URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
Uraian Pendahuluan1
1. Latar Belakang Berdasarkan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia
Nomor 28 Tahun 2018 Tentang Kerjasama Daerah, serta
sebagaimana diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 10
Tahun 2017 Tentang Penyelenggaraan Kerja Sama Daerah,
bahwa untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat
serta percepatan pemenuhan pelayanan publik, Pemerintah
Daerah dapat melakukan kerjasama baik dengan daerah
lain, daerah di luar negeri, lembaga di luar negeri dan pihak
ketiga. Kerjasama tersebut dilakukan dengan pertimbangan
efisiensi dan efektivitas pelayanan publik serta saling
menguntungkan.
Pemerintah Kota Bandung senantiasa berupaya untuk
mewujudkan Kota Bandung yang unggul, nyaman dan
sejahtera, salah satunya melalui Bidang Budaya, Pariwisata
dan Ekonomi Kreatif. Dengan berdasarkan pada peraturan
sebagaimana tersebut di atas, dalam rangka mendukung
dan mengembangkan potensi budaya, pariwisata dan
ekonomi kreatif di Kota Bandung, Dinas Kebudayaan dan
Pariwisata Kota Bandung sebagai leading sector telah
menjalin kerjasama dan kemitraan dengan pentahelix
stakeholders, yakni unsur pemerintah, unsur swasta atau
bisnis, unsur akademisi, unsur media dan unsur
komunitas.
Dari segi pemasaran, dalam memasarkan pariwisata Kota
Bandung pada masa dan pasca pandemi Covid-19, Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata perlu menjalin kerja sama
dengan unsur pemerintah lainnya, komunitas, akademisi,
swasta hingga media. Kerja sama ini diharapkan dapat
berdampak positif bagi pemulihan sektor budaya,
pariwisata dan ekonomi kreatif di Kota Bandung. Selain itu
melalui kerja sama ini diharapkan pula langkah-langkah
1 Uraian Pendahuluan memuat gambaran secara garis besar mengenai pekerjaan yang akan dilaksanakan.
pemulihan sektor budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif
yang diambil oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota
Bandung dapat terarah dan tepat sasaran.
Selain untuk pemulihan sektor budaya, pariwisata dan
ekonomi kreatif di Kota Bandung pada masa dan pasca
pandemi Covid-19, kerja sama dengan unsur pentahelix
perlu dilakukan oleh Dinas Kebudayaan dan Pariwisata
Kota Bandung, untuk menjaga keberlangsungan atau
sustainability sektor-sektor tersebut di masa yang akan
datang.
Salah satu bentuk pemasaran yang digiatkan oleh Dinas
Kebudayaan dan Pariwisata Kota Bandung ialah Pameran
Luar Negeri. Pada Tahun 2025 ini, Pameran Luar Negeri
yang dilakukan ialah dalam bentuk keikutsertaan industri
pariwisata di Kota Bandung dalam salah satu acara travel
fair terbesar di ASEAN, yaitu MATTA Fair.
MATTA Fair merupakan pameran travel terbesar di Malaysia
yang diselenggarakan secara rutin oleh Malaysian
Association of Tour and Travel Agents setiap tahunnya di
beberapa kota di Malaysia. MATTA Fair dapat menarik
100.000 pengunjung dari Malaysia, ASEAN dan negara
sekitar. Pada tahun 2023, MATTA Fair Kuala Lumpur
mencatat perputaran penjualan hingga lebih dari 300 Juta
Ringgit Malaysia atau lebih dari 1 Trilyun Rupiah, dan
penjualan domestik hingga 34 Juta Ringgit Malaysia atau
sekitar 120 Milyar Rupiah.
Statistik MATTA Fair 2024 juga mencatat 10 negara
destinasi wisata yang banyak dicari dan dipilih oleh
pembeli, terdiri atas Indonesia, Turki, Taiwan, Thailand,
Singapura, Korea, Jepang, Perancis, dan Inggris turut
terlibat sebagai travel agency di MATTA Fair 2024.
Data dari Badan Pusat Statistik mencatat bahwa Malaysia
menduduki peringkat teratas sebagai penyumbang
wisatawan mancanegara ke Indonesia, dengan total
904.253 orang periode Bulan Januari s.d Mei 2024. Adapun
5 kota yang menjadi destinasi utama wisatawan Malaysia
ialah Jakarta, Bali, Kepulauan Riau, Bandung dan
Yogyakarta. Dari 5 kota tersebut, hanya Kota Bandung yang
tidak memiliki penerbangan langsung (direct flight).
Sehingga dapat dikatakan ketertarikan wisatawan Malaysia
terhadap Kota Bandung sangat tinggi.
Kegiatan akan diselenggarakan selama 4 (empat) hari pada
tanggal 3 s.d 6 September 2025 di Kuala Lumpur, Malaysia
(termasuk perjalanan), dimana sesuai rekomendasi ASITA Jawa
Barat.
2. Maksud dan Pelaksanaan Pameran Luar Negeri Tahun 2025 memiliki
Tujuan
maksud untuk meningkatkan pemasaran budaya,
pariwisata dan ekonomi kreatif melalui kerja sama dan
kemitraan.
Adapun tujuan dari penyelenggaraan Pelaksanaan Pameran
Luar Negeri Tahun 2025 ini ialah,
1. Menyediakan ruang pemasaran bagi para mitra;
2. Menarik minat dan menjaga engagement wisatawan
mancanegara terhadap kepariwisataan Kota Bandung
khususnya dari Malaysia;
3. Memulihkan perekomian dari sektor kepariwisataan
melalui kegiatan pemasaran serta melalui peningkatan
jumlah kunjungan wisatawan.
3. Sasaran Sasaran kegiatan Pameran Luar Negeri 2025 – MATTA Fair adalah
pulih dan majunya budaya, pariwisata dan ekonomi kreatif Kota
Bandung.
Adapun sasaran penerima manfaat secara langsung dari
penyelenggaraan ini ialah travel agent, pengelola usaha jasa
pariwisata di Kota Bandung, destinasi serta wisatawan mancanegara
secara khusus, dan masyarakat Kota Bandung secara umum.