| Administrative Score (SA) | Reason | ||||
|---|---|---|---|---|---|
| 0011191632424000 | Rp 1,436,523,150 | 89.29 | 91.43 | - | |
| 0721710036422000 | Rp 1,502,836,326 | 90.16 | 91.24 | - | |
| 0015314974423000 | Rp 1,520,256,000 | 90 | 90.9 | - | |
| 0013112370064000 | Rp 1,532,112,398 | 94.18 | 94.09 | - | |
| 0017974734017000 | - | - | - | - | |
| 0017234386445000 | - | - | - | - | |
| 0013920301013000 | - | - | - | - | |
PT Desain Central Asia | 04*1**6****42**0 | - | - | - | Tidak memenuhi persyaratan kualifkikasi dalam hal Peserta melakukan Kemitraan harus mempunyai perjanjian Kemitraan. Berdasarkan Peraturan Gubernur Provinsi Bali Nomor 22 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Kebijakan Jasa Konstruksi di Bali, Penyedia Jasa Konsultansi Konstruksi luar Provinsi Bali wajib melakukan Kerjasama Operasi dengan Penyedia Jasa Pekerjaan Konsultansi Konstruksi Provinsi Bali |
| 0814168126429000 | - | - | - | - | |
| 0315668863609000 | - | - | - | - | |
| 0832939110601000 | - | - | - | - | |
| 0019140052903000 | - | - | - | - | |
| 0810891010805000 | - | - | - | - | |
| 0014134456901000 | - | - | - | - | |
| 0018633735064000 | - | - | - | - | |
| 0026120576901000 | - | - | - | - | |
| 0013454236015000 | - | - | - | - | |
| 0024260077901000 | - | - | - | - | |
| 0916046980922000 | - | - | - | - | |
| 0966734436906000 | - | - | - | - | |
| 0010694743093000 | - | - | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
K/L/PD : PEMERINTAH PROVINSI BALI
PD : DINAS PEKERJAAN UMUM, PENATAAN
RUANG, PERUMAHAN DAN KAWASAN
PERMUKIMAN
NAMA PPK : I PUTU GEDE MAHENDRA ARI
PALGUNA, S.T.
PAKET PEKERJAAN : PENYUSUNAN BASIC DESIGN
PEMBANGUNAN JALAN BARU SANG
HYANG AMBU DI KABUPATEN
KARANGASEM
TAHUN ANGGARAN 2025
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
RUANG LINGKUP
1. LOKASI PEKERJAAN Lokasi Pekerjaan berada di Kabupaten Karangasem,
Provinsi Bali.
LOKASI PENANGANAN
Pembangunan Jalan : ± 1.00 Km
Pembangunan Terowongan ; ± 200.00 m
(Awal : -8.500509, 115.583073)
(Akhir : -8.493076, 115.588156)
RUAS SIMPANG SANUR - SIMPANG TOHPAT
I
RUAS DENPASAR SANUR
2. SUMBER PENDANAAN a. Sumber Dana dari pelaksanaan pekerjaan ini
adalah Anggaraan Pendapatan dan Belanja
Daerah (APBD) Tahun Anggaran 2025.
b. Nilai Pagu : Rp1.600.000.000,00
c. Nilai HPS : Rp1.599.960.038,40
3. LINGKUP PEKERJAAN Lingkup Pekerjaan yang dilaksanakan oleh Penyedia
Jasa antara lain:
1. Lingkup Pekerjaan Utama
Ruang lingkup utama pekerjaan ini adalah
Penyusunan Basic Design untuk Jalan Baru dan
Terowongan serta penyusunan dokumen
perencanaan pengadaan tanah (DPPT) yang
kerjakan secara rinci dan komprehensif.
1) Basic Design Jalan Baru
Adapun lingkup pekerjaan yang dilakukan
dalam penyusunan basic design jalan baru
adalah sebagai berikut:
a. Kajian Teknis
• Survei Awal : Identifikasi utilitas,
terutama terkait dengan kebutuhan
relokasi dan potensi masalah yang timbul
karena tidak diketahuinya lokasi utilitas
bawah tanah; Masalah-masalah terkait
dampak lingkungan dan sosial; Dampak
pada sistem irigasi serta solusi-solusi
yang diusulkan
• Survei topografi dan pemetaan trase jalan
• Studi geoteknik: uji tanah dan daya
dukung tanah dapat dilakukan dengan
serangkaian Test Pit untuk menentukan
material dan ketebalan perkerasan dan
bahu jalan yang ada serta lapisan lapis
pondasi atas, pondasi bawah, atau
capping. Dan dilakukan pengujian
Dynamic Cone Penetrometer (DCP) untu
menentukan nilai CBR (California Bearing
Ratio) yang digunakan dalam desain tebal
perkerasan jalan.
• Kajian lalu lintas dan proyeksi kebutuhan
kapasitas : Survey volume lalu lintas
untuk menentukan kondisi lalu lintas,
kecepatan rata-rata kendaraan serta
sebagai masukan tentang jumlah tiap
jenis kendaraan yang melewati ruas jalan
tertentu pada satuan waktu tertentu,
sehingga rata-rata lalu lintas sehari dapat
dihitung, sebagai dasar untuk rencana
tebal perkerasan jalan
• Kajian hidrologi dan drainase permukaan:
melakukan kajian struktur drainase, alur
air yang ada dan yang diusulkan
termasuk jalur pembuangan dan tinggi
banjir serta data frekuensi banjir;
mengidentfikasi masalah banjir yang
(khususnya yang berdampak pada
wilayah desa, yang diakibatkan oleh
timbunan jalan atau kurang memadainya
kapasitas saluran melintang);
mengidentifikasi aliran air tanah yang
tampak atau potensi aliran air tanah yang
butuh drainase bawah tanah
• Analisis kelayakan teknis dan pemilihan
alternatif trase
• Membuat desain penataan kawasan
simpang dan jalan penghubung pada ruas
jalan yang terkoneksi dengan ruas
rencana jalan baru.
• Membuat skema pengaturan lalu lintas
untuk jalan akses dengan asumsi setelah
jalan akses tersedia/beroperasi
• Dalam melakukan survey lapangan wajib
menginformasikan kepada Penilik Jalan
setempat pada pelaksanaannya
b. Penyusunan Gambar ROW Plan
• Penentuan batas penguasaan lahan (Right
of Way)
• Penempatan trase utama dan pelebaran
• Lokasi simpang, rest area (jika ada), dan
fasilitas pendukung lainnya
• Penempatan struktur drainase, jembatan
pendek/Gorong-Gorong (apabila ada),
saluran air
c. Penyusunan Gambar Desain Awal
• Desain geometrik jalan: alinemen
horizontal & vertikal, cross-section
• Penampang melintang jalan: lajur,
median, bahu, trotoar (jika ada)
• Desain awal struktur penunjang: gorong-
gorong, saluran, retaining wall
• Sistem drainase longitudinal dan
melintang
d. Penyusunan Estimasi RAB Konstruksi
• Penyusunan Bill of Quantities (BOQ)
• Perhitungan volume pekerjaan utama dan
pendukung
• Penyusunan RAB berdasarkan harga
satuan terbaru (SNI/PUPR)
2) Basic Design Terowongan
Adapun lingkup pekerjaan yang dilakukan
dalam Penyusunan Basic Design Terowongan
adalah sebagai berikut:
a. Kajian Teknis
• Investigasi geologi dan geoteknik: struktur
batuan, klasifikasi massa batuan
• Site Investigation
Studi awal untuk memahami kondisi
lokasi terowongan, termasuk
topografi, akses, dan potensi
hambatan
• Tinjauan Geologi
Kajian kondisi geologi regional dan
lokal untuk mengetahui struktur
batuan, sesar, dan potensi risiko
geologi
• Penyelidikan Tanah (Bor Teknik) dan
Uji SPT
Pengeboran tanah untuk mengambil
sampel serta uji Standard Penetration
Test (SPT) guna menilai kekuatan dan
karakteristik tanah.
• Uji Properties Material Lab
Pengujian laboratorium untuk
menentukan sifat fisik dan mekanik
material, seperti kepadatan, kohesi,
dan sudut geser
• Insitu Permeability Test,
Pressuremeter Test, Downhole
Seismic Test
Uji langsung di lapangan untuk
menilai permeabilitas tanah,
deformabilitas, dan kecepatan
gelombang seismik
• Tes Geolistrik dan Seismic Refraction
Survei
Survei geofisika untuk mendeteksi
variasi lapisan bawah tanah dan
mengetahui struktur bawah
permukaan.
• Penyelidikan Geologi dan Geoteknik
Gabungan studi geologi dan teknik
tanah/batuan untuk memahami
keseluruhan karakteristik lokasi
terowongan
• Melakukan survei geologi teknik
untuk memahami kondisi tanah dan
batuan di lokasi rencana terowongan.
• Pengujian laboratorium untuk
menentukan sifat fisik dan mekanik
material, seperti kekuatan geser dan
permeabilitas.
• Identifikasi potensi masalah
geoteknik, seperti zona lemah atau
aliran air bawah tanah.
• Studi geoteknik lanjutan pada area
bukit/terowongan
• Penentuan Kategori Batuan/Tanah
• Klasifikasi kondisi geologi
berdasarkan hasil penyelidikan untuk
menentukan metode penggalian dan
sistem perkuatan yang sesuai.
• Penggunaan pendekatan empiris dan
analitis dalam menentukan kategori
batuan/tanah
• Perencanaan Metode Penggalian dan
Sistem Perkuatan
• Kajian hidrogeologi: muka air tanah,
potensi rembesan
Perencanaan Drainase dan Ventilasi
• Desain sistem drainase untuk
mengendalikan air tanah dan
mencegah akumulasi air di dalam
terowongan.
• Perencanaan sistem ventilasi untuk
memastikan sirkulasi udara yang baik
selama konstruksi dan operasi
terowongan
• Analisis stabilitas terowongan dan
penentuan metode konstruksi
(NATM/TBM)
• Pemilihan metode penggalian yang
sesuai dengan kondisi geologi, seperti
metode NATM (New Austrian
Tunneling Method) atau metode
mekanis lainnya.
• Desain sistem perkuatan, termasuk
penggunaan beton semprot
(shotcrete), baut batuan (rock bolt),
penyangga baja, dan lantai kerja.
• Pertimbangan penggunaan metode
tambahan untuk kondisi khusus,
seperti forepoling atau facebolting
• Analisis Stabilitas dan Deformasi
• Evaluasi stabilitas terowongan selama
dan setelah konstruksi menggunakan
model numerik atau analisis lainnya.
• Penentuan deformasi yang diizinkan
dan desain perkuatan untuk
mengendalikan deformasi tersebut.
• Kajian keselamatan dan sistem evakuasi
• Evaluasi Keamanan dan Rekomendasi
KKJTJ
• Penyusunan dokumen perencanaan
yang mencakup aspek keamanan
terowongan.
• Pengajuan dokumen kepada Komisi
Keamanan Jembatan dan Terowongan
Jalan (KKJTJ) untuk mendapatkan
rekomendasi keamanan sebelum
pelaksanaan konstruksi
b. Penyusunan Gambar ROW Plan
• Penentuan lokasi portal masuk dan keluar
terowongan
• Penempatan area tapak kerja, jalan akses,
dan zona lindung
• Integrasi ROW terowongan dengan jalan
utama dan fasilitas pendukung
c. Penyusunan Gambar Desain Awal
• Penampang terowongan: dimensi, bentuk,
dan jenis lining
• Desain longitudinal: panjang, kemiringan,
ventilasi
• Struktur pendukung: sistem penyangga,
saluran drainase internal
• Sistem keselamatan: emergency exit,
ventilasi, komunikasi
d. Penyusunan Estimasi RAB Konstruksi
• Penyusunan BOQ berdasarkan komponen
terowongan (lining, excavation, sistem
MEP)
• Perhitungan volume pekerjaan dan
kebutuhan material
• Estimasi biaya berdasarkan metode
konstruksi yang dipilih
e. Penyiapan beberap alternatif desain dan
trase terowongan berdasarkan hasil
pengujian tanah (data geoteknik dan geologi)
Untuk penyusunan basic design jalan baru dan
terowongan perlu dilakukan adalah :
• Mengidentifikasi kebutuhan pembebasan
lahan apabila diperlukan.
• Mengidentifikasi dan menghitung kebutuhan
jalan alternatif selama pelaksanaan
pekerjaan fisik.
• Menyusun metode pelaksanaan pekerjaan
fisik serta akses penunjang pelaksanaan
pekerjaan.
• Menyusun Time Schedule pekerjaan fisik
• Menyusun perhitungan Tingkat Komponen
Dalam Negeri (TKDN) dalam penyusunan
engineering estimate (EE)
Penerapan Building Information Modeling (BIM)
Dalam Penyusunan dokumen Basic Design Sang Hyang
Ambu wajib menggunakan Building Information
Modeling (BIM). Penerapan BIM menjadi suatu
keharusan guna meningkatkan efisiensi, akurasi, serta
kolaborasi lintas disiplin dalam seluruh tahapan
penyusunan basic design
Tahapan Penerapan BIM
a. Persiapan Proyek
• Pembuatan BIM Execution Plan (BEP): Merinci
strategi penerapan BIM, perangkat lunak, format
file, struktur folder CDE, tanggung jawab tim,
dan level of development (LOD).
• Menentukan Level of Development (LOD) sesuai
tahapan proyek
• Merancang strategi penggunaan BIM (3D–7D)
sesuai kebutuhan proyek
• Pengumpulan Data Dasar:
o Peta topografi dan geoteknik dimodelkan
dalam BIM.
o Data survei LIDAR atau drone digunakan
untuk membuat model permukaan tanah.
b. Desain Awal (Preliminary Design)
• Modeling 3D Konseptual:
o Desain awal geometri jalan, trase, dan
layout terowongan.
o Digunakan untuk penilaian visual dan
analisis ruang.
• Analisis Alternatif Trase: Menggunakan model
BIM untuk mensimulasikan berbagai alternatif
desain.
c. Desain Teknis (Detail Engineering)
• Pemodelan Detail (LOD 300–400):
o Struktur jalan (perkerasan, drainase,
marka), portal terowongan, sistem
ventilasi, dan pelindung lereng.
• Clash Detection dan Koordinasi:
o Deteksi tabrakan antar elemen desain
(misalnya sistem drainase vs utilitas).
• Integrasi 4D (Jadwal) dan 5D (Biaya):
o Simulasi tahapan konstruksi dan estimasi
biaya akurat berdasarkan model BIM.
d. Produksi Dokumen Basic Design
• Ekstraksi Dokumen dari Model BIM:
o Gambar teknis, potongan
memanjang/melintang, detail struktur.
o Rencana kerja dan syarat-syarat teknis
(RKS), Bill of Quantity (BoQ).
• Visualisasi Proyek:
o Digunakan untuk komunikasi dengan
stakeholder, terutama jika ada isu sosial
atau lingkungan.
e. Review dan Validasi
• Model Review oleh Tim Teknis dan Stakeholder:
o Validasi kesesuaian desain dengan
spesifikasi teknis dan peraturan.
o Model digunakan untuk presentasi ke
pemerintah/publik.
f. Penyusunan Dokumen Final
• Model As-Design Final:
o Disesuaikan berdasarkan masukan
review.
o Disiapkan untuk input ke tahap
konstruksi (Contractor Use Model).
g. Penyerahan Basic Design
• Dokumen dan Model Diserahkan dalam Format
Digital & Fisik:
o PDF, DWG, IFC (untuk interoperabilitas),
serta laporan pendukung lainnya.
3) Penyusunan Dokumen Perencanaan
Pengadaan Tanah (DPPT)
Penyusunan DPPT dilakukan untuk
menghasilkan analisis mengenai kesesuaian
fisik lokasi dengan rencana pembangunan yang
akan dilaksanakan untuk Kepentingan Umum
yang dituangkan dalam bentuk peta rencana
lokasi pembangunan, yang dipergunakan
sebagai bahan dasar perumusan lebih lanjut
terhadap:
• Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang
dan prioritas pembangunan nasional/
daerah;
• letak tanah;
• luas tanah yang dibutuhkan;
• gambaran umum status tanah;
• perkiraan jangka waktu pelaksanaan
Pengadaan Tanah;
• perkiraan jangka waktu pelaksanaan
pembangunan;
• perkiraan nilai tanah; dan
• rencana penganggaran.
• Muatan wajib DPPT terdiri atas:
• maksud dan tujuan rencana pembangunan;
• Kesesuaian Kegiatan Pemanfaatan Ruang;
• prioritas pembangunan nasional/daerah;
• letak tanah;
• luas tanah yang dibutuhkan;
• gambaran umum status tanah;
• perkiraan jangka waktu pelaksanaan
Pengadaan Tanah;
• perkiraan jangka waktu pelaksanaan
pembangunan;
• perkiraan nilai tanah;
• rencana penganggaran; dan
• preferensi bentuk Ganti Kerugian.
2. Lingkup Pekerjaan Terkait
1) Survei Pendahuluan
• Persiapan termasuk studi literatur dan
survei pendahuluan
• Konsultasi dengan pemangku
kepentingan dan masyarakat
• Penyelidikan geoteknik dan geologi (studi
pustaka dan lapangan)
2) Tahap Perencanaan
• Perencanaan rekayasa lalu lintas
- Persimpangan;
- Rambu-rambu jalan, marka lajur,
pembatas keselamatan jalan raya,
patok km;
- Penerangan jalan dan jembatan;
- Rencana pengalihan jalan pada saat
pelaksanaan konstruksi
• Rancangan Konseptual Sistem
Manajemen Keselamatan Konstruksi
(SMKK).
• Dukungan Pasca-Desain untuk Jangka
Waktu tertentu
- Penjelasan dokumen tender;
- Partisipasi dalam rapat pra tender;
- Partisipasi dalam rapat pra
pelaksanaan pekerjaan (Pre-
Construction Meeting);
- Partisipasi dalam pelaksanaan
pekerjaan konstruksi
3) Tahap persetujuan dokumen perencana di
Kementerian PU
- Penjelasan dokumen basic design
kepada instansi terkait (Kementerian
PU, Ditjen Bina Marga, Balai Jembatan
Khusus dan Terowongan).
- Mendapat persetujuan dokumen untuk
basic design dari instansi terkait
(Kementerian PU, Ditjen Bina Marga,
Balai Jembatan Khusus dan
Terowongan)
Prosedur Persetujuan Desain:
Dalam proses persetujuan desain
terowongan, BJKT berperan sebagai
sekretariat KKJTJ dan terlibat dalam:
• Rapat pembahasan teknis
bersama pemilik proyek,
konsultan perencana, dan tim
teknis KKJTJ.
• Evaluasi dokumen desain untuk
memastikan kesesuaian dengan
standar dan pedoman yang
berlaku.
• Penyusunan notulen dan
rekomendasi hasil pembahasan
untuk disampaikan kepada
KKJTJ.
• Koordinasi sidang pleno KKJTJ
untuk mendapatkan
persetujuan akhir terhadap
desain yang diajukan.
4. KELUARAN Keluaran yang dihasilkan dari pelaksanaan Paket
Pekerjaan ini terdiri atas:
1. Laporan Pendahuluan
2. Program Mutu Kontrak
3. Laporan Final Engineering Design (FED)
4. Gambar Basic Design (A3)
5. Rencana Anggaran Biaya (RAB)
6. Laporan Metode Pelaksanaan
7. Dokumen Perencanaan Pengadaan Tanah (DPPT)
8. Laporan Akhir
9. Softcopy dalam Hardisk Drive (2 TB)
5. JANGKA WAKTU Pelaksanaan Paket Pekerjaan ini adalah 120 (Seratus
PENYELESAIAN Dua Puluh) Hari Kalender terhitung sejak tanggal mulai
kerja yang tercantum dalam SPMK.
Bali, 8 Juli 2025
Pejabat Pembuat Komitmen (PPK)
Pada Bidang Bina Marga Dinas Pekerjaan
Umum, Penataan Ruang, Perumahan dan
Kawasan Permukiman Provinsi Bali (Sub
Kegiatan 1.03.10.1.01.0041)
I Putu Gede Mahendra Ari Palguna, S.T.
NIP. 19950807 202012 1 005| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 9 April 2020 | Pengawasan Pembangunan Jalan Sp.3 Mameh Windesi (Umyc) | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 8,084,011,000 |
| 25 November 2020 | Pengawasan Jalan Dan Jembatan Ppk 1.1 Myc, Ppk 1.2 Dan Ppk Skpd Myc | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 4,823,530,000 |
| 27 May 2020 | Paket 31 - Pengawasan Teknik Penggantian Jembatan Aek Tano Ponggol | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 4,558,788,200 |
| 3 April 2018 | Paket 14 Pengawasan Preservasi Dan Pelebaran Jalan Sp. Lago - Sorek I (Myc) | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 4,206,899,000 |
| 18 November 2019 | Paket-06 Pengawasan Teknik Preservasi Jalan Jembatan Rantau Parapat Cs - Gunung Tua Cs | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 3,279,337,000 |
| 30 November 2015 | Pengawasan Jalan Dan Jembatan Ruas Nasional Dan Strategis Sorong 1 | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,617,835,000 |
| 22 November 2016 | Pengawasan Jalan Dan Jembatan Ruas Nasional Dan Strategis Sorong 4 | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 2,512,485,000 |
| 3 November 2015 | Paket 11: Pengawasan Teknis Preservasi Jalan Bts Kerinci - Bts Sumbar Dan Dalam Kota Sungai Penuh | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,955,803,000 |
| 1 November 2017 | Paket - 25 Pengawasan Teknik Preservasi Jalan Dan Jembatan Ppk 13 Batu Mundom Cs | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,932,666,000 |
| 8 November 2016 | 2. Perencanaan Teknik Jalan Halmahera Timur | Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat | Rp 1,775,675,000 |