URAIAN SINGKAT
PENYUSUNAN KAJIAN PEMROGRAMAN GISTARU
GISTARU merupakan platform sistem informasi geografis Direktorat
Jenderal Tata Ruang (DJTR), Kementerian Agraria dan Tata Ruang/Badan
Pertanahan Nasional (ATR/BPN) yang meliputi berbagai aplikasi antara lain:
● RTR (Rencana Tata Ruang) Online
● RDTR (Rencana Detail Tata Ruang) Interaktif
● RTR Builder
● RDTR Real Time
● GISTARU KKPR (Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang)
Dalam kondisi running server proxy GISTARU, penggunaan resource dapat
mencapai 99% penggunaan CPU sehingga menyebabkan beberapa Aplikasi
GISTARU tidak dapat dijalankan. Terdapat kemungkinan dibutuhkan
penambahan kapasitas server berbasis langganan untuk mendukung
kinerja GISTARU.
Menyikapi situasi tersebut, telah dilakukan audit internal Kementerian
ATR/BPN oleh Pusat Data dan Informasi Pertanahan, Tata Ruang dan Lahan
Pertanian Pangan Berkelanjutan (Pusdatin) dengan temuan bahwa sistem
serupa dengan kapasitas server yang sama yang terinstall pada tempat lain
memiliki beban kerja yang lebih berat namun tidak mengalami kendala
kinerja.
Beberapa rekomendasi Pusdatin Kementerian ATR/BPN terhadap temuan
tersebut adalah sebagai berikut:
1. Memisahkan server proxy dari, server aplikasi Gistaru, dalam hal ini
Pusdatin Kementerian ATR/BPN telah menyediakan server proxy
tersendiri untuk aplikasi GISTARU menggunakan OS Linux;
2. Server proxy yang digunakan untuk aplikasi-aplikasi yang
menggunakan ArcGIS supaya dibuatkan proxy untuk setiap aplikasi
masing-masing supaya terlihat di aplikasi mana yang perlu dilakukan
tuning;
3. Melakukan migrasi database dari yang sebelumnya menggunakan
database MqSQL menjadi database Postgres, yang diharapkan dapat
meningkatkan performa dari aplikasi Gistaru;
4. Untuk kebutuhan pada aplikasi yang menampilkan data GIS
disarankan menggunakan geoserver dan dikombinasikan dengan
penyimpanan database (postgres) sehingga tidak menggunakan
penyimpanan file (shp), supaya mengurangi beban load aplikasi pada
server Arcgis;
5. Dibuatkan Iog untuk setiap kegiatan yang menggunakan server proxy
GIS/ Arcgis, dengan tujuan untuk melakukan monitoring transaksi
data ke Arcgis;
6. Dilakukan Penetration test pada apiikasi-aplikasi yang ada sesuai
dengan Standar Operasional Prosedur.
Dengan mempertimbangkan rekomendasi-rekomendasi tersebut dan
kemungkinan penambahan kapasitas server, diperlukan kajian untuk
mendapat gambaran lebih utuh tentang GISTARU yang sudah berjalan.
Badan Usaha Bidang Teknologi Informasi ikut terlibat dalam seluruh proses
pekerjaan terkait kinerja aplikasi-aplikasi GISTARU yang meliputi:
1. Kajian Literatur Kinerja Pemrograman GIS
● Benchmark kinerja umum sistem informasi geografis
● Penetapan Indikator Efektivitas Pemrograman GISTARU dari segi
performa aplikasi
2. Kajian Pemrograman, Layanan, Keluaran, dan Beban Kerja GISTARU
● Kajian Pemrograman: Menganalisis framework pemrograman dan source
code untuk mengidentifikasi bagian kode aplikasi yang memiliki potensi
perbaikan membutuhkan banyak sumber daya, masalah efisiensi, atau
bug yang dapat mempengaruhi kinerja. Analisis source code dilakukan
dengan analisis statis, teknik analisis kode program tanpa menjalankan
program, maupun analisis dinamis, teknik analisis kode program dengan
cara menjalankan program. Pendekatan analisis lain dapat dilakukan
sesuai kebutuhan.
● Analisis waktu kinerja: Mengukur jumlah data yang dapat diproses
aplikasi dalam periode waktu tertentu dan mengukur waktu yang
dibutuhkan aplikasi untuk menyelesaikan permintaan.
● Load Testing: Melakukan pengujian beban untuk mengevaluasi
kemampuan sistem dalam menangani beban kerja puncak.
3. Rapat Koordinasi Peningkatan Efektivitas Pemrograman GISTARU
● Koordinasi dengan Bagian Program dan Data Informasi DJTR: Berdiskusi
dan berkoordinasi mengenai isu kinerja yang ada dan strategi
peningkatan kinerja.
● Koordinasi dengan Pusdatin Kementerian ATR/BPN: Mengadakan rapat
koordinasi untuk menyamakan persepsi dan strategi dalam peningkatan
efektivitas pemrograman GISTARU.
4. Perumusan Rekomendasi
● Mengidentifikasi Area Peningkatan: Menentukan area kritis yang
memerlukan perbaikan berdasarkan hasil penelaahan pemrograman dan
analisis.
● Menyusun Rekomendasi: Merumuskan rekomendasi spesifik untuk
meningkatkan kinerja, keamanan, dan efisiensi layanan.
5. Membuat Laporan Rekomendasi dan Rencana Aksi Tindak Lanjut
Rekomendasi