| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0015428790017000 | Rp 2,102,550,900 | 89.15 | 91.32 | - | |
| 0016783409441000 | Rp 2,104,150,000 | 89.13 | 91.29 | - | |
| 0026236869013000 | Rp 2,140,200,000 | 88.5 | 90.45 | - | |
| 0317856417423000 | Rp 2,150,630,550 | 90.37 | 91.85 | - | |
| 0853336790404000 | Rp 2,195,480,000 | 94.4 | 94.67 | - | |
| 0015711062031000 | - | - | - | Tidak ada pengalaman sejenis dalam 3 tahun dan pengalaman sejenis dalan 10tahun minimal 50% HPS | |
| 0015673379013000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas pengalaman | |
| 0015914963701000 | - | - | - | pengalaman sejenis dalam 3 tahun seluruh anggota KSO | |
PT Alatan Asasta Indonesia | 08*7**7****71**0 | - | - | - | 1. pengalaman sejenis dalam 3 tahun; 2. pengalaman sejenis dalan 10 tahun minimal 50% HPS; 4 SK Pengangkatan TA |
| 0316100940013000 | - | - | - | tidak memenuhi nilai ambang batas pengalaman | |
| 0016785743017000 | - | - | - | PT REKA SPASIA TIDAK ADA PENGALAMAN SEJENIS 3 tahun | |
| 0669612608424000 | - | - | - | tidak lulus ambang batas, anggota KSO tidak ada pengalaman sejenis 3 tahun | |
| 0015961139015000 | - | - | - | Pengalaman sejenis dalam 3 tahun terakhir PT sugitek dan PT Prospera | |
| 0012243556508000 | - | - | - | PT krida tidak mempunyai pengalaman sejenis dalam 10 tahun terakhir minimal 50% | |
| 0013662622077000 | - | 34.77 | - | Tidak memenuhi nilai ambang batas tenaga ahli | |
| 0013422209086000 | - | - | - | Pengalaman sejenis dalam 3 tahun terakhir PT arcas | |
| 0722837234013000 | - | - | - | PT aqeela tidak memiliki pengalaman 3 tahun terakhir dan pengalaman sejenis dalam 10 tahun terakhir minimal 50% HPS; PT. intermitra tidak memiliki pengalaman 3 tahun terakhir | |
| 0013719786061000 | - | - | - | pengalaman sejenis dalam 3 tahun; pengalaman sejenis dalan 10tahun minimal 50% HPS | |
PT Aria Ripta Sarana | 0017318874441000 | - | - | - | - |
| 0030645402015000 | - | - | - | - | |
| 0011186749441000 | - | - | - | - | |
| 0961174240526000 | - | - | - | - | |
| 0018872267331000 | - | - | - | - | |
| 0719897951201000 | - | - | - | - | |
| 0015148877331000 | - | - | - | - | |
Firma Kjsb Subkhi Abdul Hakim At Tigholy Dan Rekan | 0531623874501000 | - | - | - | - |
| 0313375545542000 | - | - | - | - | |
| 0022036545429000 | - | - | - | - | |
| 0013643309061000 | - | - | - | - | |
| 0765158100606000 | - | - | - | - | |
| 0033185869013000 | - | - | - | - | |
| 0311613996429000 | - | - | - | - | |
| 0013910799061000 | - | - | - | - | |
| 0015555477429000 | - | - | - | - | |
| 0016920340429000 | - | - | - | - | |
| 0026454256323000 | - | - | - | - | |
| 0021606967013000 | - | - | - | - | |
| 0033443086011000 | - | - | - | - | |
| 0013943766017000 | - | - | - | - | |
| 0022364855331000 | - | - | - | - | |
| 0013753256061000 | - | - | - | - | |
| 0210498044014000 | - | - | - | - | |
| 0016468944019000 | - | - | - | - | |
| 0311541411017000 | - | - | - | - | |
| 0025344086017000 | - | - | - | - | |
| 0016779563428000 | - | - | - | - | |
| 0013131750014000 | - | - | - | - | |
| 0018587162701000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
KONTRAKTUAL
PENYUSUNAN MATERI TEKNIS RANCANGAN PERATURAN
PRESIDEN (RPERPRES) RENCANA TATA RUANG (RTR)
KAWASAN STRATEGIS NASIONAL (KSN)
KAWASAN HUTAN LINDUNG BUKIT BATABUH
TAHUN ANGGARAN 2024
PROGRAM GEF RIMBA
KERJASAMA
DIREKTORAT JENDERAL TATA RUANG
KEMENTERIAN AGRARIA DAN TATA RUANG/BADAN
PERTANAHAN NASIONAL
DENGAN
UNITED NATIONS ENVIRONMENT PROGRAM - GLOBAL
ENVIRONMENT FACILITY (UNEP-GEF)
Gedung Kementerian Agraria Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional
Jl. Raden Patah I/1 Kebayoran Baru Jakarta Selatan, 12110
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
A. GAMBARAN UMUM
Koridor ekosistem RIMBA diamanatkan dalam Peraturan Presiden
No.13 tahun 2012 tentang Rencana Tata Ruang Pulau Sumatera (2012-
2032). Disebutkan dalam pasal 48 (1.e.; 2.e.; 7.b.) bahwa kawasan
koridor ekosistem merupakan kawasan berfungsi lindung dimana
kawasan ini dikelola melalui mempertahankan, melestarikan dan
meningkatkan fungsinya koridor ekosistem yang menghubungkan
kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat, Cagar Alam Batang Pangean
I dan Cagar Alam Batang Pangean II, Suaka Margasatwa Bukit
Rimbang Bukit Baling, Hutan Lindung Bukit Batabuh, Taman Nasional
Nasional Bukit Tiga Puluh, dan Taman Nasional Berbak sebagai
koridor satwa Gajah, Harimau dan Burung.
Program Penguatan lanskap hijau dan konektivitas Ekosistem RIMBA
dengan cara revitalisasi modal alam, konservasi biodiversity dan
mengurangi emisi karbon melalui pembangunan ekonomi hijau
(RIMBA Project) merupakan proyek hibah dari Global Environment
Facility (GEF) melalui United Nation Environment Program (UNEP), dan
telah ditetapkan sebagai pelaksananya (National Executing Agency)
adalah Direktorat Jenderal Tata Ruang, Kementerian Agraria dan Tata
Ruang/Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) berdasarkan Project
Cooperation Agreement (PCA) Nomor PCA/2021/4301, tanggal 30 Juni
2021. Pembangunan Ekonomi Hijau kini sudah menjadi arus utama
kebijakan global dan kebijakan Nasional sebagaimana tercantum
dalam RPJMN 2019-2024, yang masih terfokus pada sektor energi dan
Instruksi Presiden No. 1 tahun 2023 tentang Pengarusutamaan
Pelestarian Keanekaragaman Hayati dalam Pembangunan
Berkelanjutan. Proyek RIMBA diharapkan menjadi model
pembangunan ekonomi hijau yang berbasis pada kewilayahan.
Koridor Ekosistem RIMBA yang mencakup beberapa wilayah
administrasi Provinsi dan Kabupaten didalamnya terdapat berbagai
kewenangan sektor dan terdapat berbagai pemangku kepentingan baik
di tingkat Kementerian/Lembaga Pusat, Pemerintah Daerah, Dunia
Usaha dan Masyarakat. Situasi ini menjadikan bahwa pelaksanaan
kegiatan yang terintegrasi dan diperlukan upaya yang inklusif,
koordinasi yang intensif dan kerjasama yang kuat dari semua para
pihak.
Kawasan koridor ekosistem RIMBA yang menghubungkan kawasan
konservasi di tiga provinsi (Provinsi Riau, Provinsi Jambi dan Provinsi
Sumatera Barat), merupakan mosaik antara kawasan budidaya dan
kawasan lindung, yang mana dominan kawasan tersebut dibebani
berfungsi lindung. (Gambar 1). Luas kawasan koridor RIMBA sekitar
3,8 Juta Ha, yang didalamnya terdapat Cagar Alam, Suaka
Margasatwa, Taman Nasional dan Hutan Lindung, Kawasan budidaya
berupa kawasan hutan produksi (tetap, terbatas dan konversi),
kawasan perkotaan dan kawasan pertanian. Mengingat kawasan
RIMBA merupakan koridor ekosistem, upaya yang perlu dilakukan
adalah pengelolaan mempertahankan kawasan koridor satwa,
melestarikan area bernilai karbon tinggi dan ekosistem esensial, serta
meningkatkan fungsi koridor dengan adanya inovasi jalur perlintasan
satwa pada kawasan yang terfragmentasi oleh jalan. Sejalan dengan
itu, dalam upaya pelestarian Taman Nasional, Suaka Alam, Cagar Alam
dan Hutan Lindung, Pemerintah menetapkan kebijakan dalam
Peraturan Pemerintah Nomor 13 tahun 2017 tentang perubahan atas
Oeraturan Pemerintah Nomor 26 tahun 2008 tentang Rencana Tata
Ruang Wilayah Nasional, yang menetapkan dalam Koridor RIMBA ada
3 (tiga) KSN dengan sudut kepentingan fungsi dan daya dukung
lingkungan hidup yaitu Taman Nasional Kerinci Seblat, Hutan Lindung
Bukit Batabuh dan Taman Nasional Berbak-Bukit Tigapuluh.
Kegiatan penyusunan Materi Teknis Rperpres tentang RTR KSN
Kawasan Hutan Lindung Bukit Batabuh merupakan salah satu
perwujudan dari KSN yang ada di Koridor RIMBA, sebagai upaya
pengarusutamaan ekonomi hijau dalam rangka pemanfaatan ruang
yang produktif dan berkelanjutan. Kegiatan ekonomi hijau yang
dimaksud dalam kajian ini adalah upaya pemanfaatan ruang yang
menyimbangkan supply dan demand terhadap sumber daya agar tidak
menyebabkan kelangkaan ekologis dan memberikan kesempatan
untuk dapat dimanfaatkan oleh generasi berikutnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dalam Kegiatan Penyusunan Roadmap
Koridor Ekosistem RIMBA, sebagai bentuk implementasi dari kegiatan
komponen 1 dalam kerangka program RIMBA. Sebagaimana diketahui
kegiatan proyek RIMBA terbagi menjadi 3 program komponen utama
yaitu:
1. Komponen 1
Pembentukan kerangka kelembagaan yang berkelanjutan dan
efektif untuk Ekonomi Hijau di Koridor RIMBA
2. Komponen 2
Demonstrasi kepada pemangku kepentingan (pemerintah, pelaku
bisnis, dan masyarakat sipil) tentang kelangsungan Pembangunan
Ekonomi Hijau, yang meningkatkan layanan air, karbon, dan
keanekaragaman hayati di Koridor RIMBA
3. Komponen 3
Monitoring, evaluasi dan diseminasi pelaksanaan ekonomi hijau
pada koridor RIMBA serta berbagi praktik pembelajaran yang baik.
Gambar 1. Peta Wilayah administrasi dan Lanskap Status Hutan
di Koridor RIMBA
Kawasan Strategis Nasional (KSN) adalah wilayah yang penataan
ruangnya diprioritaskan karena mempunyai pengaruh sangat penting
secara nasional terhadap kedaulatan negara, pertahanan dan
keamanan negara, ekonomi, sosial, budaya, dan/atau lingkungan,
termasuk wilayah yang telah ditetapkan sebagai warisan dunia.
Penataan ruang KSN dilakukan untuk mengembangkan, melestarikan,
melindungi dan/atau mengkoordinasikan keterpaduan pembangunan
nilai strategis kawasan dalam mendukung penataan ruang wilayah.
Dalam Pasal 14 Undang-Undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang
Penataan Ruang, dinyatakan bahwa Rencana Tata Ruang (RTR)
Pulau/Kepulauan dan Rencana Tata Ruang (RTR) Kawasan Strategis
Nasional (KSN) merupakan rencana rinci yang disusun sebagai
perangkat operasional dari rencana umum tata ruang pada sistem
nasional. Selanjutnya PP Nomor 13 Tahun 2017 tentang Perubahan
Atas PP Nomor 26 Tahun 2008 tentang RTRWN menetapkan 76 (tujuh
puluh enam) KSN.
KSN Hutan Lindung Bukit Batabuh terletak di Provinsi Sumatera Barat
dan Riau merupakan habitat satwa Gajah. Harimau dan Satwa
lainnya, selain juga merupakan kawasan lindung yang memiliki
keanekaragaman hayati tinggi yang perlu dijaga kelestariannya dan
mampu memberikan jasa lingkungan masyarakat setempat.
Dalam Lampiran X PP Nomor 13 Tahun 2017 tentang Perubahan Atas
PP Nomor 26 Tahun 2008 tentang RTRWN, disebutkan bahwa KSN
Kawasan Hutan Lindung Bukit Batabuh merupakan KSN dari sudut
kepentingan fungsi dan daya dukung lingkungan hidup, dengan
penekanan pada sisi pelestarian keanekaragaman Hayati,
rehabilitasi/revitalisasi kawasan dan pengurangan emisi karbon.
Dalam analisis proyek RIMBA, KSN Kawasan Hutan Lindung Bukit
Batabuh merupakan habitat ekosistem Satwa dan Landscape Hutan
yang terfragmentasi oleh berbagai aktivitas manusia yang
dikhawatirkan akan mendegradasi kualitas habitat dan ekosistem
esensial Satwa, kekayaan keanekaragaman hayati dan kualitas
tutupan lahannya.
Oleh karena itu, dalam rangka memenuhi penyelesaian RTR KSN
sesuai amanat UU 26 Tahun 2007 dan sebagai upaya pencapaian
manfaat dan keluaran Komponen 1 program proyek RIMBA, maka pada
tahun anggaran 2024 Direktorat Perencanaan Tata Ruang Nasional-
Direktorat Jenderal Tata Ruang mengintegrasikan penyusunan Materi
Teknis Rperpres RTR KSN Kawasan Hutan Lindung Bukit Batabuh
Provinsi Sumatera Barat dan Riau yang sekaligus digunakan sebagai
instrumen untuk membangun pemahaman tentang Ekonomi Hijau
para pihak dan membangun peraturan dan kelembagaan yang
mendukung upaya pelestarian Keanekaragaman Hayati, revitalisasi
landscape hijau dan pengurangan emisi karbon.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 7 May 2023 | Penyusunan Matek Dan Ranperkada Rdtr Di Kabupaten Bekasi | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN | Rp 3,653,479,000 |
| 22 November 2022 | Penyusunan Dokumen Rencana Lnduk Destinasi Pariwisata Nasional (Ridpn) / Integrated Tourism Master Plan (Itmp) Morotai | Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif/ Badan Pariwisata dan Ekonomi Kreatif | Rp 3,300,000,000 |
| 3 November 2022 | Penyusunan Materi Teknis Dan Ranperkada Rdtr Daerah Mitra Ikn Di Kota Samarinda Provinsi Kalimantan Timur | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN | Rp 1,853,220,000 |
| 26 October 2022 | Penyusunan Materi Teknis Dan Rperpres Rtr Ksn Kawasan Laut Banda | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN | Rp 1,724,503,000 |
| 23 May 2022 | Penertiban Penyelamatan Lahan Sawah Yang Dilindungi | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN | Rp 1,700,000,000 |
| 23 January 2021 | Penyusunan Rdtr Di Kawasan Pariwisata Gili Tramena | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN | Rp 1,595,240,000 |
| 23 January 2021 | Penyusunan Rdtr Di Kawasan Pariwisata Bunaken | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN | Rp 1,561,172,000 |
| 30 April 2024 | Penyusunan Materi Teknis Rdtr Kpn Di Long Nawang | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN | Rp 1,555,476,000 |
| 6 April 2024 | Penyusunan Matek Dan Ranperkada Rdtr Di Kabupaten Magelang | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN | Rp 1,552,054,000 |
| 2 May 2023 | Penyusunan Matek Dan Ranperkada Rdtr Kab. Lombok Timur | Kementerian Agraria dan Tata Ruang/BPN | Rp 1,531,101,000 |