DINAS PERHUBUNGAN
KOTA BALIKPAPAN
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Nama Paket Pekerjaan : Belanja Modal Aset Tidak Berwujud-Software (Sistem Aplikasi
Beserta Tracking GPS Bus Sekolah)
Nilai Total HPS : Rp. 198.900.000
Sumber Dana : APBD-P Kota Balikpapan TA
2025 Metode Pelaksanaan : Pengadaan Langsung
Lingkup Pekerjaan : Konsultansi/Perencanaan
Uraian Pekerjaan :
A. LATAR BELAKANG
Transportasi mempunyai peran sangat penting dalam memperlancar roda perekonomian,
memperkukuh persatuan dan kesatuan serta mempengaruhi semua aspek kehidupan bangsa dan
negara. Pentingnya transportasi tersebut tercermin pada semakin meningkatnya kebutuhan jasa
angkutan bagi mobilitas orang serta barang dari dan keseluruh pelosok tanah air, bahkan dari dan ke
luar negeri. Transportasi juga berperan sebagai penunjang, pendorong, dan penggerak bagi
pertumbuhan perekonomian yang berpotensi namun belum berkembang, dalam upaya peningkatan
dan pemerataan pembangunan serta hasil-hasilnya.
Secara geografis Kota Balikpapan terletak diantara 1,0º LS-1,5º LS dan 116,5º BT – 117,0º
BT. Luas wilayah keseluruhan + 81.495 Ha, terdiri atas 50.330 Ha wilayah darat dan 31.164 Ha
wilayah laut (Perda Balikpapan No. 12, 2012) dengan batas-batas wilayah sebagai berikut:
- Sebelah Utara : Kabupaten Kutai Kartanegara
- Sebelah Selatan : Selat Makassar
- Sebelah Barat : Kabupaten Penajam Paser Utara
- Sebelah Timur : Selat Makassar.
Secara administratif, Kota Balikpapan dibagi menjadi 6 wilayah kecamatan dan 34 kelurahan
dengan jumlah penduduk sebesar 700.000jiwa (Balikpapan Dalam Angka , 2023).
Keberadaan Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sulaiman Sepinggan Balikpapan,
Pelabuhan Semayang, Pelabuhan dan Terminal Peti Kemas Kariangau, Pelabuhan Penyeberangan
Kariangau dan Jalan Tol Balikpapan-Samarinda merupakan sarana penunjang kegiatan ekonomi di
Balikpapan. Besarnya tingkat pertumbuhan ekonomi yang ditandai dengan meningkatnya investasi
dan pembangunan infrastruktur dari tahun ke tahun menyebabkan peningkatan perjalanan orang dan
barang dengan menggunakan sarana dan prasarana transportasi. Selain itu, adanya perkembangan
dan perubahan fungsi tata guna lahan dapat mempengaruhi jumlah bangkitan dan tarikan perjalanan,
sistem pergerakan maupun karakteristik lalu lintas di Balikpapan.
Rencana Pemindahan Ibu Kota Negara (IKN) ke Provinsi Kalimantan Timur dengan lokasi
sebagian di Kabupaten Penajam Paser Utara dan sebagian di Kabuaten Kutai Kartanegara dengan
keseluruhan luas lahan +180.000 Ha hanya terpaut jarak 38 km dari Kota Balikpapan. Estimasi
jumlah penduduk yang akan dipindahkan ke IKN mencapai 1.500.000 orang dengan pembiayaan
total mencapai Rp.485,5 T. Adanya rencana pemindahan IKN tersebut secara tidak langsung
menjadikan Kota Balikpapan sebagai Kota Penyangga bagi IKN dan membawa dampak terjadinya
peningkatan pertumbuhan ekonomi, pergerakan orang dan barang, penyerapan tenaga kerja,
mendorong investasi, dan penurunan kesenjangan antar wilayah kecamatan/kelurahan.
Pengembangan infrastuktur berupa sarana prasarana diperlukan suatu perencanaan yang sesuai
dengan kebutuhan dan fungsi Kota dan wilayah sekitarnya. Pengembangan infrastruktur tersebut
dapat berupa pelayanan pembangunan baru atau intensifikasi melalui pemeliharaan dan perbaikan
dari infrastruktur yang sudah ada.
Halte adalah tempat perhentian kendaraan penumpang umum untuk menurunkan dan/atau menaikkan
penumpang yang dilengkapi dengan bangunan. Untuk meningkatankan Pelayanan Umum disektor
transportasi melalui Dinas Perhubungan Kota Balikpapan akan berencana Renovasi Halte di beberapa
titik di kota Balikpapan.
Untuk kepentingan perencanaan, pembangunan, pengembangan dan penyediaan sarana dan prasarana
lalu lintas dan angkutan jalan diperlukan data Load Factor Angkutan Umum,
besaran keinginan pengguna angkutan umum untuk menggunakan Balikpapan City Trans ataupun
Angkutan kota beserta kinerja operasionalnya yang diantaranya ialah Headway. Loadfactor, Lay
Overtime (LOT), Round Trip Time, Travel Time.
Load Factor atau Faktor muat penumpang adalah perhitungan dari nilai kegunaan dari kapasitas
muatan yang tersedia dari moda transportasi. Ini berguna untuk mengetahui rata-rata okupansi pada
berbagai macam rute perjalanan dari pesawat terbang, kereta api atau bus.
MAKSUD, TUJUAN DAN SASARAN PEKERJAAN
Ruang lingkup fungsional aplikasi meliputi:
1. Fitur pemantauan posisi bus sekolah dan BTS Balikpapan City Trans secara daring
(real-time tracking).
2. Penyajian informasi trayek, koridor, dan titik halte aktif.
3. Tampilan peta digital dan navigasi lokasi.
4. Kanal komunikasi dan pengaduan layanan masyarakat.
5. Pengelolaan konten informasi publik oleh Dishub Kota Balikpapan.
6. Pengelolaan dan pemutakhiran sistem publikasi aplikasi (baik Android maupun
iOS) oleh instansi.
Target dan Sasaran dari kegiatan ini adalah terwujudnya dukungan sistem informasi
transportasi terintegrasi yang mampu memberikan manfaat nyata bagi pengelolaan
layanan transportasi publik.
Melalui kegiatan ini, diharapkan:
1. Tersedianya sistem pemantauan operasional Bus Sekolah dan BTS Balikpapan City
Trans berbasis data real-time;
2. Terlaksananya integrasi sistem informasi antar layanan dalam satu platform
monitoring untuk mendukung pengawasan oleh Dinas Perhubungan;
3. Tersusunnya laporan operasional dan data penumpang secara digital sebagai
dasar evaluasi dan kebijakan transportasi perkotaan;
4. Ketersediaan infrastruktur dan tata kelola sistem informasi untuk mendukung
kemandirian Pemerintah Kota Balikpapan dalam pengelolaan transportasi publik
pasca transisi dari APBN ke APBD; dan
5. Terciptanya wajah pelayanan transportasi publik yang modern, transparan, dan
berorientasi pada kemudahan masyarakat pengguna layanan.