| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0312093958901000 | Rp 217,039,410 | 85.7 | 88.56 | - | |
| 0015434889903000 | Rp 228,516,810 | 98 | 97.4 | - | |
| 0014134456901000 | Rp 234,654,000 | 92.92 | 92.83 | - | |
| 0018728634901000 | Rp 235,320,000 | 94.18 | 93.79 | - | |
| 0317660736901000 | Rp 251,216,310 | 88.61 | 88.17 | - | |
| 0011188190429000 | - | - | - | Peserta tidak melakukan Kerjasama Operasi dengan Penyedia Jasa Pekerjaan Konsultansi Konstruksi Provinsi Bali sesuai persyaratan pada Dokumen Kualifikasi Bab IV, Hal E, Angka 6. | |
| 0316806397903000 | - | - | - | CV. Dana Cipta menyatakan mengundurkan diri dari proses seleksi. | |
| 0020468674903000 | - | - | - | Peserta tidak memenuhi ambang batas unsur pengalaman perusahaan sesuai persyaratan pada Dokumen Kualifikasi Bab IX, Angka 2 Huruf b Poin 1.b dan c. | |
| 0835377276903000 | - | - | - | - | |
| 0015370596821000 | - | - | - | - | |
| 0315487041903000 | - | - | - | - | |
PT Wahana Prakarsa Utama Cabang Jatim | 0021737028652001 | - | - | - | - |
| 0027544972908000 | - | - | - | - | |
PT Sinar Mandiri Global Ntb | 01*9**9****14**0 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Lokasi Pekerjaan Kegiatan ini berlokasi di Desa Tianyar, Kecamatan Kubu,
Kabupaten Karangasem
Sumber
a. Sumber Dana dari pelaksanaan pekerjaan ini adalah
Pendanaan
Anggaraan Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD)
Tahun Anggaran 2025.
b. Nilai Pagu : Rp 251.348.420,00
c. Nilai HPS : Rp. 251.346.803,79
1. Lingkup Pekerjaan Utama
Lingkup Pekerjaan
1.1. Pengolahan Data
1. Pengolahan data topografi, bathimetry dan pasang
surut. Data hasil survei topografi dan bathimetri akan
diolah dengan menjadikan elevasi titik-titik yang
diukur dalam satu referensi yakni muka air terendah
(LLWL = Lowest Low Water Level) yang didapat dari
pengolahan hasil survei pasang surut. Survei
topografi, batimetri dan pasang surut adalah suatu
survei yang merupakan satu kesatuan. Keseluruhan
hasil survei topografi dan bathimetri menghasilkan
titik-titik dengan koordinat X,Y,Z dengan referensi
yang sama.
Hasil : Diperolehnya elevasi yang tepat pada
gambar desain.
2. Pengolahan Data Mekanika Tanah
Data yang diperoleh dari pembacaan tahanan konus
terhadap friksi dan tekanan ke bawah.
Hasil : Diketahuinya daya dukung tanah di bawah
pondasi dengan analisa data sondir.
1.2. Pra Desain, Detail Design dan Produk Akhir
Tahapan pradesain dan desain rinci (detail design)
adalah penentuan tata letak (layout) bangunan pantai
dan perhitungan kestabilan struktur pantai.
Karakteristik tanah di bawah bangunan pantai perlu
diketahui untuk mengetahui kestabilan lereng,
penurunan tanah akibat beban bangunan pantai dan
daya dukung tanah di bawahnya.
Detail desain yang dilakukan dalam perencanaan
bangunan pantai adalah sebagai berikut:
• Perhitungan struktur bangunan yang dipakai dalam
perencanaan bangunan pengaman pantai yang
sesuai untuk struktur bangunan pantai.
perhitungan dilakukan oleh Tenaga Ahli Teknik
Pantai.
• Analisis geoteknik dalam perencanaan bangunan
pengaman pantai, dengan melihat kekuatan tanah
yang menahan bangunan di atasnya. Tugas ini
dilakukan oleh Tenaga Ahli Geoteknik.
• Penggambaran dan analisis volume pekerjaan
yang akan dilakukan oleh Draftman.
Perhitungan biaya dan spesifikasi teknis yang
dilakukan oleh Team Leader. Spesifikasi Teknis
dibuat oleh Team Leader dengan bekerja sama
dengan semua tenaga ahli terkait.
2. Lingkup Pekerjaan Terkait
a. Survei Pendahuluan
Survei Pendahuluan ini merupakan tahap awal
pelaksanaan pekerjaan dan juga untuk pengenalan
lapangan, pengambilan data visual dan data sekunder
awal yang digunakan dalam pengecekan kondisi lokasi.
Dalam tahap ini juga diidentifikasi permasalahan-
permasalahan yang mungkin timbul nantinya selama
pelaksanaan survei teknis, untuk dapat diantisipasi sejak
awal sehingga tim survei teknis nantinya akan dapat
melakukan persiapan yang lebih baik secara teknis.
Selain itu juga untuk melakukan pendekatan pada
instansi terkait sehingga dapat dicapai koordinasi yang
optimal.
b. Persiapan Administrasi dan Teknis
Merupakan persiapan administrasi surat menyurat inter
office, office to office dan office to owners. Dari
administrasi kantor yang tertata dengan baik untuk
memudahkan dalam kontrol pekerjaan secara
keseluruhan.
Hasil yang diperoleh adalah proses administrasi yang
baik, tertata rapi yang pada akhirnya menunjang kinerja
penyedia jasa.
c. Pengumpulan Data Sekunder
Data sekunder merupakan data yang sangat diperlukan
dalam mendukung keakuratan hasil analisa secara
keseluruhan. Sebagian besar data sekunder merupakan
data historis yang mampu memberikan informasi proses
yang terjadi di lokasi pekerjaan. Beberapa data antara
lain; Data topografi, hidroklimatologi, hidrologi, kondisi
sosial masyarakat, pasang surut, peta geologi, data
angin, data statistik, dan hasil studi terdahulu merupakan
data-data yang sangat diperlukan.
Diperoleh hasil dengan data yang cukup, diharapkan
hasil pekerjaan mampu optimal dan sesuai dengan
kondisi yang terjadi di lapangan. Hal ini penting dipahami
mengingat erosi pantai merupakan proses yang terjadi
secara bertahap, dan hal ini tentunya tidak dapat
diselesaikan tanpa data sekunder (historis) yang
lengkap.
d. Pengumpulan Data Primer
Data Primer merupakan data yang diperoleh secara
langsung di lapangan. Sebagai data terbaru, tentunya
data ini merupakan hasil kondisi terakhir di lapangan
yaitu; peta dasar, elevasi acuan pasang surut, kondisi
fisik area pekerjaan seperti kondisi tanah, kondisi
perairan dll. Beberapa kegiatan pengumpulan data
primer antara lain:
1. Survei Topografi (Topographic Survey)
Survei ini dilakukan untuk mendapatkan situasi pantai
di darat. Survei ini dilakukan oleh Tenaga Ahli
Geodesi. Lokasi survei adalah sepanjang pantai dan
selebar sempadan pantai (biasanya diambil 100
meter ke arah darat). Hasil :
• Peta situasi berukuran skala 1:2.000 atau 1:1000.
• Longitudinal cross section pantai pada elevasi
HWL, MSL dan LWL.
• Cross section sesuai ketentuan yang ada dan
detail bangunan rencana.
• Jarak antar cross section minimal tiap 50 m.
2. Survei Bathimetri (Bathimetric Survey)
Survei ini dilakukan untuk mendapatkan kondisi
topografi di laut. Survei ini dilakukan (diawasi) oleh
Tenaga Ahli Geodesi. Survei ini menggunakan
echosounder minimal single beam, bukan
menggunakan fish finder yang memiliki tingkat
akurasi yang kurang. Survei Batimetri
direkomendasikan untuk dilakukan seluas-luasnya
karena berguna dalam simulasi numeric (minimal 1
km kearah offshore). Hal ini diperlukan mengingat
simulasi akan menghasilkan produk lebih baik
apabila dilakukan untuk area yang luas. Biasanya
dilakukan sepanjang pantai yang akan disurvei
dengan lebar ke arah laut sampai ke kedalaman
yang disebut closure depth. Closure depth adalah
kedalaman perairan dimana sudah tidak terjadi lagi
pergerakan sedimen aktif.
Hasil:
• Menghasilkan peta bathimetri skala 1 : 2.000
detail dengan interval kontur tiap 1 meter dan 5
meter.
• Potongan melintang beberapa posisi yang
dianggap mewakili kondisi “khusus” dalam
daerah studi.
3. Survei Penyelidikan Tanah
Survei penyelidikan tanah dilakukan guna
mendapatkan data-data serta gambaran mengenai
keadaan, jenis dan sifat-sifat mekanis tanah di lokasi
pekerjaan. Dalam pelaksanaan pekerjaan ini
dilakukan beberapa titik cone penetration test
(sondir) untuk mengetahui daya dukung yang ada.
Hasil: Daya dukung tanah pondasi di bawah rencana
bangunan.
4. Survei Pasang Surut
Survei ini dilakukan untuk mengetahui naik dan
turunnya permukaan air laut secara periodik yang
merupakan data dasar dalam desain bangunan
pengaman pantai.
Perhitungan biaya dan spesifikasi teknis yang dilakukan oleh
Team Leader. Spesifikasi Teknis dibuat oleh team Leader
dengan bekerja sama dengan semua tenaga ahli terkait.
Gambar Bagan Alur Lingkup Pekerjaan Perencanaan
Pengamanan Pantai
Keluaran dari kegiatan DED Pembangunan Pengaman Pantai
Keluaran
di desa Tianyar Kabupaten Karangasem ini adalah
menghasilkan dokumen desain teknis mengenai Perencanaan
konstruksi pengamanan pantai dan dokumen pendukung
lainnya yang diperlukan untuk dapat dipakai sebagai pedoman
dalam pengambilan keputusan dan tindak lanjut pelaksanaan
pembangunan konstruksi sebagai berikut:
1. Laporan Pendahuluan
2. Laporan Bulanan
3. Laporan Akhir
4. Laporan Survei
5. Laporan Nota Desain, BOQ, dan RAB
6. Laporan SMKK
7. Laporan BOQ dan RAB
8. Eksternal Hardisk 1 TB
9. Gambar A3
10. Album Photo Pelaksanaan
Penyedia Jasa harus menyediakan segala perlengkapan
Peralatan dan
peralatan dan material yang dibutuhkan untuk melaksanakan
Material dari
Paket Pekerjaan ini.
Penyedia
Jasa
Konsultansi
Jangka Waktu Jangka waktu pelaksanaan kegiatan ini adalah 120 (seratus
Penyelesaian dua puluh) hari kalender termasuk mobilisasi, terhitung mulai
Pekerjaan dikeluarkannya Surat Perintah Mulai Kerja (SPMK).
J adwal No Jabatan Bulan Ke- Keterangan
Tahapan
I II III IV
Pelaksanaan 1. Tahapan 1,00
Persiapan
Pekerjaan
2. Tahapan 4,00
Pelaksanaan
3. Tahapan 1,00
Akhir
Bali, 4 Juli 2025
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) pada Bidang
Sumber Daya Air Dinas Pekerjaan Umum,
Penataan Ruang, Perumahan dan Kawasan
Permukiman Provinsi Bali
(Sub Kegiatan 1.03.02.1.01.0122)
Ni Made Aryadi, ST., M. Eng
Pembina (IV/a)
NIP. 19760805 200604 2 010