| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0014079198725000 | Rp 19,087,721,529 | - | |
PT Artha Konstruksi Pratama | 09*9**7****31**0 | Rp 18,719,771,342 | Besaran Nominal jaminan penawaran tidak sesuai dengan yang tertera dalam Addendum Dokumen Pemilihan Nomor: 03.b/Pokja Pelebaran dan Peninggian Jalan MT Haryono-DPU/BPBJ/III/2023. |
| 0023154701724000 | - | - | |
| 0015292154721000 | - | - | |
| 0027562685728000 | - | - | |
| 0027242619721000 | - | - | |
| 0950516609721000 | - | - | |
| 0018334029722000 | - | - | |
| 0019270149721000 | - | - | |
| 0708946181721000 | - | - | |
| 0631682911741000 | - | - | |
CV El Barra Perkasa | 06*9**1****29**0 | - | - |
| 0906972336724000 | - | - | |
| 0031747769721000 | - | - | |
| 0010716181058000 | - | - | |
| 0919138339729000 | - | - | |
CV Nirwana Rahma Makmur | 09*9**6****01**0 | - | - |
| 0031807977821000 | - | - | |
| 0027564194722000 | - | - | |
| 0863815973649000 | - | - | |
| 0947958633741000 | - | - | |
PT Rizky Mandiri Sejahtera | 0750962425721000 | - | - |
CV Balikpapan Jaya Mandiri | 08*2**1****29**0 | - | - |
CV Tyara Putri Borneo | 09*7**3****21**0 | - | - |
| 0962116562741000 | - | - |
URAIAN PEKERJAAN
- Melakukan MC0 yaitu mengecek lokasi kondisi yang sekarang, melakukan
survey topografi ulang, melakukan perhitungan ulang volume dengan kondisi
existing yang sekarang.
- Melakukan rapat koordinasi dengan Instansi Terkait, seperti Kelurahan,
Kecamatan, DiSHUB Dll.
- Penentuan titik batas lokasi kerja Sta awal & Sta akhir.
- Metode pelaksanaan mengacu pada Spesifikasi Umum 2018 untuk Pekerjaan
Konstruksi Jalan dan Jembatan ( Rev.2 )
- Mobilisasi alat kerja, bahan material, dll.
- Sebelum memulai pekerjaan drainase sebaiknya pelaksana membuat schedule
durasi waktu pelaksanaan dengan memperhatikan kondisi sekitar, dikarenakan
jalan ini merupakan jalan arteri tentunya dengan volume kendaraan yang sangat
padat. Untuk pekerjaan drainase sebaiknya dikerjakan secara bertahap
maksimal 20 m, sampai dengan selesai.
- Sebelum melakukan pengecoran dengan readymix dengan mutu Fc 15 Mpa, Fc
25 Mpa, Fc 35 Mpa dll, harus dilakukan uji slum beton & dicek mutu beton yang
di order ( uji slum minimal 70-10 ±2, jika mutu & uji slum tidak sesuai maka beton
yang sudah di order harus dikembalikan atau tidak di terima).
- Pembetukan besi sesuai dimensi lebar drainase & dimensi badan jalan. Baja
Tulangan Polos-BjTP 280
- Pembetukan bekisting .
- Bongkar drainase existing dan akses jalan masuk warga.
- Bongkar lantai jembatan kayu dengan alat.
- Galian tanah dengan alat berat Excavator untuk pekerjaan drainase.
- Buang bekas galian terutama galian sedimen dengan DumpTruck
- Ukur lebar dan kedalaman drainase sesuai dengan gambar rencana.
- Bendung ujung - ujung drainase, serta siapkan pipa & alkon Kap.1000 agar air
tidak masuk ke dalam, kemudian kuras sampai air habis.
- Pancang ulin untuk lantai drainase.
- Lakukan pengecoran untuk lantai kerja dengan beton readymix, fc 15 Mpa.
- Setelah itu dilanjutkan untuk dilakukan perakitan pembesian Pasang besi Baja
Tulangan Polos-BjTS 280., lalu dilakukan pengecoran dengan beton readymix
Fc’25 Mpa untuk lantai drainase. Dalam pengecoran lantai atau pun dinding
beton tidak boleh terendam air/ dalam posisi kering.
- Pemasangan bekisting dinding.
- Dalam waktu 24 jam bisa di lanjutkan kembali untuk di pengecoran dinding
readymix Fc 25 Mpa.
• Semen, pasir beton ex palu, batu kerikil 1 - 2 cm Ex Palu dan air dicampur dan
diaduk menjadi beton dengan menggunakan batching Plant.
• Beton di bawa ke lokasi pekerjaan dengan menggunakan Truck Mixer Agitator
Lalu dituangkan kefixedform.
• Beton di tuangkan & dipadatkan, lalu gunakan vibrator untuk membuat beton
padat agar beton tidak berongga.
- Untuk pengecoran lantai top drainse & balok sebaiknya di lakukan setelah 7 hari
dari terkahir pengecoran.
- Pemasangan bekisting untuk Balok & Top Lantai Drainase.
- Pemasangan besi balok & Top Lantai Drainase Pasang besi Baja Tulangan
Polos-BjTS 280.
- Pengecoran balok & Top Lantai Drainase. readymix Fc 25 Mpa. Lakukan
tahapan ini sampai panjang drainase selesai dan sesuai dengan yang
diinginkan. (Drainase yang dikerjakan hanya satu sisi yaitu sisi deretan masjid
shahibussalim).
- Sebelum melakukan crossing & Galian Tanah untuk pelebaran Jalan sebaiknya
di koordinasikan kepada instansi terkait, seperti Dinas PU, Dishub, kecamatan,
kelurahan, Dll. Dikarenakan akan menutup badan jalan serta pengalihan lalu
lintas, maka dari itu harus lakukan Rapat Koodinasi agar bisa menentukan waktu
yang pas untuk di lakukan pekerjaan crossing. ( RAPAT MINIMAL 3 MINGGU
SEBELUM DI LAKUKAN PEKERJAAN CROSSING ) sebaiknya di lakukan satu
sisi badan jalan setelah selesai baru dilanjutkan ke sisi badan jalannnya.
- Bobokan badan jalan dengan jack hammer. Untuk pembuatan darinase utlitas,
setiap crossing dilakukan setiap jarak 100 m.
- Setelah dilakukan bobokan badan jalan lanjutkan Galian tanah dengan alat berat
Excavator, Baik untuk crossing ataupun satu sisi.
- Pasang plastic cor.
- Pasang besi Baja Tulangan Polos-BjTS 280.
- Setelah pengecoran drainase utilitas selesai, dilanjutkan dengan penimbunan (
untuk penimbunan sebaiknya di lakukan 10 hari dari terakhir waktu pengecoran.
- Lakukan penimbunan dengan bekas galian, setelah itu padatkan dengan
Vibratory Roller, untuk top nya di lapis dengan Agregat Kelas B setebal 15 Cm,
Kemudian padatkan kembali dengan Vibratory Roller. Lakukan tahapan ini
secara berulang untuk sisi sebelahnya.
- Tahap selanjutnya galian sisi bahu jalan untuk pelebaran badan jalan ( sama
seperti sebelumnya untuk pekerjaan badan jalan sebaiknya di lakukan satu sisi
terlebih dahulu).
- Lalu hasil galian lapis kembali dengan agregat kelas B ratakan dan bentuk
kemiringan 2% dengan grader, lalu padatkan dengan Vibratory Roller.
Pemadatan init wajib di lakukan tes CBR sampai nilai maksimum.
- Setelah tes CBR selesai dan sudah disetujui oleh supervise & PPK, lapis plastic
cor.
- Pasang bekisting sisi luar badan jalan.
- Pasang besi Baja Tulangan Polos-BjTP 280.
- Lakukan pengecoran dengan readymix Fc, 35 Mpa.
• Lapis pondasi bawah beton harus sudah padat, serta telah sesuai dan disetujui
oleh konsultan supervise, pengawas lapangan dan direksi/owner.
• Pekerjaan pemasangan formwork plate, pengecatan anti karat untuk besi
tulangan, expansion cap dipasang untuk dowel, dowel ( Tul. Polos Ø25), baja
tulangan Pokok/Begel/Struktur ( Begel Tul. Polos Ø12 & Tul. Pokok Ø16 Polos
), serta telah sesuai dan disetujui oleh konsultan supervise, pengawas lapangan
dan direksi/owner.
• Semen, pasir beton ex palu, batu kerikil 1 - 2 cm Ex Palu dan air dicampur dan
diaduk menjadi beton dengan menggunakan batching Plant.
• Beton di bawa ke lokasi pekerjaan dengan menggunakan Truck Mixer Agitator
Lalu dituangkan kefixedform.
• Beton dipadatkan secara merata pada tepid an sepanjang acuan dengan
menggunakan vibrator yang di masukan kedalam beton.
• Pembentukan dan perapihan dengan cara dikasut dengan alat bantu tukang
• Setelah halus Permukaan Beton dibuat bergaris dengan kedalaman 1 s/d 3 mm
kearah melintang sebelum beton mengeras.
• Pelaksanaan cutting untuk joint sealent dilaksanakan setelah 3 jam dan sebelum
beton jalan berumur 14 jam sejak beton dituang difixed form.
• Pelaksanaan curing beton dilakukan saat final setting ( 2-4 jam seteleh beton
dituang) dengan metode penyiraman menggunakan curing compound sampai
minimal 3 hari setelah beton dituang kefixed form. ( lakukan tahap ini untuk sisi
sebelahnya)
- Jalan yang sudah dicor ditutup/tidak boleh dilewati sampai batas umur maksimal
beton ( 28 hari kalender )
- Setelah umur beton dirasa sudah cukup baru di lakukan tahap selanjutnya
- Pemasangan kansteen trotoar, median, timbunan tanah untuk median.
- Tahap selanjutnya pengaspalan, sebelum pengaspalan pelaksana wajib
melakukan trial dilokasi. Agar bisa memperhitungkan durasi perjalanan dari AMP
– kelokasi kerja, untuk mengetahui suhu aspal ketika sampai dilokasi kerja.
Karena suhu aspal ini sangat berpengaruh dalam pemadatan, jika suhu di bawah
130 derajat aspal harus di kembalikan & jika di paksakan aspal akan cepat
terkelupas atau rusak.
- Pengecetan kansteen median & trotoar.
- Pembuatan marka jalan termoplastik berwarna putih berupa marka garis tepi
pada sisi kanan dan kiri badan jalan dan tengah badan jalan marka putus-putus.
- Tahap selanjutnya yaitu pekerjaan beutifikasi lanskep.
1) Taman Area Landscape
- Pelaksanaan pekerjaan persiapan, pembentukan dan pembersihan tanah harus
sudah dilaksanakan di awal sesuai petunjuk Gambar Kerja dan ketentuan
Persyaratan teknis.
- Pemasangan patok-patok berikut keterangan koordinat posisi perlu dilaksanakan
terutama untuk patokan penanaman awal setiap jenis tanaman.
- Setelah pembentukan dan penyelesaian tanah dengan bentuk/ kemiringan/garis
ketinggian sesuai Gambar Kerja, pekerjaan lubang galian dapat dilaksanakan
untuk persiapan penanaman.
- Semua penanaman sebaiknya dilakukan pada sore hari atau setelah pukul 15.30
agar tidak banyak terjadi penguapan dan kekeringan yang terlampau cepat bagi
tumbuh-tumbuhan tersebut kecuali penanaman yang dilakukan di tempat yang
terlindung dari matahari langsung dapat dilakukan setiap saat.
- Semua tanaman yang disuplai harus dalam keadaan sehat dan utuh dalam arti
tanaman tidak terkena hama penyakit, serangga atau jamur, cabang, akar dan
daun tidak dalam keadaan patah atau sobek dan kondisi tanaman (tinggi dan
diameter tajuk) harus sesuai permintaan.
- Pemindahan tanaman harus memperhatikan hal-hal sebagai berikut tanaman
pohon yang akan dipindahkan, harus dipersiapkan dalam keadaan digali
minimum 1 minggu sebelum dipindahkan, dan daun dan percabangan dipangkas
secukupnya untuk kemudian dilanjutkan dengan pembungkusan akar. Tanaman
pohon yang telah berada dalam wadah, dapat langsung dibawa ke lokasi
penampungan tanaman pada masing-masing lokasi, dan disimpan di sana
sampai saat penanaman tiba. Tanaman semak/perdu dan penutup tanah (ground
cover) disiapkan dalam keadaan akar terbungkus.
- Pematokan harus dilakukan untuk menentukan titik-titik penanaman. Kegiatan
dapat dilanjutkan setelah lokasi titik/patok disetujui oleh Pengawas.
- Persiapan lahan dengan cara penggalian harus dilakukan untuk mengangkat dan
memisahkan tanah dari puing-puing sisa bahan bangunan berupa paku-paku,
batu bata, kayu, dan sisa bahan kimia bila ada.
- Penggalian harus dilakukan minimum sedalam 40 cm untuk tanaman perdu dan
minimum 60 cm untuk tanaman pohon, untuk memastikan bahwa lapisan tanah
yang mengandung puing telah terangkat semua.
- Pemupukan untuk meningkatkan unsur mikro dan makro yang dikandung tanah,
pupuk kandang yang telah matang harus dicampur dengan tanah yang telah
dibuka dan dibalik, dengan perbandingan 1 : 1.
- Tanaman harus didatangkan sesuai dengan jadwal kerja penanaman, untuk
menghindarkan tanaman berada terlalu lama dalam penampungan.
- Tanaman yang akan ditanam harus berupa tanaman yang berasal dari tempat
penampungan atau yang telah mengalami masa persiapan dalam galian tempat
semula, dengan tinggi minimum yang telah ditetapkan.
- Tanaman harus ditahan dengan kayu ajir/stegger untuk menahan tanaman yang
belum seimbang. Elevasi permukaan rumput dan tanaman penutup harus sesuai
dengan Gambar Kerja.
- Tanah yang akan ditanami rumput dan tanaman penutup harus digali/dikupas
sedalam 20 - 30 cm, dan kemudian diisi dengan tanah urug tersebut dalam butir
4.2.1. dari Spesifikasi ini.
- Setiap kali selesai pelaksanaan penanaman rumput dan tanaman penutup, harus
segera dilakukan penyiraman dengan air yang bebas dari bahan/zat yang dapat
mematikan tanaman.
a. Tanaman
i. Semua jenis tanaman, baik tanaman hias, pohon peneduh, tanaman penutup,
maupun rumput yang akan ditanam harus disetujui oleh Pengawas dan sesuai
petunjuk Gambar Kerja serta mengikuti semua persyaratan dalam Persyaratan
teknis ini. Daftar tanaman dan jarak penanaman tersaji dalam Gambar Kerja.
ii. Tanaman rumput yang dipilih untuk ditanam harus sesuai dengan petunjuk
Gambar Kerja atau sesuai petunjuk Pengawas. Penanaman dalam bentuk
rumpun.
b. Pupuk
i. Pupuk kandang yang berasal dari sapi atau kuda yang telah kering dan matang
digunakan untuk meningkatkan unsur mikro dan makro. Pupuk kandang harus
bersih dari gumpalan akar rumput dan tanaman liar serta dalam keadaan sudah
hancur (tak terdapat bongkahan).
ii. Pupuk buatan yang mengandung unsur-unsur NPK seperti Rustica Yellow (15 :
15 : 15) digunakan untuk mendorong pembentukan akar, bunga dan buah.
iii. Pupuk buatan ZA atau Urea digunakan untuk pemupukan rumput.
c. Tanah Humus
Tanah humus yang dipakai harus dari jenis tanah subur yang bersih dari bekas
bahan bangunan, batu-batuan rumput maupun tanaman. Tanah subur ini terdiri
dari campuran tanah baik dan pupuk kandang yang telah kering dan matang,
dengan perbandingan jumlah 1 : 1.
d. Pemeliharaan Tanaman
Pekerjaan pemeliharaan meliputi penyiraman, penyiangan, penggantian
tanaman dan rumput yang rusak, pemangkasan, pemupukan, pemberantasan
hama. Pemeliharaan harus segera dilaksanakan oleh Penyedia Jasa setelah
pekerjaan penanaman selesai. Masa pemeliharaan sesuai ketentuan dalam
Kontrak. Selama itu, Penyedia Jasa diwajibkan secara teratur memelihara semua
tanaman dan mengganti setiap tanaman yang rusak atau mati. Semua
penggantian tanaman dengan yang baru menjadi tanggung jawab Penyedia
Jasa. Pemeliharaan tanaman harus disesuaikan dengan sifat dan jenis tanaman
yang ditanam. Penggantian tanaman harus sesuai dengan jenis/bentuk/warna
tanaman yang di tanam dan disetujui Pengawas.
Penyiraman harus dengan air bersih yang bebas dari segala bahan organik/zat
kimia/bahan lain yang dapat merusak pertumbuhan tanaman.
Penyiraman dilakukan dengan cara :
▪ Memakai alat khusus untuk menyiram tanaman seperti emrat yang memiliki
lubang banyak pada ujung keluarnya air sehingga dapat menyebar air secara
merata ke seluruh permukaan tanah yang disiram.
▪ Memakai slang air terbuat dari plastik yang dihubungkan dengan kran/sumber air
yang terdekat. Penyiraman dilakukan dengan cara memancarkan air
menggunakan nozzle atau sprinkler.
▪ Penyiraman dilakukan secara teratur terutama di musim kemarau bagi tanaman
dan rumput yang baru ditanam dan juga bagi tanaman dalam tempat
penampungan.
Jadwal penyiraman adalah sebagai berikut :
▪ Dua kali sehari secara teratur bagi semua jenis tanaman dan rumput yang baru
ditanam dan semua tanaman dalam penampungan sementara, sebelum pukul
10.00 pada pagi hari dan sesudah pukul 15.30, pada sore hari sampai tanaman
tersebut tumbuh sehat dan kuat.
▪ Semua jenis tanaman dan rumput yang sudah terlihat tumbuh baik dan kuat harus
disiram satu kali sehari pada sore hari setelah pukul 15.30.
▪ Penyiraman dilakukan sampai cukup membasahi bawah permukaan tanah.
▪ Penyiraman yang berlebihan tidak diijinkan.
Pemberantasan hama penyakit dilakukan sebelum tanaman terserang penyakit.
Pemberantasan untuk hama (serangga dan ulat) dilakukan dengan cara
penyemprotan keseluruh permukaan daun, batang dan cabang. Bahan yang
dipakai adalah pestisida campuran yang disetujui oleh Pengawas Pekerjaan..
2) Halte :
Tahapan Pelaksanaan Pekerjaan adalah sebagai berikut:
(a) Pekerjaan Persiapan
i. Pengukuran dan titik batas halte bus
ii. Penandaan batas bisa dengan cat atau kapur.
iii. Penandaan batas/Pengukuran dimulai sesudah lokasi pekerjaan bersih dari
material, kotoran, peralatan dan lainnya. Penandaan batas bangunan harus
dengan jelas dantiap sudut harus siku.
(b). Pekerjaan Beton
i. Pemasangan besi untuk sloof kemudan pengecoran sloof dilaksanakan
bersamaan dengan pengecoran lantai kerja dari beton bertulang dengan tebal 10
cm dengan tulangan susut.
ii. Pekerjaan pondasi tapak dilaksanakan setelah selesai pekerjaan lantai kerja,
pembesian tulangan dan bekisting serta telah mendapat persetujuan pengawas.
iii. Pekerjaan kolom dapat dimulai pelaksanaannya setelah selesai pondasi tapak
pekerjaan sloof selesai dikerjakan. Pada sisi kolom yang akan dipasang batu bata
diberi nat agar antara kolom dengan dinding nantinya tidak retak.
iv. Pekerjaan balok, lantai dikerjakan setelah pekerjaan kolom. Bekesting dari balok
lantai baru dapat dibuka setelah umur pengecoran cukup atau sesuai petunjuk
Pengawas Pekerjaan.
v. Pengecoran beton dilakukan setelah pembesian, penulangan sesuai gambar
bestek dan untuk posisi peralatan Concrete Mixer, Vibrator Concrete dan Elivator
Concrete.
vi. Untuk bagian pekerjaan lain yang terkait pekerjaan beton balok, lantai harus
dipersiapkan sebelum pengecoran beton sehingga tidak terjadi pembongkaran
pada bahagian beton yang telah dicor.
Untuk melaksanakan Pekerjaan Beton Bertulang, terlebih dahulu harus didahului
dengan menyiapkan pekerjaan pembesian di lokasi pekerjaan/bengkel kerja dan
diluar lokasi. Pekerjaan ini terdiri dari memotong besi, membengkok sesuai
ukuran dimensi serta merangkainya hingga membentuk suatu kerangka yang
siap untuk dipasang dilapangan. Dalam proses merangkai/mengikat ini dilakukan
langsung dilapangan selanjutnya bersamaan dapat disiapkan pekerjaan
pembuatan bekesting dan perancah sesuai keperluan.
Setelah selesai pembesian dilanjutkan dengan persiapan pekerjaan beton,
komposisi campuran sesuai spesifikasi diawasi secara akurat berdasarkan
perbandingan volume untuk tiap-tiap material yang akan dicampurkan. Proses
pengecoran akan dilakukan kedalam cetakan/bekisting melalui talang Elivator
sambil dilakukan pemadatan dengan Concrete Vibrator. Permukaan beton yang
telah selesai dicor selanjutnya akan dirawat selama 7 hari dengan proses
penyiraman, hal ini dilakukan untuk menjaga agar beton senantiasa dalam
keadaan lembab hingga proses pengerasan beton dapat berjalan secara normal
tanpa dipengaruhi oleh suhu disekitarnya.
(d) Pekerjaan Pasangan Dinding dan Plesteran
i. Pekerjaan pasangan dinding batu bata dilaksanakan sebagian sesudah
pekerjaan sloof dan kolom selesai dilaksanakan dan bersamaan dengan
pekerjaan kolom praktis.
ii. Pasangan bata adukan 1Pc : 4Ps dipasang pada dinding bangunan dan dinding
penutup diatas ring balok.
iii. Sebelum digunakan batu bata terlebih dahulu direndam air dalam bak atau drum
hingga jenuh. Pasangan dinding batu bata sebelum diplester harus dibasahi
dengan air terlebih dahulu dan siar-siar telah dikerok dan dibersihkan.
Pemasangan dinding batu bata dilakukan bertahap, setiap tahap terdiri
maksimum 24 lapis setiap harinya, diikuti dengan cor kolom praktis.
iv. Adukan pasangan harus dibuat sesuai takaran dalam spesifikasi.
v. Pekerjaan plesteran dilakukan pada seluruh pasangan bata, beton bertulang dan
dinding. Pekerjaan plesteran dilakukan bersamaan dengan penyelesaian
pasangan bata, pemipaan elektrikal, plumbing.
vi. Plesteran adukan 1 Pc : 2 Ps dipergunakan pada dinding KM/WC setinggi 1,5 m
dari kaki dinding, trasram juga 30 cm dari permukaan pasangan batu pada
dinding, sedangkan plesteran bata lainnya dipergunakan campuran 1 Pc : 4 Ps.
vii. Sebelum plesteran dilakukan terlebih dahulu dinding dibersihkan dari semua
kotoran, kemudian dinding dibasahi dengan air dan permukaan beton yang akan
diplester dibuat kasar agar bahan plesteran dapat merekat dengan baik.
viii. Ketebalan plesteran untuk seluruh konstruksi minimum 10 mm, termasuk lapisan
dinding keramik, kecuali ditentukan lain pada gambar.
(e) Pekerjaan Atap
Kuda-kuda baja, balok dan rangka atap yang digunakan adalah dari baja ringan
kualitas sesuai spesifikasi. Metode pemasangan dimulai dari sisi bawah (dari sisi
lisplank). Pemasangan harus rapi dan memenuhi syarat-syarat sehingga tidak
mengakibatkan kebocoran. Untuk pekerjaan lisplank akan menggunakan jenis
ACP yang mempunyai daya tahan lama (awet). Pada pekerjaan atap ini dilakukan
dengan teliti dan rapi.
(f) Pekerjaan Plafon
Langit-langit halte dipasang plafond PVC Sebelum pemasangan plafond
terlebih dahulu dibuat rangka plafond.
(g) Pekerjaan Lantai
i. Pada pekerjaan lantai seperti tercantum pada gambar yang dikerjakan diatas
beton cor, sebelum dilakukan pengecoran terlebih dahulu tanah pasir urug
dipadatkan dengan alat pemadat (stamper).
ii. Pola pemasangan granit lantai sesuai dengan gambar dan petunjuk Pengawas
Pekerjaan. Jarak antara unit-unit pemasangan keramik yang terpasang (lebar
siar-siar) dibuat sama lebar minimum 2 mm dan kedalaman maksimum 2 mm
yang membentuk garis-garis sejajar dan lurus yang sama lebar dan sama
dalamnya, untuk siar-siar yang berpotongan dibuat membentuk sudut siku dan
saling berpotongan tegak lurus sesamanya. Pemotongan unit-unit keramik
menggunakan alat pemotong keramik khusus sesuai persyaratan pabrik.
iii. Keramik yang telah terpasang dibersihkan dari segala macam noda pada
permukaan keramik hingga bersih. Sebelum keramik dipasang terlebih dahulu
unit-unit keramik direndam dalam air sampai jenuh. Pinggulan pasangan
keraamik dilakukan dengan alat gurinda sehingga diperoleh hasil pengerjaan
yang rapi, siku dan tepian yang sempurna.
iv. Sebelum diplester, lantai beton dikasarkan dan jenuh dengan air. Hasil akhir dari
pekerjaan lapisan kedap air merupakan suatu lapisan dengan permukaan yang
rata/tidak bergelombang serta tidak berlubang-lubang pada sambungan-
sambungannya ataupun keretakan lainnya yang dapat menimbulkan kebocoran.
(i) Pekerjaan Elektrikal
i. Semua bahan sebelum dipasang terlebih dahulu ditunjukkan kepada Pengawas
Pekerjaan beserta persyaratan/ketentuan pabrik untuk mendapatkan
persetujuan.
ii. Sebelum pemasangan dimulai, kami akan meneliti gambar-gambar yang ada dan
kondisi dilapangan terhadap bentuk, pola, penempatan, cara pemasangan dan
detail-detail sesuai gambar.
iii. Semua sambungan rapat air dan udara. Penyaring dan pipa-pipa yang diekspos
untuk semua peralatan dan perlengkapan dihubungkan ke pipa kasar pada
dinding dengan sambungan sesuai yang disyaratkan.
i. Jaringan instalasi dan ukuran pipa-pipa yang dipakai disesuaikan dengan gambar
rencana. Untuk pekerjaan elektikal, instalasi listrik pada dinding bata dikerjakan
sebelum pekerjaan plesteran dilaksanakan demikian juga halnya dengan
penempatan instalasi titik lampu, instalasi kabel, saklar dan MCB group.
iv. dilakukan seiring dengan pekerjaan pemasangan plafond. Setelah instalasi listrik
selesai lampu-lampu segera dipasang atau sesuai dengan petunjuk Pengawas
Pekerjaan. Jenis lampu dipasang sesuai dengan gambar rencana.
(k) Pekerjaan Pengecatan
i. Sebelum Pekerjaan Pengecatan dilakukan bagian yang akan dicat terlebih
dahulu dibersihkan dan sebagai dasar awal diberikan dempul agar permukaan
dinding atau kolom terlihat halus tidak kasar.
ii. Pengecatan dilakukan lapis demi lapis, setiap kali lapisan pada cat akhir
dilakukan, dihindarkan terjadinya sentuhan-sentuhan selama ½ sampai 1 ½ jam.
Pengecatan akhir dilakukan minimum 2 (dua) lapis sehingga hasil pengecatan
yang baik dan rata warnanya.
3) Pekerjaan Elektrikal
a) Panel penerangan
Panel penerangan harus termasuk sumber tenaga terpasang pada sirkuit dari
penerangan jalan harus seperti terlihat pada gambar atau ekivalen seperti
disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
Panel dan jendela harus dibuat dan lempeng baja dilapisi penuh dan tidak
kurang dari 3,2 mm dalam tebal dan dengan rangka baja yang perlu. Pengelasan
untuk sambungan luar harus dihaluskan. Panel harus mempunyai dasar
perencanaan yang harus mengizinkan pengelasan titik pada kanal dan harus
dipasang pada pondasi beton seperti terlihat pada gambar.
Panel dan kawat harus telah terpasang lengkap di Pabrik. Kawat utama dan kecil
harus dapat masuk untuk pemeliharaan dan pengawasan, dan kawat kecil harus
diisolasi efektif dari kawat utama. Diagram kawat yang terpasang pada pelat
alumunium, harus terpasang permanen pada jendela bagian dalam dari panel.
Tiap panel harus mempunyai satu atau lebih pelat nama untuk identifikasi. Pelat
nama harus terbuat dari plastik laminasi dengan karakter putih pada lapisan
hitam bila dipotong atau dipasang.
b) Tiang Lampu
i. Tiang Penerangan
Tiang penerangan jalan harus dipasang tegak lurus secara vertical dengan jarak
tiang sesuai gambar. Pelaksanaan Pekerjaan harus sesuai dengan detail yang
terlihat pada gambar atau disetujui Pengawas Pekerjaan
ii. Pondasi
Beton untuk Fondasi harus dibentuk sesusai profil gambar dan disetujui
Pengawas Pekerjaan
c) Kabel, Grounding, Sambungan dan Pipa Saluran Kabel (Conduit)
Pemasangan Kabel, Grounding dan sambungan Pipa Saluran Kabel harus
sesuai Gambar dan disetujui Pengawas Pekerjaan.
Pekerjaan Eksterior
a) Persiapan
Sample tactile berbahan granite tile atau homogeneouse tile, semen instan dan
grouting harus disetujui oleh Pengawas Pekerjaan.
i. Penyedia Jasa harus mendapat surat dukungan ketersediaan material dan
supply dari supplier sebagai kelengkapan tender dan mendapat kepastian
ketersediaan barang.
ii. Pemesanan tactile berbahan homogenouse paling minimum 2 bulan sebelum
dilaksanakan pekerjaan.
iii. Sistem penyimpanan tactile di gudang adalah menggunakan Palet atau dapat
disusun menggunakan sistem staple atau susun tidur setinggi maksimal 1 m
iv. Pemasangan tactile harus menunggu sampai semua pekerjaan pemipaan air
bersih / air kotor atau pekerjaan lainnya yang terletak di belakang atau di bawah
pasangan ubin ini telah diselesaikan terlebih dahulu.
v. Pekerjaan pemasangan tactile baru boleh dilakukan setelah pekerjaan lainnya
benar-benar selesai.
b) Denah dan Lokasi Pemasangan Tactile
Denah dan lokasi pemasangan sesuai gambar dan spesifikasi.
Ketentuan desain dasar adalah sebagai berikut:
i. Tactile spot tidak di ijinkan di potong karena berfungsi sebagai braille block untuk
tanda berhenti atau berhati hati atau persimpangan atau warning tile.
ii. Tactile line dapat di potong sesuai dengan kebutuhan desain dari konsultan
perencana sesuai kaidah jalur difabel yang di standardkan.
c) Pemasangan
i. Sebelum pemasangan granite tactile pada media kerja dalam hal ini lantai,
screed harus dalam keadaan padat, rata dan bersih.
ii. Gunakan granite tactile sebagai starting point pemasangan sebelum produk
pendamping lainnya untuk mengantisipasi perbedaan ketebalan material pelapis
lantai lainnya.
iii. Lembabkan permukaan screed sebelum pemasangan tactile
iv. Gunakan semen instan dengan jenis Tile Adhesive
v. Aplikasi Exterior: Granite Tile Adhesive Type High Traffic Are, Ex Fort Mix: FM
Tile Fix Extra 202 atau setara AM 40 dan MU 480
vi. dengan spesifikasi semen instan sebagai berikut:
vii. Daya rekat/bonding strength adalah minimum 1 Mpa (28 hari)
viii. Bahan Semen Instan: Pasir silika pilihan dengan kadar lumpur < 5%, moisture
ix. Maksimum 0,5 % dan Binder jenis Ordinary Portland Cement
x. Aduk Tile Adhesive menggunakan campuran 1 bagian air bersih dan 3 bagian
powder tile adhesive.
xi. Lembabkan permukaan screed sebelum pemasangan Tactile
xii. Gunakan granite tactile sebagai starting point pemasangan dan pasang terlebih
dahulu granite tactile sebelum memasang produk pendamping lainnya seperti
Granite Tile, Keramik, Paving, aspal atau beton stamp untuk mendapat elevasi
lantai yang diinginkan.
xiii. Aplikasikan granite tactile menggunakan Tile adhesive dengan sistem Back
Butter di belakang Tactile dan screed untuk mendapatkan daya rekat yang
sempurna dan memenuhi back pattern dari Granite tectile yang berongga.
xiv. Aplikasikan Tile adhesive menggunakan trowel secara penuh tile adhesive di atas
media belakang Tactile dan screed lantai dengan tebal +/- 3 mm
xv. Gunakan Tile Adhesive sebelum masa pot life nya habis yaitu sebelum 60 menit.
xvi. Waktu siap grouting dan lalu lintas adalah 24 jam setelah granite tactile dan ubin
pendamping seperti Granite tile atau keramik atau produk lainnya terpasang.
xvii. Gunakan grouting atau nat yang bagus dan tidak retak dengan jarak
xviii. Lantai Exterior seperti pedestrian, RTH dan RPTRA: 4 - 5 mm.
xix. Pemotongan Tactile, Granite Tile dan keramik dapat di potong menggunakan alat
potong keramik/granite tile atau circle saw dan harus dikerjakan dengan keahlian
dan dilakukan hanya pada satu sisi. Pada pemasangan khusus seperti pada
sudut-sudut pertemuan, pengakhiran dan bentuk-bentuk yang lainnya harus
dikerjakan serapi dan sesempurna mungkin.
d) Unit Lampu Penerangan Jalan Ganda Tipe LED (LED SOLAR CELL 100WATT
PJU)
1. Pemasangan
Pemasangan luminer berikut ini harus dipenuhi:
2) Luminer harus dapat mengakomodasi pemasangan horisontal pada stang
ornament (48 - 60) mm.
3) Luminer yang akan dipasang harus dilengkapi Certificate of Origin (Jaminan
keaslian produk) dari pabrik pembuatnya.
2. Upgrade / Penggantian Modul
Luminer yang digunakan harus memiliki desain dan sistem yang memungkinkan
upgrade / penggantian modul LED tanpa harus mengganti luminer.
3. Perawatan
Ruang modul LED dan komponen harus dapat dijangkau dengan membuka
kaca luminer tanpa alat bantu.
Pemasangan Lampu Penerangan Jalan pada area Eksterior harus sesuai
Spesifikasi Umum Seksi 9.2.(15) dan disetujui Pengawas Pekerjaan.
4) Pekerjaan Solar Panel dan Baterai
Untuk pemasangan Solar panel menyesuaikan dengan wiring diagram sesuai
dengan kebutuhan output:
a) Solar Panel
- Pemilihan Lokasi Pemasangan Panel Surya
Instalasi pemasangan panel surya sebaiknya diletakkan di atap bangunan atau
pada tempat tertinggi agar terkena paparan sinar matahari secara langsung.
Perlu dipastikan bahwa lokasi atap tersebut tidak terkena bayangan dari pohon
atau bangunan-bangunan di sekitarnya yang dapat mengakibatkan penurunan
performa panel surya.
- Pemasangan Pembangkit Listrik Tenaga Surya
Panel surya dipasang di atap dengan menggunakan dudukan panel surya yang
biasanya terbuat dari aluminium. Selanjutnya, panel-panel surya tersebut
disambung secara seri. Sambungan panel surya tersebut kemudian dihubungkan
dengan inverter dimana arus listrik searah (DC) yang dihasilkan panel surya
dikonversi menjadi arus listrik bolak-balik (AC) yang dapat dimanfaatkan untuk
kebutuhan listrik bangunan dan area landscape.
Inverter kemudian dihubungkan dengan instalasi kelistrikan bangunan dan area
landscape menggunakan kabel dan sebelum titik interkoneksi dengan kelistrikan
bangunan dipasang alat proteksi circuit breaker. Setelah semua tahap
pemasangan selesai dan instalasi dipastikan aman, selanjutnya
dilakukan testing dan commissioning untuk memastikan sistem PLTS dapat
berfungsi sebagaimana mestinya. Setelah semua tahap berhasil dilakukan baik
dan aman, maka sistem PLTS sudah siap untuk menghasilkan listrik yang dapat
Anda gunakan.
b) Baterai Solar Panel
Untuk membentuk jaringan listrik yang berdiri sendiri dan mengimbangi
intermittency sistem PLTS Standalone (PLTS Mandiri), umumnya digunakan
sistem penyimpanan energi dalam bentuk baterai. Terdapat dua skema suplai,
yakni suplai sebagian hari atau suplai 24 jam. Kapasitas baterai yang dipilih harus
mampu diaplikasikan secara kontinu untuk durasi yang sesuai dengan skema
suplai yang direncanakan.
- Penanaman pohon bibit pohon tinggi 2 m & Pohon Pule.
- Adapun contoh beberapa bahan, seperti berikut :
Rumput Gajah Mini Semak Perdu
Pohon Ketapang Kencana Pohon Pulley
Stamp Concrete (Pola Stamp Tekstur) Andesit Warna Hitam (Batu Alam)
Andesit Bintik Bakar (Pola Batu Alam) Batu Ampyang (Batu Koral Sikat)
Bata tempel Granite Outdoor
SIRIH BELANDA KADAKA
- Tahap akhir yaitu pembersihan & perapian pekerjaan.
- Analisis keselamatan Pekerjaan/JobSafety Analysis ( JSA ) Harus dilakukan
terhadap setiap metode konstruksi/metode pelaksanaan pekerjaan, dan
persyaratan teknis untuk mencegah terjadinya kegagalan kontruksi dan
kecelakaan kerja.
- Metode kerja harus disusun secara logis, realistis dan dapat dilaksanakan
dengan menggunakan peralatan perkakas material dan konstruksi sementara,
yang sesuai dengan kondisi lokasi/tanah/cuaca, dan dapat dikerjakan oleh
pekerja dan operator terlatih.
- Persyaratan teknis yang harus dipenuhi penyedia dalam menyusun dan
menggunakan metode kerja dapat meliputi penggunaan alat utama dan alat
bantu, perkakas, material dan konstruksi sementara urutan kerja sistematis,
guna mempermudah pekerja dan operator bekerjan dan dapat melindungi
pekerja, alat dan material dari bahaya dan resiko kegagalan kontruksi dan
kecelakaan kerja..
- Setiap metode kerja/konstruksi yang diusulkan penyedia, harus dianalisii
keselamatan pekerjaan/Job Safety Analysist ( JSA ), Diuji efektivitas
pelaksanaannya dan efisiensi biayanya. Jika semua factor kondisi
lokasi/tanah/cuaca, alat, perkakas, material, urutan kerja dan komptesnis
pekerja/operator telah ditinju dan dianalisis, serta dipastikan dapat menjamin
keselamatan, kesehatan dan keamanan konstruksi dan pekerja/operator, maka
metode kerja dapat disetujui, setelah dilengkapi dengan gambar dan prosedur
kerja sistematis dan/atau mudah dipahami oleh pekerja/operator.
- Setiap tahapan pelaksanaan konstruksi utama mempunyai potensi bahay tinggi
harus dilengkapi dengan metode kerja yang didalamnya sudah mencakup
analisisi keselamatn pekerjaan/ Job Safety Analisis ( JSA ). Misalnya untuk
pekerjaan di ketinggian, tepi, tangga kerja, pagar pelindung tepi, serta alat
pelindung diri ( APD ) yang sesuai antara lain helm dan sabuk keselamatan agar
pekerja terlindung dari bahaya jatuh. Untuk pekerjaan saluran galian tanah
berpasir yang mudah longsor dengan kedalaman 1,5 meter atau lebih, mutlak
harus menggunakan turap dan tangga akses bagi pekerja untuk naik/turun.
- Setiap metode kerja harus analisisi dan perhitungan yang diperlakukan
berdasarkan data teknis yang dapat dipertanggung jawab kan, baik dari standar
yang ber;aku, atau melalui penyelidikan teknis dan analisis laboratorium maupun
pendapat ahli terkait yang independen.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 31 May 2019 | Jalan Mukmin Faisal Kelurahan Sepinggan/Sepinggan Baru | Pemerintah Daerah Kota Balikpapan | Rp 20,512,500,000 |
| 18 March 2022 | Rekonstruksi Jalan Mulawarman (Balikpapan) | Provinsi Kalimantan Timur | Rp 19,241,288,500 |
| 18 March 2020 | Preservasi Jalan Dalam Kota Balikpapan | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 16,893,133,000 |
| 14 April 2021 | Rekonstruksi Jalan Mulawarman (Balikpapan) 2 | Provinsi Kalimantan Timur | Rp 15,000,000,000 |
| 13 April 2018 | Pembangunan Jalan Wisata Pantai Manggar | Kota Balikpapan | Rp 13,249,936,000 |
| 15 June 2020 | Pembangunan Drainase Jl. Letjend Suprapto Depan Diraja Malaysia | Kota Balikpapan | Rp 11,000,000,000 |
| 10 June 2019 | Jalan Masuk Balikpapan Islamic Centre | Pemerintah Daerah Kota Balikpapan | Rp 10,000,000,000 |
| 25 April 2014 | Pemeliharaan Jalan Km. 5,5 Balikpapan - Kariangau | Rp 9,817,350,000 | |
| 10 June 2019 | Peningkatan Jalan Tembus Km. 5,5 - Km. 13 | Pemerintah Daerah Kota Balikpapan | Rp 9,731,000,000 |
| 9 May 2018 | Jalan Masuk Stadion Balikpapan | Kota Balikpapan | Rp 9,700,000,000 |