| Reason | |||
|---|---|---|---|
CV Utsman Berkah Jaya | 04*1**9****21**0 | Rp 1,148,000,000 | Dokumen kualifikasi tidak lengkap |
| 0843187360721000 | Rp 1,400,912,629 | - | |
| 0032051054721000 | Rp 1,468,310,744 | peserta tidak menghadiri pembuktian kualifikasi | |
| 0852493717722000 | - | - | |
| 0011110244722000 | - | - | |
| 0840971188721000 | - | - | |
CV Sekawan Jaya Bersama | 00*1**4****22**0 | - | - |
| 0722196375724000 | - | - | |
| 0953153939721000 | - | - | |
| 0015291495721000 | - | - | |
| 0818070302721000 | - | - | |
CV Pratama Karya Jaya | 07*7**7****21**0 | - | - |
| 0652135138741000 | - | - | |
| 0950516609721000 | - | - | |
| 0032514820721000 | - | - | |
| 0846983187721000 | - | - | |
| 0316601756721000 | - | - | |
CV Empat R Jaya | 08*3**2****21**0 | - | - |
| 0533720561721000 | - | - | |
CV Makmur Jaya | 07*3**0****25**0 | - | - |
| 0630459543721000 | - | - | |
| 0019266261721000 | - | - | |
Freaninditha Rezeky Utama | 09*9**2****21**0 | - | - |
URAIAN PEKERJAAN a. Metode pelaksanaan kerja agar mengacu pada Spesifikasi Umum 2018 untuk Pekerjaan Konstruksi Jalan Dan Jembatan (Rev. 2). b. Sebelum proses pelaksanaan maka penyedia jasa agar mengajukan Job Mix Formula Beton fc’ 25 Mpa Dan fc’ 10 Mpa. c. Pengalian dan pembersihan lokasi jalan. d. Pemancangan bore pile kedalaman 12meter dengan besi dia. 16 mm dan 12 mm serta mutu beton fc' 25 Mpa. e. Pembuatan lantai kerja fc’ 10 Mpa untuk lantai kerja. f. Pemasangan balok induk dengan mutu beton fc’ 25 Mpa dan besi dia. 12 mm dan 16 mm. g. Pemasangan balok anak dengan mutu beton fc’ 25 Mpa dan besi dia. 12 mm dan 16 mm. h. Pemasangan bekisting untuk plat jalan. i. Pemasangan besi dia. 12 mm untuk plat jalan. j. Pengecoran balok induk, balok anak dan plat jalan menggunakan ready mix dengan mutu beton fc’ 25 Mpa dan besi dia. 12 mm dan 16 mm. • Sebelum pelaksanaan pengecoran agar memperoleh persetujuan dari konsultan pengawas, pengendali lapangan dan direksi / owner. • Semen, pasir, batu kerikil dan air dicampur dan diaduk menjadi beton dengan menggunakan Batching Plant. • Beton dibawa ke lapangan dengan menggunakan Truck Mixer Agitator lalu dituangkan ke fixed form. • Beton dipadatkan secara merata pada tepi dan sepanjang acuan dengan menggunakan alat concrete vibrator yang dimasukkan dalam beton. k. Pengaspalan diatas jalan dengan laston lapis aus AC – WC. • Sebelum proses pelaksanaan agar penyedia jasa mengajukan Job Mix Formula (JMF) Laston Lapis Aus (AC – WC). • Batu agregat, semen dan aspal dicampur dalam AMP pada suhu 145° – 155° C dan apabila sudah selesai proses pencampuran dimasukkan ke dalam dump truck untuk dibawa ke lokasi. • Untuk lokasi sebelum dilakukan penyemprotan tack – coat ( lapis perekat ) maka lokasi dibersihkan dulu dari kotoran, debu dll. • Aspal yang diangkut dalam dump truck kemudian dituang ke asphalt finisher dengan suhu 130° – 150° C untuk mulai proses penghamparan sesuai tebal 5 cm dan lebar 6 m – 7 m . • Setelah dihampar suhunya 125° – 145° C maka dilaksanakan proses pemadatan awal menggunakan tandem roller dengan pemadatan minimum 2 lintasan. • Setelah selesai pemadatan awal maka dilakukan pemadatan antara dengan menggunakan Pneumatic Tire Roller ( PTR ) suhu 100° – 125° C untuk pemadatan ini bila sudah tidak terlihat bekas jejak roda maka bisa dilakukan pemadatan akhir . • Kemudian pemadatan akhir dilakukan dengan menggunakan Tandem Roller suhu > 95° C dengan pemadatan 2 lintasan. l. Pembuatan bangunan pelengkap lainnya ( turap, drainase, trotoar dll ). m. Analisa Keselamatan Pekerjaan / Job Safety Analysis ( JSA ) harus dilakukan terhadap setiap metode konstruksi / metode pelaksanaan pekerjaan dan persyaratan teknis untuk mencegah terjadinya kegagalan konstruksi dan kecelakaan kerja. n. Metode kerja harus disusun secara logis , realitis dan dapat dilaksanakan dengan menggunakan peralatan , perkakas, material dan konstruksi sementara yang sesuai dengan kondisi / lokasi / tanah / , dan cuaca, dan dapat dikerjakan oleh pekerja dan operator yang terlatih. o. Persyaratan teknis yang harus dipenuhi penyedia dalam menyusun dan menggunakan metode kerja dapat meliputi penggunaan alat utama dan alat bantu, perkakas, material dan konstruksi sementara dengan urutan kerja yang sistematis, guna mempermudah pekerja dan operator bekerja dan dapat melindungi pekerja, alat dan material dari bahaya dan risiko kegagalan konstruksi dan kecelakaan kerja; p. Setiap metode kerja/konstruksi yang diusulkan penyedia, harus dianalisis keselamatan pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA), diuji efektivitas pelaksanaannya dan efisiensi biayanya. Jika semua faktor kondisi lokasi/tanah/cuaca, alat, perkakas, material, urutan kerja dan kompetensi pekerja/operator telah ditinjau dan dianalisis, serta dipastikan dapat menjamin keselamatan, kesehatan dan keamanan konstruksi dan pekerja/operator, maka metode kerja dapat disetujui, setelah dilengkapi dengan gambar dan prosedur kerja yang sistematis dan/atau mudah dipahami oleh pekerja/operator; q. Setiap tahapan pelaksanaan konstruksi utama yang mempunyai potensi bahaya tinggi harus dilengkapi dengan metode kerja yang didalamnya sudah mencakup analisis keselamatan pekerjaan/Job Safety Analysis (JSA). Misalnya untuk pekerjaan di ketinggian, mutlak harus digunakan perancah, lantai kerja (platform), papan tepi, tangga kerja, pagar pelindung tepi, serta alat pelindung diri (APD) yang sesuai antara lain helm dan sabuk keselamatan agar pekerja terlindung dari r. bahaya jatuh. Untuk pekerjaan saluran galian tanah berpasir yang mudah longsor dengan kedalaman 1,5 meter atau lebih, mutlak harus menggunakan turap dan tangga akses bagi pekerja untuk naik/turun s. Setiap metode kerja harus melalui analisis dan perhitungan yang diperlukan berdasarkan data teknis yang dapat dipertanggung- jawabkan, baik dari standar yang berlaku, atau melalui penyelidikan teknis dan analisis laboratorium maupun pendapat ahli terkait yang independen.