KERANGKA ACUAN KERJA (KAK)
Belanja Mamin Aktifitas Lapangan Penunjang Kegiatan
#Peningkatan Literasi Kebencanaan
Uraian Pendahuluan
Kota Bandung sebagai ibu kota Provinsi Jawa Barat
1. Latar Belakang
merupakan kawasan perkotaan yang padat penduduk, dengan
pertumbuhan pembangunan yang sangat pesat. Di balik
pesatnya perkembangan tersebut, Kota Bandung menyimpan
berbagai potensi bencana yang serius. Beberapa bencana yang
kerap terjadi di kota ini meliputi banjir, tanah longsor, gempa
bumi akibat Sesar Lembang, dan kebakaran permukiman.
Banjir menjadi bencana yang paling sering melanda
wilayah Kota Bandung, khususnya di daerah langganan seperti
Kecamatan Dayeuhkolot, Bojongloa Kaler, dan Andir. Banjir
di Kota Bandung biasanya disebabkan oleh buruknya sistem
drainase, sedimentasi sungai, serta alih fungsi lahan yang tidak
terkendali. Di sisi lain, gempa bumi juga menjadi ancaman
nyata karena Kota Bandung berada tidak jauh dari jalur aktif
Sesar Lembang, yang pernah menimbulkan guncangan cukup
kuat dan mengkhawatirkan warga.
Sayangnya, tingkat kesiapsiagaan masyarakat Kota
Bandung terhadap bencana masih rendah. Hal ini terlihat dari
minimnya pengetahuan masyarakat tentang prosedur evakuasi,
penanganan darurat, serta kurangnya keterlibatan aktif dalam
kegiatan simulasi bencana. Selain itu, banyak masyarakat yang
belum memahami pentingnya mitigasi risiko, seperti menjaga
lingkungan, tidak membuang sampah sembarangan, dan
membangun rumah sesuai standar keamanan bencana.
Oleh karena itu, peningkatan literasi kebencanaan di Kota
Bandung menjadi sebuah kebutuhan yang mendesak. Edukasi
kebencanaan harus ditanamkan sejak dini melalui kurikulum
sekolah, pelatihan komunitas, hingga kampanye publik melalui
media sosial dan teknologi digital. Peran pemerintah daerah,
lembaga kebencanaan, dan partisipasi masyarakat sangat
krusial dalam menciptakan kota yang tanggap bencana dan
lebih resilien di masa depan.
Dengan peningkatan literasi kebencanaan, warga Kota
Bandung diharapkan dapat lebih sadar, tanggap, dan siap dalam
menghadapi bencana. Ini penting demi meminimalkan risiko
korban jiwa, kerugian ekonomi, serta mempercepat pemulihan
sosial pasca bencana
2. Maksud dan Maksud dari peningkatan literasi kebencanaan adalah untuk
Tujuan
membangun kesadaran, pengetahuan, dan kesiapsiagaan
masyarakat terhadap risiko dan dampak bencana, sehingga
mereka mampu mengambil tindakan yang tepat sebelum, saat,
dan setelah bencana terjadi. Dengan literasi yang baik,
masyarakat diharapkan menjadi lebih tanggap, mandiri, dan
resilien dalam menghadapi berbagai situasi darurat.
Adapun tujuan dari kegiatan peningkatan literasi kebencanaan
antara lain:
1. Meningkatkan pemahaman masyarakat tentang jenis-
jenis bencana yang berpotensi terjadi di lingkungan
sekitarnya, terutama di wilayah rawan seperti Kota
Bandung.
2. Meningkatkan kemampuan masyarakat dalam
mitigasi dan adaptasi terhadap bencana, melalui
pelatihan, simulasi, dan edukasi kebencanaan.
3. Mendorong partisipasi aktif masyarakat dalam upaya
pengurangan risiko bencana dan penanggulangan
bencana secara gotong royong.
4. Menanamkan budaya siaga bencana di berbagai
lapisan masyarakat, termasuk di lingkungan sekolah,
keluarga, dan tempat kerja.
5. Membangun sinergi antara pemerintah, lembaga
kebencanaan, dan masyarakat dalam menciptakan
lingkungan yang aman dan tangguh bencana.
6. Mengurangi jumlah korban jiwa, kerusakan, dan
kerugian akibat bencana melalui peningkatan kesiapan
individu dan komunitas.
7. Memperkuat sistem informasi dan komunikasi
kebencanaan yang mudah dipahami dan diakses oleh
masyarakat umum.
3. Sasaran/Output Sasaran
Sasaran dari kegiatan peningkatan literasi
kebencanaan meliputi:
1. Masyarakat umum, terutama yang tinggal di
wilayah rawan bencana seperti daerah
bantaran sungai, lereng bukit, dan kawasan
padat penduduk.
2. Pelajar dan mahasiswa, sebagai generasi
muda yang berperan penting dalam
menyebarluaskan pengetahuan
kebencanaan.
3. Aparatur pemerintah daerah, terutama
perangkat kelurahan dan kecamatan sebagai
garda terdepan dalam penanggulangan
bencana tingkat lokal.
4. Komunitas dan organisasi lokal, seperti
karang taruna, PKK, relawan kebencanaan,
dan lembaga sosial masyarakat.
5. Tokoh masyarakat dan agama, yang
berpengaruh dalam membentuk opini dan
kesadaran kolektif.
Output
Output yang diharapkan dari kegiatan ini antara
lain:
1. Peningkatan pemahaman masyarakat
tentang jenis-jenis bencana dan cara
menghadapinya.
2. Terlaksananya kegiatan edukasi seperti
seminar, pelatihan, sosialisasi, dan simulasi
evakuasi bencana di berbagai wilayah
sasaran.
3. Tersusunnya modul atau materi edukatif
kebencanaan yang dapat digunakan secara
berkelanjutan di sekolah, komunitas, dan
lingkungan kerja.
4. Terbentuknya kader atau relawan
kebencanaan lokal yang terlatih dan siap
bertindak saat terjadi bencana.
5. Tersedianya media informasi kebencanaan
(pamflet, infografis, video edukatif, dll.) yang
mudah dipahami dan diakses oleh
masyarakat.
6. Peningkatan koordinasi antar stakeholder
dalam upaya mitigasi dan penanganan
bencana di tingkat lokal.
7. Tumbuhnya budaya siaga dan respon cepat
terhadap bencana di lingkungan masyarakat.
4. Lokasi Kegiatan Kota Bandung
5. Sumber Pendanaan Pekerjaan ini dibiayai dari sumber pendanaan:
APBD Pemerintahan Kota Bandung
6. Nama dan Nama Pejabat Pembuat Komitmen :
Organisasi Pejabat
- DRS. DIAN RUDIANTO,M.SI
Pembuat
Komitmen
Satuan Kerja :
- Dinas Kebakaran dan Penanggulangan Bencana Kota
Bandung
Data Penunjang
7. Data Dasar 1) Kajian Risiko Bencana (KRB) tahun 2021
2) Rekapitulasi Kejadian Bencana sampai dengan bulan
November 2024
Ruang Lingkup
8. Lingkup Kegiatan Untuk mencapai tujuan peningkatan literasi kebencanaan,
kegiatan ini akan mencakup berbagai aktivitas edukatif,
partisipatif, dan kolaboratif yang disesuaikan dengan kebutuhan
dan karakteristik masyarakat setempat. Adapun lingkup
kegiatan meliputi:
• Sosialisasi dan Kampanye Edukasi Publik
o Penyuluhan langsung kepada masyarakat
tentang potensi bencana di wilayah masing-
masing.
o Kampanye melalui media sosial, radio
komunitas, pamflet, dan spanduk edukatif.
o Penyebaran informasi terkait kesiapsiagaan,
jalur evakuasi, dan tanda-tanda peringatan dini.
• Pelatihan dan Workshop Literasi Kebencanaan
o Pelatihan penanggulangan bencana untuk warga,
guru, siswa, dan relawan lokal.
o Workshop mitigasi bencana berbasis
masyarakat, seperti teknik bangunan tahan
gempa, pembuatan peta rawan bencana lokal,
dsb.
o Pelatihan penggunaan alat komunikasi darurat
dan aplikasi informasi bencana (seperti InaRISK
dan Info BMKG).
• Simulasi dan Gladi Lapang (Drill)
o Simulasi evakuasi bencana di sekolah, kantor,
dan lingkungan permukiman.
o Kegiatan gladi posko (table top exercise)
bersama BPBD dan lembaga terkait.
o Simulasi tanggap darurat terpadu antar instansi.
• Penyusunan dan Penyebaran Materi Edukasi
o Penyusunan modul literasi kebencanaan untuk
pelajar, masyarakat umum, dan tenaga pengajar.
o Pembuatan media pembelajaran visual seperti
poster, video pendek, animasi, dan infografis.
o Distribusi buku saku kebencanaan ke sekolah
dan komunitas.
• Pemberdayaan dan Pembentukan Komunitas Siaga
Bencana (KSB)
o Pembentukan dan penguatan peran KSB di
tingkat kelurahan atau RW.
o Pemberdayaan tokoh masyarakat dan pemuda
sebagai agen literasi kebencanaan.
o Kolaborasi lintas sektor (pemerintah, NGO,
sekolah, dan media) untuk memperluas dampak
edukasi.
• Monitoring dan Evaluasi Kegiatan
o Penilaian pemahaman peserta sebelum dan
sesudah kegiatan.
o Dokumentasi dan pelaporan hasil kegiatan untuk
perbaikan program ke depan.
o Pengukuran dampak melalui survei dan
observasi langsung di lapangan.
9. Spesifikasi Teknis Nasi Dus :
dan Volume
1. Makanan Utama:
Pekerjaan
Nasi putih atau nasi uduk/nasi liwet/nasi kuning (pilihan)
Lauk utama (pilih salah satu atau kombinasi 2 lauk):
Ayam bakar/goreng kremes/serundeng
Daging rendang/sapi lada hitam/semur daging
Ikan fillet dori/salmon goreng tepung
Lauk pendamping:
Tahu bacem/tahu isi/tempe mendoan
Telur pindang/telur balado/terik
Sayur:
Urap, capcay, oseng buncis wortel, atau acar segar
Sambal dan lalapan
Kerupuk udang atau emping
2. Buah Segar:
Potongan buah segar dalam cup (melon, semangka, nanas)
atau
Buah utuh (apel/salak/jeruk impor)
3. Minuman:
Air mineral botol 600 ml
opsional: bisa diganti dengan teh kotak/fruit tea/air infused
4. Dessert / Snack Tambahan (jika ingin lebih spesial):
Kue basah/kue tradisional (lumpia, lemper, kue sus, risoles)
Puding cup
5. Perlengkapan Makan & Kemasan:
Sendok stainless/plastik premium
Tisu
Dus eksklusif/mika tebal
10. Jangka Waktu Perencanaan :
7 (Hari) Pekerjaan
Pelaksanaan
Pelaksanaan :
2 Hari tanggal 25 – 26 April 2025
Pelaporan :
1 (satu) Hari Laporan Pelaksanaan Kegiatan
11. Organisasi dan Posisi Nama Jumlah
Personel Tim
Orang
Pelaksana
Tim Internal Diskar PB
Pejabat Pembuat
Komitmen Drs. DIAN RUDIANTO, M.Si
Dan NIP. 19721231 199202 1 001 1
Kuasa Pengguna
Anggaran
AMIRES PAHALA,SE
PPTK 1
NIP. 19790308 201101 1 001
Bendahara
FACFI FRASTIKA,S.PSI
Pengeluaran 1
NIP. 19930616 202012 1 011
Pembantu
12. Jadwal Tahapan
Pelaksanaan
No Kegiatan Tanggal Rencana
Kegiatan
1 Persiapan 21 April – 25 April 2025
2 Pelaksanaan 25 April – 26 April 2025
3 Pengawasan 21 April – 26 April 2025
4 Pelaporan 26 April – 01 Mei 2025
Hal-Hal Lain
13. Produksi Dalam Semua kegiatan ini harus menggunakan produk dalam negeri
Negeri dan UMKK dari Usaha Mikro Kecil dan Menengah dan Memiliki TKDN
Diatas 25%.
Bandung, 21 April 2025
Disusun/Disiapkan Ditetapkan
Pejabat Pembuat Komitmen Pengguna Anggaran
Drs. DIAN RUDIANTO, M.Si Drs. H. Gun Gun Sumaryana
NIP. 19721231 199202 1 001 NIP. 19700806 199101 1 001