URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PENYEDIAAN LAYANAN DATA MARITIM DAN PENINGKATAN SISTEM
ANALISIS BAKAMLA
TAHUN ANGGARAN 2024
Pengadaan Kegiatan Penyediaan Layanan Data Maritim dan Peningkatan Sistem
Analisis Bakamla dilaksanakan sesuai dengan kebutuhan Bakamla dalam
pengawasan perairan Indonesia dan pertukaran informasi kemanan laut di wilayah
terkait serta penguatan Sistem Analisis sehingga memudahkan dalam penyajian
data dan informasi kepada unit kerja dan satker terkait. Untuk itu perlu dilakukan
Penyediaan layanan data yang meliputi Data AIS, Data Citra Satelit Radar, dan Data
VIIRS yang didukung dengan penyediaan lisensi Google Map API, Peta Hidrografi
Laut, dan penyediaan akses Aplikasi Pemantauan Kapal Open Source, serta
Peningkatan Sistem Analisis Bakamla guna mendukung pengawasan wilayah
Perairan Indonesia dan Wilayah Yurisdiksi Indonesia yang secara rutin 24/7.
Lokasi kegiatan Penyediaan Layanan Data Maritim dan Peningkatan Sistem Analisis
Bakamla adalah di Jakarta. Ruang Lingkup pekerjaan yang dilakukan meliputi:
a. Penyediaan Data meliputi:
- Data AIS dengan Coverage wilayah Perairan Asia (18.525, 71.828; -19.744, 71.828;
19.267, 151.26; -19.677, 151.26);
- Data VIIRS Coverage wilayah Perairan Indonesia;
- Data satelit SAR minimal 10 scenes data satelit SAR pada area kebutuhan analisis
Bakamla.
b. Penyediaan Lisensi pendukung meliputi:
- Peta Hidrografi Laut;
- Google Map API;
- Aplikasi Pemantauan Kapal Open Source.
c. Peningkatan Sistem Analisis Bakamla meliputi:
1) Pengembangan Fitur Penyajian Data dalam Peta, Grafik, Tabel, dan Statistik
Pengembangan fitur dalam menu ”Korelasi” ini memberikan kemudahan
dalam memvisualisasikan data secara jelas dan terstruktur, sehingga mendukung
analisis yang cepat dan akurat. Dengan penyajian informasi dalam bentuk peta
interaktif dan grafik, pengambil keputusan dapat dengan mudah mengidentifikasi tren
dan kondisi di lapangan serta wilayah-wilayah rawan yang memerlukan perhatian
khusus. Selain itu, data yang disajikan dalam tabel dan statistik memperkuat proses
analisis berbasis bukti, memudahkan perbandingan data historis dan real-time. Hal
ini akan membantu Bakamla dalam mempercepat respons dan tindakan strategis
untuk menjaga keamanan dan keselamatan laut.
2) Peningkatan Fitur Alert atau Sistem Deteksi Anomali Kapal
Sistem alert akan memberikan notifikasi otomatis terhadap aktivitas kapal
yang mencurigakan, seperti perubahan rute mendadak atau perilaku anomali
lainnya. Hal ini memungkinkan Bakamla melakukan tindakan cepat sebelum terjadi
pelanggaran, seperti penyelundupan, penangkapan ikan ilegal, atau ancaman
lainnya. Dengan adanya fitur deteksi ini, efisiensi patroli dapat meningkat karena
Bakamla dapat memfokuskan pengawasan hanya pada kapal atau area yang
terindikasi berisiko tinggi. Ini tidak hanya mengurangi biaya operasional tetapi juga
meningkatkan efektivitas penegakan hukum di laut.
3) Penambahan Fitur Penginputan Data Spasial Otomatis Menggunakan API
Fitur ini memastikan bahwa data spasial dapat diinput dan diperbarui secara
otomatis tanpa campur tangan manual, mengurangi risiko kesalahan manusia dan
meningkatkan akurasi data. Otomatisasi melalui API juga memungkinkan data
real-time dari berbagai sumber, seperti kapal atau satelit, masuk ke sistem Bakamla
dengan cepat dan konsisten. Data-data yang dimaksudkan seperti data untuk menu
Point of Interest, Data Correlation, dan Rekapitulasi.
Manfaat lainnya adalah efisiensi operasional yang meningkat, di mana
operator tidak perlu melakukan input manual, sehingga dapat fokus pada analisis
data dan pengambilan keputusan. Sistem ini juga memudahkan integrasi dengan
sistem eksternal untuk pertukaran informasi lintas instansi.
4) Migrasi Sistem Backend dari PHP 5.0 ke NodeJS untuk optimalisasi sistem
Optimalisasi sistem memungkinkan Bakamla meningkatkan kinerja dan
efisiensi operasional secara keseluruhan. Sistem yang lebih responsif akan
mempercepat proses pengolahan informasi penting, sehingga waktu tunggu dapat
diminimalkan. Hal ini memastikan bahwa layanan dan analisis strategis selalu
tersedia tepat waktu.
5) Peningkatan Fitur Penyajian Laporan untuk Fungsi Keamanan dan Keselamatan Laut
Penyajian laporan yang otomatis dan terstruktur pada menu Report
membantu dalam pemantauan dan evaluasi kinerja secara berkala. Dengan laporan
yang dilengkapi grafik, peta, dan analisis statistik, pengambil keputusan dapat
memahami kondisi secara lebih menyeluruh dan cepat. Selain itu, laporan yang
komprehensif mendukung transparansi dan akuntabilitas dalam operasional
Bakamla. Hal ini memudahkan koordinasi lintas sektor dan membantu dalam
pelaporan hasil kepada pemangku kepentingan terkait keamanan dan keselamatan
laut.
6) Peningkatan Fitur Keamanan Informasi dengan mengimplementasikan Two Factor
Authentication
Penerapan Two-Factor Authentication (2FA) memastikan bahwa akses ke
data strategis hanya dapat dilakukan oleh pihak yang berwenang melalui proses
autentikasi berlapis. Dengan memadukan kombinasi sesuatu yang dimiliki pengguna
(seperti token atau kode OTP) dan sesuatu yang mereka ketahui (seperti kata sandi),
sistem ini secara signifikan mengurangi risiko akses tidak sah dan mencegah
kebocoran informasi yang dapat membahayakan operasional Bakamla.
Selain meningkatkan keamanan akses, implementasi 2FA juga menjamin
bahwa pertukaran informasi dengan instansi lain berlangsung dengan tingkat
perlindungan tinggi dan dapat diandalkan. Dengan fitur ini, Bakamla memperkuat
kepercayaan publik dan pemangku kepentingan dalam pengelolaan data serta
mendukung kepatuhan terhadap standar keamanan siber dan regulasi nasional yang
mengharuskan perlindungan informasi secara ketat.
7) Pelatihan Hasil Pengembangan Sistem Analisis Bakamla
Penerapan Two-Factor Authentication (2FA) memastikan bahwa akses ke
data strategis hanya dapat dilakukan oleh pihak yang berwenang melalui proses
autentikasi berlapis. Dengan memadukan kombinasi sesuatu yang dimiliki pengguna
(seperti token atau kode OTP) dan sesuatu yang mereka ketahui (seperti kata sandi),
sistem ini secara signifikan mengurangi risiko akses tidak sah dan mencegah
kebocoran informasi yang dapat membahayakan operasional Bakamla.
Selain meningkatkan keamanan akses, implementasi 2FA juga menjamin
bahwa pertukaran informasi dengan instansi lain berlangsung dengan tingkat
perlindungan tinggi dan dapat diandalkan. Dengan fitur ini, Bakamla memperkuat
kepercayaan publik dan pemangku kepentingan dalam pengelolaan data serta
mendukung kepatuhan terhadap standar keamanan siber dan regulasi nasional yang
mengharuskan perlindungan informasi secara ketat.
d. Penyediaan dokumentasi Aplikasi yang meliputi source code, alur ERD (Entity
Relationship Diagram), struktur database, manual book (level operator dan
administrator), dan API (Application Program Interface);
e. Selain itu Data AIS harus dapat di-sharing dengan instansi Pemerintah Lainnya terkait
dengan Pertukaran Informasi dan Integrasi Sistem Pemantauan Kapal melalui
tersedianya fitur web services.