RINCIAN PEKERJAAN
RUANG LINGKUP
Lingkup Kegiatan : Kerangka Acuan Kerja dan data yang tersedia pada proses
pengadaan Konsultan survai Kondisi jalan selanjutnya merupakan
acuan Konsultan dalam melaksanakan kegiatan perencanaan
teknik.
a. Lingkup pekerjaan yang harus ditangani konsultan dapat
dikelompokkan dalam kegiatan kegiatan sebagai berikut :
Survei Lapangan yang meliputi :
Survei Data Tltik Referensi (DTR / STR / DRP).
Survei lnventarisasi Jalan (SIJ / RNI).
Survei Kondisi Jalan (SKJ). / Secara Visual
o Survei Kondisi (SDI)
o Survei Kekasaran (RNI)
Survai Dokumentasi.
Survai Video.
Survei Jalur Tracking (GPS / extention-gpx)
Survei menentukan Kelas Jalan
b. Survei Lapangan yang meliputi :
Analisa Data dan Pemasukan Data serta Dokumentasi
Analisis dan pemasukan data hasil survei Jalan
Kabupaten dengan menggunakan Metode Bina Marga,
Analisis Excel Yang Telah Menjadikan Ketetapan
Kementerian pekerjaan Umum Dan perumahan
Rakyat, yang dilakukan di Kantor Dinas PUTR
Kabupaten Bandung.
c. Pelaporan
Konsultan wajib memberikan jasa jasanya semaksimal
mungkin pada setiap tahapan proses pelaksanaan
pekerjaan ini. dengan maksud agar hasilnya dapat
dipertanggung jawabkan guna pemilihan program
penanganan.
Metodologi : Metodologi pelaksanaan layanan jasa konsultansi Survai Kondisi
jalan ini merupakan kerangka dasar dalam penyusunan program
kerja secara terperinci khususnya dalam teknis pelaksanaan
pekerjaan Survei kondisi jalan yang didasarkan atas pendekatan
umum, teknis. administrasi dan pendekatan professional.
sehingga tujuan dan sasaran pekerjaan Survey Kondisi Jalan
teknik dapat tercapai secara maksimal dan memuaskan.
1. Pendekatan umum.
Pendekatan umum yaitu merupakan proses koordinasi
dengan instansi atau lembaga terkait di semua tingkatan.
Dengan maksud agar implementasi dan pelaksanaan
pekerjaan perencanaan di lapangan dapat berjalan lancer
tanpa ada hambatan dan kesalahpahaman yang diakibatkan
kurangnya koordinasi, informasi dan komunikasi dari pihak
pihak yang terkait, Sebelum pekerjaan inspeksi kondisi jalan
dilaksanakan. perlu adanya koordinasi dan pemberian
informasi baik secara formal maupun informal. Khususnya
perlu ditekankan kepada personil-personil yang akan
melakukan inspeksi kondisi jalan.
2. Pendekatan Teknis.
Pendekatan teknis ini menunjukkan pengetahuan,
pemahaman dan penguasaan materi oleh konsultan
mengenai aspek teknis yang terkait dengan pelaksanaan
pekerjaan survei Kondisi Jalan di Kabupaten Bandung. Jadi
ukuran dasar dari keberhasilan pelaksanaan pekerjaan
antara lain adalah menyangkut ketelitian dan keakuratan
data hasil survei Kondisi Jalan di Kabupaten Bandung.
Sehingga nantinya rekorrendasi penanganan suatu ruas jalan
dapat sesuai dengan kondisi jalan tersebut.
3. Pendekatan Administrasi.
Pendekatan administrasi disini adalah merupakan catatan
mengenai jalannya pelaksanaan pekerjaan survei Kondisi
Jalan di Kabupaten Bandung yang meliputi administrasi teknik
dan pelaporan.
Pendekatan administrasi yaitu merupakan penerapan prinsip
ke administrasian, seperti sistem pelaporan yang jelas dan
berjenjang serta menggunakan format-format standart yang
sudah ada dan sudah biasa dipakai di lingkungan Ditjen
Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat dan
di Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten
Bandung, atau format-format sederhana namun informatif
sehingga mudah di mengerti oleh para pelaksana di lapangan
maupun penerima laporan dan sebagainya.
4. Pendekatan Profesional.
Pendekatan professional merupakan pendekatan dari fungsi
pekerjaan survei Kondisi Ja!an itu sendiri, yaitu antara lain
adalah pergendalian pelaksanaan kegiatan survei Kondsi
Jalan di Kabupaten Bandung, yang bertujuan agar pekerjaan
dapat dilaksanakan secara cepat. tepat, praktis. efektif dan
efisien sehingga sasaran. Target dan keberhasilan pekerjaan
benar-benar dapat tercapai. selanjutnya pembentukan dan
pengaturan organisasi dan tata kerja personil untuk
pelaksanaan Survei Kondisi Jalan di Kabupaten Bandung.
seperti program kerja ,Jumlah personil dan jadwal waktu
mobilisasi dan lain sebagainya.
Dalam pelalaksanaan Survei Kondisi Jatan di Kabupaten Bandung
ini konsultan harus mengacu Norma, Standar. Pedoman. Manual
Petunjuk Teknis dan Peraturan yang digunakan / dikeluarkan di
lingkurgan Ditjen Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan
Rakyat serta Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang Kabupaten
Bandung Yang relevan dengan item-item pekerjaan yang sesuai
dan dapat diaplikasikan dalam kegiatan survei.
Pelaksanaan survei pengumpulan data jalan harus berpedoman
pada peraturan tata cara survey untuk masing masing jenis
survei, yaitu :
1. Survey Data Titik Referensi (DTR / STR / DRV).
Dilaksanakan sesuai Buku Panduan Survei Data Titik
Referensi dan Penomoran Ruas Jatan, Departemen
Pekerjaan Umum Dan Perumahan Rakyat, Direktorat
Jenderal Prasarana Wilayah (Bina Marga) - 1999.
2. Survey Inventarisasi Jalan (SIJ / RNI).
Dilaksanakan sesuai Buku "Panduan Survei, Kondsi Jalan",
Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal
Prasarana Wilayah (Bina Marga) - 28 Juli 1998.
3. Survei Kondisi Jalan (SKJ).
Dilaksanakan sesuai Buku "Panduan Survei, Kondsi Jalan",
Departemen Pekerjaan Umum, Direktorat Jenderal
Prasarana Wilayah (Bina Marga) - 28 Juli 1998.
4. Survei Dokumentasi
Dilaksanakan sesuai dengan Intruksi Kementerian Pekerjaan
Umum Dan Perumahan Rakyat pengambilan dokumentasi
per 100 m’ sampai dengan per 200 m’.
5. Survei Tracking Jalan (GPS)
Dilaksanakan sesuai Intruksi Kementerian Pekerjaan Umum
Dan Perumahan Rakyat dan beradasarkan Perpres No. 9
Tahun 2016, tentang kebijakan Satu peta (Satu Referensi
geospasial, satu st andar, satu basis data dan satu geoportal),
yang dikelola oleh PUSDATIN Kementrian Pekerjaan Umum
Dan Perumahan Rakyat.
6. Survey Kelas Jalan
- Inventaris jalan (identifikasi ruas, batas, koordinat).
- Pengukuran geometri (lebar lajur, bahu, drainase,
radius tikungan, kemiringan jalan).
- Pengukuran topografi sederhana (profil
longditudinal & beberapa cross-section kritis).
- Pemeriksaan kondisi permukaan (Pavement
Condition Index / PCI atau skoring kerusakan:
retak, lubang, deformasi).
- Pengukuran struktural (opsional): defleksi FWD
atau rut depth / profilometri.
- Pengumpulan data lalu lintas: AADT/volume
harian, klasifikasi kendaraan, persentase sumbu,
kecepatan rata-rata.
- Pengamatan drainage & prasarana samping
(saluran, gorong-gorong, jembatan kecil).
- Inventaris fasilitas jalan (rambu, marka, guardrail,
penerangan).
- Pemantauan kondisi tanah di tepi jalan & bahu
(untuk penentuan perbaikan tebing/bahu).
- Pemetaan utilitas & hambatan (jika relevan).
- Lokasi kegiatan hanya untuk ruas jalan
menghubungkan ke daerah perkotaan atau jalan
dengan status yang lebih tinggi (Nasional /
Provinsi).
Kerangka Acuan Kerja ini selanjutnya merupakan acuan
Konsultan dalam melaksanakan Pekerjan Survei Kondisi Jalan.
Pelaksanaan kegiatan Survei Kondisi Jalan / lntergrated Road
Management System (IRMS) yang di generate menjadi Provicial
Kabupaten Road Management System (PKRMS) tersebut dapat
dibagi dalam beberapa tahapan proses yaitu :
a. Tahap Persiapan dan Pengumpulan Data Literatur.
b. Tahap Survai Penyelidikan Lapangan / Pengumpulan Data
Sekunder.
c. Tahap survai Lapangan.
d. Pemasukan Analisis Data dan Dokumentasi;
e. Pelaporan.
Sedangkan rencana pelaksanaan survey jalan yaitu meliputi :
a. DTR + SIJ + SKJ + Dokumentasi + Dokumentasi +
Tracking Jalur + Data Lain ( Masukan Lain-Lain ).