Lingkup Pekerjaan Pengembangan Pakan Mandiri
Tahun Anggaran 2025
Budidaya ikan hias berkembang di Kabupaten Bandung seiring dengan
semakin luasnya alih fungsi lahan budidaya ikan di Kabupaten Bandung. Selain
pengurangan luas lahan, penurunan kualitas dan kuantitas air menjadi pemicu
beralihnya budidaya ikan konsumsi (mas, nila, lele) menjadi budidaya ikan hias
yang tidak terlalu memerlukan lahan luas. Budidaya ikan hias tidak memerlukan
lahan yang luas dan biaya produksi tinggi karena budidaya ikan hias secara
intensif dapat dilakukan di kolam terpal pekarangan rumah atau di akuarium.
Pada Tahun 2024 tercatat ada 106 RTP ikan hias yang tersebar di 15
kecamatan yaitu Pacet, Banjaran, Baleendah, Katapang, Bojongsoang, Cikancung,
CIparay, Ibun, Paseh, Rancabali, Rancaekek, Pangalengan, Soreang, Arjasari dan
Pasirjambu. Total luas lahan 8.736 m2 dengan komoditas Lobster Air Tawar,
Corydoras, Koi, Impun Hias (Live Bearer), Galaxy dan ikan hias lainnya Capaian
produksi ikan hias pada Tahun 2024 adalah 5.800.624 ekor, meningkat 4,80% dari
capaian produksi Tahun 2024 (5.535.370 ekor).
Salah satu kendala dalam pengembangan usaha budidaya ikan hias adalah
biaya atau input produksi yang tinggi untuk penyediaan media atau sarana yang
layak secara teknis seperti wadah pemeliharaan atau pemijahan induk, wadah
pendederan serta peralatan penunjang lainnya. Untuk mendorong pengembangan
usaha dan pencapaian target produksi ikan hias di kelompok, maka Bidang
Perikanan Budidaya DISPAKAN memberi bantuan hibah sarana prasarana
berupa stimulan pengembangan pakan mandiri sebanyak 2 paket untuk 2
kelompok pakan mandiri di Kecamatan Cileunyi Dan Ciparay.
Keluaran Pengadaan Pakan Mandiri Tahun Anggaran 2025 adalah :
a) Tersedianya Pengadaan Pengembangan Pakan Mandiri sesuai jenis dan
Spesifikasi barang yang telah di tetapkan;
b) Meningkatnya kapasitas produksi usaha perikanan, khususnya pada segmen
pengembangan pakan mandiri.