| 0031569585077000 | Rp 6,632,989,000 | |
CV Artajaya Konstruksi | 06*4**8****29**0 | - |
PT Wijoksono Jaya Sakti | 03*5**6****45**0 | - |
| 0712414432429000 | - | |
| 0318014214422000 | - | |
CV Prawira | 0743286973446000 | - |
| 0027232750432000 | - | |
| 0904095502443000 | - | |
PT Nusantara Baja Prima | 07*0**5****11**0 | - |
Mertanadi | 0012801551424000 | - |
| 0805591773438000 | - | |
| 0914537014444000 | - | |
Tulip Sembilan | 06*8**9****44**0 | - |
| 0020642963421000 | - | |
| 0028273274643000 | - | |
CV Batu Jaya | 02*1**4****22**0 | - |
| 0316610971406000 | - | |
CV Mandala Internusa Piling | 09*1**4****45**0 | - |
| 0027610997421000 | - | |
PT Saeti Beton Pracetak | 00*0**4****28**0 | - |
CV Lenteq Jaya | 04*7**2****15**0 | - |
Permata Emas Berlian | 06*7**1****48**0 | - |
Tatakarsa Kreasindo | 03*6**2****45**0 | - |
PT Indo Trans Konstruksi | 08*8**7****07**0 | - |
CV Mandawe | 00*8**1****15**0 | - |
CV Tunas Prima Darsa | 00*2**7****21**0 | - |
| 0961600400524000 | - | |
PT Semesta Loyal Pelita | 06*8**0****14**0 | - |
| 0809844020331000 | - |
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
METODE PELAKSANAAN
Berdasarkan spesifikasi teknis dan item pekerjaan yang akan dilaksanakan, sesuai dengan ketentuan dan
standar operasinal pelaksanaan pekerjaan Jembatan Roda Dua Cijeruk diantaranya sebagai berikut
1. PEKERJAAN UMUM
1.1. SURVEY LAPANGAN
1. PERSONIL
Personil ahli teknik memperlancar pelaksanaan pekerjaan sehingga diperoleh mutu, kinerja
dan dimensi sesuai yang dipesyaratkan. Pada awal pelaksanaan pekerjaan disertakan dalam
pelaksanaan survai lapangan dan menyiapkan laporan hasil survai lapangan untuk
menentukan kondisi fisik dan struktur existing lama dan fasilitas yang ada dilapangan.
2. PENGKAJIAN TERHADAP PERSIAPAN DAN GAMBAR
Mempelajari Gambar asli yang terdapat dalam Dokumen Kontrak dan Berkonsultasi dengan
Direksi pekerjaan sebelum pelaksanaan dimulai. Gambar diantisipasi terhadap perubahan
kecil pada alinyemen, ruas dan detail yang mungkin terjadi selama pekerjaan.
3. PENETAPAN TITIK PENGUKURAN
Memasang titik patok pelaksanaan yang menunjukan titik pondasi, garis ketinggian untuk
pekerjaan abutment, lantai, oprit, perkerasan, lebar bahu dan drainase saluran samping
sesuai penampang melintang dengan gambar standar yang disetujui direksi. dibawah
pengawasan Direksi
1.2. MOBILISASI DAN DEMOBILISASI
1. PEKERJAAN MOBILISASI DAN DEMOBILISASI
Mampu memobilisasi sumber daya manusia dan sumber daya Fasilitas peralatan.
Menyediakan lahan yang dapat digunakan sebagai kantor Lapangan tempat tinggal dan
gudang.
Halaman-1
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
2. MOBILISASI PERSONIL:
Mobilisasi semua staf dan pekerja yang diperlukan dalam pelaksanaan pekerjaan dan penyelesaian
pekerjaan dalam Kontrak.
3. MOBILISASI FASILITAS DAN PERALATAN;
Menyediakan sebidang lahan yang dipergunakan untuk Basecamp pelaksanaan pekerjaan disekitar
lokasi pekerjaan. Mobilisasi dan pemasangan peralatan sesuai dengan daftar peralatan yang
dibutuhkan Sesuai daftar yang tercantum dalam penawaran, dari suatu lokasi asal ketempat
pekerjaan dimana peralatan akan digunakan menurut Kontrak.
4. PROGRAM RENCANA MOBILISASI;
Dalam 7 hari setelah penandatangan kontrak,melaksanakan Rapat Pra Pelaksanaan ( Pre
Construction Meeting ) untuk membahas semua hal , baik teknik maupun non teknik. Dalam 14 hari
setelah rapat Pra Pelaksanaan ,menyerahkan Jadwal Pelaksanaan pekerjaan untuk disetujui Direksi
pekerjaan. Mobilisasi menetapkan waktu untuk semua kegiatan dan memberikan informasi tambahan
seperti : Lokasi Basecamp,jadwal pengiriman peralatan, detail struktur yang memerlukan kekuatan
agar aman untuk dilewati.
5. PROGRAM RENCANA DEMOBILISASI
Kegiatan Demobilisasi merupakan pembongkaran pada saat akhir kontrak termasuk pemindahan
Instalasi, peralatan dan perlengkapan perlengkapan dan pengembalian kondisi tempat kerja menjadi
menjadi kondisi semula sebelum pekerjaan dimulai.
2. TAHAPAN PEKERJAAN JEMBATAN
2.1. PEKERJAAN KONSTRUKSI JEMBATAN
Meliputi pekerjaan :
• Pekerjaan Stacking out.
• Pekerjaan Tanah.
• Pekerjaan Kisdam/ Conferdam.
• Galian struktur jembatan.
• Pekerjaan pondasi jembatan (pondasi dalam misalnya menggunakan tiang pancang, bored
pile, pondasi sumuran dll.)
• Pekerjaan abutmen jembatan.
• Penyediaan balok jembatan / girder jembatan/ rangka baja.
Halaman-2
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
• Pemasangan balok girder/ rangka baja (erection) diatas abutment dan pilar dengan terlebih
dahulu dipasang elastomeric bearing.
• Dilanjutkan dengan pemasangan diafragma tepi dan diafragma tengah diantara balok-balok
girder yang sudah terpasang.
• Pemasangan plat deck yang berfungsi subagai begisting (bawah) lantai jembatan.
• Pemasangan besi tulangan untuk lantai jembatan dan juga pemasangan pipa drainase
jembatan serta pemasangan pipa utilitas.
• Pengecoran Lantai jembatan menggunakan beton ready mix.
• Pekerjaan plat injak jembatan, plat injak jembatan dibuat dengan terlebih dahulu dipasang
lantai kerja dibawahnya.
2.2. PEKERJAAN OPRIT DAN DRAINASE JEMBATAN
Meliputi pekerjaan :
• Drainase jalan dibuat menggunakan konstruksi beton (Uditch dan Box culvert)
• Pekerjaan Akses jalan motor/ oprit jalan menggunakan pasangan kolom beton dan dinding
beton.
• Pemasangan patok guard post pasangan batu pengaman pada area jembatan.
• Penghamparan dan pemadatan timbunan pilihan / sirtu.
• Penghamparan dan pemadatan Lapis Pondasi Agregat Klas A.
• Pekerjaan perkerasan jalan beton.
2.3. PEKERJAAN PELENGKAP
Meliputi pekerjaan :
• Pekerjaan Loneng Jembatan dengan beton bertulang dan difinishing dengan melakukan
pengecatan.
• Pemasangan PJU sesuai spesifikasi (bila ada).
Halaman-3
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
3. STACKING OUT
Stacking out adalah kegiatan persiapan pelaksanaan konstruksi, yaitu pengukuran ulang
lapangan untuk memastikan besar perbedaan/perubahan titik poit dan elevasi antara rencana dengan
keadaan di lapangan.
4. PEKERJAAN KISDAM/ CONFFERDAM
Pembuatan Kisdam/Confferdam diperlukan agar pekerjaan pangkal jembatan dapat
dilaksanakan tanpa terganggu oleh air sungai, air tanah dan lonsoran tanah. Jenis kisdam/confferdam
antaralain batang kayu, karung diisi tanah atau pasir, pemasangan sheetpile baja (sementara sampai
pekerjaan abutment selesai).
5. PEKERJAAN TANAH GALIAN DAN TIMBUNAN
1. Uraian
• Pekerjaan galian mencakup penggalian struktur, penanganan galian sementara,
pembuangan atau penumpukan tanah.
• Pekerjaan diperuntukan untuk pembuatan galian sementara akses untuk pekerjaan
pondasi pancang, pekerjaaan galian struktur abutmen yang sesuai dengan Spesisifikasi
dan memenuhi garis,ketinggian dan penampang melintang yang ditunjuk dalam gambar
yang diperintahkan direksi pekerjaan.
2. Persyaratan
• Semua bahan galian dan galian batu yang dapat dipakai atau diperlukan dalam batas-
batas dan lingkup pekerjaan,yang memungkinkan dapat digunakan secara efektip untuk
pekerjaan timbunan atau penimbunan kembali.
• Setiap bahan galian yang melebihi kebutuhan timbunan,atau setiap bagian yang tidak
disetujui direksi pekerjaan untuk digunakan sebagai bahan timbunan,harus dibuang ,atau
diratakan pada lokasi lain sesuai perintah direksi.
• Sebelum pelaksanaan galian dimulai terlebih dahulu,menyerahkan kepada Direksi
pekerjaan, Gambar detail,penampang melintang yang menunjukan elevasi tanah asli
sebelum dilakukan pembersihan dan pembongkaran.
• Semua galian terbuka diberi rambu peringatan dan penghalang yang cukup untuk
mencegah pekerja atau orang lain terjatuh kedalamannya.
Halaman-4
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
3. Metode Pelaksanaan
• Penggalian dilakukan oleh alat mekanis Excavator dengan menggunakan alat bantu
(Pacul+Sekop+Keranjang) sesuai dengan gambar pelaksanaan.
• Pada tahap awal harus digali sedikit demi sedikit secara bertahap sesuai yang disetujui
direksi, sedangkan tahap akhir termasuk perbaikan dari kerusakan harus dilaksanakan
pada tahap akhir.
• Bahan Hasil galian diangkut menggunakan Dump Truck ke luar lokasi pada disposal yang
sudah ditentukan.
• Pekerja melakukan penggalian, penggalian harus dilakukan sebagaimana diperlukan
untuk kebutuhan pelaksanaan pekerjaan jembatan (pondasi dan abutment) disesuaikan
dengan kebutuhan lapangan dan kondisi lapangan.
• Pekerjaan timbunan meliputi pengadaan, pengangkutan, penghamparan dan pemadatan
tanah atau bahan berbutir yang disetujui Direksi pekerjaan, untuk penimbunan kembali
galian yang diperlukan untuk membentuk dimensi timbunan sesuai dengan garis,
kelandaian dan elevasi penampang melintang yang disyaratkan dalam
Kontrak/penawaran.
• Timbunan mencakup Timbunan Pilihan dengan alat berat dan dikerjakan sesuai
spesifikasi yang ditunjukan dalam gambar.
• Pemadatan timbunan tanah dilaksanakan hanya bilamana kadar air dalam rentang 3
% dibawah kadar air optimum sampai kadar air 1 % diatas kadar air optimum yang
didepenisikan sebagai kadar air pada kepadatan kering.
• Timbunan yang tidak dapat dicapai oleh alat pemadat Vibrator Roller 1-2 T,dihampar
dalam lapisan horizontal dengan tebal gembur tidak lebih dari 10 cm dan dipadatkan
dengan penumbuk loncat mekanik atau Timris( Temper ),atau dengan manual dengan
berat minimum 10 Kg.
• Bahan yang dikirim harus memenuhi persyaratan dan memiliki CBR Paling sedikit 10%
setelah 4 hari perendaman bila dipadatkan sampai 100 %.
Halaman-5
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
6. PEKERJAAN PONDASI TIANG PANCANG
Pondasi tiang pancang (pile foundation) adalah bagian dari struktur yang digunakan untuk
menerima dan mentransfer (menyalurkan) beban dari struktur atas ke tanah penunjang yang terletak
pada kedalaman tertentu Bagian bawah jembatan adalah bangunan yang berada dibagian bawah
jembatan yang berfungsi sebagai pemikul seluruh beban hidup seperti beban angin, kendaraan, dan
beban mati seperti beban gelagar, lantai kendaraan, dll pada jembatan.
Tujuan pondasi tiang pancang adalah:
• Untuk menyalurkan beban pondasi ke tanah keras.
• Untuk menahan beban vertical, lateral dan beban uplift.
Tiang pancang harus dirancang, dicor dan dirawat untuk memperoleh kekuatan yang diperlukan
sehingga tahan terhadap pengangkutan, penanganan, dan tekan akibat pemancangan tanpa
kerusakan.
1. Pembersihan Lahan.
Proses pembersihan lahan ini dilakukan agar pada saat pengerjaan pemancangan, pohon- pohon
atau tumbuhan yang berada di sekitar titik pemacangan tidak mengganggu proses pemancangan.
2. Penentuan Titik-Titik Yang Akan Dipancang.
Penentuan titik-titik yang akan dipancang ini harus menggunakan alat ukur sesuai dengan gambar
konstruksi yang telah ditentukan oleh perencana. Jika sudah fix titik mana yang akan dipancang,
maka pada saat itu pelaksanaan pekerjaan tiang pancang sudah bisa dilakukan.
3. Mobilisasi Tiang Pancang.
Mobilisasi Tiang Pancang adalah proses perjalanan tiang pancang dari lokasi awal ke tujuan akhir
dengan menggunakan kendaraan mobil tronton.
4. Penurunan Tiang Pancang
Setelah tiang pancang sampai ke lokasi lokasi tujuan, tiang pancang tersebut segera diturunkan
agar supaya menghemat waktu. Penurunan tiang pancang menggunakan alat excavator dan
diletakan dilokasi yang terdekat agar supaya pada proses pemancangan nanti pengambilan tiang
pancang mudah atau dekat untuk diambil.
Tiang pancang akan disusun di sekitaran lokasi pemancangan. Tiang pancang harus disusun
seperti piramida dan dialasi dengan kayu 5/10. Penyusunan dikelompokan sesuai dengan type,
diameter atau dimensi yang sama.
5. Pemancangan
Pemancangan dilakukan mengikuti koordinat yang telah ditetapkan, yaitu terlebih dahulu dilakukan
di titik P1. Alat pancang akan di tempatkan di titik-titik pemancangan.
Halaman-6
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
1) Pemancangan akan di mulai di titik P1 dengan mengangkat atau mengambil tiang pancang
berukuran 6 m (Bottom).
2) Tiang pancang akan diletakan di dekat alat pancang menggunakan excavator dengan bagian
kepala tiang pancang menghadap alat pancang agar lebih mudah pada saat memasukan
kepala tiang pancang ke bantalan/topi.
3) Tiang pancang diikat dengan tali yang terhubung dengan Leader ditarik dan tiang pancang akan
membentuk sudut agar lebih mudah di masuk ke dalam bantalan/topi.
4) Setelah tiang pancang dimasukan kedalam bantalan/topi posisi tiang pancang harus sejajar
dengan leader.
5) Selanjutnya tiang pancang akan ditempatkan di titik pemancangan di bantu oleh pekerja yang
mengarahkan tiang pancang ke titik-titik pemancangan.
6) Setelah tiang pancang berada di titik yang akan di pancang maka pengait akan menarik
hammer dan akan ada petugas yang melepaskan hammer dengan ketinggian tertentu secara
manual dengan menggunakan tali yang terhubung ke pengait.
7) Pemancangan dimulai.
8) Tiang pancang bottom akan di pancang terlebih dahulu yang panjangnya 6 m dan tidak boleh
di pancang seluruhnya ke dalam tanah, karena akan di lakukan penyambungan tiang pancang
upper, jadi harus di sisakan ± 1 m agar dapat di lakukan pengelasan.
9) Setelah pemancangan bottom telah selesai maka proses selanjutnya adalah mengambil atau
mengangkat tiang pancang upper yang panjangnya 6 m.
10) Proses pengangkatan tiang pancang upper sama dengan proses pengangkatan tiang pancang
bottom.
11) Kepala tiang pancang upper juga harus masuk atau berada di dalam topi / bantalan tiang
pancang.
12) Tiang pancang upper harus sejajar dengan ladder.
13) Setelah tiang pancang upper tegak lurus dengan ladder, tiang pancang upper harus sejajar
dengan tiang pancang bottom yang telah di sisakan agar dapat di lakukan penyambungan.
14) Proses pengelasan tiang pancang bottom dan tiang pancang upper harus sejajar maka
di perlukan pekerja yang akan berkomunikasi dengan operator alat pemancang agar dapat di
arahkan, setelah tiang pancan bottom dan upper benar- benar sejajar maka baru proses
pengalasan baru bisa dilakukan
15) Proses pengelasan dilaksanakan mengunakan mesin las, dan kawat las, pertama di lakukan
pembersihan di kedua ujung tiang pancang yang akan di lakukan penyambungan. Ujung bawah
Halaman-7
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
bagian tiang pancang upper akan di dudukan di atas kepala tiang pancang bottom sehingga
sisi- sisi pelat sambung kedua tiang pancang berhimpit dan menempel sehingga dapat
dilakukan proses pengelasan.
16) Setelah proses pengelasan telah selesai maka proses pemancangan di mulai kembali
17) Selanjutnya dilakukan proses kalendring.
Kalendring tes ini digunakan pada pekerjaan pemancangan tiang pancang baik itu beton
maupun pipa baja, tujuan tes kalendring ini untuk mangetahui daya dukung tanah secara
empiris melalui perhitungan yang dihasilkan oleh proses pemukulan tiang pancang.
Pelaksanaan kalendring ini pertama menyiapkan spidol, kertas milimeter blok, selotip, dan kayu
pengarah agar spidol tetap pada posisinya
18) Saat kalendring ditentukan, pemancangan akan dihentikan untuk sementara. Kertas milimeter
blok akan di pasang ke tiang pancang menggunakan selotip. Selanjutnya menyiapkan
spidol yang di tumpu pada kayu kemudian menempelkan ujung spidol pada kertas milimeter
blok.
19) Pemancangan di mulai kembali. Satu orang akan melakukan kalendring dan satu orang
akan mengawasi serta menghitung jumlah pukulan. Setelah 10 pukulan kertas milimeter akan
di ambil. Tahap ini dilakukan 2 – 3 kali agar memperoleh grafik yang bagus.
20) Jika proses pemancangan telah sampai ke kedelaman yang di rencanakan maka proses
pemancangan akan dihentikan dan dilanjutkan ke titik pemancangan berikutnya.
21) Selanjutnya dilakukan proses pemancangan pada titik-titik selanjutnya sampai pada titik
terakhir, proses pemancangan di titik-titik selanjutnya prosesnya sama dengan proses
pemancangan pada titik pertama.
7. PEKERJAAN ABUTMENT JEMBATAN
7.1. PEKERJAAN BAJA TULANGAN
1. Uraian
• Pekerjaan mencakup pengadaan, pembengkokan dan pemasangan baja tulangan
(coated) sesuai Spesifikasi dan Gambar atau sebagaimana disyaratkan Direksi
pekerjaan.
• Toleransi untuk Fabrikasi sesuai dengan yang disyaratkan Direksi.
• Pekerjaan Baja Tulangan dipasang sedemikian sehingga selimut beton menutup bagian
luar baja tulangan.
Halaman-8
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
2. Metode Pelaksanaan
• Bahan yang akan dipergunakan harus mendapat persetujuan dari pihak direksi
mengenai ukuran diameter bahan yang akan dipakai.
• Setelah mendapat persetujuan dari pihak direksi, penyedia jasa harus menyerahkan
daftar ukuran dan mutu baja tulangan.
• Bahan yang dipergunakan harus disimpan ditempat yang tidak menyebabkan
distorsi, kontaminasi, korosi atau kerusakan dan tidak mengganggu pekerjaan.
• Baja WF dan Tulangan dibersihkan sesaat sebelum pemasangan agar terbebas
dari kotoran, lumpur, karat dan kerak, percikan adukan yang dapat mengurangi
kelekatan dengan beton.
• Tulangan ditempatkan akurat sesuai dengan gambar dan dengan kebutuhan selimut
beton seperti yang disyaratkan direksi.
• Bila perlu pembengkokan dilakukan dengan mempergunakan mesin pembengkok
untuk menghasilkan hasil yang sesuai dengan gambar rencana.
• Erection baja menggunakan Crane dan alat berat.
• Penyambungan Baja WF menggunakan Baut dan Las.
• Setelah penyusunan sesuai dengan gambar kemudian diikat sekencang mungkin
dengan menggunakan kawat beton sehingga susunan tulangan tidak bergeser pada
saat dilakukan pengecoran, dan tulangan pembagi atau pengikat (Stirrup) terhadap
tulangan baja tarik utama tidak diperbolehkan dengan cara dilas.
• Seluruh susunan harus dalam keadaan tanpa sambungan atau jika ditunjukkan lain
dalam gambar adanya penyambungan antara batang tulangan maka harus
mendapat persetujuan dari pihak direksi.
7.2. PEKERJAAN BETON
1. Uraian
• Pekerjaan yang disyaratkan mencakup pelaksanaan seluruh struktur beton
bertulang, beton tanpa tulang, beton prategang, beton pracetak dan beton untuk
struktur baja dan Komposit sesuai dengan spesifikasi dan Gambar Rencana yang
disetujui direksi.
Halaman-9
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
• Beton bisa didatangkan dari CMP atau dibuat secara manual dilokasi pekerjaan
• Mutu beton harus sesuai dengan spesifikasi teknis.
2. Metode Pelaksanaan
• Material bahan beton f’c 30 dan f’c 20 harus dilakukan pengujian di laboratorium.
• Sebelum pengiriman material untuk campuran beton f’c 30 dan f’c 20 harus diadakan
pengujian dan hasil pengujian campuran dituangkan kedalam Mix Design.
• Persiapan harus dilakukan pada saat pengecoran dimana acuan beton ( bekisting )
telah dipersiapkan sesuai dengan gambar rencana
• Acuan beton (Bekisting) dalam keadaan kuat supaya tidak terjadi struktur yang
berubah adri gambar rencana dan bekisting diberi landasan plastik supaya campuran
beton f’c 30 dan f’c 20 tidak menjadi rusak pada saat pembongkaran dan air semen
dalam kandungan campuran beton f’c 30 dan f’c 20 dalam keadaan utuh dan tidak
berkurang yang akan mengakibatkan pengurangan kualitas beton.
• Setelah acuan beton ( Bekisting ) telah dinyatakan siap, maka baja tulangan yang
telah dipabrikasi dan dirancang sesuai dengan gambar dapat diletaakan kedalam
acuan beton.
• Sebelum pengecoran dilakukan terlebih dahulu diadakan pengetesan untuk menguji
kekentalan material beton, maka diadakan test Slump dimana Slump ( kekentalan )
yang disyratkan dan mix design antara kurang lebih + - 2 cm dari slump optimum.
• Selain Test Slump maka setiap pengecoran di buat sample dalam bentuk test
• kubus atau silinder untuk pengujian kuat tekan beton.
• Material beton di cor merata ke lahan yang telah siap dengan dibantu alat concrette
vibrator untuk penyebaran dan pemadatan material beton.
• Pekerja dengan alat bantu mistar perata, meratakan material beton yang telah di cor
disesuaikan dengan ketebalan acuan beton yang telah ditentukan, setelah dianggap
rata kemudian di cek kembali dengan menggunakan mistar ukur untuk mengukur
kerataan dan kelandaianhasil pengecoran.
• Untuk menghasilkan karakteristik beton yang sesuai dengan Mix Design maka
dilakukan penyiran/perndaman dengan air, dan selama proses perendaman tidak
diperkenankan lalu lintas melewati lokasi perendaman.
• Acuan beton ( Bekisting ) dapat dibongkar secara hati - hati setelah beton mengalami
Halaman-10
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
pengerasan agar tidak merusak permukaan beton.
• Setelah beton mencapai umur minimal 14 hari dan telah diipastikan keras dengan
persetujuan pihak direksi dapat dilalui lalu lintas.
8. PEKERJAAN BANGUNAN ATAS JEMBATAN
1. Uraian
• Pekerjaan mencakup pengadaan, erection (setting) dan pemasangan rangka baja
sesuai Spesifikasi dan Gambar atau sebagaimana disyaratkan Direksi pekerjaan.
• Toleransi untuk Fabrikasi sesuai dengan yang disyaratkan Direksi.
2. Metode Pelaksanaan
• Bahan yang akan dipergunakan harus mendapat persetujuan dari pihak direksi
mengenai bahan dan rencana yang akan dikerjakan diluar lokasi (pabrikasi).
• Setelah mendapat persetujuan dari pihak direksi, penyedia jasa harus menyerahkan
daftar ukuran, unit item rangka, jumlah dan mutu baja.
• Bahan yang dipergunakan harus disimpan ditempat yang tidak menyebabkan
distorsi, kontaminasi, korosi atau kerusakan dan tidak mengganggu pekerjaan.
• Rangka baja dan aksesoris lainnya dibersihkan sesaat sebelum pemasangan agar
terbebas dari kotoran, lumpur, karat dan kerak, percikan adukan yang dapat
mengurangi kelekatan dengan beton.
• Rangkaian rangka baja dan aksesoris ditempatkan akurat sesuai dengan gambar dan
dengan kebutuhan seperti yang disyaratkan direksi.
• Erection baja menggunakan Crane dan alat berat.
• Penyambungan Rangka Baja menggunakan Baut.
9. PEKERJAAN OPRIT JEMBATAN
• Pekerjaan mencakup:
- Pekerjaan Drainase Udith, Box Culvert, dan box control.
- Pekerjaan kolom dan dinding beton.
- Pekerjaan Timbunan Pilihan, LPA Kls A, Perkerasan Jalan Beton.
Halaman-11
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
10. PEKERJAAN PASANGAN BATU
1. Uraian
• Pekerjaan mencakup, pembuatan struktur yang ditunjukan dalam gambar atau diperintah
direksi pekerjaan meliputi, pemasokan semua bahan, galian,penyiapan pondasi dan
seluruh pekerjaan yang diperlukan untuk menyelesaikan struktur sesuai dengan
Spesifikasi.
• Batu harus bersih, keras tanpa ada yang tipis,batu harus dibentuk untuk menghilangkan
bagioan yang tipis atau lemah.Batu harus rata,lancip atau lonjong dan dapat ditempatkan
saling mengunci bila dipasang bersama-sama. Dan mempunyai ketebalan antara 15
cm,lebar satu setengah kali tebal dan panjang satu setengah kali lebar.
2. Metode Pelaksanaan
• Setelah pekerjaan galian untuk pondasi selesai dan atas persetujuan pihak direksi
kemudian dilakukan pekerjaan bouwplank dan pengukuran ulang.
• Bahan yang Digunakan harus memenuhi persyaratan/Spesifikasi yang telah ditentukan
dan telah di uji di laboratorium.
• Batu: tidak terdapat kotoran/harus bersih, tidak mudah rapuh, tidak berbentuk bulat dan
harus di bentuk agar dalam pemasangan saling mengunci Permukaan yang rata dan
memiliki ketebalan tidak kurang dari 15 Cm dan lebar tidak kurang dari setengah tebal
batu serta panjang tidak kurang dari satu setengah tebalnya.
• Pasir: Tidak tercampur dengan tanah, dapat mengikat dalam campuran/atau mortar.
• Sebelum pemasangan Batu dibersihkan dan dibasahi sampai rata ke seluruh
permukaannya agar adanya penyerapan air.
• Dasar pada pondasi yang akan dipasang batu harus dijaga agar tetap kering, jika terjadi
genagan air maka dipersiapkan water pump untuk membuang air genangan yang tidak
dapat dibuang dengan alat bantu biasa dan hasil galian tetap dalam keadaan kering.
• Setelah Lahan Pekerjaan Siap material Semen, pasir, dan air dicampur dan diaduk
menjadi Mortar dengan menggunakan Concrette Mixer.
• Adukan disebarkan merata sebagai landasan untuk penempatan batu dengan ketebalan
minimal 3 Cm sebelum pemasangan batu lapis pertama.
• Setelah adukan disebarkan rata untuk penempatan batu pada lapisan pertama maka
dipilih batu besar sebagai dasar dari pasangan.
Halaman-12
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
• Tebal Adukan (Spesi) antara batu harus rata dan memiliki antara 2 Cm - 5 Cm supaya
rongga antara batu yang terpasang terisi dan padat agar mendapat kekerasan maksimal
dan tidak terdapat adnya lobang keropos.
• Dinding antara pasangan batu harus dipasang sulingan dan lubang sulingan ditempatkan
tidak kurang dari 2 m' dan berdiameter minimal 50 mm.
• Pekerjaan harus dimulai dari dasar lereng menuju ke atas dengan permukaan harus
segera diselesaikan setelah pengerasan awal dari adukan dengan cara menyapu dengan
sapu yang kaku.
• Lereng yang bersebalahan dengan bahu jalan harus dipangkas dan dirapihkan untuk
memperoleh bidang antara muka yang rapat dan halus dengan pasangan batu.
• Bilamana pekerjaan pasangan batu yang dihasilkan cukup kuat dan dalam waktu yang
tidak lebih dari 14 hari setelah pekerjaan pasangan selesai dikerjakan, penimbunan
kembali harus dilaksanakan seperti yang disyaratkan.
• Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan (termasuk Siaran dan plesteran).
11. PEKERJAAN LPA DAN PEKERJAAN PERKERASAN BETON
1. Uraian.
• Pekerjaan meliputi pengadaan, pemasokan, pengangkutan, penghamparan,
pembasahan dan pemadatan Agregat Kelas A dan Kelas B diatas permukaan yang telah
disiapkan dan telah diterima direksi pekerjaan yang disyaratkan.Lapis Pondasi Agregat
meliputi Lapisan Pondasi bawah dan Lapisan Pondasi Atas.
• Elevasi permukaan lapis akhir sesuai dengan gambar Rencana dengan toleransi untuk
Lapisan Agregat tidak kurang dari 1 cm dari Lapisan permukaan.
• Permukaan Lapis Agregat disiapkan sebagai lapis pondasi atau pelaburan Permukaan,
• Penyimpangan maksimum kerataan permukaan diukur dengan mistar lurus sepanjang 3
m Sejajar atau melintang sumbu jalan maksimum satu centimeter.
• Fraksi Agregat Kasar ( tertahan pada ayakan 4,75 mm) terdiri dari partikel yang keras.
• Agregat kasar berasal dari batu kali 65 % mempunyai paling sedikit satu bidang pecah.
• Fraksi Agregat Halus ( lolos ayakan 4,75 mm) terdiri dari partikel pasir atau batu pecah
halus.
Halaman-13
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
2. Metode Pelaksanaan
• Lapisan Pondasi Agregat dihampar pada lapis perkerasan yang disiapkan.Setiap lapis
dihampar dengan merata agar menghasilkan tebal yang disyaratkan.
• Lapis Pondasi tebal padatmaksimum tidak melebihi 10 cm kecuali diperintahkan direksi
pekerjaan.
• Sebelum pengiriman dilakukan, maka sample material Lapis Pondasi Klas A harus
diperiksa di laboratorium untuk mendapat kelayakan material tersebut dan harus
mendapatkan persetujuan dari hasil pengujian laboratorium.
• Dump Truck mengangkut material lapis pondasi Agregat dari Quarry ke lokasi pekerjaan
dan ditempatkan pada lokasi yang memerlukan bahan Lapis Pondasi Agreggat
disesuaikan dengan kebutuhan masing - masing lokasi.
• Bahan lapis pondasi Aggregat dihamparkan dan dibentuk secara mekanis menggunakan
alat Motor grader, dibantu dengan menggunakan alat bantu dan metode yang tidak
menyebabkan segregasi pada partikel yang kasar dan partikel halus, bahan lapis pondasi
aggregat klas A yang mengalami segregasi harus diperbaiki dahulu atau dibuang dan
diganti dengan bahan yang bergradasi baik dimana penghamparan dilakukan dalam
keadaan cuaca baik ( tidak hujan ).
• Pelaksanaan pemadatan/penggilasan harus dimulai dari sepanjang tepi bergerak sedikit
demi sedikit ke arah sumbu jalan dalam arah memanjang jalan pada bagian jalan yang
bersuperelevasi penggilasan/pemadatan dimulai dari bagian yang rendah dan bergerak
sedikit demi sedikit ke bagian yang lebih tinggi, pemadatan harus dilanjutkan sampai
seluruh bekas roda mesin gilas hilang dan lapisan pondasi aggregat mendapatkan tingkat
kepadatan yang merata.
• Setelah Pemadatan dan penggilasan selesai, maka hasil pemadatan tersebut harus
dilakukan pengujian kendali mutu agar hasil pemadatan tersebut dapat terukur hasilnya.
• Pengujian yang dilakukan adalah test Sand Cone dimana kepadatan yang disyartakan
adalah harus minimal 100 % dari kepadatan kering maksimum modified.
Halaman-14
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
12. PEKERJAAN LANDASAN ELASTOMER
• Pekerjaan dilakukan setelah Pekerjaan Struktur pondasi bawah jembatan dan Abutment,
dikerjakan.
• Penempatan Landasan Elastomer Neophere berfungsi sebagai landasan gelagar baik
gelagar baja WF.
• landasan elastomer dipasang pada setiap tumpuan Gelagar induk Jembatan.
• landasan dipasang dengan ketebalan sesuai spesifikasi teknis dan sesuai spek pabrikasi.
• Landasan Elastomer dipasang sedemikian rupa agar tidak membuat pergeseran terhadap
Gelagar Jembatan.
• Penyelesaian dan perapihan setelah pemasangan.
13. PEKERJAAN SANDARAN RAILING
Metode Pelaksanaan
• Pekerjaan dilakukan setelah Pekerjaan Struktur bawah jembatan, Abutment, dan struktur
atas selesai dikerjakan.
• Sebelum Penempatan Besi Galvanis dibuat Rangka pembesian ( Railling ) sebagai
dudukan Besi Galvanis.
• Rangka pembesian dipasang di pinggir lantai jembatan dengan adanya kaitan (stek)
kelantai jembatan.
• Setelah Rangka dipasang dan sesuai dengan gambar kemudian dibuat bekisting
sesuai dengan tinggi dan gambar rencana.
• Setelah Bekisting terpasang kemudian di lubangi sebesar diameter Besi galvanis dan
kebutuhan sesuai yang tertera dalam gambar rencana.
• Penempatan Besi Galvanis lurus dan kokoh.
• Setelah Disetujui oleh pihak pengawas dan sesuai gambar rencana kemudian
dimasukan cor beton ke dalam bekisting.
• Setelah beberapa hari dan cor beton mengeras, bekisting di buka dan beton di
rapihkan dengan semen.
• Finishing setelah pemasangan.
Halaman-15
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
14. PEKERJAAN DRAINASE UDITCH ( 60 x 80 cm ) DAN BOX CULVERT ( 100 x 100 cm)
1. Tahap Persiapan
• Pengukuran Longitudinal, Pengukuran ini berfungsi untuk mencari trase saluran.
• Pengukuran Cross Section, Pengukuran ini berfungsi untuk mencari elevasi saluran.
• Menentukan lokasi untuk meletakkan material, peralatan, ruang pekerja dan lain
sebagainya.
• Materian U Ditch dan Box yang berukuran besar dan dalam jumlah yang banyak akan
sangat memakan tempat. Sehingga perlu mengaturnya dengan baik agar
mempermudah proses pengerjaan dan tidak mengganggu lalu lintas.
2. Tahap Penggalian Area Saluran U Ditch dan Box
• Setelah semua persiapan selesai dilakukan, tahap berikutnya yaitu memulai proses
penggalian area saluran U Ditch dan Box.
• Proses penggalian dilakukan menggunakan alat berat seperti excavator dengan sistem
penggalian trimming slope. Sistem trimming slope yaitu menggali atau menambah
tepian tanggul timbunan agar mencapai desain elevasi.
• Penggalian harus dilakukan sesuai dengan hasil perencanaan dan pengukuran yang
telah dilakukan sebelumnya.
• Jika penggalian dilakukan tanpa menyesuaikan elevasi lahan, maka bisa menyebabkan
adanya penampungan air pada saluran drainase nantinya. Penampungan tersebut juga
bisa menyebabkan drainase tersumbat jika terjadi tumpukan sampah secara terus
menerus.
3. Tahap Pemasangan U Ditch dan Box
• Tahap pemasangan saluran U Ditch dan Box dilakukan secara manual menggunakan
alat berat seperti excavator ataupun crane.
• Alat berat yang digunakan bisa Anda sesuaikan dengan kebutuhan atau sesuai dengan
berat betonnya.
• Selain kemampuan alat beratnya, pastikan juga bahwa akses menuju lokasi konstruksi
bisa dilakukan alat berat tersebut.
• Setelah U Ditch dan box dimasukkan ke dalam lubang galian, pertemuan antar beton
Halaman-16
DPUTR KABUPATEN BANDUNG
Metode Pelaksanaan
Pembangunan Jembatan Roda Dua Cijeruk
U Ditch atau Box harus disambung agar tetap sejajar.
• Sambungan dilakukan dengan cara pengelasan palt penyambung, kemudian
dilanjutkan dengan di nat menggunakan semen.
4. Tahap Pengurugan dan Pemadatan
• Tahap terakhir proses pemasangan saluran U Ditch dan Box yaitu pengurugan dan
juga pemadatan area.
• Setelah semua material sudah terpadang dan sambungan juga sudah selesai
dilakukan, maka ruang yang terdapat di sisi kanan dan kirinya harus diurug.
• Pengurugan ini memanfaatkan tanah galian yang diambil di lokasi tersebut pada tahap
sebelumnya. Pada saat melakukan pemadatan, dan harus berhati-hati agar saluran U
Ditch dan Box yang sudah terpasang tidak bergeser.
15. LOKASI DISPOSAL
Lahan terbuka yang dijadikan tempat untuk menimbun material sementara pada pelaksanaan ditempatkan di setengah
badan jalan inspeksi yang kemudian akan dingkut dan di buang dari are pekerjaan.
Proses kegiatan galian/pengerukan terbuka dilakukan penggalian material tanah oleh alat gali muat dan alat angkut.
Proses penggalian dan pemuatan material tanah dilakukan oleh alat gali muat dan pengangkutan material tanah ke
disposal dilakukan oleh alat angkut. Disposal merupakan lokasi yang dirancang dan direncanakan untuk menampung
material tanah.
Halaman-17
DPUTR KABUPATEN BANDUNG