URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
A. LINGKUP PEKERJAAN
a. Melaksanakan Penanaman Bambu dan Pohon Buah Kegiatan Penyaluran Dana
Lingkungan Hidup FCPF Carbon Fund tahun 2023.
b. Penanaman Pohon Bambu dan Pohon Buah di DTA Waduk Teritip
Ruang lingkup pekerjaan dalam kegiatan penanaman Bambu sebanyak 400 bibit dan
Pohon Buah sebanyak 400 bibit di DTA Waduk Teritip, yaitu :
1) Persiapan Lapangan
Persiapan lapangan dilaksanakan sebelum kegiatan fisik secara keseluruhan
dilaksanakan. Kegiatan didalamnya meliputi membersihkan tanda batas lokasi
kegiatan dari gangguan tanaman pengganggu yang ada disekitar lokasi
penanaman serta penentuan lokasi pondok kerja, pembersihan lapangan dan
penentuan arah larikan. Pembersihan lapangan dilakukan secara manual (dengan
parang/sabit).
2) Membuat lubang tanam, dengan dengan ukuran 0,40 x 0,40 x 0,40 (p x l x t) dan
mengisi pupuk kompos dan pupuk kandang setelah beberapa hari baru dilakukan
penanaman pohon buah.
3) Pemasangan Ajir
Pemasangan ajir pada kegiatan penanaman pohon buah diperlukan sebagai
pengatur jarak tanam, juga sebagai penopang tanaman dari goncangan/hempasan
angin dan air hujan. Pemasangan ajir tanaman disesuaikan dengan jarak tanam
yang digunakan. Ajir terbuat dari bahan yang ada di lapangan seperti kayu yang
tahan/awet sampai akhir pelaksanaan kegiatan karena ajir berfungsi sebagai
penanda posisi tanaman yang berguna saat penyulaman pada tahun berjalan
terhadap tanaman mati atau merana. Untuk ajir dengan bahan dari Ulin atau
Bambu, diameter ajir dari Ulin minimal ± 3 cm. Sedangkan untuk ajir dengan bahan
dari Bambu, diameter ajir minimal ± 5 cm. Ukuran tinggi ajir ± 130 cm dan ditanam
sedalam ± 45 cm.
4) Pengangkutan /distribusi bibit
Persentase hidup bibit di lapangan sangat ditentukan oleh teknik pengangkutan
bibit dari tempat penampungan sementara ke lubang tanam. Pengangkutan bibit
yang kurang hati‐hati akan menyebabkan rusaknya media dalam polibag dan
kerusakan pada bibit tanaman itu sendiri. Pengangkutan bibit ke lubang tanam
dilakukan dengan menggunakan keranjang yang terbuat dari bambu atau rotan.
Bibit disusun di dalam keranjang sedemikian rupa sehingga tidak terdapat celah
yang memungkinkan bibit bergesekan antara satu dengan lainnya.
5) Penanaman
Bibit yang digunakan adalah bibit pohon bambu dengan tinggi minimal bibit 0,5 - 1
meter, dengan jarak tanam 0,5 x 0,5 meter, dan bibit pohon buah dengan tinggi 1
– 2 meter, dengan jarak tanam 5 x 5 meter ditanam pada titik tanam yang sudah
ada ajirnya sebagai tanda lubang tanam.
6) Metode Penanaman
Penanaman dengan bibit pada umumnya dapat dilakukan pada semua jenis
tanaman, dengan ketentuan bibit tersebut layak untuk ditanam. Penanaman
dilakukan setelah atau bersamaan dengan kegiatan pemancangan ajir.
Penanaman bibit dilakukan tanpa melepas plastik polybag, kantong plastik hanya
disobek pada bagian bawahnya hati-hati supaya media tetap kompak dan
perakaran tidak rusak. Hati-hati supaya media tetap kompak dan perakaran tidak
rusak. Bibit ditanam dekat ajir, dan apabila tanahnya sangat lunak atau mudah
hancur sebaiknya diikat dengan tali pada ajir agar bibit tidak roboh.
Bibit dimasukkan ke dalam lubang tanam secara tegak lurus dan hati-hati. Akar
bibit tanaman yang keluar menembus polibag harus tertanam dalam keadaan lurus
dan diusahakan untuk tidak rusak atau patah pada saat penanaman. Setelah bibit
dimasukkan ke dalam lobang tanam, kemudian lubang tanam ditimbun dan
dipadatkan sedemikian rupa dengan menggunakan tangan atau kaki. Selanjutnya
jika diperlukan bibit dapat diikat dengan ajir untuk lebih memperkuat tanaman dari
terpaan angin dan hujan.
7) Pelabelan Bibit Yang Ditanam
Pelabelan bertujuan untuk memudahkan inventarisasi dan identifikasi bibit
tanaman buah yang ditanam di lokasi kegiatan. Pelabelan nomor/kode bibit
ditempelkan atau melekat pada tiang ajir/bambu.
8) Pemeliharaan tahun berjalan
Pemeliharaan adalah perlakukan terhadap tanaman dan lingkungannya agar
tanaman tumbuh sehat dan normal. Pemeliharaan tahun berjalan dapat
dilaksanakan secara simultan dengan penanaman. Pemeliharaan tahun berjalan
sebanyak 10% dari jumlah bibit yang ditanam.
9) Pemantauan dan pelaporan
Pemantauan hasil kegiatan pemeliharaan untuk mengetahui keberhasilan
penanaman.
10) Pemasangan Papan Informasi
Pemasangan papan penanaman bertujuan untuk memudahkan mendapatkan
informasi terhadap lokasi pekerjaan penanaman
B. LOKASI KEGIATAN
1) Kawasan Daerah Tangkapan Air (DTA) Waduk Teritip Kelurahan Teritip, Kecamatan
Balikpapan Timur sebanyak 400 bibit bambu dan 400 bibit pohon buah, seluas 1,7 Ha;
2) Kawasan Hutan Kota di Jalan Daksa, Kelurahan Sepinggan Kecamatan Balikpapan
Selatan sebanyak 200 bibit pohon buah (Elai dan pohon endemic lainnya) seluas 0,5
Ha.
C. METODOLOGI
1) Mempelajari gambar kerja (DED), spesifikasi teknis dan perhitungan RAB;
2) Pelaksanaan kegiatan di lapangan;
3) Gambar shop drawing;
4) Pembuatan laporan.
D. WAKTU PELAKSANAAN
Waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah 30 (tiga puluh) hari kalender terhitung sejak
tanggal Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK) diterbitkan.
E. TENAGA AHLI
Pelaksana Lapangan
Lulusan SMK/sederajat dan memiliki SKT dengan pengalaman kerja minimal 1 (satu)
tahun.
F. LAPORAN
1. Laporan Mingguan dan Bulanan
Laporan yang harus diserahkan setiap minggu dan setiap bulan adalah berisikan
progress dan rencana kerja kegiatan serta masalah-masalah dilapangan jika ada.
2. Laporan Akhir
Merupakan laporan yang berisikan laporan pelaksanaan kegiatan dari awal pekerjaan
sampai dengan selesai pekerjaan.