| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0016920340429000 | Rp 1,360,000,000 | 71.71 | 91.71 | - | |
| 0316100940013000 | Rp 1,481,060,000 | 72.44 | 90.81 | - | |
| 0015961139015000 | Rp 1,503,050,000 | 70.24 | 88.33 | - | |
| 0013753256061000 | Rp 1,517,231,250 | 66.93 | 84.86 | - | |
| 0013662622077000 | Rp 1,536,245,550 | 78.47 | 96.18 | - | |
| 0026454256323000 | Rp 1,600,403,550 | 73.84 | 90.83 | - | |
| 0033185869013000 | - | - | - | - | |
| 0024633901805000 | - | - | - | Tidak memiliki Izin Usaha OSS yang berlaku efektif dengan Bidang Usaha KBLI 71101 Aktifitas Arsitektur (tidak memenuhi syarat kualifikasi minimal) | |
| 0016383804017000 | - | - | - | Tidak masuk ke dalam daftar pendek (shortlist) | |
PT Aria Ripta Sarana | 0017318874441000 | - | - | - | - |
| 0025413436013000 | - | - | - | - | |
| 0029800448404000 | - | - | - | Unsur pengalaman tidak memenuhi nilai ambang batas. | |
| 0022398564651000 | - | - | - | Tidak memenuhi syarat kualifikasi minimal | |
| 0317856417423000 | - | - | - | - | |
| 0013910799061000 | - | - | - | Tidak masuk ke dalam daftar pendek (shortlist) | |
| 0026550533412000 | - | - | - | Double KSO dengan mitra lain pada paket yang sama | |
| 0013280938061000 | - | - | - | Double KSO dengan mitra lain pada paket yang sama | |
| 0013454236015000 | - | - | - | Nilai Teknis tidak memenuhi ambang batas. | |
| 0741663934541000 | - | - | - | Nilai Teknis tidak memenuhi ambang batas. | |
| 0016783409441000 | - | - | - | - | |
| 0015723372014000 | - | - | - | - | |
| 0312752710411000 | - | - | - | - | |
| 0013131750014000 | - | - | - | - | |
PT Karangluhur Lima Pilar | 03*5**1****33**0 | - | - | - | - |
| 0015428790017000 | - | - | - | - | |
| 0721445104421000 | - | - | - | - | |
| 0018587162701000 | - | - | - | - | |
| 0015914963701000 | - | - | - | - | |
| 0013717723008000 | - | - | - | - | |
| 0013643309061000 | - | - | - | - | |
| 0669612608424000 | - | - | - | - | |
| 0015673379013000 | - | - | - | - | |
| 0015555477429000 | - | - | - | - | |
| 0853336790404000 | - | - | - | - | |
| 0210498044014000 | - | - | - | - | |
PT Asana Citra Yasa | 0012464293821001 | - | - | - | - |
| 0012243556508000 | - | - | - | - | |
| 0016785743017000 | - | - | - | - | |
| 0311613996429000 | - | - | - | - | |
| 0436104467801000 | - | - | - | - | |
| 0016955726541000 | - | - | - | - | |
| 0033107913017000 | - | - | - | - | |
| 0011311941424000 | - | - | - | - | |
| 0016779563428000 | - | - | - | - | |
| 0025368887922000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT
PENYUSUNAN MATEK DAN RANPERKADA RDTR DI KABUPATEN KATINGAN
Berdasarkan amanat undang-undang Nomor 26 Tahun 2007 tentang penataan ruang dijelaskan bahwa
diperlukan rencana rinci apabila rencana umum tata ruang, dalam hal ini RTRW Kabupaten/Kota, belum
dapat dijadikan dasar dalam pelaksanaan pemanfaatan ruang dan pengendalian pemanfaatan ruang.
Rencana Tata Ruang memiliki peran yang sangat strategis dalam mendukung kemudahan perizinan dan
pelaksanaan pembangunan karena menjadi satu-satunya dasar yang digunakan dalam penerbitan
Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang (KKPR). Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang
(PERPPU) Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja dalam pasal 6 mengamanatkan bahwa untuk
peningkatan ekosistem investasi dan kegiatan berusaha diperlukan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR)
sebagai dasar pemberian izin pemanfaatan ruang.
Peraturan Pemerintah Nomor 21 Tahun 2021 Tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang, dalam pasal
24, mengamanatkan bahwa penyusunan rencana rinci Tata Ruang berupa Rencana Detail Tata Ruang
(RDTR) Kabupaten/Kota serta jangka waktu penyusunan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR) sampai
dengan penetapan paling lama 12 bulan. Pelaksanaan penataan ruang (perencanaan, pemanfaatan dan
pengendalian) di daerah, banyak yang tidak berjalan efektif dan optimal. Hal ini disebabkan karena
terbatasnya sumber daya manusia dan sumber daya anggaran, serta minimnya keahlian dan
keterampilan yang dimiliki oleh aparatur pemerintah daerah di bidang penataan ruang.
Guna mempercepat proses penyusunan RDTR Kabupaten/Kota, maka Direktorat Jenderal Tata Ruang
melakukan kegiatan Penyusunan Materi Teknis dan Ranperkada RDTR. Adapun kegiatan penyusunan
tersebut mengacu pada ketentuan Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/BPN Nomor 11 Tahun
2021 tentang Tata Cara Penyusunan dan Revisi Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Provinsi,
Kabupaten, Kota, dan Rencana Detail Tata Ruang (RDTR), serta Tata Cara Penerbitan Persetujuan
Substansi. Daerah yang terpilih adalah daerah investasi tinggi. Mengacu data dan informasi dari
Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal pada Kabupaten Sumba Barat, Provinsi
Nusa Tenggara Timur di Kecamatan Wanukaka memiliki potensi investasi sebesar Rp. 509.532.304.671
Guna mendorong peningkatan investasi, ekonomi wilayah serta daya saing kawasan maka perlu disusun
RDTR di kecamatan tersebut.
1. Lingkup Pekerjaan
Pekerjaan dilakukan secara kontraktual, dengan lingkup kegiatan sebagai berikut:
• Melakukan kajian aspek hukum/peraturan perundang-undangan dan administrasi, kajian aspek
perencanaan wilayah dan aspek kelembagaan, serta aspek sosial;
• Melakukan pembahasan-pembahasan di Pusat dan daerah serta perjalanan dinas ke daerah
dalam rangka penjaringan isu dan permasalahan, pengumpulan data sekaligus untuk menyusun
Materi teknis dan Ranperkada RDTR beserta dokumen-dokumen pendukung dalam
penyusunan RDTR; dan
• Melakukan penyusunan:
a. Materi teknis (fakta analisis dan buku rencana) RDTR;
b. Rancangan Peraturan Kepala Daerah;
c. Kajian Kebijakan tentang RDTR;
d. Peta digital Rencana Detail Tata Ruang skala 1:5000;
e. Dokumen Kajian Lingkungan Hidup Strategis (KLHS);
f. Database peraturan zonasi (DBPZ) serta pelaksanaan uji titik.
2. Lingkup Wilayah
Lingkup wilayah perencanaan berada di Kecamatan Wanokaka, Kabupaten Sumba Barat, Provinsi Nusa
Tenggara Timur yang akan ditetapkan berdasarkan kajian delineasi dan/atau kesepakatan para
pemangku kepentingan.