URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Uraian Pendahuluan1
1. Latar Belakang Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 28 Tahun 2018 Tentang Kerjasama Daerah, serta
sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 10
Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Kerja Sama Daerah,
bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
serta percepatan pemenuhan pelayanan publik, Pemerintah
Daerah dapat melakukan kerjasama baik dengan daerah
lain, daerah di luar negeri, lembaga di luar negeri dan pihak
ketiga. Kerjasama tersebut dilakukan dengan pertimbangan
efisiensi dan efektivitas pelayanan publik serta saling
menguntungkan.
Pemerintah Kota Bandung senantiasa berupaya untuk
mewujudkan Kota Bandung yang unggul, nyaman dan
sejahtera, salah satunya melalui Bidang Budaya, Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif. Dengan berdasarkan pada peraturan
sebagaimana tersebut di atas, dalam rangka mendukung
dan mengembangkan potensi budaya, pariwisata dan
ekonomi kreatif di Kota Bandung, Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kota Bandung sebagai leading sector telah
menjalin kerjasama dan kemitraan dengan pentahelix
stakeholders, yakni unsur pemerintah, unsur swasta atau
bisnis, unsur akademisi, unsur media dan unsur
komunitas.
Namun demikian, sebagaimana diketahui bersama bahwa
sejak Bulan Februari Tahun 2020 Indonesia dilanda
pandemi Covid-19. Pada Bulan Maret Tahun 2020,
Organisasi Pariwisata Dunia (UNWTO) mengumumkan
bahwa sekitar 80% usaha kecil dan menengah dari sektor
pariwisata dengan jutaan mata pencaharian di seluruh
dunia terdampak Covid-19. Di Indonesia, Kementerian
Pariwisata dan Ekonomi Kreatif mencatat bahwa jumlah
1 Uraian Pendahuluan memuat gambaran secara garis besar mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan.
pekerja seni dan pekerja kreatif yang terdampak Covid-19
mencapai hampir lima puluh ribu orang. Industri
pariwisata di Indonesia dihadapkan pada penurunan yang
besar terutama dari kedatangan wisatawan mancanegara,
dengan pembatalan besar-besaran dan penurunan
pemesanan. Penurunan juga terjadi karena perlambatan
perjalanan domestik akibat adanya keengganan
masyarakat untuk melakukan perjalanan, dan berdampak
besar pada sektor usaha mikro, kecil dan menengah, serta
industri turunan lain yang terbentuk di bawahnya.
Belajar dari langkah yang diambil oleh berbagai negara
dalam menghadapi pandemi Covid-19, perlu dilakukan
tindakan penting untuk mengatasi konsekuensi sosial-
ekonomi dari Covid-19 ini. Tindakan tersebut di antaranya
bantuan keuangan bagi pekerja terdampak, dukungan
fiskal dalam bentuk relaksasi atau penghapusan kewajiban
dalam jangka waktu tertentu, pemberian bantuan sosial,
serta injeksi likuiditas dan uang tunai. Dalam dunia
pariwisata di Kota Bandung, tindakan tersebut salah
satunya berupa penyaluran hibah dari pemerintah pusat
kepada jasa usaha pariwisata sesuai peraturan perundang-
undangan yang berlaku.
Dari segi pemasaran, dalam memasarkan pariwisata Kota
Bandung pada masa dan pasca pandemi Covid-19, Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata perlu menjalin kerja sama
dengan unsur pemerintah lainnya, komunitas, akademisi,
swasta hingga media. Kerja sama ini diharapkan dapat
berdampak positif bagi pemulihan sektor budaya,
pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Bandung. Selain itu
melalui kerja sama ini diharapkan pula langkah-langkah
pemulihan sektor budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif
yang diambil oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota
Bandung dapat terarah dan tepat sasaran.
Selain untuk pemulihan sektor budaya, pariwisata dan
ekonomi kreatif di Kota Bandung pada masa dan pasca
pandemi Covid-19, kerja sama dengan unsur pentahelix
perlu dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kota Bandung, untuk menjaga keberlangsungan atau
sustainability sektor-sektor tersebut di masa yang akan
datang.
Salah satu bentuk pemasaran yang digiatkan oleh Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung ialah
keikutsertaan industri pariwisata di Kota Bandung dalam
salah satu acara travel fair terbesar di ASEAN, yaitu ASITA
Jawa Barat akan menyelenggarakan kegiatan Sales Mission
“Wonderful Journey Indonesia” di 3 (tiga) Kota di Malaysia
yakni Penang, Ipoh dan Kuala Lumpur, pada tanggal 29 s.d
31 Juli 2025.
Kegiatan ini diselenggarakan dalam rangka meningkatkan
minat wisatawan dari Malaysia ke Indonesia, khususnya ke
Kota Bandung. ASITA Jawa Barat akan mengundang buyers
yang terdiri dari Travel Agent dan Tour Operator dari
Malaysia yang menangani bidang outbound, dan akan
menghadirkan sellers dari industri pariwisata Kota
Bandung dan Jawa Barat.
Malaysia merupakan salah satu negara yang banyak
mengirimkan wisatawan mancanegara ke Indonesia
khususnya Jawa Barat dan Kota Bandung (data terlampir).
Adapun Penang, Ipoh dan Kuala Lumpur merupakan kota
utama di Malaysia dalam hal pertumbuhan industri dan
ekonomi, dan terhubung satu sama lain dengan jalur darat.
Mempertimbangkan hal tersebut, kiranya kegiatan ini dapat
menjadi sarana untuk menginformasikan dan memasarkan
potensi budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif Kota
Bandung ke Malaysia, termasuk menarik wisatawan
mancanegara untuk hadir dalam event besar di Kota
Bandung seperti Bandung Great Sale, Asia Afrika Festival
dan Hari Jadi Kota Bandung.
Dengan mempertimbangkan hal-hal di atas, serta
memperhatikan Surat Undangan Surat Ketua DPD
Association of the Indonesian Tours and Travel Agencies
(ASITA) Jawa Barat Nomor : 428/DPD-KT/VII/2025 Tanggal
4 Juli 2025 Perihal Sales Mission Pasar Malaysia maka pada
tahun 2025 ini fasilitasi kerja sama dan kemitraaan dalam
dan luar negeri ialah melalui kolaborasi dengan
Kementerian Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Republik
Indonesia, Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Provinsi Jawa
Barat serta ASITA Jawa Barat, dalam bentuk keikutsertaan
dalam acara travel fair Sales Mission “Wonderful Journey
Indonesia di 3 (tiga) Kota di Malaysia yakni Penang, Ipoh
dan Kuala Lumpur tahun 2025.
2. Maksud dan Fasilitasi kerja sama dan kemitraaan dalam dan luar negeri
Tujuan
2025 memiliki maksud untuk meningkatkan pemasaran
budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif melalui kerja sama
dan kemitraan.
Adapun tujuan dari penyelenggaraan Pelaksanaan travel
fair Sales Mission “Wonderful Journey Indonesia” di 3 (tiga)
Kota di Malaysia yakni Penang, Ipoh dan Kuala Lumpur
2025 ialah,
1. Menyediakan ruang pemasaran bagi para mitra;
2. Menarik minat dan menjaga engagement wisatawan
mancanegara terhadap kepariwisataan Kota Bandung
khususnya dari Malaysia;
3. Memulihkan perekomian dari sektor kepariwisataan
melalui kegiatan pemasaran serta melalui peningkatan
jumlah kunjungan wisatawan.
3. Sasaran Sasaran kegiatan Sales Mission “Wonderful Journey Indonesia” di 3
(tiga) Kota di Malaysia yakni Penang, Ipoh dan Kuala Lumpur adalah
pulih dan majunya budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif Kota
Bandung.
Adapun sasaran penerima manfaat secara langsung dari
penyelenggaraan ini ialah travel agent, pengelola usaha jasa
pariwisata di Kota Bandung, destinasi serta wisatawan mancanegara
secara khusus, dan masyarakat Kota Bandung secara umum.