“perishable” (mudah rusak) yang harus ditangani secara baik dan
benar serta berhati-hati, sehingga penurunan mutu dan kehilangan
hasil dapat dihindari. Oleh karena itu perlu adanya penyediaan
prasarana jalan usahatani yang memadai pada daerah sentra
produksi pertanian
2. MAKSUD DAN TUJUAN Dengan adanya Jalan Usaha Tani yang representatif, diharapkan
dapat meningkatkan kelancaran akses sarana transportasi petani dari
dan ke lahan pertanian.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 27 February 2019 | Pembangunan Sdn 05 Tarok Dipo | Kota Bukittinggi | Rp 3,253,000,000 |
| 12 April 2018 | Pembangunan Rkb Sdn 09 Manggis Ganting | Kota Bukittinggi | Rp 2,330,000,000 |
| 11 May 2020 | Lanjutan Pembangunan Sdn 17 Pakan Kurai | Kota Bukittinggi | Rp 1,575,000,000 |
| 15 March 2017 | Konstruksi | Kepolisian Negara Republik Indonesia | Rp 1,491,760,000 |
| 30 April 2014 | Lanjutan Pembangunan Puskesmas Muaro Putuih | Kantor Layanan Pengadaan - Kabupaten Agam | Rp 900,000,000 |
| 28 June 2013 | Rehabilitasi Rumah Dinas Belakang Balok | Kantor Pertanahan Kota Bukittinggi | Rp 637,000,000 |
| 5 May 2023 | Rehabilitasi Ruang Kelas Sdn 01 Campago Ipuh (Dak Sd 2023) | Kota Bukittinggi | Rp 614,000,000 |
| 2 July 2015 | Rehab Kandang Gajah | Kantor Pertanahan Kota Bukittinggi | Rp 423,000,000 |
| 6 June 2022 | Pembangunan Toilet (Jamban) Smpn 8 Bukittinggi | Kota Bukittinggi | Rp 400,000,000 |
| 8 June 2022 | Pembuatan Riol Gg.Duku, Gg.Saus, Gg.Duku RT 01, 02, 03 Kel. Aur Kuning | Kota Bukittinggi | Rp 400,000,000 |