| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0029410107734000 | Rp 1,031,000,000 | - | |
| 0814877734805000 | Rp 1,104,569,914 | - | |
| 0016908683807000 | Rp 1,110,000,000 | - | |
| 0030626956731000 | - | - | |
| 0020146999814000 | - | - | |
| 0953648102305000 | Rp 1,273,479,791 | - | |
| 0954241774807000 | Rp 1,094,781,427 | Tidak melampirkan Bukti dukung/kepemilikan peralatan (waterpass). | |
| 0955207642736000 | - | - | |
| 0027091230732000 | Rp 1,201,051,859 | - | |
| 0862756392503000 | - | - | |
| 0713644656733000 | Rp 1,178,802,467 | - | |
| 0015345804731000 | Rp 1,290,325,671 | - | |
CV Keumala Hangtuah | 04*1**5****15**0 | - | - |
| 0714469889517000 | - | - | |
| 0032007619311000 | - | - | |
| 0942578535711000 | - | - | |
| 0941957797811000 | - | - | |
| 0925548919085000 | - | - | |
| 0938327368321000 | - | - | |
| 0858783277122000 | - | - | |
| 0029295458407000 | - | - | |
| 0316755941712000 | - | - | |
| 0833775893732000 | - | - | |
| 0737515072711000 | - | - | |
| 0031225105732000 | - | - | |
| 0715483640722000 | - | - | |
| 0806806873831000 | - | - | |
| 0823842638942000 | - | - | |
Damanhuri Bersatu | 00*3**6****22**0 | - | - |
| 0836972703822000 | - | - | |
| 0812679231735000 | - | - | |
| 0026140533731000 | - | - | |
| 0029410610734000 | - | - | |
| 0920564804728000 | - | - | |
| 0023832835216000 | - | - | |
| 0864513346805000 | - | - | |
CV Yanka Intiland | 06*1**5****05**0 | - | - |
| 0736815689731000 | - | - | |
| 0033158916732000 | - | - | |
| 0933285124331000 | - | - | |
| 0725694020009000 | - | - | |
| 0812603439732000 | - | - | |
| 0753129303009000 | - | - | |
CV Lamgugob Perdana | 0809050263101000 | - | - |
| 0718927130805000 | - | - | |
| 0666779160009000 | - | - | |
| 0809955826121000 | - | - | |
| 0959218728732000 | - | - | |
| 0012195137714000 | - | - | |
| 0012169256422000 | - | - | |
| 0810850123731000 | - | - | |
| 0929122752955000 | - | - | |
CV Dodo Property | 07*5**6****09**0 | - | - |
| 0811948520102000 | - | - | |
| 0862181187013000 | - | - | |
| 0763685773646000 | - | - | |
| 0961246840009000 | - | - | |
CV Putra Balle | 0720240258805000 | - | - |
| 0025316456731000 | - | - | |
| 0014245500734000 | - | - | |
PT Mandiri Nusantara Konstruksi | 05*2**7****16**0 | - | - |
| 0014910053523000 | - | - | |
| 0029963253941000 | - | - | |
| 0740908504044000 | - | - | |
Berkah Sejahtera Mandiri | 0029711330101000 | - | - |
| 0019049477722000 | - | - | |
| 0025387887711000 | - | - | |
| 0847965621002000 | - | - | |
| 0743266355728000 | - | - | |
| 0669499642101000 | - | - | |
| 0027607381323000 | - | - | |
CV Queensya Sentosa | 04*4**5****03**0 | - | - |
| 0805141900733000 | - | - | |
CV Andalas Lestari | 0030328561323000 | - | - |
METODE PELAKSANAAN PEKERJAAN RENOVASI/PERLUASAN GEDUNG
KANTOR PERTANAHAN KAB.TANAH BUMBU TAHUN 2023
BAB I Pendahuluan
1. LATAR BELAKANG
Latar belakang Paket Pekerjaan PEKERJAAN RENOVASI/PERLUASAN GEDUNG KANTOR
PERTANAHAN KAB.TANAH BUMBU TAHUN 2023 adalah dalam rangka optimalisasi
penyediaan sarana dan prasarana Pelayanan kesehatan di Kilik Plores Kotabaru
diharapkan dengan adanya RENOVASI/PERLUASAN GEDUNG KANTOR PERTANAHAN
KAB.TANAH BUMBU TAHUN 2023dapat mengakomodir dan mengatur limbah rumah
tangga untuk warga sekitar khususnya.
2. MAKSUD DAN TUJUAN
Maksud dan tujuan dari uraian Metode Pelaksanaan ini adalah untuk menjelaskan secara
garis besar uraian tahapan pelaksanaan dari pekerjaan umum, pekerjaan utama dan
pekerjaan penunjang, sehingga dapat dilihat keterkaitan dari masing - masing pekerjaan
maupun antar pekerjaan terhadap spesifikasi yang telah disyaratkan. Dalam metode ini
juga akan digambarkan pelaksanaan pekerjaan dengan memperkecil gangguan terhadap
lingungan dan lalulintas pekerjaan.
3. LOKASI DAN LINGKUP PEKERJAAN .
Lokasi pekerjaan berada di Kabupaten Tanah Bumbu Propinsi Kalimantan Selatan
4.LINGKUP PEKERJAAN
Lingkup pekerjaan Paket Pekerjaan RENOVASI/PERLUASAN GEDUNG KANTOR
PERTANAHAN KAB.TANAH BUMBU TAHUN 2023 adalah sebagai berikut:
A. PEKERJAAN PERSIAPAN
B. PEKERJAAN PONDASI
C. PEKERJAAN BETON
D. PEKERJAAN DINDING DAN PLESTERAN
E. PEKERJAAN PLAFON
F. PEKERJAAN PENUTUP ATAP
G. PEKERJAAN LANTAI
H. PEKERJAAN KUSEN,PINNTU DAN JENDELA
I. PEKERJAAN INTALASI LISTRIK
J. PEKERJAAN CAT-CATAN
K. SANITASI
L. PEKERJAAN LAIN-LAIN
BAB II Metode Penyelesaian Pekerjaan
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pekerjaan persiapan awal yang dibutuhkan dalam pelaksanaan proyek. Sebelumnya segala izin
yang dibutuhkan sudah diurus, time schedule telah dibuat, dan kontraktor telah memiliki Shop
Drawing. Pekerjaan pendahuluan yang dilakukan dalam proyek ini meliputi :
1. Pekerjaan Mobilisasi dan Demobilisasi
Mobilisasi bertujuan untuk mengadakan/ mendatangkan peralatan, personil, dan
perlengkapan untuk melaksanakan semua item pekerjaan di lapangan, dan mengembalikan
pada keadaan yang diinginkan sesuai dengan gambar kerja.
Dalam Pelaksanaan Proyek ini Mobilisasi dan Demobilisasi Peralatan yang dilakukan terdiri
dari:
Truck
Pick Up
Pompa Air
Arco/Gerobak Dorong
Alat Bantu Tukang
Personil terdiri dari:
Kepala Proyek
Site Manager
Logistik
Kepala tukang
Pekerja
Demobilisasi
Pekerjaan ini merupakan pekerjaan pengembalian dan pemindahan peralatan yang telah
dipergunakan. Dan mengembalikan kondisi lapangan yang telah digunakan sebgai tempat
penyimpanan alat, barak pekerja, gudang, dan lain sebaginya kembali ke kondisi awal.
2. Pekerjaan Pengukuran dan Pembersihan Lapangan
Sebelum Pekerjaan dimulai terlebih dahulu dilakukan pembersihan lokasi dari sampah,
rumput, dan berbagai hal lain yang dapat menggangu pelaksanaan pekerjaan. Pembersihan
dilakukan dengan menggunakan bantuan alat berat excavator. Sampah-sampah yang
dihasilkan dari pekerjaan ini dikumpulkan di suatu tempat yang telah disetujui oleh pengawas,
kemudian baru diangkut dengan menggunakan dump truck untuk dibuang ke tempat
pembuangan sampah akhir.
Seiring pembersihan lokasi dibuat papan nama proyek, papan nama proyek ini dipasang pada
tempat yang mudah dilihat dengan mencantumkan data-data proyek antara lain nama proyek,
pekerjaan, lokasi, nilai proyek, waktu pelaksanaan, pengawas pelaksana proyek, dll.
Setelah pekerjaan pembersihan lapangan selesai dilakukan, barulah dilakukan pengukuran
lokasi. Hal ini bertujuan untuk menentukan letak bangunan, elevasi dan titik ikat (Bench Mark).
Dalam pengukuran digunakan alat Theodolit dan rambu ukur. Pengukuran ini dilakukan oleh
seorang surveyor. Titik-titik yang menjadi acuan ditandai dengan menggunakan patok. Patok
terbuat dari kayu bulat dengan panjang ± 1m yang ditancapkan kedalam tanah.
3. Pekerjaan Pemasangan Bowplank
Pekerjaan ini biasanya dilakukan seiring atau setelah pekerjaan pengukuran dilakukan.
Pemasangan Bouwplank (Pematokan) dilaksanakan bersama-sama oleh Pihak Proyek,
Perencana Pengawas, Pelaksana dan dibuat Berita Acara Pematokan.
Bowplank terbuat dari papan yang bagian atasnya dipakukan pada patok kayu persegi 5/7 cm
yang tertanam dalam tanah cukup kuat. Untuk menentukan ketinggian papan bouwplank
secara rata bagian atasnya dari papan bowplank harus di waterpass (horizontal dan siku),
sedangkan untuk mengukur dari titik As ke As antar ruangan digunakan meteran. Setiap titik
pengukuran ditandai dengan paku dan dicat dengan cat merah dan ditulis ukuran pada papan
bouwplank agar mudah di cek kembali. Pemasangan papan bowplank dilaksanakan pada jarak
1,5 m dari As sekeliling bangunan dan dipakukan pada patok – patok yang terlebih dahulu
ditancapkan kedalam tanah.
Gambar Contoh pelaksanaan Pekerjaan Bouplank
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan ini dapat dilihat pada Kurva S
4. Pembuatan Direksi Keet
Dalam pelaksanaan proyek ini Direksi Keet yang dibuat terdiri dari Kantor ukuran 5x10m,
Ruang rapat Ukuran 4x4m, .Untuk Ruang kantor dan ruang Rapat didalamnya dilengkapi meja,
kursi, gambar kerja, time schedule, struktur organisasi proyek, papan tulis, alat pemadam
kebakaran, buku tamu, buku direksi dan laporan harian proyek. Ruang ini digunakan sebagai
kantor sementara kontraktor dan dipakai sewaktu-waktu perlu dilakukannya rapat kerja.
Barak kerja dibuat untuk tempat tinggal sementara tenaga kerja selama proyek berlansung.
Contoh Gambar Barak Pekerja
Gudang penyimpanan bahan ini dibuat untuk tempat bahan material yang sifatnya untuk
menjaga keselamatan dari bahan tersebut. Untuk Gudang penyimpanan semen,
tempatnyaharus baik sehingga terlindung dari kelembaban atau keadaan cuaca lain yang
merusak. Lantai penyimpanan harus kuat dan berjarak minimal 30 cm dari permukaan tanah.
Gambar Gudang Material
Letak direksikeet dibuat pada tempat yang mudah dijangkau dan mudah dicapai dalam proses
bongkar muat material yang akan digunakan.
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan ini dapat dilihat pada Kurva S
5. Pembuatan Jalan Kerja Proyek.
Pekerjaan ini dilakukan untuk mempermudah aksesibiltas kendaraan yang masuk ke dalam
lokasi proyek, sehingga pengangukatan material dapat berjalan lancar. Jalan tersebut terbuat
dari material timbunan tanah yang dipadatkan. Jika cuaca panas dan permukaan jalan kering
maka dapat dilakukan pennyiraman dengan menggunakan water tanker. Pekerjaan ini
dilakukan beriringan dengan pekerjaan Direksi Keet.
Selain Pekerjaan diatas, ada hal lain yang perlu disampaikan kepada setiap orang dilokasi
proyek yaitu memberikan aturan bahwa setiap orang yang berada di dalam lokasi proyek harus
selalu memakai alat pelindung diri dan Senantiasi mematuhi peraturan K3 yang ada di lokasi.
6. Pembuatan Pagar Sementara dari Seng Gelombang.
Pekerjaan ini dilakukan untuk menjaga / sterilisasi di lingkungan proyek dengan membangun
pagar sementara yang di rangkai sedemikian rupa menggunakan rangka kayu/dolken di tutup
dengan seng zincalume bergelombang
II. PEKERJAAN TANAH DAN PANCANGAN
1. PEKERJAAN GALIAN TANAH PONDASI
a. Setelah pekerjaan Pendahuluan dan pekerjaan pemancangan selesai dilakukan, hal yang
dilakukan selanjutnya yaitu pekerjaan galian tanah pondasi. Galian tanah pondasi
diperlukan untuk perletakan pondasi plat.
b. Pengalian dilakukan sesuai dengan gambar rencana pondasi dan telah mendapat
persetujuan dari pengawas. Bidang horizontal galian tanah harus mempunyai jarak yang
lebih besar dari lebar pondasi, hal ini berfungi untuk memungkinkan pemasangannya,
penopangan dan lain-lain. Kedalaman galian harus sesuai dengan gambar rencana.
c. Tanah hasil galian ditumpuk ditempat yang telah ditentukan oleh pengawas, karena
tanah tersebut akan dipakai kembali.
2. PEKERJAAN LANTAI KERJA
a. Setelah tanah digali dan diberikan urugan pasir, selanjutnya dibuat lantai kerja dengan
campuran beton 1Pc:3Ps:5Kr. Sebelum campuran beton diletakkan, dasar tanah
diratakan terlebih dahulu. Tebal dari lantai kerja ini sekitar 5 cm, setelah lantai kerja
mengeras barulah diatasnya diletakkan pondasi Plat Setempat.
3. PEKERJAAN URUGAN PASIR
a. Permukaan tanah yang sudah digali diatasnya diberikan pasir urug, kemudian
dipadatkan dengan menggunakan alat stamper. Urugan pasir ini berfungsi untuk
menstabilkan permukaan tanah asli dan menyebarkan beban. Urugan Pasir dipadatkan
perlapis hingga mencapai ketebalan Urugan Pasir yang sesuai dengan gambar kerja dan
spesifikasi teknis yang ada yaitu sekitar 7 cm.
4. PEKERJAAN URUGAN TANAH
a. Pekerjaan urugan tanah dilakukan setelah pondasi selesai dan telah mengeras. Tanah
hasil galian dikembalikan lagi, dan digunakan untuk menimbun pondasi. Tanah tersebut
dipadatkan lapis demi lapis baik dengan cara manual atau menggunakan alat stamper.
b. Selain itu urugan tanah juga dilakukan pada permukaan lantai. Bagian lantai yang perlu
ditinggikan di urug dengan tanah urug. Tanah urug yang dipakai dapat berasal dari hasil
galian ataupun tanah urug yang didatangkan. Tanah dihamparkan kemudian dipadatkan
lapis demi lapis hingga didapatkan kepadatan dan ketebalan yang sesuai dengan
spesifikasi teknis.
5. PEKERJAAN PONDASI
Dalam Proyek ini ada dua buah jenis pondasi yang digunakan yaitu pondasi batukali.
Adapun Pelaksanaan Pekerjaan Tiang Pancang yaitu :
a. Pondasi batukali
Batupondasi yang digunakan batu kali atau batu gunung.
Bahan-bahan yang digunakan dalam campuran beton harus sesuai dengan job mix design
yang ada. Bebas dari material organik, debu dan telah mendapat persetujuan dari
pengawas.
III. PEKERJAAN BETON BERTULANG
1. PEKERJAAN COR BALOK SLOOF
Pengecoran balok sloof dilakukan setelah pondasi plat setempat dan pile cap selesai dilakukan.
Pada dasarnya pelaksanaan balok sloof sama dengan pelaksanaan Pondasi Plat Setempat.
Bekisting dan tulangan besi dirakit terlebih dahulu sesuai dengan shop drawing. Setelah itu
barulah campuran beton dituangkan, campuran beton yang digunakan sama dengan
campuran beton Pondasi yaitu mutu beton K-225. Campuran beton tersebut terlebih dahulu
telah dilakukan job mix design dan nilai slump tesnya sesuai dengan spesifikasi teknis. Dalam
pelaksanaan pekerjaan ini perlu adanya persetujuan dari pengawas.
2. PEKERJAAN COR BETON KOLOM
Proses pelaksanaan pekerjaan ini sebagai berikut :
Pekerjaan Pembesian. Fabrikasi pembesian dilakukan ditempat fabrikasi. Besi yang digunakan
sesuai gambar rencana. Besi ini dirakit dan dibentuk sesuai dengan shop drawing.
Pembuatan Bekisting. Bekisting dibuat dari multiplex 9 mm yang diperkuat dengan kayu usuk
4/6 dan diberi skur-skur penahan agar tidak mudah roboh.
Melakukan Kontrol Kualitas. Ada 2 kontrol kualitas yang dilakukan. Kontrol kualitas pertama
yaitu Kontrol Kualitas Sebelum dilakukan pengecoran meliputi kontrol kualitas terhadap posisi
dan kondisi bekisting, posisi dan penempatatan pembesian, jarak antar tulangan, panjang
penjangkaran, ketebalan beton decking (Beton tahu), ukuran baja tulangan yang digunakan,
posisi penempatan water stop.
Kontrol Kualitas kedua yaitu Kontrol kualitas saat pengecoran. Pada saat berlangsungnya
pengecoran, campuran dari Concrete mixer Truck diambil sampelnya. Sampel diambil menurut
ketentuan yang tercantum dalam spesifikasi.
Pekerjaan Kontrol kualitas ini akan dilakukan bersama-sama dengan konsultan pengawas untuk
selanjutnya dibuat berita acara pengesahan kontrol kualitas.
Kegiatan pengecoran.
Pengecoran dilakukan secara langsung dan menyeluruh
Kegiatan Curing (perawatan)
Curing (perawatan) dilakukan sehari (24 jam) setelah pengecoran selesai dilakukan dengan
dibasahi air dan dijaga/dikontrol untuk tetap dalam keadaan basah.
3. PEKERJAAN COR BETON BALOK & RING BALOK
Pelaksanaan pekerjaan ini sama dengan pelaksanaan pekerjaan kolom, hanya saja dalam
pengerjaan bekisting perlu adanya tambahan kayu dolken/ubar. Kayu ini berfungsi sebagai
steger/penopang dari bekisting agar bekisting tetap pada tempatnya (tidak terjadi lendutan).
Kayu steger tersebut ditegakkan dengan jarak sekitar 40 cm. Pelaksanaan pengecoran balok
atau ring balok, biasanya seiringan dengan pelaksanaan Pelat lantai.
4. PEKERJAAN COR BETON PLAT LANTAI
Proses pelaksanaan pekerjaan ini yaitu :
Pekerjaan Pengukuran dan Bekisting
Pemasangan bekisting pelat lantai didahului dengan pengukuran posisi balok. Pengukuran
dilakukan dengan cara memberi tanda as bangunan pada kolom lantai bawah yang tadinya ada
pada lantai bawah. Pengukuran ini ditujukan untuk mengantisipasi kesalahan pada posisi balok.
Dari hasil pengukuran tersebut maka bekisting balok dan pelat dapat difabrikasi pada posisi
yang benar diatas perancah yang telah disiapkan. Pengaturan level balok dan pelat dapat
dilakukan dengan mengatur ketinggian perancah (Scafolding). Proses pemasangan bekisting ini
dibantu oleh surveyor untuk mengontrol level balok dan pelat.
Pekerjaan Pembesian
Fabrikasi pembesian dilakukan di tempat fabrikasi, setelah bekisting siap, besi tulangan yang
telah siap dipasang dan dirangkai dilokasi. Pembesian balok dilakukan terlebih dahulu, setelah
itu diikuti dengan pembesian pelat lantai. Panjang penjangkaran dipasang 30xD Tulangan
Utama.
Leveling Pengecoran pelat lantai
Agar pengecoran pelat lantai mencapai level yang benar dan tidak terjadi perbedaan tinggi
finishing cor, maka perlu dibuat alat bantu leveling pengecoran. Leveling pengecoran dibuat
dari besi siku L.50.50.5 yang ditumpukan pada beberapa titik besi beton. Besi beton ini
ditancapkan hingga posisi besi siku tidak lagi bergeser. Penempatan besi siku diukur dengan
waterpass dan diukur pada level sesuai gambar desain.
Pekerjaan Kontrol Kualitas
Kontrol kualitas yang dilakukan sama dengan kontrol kualitas yang dilakukan pada pekerjaan
kolom.
Pengecoran beton
Pengecoran dilakukan dengan Ready Mix truck yang dibantu dengan penggunaan Concrete
Pump. Dalam hal ini pengecoran dilakukan secara sekaligus balok dan pelat seluruh lantai.
Untuk mempercepat proses pengecoran dipakai Concrete Pump. Pengecoran dibantu dengan
alat vibrator untuk meratakan dan memadatkan campuran. Selanjutnya finishing lantai cor ini
adalah rata namun dibiarkan kasar karena selanjutnya akan dilakukan pekerjaan lantai.
Pekerjaan curing
Sama hal nya dengan pekerjaan kolom, Curing (Perawatan) dilakukan sehari setelah dilakukan
pengecoran.
IV. PEKERJAAN DINDING DAN FINSHING LANTAI SERTA PLASTERAN
1. PEKERJAAN DINDING
Setelah pekerjaan struktur lantai satu selesai, maka pekerjaan dinding dapat segera dimulai.
Sebelum dinding dipasang, batu bata yang digunakan terlebih dahulu di dibersihkan dari debu dan
kotoran.
Adapun peralatan yang digunakan yaitu waterpass, skrop, ember, benang, sipatan,
pacul, dan cetok.
Proses Pengerjaan dinding bata hebel yaitu :
Sebelum di lakukan pemasang pekerjaan dinding dilakukan pengukuran bangunan (uit-
zet) serta letak-letak dinding bata yang akan dilaksanakan secara teliti dan sesuai dengan
gambar.
Di dalam satu hari, pasangan batubata tidak boleh lebih tinggi dari 2,5 meter
danpengakhirannya harus dibuat bertangga menurun dan tidak tegak bergigi,untuk
menghindari retak dinding dikemudian hari.
Pekerjaan pasangan dilaksanakan waterpas (horizontal) dengan menggunakan benang
dan tiap kali lantai diteliti kerataannya. Pemasangan benang terhadap pasangan
dibawahnya tidak boleh lebih dari 30 cm.
Pada semua pasangan setengah batu satu sama lain harus terdapat pengikatan yang
sempurna.
Untuk pasangan bata merah tidak dibenarkan menggunakan batu bata ataupun hebel
pecahan separuh panjang,
kecuali sesuai dengan peraturannya (di sudut).
Lapisan yang satu dengan lapisan yang diatasnya harus dipasang secara zig-zag
(berselang-seling dengan perbedaan separuh panjang).
Pada pasangan satu batu dan pasangan yang lebih tebal (kalau ada), maka
pelaksanaan harus sesuai petunjuk / peraturan yang disyaratkan (NI-3).
Untuk dinding bata dan kolom harus diberi angkur 10 mm tiap 1 m tinggi sedangkan
dinding hebel diberi besi strip lebar 1”, tebal 3 mm tiap 60 cm tinggi.
Demikian juga setiap luas dinding 12 m2 harus diberi penguat kolom praktisdan balok.
Khusus untuk dinding ruang genset, setiap luas dinding 6 m² diberiperkuatan kolom
praktis dan balok. Semua pertemuan tegak lurus harusbenar-benar bersudut 90 derajat.
Sebelum dimulai pemasangan bata harus direndam lebih dahulu di dalam air dan
permukaan yang akan dipasangpun harus basah.
Tebal siar pasangan batu bata tidak boleh kurang dari 1 cm (10 mm) dan siarnya harus
benar-benar terisi adukan.
Gunakan alat roskam (trowel) bergigi yang sesuai dengan ketebalan blok yangditentukan
pada gambar.
Jaga kekentalan campuran, tutup sambungan antar blok yang tidak merata
dengan adukan Mortar agar tidak terlihat lobang-lobang yang terdapat padadinding,
sebelum plesteran dipasang.
Bersihkan permukaan dari debu, minyak atau kotoran lain yang dapat mengurangi
efektifitas perekatan.
Bilamana di dalam pasangan ternyata terdapat batu bata ataupun batu hebel
yang cacat atau tidak sempurna, maka wajib untuk diganti
Untuk pekerjaan rangka kayu / kosen, gunakan beton ringan aerasi (hebel)
Lintel pada ujung atas kusen, atau blok bata tipe Ublok dan diisi oleh tulangan ringan serta
pasangan beton ringan.
Sesudah pasangan bata hebel selesai dikerjakan, dan sudah kering baru pekerjaan
plesteran dimulai.
Plesteran menggunakan adukan yang sama dengan adukan untuk pasangan.
Untuk pengakhiran sudut plesteran / dinding, hendaknya dibuat dengan sudut tumpul.
Untuk kolom dengan pipa-pipa air hujan, digunakan non shrink concrete (betonnon
menyusut), bisa menggunakan Sika Grout 215 (new) adalah semengrouting siap pakai
yang mempunyai karakteristik tidak menyusut denganwaktu kerja yang sesuai untuk
temperature lokal. dan dapat mengalir sangatbaik.
2. PEKERJAAN PLESTERAN
Meliputi penyediaan bahan plesteran, penyiapan dinding / bidang yangakan diplester,
sertapelaksanaan pekerjaan pemlesteran itu sendiri pada dinding-dinding yang akan
diselesaikan dengancat, sesuai dengan yang tertera dalam gambar denah dan notasi
dipenyelesaian dinding. Seluruh dinding pasangan bata baik yang terlihat ataupuntidak
terlihat (pasangan batu bata biasa atau beton ringan aerasi (hebel) diatas plafond dan
dinding shaft) harus tetap diplester.
1. Bahan
1.1. Untuk plesteran dinding batu bata biasa :
a. Semen yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus memenuhi persyaratan
C sesuai NI-8.
b. Pasir yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus halus dengan warna asli/
alami, sesuai NI-3 dan telah mendapat persetujuan dari MK / Perencana /Pemberi Tugas.
c. Air untuk mengaduk kedua bahan tersebut diatas harus sesuai NI-3 pasal 10.
1.2. Untuk plesteran dinding hebel (blok beton ringan aerasi)
a. Semen yang dipergunakan dalam pekerjaan plesteran blok beton ringan aerasi ini harus
memenuhi standar khusus / mutu internasional (minimal telah lulus DIN 18555).
b. Pasir yang dipergunakan dalam pekerjaan ini harus halus dengan warna asli / alami, sesuai NI-3
dan telah mendapat persetujuan dari MK / Perencana /Pemberi Tugas.
c. Air untuk mengaduk bahan tersebut harus sesuai NI-3 pasal 10.
2.Jenis Pekerjaan
2.1. Jenis-jenis plesteran yang digunakan adalah sebagai berikut :
a. Plesteran kedap air (1 PC : 3 Psr) digunakan untuk menutup dinding-dinding
kedap air (untuk pasangan batu bata biasa). Sedangkan untuk pasangan blok beton aerasi
(hebel) menggunakan adukan PM 410.
b. Plesteran dinding-dinding sisi luar bangunan yang tidak terlindung dipakai plesteran 1 PC : 3
Psr.
c. Plesteran beton (1 PC : 3 Psr), digunakan untuk menutup dinding-dinding beton.
d. Plesteran biasa (1 PC : 5 Psr), digunakan untuk menutup seluruh permukaan dinding selain
dinding kedap air, dinding sisi luar atau dinding beton untuk pasangan batu bata biasa.
e. Plesteran biasa untuk dinding blok beton aerasi selain daerah basah digunakan PM 200,
setelah setelah itu dilakukan pengacian dengan menggunakan PM 300, kecuali jika ditentukan
lain dalam gambar.
f. Plesteran sudut (1 PC : 3 Psr), digunakan untuk membuat pengakhiran sudut
dari bidang-bidang plesteran.
3. Persiapan Dinding yang akan diplester
3.1. Uraian Persiapan :
a. Semua siar dipermukaan dinding batu bata biasa maupun blok beton aerasi (hebel) dikerok
sedalam + 1 cm agar bahan plesteran dapat lebih merekat.
b. Permukaan bidang yang akan diplester harus dibersihkan dan disiram air sebelum bahan
plester dimulai (permukaan dinding harus basah pada waktu diplester).
c. Semua bidang plesteran harus dijaga kelembabannya selama seminggu sejak penempelan
plesterannya (dengan jalan menyiramnya dengan air).
d. Untuk pekerjaan plesteran pada dinding beton, bidang beton itu harus dikasarkan terlebih
dahulu sebelum pekerjaan plesteran dimulai.
4.0. Pelaksanaan Pekerjaan Plesteran
Antara lain harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut :
4.1. Adukan Plesteran
Semua bahan plesteran harus diaduk dengan mesin atau dengan tangan sesuai
persyaratan MK/Perencana/Pemberi Tugas. Apabila dipandang perlu dan sesuai
dengan rencana, Kontraktor diperkenankan menggunakan bahan-bahan kimia
sebagai campuran.
Hanya semen yang baik yang boleh dipergunakan.
4.2. Contoh-contoh
a. Kontraktor harus membuat contoh-contoh bidang plesteran dari setiap macam pekerjaan
plesteran sesuai dengan yang diminta, sehingga jenis/macampekerjaan tersebut dapat diterima
oleh Perencana/Pemberi Tugas.Dan untuk seterusnya semua pekerjaan plesteran harus sama
dengan contohyang dibuat.
b. Untuk dapat mencapai tebal plesteran yang rata, sebaiknya diadakan pemeriksaan secara
silang oleh pelaksana dengan menggunakan garisanpanjang yang digerakkan secara vertikal dan
horizontal (silang) dan ataudengan alat bantu lainnya. Tebal plesteran harus diukur supaya
mendapatkanketebalan yang sama pada kedua muka dinding dan hasil akhir dari dindingtembok
setelah diplester adalah 15 cm kecuali ditentukan lain. Setelah itu barudiadakan pengacian.
5.3. Sudut-sudut Plesteran
Semua sudut vertikal dan horizontal, luar dan dalam harus dilaksanakan secara
sempurna, tegak dan siku.
5.4. Perbaikan Bidang Plesteran
Bilamana terdapat bidang plesteran yang berombak (tidak rata) harus diperbaikisecarasempurna.
Bagian-bagian yang akan diperbaiki hendaknya dibobok secara teratur (dibuat bobokan yang
berbentuk segi empat) dan plesteran baru harus rata dengan sekitarnya.
5.5. Naad Plesteran
a. Naad-naad harus dibuat sesuai dengan gambar rencana.
b. Besarnya naad akan ditentukan kemudian.
c. Pembuatan naad harus lurus dan rata baik horizontal maupun vertikal, dan kedalamannya
harus sama.
d. Pembuatan naad harus menggunakan list kayu (sesuai ukuran naad) dan benang untuk
mengukur kelurusan horizontal/vertikal agar rapi.
3. PEKERJAAN KERAMIK LANTAI / DINDING
Pekerjaan ini Meliputi :
1. Keramik untuk lantai dan dinding, termasuk seperti nozing / skirting
2. Additive dan grouting yang diperlukan
3. Bagian yang terkait :
Pekerjaan Sealent
Pekerjaan lantai beton
Pekerjaan dinding batu bata
a. Umum
1.Pembuatan Layout / pola harus digelar untuk memungkinkan pengaturan ubin dengan
pemotongan yang minimum. Ukuran-ukuran harus dikontrol untuk menghindari pengaturan
lebih kecil dari setengah (1/2) ukuran ubin.
2. Penempatan ubin : ubin-ubin harus dipasang sesuai gambar untuk semua lantai
dan area dinding, permukaan harus lurus dan rata terhadap garis acuan yang diinginkan.
Naad/siar-siar harus saling tegak lurus.
3. Penempatan ubin harus sedapat mungkin mengurangi pemotongan ke arah
pasangan terbaik. Perubahan fractional dalam ukuran-ukuran tanpa mengganggu
kesatuan hubungan lebar masih diijinkan., Bila dibutuhkan, ubin dipotong dengan
peralatan yang sesuai dan permukaan harus dihaluskan. Ubin yang rusak dan
jelek harus digantil.
4. Jangan memulai pekerjaan bila pekerjaan-pekerjaan lain masih lalu-lalang
didalam area pemasangan.
b. Ubin Keramik / homogenous tile untuk lantai ukuran 60x60
1. Ratakan permukaan yang kasar dan tidak rata dengan peralatan plesteran.
2. Dengan hati-hati tempatkan ubin dengan benar dan rata sesuai dengan yang diinginkan.
3. Dimana floor drain terjadi /ada, miringkan lantai untuk mendapatkan drainage yang baik.
c. Ubin keramik / homogenous tile Dinding
1. Bersihkan debu-debu dan partikel-partikel lain, bersihkan dengan sikat dan air bersih.
2. Ratakan dengan lapisan plesteran.
3. Tekanlah ke permukaan yang cukup dengan peralatan untuk plester menempel pada dinding.
4. Finishing permukaan plester harus lurus dan benar untuk menghasilkan kerataan pada jarak
tertentu dan memudahkan pemasangan ubin.
d. Adukan PC +pasir / Tile adhesive Mortar
1. Terapkan adukan dengan tekanan ke seluruh area yang tidak lebih dari pada permukaan yang
dapat ditutup oleh ubin dimana adukan masih plastis.
2. Terapkan dengan rata tanpa berlubang.
3. Sisirlah / ratakan adukan tanpa menimbulkan lubang dalam 10 menit sebelum ubin dipasang.
4. Tebal bantalan adukan adalah sekitar 10 mm sampai 15 mm.
1. Rendam ubin yang akan dipasang agar ubin jenuh.
2. Tekan ubin dengan secukupnya pada adukan yang masih plastis.
3. Ratakan ke arah permukaan yang benar.
4. Tekan dan ketok ubin untuk mendapatkan minimum 80% permukaan adukan tertutup pada
setiap unit ubin tersebut.
5. Aturlah ubin sebelum pemasangan sehingga bagian sudut setiap ubin rata dengan bagian
sudut ubin disebelahnya.
6. Berilah adukan tambahan bila masih kurang rata, pengisian dengan semen murni tidak
diijinkan.
e. Grout
1. Penuhi naad dengan maksimum grout.
2. Sebelum grout diberi, goreslah naad-naad tersebut.
3. Isi naad/siar dengan grouting dan ratakan.
4. Grouting harus memiliki kesamaan warna, rata, tanpa berlubang, dan sebagainya.
5. Grouting : AM 50, PM 810 atau setara
V. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
PEKERJAAN ISNTALASI LISTRIK
Sebelum pekerjaan elektrikal dilaksanakan, perlu ditunjukkan contoh-contoh material, tipe
dan juga merek yang akan digunakan untuk mendapatkan persetujuan.
Pengadaan material untuk pekerjaan elektrikal disimpan di sekitar lokasi terdekat dengan
area pekerjaan dan melindungi diri dari kemungkinan kerusakan material menyebabkan
benturan perangkat keras, sedangkan material lain disimpan di gudang tertutup.
Teknis pelaksanaan pekerjaan ini sesuai dengan gambar desain, RKS dan spesifikasi teknis
pekerjaan elektrikal dan mekanikal.
Pelaksanaan pekerjaan elektrikal dan mekanikal sesuai dengan perencanaan dan
membutuhkan kontrol yang lebih lanjut, sehingga dikerjakan oleh orang yang
berkompeten di bidangnya.
Untuk pekerjaan instalasi listrik, telepon, ducting, dan fire alarm dilakukan sebelum
plesteran dan dinding dan pemasangan plafond.
Instalasi Stop Kontak dan Saklar-Saklar dipasang pada dinding dengan rapi sesuai
penempatannya pada gambar-gambar rencana, setelah semua instalasi titik api dan
instalasi stop kontak dan saklar terpasang barulah diberi lampu-lampu sesuai dengan
spesifikasi teknis dan gambar-gambar rencana.
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan ini dapat dilihat pada Kurva S
VI. PEKERJAAN KUSEN DAN DAUN PINTU SERTA AKSESORISNYA
A. PEKERJAAN KOSEN, PINTU/JENDELA
Kusen Pintu dan Jendela
Untuk meletakkan daun pintu atau daun jendela pada dinding, dipasang rangka yang disebut
Kusen, kusen untuk tempat tinggal terbuat dari bahan alumunium 4” dengann warna silver
Bagian-Bagian Kusen
Kusen terdiri atas :
1. Tiang
2. Ambang (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang bawah
sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
3. Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau daun jendela.
4. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam kedalam tembok yang
berfungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang.
5. Alur kapur, bagian dari tiang yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk menahan gerakan
kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar apabila terjadi penyusutan, tidak
timbul celah.
6. Duk (neut), dipasang pada tiang di bagian bawah, khusus untuk kusen pintu, berfungsi
untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan melindung tiang kayu terhadap
resapan air dari latai ke atas.
1. Pemasangan Kusen Pintu
Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;
1. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau
2. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank untuk
menentukan kedudukan kusen.
3. Pasang angker pada kusen secukupnya.
4. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari tinggi
bouwplank.
5. Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan
unting-unting.
6. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
7. Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi kokoh.
8. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya, ketinggian
dan ketegakan dari kusen.
9. Bersihkan tempat sekelilingnya.
Cara pemasangan kusen pintu adalah sebagai berikut;
1. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah dijangkau.
2. Rentangkan benang selebar setengah ukuran batu bata dari as bouwplank.
3. Pasang bata setengah batu setinggi dasar kusen jendela .
4. Rentangkan benang setinggi 2 meter dari bouwplank.
5. Pasang kusen jendela setinggi benang tersebut.
6. Pasang kusen jendela sampai betul-betul tegak dengan pertolongan unting-unting.
7. Pasang skur agar kedudukannya stabil dan kuat.
8. Cek kembali posisi kusen jendela sampai terpasang pada keadaan yang benar.
9. Bersihkan tempat sekelilingnya.
3. Memasang Daun Pintu
Pintu terdiri dari kusen atau gawang dan daun pintu. Kusen dipasang tetap atau mati di dalam
tembok, sedang daunnya digantungkan pada kusen dengan menggunakan engsel sehingga
dapat
berputar pada engsel, berputar ke kiri atau ke kanan. Namun, daun pintu ada yang tidak
berputar pada engsel, melainkan bergeser di depan kusennya. Pintu tersebur dinamakan
dengan pintu geser. Kedudukan daun pintu pada saat ditutup melekat dengan sponing pada
kusen pintu, kecuali pada bagian bawah, kedudukannya dibuat beberapa cm di atas lantai.
Cara Pemasangan
1. Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.
2. Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
3. Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
4. Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
5. Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun pintu (sisi tebal)
dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas 25 cm (untuk pintu
dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah (untuk pintu dengan 3 engsel)
6. Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu tempat engsel yang sesuai dengan engsel
pada daun pintu.
7. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas pennya,
kemudian pasang/tanam pada tiang kusen
8. Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan engselnya, kemudian
masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu pada kusen pintunya.
9. Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
10. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan pen.
11. Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus
dengan kusen.
4. Memasang Daun Jendela
Seperti halnya pintu, jendela terdiri atas kusen atau gawang dan daun jendela. Kusen
dipasang tetap atau mati di dalam tembok, sedang daunnya digantungkan pada kusen dengan
menggunakan engsel
sehingga dapat berputar pada engsel, berputar horizontal (ke kiri danke kanan) atau
berputar ertikal (ke atas dan ke bawah). Namun, ada jenis jendela yang tetap atau mati, biasa
disebut jendela mati engan tujuanuntuk penerangan. Kedudukan daun jendela pada saat
ditutup melekat dengan sponing pada kusen jendela.
Cara Pemasangan
1. Ukur lebar dan tinggi kusen jendela.
2. Ukur lebar dan tinggi daun jendela.
3. Ketam dan potong daun jendela (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
4. Masukkan/pasang daun jendela pada kusennya, stel sampai masuk dengan toleransi
kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
5. Lepaskan daun jendela, pasang/tanam engsel daun jendela pada tiang daun jendela (sisi
tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran
horizontal) atau engsel ditanam pada bagian ambang atas daun jendela dengan jarak
15-20 cm dari bagian tepi (untuk putaran vertikal).
6. Masukkan/pasang lagi daun jendela pada kusennya, stel sampai baik kedudukannya,
kemudian beri tanda pada tiang/ambang atas jendela tempat engsel yang sesuai dengan
engsel pada daun jendela.
7. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun jendela dengan cara melepas pennya,
kemudian pasang/tanam pada tiang/ambang atas kusen
8. Pasang kembali daun jendela pada kusennya dengan memasangkan engselnya,
kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun jendela pada
kusen jendelanya.
9. Coba daun jendela dengan cara membuka dan menutup.
10. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun jendela dengan cara melepaskan pen.
11. Stel lagi sampai daun jendela dapat membuka dan menutup dengan baik, rata dan lurus
dengan kusen.
5. Pemasangan Kaca
Dengan sifat kaca yang sangat mudah pecah dan membutuhkan ekstra hati-hati dalam
penanganannya, sebaiknya perlu diperhatikan beberapa hal yang penting pada saat
memasang kaca pada daun pintu/jendela. Konstruksi pemasangan kaca pada daun
pintu/jendela dapat dilakukan dengan bermacam-macam metode, tergantung dari ukuran
kayu, material rangka daun intu/jendela, fungsi, dan ketebalan kaca. Bila tebal kaca lebih dari
5 mm, dapat digunakan rangka kayu solid, bagian dalam rangka perlu dibuat satu lajur takikan
untuk penempatan kaca. Kemudian kaca ditahan dengan lis kecil di sekeliling rangka kayu.
Cara memasang kaca pada daun pintu/jendela adalah sebagai berikut;
1. Letakkan daun pintu/jendela dengan posisi alur terletak pada bagian atas. Usahakan
letakkan pada meja yang luasnya minimal sama dengan luas daun pintu. Atau letakkan
pada lantai yang datar.
2. Haluskan seluruh sisi kaca agar tidak tajam.
3. Pasangkan lembaran kaca dengan hati-hati, gunakan selembar karton atau kain untuk
memegang kaca.
4. Pasang paku pada list kayu sebelum dipasang pada keempat sisi daun pintu/jendela.
5. Setelah lis terpasang, perlahan masukkan paku dengan martil.
6. Sebaiknya letakkan selembar kain di atas permukaan kaca yang sedang dipasang lis
kayu. Ini untuk menghindari goresan pada permukaan kaca karena gerakan martil.
VII. PEKERJAAN SANITAIR
Pekerjaan sanitair yang dilakukan meliputi pekerjaan pemasangan pipa air bersih dan air kotor,
pipa buangan air hujan, pemasangan kran air, Floor Drain,Kloset, dan lain sebagainya.
Pemasangan ini berdasarkan persetujuan pemilik dan dilihat oleh konsultan pengawas.
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan ini dapat dilihat pada Kurva S
Pekerjaan Pemipaan Instalasi Air Bersih & Air Kotor
Metode Pelaksanaan Pekerjaan Pemipaan Instalasi Air Bersih & Air Kotor, adalah sebagai
berikut:
Persiapan
Pembuatan dan pengajuan gambar shop drawing pekerjaan pemipaan instalasi air
bersih dan air kotor.
Approval material yang akan digunakan.
Persiapan lahan kerja.
Sebelum pekerjaan dilaksanakan, terlebih dahulu material kerja dan alat bantu kerja
disiapkan.
Instalasi Air Bersih & Air Kotor
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan ini dapat dilihat pada Kurva
IX. PEKERJAAN PENGECATAN DAN LAIN LAIN
Pada permukaan dinding luar dan dalam, gypsum dilakukan pekerjaan pengecatan dengan cat air
dengan terlebih dahulu membersihkan permukaan dari kotoran-kotoran, dinding-dinding
diratakan/dihaluskan dengan plamir, sebelum dicat dengan cat air dilakukan pengecatan dengan
cat dasar.
Untuk bahan-bahan dari kayu seperti : piri-piri, lisplank, Kozen kayu dan Pintu panel dilakukan
pengecatan dengan cat minyak, sebelum dicat permukaan bahan -bahan tersebut dibersihkan
terlebih dahulu lalu diberi alkali kemudian dicat dengan cat dasar untuk kemudian baru di cat
dengan cat minyak.
Untuk bahan-bahan dari Besi seperti : railing tangga, penutup besi, pagar, dan lain
sebagainy.sebelum dicat permukaan bahan-bahan tersebut dibersihkan terlebih dahulu lalu
diberi minayk cat kemudian dicat dengan cat dasar untuk kemudian baru di cat dengan cat
minyak.Jenis, mutu dan bahan cat serta pengerjaan pengecatan disesuaikan dengan spesifikasi
teknis dan gambar-gambar rencana.
Jadwal Pelaksanaan Pekerjaan ini dapat dilihat pada Kurva S
X. PEKERJAAN SITE DEVELOPMENT
Pada bagian pekerjaan site development terdapat beragam pekerjaan beton, lampu penerang
Solar Cell dan juga landscape (taman)
Pekerjaan beton terdiri dari pemancangan kayu galam panjang 4 meter untuk menopang galian
tanah untuk pekerjaan gorong-gorong diisi dengan mutu beton K300 lalu diuruk kembali.
Gorong gorong ini dikerjakan dari bangunan melintasi jalan sehingga perlu dilakukan buka tutup
jalan pada saat pekerjaan ini berlangsung.
Pekerjaan lampu solar cell dan taman terdiri dari pabrikasi lampu bertenaga surya dengan
spesifikasi LED single armature bertenaga surya berikut penyimpan daya (accu) ditopang oleh
tiang galvanis dan pondasi dari beton cor serta terdapat pekerjaan taman di bagian halaman.
BAB III. METODE QUALITY CONTROL
Pengendalian quality proyek merupakan kunci utama dalam pencapaian target mutu suatu
perusahaan karena hal ini adalah suatu proses untuk memberikan kepuasan bagi pemilik
proyek yang nantinya akan berdampak positif bagi citra perusahaan. Inisasi pengendalian
mutu proyek terlampir. Berikut ini adalah flow chart kegiatan Quality Control :
Gambar . Flow chart Quality Control
Demi terwujudnya realisasi target mutu yang maka dibuat suatu rencana target sebagai acuan
dasar bagi perusahaan untuk menjalankan dan menjamin mutu produk yang dihasilkan. Data
mengenai project quality plan terlampir.
Pelaksanaan quality prosedur yang merupakan alur kegiatan yang ditetapkan dan harus
dipenuhi untuk mencapai target kualiatas/mutu yang dicita-citakan perusahaan. Data
mengenai project quality prosedur.
Gambar. Standard Operational Procedure of Quality Control
BAB IV. METODE KESEHATAN KESELAMATAN KERJA dan LINGKUNGAN (K3L)
1. LINGKUP PEKERJAAN
Bagian ini mengatur mengenai pelaksanaan program Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3l) dalam
pelaksanaan pekerjaan.
2.PEDOMAN DAN STANDAR
1) Undang-undang No. 1 tahun 1970 tentang Keselamatan Kerja
2) Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No.Kep. 1135/MEN/1987 tentang Bendera Keselamatan Dan
Kesehatan Kerja
3) Keputusan Menteri Tenaga Kerja R.I. No.: Kep.245/MEN/1990 tentang Hari Keselamatan Dan
Kesehatan Kerja Nasional
4) Peraturan Menteri Tenaga Kerja R.I. No. Per.05/MEN/1996 tentang Sistem Manajemen
Keselamatan dan Kesehatan Kerja
3. KESELAMATAN KERJA
a. Dari permulaan hingga penyelesaian pekerjaan dan selama masa pemeliharaan, Kontraktor
bertanggung jawab atas keselamatan dan keamanan pekerja, material dan peralatan
teknis serta konstruksi.
b. Wajib menjaga keselamatan kerja di ruang kerja dengan melengkapi dengan perlengkapan
keselamatan kerja seperti safety line, rambu - rambu, papan promosi keselamatan, dan lain
- lain.
c. Wajib menjamin keselamatan tenaga kerja yang terlibat dalam pelaksanaan pekerjaan
dari segala kemungkinan yang terjadi dengan memenuhi aturan dan ketentuan kesehatan dan
keselamatan kerja yang berlaku (Jamsostek).
d. Menyediakan obat-obatan menurut syarat-syarat Pertolongan Pertama Pada Kecelakaan (PPPK)
yang selalu dalam keadaan siap digunakan di lapangan, untuk mengatasi segala
kemungkinan musibah bagi semua petugas dari pekerja lapangan.
e. Setiap pekerja diwajibkan menggunakan sepatu pada waktu bekerja dan di lokasi harus
disediakan Alat Pelindung Diri (APO) berupa safety belt, safety helmet, masker/kedok las
terutama untuk dipakai pada pekerjaan pemasangan kuda-kuda baja dan pekerjaan yang
beresiko tertimpa benda keras.
f. Menyediakan air bersih, kamar mandi dan WC yang layak dan bersih bagi semua petugas
dan pekerja. Membuat tempat penginapan di lapangan pekerjaan untuk para pekerja tidak
diperkenankan, kecuali atas ijin PPK.
g. Apabila terjadi kecelakaan, sesegera mungkin memberitahukan kepada Konsultan
danmengambil tindakan yang perlu untuk keselamatan korban korban kecelakaan itu.
4. PROSEDUR OPERASI STANDAR (SOP) KESEHATAN DAN KESELAMATAN KERJA (K3)
1) Membuat SOP Kesehatan dan Keselamatan Kerja (K3).
2) SOP diajukan kepada Konsultan untuk dievaluasi.
3) Menyampaikan laporan pelaksanaan SOP kepada Direktur Keselamatan, Ditjen Perkeretaapian,
Direktur Prasarana Ditjen Perkeretaapian, PPK, dan Konsultan.
5. MATRIK PROGRAM K3
a. Safety Health and Environmental Induction Kegiatan ini dilaksanakan setiap ada tamu ataupun
pekerja baru yang memasuki wilayah kerja proyek
b. Safety Health and Environmental Talk Program ini bertujuan untuk sosialisasi dan pembahasan
mengenai seluruh permasalahan penerapan K-3L dan Lingkungan selama masa pelaksanaan
proyek. Pelaksanaan Safety talk setiap 1 minggu sekali
c. Safety Health and Environmental Patrol / Inspection Kegiatan ini dilaksanakan secara rutin,
bertujuan untuk memonitor pelaksanaan K-3L di seluruh lingkungan proyek dan menjaga
konsistensi pelaksanaan K-3L.
d. Safety Health and Environmental Meeting Program SHE meeting dilaksanakan seminggu sekali
dimana dalam kegiatan ini membahas permasalahan dan kejadian yang terjadi dan rencana
tindak lanjut untuk memperbaikinya serta membahas permasalahan yang mungkin terjadi serta
langkah-langkah pencegahannya.
e. Safety Health and Environmental Audit Program ini dilaksanakan insidental bertujuan untuk
melakukan audit terhadap kedisiplinan dalam pelaksanaan standar K-3L di lingkungan proyek
terhadap peraturan yang diberlakukan dalam lingkungan perusahaan.
f. Safety Health and Environmental Trainning Pelatihan terhadap seluruh komponen proyek yaitu
karyawan, subkon, mandor dan seluruh pekerja mengenai K-3L, P3K dan respon terhadap
keadaan darurat
g. Housekeeping Kegiatan ini dilaksanakan setiap hari bertujuan untuk menjaga kebersihan,
kerapihan, kenyamanan di lingkungan kerja.
Gambar Perlengkapan K3
Gambar Pemakaian Perlengkapan K3
6. DIAGRAM ALUR K3
PENAWAR
KONTRAKTOR PELAKSANA
………………………………..