| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0852493717722000 | Rp 1,125,582,313 | - | |
| 0931428569729000 | Rp 1,133,558,807 | - | |
| 0023746639728000 | Rp 1,133,822,274 | - | |
Ameera Djaya Abadi | 04*0**4****21**0 | Rp 1,324,710,693 | Tidak dievaluasi karena telah diperoleh 3 (tiga) penawaran yang memenuhi persyaratan |
Freaninditha Rezeky Utama | 09*9**2****21**0 | Rp 1,250,485,290 | Tidak dievaluasi karena telah diperoleh 3 (tiga) penawaran yang memenuhi persyaratan |
| 0600494686721000 | Rp 1,150,176,930 | Tidak dievaluasi karena telah diperoleh 3 (tiga) penawaran yang memenuhi persyaratan | |
| 0950516609721000 | - | - | |
| 0938176880721000 | - | - | |
| 0032514820721000 | - | - | |
| 0412552465721000 | - | - | |
| 0030132948721000 | - | - | |
| 0947958633741000 | - | - | |
| 0020395299724000 | - | - | |
| 0967875394805000 | - | - | |
| 0818070302721000 | - | - | |
CV Adi Prasasti | 07*7**9****21**0 | - | - |
| 0032051054721000 | - | - | |
| 0939539706729000 | - | - | |
| 0423413160721000 | - | - | |
| 0315568923721000 | - | - | |
| 0953153939721000 | - | - | |
| 0026619064722000 | - | - | |
| 0316654318721000 | - | - | |
| 0864599709721000 | - | - | |
| 0021335260721000 | - | - | |
| 0412827461722000 | - | - | |
| 0416107159741000 | - | - | |
| 0021970207722000 | - | - | |
| 0020458964721000 | - | - | |
PT Rizky Mandiri Sejahtera | 0750962425721000 | - | - |
CV Sumber Mulya | 00*1**7****21**0 | - | - |
| 0026419705721000 | - | - | |
| 0533720561721000 | - | - | |
| 0021341201721000 | - | - | |
| 0018018036721000 | - | - | |
| 0317899557721000 | - | - | |
| 0840971188721000 | - | - | |
| 0029738143721000 | - | - |
- Melakukan MC0 yaitu mengecek lokasi kondisi yang sekarang, melakukan
survey topografi ulang, melakukan perhitungan ulang volume dengan kondisi
existing yang sekarang.
- Melakukan rapat koordinasi dengan Instansi Terkait, seperti Kelurahan,
Kecamatan, DiSHUB Dll.
- Penentuan titik batas lokasi kerja Sta awal & Sta akhir.
- Metode pelaksanaan mengacu pada Spesifikasi Umum 2018 untuk Pekerjaan
Konstruksi Jalan dan Jembatan (Rev. 2).
- Mobilisasi alat kerja, bahan material, dll.
- Bongkar drainase existing dengan Jack Hammer.
- Galian tanah dengan alat berat Excavator.
- Lakukan survey topologi ulang untuk penetuan elevasi baik untuk peninggian
badan jalan dan drainase agar air bisa mengalir ketitik yang diinginkan (harus
dilakukan secara teliti agar peninggian badan jalan selevel dengan top
drainase, jika dilakukan secara cepat dan tidaak teliti maka peninggian jalan
tidak akan berjalan sesuai dengan perencanaan).
- Pembetukan besi sesuai dimensi lebar drainase & dimensi badan jalan. Baja
Tulangan Polos-BjTP 280.
- Pembetukan bekisting.
- Lakukan pemancangan dengan kepala babi untuk drainase.
- Pasang plastic cor.
- Pasang pembesian drianase.
- Pasang bekisting
- Pengecoran drainase dengan readymix dengan mutu Fc 15 Mpa, sebelum
pengecoran harus dilakukan uji slum beton & dicek mutu beton yang di order
(uji slum minimal 70-10 ±2, jika mutu & uji slum tidak sesuai maka beton yang
sudah di order harus dikembalikan atau tidak di terima).
Semen, pasir beton ex palu, batu kerikil 1 - 2 cm Ex Palu dan air dicampur
dan diaduk menjadi beton dengan menggunakan batching Plant.
Beton di bawa ke lokasi pekerjaan dengan menggunakan Truck Mixer
Agitator Lalu dituangkan kefixedform.
Beton di tuangkan & dipadatkan, lalu gunakan vibrator untuk membuat
beton padat agar beton tidak berongga
- Sebelum melakukan penimbunan agregat klas b & pengecoran untuk
peninggian Jalan sebaiknya di koordinasikan kepada instansi terkait, seperti
Dinas PU, Dishub, kecamatan, kelurahan, Dll. Dikarenakan akan menutup
badan jalan serta pengalihan lalu lintas, maka dari itu harus lakukan Rapat
Koodinasi agar bisa menentukan waktu yang pas untuk di lakukan pekerjaan
crossing.
- Pelapisan agregat klas B tebal & lebar dengan Motor Grader, dalam pelapisan
& pemadatan agregat harus di lakukan dengan alat Vibratory Roller sehingga
dapat pemadatan secara maksimal.
- Setelah dilakukan pemadatan langkah selanjutnya yaitu tes CBR dengan nilai
maksimal perkerasan, dan harus disetujui oleh konsultan supervise dan PPK.
- Tahap selanjutnya pelapisan plastic cor, pembesian, dan pengecoran dengan
readymix mutu Fc. 35 Mpa. Sebelum pengecoran harus dilakukan uji slum beton
& dicek mutu beton yang di order (uji slum minimal 70-10 ±2, jika mutu & uji slum
tidak sesuai maka beton yang sudah di order harus dikembalikan atau tidak di
terima). Pekerjaan ini sudah include bahan Plasticizer, Baja Tulangan Polos,
Joint Sealent, Cat Anti Karat, Expansion Cap, Polyethene 125 mikron, Curing
Compound, Formwork Plate)
Lapis pondasi bawah beton harus sudah padat, serta telah sesuai dan
disetujui oleh konsultan supervise, pengawas lapangan dan direksi/owner.
Pekerjaan pemasangan formwork plate, pengecatan anti karat untuk besi
tulangan, expansion cap dipasang untuk dowel, dowel (Tul. Polos Ø25),
baja tulangan Pokok/Begel/Struktur (Begel Tul. Polos Ø12 & Tul. Pokok
Ø16 Polos), serta telah sesuai dan disetujui oleh konsultan supervise,
pengawas lapangan dan direksi/owner.
Semen, pasir beton ex palu, batu kerikil 1 - 2 cm Ex Palu dan air dicampur
dan diaduk menjadi beton dengan menggunakan batching Plant.
Beton di bawa ke lokasi pekerjaan dengan menggunakan Truck Mixer
Agitator Lalu dituangkan kefixedform.
Beton dipadatkan secara merata pada tepi dan sepanjang acuan dengan
menggunakan vibrator yang di masukan kedalam beton.
Pembentukan dan perapihan dengan cara dikasut dengan alat bantu
tukang.
Setelah halus Permukaan Beton dibuat bergaris dengan kedalaman 1 s/d
3 mm kearah melintang sebelum beton mengeras.
Pelaksanaan cutting untuk joint sealent dilaksanakan setelah 3 jam dan
sebelum beton jalan berumur 14 jam sejak beton dituang difixed form.
Pelaksanaan curing beton dilakukan saat final setting ( 2-4 jam seteleh
beton dituang) dengan metode penyiraman menggunakan curing
compound sampai minimal 3 hari setelah beton dituang kefixed form.
- Jalan yang sudah dicor ditutup/tidak boleh dilewati sampai batas umur
maksimal beton ( 28 hari kalender ) atau sesuai rekomendasi teknis dari
konsultan supervisi.
- Setelah umur beton dirasa sudah cukup baru di lakukan tahap selanjutnya
- Pembuatan marka jalan termoplastik berwarna putih berupa marka garis tepi
pada sisi kanan dan kiri badan jalan dan tengah badan jalan marka putus-
putus.
- Penanaman pohon bibit pohon tinggi 2 m.
- Tahap akhir yaitu pembersihan & perapian pekerjaan.
- Analisis keselamatan Pekerjaan/JobSafety Analysis (JSA) Harus dilakukan
terhadap setiap metode konstruksi/metode pelaksanaan pekerjaan, dan
persyaratan teknis untuk mencegah terjadinya kegagalan kontruksi dan
kecelakaan kerja.
- Metode kerja harus disusun secara logis, realistis dan dapat dilaksanakan
dengan menggunakan peralatan perkakas material dan konstruksi sementara,
yang sesuai dengan kondisi lokasi/tanah/cuaca, dan dapat dikerjakan oleh
pekerja dan operator terlatih.
- Persyaratan teknis yang harus dipenuhi penyedia dalam menyusun dan
menggunakan metode kerja dapat meliputi penggunaan alat utama dan alat
bantu, perkakas, material dan konstruksi sementara urutan kerja sistematis,
guna mempermudah pekerja dan operator bekerjan dan dapat melindungi
pekerja, alat dan material dari bahaya dan resiko kegagalan kontruksi dan
kecelakaan kerja.
- Setiap metode kerja/konstruksi yang diusulkan penyedia, harus dianalisii
keselamatan pekerjaan/Job Safety Analysist (JSA), Diuji efektivitas
pelaksanaannya dan efisiensi biayanya. Jika semua factor kondisi
lokasi/tanah/cuaca, alat, perkakas, material, urutan kerja dan komptesnis
pekerja/operator telah ditinju dan dianalisis, serta dipastikan dapat menjamin
keselamatan, kesehatan dan keamanan konstruksi dan pekerja/operator,
maka metode kerja dapat disetujui, setelah dilengkapi dengan gambar dan
prosedur kerja sistematis dan/atau mudah dipahami oleh pekerja/operator.
- Setiap tahapan pelaksanaan konstruksi utama mempunyai potensi bahay
tinggi harus dilengkapi dengan metode kerja yang didalamnya sudah
mencakup analisisi keselamatn pekerjaan/ Job Safety Analisis (JSA).
Misalnya untuk pekerjaan di ketinggian, tepi, tangga kerja, pagar pelindung
tepi, serta alat pelindung diri (APD) yang sesuai antara lain helm dan sabuk
keselamatan agar pekerja terlindung dari bahaya jatuh. Untuk pekerjaan
saluran galian tanah berpasir yang mudah longsor dengan kedalaman
1,5meter atau lebih, mutlak harus menggunakan turap dan tangga akses bagi
pekerja untuk naik/turun.
- Setiap metode kerja harus analisisi dan perhitungan yang diperlakukan
berdasarkan data teknis yang dapat dipertanggung jawab kan, baik dari
standar yang berlaku, atau melalui penyelidikan teknis dan analisis
laboratorium maupun pendapat ahli terkait yang independen.