| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0015914963701000 | Rp 1,004,840,000 | 86.08 | 88.86 | - | |
| 0722869930013000 | Rp 1,030,424,100 | 77.78 | 81.72 | - | |
| 0317856417423000 | Rp 1,039,104,300 | 89.08 | - | Tenaga Ahli GIS atas nama nyta ganda dengan tim yang sudah lditetapkan pemenang dalam pekerjaan Penyusunan Matek dan Ranperkada RDTR Kabupaten Pasuruan | |
| 0853336790404000 | Rp 1,048,610,000 | 86.15 | 88.09 | - | |
| 0021606967013000 | Rp 1,052,855,000 | 85.91 | 87.81 | - | |
| 0013662622077000 | - | - | - | PT. Sat Windu Utama menjadi anggota KSO di paket pekerjaan ini (melakukan 2 penawaran di satu paket pekerjaan) | |
| 0015673379013000 | - | - | - | - | |
| 0016920340429000 | - | 82.94 | - | tidak memenuhi ambang batas metodologi dan pendekatan | |
| 0022652663541000 | - | - | - | - | |
| 0016383804017000 | - | - | - | - | |
| 0026550533412000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas pengalaman perusahaan dan personil tetap | |
| 0013643309061000 | - | - | - | - | |
| 0015428790017000 | - | - | - | - | |
| 0016785743017000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas pegalaman perusahaan | |
| 0015555477429000 | - | - | - | - | |
| 0016783409441000 | - | - | - | - | |
| 0315392357542000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas pengalaman perusahaan | |
PT Aria Ripta Sarana | 0017318874441000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas pengalaman perusahaan |
| 0436104467801000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas pengalaman perusahaan dan personil | |
| 0033185869013000 | - | - | - | - | |
| 0015961139015000 | - | - | - | anggota KSO (PT. Sat Windu Utama) melakukan penawaran secara mandiri di paket pekerjaan ini | |
| 0033436957603000 | - | - | - | - | |
| 0032006371076000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas pengalaman perusahaan | |
| 0022398564651000 | - | - | - | - | |
| 0016779563428000 | - | - | - | - | |
| 0018587162701000 | - | - | - | - | |
| 0031549314941000 | - | - | - | - | |
| 0018893180821000 | - | - | - | - | |
| 0722837234013000 | - | - | - | - | |
| 0026236869013000 | - | - | - | - | |
PT Ecoplan Rekabumi Interconsult | 00*5**4****21**0 | - | - | - | - |
PT Asana Citra Yasa | 0012464293821001 | - | - | - | - |
| 0025413436013000 | - | - | - | - | |
| 0316100940013000 | - | - | - | - | |
| 0312752710411000 | - | - | - | - | |
| 0210498044014000 | - | - | - | - | |
| 0315735779017000 | - | - | - | - | |
| 0011188190429000 | - | - | - | - | |
| 0816174429805000 | - | - | - | - | |
| 0017314709942000 | - | - | - | - | |
| 0313375545542000 | - | - | - | - | |
| 0651895237543000 | - | - | - | - | |
| 0015711062031000 | - | - | - | - | |
| 0013131750014000 | - | - | - | - | |
| 0016627358061000 | - | - | - | - | |
| 0311613996429000 | - | - | - | - | |
| 0026454256323000 | - | - | - | - | |
| 0013910799061000 | - | - | - | - | |
| 0013753256061000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT
Sesuai amanat Peraturan Pemerintah No 21 Tahun 2021 tentang
Penyelenggaraan Penataan Ruang Pasal 144, Sinkronisasi Program
Pemanfaatan Ruang (SPPR) dilaksanakan oleh Pemerintah Pusat dan
Pemerintah Daerah. SPPR di pusat dilakukan terhadap: Rencana Tata Ruang
Wilayah Nasional; RTR Pulau/Kepulauan; RTR KSN, RZ KAW; dan RZ KSNT,
sedangkan SPPR di daerah dilakukan terhadap: RTRW Provinsi; dan RTRW
Kabupaten/Kota. Pelaksanaan SPPR dilakukan dengan menyelaraskan
indikasi program utama dengan program sektorat dan kewilayahan secara
terpadu. Sedangkan pada Pasal 145 disebutkan bahwa SPPR terdiri dari SPPR
jangka menengah 5 (lima) tahunan (SPPR JM) dan SPPR jangka pendek 1
(satu) tahunan (SPPR JP) dan menjadi masukan untuk penyusunan rencana
pembangunan dan pelaksanaan peninjauan kembali dalam rangka revisi RTR.
Pelaksanaan keterpaduan pembangunan infrastruktur di Indonesia
masih mengalami berbagai permasalahan antara lain belum fokusnya sasaran
kewilayahan yang akan didorong pembangunan infrastrukturnya, belum
sinergisnya program pembangunan infrastruktur sektor baik pusat dan daerah
serta belum efektifnya sistem penganggaran pembangunan infrastruktur. Untuk
mengatasi berbagai masalah tersebut maka perlu dilakukan penyusunan
dokumen sinkronisasi program pemanfaatan ruang yang merupakan integrasi
antara rencana pembangunan dengan rencana spasial dengan tujuan
mendorong terciptanya satu kesamaan cara pandang dalam menyusun
program terkait penyediaan infrastruktur dasar pengembangan wilayah pada
kawasan-kawasan yang diprioritaskan sesuai arahan rencana tata ruang;
fokusnya sasaran kewilayahan yang akan didorong pembangunannya; serta
sinergisnya program pembangunan antar kementerian/lembaga terkait dan
pemerintah daerah.
Dokumen SPPR 5 (lima) tahunan dan 1 (satu) tahunan menyajikan
program yang disusun berdasarkan tingkat sinkronisasi dan prioritasi untuk
program yang dilaksanakan oleh Kementerian/Lembaga di pusat (didanai oleh
APBN), disusun sebagai referensi Kementerian/Lembaga dalam penyusunan
Rencana Pembangunan Jangka Menengah Nasional (RPJMN) serta
penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP).
Untuk menjamin sinergisnya program antar pusat dan daerah, dipilih
kawasan prioritas Sedangkan Dokumen SPPR 5 (lima) tahunan dan 1 (satu)
tahunan di Kawasan Prioritas, menyajikan program yang diurut berdasarkan
tingkat sinkronisasi dan prioritasi untuk program yang dilaksanakan oleh pusat
dan daerah (didanai oleh APBN dan APBD), disusun sebagai referensi pusat
dan daerah dalam penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah
Nasional (RPJMN) dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah
(RPJMD), serta penyusunan Rencana Kerja Pemerintah (RKP) dan Rencana
Kerja Pemerintah Daerah (RKPD).
I. MAKSUD DAN TUJUAN
A. Maksud
Menyusun dokumen sinkronisasi program pemanfaatan ruang yang
dilaksanakan oleh pusat, dan dokumen program pemanfaatan ruang untuk
kawasan prioritas yang dilaksanakan oleh pusat dan daerah, serta melakukan
sosialisasi dan bimbingan pelaksanaan sinkronisasi program pemanfaatan
ruang yang dilaksanakan oleh daerah di Kepulauan Nusa Tenggara, Kepulauan
Maluku, dan Pulau Papua..
B. Tujuan
1) Menjaring isu dan permasalahan mengenai pelaksanaan SPPR berbasis
RTR di Kepulauan Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Pulau Papua.
2) Meningkatkan kesesuaian program pemanfaatan ruang antarsektor,
antarpusat-daerah, dengan arahan pengembangan wilayah dalam RTR di
Kepulauan Nusa Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Pulau Papua.
3) Melakukan sosialisasi dan bimbingan penyusunan SPPR di Kepulauan Nusa
Tenggara, Kepulauan Maluku, dan Pulau Papua.