METODA PELAKSANAAN DAN SPESIFIKASI
PEKERJAAN PASANGAN TEMBOK DAN PLESTERAN
1. PEKERJAAN PASANGAN DINDING
1.1. Lingkup pekerjaan meliputi penyediaan bahan, pelaksanaan pekerjaan,
perapihan dan pekerjaan pasangan bata ringan.
1.2. Persyaratan bahan :
1.2.1 Bata ringan :
a. Bata ringan yang pecah/retak tidak dibenarkan digunakan untuk dipasang,
kecuali untuk melengkapi, misalnya sudut.
b. Bata ringan yang digunakan berukuran Bata ringan T. 10cm,P. 60cm, L.
20cm, 83pcs
c. Sebelum dipasang bata ringan dalam keadaan bersih.
d. Ukuran-ukuran bata ringan harus seragam dan dapat disesuaikan
berdasarkan tebal dinding akhir yang disyaratkan dalam gambar kerja.
1.2.2 Mortar Utama
a. Pemakaian semen di dalam satu adukan tidak dibenarkan lebih dari satu
merk.
b. Untuk bahan bangunan ramuan adukan menggunakan semen (berdasarkan
kwalitas yang ditetapkan dalam SKSNI-1991).
c. Semen yang digunakan Mortar Utama ( MU-380) Perekat Bata Ringan
atau Bata Hebel 40 kg
1.4. Pelaksanaan
a. Pasangan bata ringan yang dilaksanakan harus rata, tegak dan lajur
penaikannya diukur tepat dengan tiang lot, setiap pemasangan tidak
boleh lebih dari 1,00 m baru boleh dilanjutkan setelah betul-betul
mengeras.
b. Sebelum dipasang bata dalam keadaan bersih.
c. Pada proses pemasangan dinding bata ringan agar sudah diperhitungkan
adanya fasilitas conduit/sparing yang harus tertanam didalam pasangan
batu bata.
2. PEKERJAAN PLESTERAN
2.1 Lingkup pekerjaan meliputi pekerjaan plesteran dan acian pada dinding
bangunan (yang terdiri dari pasangan bata ringan dan beton), yang dinyatakan
dalam gambar.
2.2 Persyaratan bahan.
Semen dan pasir
Air
a. Air yang digunakan harus bersih dan bebas dari segala macam campuran
atau larutan minyak, asam garam/basa dan bahan organis lainnya.
b. Air yang digunakan tersebut harus sesuai persyaratan yang sudah
ditentukan.
2.3 Pelaksanaan Pekerjaan Plesteran
a. Tebal plesteran harus berkisar setebal 1 s/d 2 cm, tebal pasangan bata jadi
max. 15 cm.
b. Sebelum pekerjaan plesteran dimulal terlebih dahulu permukaan pasangan
bata ringan dan beton dibasahl atau disiram air terlebih dahulu.
2.4 Adukan Plesteran
a. Semua jenis bahan plesteran harus diaduk sesuai persyaratan jenis
campuran yang disetujui Konsultan Pengawas dan Direksi.
b. Plesteran harus rata vertikal dan horizontal.
c. Ketebalan plesteran merupakan lapisan dengan permukaan kasar untuk
mencapai bidang rata dan lebih teliti setelah itu baru pengacian.
d. Setelah diplester selanjutnya permukaan plesteran tersebut diacl (semen
dan air) hingga halus.
2. 7. Personil
- Logistik
- Mandor
- Pekerja
- Tukang Batu
- Kepala Tukang
2. 8. Bahan
- Pasir Pasang
- Semen Portland (gersik)
2. 9. Peralatan
- Pick Up
- Scalffoding
- Cetok
- Bak adukan
- Ompreng
- Skop
- Meteran
- Palu
3. PEKERJAAN ACIAN
3.1Persyaratan bahan :
- Bahan – bahan seperti pasir halus, semen, mill tembok dan air
adukan mengikuti ketentuan yang digunakan dalam pekerjaan beton.
a. Persyaratan Teknis Pemasangan :
- Lakukan pekerjaan acian setelah plesteran/beton berumur 7 hari.
- Pastikan bahwa kondisi plesteran rata, lurus pada bagian sudut
dan siap untuk di aci.
- Lakukan pembasahan / penyiraman dengan air terhadap
plesteran / beton / bidang yang akan diaci.
- Tebal acian tidak boleh lebih dari 3 mm.
- Gunakan jidar aluminium untuk meratakan acian.
- Setelah acian harus tetap dibasahi dengan air minimal dalam
waktu 7 hari, dan setelah itu acian baru dikeringkan.
- Setelah acian benar – benar kering dan atas persetujuan
Konsultan Pengawas dan Direksi, pekerjaan pengecatan/
plamiran baru dapat dilaksanakan.
- Pelaksanaan pekerjaan Plesteran dan acian ini menggunakan prinsip
kebersihan / clean construction, membersihkan,membuang atau
mrngumpulkan sisa2 bekas campuran plesteran dan semen lok acian
agar tidak mengakibatkan mengganggu lalu lalang pekerja dan tidak
menghambat pekerjaan yang lain
3. 2. Personil
- Logistik
- Mandor
- Pekerja
- Tukang Batu
- Kepala Tukang
3. 3. Bahan
- Pasir halus
- Mill Tembok
- Semen Portland (gersik)
3. 4. Peralatan
- Pick Up
- Scalffoding
- Cetok
- Bak adukan
- Ompreng
- Skop
- Meteran
- Palu
PEKERJAAN PENGECATAN
1. Lingkup pekerjaan
Pengecatan dinding dilakukan. pada bagian luar dan dalam serta pada seluruh
detail yang disebutkan/ ditunjukkan dalam gambar.
2. Bahan bahan
a. Semua bahan cat yang digunakan adalah : Produk dulux weathershield
untuk dinding dan partisi, sedangkan untuk plafon dipakai produk catilac,
atau vinilex.
b. Sifat-sifat umum
- Tahan terhadap pengaruh cuaca
- Tahan terhadap gesekan dan mudah diberslhkan
- Mengurangi Pori-Pori dan tembus uap air
- Tidak berbau
- Daya tutup tinggi
c. Cat yang digunakan berada. dalam kaleng yang masih disegel dalam
kemasan 5 kg: atau 25 kg, tidak pecah atau bocor dan mendapat
persetujuan Pemilik Proyek atau Konsultan Pengawas dan Direksi.
d. Warna
Selambat-lambatnya 2 (dua) minggu sebelum pekerjaan pengecatan,
Kontraktor mengajukan daftar bahan pengecatan kepada Pengawas dan
Direksi.
Kontraktor menyiapkan bahan dan bidang pengecatan untuk dijadikan
contoh, atas biaya Kontraktor. Pencampuran warna atau pemesanan dan
pembuatan warna khusus harus disiapkan dari pabrik.
e. Pekerjaan Persiapan
Sebelum pekerjaan pengecatan dilaksanakan, pekerjaan langit-langit dan
lantai telah selesai dikerjakan.
Selanjutnya diadakan persiapan sebagai berikut :
- Dinding atau bagian yang akan dicat telah selesai dan disetujui oleh
Pengawas dan Direksi
- Bagian yang retak-retak, pecah atau kotoran-kotoran yang menempel
dibersihkan
- Menunggu keringnya dinding atau bagian yang akan dicat karena
masih basah dan lembab
- Menyiapkan dan mengadakan pengecatan untuk contoh warna.
Kontraktor harus mengatur waktu sedemikian rupa sehingga terdapat
urutan-urutan yang tepat mulai dari pekerjaan dasar sampai dengan
pengecatan akhir.
Semua pekerjaan pengecatan harus mengikuti petunjuk dari pabrik
pembuat cat tersebut.
f. Pekerjaan Pengecatan
Pengecatan tembok luar atau tembok dalam
Tembok yang akan dicat harus mempunyai cukup waktu untuk
mengering, setelah permukaan tembok kering maka persiapan
dilakukan dengan membersihkan permukaan tembok tersebut
terhadap pengkristalan/pengapuran (efflorescene) yang biasanya
terdapat pada tembok baru, dengan amplas kemudian dengan lap
sampai benar-benar bersih.
Selanjutnya dilapis tipis dengan plamur untuk tembok dalam
sedangkan tembok luar tidak.
Pada bagian-bagian dimana banyak reaksi dengan alkali dan
rembesan air harus diberi lapisan wall sealer.
Setelah kering permukaan tersebut diamplas lagi sampai halus
Kemudlan dicat dengan lapisan pertama.
Bagian-bagian yang masih kurang baik, diberi plamur lagi dan
diamplas halus setelah kering
g. Pelaksanaan pekerjaan pengecatan ini menggunakan prinsip kebersihan / clean
construction, membersihkan,membuang atau mrngumpulkan sisa2 bekas
campuran plesteran dan semen lok acian agar tidak mengakibatkan mengganggu
lalu lalang pekerja dan tidak menghambat pekerjaan yang lain
h. Personil
- Logistik
- Mandor
- Pekerja
- Tukang cat
- Kepala Tukang
i. Bahan
- Plamir
- Cat Dasar
- Cat penutup sesuai spesifikasi
- Thinner
j. Peralatan
- Pick Up
- Scaffolding
- Kuas
- Kuas Roll
- Kain Lap
Mangupura, 26 Oktober 2023
Kuasa Pengguna Anggaran
RSD Mangusada Kabupaten Badung
dr. I Wayan Darta
NIP. 196712221999031006