| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0838600625907000 | Rp 492,063,006 | - | |
| 0015124084907000 | Rp 494,338,858 | - | |
CV Barakarsa Ekatama Jaya | 02*7**3****07**0 | Rp 492,915,894 | Berdasarkan Dokumen Pemilihan Nomor 027/ 9.10.02/TU/ PokjaVI/BPBJ/2024 tanggal 20 Juni 2024, sesuai IKP 28.12 huruf e) Rencana Keselamatan Konstruksi (RKK) memenuhi persyaratan sebagaimana tercantum dalam LDP. Evaluasi dokumen RKK dilakukan dengan ketentuan: (2) Peserta dinyatakan memenuhi elemen Perencanaan Keselamatan Konstruksi apabila menyampaikan tabel B.1 Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang, serta tabel B.2 Rencana tindakan (sasaran khusus & program khusus) yang memenuhi ketentuan: (a) Kolom uraian pekerjaan dan identifikasi bahaya diisi sesuai yang disyaratkan dalam LDP. Dokumen RKK CV. BARAKARSA EKATAMA JAYA pada identifikasi bahaya tidak melampirkan Table B.1 Identifikasi bahaya, Penilaian risiko, Pengendalian dan Peluang sesuai dengan LDP, sehingga tidak memenuhi persyaratan dan penawaran CV. BARAKARSA EKATAMA JAYA dinyatakan GUGUR |
| 0821323789629000 | Rp 480,328,035 | Berdasarkan Dokumen Pemilihan nomor 027/ 9.10.02/TU /PokjaVI/BPBJ/2024 tanggal 20 Juni 2024 pada IKP 29.12. Pokja Pemilihan menetapkan persyaratan kualifikasi sebagaimana dimaksud pada ketentuan 29.11 dalam LDK yang terdiri atas : a. Persyaratan kepemilikan perizinan berusaha di bidang Jasa Konstruksi. Kemudian pada Lembar Data Kualifikasi (LDK) 2. Peserta yang berbadan usaha harus memiliki perizinan berusaha di bidang Jasa Konstruksi, berupa : a) Memiliki Nomor lnduk Berusaha (NIB) KBLI 41016 dan Sertifikat Standar terverifikasi (untuk Badan Usaha yang memiliki SBU KBLI 2020); b) Dalam hal Sertifikat Standar sebagaimana dimaksud pada huruf a) belum terverifikasi, peserta menyampaikan NIB, Sertifikat Standar belum terverifikasi dan TANGKAPAN LAYAR LAMAN OSS YANG MENCANTUMKAN BAHWA SERTIFIKAT STANDAR SEDANG MENUNGGU VERIFIKASI, dalam unggahan persyaratan kualifikasi. Penawaran CV. WIDYA BHAKTI menyampaikan TANGKAPAN LAYAR LAMAN OSS YANG MENCANTUMKAN BAHWA SERTIFIKAT STANDAR BELUM TERVERIFIKASI sehingga tidak sesuai dengan persyaratan dan penawaran CV. WIDYA BHAKTI dinyatakan GUGUR. | |
CV Wahyu Alam | 04*6**3****07**0 | Rp 464,050,056 | Berdasarkan Dokumen Pemilihan nomor : 027/ 9.10.02 /TU/PokjaVI/BPBJ/2024 tanggal 20 Juni 2024 pada IKP 28.12. Evaluasi Teknis, huruf d. Apabila dalam evaluasi teknis terdapat hal-hal yang tidak jelas atau meragukan, Pokja Pemilihan melakukan klarifikasi dengan peserta/pihak lain yang berwenang. Dalam klarifikasi, peserta tidak diperkenankan mengubah substansi penawaran; dan huruf e. Dalam hal klarifikasi dilakukan kepada peserta, peserta yang tidak hadir atau tidak memberikan tanggapan atas permintaan klarifkasi, maka menggugurkan penawaran. Sesuai Surat Undangan Klarifikasi Administrasi, Kualifikasi, Teknis, dan Harga yang dikirim pada tanggal 2 Juli 2024 pukul 9:00 melalui SPSE, CV WAHYU ALAM tidak hadir dan tidak memberikan tanggapan atas permintaan klarifikasi sampai dengan batas waktu klarifikasi dalam surat undangan, sehingga penawaran CV. WAHYU ALAM dinyatakan GUGUR. |
| 0962457495907000 | - | - | |
| 0016632770907000 | - | - | |
PT Mega Mesari Group | 05*4**2****03**0 | - | - |
| 0019142934906000 | - | - | |
| 0024264525907000 | - | - | |
| 0210644696907000 | - | - | |
| 0022173561903000 | - | - | |
| 0019948173907000 | - | - | |
| 0023531825907000 | - | - | |
| 0022182240907000 | - | - | |
CV Watu Wesi Raya | 03*7**6****07**0 | - | - |
URAIAN PEKERJAAN
LAB KOMPUTER :
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
1.1. Pembuatan Papan Nama Proyek
Papan Nama Proyek menggunahan bahan multiplek tebal 9 mm dilapisi
dengan banner plastic berwarna putih berisi tulisan Hasil printing , yang
disangga kayu usuk 5/7 dengan tinggi minimal 1.5 meter. Papan Nama
Proyek menjelaskan identitas pekerjaan, nomor kontrak, nilai kontrak,
jangka waktu pelaksanaan, nama Penyedia Jasa, nama Konsultan
Pengawas dan dibagian atas diisi Logo Pemerintah Kabupaten Bangli dan
Nama Kantor Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga Kabupaten Bangli.
.
1.2. Pengukuran dan Pemasangan Bowplank .
Segala Pekerjaan ini dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa.
Penyedia Jasawajib menyediakan alat keselamatan kerja, seperti Kotak
P3K beserta kelengkapanya.
Ukuran-ukuran pokok dan ukuran tinggi (elevasi) telah ditetapkan dalam
gambar rencana.
Jika terdapat perbedaan antara gambar-gambar utama dengan gambar-
gambar perincian maka yang mengikat adalah ukuran-ukuran pada gambar
utama atau ditanyakan pada Perencana Teknis.
Penetapan ukuran dan sudut siku-siku tetap dijaga dan antara lain dengan
mempergunakan alat-alat Waterpass dan Theodolith atau berpedoman
pada bangunan yang telah ada.
Perlengkapan Peralatan Perancah kerja agar dipersiapkan lebih awal
sebelum memulai proses Pekerjaan.
Pengukuran
Pekerjaan Persiapan meliputi pekerjaan papan nama yang diukur dalam
satuan buah, pekerjaan pengukuran dan pasangan bowplank diukur dalam
satuan meter Pekerjaan tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume
aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Persiapan akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk galian selokan drainase dan saluran air,
untuk semua formasi penyiapan pondasi selokan yang dilapisi dan semua
pekerjaan Iain atau biaya Iainnya yang diperlukan atau biasanya diperlukan
untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti yang
diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
I PEKERJAAN
PERSIAPAN
1 Pengukuran dan
pemasangan 1 m’
Meter
Bouwplank
2 1 Unit papan nama
pekerjaan menggunakan
multiplex 9 mm, tiang Unit
kayu 5/7, printing
banner plastik
3 Pekerjaan
pembongkaran bangunan Lumsum
lama
Peralatan:
Dump Truk
Teodolit
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
I PEKERJAAN
PERSIAPAN
Terkena peralatan kerja 4
1 Pengukuran dan
pemasangan 1 m’
Bouwplank
1 Buah papan Terkena peralatan kerja 4
2
nama pekerjaan
menggunakan
multiplex 9 mm,
tiang kayu 5/7,
printing banner
plastik
Pekerjaan Terkena peralatan kerja 4
3
pembongkaran
bangunan lama
2. PEKERJAAN TANAH
Meliputi:
Menggali 1 m3 tanah biasa sedalam 1 m
Pengurugan kembali 1 m3 galian tanah
Pengurugan 1 m3 dengan pasir urug
Pengurugan 1 m3 dengan sirtu padat
2.1. Menggali 1 m3 tanah biasa sedalam 1 m
Sebelum melakukan pekerjaan galian tanah, Panitia Pelaksana wajib
mengadakan check bersama Pengawas Lapangan pekerjaan atas peil awal
permukaan tanah.
2.2. Pengurugan kembali 1 m3 galian tanah
Pertama ialah menyiapkan tenaga kerja, bahan dan peralatan yang akan
digunakan selama pengerjaan ini berlangsung. Jumlah, jenis dan kualitas yang
disiapkan akan selalu merujuk terhadap spesifikasi teknik yang
dipersyaratkan. Melakukan urugan kembali pada lokasi yang sudah ditentukan
dengan mengerjakan pemadatan dan memakai alat yang ditentukan.
2.3. Mengurug pasir urug
Urugan pasir padat ini biasanya dilakukan pada pekerjaan pondasi, lantai
keramik atau pekerjaan-pekerjaan bangunan yang berhubungan langsung
dengan tanah.
2.4. Pengurugan 1 m3 dengan sirtu padat
Tuang timbunan tanah di lokasi yang ingin dipadatkan, Siram timbunan tanah
dengan air untuk memudahkan pemadatan, Tumbuk timbunan tanah berkali-kali
menggunakan alat pemadat manual, lakukan secara merata ke seluruh
permukaan tanah, Gunakan mesin pemadatan tanah seperti stamper, atau alat
berat lainnya sesuai keperluan dan Lakukan tes kepadatan tanah sesuai
spesifikasi yang ditetapkan, pastikan tidak ada yang tingkat kepadatannya
kurang. Untuk mendapatkan kualitas urugan pasir yang baik, maka perlu diikuti
langkah-lanngkah sebagai berikut , disertai contoh perhitungan kebutuhan
bahan, tenaga kerja dan waktu pelaksanaan :
Pada dasar galian pondasi diberi urugan pasir padat setebal 5 cm padat.
Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol
ketebalan dari pasir tersebut
Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata
Pengurugan pasir ini pekerjakan berbarengan dengan lantai kerja pondasi
Pengukuran
Pekerjaan Tanah meliputi pekerjaan Menggali 1 m3 tanah cadas sedalam 1 m,
Pengurugan kembali 1 m3 galian tanah yang diukur dalam satuan meter
persegi dan pekerjaan Pengurugan 1 m3 dengan pasir urug, Pengurugan 1 m3
dengan sirtu padat diukur dalam satuan meter kubik. Pekerjaan tersebut diukur
untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang dipindahkan dan
disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Tanah akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Menggali 1 m3 tanah cadas sedalam 1
m, Pengurugan kembali 1 m3 galian tanah, Pengurugan 1 m3 dengan pasir
urug dan Pengurugan 1 m3 dengan sirtu padat atau biaya Iainnya yang
diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang
sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
II PEKERJAAN TANAH
1 Penggalian 1 m3 tanah
biasa sedalam s.d. 1 m' Meter Kubik
2 Pengurugan kembali 1
Meter Kubik
m3 galian tanah
3 Pengurugan 1 m3
Meter kubik
dengan pasir urug
4 Pengurugan 1 m3
Meter kubik
dengan sirtu padat
Peralatan:
Dump Truk
Stamper
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
II PEKERJAAN
TANAH
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
1 Penggalian 1 m3
material galian tanah
tanah biasa
sedalam s.d. 1 m'
Pengurugan Terkena peralatan kerja tertimbun 4
2
kembali 1 m3 material
galian tanah
Pengurugan 1 m3 Terkena peralatan kerja tertimbun 4
3
dengan pasir urug material
Pengurugan 1 m3 Terkena peralatan kerja tertimbun 4
4
dengan sirtu padat material
3. PEKERJAAN PONDASI
Pemasangan 1 m3 pondasi batu belah campuran 1SP : 5 PP
Setelah pas. Batu kosong dikerjakan, selanjutnya pas. Batu belah Batu belah
dipasangang dengan campuran semen pasir 1SP : 5 Pp Campuran semen dan
pasir harus ditakar kemudian diaduk sampai merata sebelum dicampur dengan
air. Batu belah yang digunakan adalah batu belah dipasang saling berkait dan
tidak boleh ada rongga-ronggayang tidak berisi spesi. Jarak pasangan batu satu
dengan batu yang lain saling bersinggungan Setelah selesai pemasangan batu
semua acuan dicabut dari lubang pondasi dan pekerjaan urugan kembali dapat
dilaksanakan. Sebelum berumur 2 hari pekerjaan pondasi tidak boleh diijak atau
dibebani dengan pekerjaan lainyang dapat mengakibatkan keretakan pada
pasangan pondasi. Pasangan pondasi disiram dengan air untuk mencegah
pengeringan terlalu cepat oleh sinar matahari.
Pengukuran
Pekerjaan Pondasi meliputi Pemasangan 1 m3 pondasi batu belah campuran
1SP : 5 PP yang diukur dalam satuan meter kubik. Pekerjaan tersebut diukur
untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang dipindahkan dan
disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Tanah akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Pemasangan 1 m3 pondasi batu belah
campuran 1SP : 5 PP atau biaya Iainnya yang diperlukan atau biasanya
diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti
yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
III PEKERJAAN PONDASI
1 Pemasangan 1 m3
pondasi batu belah
Meter Kubik
campuran 1SP : 5 PP
Peralatan:
Concrete Mixer
Dump Truk
Pickup
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
III PEKERJAAN
PONDASI
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
1 Pemasangan 1
material pondasi, batu, pasir
m3 pondasi batu
semen
belah campuran
1SP : 5 PP
4. PEKERJAAN PASANGAN DINDING
Pekerjaan Dinding meliputi :
Memasang 1M² dinding Batako, campuran spesi 1SP : 4PP
Pemasangan 1 m2 plesteran 1SP : 6PP tebal 15mm
Pemasangan 1 m2 acian
4.1. Memasang 1M² dinding Batako, campuran spesi 1SP : 4PP
Spesifikasi Bahan
Pemasangan batako merupakan pekerjaan yang perlu mendapatkan perhatian
terutama pada pekerjaan pasangan batako yang ditujukan untuk pembuatan
dinding. Dalam pemasangannya , disamping kerapian pekerjaan harus
diperhatikan dari segi kekuatan , kelurusan pasangan, ketegakan dan pengaruh
kesikuan terhadap ruangan dan yang perlu diperhatikan juga adalah keamanan
sewaktu pemasangan dan juga keefesienan pemakaian material. Untuk
mendapatkan hasil maksimal terhadap hal tersebut beberapa faktor yang harus
diperhatikan saat pelaksanaan pekerjaan pasangan batakoadalah sebagai berikut
a. Semua batako yang digunakan harus dari mutu klas I, padat, keras, benar
ukurannya, mempunyai ujung persegi dan harus sesuai dengan gambar kerja.
b. Semua batako yang dipergunakan sebaiknya berasal dari satu tempat. Bata
merah yang akan digunakan dengan ukuran yang mendapat persetujuan
Konsultan Pengawas dan Direksi.
c. Bahan-bahan seperti pasir, semen dan air adukan pasangan batako mengikuti
ketentuan peraturan pekerjaan beton
Pelaksanaan pemasangan batako :
Batako yang dipakai harus batako utuh yang tanpa cacat, kecuali pada
sudut-sudut pertemuan dapat dipakai batu bata potongan dengan ukuran
yang semestinya.
Bila dalam pasangan terdapat bata cacat bata ini harus diganti atas beban
pelaksana.
Semua sambungan antar batako harus terisi penuh oleh adukan dengan
jarak siar yang seragam.
Jarak siar batu batako rata - rata 12,5 mm dengan toleransi 2,5 mm.
Dalam 1 hari pasangan Batako tidak boleh lebih tinggi dari 1 m.
Pengakhiran pasangan itu harus dibuat bertangga menurun dan tidak
bergigi untuk untuk menghindari retak kemudian hari.
Pasangan batako diatas kusen atau bidang terbuka lainnya harus dipasang
berdiri ( Pasangan Rolag ).
Baik tertera dalam gambar atau tidak, tembok bata harus diperkuat dengan
kolom atau ring beton praktis pada luas paling besar 12 m2 atau paling jauh
setiap jarak 4 m1.
Pada tempat yang akan terdapat rangka kayu atau Kusen, Pasangan bata
hendaknya ditinggalkan sampai kusen tersebut terpasang dengan baik.
Semua angker - angker kusen dan lain - lain harus ditunjukkan dulu kepada
Konsultan Pengawas dan Direksi sebelum pekerjaan dilanjutkan. Alur-alur
tersebut harus diisi penuh dengan adukan dan angker - angker ditanam
dengan beton campuran 1 SP : 2 Psr : 3 Krk didalam tembok.
Semua pasangan harus rapi, rata, baik horisontal maupun vertikal.
Penjepitan dengan benang harus dilakukan tiap-tiap jarak tidak lebih dari 30
cm. Semua pertemuan agak lurus harus benar-benar bersudut 90 derajat.
Semua pasangan harus dilindungi dari sinar matahari langsung dan
pasangan baru harus selalu dibasahi selama 3 hari dengan karung basah,
atau alat pembasah lainnya.
Pasangan dinding batako yang tegak lurus ke atas, tidak melengkung
secara vertikal maupun horizontal.
Susunan batako yang saling menyangga, garis nat secara vertikal tidak
bersambung, melainkan terputus-putus (seperti metode pasangan bata).
Garis nat terjaga, kemiringan dinging terjaga dan tetap datar.
4.2. Pemasangan 1 m2 plesteran 1SP : 6PP tebal 15mm
a. Kualitas Bahan
Pasir yang digunakan adalah pasir pasang yang berasal dari sungai/kali
atau dari daerah quarry.
Pelaksanaan pekerjaan Plesteran harus mendapat hasil yang baik dan
sempurna, dalam artian bidang permukaannya harus betul-betul rata,
tidak bergelombang, tegak lurus dan padat.
Jika hasil plesteran menunjukkan hasil yang tidak memuaskan maka
bagian atau seluruhnya plesteran itu harus dibongkar untuk diulang/
diperbaiki kembali atas tanggungan Penyedia Jasa.
b. Teknis/ cara pemasangan.
Permukaan dinding batu batakoyang akan diplester, disiram sebelumnya
dengan air sampai jenuh, barulah pek. Plesteran dapat dilaksanakan. Tebal
plesteran dinding batakotidak boleh kurang dari 1.5 cm dengan campuran 1
sp : 6 pp seperti yang telah ditentukan.
c. Waktu Pelaksanaan
Pekerjaan plesteran dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule yang
direncanakan
4.3. Pemasangan 1 m2 acian
Pekerjaan acian dilaksanakan setelah pekerjaan Plesteran pada bidang
dinding tersebut selesai dikerjakan dengan umur pelesteren 7 hari.
Ketebalan acian harus merata berkisar 2-3 mm. permukaan acian harus
merata, halus dan tidak retak-retak. Acian dinding luar menggunakan acian
semen, Acian dinding dalam bisa menggukan campuran mill dan semen
dengan campuran
Gunakan jidar aluminium untuk meratakan acian
Acian dirapikan dan dihaluskan dengan kasut kecil secara merata sehingga
permukaan dinding merata.
Pekerjaan Acian dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule yang
direncanakan.
Pengukuran
Pekerjaan Dinding meliputi Memasang 1M² dinding Batako, campuran spesi
1PC : 4PP, Pemasangan 1 m2 plesteran 1SP : 6PP tebal 15mm dan
Pemasangan 1 m2 acian yang diukur dalam satuan meter persegi. Pekerjaan
tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang
dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Pasangan Dinding akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per
satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Memasang 1M² dinding Batako,
campuran spesi 1SP : 4PP, Pemasangan 1 m2 plesteran 1SP : 6PP tebal
15mm dan Pemasangan 1 m2 acian atau biaya Iainnya yang diperlukan atau
biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana
mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
IV PEKERJAAN
PASANGAN DINDING
1 Memasang 1M² dinding
Batako, campuran spesi
Meter Persegi
1SP : 4PP
2 Pemasangan 1 m2
plesteran 1SP : 6PP tebal
Meter Persegi
15mm
3 Pemasangan 1 m2 acian
Meter Persegi
Peralatan:
Concrete Mixer
Dump truk
Pickup
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
IV PEKERJAAN
PASANGAN
DINDING
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
1 Memasang 1M²
material batako, semen, pasir,
dinding Batako,
campuran mortar
campuran spesi
1PC : 4PP
Pemasangan 1 Terkena peralatan kerja 4
2
m2 plesteran 1SP
: 6PP tebal 15mm
Pemasangan 1 Terkena peralatan kerja 4
3
m2 acian
5. PEKERJAAN BETON
Lingkup pekerjaan beton adalah semua struktur bangunan yang terbuat dari
beton bertulang maupun tidak bertulang, seperti : beton sloof, beton kolom, beton
ring balok dan yang lainnya yang termuat dalam gambar rencana. Panitia
Pelaksanawajib mengerjakan pekerjaan beton yang disebutkan dalam gambar
kerja atau gambar rencana.
4.1.Umum.
a. Pekerjaan yang disyaratkan dalam pasal ini harus mencakup semua
pembuatan struktur beton, termasuk tulangan dan struktur komposif
sesuai dengan persyaratan dan sesuai dengan garis, elevasi,
ketinggian dan dimensi yang ditunjukkan dalam gambar serta
sebagaimana diperlukan oleh Perencana.
b. Mutu beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian dari
pekerjaan struktur beton adalah Beton Mutu fc' 21 MPa, slump
(100±25) mm, agregat maksimal 19 mm secara Manual Syarat
dari SKSNI T-15-1991-03 harus diterapkan sepenuhnya pada semua
pek. Beton yang dilaksanakan dalam kontrak ini, kecuali bila terdapat
pertentangan dengan syarat dalam spesifikasi ini, dalam hal ini syarat
dari spesifikasi ini harus dipakai.
5.2.Semen.
a. Semen yang dipakai adalah type 1 semen portland Tiga Roda yang
mendapat persetujuan Dereksi dan memenuhi SKSNI-1991, SNI, SII.
b. Selama pengangkutan atau penyimpanan, semen tidak boleh kena air
dan kantongnya harus asli dari pabrik, dan tetap utuh atau tertutup rapi.
c. Semen yang sudah membeku, tidak layak atau tidak dibenarkan dipakai
dalam pekerjaan ini.
d. Semen disimpan pada tempat yang beralaskan dari kayu yang tingginya
tidak kurang dari 30 cm dari permukaan lantai.
e. Semen tidak boleh ditumpuk lebih dari 2.00 meter.
f. Pengeluaran semen dari tempat penyimpanan berurutan sesuai dengan
kedatangan semen di tempat penyimpanan semen.
5.3.Pasir dan kerikil beton.
a. Pasir dari pasir alam (sungai) sedangkan kerikil beton dari alam maupun
hasil mesin pecahan batu (stone crusher) dan harus bersih dari kotoran
seperti bahan organis, lumpur, tanah, kapur, garam dan sebagainya,
tidak porus dan sesuai dengan SKSNI-1991.
b. Bahan pengisi (pasir dan kerikil) harus disimpan pada tempat yang
bersih dan dicegah agar tidak terjadi pencampuran antara bahan yang
satu dengan yang lain dan terllindungi dari pengotoran.
c. Krikil yang digunakan adalah jenis batu pecah ukuran 1-2 cm
5.4.Besi Beton.
a. Mutu besi beton yang digunakan adalah :
Mutu besi tulang beton untuk diameter Besi polos adalah BJ.Tp 280
Mutu besi tulang beton untuk diameter Besi Ulir adalah BJ.Ts 350
b. Semua besi yang dipakai diatas harus mempunyai sertifikat dari
produsen atau pabrik. Ketentuan toleransi ukuran besi
disesuaikandengan standar SII atau SNI.
c. Jika besi yang didatangkan ke lokasi tidak sesuai dengan yang
dicantumkan dalam sertifikat atau diragukan, perencana pekerjaan
berhak kepada Panitia Pelaksanauntuk melakukan pengujian terhadap
besi tersebut.semua hasil pengujian menjadi tanggungan Penyedia
Jasa. Bila hasil pengujian tidak sesuai dengan sertifikat, maka
perencana berhak menolak semua besi tersebut.
d. Membengkokkan dan meluruskan besi beton harus dengan keadaan
dingin, sesuai dengan aturan yang berlaku.panjang penyaluran dan
panjang pengangkeran pada bagian-bagian konstruksi disesuaikan
dengan gambar kerja atau menurut SKSNI-1991.
e. Besi beton harus bebas dari kotoran,karat, minyak, cat dan kotoran
lainnya yang dapat mengurangi daya lekat semen atau dapat
menurunkan mutu besi beton.
f. Besi beton harus dipotong atau dibengkokkan yang sesuai pada gambar
kerja. Kemudian dibentuk dan dipasang sedemikian rupa sehingga pada
waktu dan selama pengecoran tidak berubah bentuk.
g. Kawat beton yang digunakan harus lazim di pakai, sehingga dapat
mengikat besi tetap pada tempatnya. Untuk dapat besi beton yang
diinginkan, dapat digunakan besi beton dari produk yang ditunjuk oleh
perencana.
h. Besi beton disimpan agar tidak menyentuh tanah dan jangan disimpan
dialam terbuka dalam jangka waktu yang lama.
5.5. Cetakan beton/ bekisting.
a. Bahan
Cetakan untuk beton/ begisting (formwork), harus dibuat dari
playwood yang tebalnya minimal 9 mm. Rangka penguat
cetakan minimal terbuat dari kayu kelas kuat III dan dipasang
sedemikian rupa sehingga cukup kuat untuk menahan
tekanan beban beton.
Bahan penyangga (steger) harus terbuat dari bamboo, usuk
kayu kelas III/uksuk albesia
b. Konstruksi
Cetakan dibuat dan disanggah sedemikian rupa sehingga
dapat mencegah getaran yang merusak. Tidak berubah
bentuk selama pengecoran berlangsung dan sebelum beton
mulai padat.
Cetakan dibuat sedemikian rupa supaya mempermudah dan
tidak membuat beton rusak selama pengecoran berlangsung.
Kayu steger (penyangga) dibuat sedemikian rupa agar dapat
menahan baban yang dipikul.
Steger penyangga struktur beton menggunakan skapolding
yang dikombinasikan dengan balok kayu dan usuk kayu
c. Pelapis cetakan
Untuk mempermudah membuka begisting beton, dapat
digunakan pelumas begisting yang telah disetujui oleh
Perencana.
Minyak pelumas baik yang bekas mau pun baru tidak
dibenarkan digunakan untuk bahan pelapis cetakan.
d. Pengadukan beton
Pencampuran bahan-bahan penyusun beton dilakukan agar
diperoleh suatu komposisi yang solid dari bahan-bahan penyusun
bedasarkan rencana penyusun beton. Secara umum pengadukan
beton dengan mesin concrete mixer. Ketentuan waktu atau sama
dengan 1 m3 adalah 1.5 menit atau menurut petujuk perencana.
Selama proses pengadukan, kekentalan campuran beton harus
diawasi terus dengan cara memeriksa nilai slump yang
disesuaikan dengan jarak pengangkukan.
Adukan beton ’site mixing’ (setempat). Dilakukan untuk
pengecoran beton untuk pasangan pondasi batu kali,
Pengadukan Campuran beton menggunakan concrete mixer
dengan kapasitas minimal 300 liter .Kecepatan aduk sesuai
dengan rekomendasi pabrik pembuatnya.
e. Beton dekking
Beton dekking/ ganjal 1 pc : 3 ps harus dibuat terlebih dahulu,
sebelum pekerjaan beton kontruksi di mulai. Cetakan setelab
2 cm berukuran 4x4 cm atau sesuai dengan yang disyaratkan
dan dilengkapi dengan kawat pengikatnya.
Sesudah padat dan kering dari udara, beton dekking direndam
dalam air.
Untuk beton balok dan kolom dipasang 10 buah untuk setiap
1 m2. dengan ketebalan 3 cm, dan untuk beton plat dipasang
beton dekking dengan ketebalan 2 cm sebanyak 5 buah untuk
setiap 1 m2.
Selain beton dekking untuk balok yang mempunyai 2 baris
atau lebih tulangan, harus diberi ganjalan dengan besi beton
yang diameternya sama dengan tulangan rangkap. Ganjalan
ini dipasang pada bagian samping dan bawah balok sebanyak
3 buah untuk setiap 1 m2..
5.6. Pengecoran beton
Sebelum adukan beton dituangkan, semua cetakan harus di
bersih kan dari kotoran seperti serbuk gregaji, minyak, tanah dan
kotoran lainnya. Kemudian cetakan tersebut dibasahi dengan air
yang secukupnya, namun tidak ada air yang tergenang dalam
cetakan tersebut.
Pengecoran baru bisa dimulai setelah mendapat persetujuan dari
Perencana. Apabila pengecoran beton dilakukan tanpa ada
persetujuan Perencana, maka kerugian akibat pembongkaran
yang terjadi akan menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa.
Adukan harus homogen atau dengan warna yang merata dan
harus dicorkan dalam waktu 1 jam setelah pencampuran air
dimulai.
Pengecoran suatu unit pekerjaan beton harus dilaksanakan terus
menerus sampai selesai dengna tanpa berhenti, kecuali tanpa
ada persetujuan Perencana. Tidak dibenarkan mengecor beton
pada saat hujan, kecuali ada pengamanan langsung dari
Penyedia Jasa, terutama untuk melanjutkan unit pekerjaan yang
mendapat persetujuan langsung dari Perencana. Alam hal ini
Panitia Pelaksanaharus berupaya agar beton yang baru di cor
tidak rusak oleh kena air hujan.
Adukan beton harus diangkut dengan sedemikian rupa, sehingga
dapat mencegah adanya pemisahan atau pengurangan terhadap
bagian-bagian bahan. Adukan tidak boleh dijatuhkan lebihdari
ketinggian 2 meter.
Apabila terjadi pertemuan beton yang sudah dicor, bidang
pertemuan harus dibersihkan atau disemprot dengan air,
kemudian disikat sampai agregat kasar kelihatan dan selanjutnya
disiram dengan campuran semen yang kental dan ditambah
dengan addtive, merata keseluruh permukaan yang akan
disambung.
5.7. Perlindungan beton
Agar beton terlindung dari cuaca, beton harus dibasahi secara terus
menerus selama 14 hari setelah pengecoran dengan menutup jerami/
karung basah.
Semua permukaan beton yang terbuka dijaga agar tetap basah sekurang-
sekurangnya selama 4 hari setelah pengecoran, dengan cara
menyemprot atau mengenangi dengan air pada permukaan beton
tersebut, terutama pada pagi/ sore hari atau juga cuaca pada saat teduh.
Beton harus terlindungi dari pengrusakan secara mekanis/ pengeringan
sebelum waktunya.
Waktu yang diperlukan untuk melakukan pembongkaran bekisting untuk
beton kolom minimal 2 hari, beton balok, plat lantai minimal 21 hari, beton
kantilever minimal 28 hari
Bahan hasil bongkaran tidak dipergunakan untuk pekerjaan lain, kecuali
sudah mendapat persetujuan dari pengawas lapangan
5.8. Cacat pada beton
Hal yang dimagsud cacat pada beton adalah sebagai berikut: Konstruksi
beton yang amat keropos.Konstruksi beton yang tidak sesuai dengan
rencana. Konstruksi beton yang terdapat adanya benda-benda yang
dilarang ada pada konstruksi beton.
Apabila hal ini terjadi, Perencana berhak untuk tidak menerima pekerjaan
beton tersebut dan Panitia Pelaksanaharus segera memperbaiki sesuai
dengan petujuk Perencana.
Penggunaan alat bantu pekerjaan yang sangat membebani struktur harus
mendapat persetujuan dari Perencana dan kotraktor harus memperbaiki
beton yang rusak akibat penggunaan alat bantu tersebut.
Hasil yang diharapkan pada cor beton tidak ada yang menyimpang dari
toleransi yang diijinkan, karena tidak ada perbaikan beton dengan
plesteran.
Pengukuran
Pekerjaan Beton meliputi Pekerjaan beton Sloof, beton kolom, dan beton ring
yang diukur dalam satuan meter kubik. Pekerjaan tersebut diukur untuk
pembayaran sebagai volume aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh
Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Beton akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan pengukuran
untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan ditunjukkan dalam Daftar
Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut harus merupakan
kompensasi penuh untuk penyediaan semua pekerja, perkakas dan peralatan untuk
Pekerjaan beton Sloof, beton kolom, dan beton ring atau biaya Iainnya yang
diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang
sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
V PEKERJAAN BETON
1 Pekerjaan beton Sloof
Membuat 1 m3 Beton
- Mutu fc' 21 MPa, slump
(100±25) mm, agregat Meter Kubik
maksimal 19 mm secara
Manual
- Pembesian dengan besi
Kilo Gram
polos atau besi ulir
- Memasang bekisting
Meter persegi
2xpakai
2 Pekerjaan beton kolom
Membuat 1 m3 Beton
- Mutu fc' 21 MPa, slump
(100±25) mm, agregat Meter Kubik
maksimal 19 mm secara
Manual
- Pembesian dengan besi
Kilo Gram
polos atau besi ulir
- Memasang bekisting
Meter persegi
2xpakai
3 Pekerjaan beton ring
balok
Membuat 1 m3 Beton
Meter Kubik
- Mutu fc' 21 MPa, slump
(100±25) mm, agregat
maksimal 19 mm secara
Manual
- Pembesian dengan besi
Kilo Gram
polos atau besi ulir
- Memasang bekisting
Meter persegi
2xpakai
Peralatan:
Dump Truk
Mesin Molen
Pickup
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
V PEKERJAAN
BETON
4
1 Pekerjaan beton
Sloof
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
2 Membuat 1 m3
material beton, pasir koral semen
Beton Mutu fc' 21
MPa, slump
(100±25) mm,
agregat maksimal
19 mm secara
Manual
Pembesian Terkena peralatan kerja tertimpa 4
3
dengan besi polos material besi beton
atau besi ulir
Memasang Terkena peralatan kerja tertimpa 4
bekisting 2xpakai material, kayu bekisting
Pekerjaan beton
kolom
Membuat 1 m3 Terkena peralatan kerja tertimpa 4
Beton Mutu fc' material beton, pasir koral semen
21 MPa, slump
(100±25) mm,
agregat maksimal
19 mm secara
Manual
Pembesian Terkena peralatan kerja tertimpa 4
dengan besi polos material besi beton
atau besi ulir
Memasang Terkena peralatan kerja tertimpa 4
bekisting 2xpakai material, kayu bekisting
Pekerjaan beton
ring balok
Membuat 1 m3 Terkena peralatan kerja tertimpa 4
Beton Mutu fc' material beton, pasir koral semen
21 MPa, slump
(100±25) mm,
agregat maksimal
19 mm secara
Manual
Pembesian Terkena peralatan kerja tertimpa 4
dengan besi polos material besi beton
atau besi ulir
Memasang Terkena peralatan kerja tertimpa 4
bekisting 2xpakai material, kayu bekisting
6.PEKERJAAN KAYU
6.1. Spesifikasi Bahan
Pekerjaan kayu meliputi:
Pembuatan dan pemasangan 1 m3 kusen pintu dan kusen jendela,
kayu keruing mekanis
Membuat dan memasang daun pintu panel, kayu kamper
Pembuatan dan pemasangan 1 m2 pintu dan jendela kaca,
kayu kamper
Pemasangan 1 m’ lisplank Conwood (2x25) cm, kayu 2x7cm kayu
kamper
Bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah:
a. Pekerjaan Kusen pintu / jendela menggunakan Kayu kayu kruing
mekanis lepas ati, lepas putih, tidak retak) dan ukuran kayu kusen 6/12
cm
b. Daun pintu panel menggunakan papan kayu kelas I kayu kamper
dengan papan 3.5x10 cm dengan kualitas yang baik.
c. Daun jendela kaca 5 mm dengan rangka kayu kelas I kayu kamper
dengan papan ukuran 3/9 cm
d. Pekerjaan listplank menggunakan papan conwood 2x25cm di
kombinasikan dengan papan kayu kamper 2x7cm
6.2. Pembuatan dan pemasangan 1 m3 kusen pintu dan kusen jendela,
kayu keruing mekanis
Kusen terdiri atas :
a. Amban (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang
bawah sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
b. Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau daun
jendela.
c. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam kedalam
tembok yang berfungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau
kebelakang.
d. Alur kapur, bagian dari tiang yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk
menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar
apabila terjadi penyusutan, tidak timbul celah.
e. Angkur, dipasang pada tiang berfungsi untuk memperkuat melekatnya
pada tembok juga menahan gerakan ke samping.dan ke muka/ke
belakang.
f. Duk (neut), dipasang pada tiang di bagian bawah, khusus untuk kusen
pintu, berfungsi untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan
melindung tiang kayu terhadap resapan air dari latai ke atas.
6.3. Pembuatan dan pemasangan 1 m2 pintu dan jendela kaca, kayu
kamper
Cara pemasangan kusen pintu dan Kusen Jendela adalah sebagai berikut:
a. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah
dijangkau
b. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank
untuk menentukan kedudukan kusen.
c. Pasang angker pada kusen secukupnya.
d. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari
tinggi bouwplank.
e. Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan
unting-unting.
f. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
g. Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi
kokoh.
h. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya,
ketinggian dan ketegakan dari kusen.
i. Bersihkan tempat sekelilingnya.
j. Pekerjaan Pasangan Kusen pintu dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule
yang direncanakan
6.4. Membuat dan memasang daun pintu panel, kayu kamper
Pintu terdiri dari kusen atau gawang dan daun pintu. Kusen dipasang tetap atau
mati di dalam tembok, sedang daunnya digantungkan pada kusen dengan
menggunakan engsel sehingga dapat berputar pada engsel, berputar ke kiri atau
ke kanan. Kedudukan daun pintu pada saat ditutup melekat dengan sponing pada
kusen pintu, kecuali pada bagian bawah, kedudukannya dibuat beberapa cm di
atas lantai.
a. Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.
b. Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
c. Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
d. Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan
toleransi kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
e. Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun pintu
(sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas
25 cm (untuk pintu dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah (untuk pintu
dengan 3 engsel)
f. Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik
kedudukannya, kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu tempat engsel
yang sesuai dengan engsel pada daun pintu.
g. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas
pennya, kemudian pasang/tanam pada tiang kusen
h. Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan engselnya,
kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu
pada kusen pintunya.
i. Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
j. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan
pen.
k. Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata
dan lurus dengan kusen.
l. Pekerjaan Pasangan daun pintu dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule
yang direncanakan.
6.5. Pekerjaan listplank menggunakan papan conwood 2x25cm di kombinasikan
dengan papan kayu kamper 2x7cm
Papan Listplank menggunakan papan Conwood 2x25 di kombinasikan dengan
list palnk kayu 2x7. Papan conwood di pasang horizontal di skrup pada rangka
baja ringan . di atas conwood dipasang papan kayu 2x7 cm yang berfungsi
sebagai alas genteng. Papan conwood dan kayu difinish menggunakan mowilek
504.
Pengukuran
Pekerjaan Kayu meliputi Pembuatan dan pemasangan 1 m3 kusen pintu
dan kusen jendela, kayu keruing mekanis, Membuat dan memasang daun
pintu panel, kayu kamper, Pembuatan dan pemasangan 1 m2 pintu
dan jendela kaca, kayu kamper dan Pemasangan 1 m’ lisplank Conwood
(2x25) cm, kayu 2x7cm kayu kamper yang diukur dalam satuan meter persegi
dan meter kubik. Pekerjaan tersebut diukur untuk pembayaran sebagai
volume aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Pasangan Kayu akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan ditunjukkan
dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut
harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua pekerja,
perkakas dan peralatan untuk Pembuatan dan pemasangan 1 m3 kusen
pintu dan kusen jendela, kayu keruing mekanis, Membuat dan memasang
daun pintu panel, kayu kamper, Pembuatan dan pemasangan 1 m2 pintu
dan jendela kaca, kayu kamper dan Pemasangan 1 m’ lisplank Conwood
(2x25) cm, kayu 2x7cm kayu kamper atau biaya Iainnya yang diperlukan atau
biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya
seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
VI PEKERJAAN KAYU
1 Pembuatan dan
pemasangan 1 m3
kusen pintu dan kusen
Meter Kubik
jendela, kayu keruing
mekanis
2 Membuat dan memasang
daun pintu panel, kayu Meter Persegi
kamper
3 Pembuatan dan
pemasangan 1 m2
Meter Persegi
pintu dan jendela
kaca, kayu kamper
4 Pemasangan 1 m’
lisplank Conwood (2x25)
Meter
cm, kayu 2x7cm kayu
kamper
Peralatan:
Pickup
Mesin Serut
Mesin Bor
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
VI PEKERJAAN
KAYU
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
1 Pembuatan dan
material kusen kayu
pemasangan 1
m3 kusen pintu
dan kusen
jendela, kayu
keruing mekanis
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
2 Membuat dan
material kusen kayu
memasang daun
pintu panel, kayu
kamper
Pembuatan dan Terkena peralatan kerja tertimpa 4
3
pemasangan 1 material daun pintu dan jendela
m2 pintu dan kaca
jendela kaca,
kayu kamper
Pemasangan 1 Terkena peralatan kerja tertimpa 4
4
m’ lisplank material list plank
Conwood (2x25)
cm, kayu 2x7cm
kayu kamper
7.PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING
7.1. Spesifikasi bahan
Yang termasuk dalam pekerjan lantai dan dinding adalah:
Pekerjaan lantai menggunakan keramik Platinum 50x50 cm
Plin keramik Platinum 10x50
Keramik yang mempunyai lapisan glasir (glazed)
keramik berglasir merupakan jenis keramik yang paling banyak terdapat di
pasaran. Lapisan glasir diaplikasikan dengan temperatur tinggi sehingga
menyatu dengan adan keramik. Lapisan ini yang membuat motif desain dan
tekstur keramik, Lapisan glasir membuat keramik tahan air, tahan api dan
mudah dibersihkan karena sangat padat dan tidak berpori
7.2. Metode Pelaksanaan Pemasangan Keramik
1. Pembuatan Lantai Kerja (Lantai Dasar), lantai kerja perlu disediakan sebelum
keramik dipasang. Syarat penting bagi lantai kerja antara lain rata, cukup keras
sehingga tidak mudah amblas, dan kering. Lantai kerja atau lantai dasar
berguna sebagai perletakan sebelum keramik dipasang. Lantai kerja dibuat
setebal minimum 5 cm. Lantai kerja ini dibuat dari adukan semen dan pasir
dengan perbandingan bahan 1 sak semen : 8 sak pasir. Adukan ini diletakkan
di atas lapisan pasir yang sudah dipadatkan. Agar permukaan menjadi rata dan
datar, biarkan lantai kerja tersebut kering dan mengalami proses penguapan
sempurna. Bila perlu, biarkan lantai kerja yang sudah rata tersebut selama
minimal 3 hari.
Tahap Pemasangan Keramik Pada saat pemasangan keramik, perlu ketelitian.
Pemasangan keramik pada lantai dan dinding memiliki proses yang sama. Berikut
diberikan tahapan pemasangan keramik untuk lantai.
a. Permukaan lantai/dinding yang akan dipasang keramik juga harus dalam
keadaan bersih, cukup kering dan rata air.
b. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan /
tangga / dinding yang ada. Pemasangan keramik lantai atau dinding
dimulai dari tulangan ini. 3) Siapkan bahan additive atau bahan yang
bersifat sebagai perekat. Bahan perekat dapat berupa adukan semen.
Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh, baik
permukaan dasar maupun dibadan belakang keramik lantai atau dinding
yang terpasang. Perbandingan adukan dan ketebalan rata-rata yang
dianjurkan adalah: Untuk lantai, Semen : Pasir = 1:6, dengan ketebalan
rata-rata : 2 - 4 cm
c. Rendam keramik dalam air bersih agar kotoran yang melekat pada
keramik terlepas dan memperkuat atau menambah daya lekat keramik.
5) Keramik dianginkan dengan cara diletakkan pada tempat
dudukan/tatakan keramik setelah proses perendaman selesai.
d. Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai. Penentuan peil ini
untuk seluruh kesatuan peil didalam ruangan.
e. Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi
pada gambar kerja.
f. Mulailah memasang keramik lantai ke arah vertikal dan horisontal sesuai
dengan benang yang sudah di seting terhadap ruangan, seperti pada
contoh dibawah ini.
g. Kemudian keramik tersebut dipasang di atas campuran yang sudah
diratakan .
h. Padatkan secara rata. Ketuk keramik yang baru dipasang dan pastikan
tidak ada yang kopong atau bagian dasar berongga karena itu akan
membuat keramik lepas di kemudian hari. Periksa ketinggiannya apakah
sudah sama rata dengan benang yang ditarik untuk menentukan
ketinggian lantai.
i. Setelah keramik kepalaan selesai deikerjakan, anda bisa memasang
keramik pada seluruh bidang lantai ruangan
j. Pasang keramik sebaiknya mulai dari tengah ruangan, misalnya ruang
keluarga yang selanjutnya diikuti ruang kamar sesuai arah
pemasangannya. Namun, sebenarnya dari mana saja pemasangan
keramik dapat dilakukan.
k. Cara pemasangan yang baik adalah keramik jangan dipasang secara
keseluruhan, tetapi cukup sebagian dulu. Tujuannya untuk memberikan
kesempatan agar lantai kerja menguap secara sempurna. Bagian yang
belum dipasang keramik dapat ditutup keramik setelah 1 hari. Jarak
antar keramik (naat) sebaiknya tidak terlalu rapat, cukup 2-3 mm.
l. Setelah semua keramik terpasang, kini giliran pemberian naat. Namun,
perlu diperhatikan bahwa pemberian naat dilakukan setelah 7 hari
pemasangan lantai keramik. Tujuannya agar keramik yang dipasang
sudah tidak mengalami kembang susut. Bahan untuk naat terbuat dari
semen atau bahan lainnya yang sudah tersedia di toko bahan bangunan
yang umumnya senada dengan warna ubin keramik. Nat diisi dengan
campuran pengisi nat (grout) semen atau bahan khusus yang ada
dibanyak toko bangunan. Lebar nat juga berbeda antara keramik lantai
dan keramik dinding, Keramik lantai, lebar nat = 4 s/d 5 mm.
m. Untuk pemasangan lantai keramik yang terlalu luas, sebaiknya diberikan
expansion joint berupa celah 4 - 6 mm pada setiap luas bidang 16 m2.
Nantinya celah tersebut diisi dengan bahan yang elastik dengan tujuan
agar bila terjadi keretakan keramik atau terlepasnya keramik maka tidak
akan merembet atau tidak semua keramik ikut rusak.
n. Jangan diinjak-injak. Amankan areal keramik yang baru dipasang dari
lalu lalang orang selama 2-3 hari. Keramik akan ambles karena adukan
di bawahnya masih belum kuat untuk dibebani.
o. Periksa kembali. Dalam sebuah areal pemasangan 33 m biasanya
terdapat 35 keramik yang kopong. Untuk itu segera bongkar dan ulangi
pemasangannya.---
p. Bersihkan segera bekas adukan grout pengisi nat yang telah
diaplikasikan dan menempel di permukaan keramik. Kita bisa
menggunakan bahan pembersih dengan kadar asam tidak lebih dari 5%.
Setelah itu bersihkan dengan air bersih.
q. Pekerjaan Lantai dan Dinding dilaksanakan sesuai dengan Time
Schedule yang direncanakan.
Pengukuran
Pekerjaan Lantai dan Dinding meliputi Memasang Lantai Keramik Platinum
50X50cm dan Memasang plin keramik 10X50 cm yang diukur dalam satuan
meter persegi dan meter. Pekerjaan tersebut diukur untuk pembayaran
sebagai volume aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi
Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Lantai dan Dinding akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per
satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Memasang Lantai Keramik Platinum
50X50cm dan Memasang plin keramik 10X50 cm atau biaya Iainnya yang
diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang
sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
VII PEKERJAAN PENUTUP
LANTAI DAN DINDING
1 Memasang Lantai
Keramik Platinum
Meter Persegi
50X50cm
2 Memasang plin keramik
Meter
10X50 cm
Peralatan:
Concrete Mixer
Pickup
Mesin gerinda
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
VII PEKERJAAN
PENUTUP
LANTAI DAN
DINDING
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
1 Memasang Lantai
material keramik
Keramik Platinum
50X50cm
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
2 Memasang plin
material keramik
keramik 10X50
cm
8.PEKERJAAN LANGIT LANGIT
8.1. Spesifikasi Bahan
Pekerjaan plafon bangunan meliputi pekerjaan-pekerjaan :
a. Struktur rangka plafon menggunakan hollow aluminium kencana ukuran
Pemasangan 1 m2 rangka langit-langit besi hollow 40x40x2 mm, modul
60x60 cm rangka penyekat dan penggantung rangka plafon
b. Pasangan plafon menggunakan bahan – Kalsiboard ukuran
1200x2400x4mm
c. Nat plafon plaster menggunakan perekat cornis agar permukaan rata
d. List plafon menggunakan list kayu kamper ukuran 1x6cm
e. Plafon calsibord difinish cat
8.2.Metode Pelaksanaan
a. Untuk pemasangan penggantung plafond ditempatkan pada titik-titik
simpul sambungan kecuali pada hal tertentu akibat keadaan Panitia
Pelaksanaharus melapor kepada Perencana lapangan.
b. Pelaksanaan langit-langit dapat dilaksanakan setelah dudukan untuk
alat penggantung/pengait rangka plafond telah selesai dikerjakan dan
tertutup dengan atap atau dak beton.
c. Pemasangan rangka plafond ditimbang rata air untuk mendapatkan
permukaan plafond yang rata air.
d. Konstruksi rangka plafond dalam satu ruang telah selesai dilaksanakan
baru penutup atau lembaran plafond dapat dipasangkan.
e. Jarak antara paku atau sekrup minimal 10 mm dan maksimal 16 mm.
dipinggir bahan penutup pada setiap rangkaian rangka plafondnya.
f. Sambungan antara lembaran plafond yang terpasang serapat mungkin
lalu dilapisi dengan base bond dan paper tape dari produk yang sama
dengan papan penutup langit-langit .
g. Pemasangan list plafond di pasang pada setiap permukaan antara
dinding dan plafond dengan cara pemasangan menggunakan paku
atau sekrup.
h. Pekerjaan Langit-langit dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule
yang direncanakan.
Pengukuran
Pekerjaan Langit-langit meliputi Memasang langit-langit kalsiboard ukuran
(1200x2400x4) mm, Pasang rangka pafon rangka Holow 40x40x2mm dan
Memasang list langit-langit kayu profil yang diukur dalam satuan meter persegi
dan meter. Pekerjaan tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume
aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Langit-langit akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Memasang langit-langit kalsiboard
ukuran (1200x2400x4) mm, tebal 4 mm, Pasang rangka pafon rangka Holow
4x4cm dan Memasang list langit-langit kayu profil atau biaya Iainnya yang
diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang
sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
VIII PEKERJAAN LANGIT-
LANGIT
1 Memasang langit-langit
calsibord ukuran
(1200x2400x4) mm, tebal Meter Persegi
4 mm
2 Pemasangan 1 m2
rangka langit-langit besi
Meter Persegi
hollow 40x40x2 mm,
modul 60x60 cm
3 Memasang list langit-
langit kayu profil ukuran Meter
1x6cm kayu kamper
Peralatan:
Pickup
Mesin Bor
Genset
Alat bantu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
VIII PEKERJAAN
LANGIT-LANGIT
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
1 Memasang langit-
material kalsibord
langit calsibord
ukuran
(1200x2400x4)
mm, tebal 4 mm
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
2 Pemasangan 1
material hollow, terjatuh dari
m2 rangka langit-
perancah
langit besi hollow
40x40x2 mm,
modul 60x60 cm
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
3 Memasang list
material kayu terjatuh dari
langit-langit kayu
perencah
profil ukuran
1x6cm kayu
kamper
9.PEKERJAAN BESI DAN ALUMINIUM
Pekerjaan Besi dan Aluminium meliputi Pemasangan 1 m2 rangka atap baja
ringan Kencana Profil C80x0.75mm dan Pekerjaan tralist.
9.1. Spesifikasi Bahan
Bahan baja yang dipakai adalah baja mutu tinggi /High Tension Steel dengan
standar G550 lapis anti karat/Zinc9Aluminium dan Zinc tidak boleh kurang
dari 100 gram/m2(AZ 100) sedangkan untuk lapisan Zinc (Galvanis ) tidak
kurang dari 200gram/m2(Z100) Profil baja yang digunakan adalah profil
C80x0.75mm - Kencana Galvalum jarak kuda-kuda 80cm
9.2. Teknis pelaksanaan
Apabila Panitia Pelaksana secara teknis tidak memungkinkan untuk
melakukan sendiri pekerjaan baja ringan ini, Panitia Pelaksana boleh
menunjuk Sub Kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan ini dengan
persetujuan dari Pengawas Lapangan teknis dan Pejabat Penandatangan
Kontrak. Sub Kontraktor harus menyerahkan sertifikat garansi dari produk
baja ringan yang dipakai dan garansi dari aplikasi dalam pekerjaan ini yang
lamanya minimal 15 tahun dari tanggal mulai serah terima pertama
pekerjaan.
Sub Kontraktor harus mengukur ulang bangunan untuk mendapatkan
ukuran riil dilapangan serta menghindari kemungkinan kesalahan ukuran
dan dituangkan dalam gambar-gambar pelaksanaan (shop drawing).
Pabrikasi dapat dilakukan diluar dari lokasi kegiatan dalam rangka effisiensi
teknis dan waktu dengan pemberitauan kegiatan secara tertulis terlebih
dahulu baik kepada Pejabat Penandatangan Kontrak maupun kepada
pengawas lapangan.
Seluruh bata ringanng-bata ringanng rangka atap harus dipotong secara
persisi sesuai ukuran di lapangan yang didapat.
Jarak antar kuda-kuda dipasang dengan jarak 80cm sesuai dengan gambar
kerja
Jika terdapat patahan atap, maka pada posisi patahan tersebut harus
merupakan titik simpul sistem rangka bata ringanng ( bentuk dasar segitiga
). Diperkuat patahan kuda-kuda dengan plat adu punggung hanya bisa
dikerjakan pada posisi bata ringanng yang menerima beban sangat kecil.
Semua titik simpul diperkuat dengan baut dengan jumlah minimal 5 buah
atau disesuaikan dengan kebutuhan.
Pemasangan tumpuan rangka atap pada ring balok harus dilakukan dengan
baik memakai dynabolt type wall plug ukuiran sesuai kebutuhan material
yang akan dipasang.
Pemasangan reng harus dibuat rata,tegak lurus dengan rangka atap serta
berjarak yang sama antara reng satu dengan yang lainnya.
Ukuran jarak reng disesuaikan dengan bahan genteng yang dipasang.
Usuk dipasang atau dimasukkan pada ujung bawah kuda-kuda dengan
panjang ± 50 cm, diperkuat dengan baut. Jarak antara baut ± 5 cm dengan
jumlah baut minimal 3 bh atau sesuai dengan kebutuhan.
Lisplank dipasang setelah semua usuk terpasang dengan baik.
Bentuk serta ukuran papan lisplank sesuai dengan gambar kerja.
Lisplank dipasang sedemikian rupa pada ujung usuk, diperkuat dengan
paku. Sambuang pada papan lisplank kalau memungkinkan sebaiknya
digunakan sambungan ekor burung.
Hasil yang diharapkan lisplank terpasang dengan kuat,lurus tidak
bergelombang, rapi terutama pada pertemuan sudut atap.
Seluruh bidang atap dari rangka atap yang dipasang harus merupakan
bidang yang rata dan tidak bergelombang sehingga pemasangan reng
dapat dilakukan dengan baik.
Pemasangan rangka atap keseluruhannya merupakan sistim yang saling
berkaitan.
Untuk pemasangan penggantung plafond ditempatkan pada titik-titik simpul
sambungan kecuali pada hal tertentu akibat keadaan Panitia
Pelaksanaharus melapor kepada Perencana lapangan.
Pekerjaan Besi dan aluminium dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule
yang direncanakan.
Pengukuran
Pekerjaan Besi dan Aluminium meliputi Pemasangan 1 m2 rangka atap baja
ringan Kencana Profil C80x0.75mm dan Pekerjaan tralist. yang diukur dalam
satuan meter persegi. Pekerjaan tersebut diukur untuk pembayaran sebagai
volume aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Besi dan Aluminium akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per
satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Pemasangan 1 m2 rangka atap baja
ringan Kencana Profil C80x0.75mm dan Pekerjaan tralist atau biaya Iainnya
yang diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang
sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
IX PEKERJAAN BESI DAN
ALUMINIUM
1 Pemasangan 1 m2
rangka atap baja ringan
Kencana Profil Meter Persegi
C80x0.75mm
2
Meter Persegi
Pekerjaan tralist
Peralatan:
Dump Truk
Pickup
Mesin Bor
Genset
Mesin Gerinda
Alat bantu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
IX PEKERJAAN
BESI DAN
ALUMINIUM
Terkena peralatan kerja, tertimpa 4
1 Pemasangan 1
material baja ringan, terjatuh
m2 rangka atap
baja ringan
Kencana Profil
C80x0.75mm
10,PEKERJAAN PENUTUP ATAP
10.1. Spesifikasi Bahan
a. Pasangan atap genteng Kodok
b. Pasangan Bubungan genteng plentong besar
c. Pasangan Ikut Celedu paras
d. Pasangan murda paras
10.2. Metode Pemasangan
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memasang genteng kodok
1. Ukuran reng 22,5 sd 23 cm.
Anda bingung cara mengukur rengnya? Akan kami perlihatkan caranya dalam foto di
bawah ini.
Langkah-langkahnya : Atur genteng seperti gambar 1. Lalu balikkan seperti gambar
2. Ukur dengan penggaris atau meteran seperti pada gambar 3. Saat memasang
pastikan kepala genteng berada di belakang cincin lengkungan. Untuk lebih
amannya gunakan ukuran 22,5 cm.
Berikut akan kami beritahukan cara memasang genteng kodok :
Nok atap menggunakan nok genteng karang pilang dipasang dengan campuran
semen pasir 1pc:5psr. Pada ujung jurai dipasang ikut celedu, pada ujung jurai atas
dipasang murda dan ditengah-tengah pada nok atas dipasang bentala paras.
pemasangan harus dilakukan dengan hati-hati menggunakan tali pelindung untuk
keamanan para pekerja.
Genteng dipasang secara teratur dan lurus secara vertikal dan horizontal dengan
overlap antara genteng yang telah ditentukan untuk mencegah terjadinya kebocoran.
Pengukuran
Pekerjaan Penutup Atap yang diukur dalam satuan meter persegi. Pekerjaan
tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang
dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Penutup Atap akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Pemasangan Atap genteng kodok atau
biaya Iainnya yang diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian
pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
X PEKERJAAN PENUTUP
ATAP
1 Pemasangan 1 m2 atap
genteng Kodok Meter Persegi
2 Pasang bubung genteng
Meter
plentong besar
3 Pekerjaan Ikut teledu
Buah
paras
4 Pekerjaan murda paras Buah
Peralatan:
Dump Truk
Mesin Gerinda
Alat bantu pertukangan lainnya
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
X PEKERJAAN
PENUTUP ATAP
Terkena peralatan kerja, tertimpa 4
1 Pemasangan 1
material dan terjatuh dari atap
m2 atap genteng
Kodok
Terkena peralatan kerja, tertimpa 4
2 Pasang bubung
material dan terjatuh dari atap
genteng plentong
besar
Terkena peralatan kerja, tertimpa 4
3 Pekerjaan Ikut
material dan terjatuh dari atap
teledu paras
Terkena peralatan kerja, tertimpa 4
4 Pekerjaan murda
material dan terjatuh dari atap
paras
11.PEKERJAAN KUNCI DAN KACA.
11.1. Lingkup Pekerjaan
a. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, perlengkapan
daun pintu/daun jendela dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan
pekerjaan hingga tercapainya hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
b. Pemasangan alat penggantung dan pengunci dilakukan meliputi seluruh
pemasangan pada daun pintu kayu, daun jendela
kaca yang ditunjukkan/disyaratkan dalam detail gambar.
11.2. Spesifikasi Bahan/Material
a. Semua 'hardwere' yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang
tercantum dalam buku Spesifikasi Teknis. Bila terjadi perubahan atau
penggantian 'hardwere' akibat material yang ditunjuk sudah tidak diproduksi
lagi oleh Pabrik yang bersangkutan, maka dari pemilihan -, Panitia
Pelaksanawajib melaporkan hal tersebut kepada Pengawas Teknis untuk
mendapatkan persetujuan ulang.
b. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari pelat
aluminium berukuran 3 x 6 cm dengan tebal 1 mm. Tanda pengenal
ini dihubungkan dengan cincin nikel kesetiap anak kunci.
c. kunci tanam biasa Kunci Paori Body Besar dengan kwalitas yang baik
d. Kait angin dan grendel ini dipergunakan dengan kualitas yang baik - Paori
e. Untuk daun jendela kaca dipakai handle pengunci merk Paori.
f. Semua kunci-kunci tanam terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu.
g. Dipasang setinggi 90 cm dari lantai, atau sesuai petunjuk Konsultan
Konsultan Management Konstruksi.
h. Engsel pintu - Paori ukuran 5”x tebal 25mm, dipasang sekurang-kurangnya 2
buah untuk setiap daun dengan menggunakan sekrup kembang dengan warna
yang sama dengan warna engsel. Jumlah engsel yang dipasang
harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu, tiap engsel memikul
maksimal 20 kg.
i. Semua aksesoris pintu dan jendela penggunakan merek Paori
11.3. Metode Pelaksanaan
a. Engsel atas dipasang +/- 28 cm (as) dari permukaan atas pintu.
b. Engsel bawah dipasang +/- 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu.
c. Engsel tengah dipasang ditengah-tengah antara kedua engsel tersebut.
d. Untuk pintu toilet, engsel atas dan bawah dipasang +/- 28 cm dari
permukaan pintu, engsel tengah dipasang di tengah-tengah antara kedua
engsel tersebut.
e. Penarikan pintu (door pull) dipasang 90 cm (as) dari permukaan lantai.
f. Pemasangan lockcase, handle dan backplate serta door closer harus rapi,
lurus dan sesuai dengan letak posisi yang telah ditentukan oleh Konsultan
Pengawas. Apabila hal tersebut tidak tercapai, Panitia Pelaksanawajib
memperbaiki tanpa tambahan biaya.
g. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik, untuk itu harus dilakukan
pengujian secara kasar dan halus.
h. Panitia Pelaksana wajib membuat shop drawing (gambar detail
pelaksanaan) berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah
disesuaikan dengan keadaan di lapangan.
i. Didalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang
diperlukan termasuk keterangan produk, cara pemasangan atau detail-detail
khusus yang belum tercakup secara lengkap di dalam Gambar Dokumen
Kontrak, sesuai dengan Standar Spesifikasi pabrik.
Pengukuran
Pekerjaan Kunci dan Kaca yang diukur dalam satuan meter persegi. Pekerjaan
tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang
dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Kunci dan Kaca akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Pemasangan Kunci dan Kaca atau biaya
Iainnya yang diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian
pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
XI PEKERJAAN KUNCI
DAN KACA
1 Pekerjaan Kunci Pintu
Paori Body Besar Buah
2 Pekerjaan Ensel Pintu
Buah
Paori
3 Pekerjaan Grendel Pintu
Buah
Paori
4 Pekerjaan Engsel
Buah
Jendela Paori
5 Pekerjaaan Grendel
Buah
Jendela Paori
6 Pekerjaan Kait Angin
Buah
Paori
7 Pekerjaan Kaca bening
Meter Persegi
5mm
Peralatan:
Pickup
Mesin Bor
Alat bantu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
XI PEKERJAAN
KUNCI DAN
KACA
Terkena peralatan kerja 4
1 Pekerjaan Kunci
Pintu Paori Body
Besar
Terkena peralatan kerja 4
2 Pekerjaan Ensel
Pintu Paori
Terkena peralatan kerja 4
3 Pekerjaan
Grendel Pintu
Paori
Terkena peralatan kerja 4
4 Pekerjaan Engsel
Jendela Paori
Terkena peralatan kerja 4
5 Pekerjaaan
Grendel Jendela
Paori
Terkena peralatan kerja 4
6 Pekerjaan Kait
Angin Paori
Terkena peralatan kerja, tertimpa 4
7 Pekerjaan Kaca
kaca
bening 5mm
12.PEKERJAAN PENGECATAN
12.1. Spesifikasi bahan Pelaburan Bidang Kayu
a. Pastikan seluruh bidang permukaan kayu yang akan di cat telah bersih dari
segala kotoran, dan telah diamplas halus.
b. Lapisan pertama/meni menggunakan cat dasar.
c. Setelah itu permukaan kayu di amplas lagi sampai halus.
d. Setelah kering dilanjutkan dengan lapis pertama top coating.
e. Lapisan kedua top coating dilakukan setelah lapisan pertama benar-benar
kering.
f. Finising kayu menggunakan Mowilex woodstain 503
12.2. Spesifikasi Bahan Pengecatan Dinding dan Plafon
a. Pastikan permukaan tembok yang akan dicat harus dibersihkan dan
diamplas terlebih dauhu agar bebas dari segala jenis kotoran yang
melekat.
b. Setelah tembok benar-benar bersih, oleskan Plamur keseluruh
permukaan tembok.
c. Setelah Plamur cukup kering diamplas halus, dilanjutkan dengan lapisan
pertama top coating.
d. Lapisan kedua top coating dilanjutkan setelah lapisan cat pertama betul-
betul kering ( jangan sekali-kali melakukan pengecatan lapis kedua
sebelum lapisan pertama betul-betul kering, karena akan berakibat
kegagalan pengecatan, cat akan meleleh dan tertarik oleh kuas/roll)
e. Finising dinding menggunakan Cat Tembok Nippon Vinilex (1 lapis
plamuur, 1 lapis cat dasar, 2 lapis cat penutup)
12.3. METODE PEKERJAAN PENGECATAN
a. Semua cat, pernis, harus diterapkan dengan metode yang benar dan
dengan campuran yang baik selama pengecatan. Pengecatan harus
memberikan bagian yang rata. Interval masa 4 hari harus diberikan diantara
aplikasi pengecatan atau sesuai petunjuk tertulis dari pabrik.
b. Lembaran pembersih dengan jumlah yang cukup harus selalu ada di
tangan selama proses pengecatan.
c. Tidak boleh ada cat yang diterapkan dan menjadi terkondensasi atau
lembab secara struktural pada permukaan, debu atau bahan-bahan lain
sebelum aplikasi pengecatan.
d. Tidak boleh ada bagian eksterior atau cat yang terekspose terbawa oleh
kondisi cuaca yang merugikan seperti temperatur yang ekstrern, hujan,
angin, dan lain-lain.
e. Secara umum permukaan kayu harus diratakan, diprimer dan dicat dengan
2 lapisan dasar dan 1 lapisan spray finish dari cat yang tahan.
f. Untuk membersihkan kayu natural, siapkan dan lakukan 3 lapis cat
transparan.
g. Siapkan dan lakukan 2 lapis metal primer yang disetujui pada semua
permukaan besi / baja sebelum dikirim ke site.
h. Berikan primer dan lakukan 1 lapisan dasar dan 1 lapisan finish dengan cat
yang tahan pada semua permukaan ekspose baja / besi struktural setelah
proses erection.
i.
j. Bersihkan batu dari sisa semen, debu, minyak, cat atau kotoran lainya
supaya coating dapat meresap dan menempel sempurna pada permukaan
batu alam.
k. pastikan cuaca panas atau tidak hujan dan batu kering dari air sisa
pembersihan tadi dan harus benar-benar kering.
l. lapiskan/cat kan coating batu alam pada batu memakai kuas atau bisa juga
di semprot pakai kompresor untuk hasil yang lebih sempurna.
m. setelah pelapis pertama kering (15-20menit) dapat dilakukan pelapisan
berikutnya bila di inginkan, tetapi satu lapis juga sudah bagus ,penggunaan
lapisan ke 2 bila menginginkan hasil yang lebih maksimal. pastikan seluruh
batu dilapisi dengan merata supaya tidak terlihat belang hasilnya
n. daya sebar 1kaleng/1liter coting bisa melapisi 5-8 mtr2 tergantung jenis
batu dan porositas batu, biasnya untuk batu candi penggunaan lebih boros
karena jenis batu tersebut mempunyai pori-pori yang banyak dan lebar.
Pengukuran
Pekerjaan Pengecatan yang diukur dalam satuan meter persegi. Pekerjaan
tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang
dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Pengecatan akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Pengecatan diperlukan atau biasanya
diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti
yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
XII PEKERJAAN
PENGECATAN
1 Pelaburan 1 m2 bidang
kayu dengan politur
Meter Persegi
mowilex
2 Pengecatan 1 m2 tembok
baru dengan Cat Tembok Meter Persegi
Nippon Vinilex (1 lapis
plamuur, 1 lapis cat
dasar, 2 lapis cat
penutup)
3 Pekerjaan 1 m2 Coating
Bata Merah dengan Meter Persegi
Propan Stone Care
Peralatan:
Kuas
Amplas
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
XII PEKERJAAN
PENGECATAN
Terkena peralatan kerja terkena 4
1 Pelaburan 1 m2
material cat
bidang kayu
dengan politur
mowilex
Terkena peralatan kerja terkena 4
2 Pengecatan 1 m2
material cat
tembok baru
dengan Cat
Tembok Nippon
Vinilex (1 lapis
plamuur, 1 lapis
cat dasar, 2 lapis
cat penutup)
Terkena peralatan kerja terkena 4
3 Pekerjaan 1 m2
material cat
Coating Bata
Merah dengan
Propan Stone
Care
13. PEKERJAAN STIL BALI
Spesifikasi Bahan
a. bata merah expose
Pengukuran
Pekerjaan Stil Bali yang diukur dalam satuan meter persegi. Pekerjaan
tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang
dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Stil Bali akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Stil Bali diperlukan atau biasanya
diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti
yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
XIII PEKERJAAN STIL BALI
1 Pek stil bali bata merah
expose ornamen pintu Meter Persegi
2 Pek stil bali bata merah
Meter Persegi
expose sedi kolom
Peralatan:
Dump Truk
Pickup
Mesin gerinda
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
XIII PEKERJAAN
STIL BALI
Terkena peralatan kerja terkena 4
1 Pek stil bali bata
material Bata
merah expose
ornamen pintu
Terkena peralatan kerja terkena 4
2 Pek stil bali bata
material Bata
merah expose
sedi kolom
14.PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
14.1. Spesifikasi Bahan
b. Pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik penggadaan armature lampu-
lampu, lengkap dengan aksesoris lainnya sesuai dengan standar pekerjaan
instalasi listrik akan dilaksanakan oleh instalatur listrik yang telah
berpengalaman dalam sub bidang pekerjaan listrik.
c. Pemasangan instalasi listrik untuk titik lampu disesuaikan dengan gambar
rencana. Instalasi listrik menggunakan pipa 5/8” Kabel untuk instalasi stop
kontak menggunakan kabel NYM 3x2.5mm, kabel instalasi titik lampu
menggunakan kabel NYM 2x1.5mm Semua kabel tersebut harus memenuhi
standar SNI atau sesuai PUIL 2000. Titik sakelar disesuaikan dengan
gambar rencana, atau jika ada perubahan harus melakukan kordinasi
dengan pihak pengawas lapangan. Sakelar dengan kualitas SNI
d. Fiting lampu dan Titik lampu LED Philip 12watt
e. Stop Kontak
f. Sakelar
14.2. Metode Pelaksanaan
a. Panitia Pelaksanawajib menyiapkan tenaga kerja trampil instalasi listrik dan
pelaksana lapangan yang memiliki sertifikat keahlian pelaksana pekerjaan
listrik
b. Sakelar dipasanga dengan ketinggian 1.5m dari FFL
c. Pasangan instalasi listrik untuk stop kontak disesuaikan dengan gambar
rencana. Pasangan stopkontak dengan system inbow menggunakan pipa 5/8”
dengan menggunakan kabel 3x2.5mm kabel yang digunakan harus setandar
SNI. Stopkontak yang digunakan dengan kualitas - broco.
d. Stopkontak dipasang dengan ketinggian 50cm dari FFL.
e. Kabel vetical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit yang
mana pipa conduit ditanam dalam dinding sebelum pekerjaan plesteran,
supaya tidak mudah berubah ketika dinding diplester.
f. Kabel horizontal diletakan ditray yang tergantung pada plat lantai atau dengan
pipa conduit nyang diklem ke plat lantai dengan jarak 1m.
g. Pekerjaan conduit saklar, stop kotak dan panel dikerjakan sebelum plesteran
dan acian dikerjakan agar ada koordinasi antara pekerjaan ME dan finishing
jadi halus rapih.
h. Perkerjaan pemasangan fitting dan armature menunggu kabel dites
ketahanannya agar tidak terjadi bongkar pasang.
i. Pekerjaan pemasangan fitting, lampu serta komponen lainnya membutuhkan
koordinasi antarFa pekerjaan ME dan pekerjaan plafon.
j. Untuk komponen elektrikal yang tidak dipasangkan di plafon dapat dilakukan
dengan persetujuan direksi.
k. Penyambungan sparingan akan dilakukan serapih mungkin dan apabila ada
pekerjaan sparingan yang tertinggal akan dilakukan pekerjaan coring.
l. Panel utama dan panel pembagi listrik dipasang pada dinding yang telah
ditentukan rata dan tidak miring.
m. Semua pasangan instalasi listrik memiliki arde utama pada panel yang
berhubungan dengan Swicth grounding system.
n. Pemasangan arde / grounding sistem harus memenuhi spesifikasi teknis yang
diaturkan.
o. Semua kabel yang masuk kedalam panel harus diberi tanda sesuai
kegunaannya dan lubang dilindungi karet agar debu tidak dapat masuk. Kabel
dia 16mm2 harus diberi sepatu kabel pada panel.
p. Pada pintu bagian dalam dari pada setiap panel dibuatkan diagram
instalasinya termasuk daya cadangan yang sudah direncanakan, serta pada
komponen mcb di buat notasi/tanda.
q. Tes ketahanan kabel sebesar 2 ohm dan grounding serta fitting dan armature
selam -/+ 1 x 24 jam.
Pengukuran
Pekerjaan Instalasi Listrik yang diukur dalam satuan meter persegi. Pekerjaan
tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang
dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Instalasi Listrik akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan ditunjukkan
dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut
harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua pekerja,
perkakas dan peralatan untuk Instalasi Listrik diperlukan atau biasanya
diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti
yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
XIV PEKERJAAN INSTALASI
LISTRIK
1
Pek Instalasi Titik lampu Titik
2 Pek Instalasi Stop kontak Titik
3
Pas. Stop kontak Buah
4 Pas. Saklar tunggal Buah
5 Pemasangan Titik
Lampu LED philip 12 Buah
watt
Peralatan:
Mesin Bor
AVO Meter
Alat bantu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
XIV PEKERJAAN
INSTALASI
LISTRIK
Terkena peralatan kerja terkena 4
1 Pek Instalasi Titik
strum
lampu
Terkena peralatan kerja terkena 4
2 Pek Instalasi Stop
strum
kontak
Terkena peralatan kerja terkena 4
3 Pas. Stop kontak
strum
Terkena peralatan kerja terkena 4
4 Pemasangan.
strum
Saklar tunggal
Terkena peralatan kerja terkena 4
5 Pemasangan Titik
strum
Lampu LED
philip 12 watt
15.PEKERJAAN PAPAN NAMA
Pekerjaan pelakat informasi ukuran 30x50 bahan akrilik
Bahan yang digunakan untuk papan nama adalah berbahan Plastik Akrilik, dengan
Ukuran Menyesuaikan Dengan Gambar
Spek : Dimensi, Warna Tulisandan Lokasi Pemasangan Disesuikan Dengan Gambar
dan Petunjuk Dari sekolah / Dinas
Pengukuran
Pekerjaan Papan Nama yang diukur dalam satuan buah. Pekerjaan tersebut
diukur untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang dipindahkan dan
disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Papan Nama akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Papan Nama diperlukan atau biasanya
diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti
yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
XV PEKERJAAN PAPAN
NAMA
1 Pek pelakat informasi
ukuran 30x50 bahan
Buah
akrilik
Peralatan:
Alat bantu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
XV PEKERJAAN
PAPAN NAMA
Terkena peralatan kerja 4
1 Pek pelakat
informasi ukuran
30x50 bahan
akrilik
RUANG GURU
1. PEKERJAAN PERSIAPAN
Pengukuran dan Pemasangan Bowplank .
Segala Pekerjaan ini dilaksanakan oleh Penyedia Barang/Jasa.
Penyedia Jasawajib menyediakan alat keselamatan kerja, seperti Kotak
P3K beserta kelengkapanya.
Ukuran-ukuran pokok dan ukuran tinggi (elevasi) telah ditetapkan dalam
gambar rencana.
Jika terdapat perbedaan antara gambar-gambar utama dengan gambar-
gambar perincian maka yang mengikat adalah ukuran-ukuran pada gambar
utama atau ditanyakan pada Perencana Teknis.
Penetapan ukuran dan sudut siku-siku tetap dijaga dan antara lain dengan
mempergunakan alat-alat Waterpass dan Theodolith atau berpedoman
pada bangunan yang telah ada.
Perlengkapan Peralatan Perancah kerja agar dipersiapkan lebih awal
sebelum memulai proses Pekerjaan.
Pengukuran
Pekerjaan Persiapan meliputi pekerjaan papan nama yang diukur dalam
satuan buah, pekerjaan pengukuran dan pasangan bowplank diukur dalam
satuan meter Pekerjaan tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume
aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Persiapan akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk galian selokan drainase dan saluran air,
untuk semua formasi penyiapan pondasi selokan yang dilapisi dan semua
pekerjaan Iain atau biaya Iainnya yang diperlukan atau biasanya diperlukan
untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti yang
diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
I PEKERJAAN
PERSIAPAN
1 Pengukuran dan
pemasangan 1 m’
Meter
Bouwplank
Peralatan:
Dump Truk
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
I PEKERJAAN
PERSIAPAN
Terkena peralatan kerja 4
1 Pengukuran dan
pemasangan 1 m’
Bouwplank
Pekerjaan Papan Terkena peralatan kerja 4
2
nama kegiatan
Pekerjaan Terkena peralatan kerja 4
3
pembongkaran
bangunan lama
2. PEKERJAAN TANAH
Meliputi:
Menggali 1 m3 tanah biasa sedalam 1 m
Pengurugan kembali 1 m3 galian tanah
Pengurugan 1 m3 dengan pasir urug
Pengurugan 1 m3 dengan sirtu padat
2.1. Menggali 1 m3 tanah biasa sedalam 1 m
Sebelum melakukan pekerjaan galian tanah, Panitia Pelaksana wajib
mengadakan check bersama Pengawas Lapangan Teknis pekerjaan atas peil
awal permukaan tanah.
2.2. Pengurugan kembali 1 m3 galian tanah
Pertama ialah menyiapkan tenaga kerja, bahan dan peralatan yang akan
digunakan selama pengerjaan ini berlangsung. Jumlah, jenis dan kualitas yang
disiapkan akan selalu merujuk terhadap spesifikasi teknik yang
dipersyaratkan. Melakukan urugan kembali pada lokasi yang sudah ditentukan
dengan mengerjakan pemadatan dan memakai alat yang ditentukan.
2.3. Mengurug pasir urug
Urugan pasir padat ini biasanya dilakukan pada pekerjaan pondasi, lantai
keramik atau pekerjaan-pekerjaan bangunan yang berhubungan langsung
dengan tanah.
2.4. Pengurugan 1 m3 dengan sirtu padat
Tuang timbunan tanah di lokasi yang ingin dipadatkan, Siram timbunan tanah
dengan air untuk memudahkan pemadatan, Tumbuk timbunan tanah berkali-kali
menggunakan alat pemadat manual, lakukan secara merata ke seluruh
permukaan tanah, Gunakan mesin pemadatan tanah seperti stamper, roller, atau
alat berat lainnya sesuai keperluan dan Lakukan tes kepadatan tanah sesuai
spesifikasi yang ditetapkan, pastikan tidak ada yang tingkat kepadatannya
kurang. Untuk mendapatkan kualitas urugan pasir yang baik, maka perlu diikuti
langkah-lanngkah sebagai berikut , disertai contoh perhitungan kebutuhan
bahan, tenaga kerja dan waktu pelaksanaan :
Pada dasar galian pondasi diberi urugan pasir padat setebal 5 cm padat.
Pasir diratakan dengan menggunakan tarikan kayu dan selalu dikontrol
ketebalan dari pasir tersebut
Pasir dibasahi dengan air agar pasir benar-benar padat dan rata
Pengurugan pasir ini pekerjakan berbarengan dengan lantai kerja pondasi
Pengukuran
Pekerjaan Tanah meliputi pekerjaan Menggali 1 m3 tanah cadas sedalam 1 m,
Pengurugan kembali 1 m3 galian tanah yang diukur dalam satuan meter
persegi dan pekerjaan Pengurugan 1 m3 dengan pasir urug, Pengurugan 1 m3
dengan sirtu padat diukur dalam satuan meter kubik. Pekerjaan tersebut diukur
untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang dipindahkan dan
disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Tanah akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Menggali 1 m3 tanah cadas sedalam 1
m, Pengurugan kembali 1 m3 galian tanah, Pengurugan 1 m3 dengan pasir
urug dan Pengurugan 1 m3 dengan sirtu padat atau biaya Iainnya yang
diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang
sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
II PEKERJAAN TANAH
1 Menggali 1 m3 tanah
biasa sedalam 1 m Meter persegi
2 Pengurugan kembali 1
Meter persegi
m3 galian tanah
3 Pengurugan 1 m3
Meter kubik
dengan pasir urug
4 Pengurugan 1 m3
dengan sirtu padat Meter kubik
Peralatan:
Dump Truk
Stamper
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
II PEKERJAAN
TANAH
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
1 Menggali 1 m3
material galian tanah
tanah biasa
sedalam 1 m
Pengurugan Terkena peralatan kerja tertimbun 4
2
kembali 1 m3 material
galian tanah
Pengurugan 1 m3 Terkena peralatan kerja tertimbun 4
3
dengan pasir urug material
Pengurugan 1 m3 Terkena peralatan kerja tertimbun 4
4
dengan sirtu padat material
4. PEKERJAAN PONDASI
Pemasangan 1 m3 pondasi batu belah campuran 1SP : 5 PP
Setelah pas. Batu kosong dikerjakan, selanjutnya pas. Batu belah Batu belah
dipasangang dengan campuran semen pasir 1Pc : 5 Pp Campuran semen dan
pasir harus ditakar kemudian diaduk sampai merata sebelum dicampur dengan
air. Batu belah yang digunakan adalah batu belah dipasang saling berkait dan
tidak boleh ada rongga-ronggayang tidak berisi spesi. Jarak pasangan batu satu
dengan batu yang lain saling bersinggungan Setelah selesai pemasangan batu
semua acuan dicabut dari lubang pondasi dan pekerjaan urugan kembali dapat
dilaksanakan. Sebelum berumur 2 hari pekerjaan pondasi tidak boleh diijak atau
dibebani dengan pekerjaan lainyang dapat mengakibatkan keretakan pada
pasangan pondasi. Pasangan pondasi disiram dengan air untuk mencegah
pengeringan terlalu cepat oleh sinar matahari.
Pengukuran
Pekerjaan Pondasi meliputi Pemasangan 1 m3 pondasi batu belah campuran
1SP : 5 PP yang diukur dalam satuan meter kubik. Pekerjaan tersebut diukur
untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang dipindahkan dan
disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Tanah akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Pemasangan 1 m3 pondasi batu belah
campuran 1SP : 5 PP atau biaya Iainnya yang diperlukan atau biasanya
diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti
yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
III PEKERJAAN PONDASI
1 Pemasangan 1 m3
pondasi batu belah
Meter Kubik
campuran 1SP : 5 PP
Peralatan:
Concrete Mixer
Dump Truk
Picup
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
III PEKERJAAN
PONDASI
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
1 Pemasangan 1
material pondasi, batu, pasir semen
m3 pondasi batu
belah campuran
1SP : 5 PP
1. PEKERJAAN PASANGAN DINDING
Pekerjaan Dinding meliputi :
Memasang 1M² dinding Batako, campuran spesi 1PC : 4PP
Pemasangan 1 m2 plesteran 1SP : 6PP tebal 15mm
Pemasangan 1 m2 acian
4.1. Memasang 1M² dinding Batako, campuran spesi 1PC : 4PP
Spesifikasi Bahan
Pemasangan batako merupakan pekerjaan yang perlu mendapatkan perhatian
terutama pada pekerjaan pasangan batako yang ditujukan untuk pembuatan
dinding. Dalam pemasangannya , disamping kerapian pekerjaan harus
diperhatikan dari segi kekuatan , kelurusan pasangan, ketegakan dan pengaruh
kesikuan terhadap ruangan dan yang perlu diperhatikan juga adalah keamanan
sewaktu pemasangan dan juga keefesienan pemakaian material. Untuk
mendapatkan hasil maksimal terhadap hal tersebut beberapa faktor yang harus
diperhatikan saat pelaksanaan pekerjaan pasangan batakoadalah sebagai berikut
d. Semua batako yang digunakan harus dari mutu klas I, padat, keras, benar
ukurannya, mempunyai ujung persegi dan harus sesuai dengan gambar kerja.
e. Semua batako yang dipergunakan sebaiknya berasal dari satu tempat. Bata
merah yang akan digunakan dengan ukuran yang mendapat persetujuan
Konsultan Pengawas dan Direksi.
f. Bahan-bahan seperti pasir, semen dan air adukan pasangan batako mengikuti
ketentuan peraturan pekerjaan beton
Pelaksanaan pemasangan batako :
Batako yang dipakai harus batako utuh yang tanpa cacat, kecuali pada
sudut-sudut pertemuan dapat dipakai batu bata potongan dengan ukuran
yang semestinya.
Bila dalam pasangan terdapat bata cacat bata ini harus diganti atas beban
pelaksana.
Semua sambungan antar batako harus terisi penuh oleh adukan dengan
jarak siar yang seragam.
Jarak siar batu batako rata - rata 12,5 mm dengan toleransi 2,5 mm.
Dalam 1 hari pasangan Batako tidak boleh lebih tinggi dari 1 m.
Pengakhiran pasangan itu harus dibuat bertangga menurun dan tidak
bergigi untuk untuk menghindari retak kemudian hari.
Pasangan batako diatas kusen atau bidang terbuka lainnya harus dipasang
berdiri ( Pasangan Rolag ).
Baik tertera dalam gambar atau tidak, tembok bata harus diperkuat dengan
kolom atau ring beton praktis pada luas paling besar 12 m2 atau paling jauh
setiap jarak 4 m1.
Pada tempat yang akan terdapat rangka kayu atau Kusen, Pasangan bata
hendaknya ditinggalkan sampai kusen tersebut terpasang dengan baik.
Semua angker - angker kusen dan lain - lain harus ditunjukkan dulu kepada
Konsultan Pengawas dan Direksi sebelum pekerjaan dilanjutkan. Alur-alur
tersebut harus diisi penuh dengan adukan dan angker - angker ditanam
dengan beton campuran 1 Pc : 2 Psr : 3 Krk didalam tembok.
Semua pasangan harus rapi, rata, baik horisontal maupun vertikal.
Penjepitan dengan benang harus dilakukan tiap-tiap jarak tidak lebih dari 30
cm. Semua pertemuan agak lurus harus benar-benar bersudut 90 derajat.
Semua pasangan harus dilindungi dari sinar matahari langsung dan
pasangan baru harus selalu dibasahi selama 3 hari dengan karung basah,
atau alat pembasah lainnya.
Pasangan dinding batako yang tegak lurus ke atas, tidak melengkung
secara vertikal maupun horizontal.
Susunan batako yang saling menyangga, garis nat secara vertikal tidak
bersambung, melainkan terputus-putus (seperti metode pasangan bata).
Garis nat terjaga, kemiringan dinging terjaga dan tetap datar.
4.2. Pemasangan 1 m2 plesteran 1SP : 6PP tebal 15mm
a. Kualitas Bahan
Pasir yang digunakan adalah pasir pasang yang berasal dari sungai/kali
atau dari daerah quarry.
Pelaksanaan pekerjaan Plesteran harus mendapat hasil yang baik dan
sempurna, dalam artian bidang permukaannya harus betul-betul rata,
tidak bergelombang, tegak lurus dan padat.
Jika hasil plesteran menunjukkan hasil yang tidak memuaskan maka
bagian atau seluruhnya plesteran itu harus dibongkar untuk diulang/
diperbaiki kembali atas tanggungan Penyedia Jasa.
b. Teknis/ cara pemasangan.
Permukaan dinding batu batakoyang akan diplester, disiram sebelumnya
dengan air sampai jenuh, barulah pek. Plesteran dapat dilaksanakan. Tebal
plesteran dinding batakotidak boleh kurang dari 1.5 cm dengan campuran 1
pc : 6 pp seperti yang telah ditentukan.
c. Waktu Pelaksanaan
Pekerjaan plesteran dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule yang
direncanakan
4.3. Pemasangan 1 m2 acian
Pekerjaan acian dilaksanakan setelah pekerjaan Plesteran pada bidang
dinding tersebut selesai dikerjakan dengan umur pelesteren 7 hari.
Ketebalan acian harus merata berkisar 2-3 mm. permukaan acian harus
merata, halus dan tidak retak-retak. Acian dinding luar menggunakan acian
semen, Acian dinding dalam bisa menggukan campuran mill dan semen
dengan campuran
Gunakan jidar aluminium untuk meratakan acian
Acian dirapikan dan dihaluskan dengan kasut kecil secara merata sehingga
permukaan dinding merata.
Pekerjaan Acian dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule yang
direncanakan.
Pengukuran
Pekerjaan Dinding meliputi Memasang 1M² dinding Batako, campuran spesi
1PC : 4PP, Pemasangan 1 m2 plesteran 1SP : 6PP tebal 15mm dan
Pemasangan 1 m2 acian yang diukur dalam satuan meter persegi. Pekerjaan
tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang
dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Pasangan Dinding akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per
satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Memasang 1M² dinding Batako,
campuran spesi 1PC : 4PP, Pemasangan 1 m2 plesteran 1SP : 6PP tebal
15mm dan Pemasangan 1 m2 acian atau biaya Iainnya yang diperlukan atau
biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana
mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
IV PEKERJAAN
PASANGAN DINDING
1 Memasang 1M² dinding
Batako, campuran spesi
Meter Persegi
1PC : 4PP
2 Pemasangan 1 m2
plesteran 1SP : 6PP tebal
Meter Persegi
15mm
3 Pemasangan 1 m2 acian
Meter Persegi
4 Pekerjann dinding partisi
doble calsibord 6mm Meter Persegi
rangka baja ringan
Peralatan:
Dump Truk
Pickup
Concrete Mixer
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
IV PEKERJAAN
PASANGAN
DINDING
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
1 Memasang 1M²
material batako, semen, pasir,
dinding Batako,
campuran mortar
campuran spesi
1PC : 4PP
Pemasangan 1 Terkena peralatan kerja 4
2
m2 plesteran 1SP
: 6PP tebal 15mm
Pemasangan 1 Terkena peralatan kerja 4
3
m2 acian
Pekerjann dinding Terkena peralatan kerja tertimpa 4
partisi doble material calsiboard, rangka baja
calsibord 6mm
rangka baja ringan
2. PEKERJAAN BETON
Lingkup pekerjaan beton adalah semua struktur bangunan yang terbuat dari
beton bertulang maupun tidak bertulang, seperti : beton sloof, beton kolom, beton
ring balok dan yang lainnya yang termuat dalam gambar rencana. Panitia
Pelaksanawajib mengerjakan pekerjaan beton yang disebutkan dalam gambar
kerja atau gambar rencana.
4.1.Umum.
c. Pekerjaan yang disyaratkan dalam pasal ini harus mencakup semua
pembuatan struktur beton, termasuk tulangan dan struktur komposif
sesuai dengan persyaratan dan sesuai dengan garis, elevasi,
ketinggian dan dimensi yang ditunjukkan dalam gambar serta
sebagaimana diperlukan oleh Perencana.
d. Mutu beton yang akan digunakan pada masing-masing bagian dari
pekerjaan struktur beton adalah Beton Mutu fc' 21 MPa, slump
(100±25) mm, agregat maksimal 19 mm secara Manual
e. Syarat dari SKSNI T-15-1991-03 harus diterapkan sepenuhnya pada
semua pek. Beton yang dilaksanakan dalam kontrak ini, kecuali bila
terdapat pertentangan dengan syarat dalam spesifikasi ini, dalam hal
ini syarat dari spesifikasi ini harus dipakai.
5.2.Semen.
g. Semen yang dipakai adalah type 1 semen portland Tiga roda Kemasan
40 kg yang mendapat persetujuan Dereksi dan memenuhi SKSNI-1991,
SNI, SII.
h. Selama pengangkutan atau penyimpanan, semen tidak boleh kena air
dan kantongnya harus asli dari pabrik, dan tetap utuh atau tertutup rapi.
i. Semen yang sudah membeku, tidak layak atau tidak dibenarkan dipakai
dalam pekerjaan ini.
j. Semen disimpan pada tempat yang beralaskan dari kayu yang tingginya
tidak kurang dari 30 cm dari permukaan lantai.
k. Semen tidak boleh ditumpuk lebih dari 2.00 meter.
l. Pengeluaran semen dari tempat penyimpanan berurutan sesuai dengan
kedatangan semen di tempat penyimpanan semen.
5.3.Pasir dan kerikil beton.
d. Pasir dari pasir alam (sungai) sedangkan kerikil beton dari alam maupun
hasil mesin pecahan batu (stone crusher) dan harus bersih dari kotoran
seperti bahan organis, lumpur, tanah, kapur, garam dan sebagainya,
tidak porus dan sesuai dengan SKSNI-1991.
e. Bahan pengisi (pasir dan kerikil) harus disimpan pada tempat yang
bersih dan dicegah agar tidak terjadi pencampuran antara bahan yang
satu dengan yang lain dan terllindungi dari pengotoran.
f. Krikil yang digunakan adalah jenis batu pecah ukuran 1-2 cm
5.4.Besi Beton.
i. Mutu besi beton yang digunakan adalah :
Mutu besi tulang beton untuk diameter Besi polos adalah BJ.Tp 280
Mutu besi tulang beton untuk diameter Besi Ulir adalah BJ.Ts 350
j. Semua besi yang dipakai diatas harus mempunyai sertifikat dari
produsen atau pabrik. Ketentuan toleransi ukuran besi
disesuaikandengan standar SII atau SNI.
k. Jika besi yang didatangkan ke lokasi tidak sesuai dengan yang
dicantumkan dalam sertifikat atau diragukan, perencana pekerjaan
berhak kepada Panitia Pelaksanauntuk melakukan pengujian terhadap
besi tersebut.semua hasil pengujian menjadi tanggungan Penyedia
Jasa. Bila hasil pengujian tidak sesuai dengan sertifikat, maka
perencana berhak menolak semua besi tersebut.
l. Membengkokkan dan meluruskan besi beton harus dengan keadaan
dingin, sesuai dengan aturan yang berlaku.panjang penyaluran dan
panjang pengangkeran pada bagian-bagian konstruksi disesuaikan
dengan gambar kerja atau menurut SKSNI-1991.
m. Besi beton harus bebas dari kotoran,karat, minyak, cat dan kotoran
lainnya yang dapat mengurangi daya lekat semen atau dapat
menurunkan mutu besi beton.
n. Besi beton harus dipotong atau dibengkokkan yang sesuai pada gambar
kerja. Kemudian dibentuk dan dipasang sedemikian rupa sehingga pada
waktu dan selama pengecoran tidak berubah bentuk.
o. Kawat beton yang digunakan harus lazim di pakai, sehingga dapat
mengikat besi tetap pada tempatnya. Untuk dapat besi beton yang
diinginkan, dapat digunakan besi beton dari produk yang ditunjuk oleh
perencana.
p. Besi beton disimpan agar tidak menyentuh tanah dan jangan disimpan
dialam terbuka dalam jangka waktu yang lama.
5.5. Cetakan beton/ bekisting.
d. Bahan
Cetakan untuk beton/ begisting (formwork), harus dibuat dari
playwood yang tebalnya minimal 9 mm. Rangka penguat
cetakan minimal terbuat dari kayu kelas kuat III dan dipasang
sedemikian rupa sehingga cukup kuat untuk menahan
tekanan beban beton.
Bahan penyangga (steger) harus terbuat dari bamboo, usuk
kayu kelas III/uksuk albesia
e. Konstruksi
Cetakan dibuat dan disanggah sedemikian rupa sehingga
dapat mencegah getaran yang merusak. Tidak berubah
bentuk selama pengecoran berlangsung dan sebelum beton
mulai padat.
Cetakan dibuat sedemikian rupa supaya mempermudah dan
tidak membuat beton rusak selama pengecoran berlangsung.
Kayu steger (penyangga) dibuat sedemikian rupa agar dapat
menahan baban yang dipikul.
Steger penyangga struktur beton menggunakan skapolding
yang dikombinasikan dengan balok kayu dan usuk kayu
f. Pelapis cetakan
Untuk mempermudah membuka begisting beton, dapat
digunakan pelumas begisting yang telah disetujui oleh
Perencana.
Minyak pelumas baik yang bekas mau pun baru tidak
dibenarkan digunakan untuk bahan pelapis cetakan.
d. Pengadukan beton
Pencampuran bahan-bahan penyusun beton dilakukan agar
diperoleh suatu komposisi yang solid dari bahan-bahan penyusun
bedasarkan rencana penyusun beton. Secara umum pengadukan
beton dengan mesin molen. Ketentuan waktu atau sama dengan
1 m3 adalah 1.5 menit atau menurut petujuk perencana. Selama
proses pengadukan, kekentalan campuran beton harus diawasi
terus dengan cara memeriksa nilai slump yang disesuaikan
dengan jarak pengangkukan.
Adukan beton ’site mixing’ (setempat). Dilakukan untuk
pengecoran beton untuk pasangan pondasi batu kali,
Pengadukan Campuran beton menggunakan concrete mixer
dengan kapasitas minimal 300 liter .Kecepatan aduk sesuai
dengan rekomendasi pabrik pembuatnya.
e. Beton dekking
Beton dekking/ ganjal 1 pc : 3 ps harus dibuat terlebih
dahulu, sebelum pekerjaan beton kontruksi di mulai. Cetakan
setelab 2 cm berukuran 4x4 cm atau sesuai dengan yang
disyaratkan dan dilengkapi dengan kawat pengikatnya.
Sesudah padat dan kering dari udara, beton dekking
direndam dalam air.
Untuk beton balok dan kolom dipasang 10 buah untuk setiap
1 m2. dengan ketebalan 3 cm, dan untuk beton plat dipasang
beton dekking dengan ketebalan 2 cm sebanyak 5 buah
untuk setiap 1 m2.
Selain beton dekking untuk balok yang mempunyai 2 baris
atau lebih tulangan, harus diberi ganjalan dengan besi beton
yang diameternya sama dengan tulangan rangkap. Ganjalan
ini dipasang pada bagian samping dan bawah balok
sebanyak 3 buah untuk setiap 1 m2..
5.6. Pengecoran beton
Sebelum adukan beton dituangkan, semua cetakan harus di
bersih kan dari kotoran seperti serbuk gregaji, minyak, tanah dan
kotoran lainnya. Kemudian cetakan tersebut dibasahi dengan air
yang secukupnya, namun tidak ada air yang tergenang dalam
cetakan tersebut.
Pengecoran baru bisa dimulai setelah mendapat persetujuan dari
Perencana. Apabila pengecoran beton dilakukan tanpa ada
persetujuan Perencana, maka kerugian akibat pembongkaran
yang terjadi akan menjadi tanggung jawab Penyedia Jasa.
Adukan harus homogen atau dengan warna yang merata dan
harus dicorkan dalam waktu 1 jam setelah pencampuran air
dimulai.
Pengecoran suatu unit pekerjaan beton harus dilaksanakan terus
menerus sampai selesai dengna tanpa berhenti, kecuali tanpa
ada persetujuan Perencana. Tidak dibenarkan mengecor beton
pada saat hujan, kecuali ada pengamanan langsung dari
Penyedia Jasa, terutama untuk melanjutkan unit pekerjaan yang
mendapat persetujuan langsung dari Perencana. Alam hal ini
Panitia Pelaksanaharus berupaya agar beton yang baru di cor
tidak rusak oleh kena air hujan.
Adukan beton harus diangkut dengan sedemikian rupa, sehingga
dapat mencegah adanya pemisahan atau pengurangan terhadap
bagian-bagian bahan. Adukan tidak boleh dijatuhkan lebihdari
ketinggian 2 meter.
Apabila terjadi pertemuan beton yang sudah dicor, bidang
pertemuan harus dibersihkan atau disemprot dengan air,
kemudian disikat sampai agregat kasar kelihatan dan selanjutnya
disiram dengan campuran semen yang kental dan ditambah
dengan addtive, merata keseluruh permukaan yang akan
disambung.
5.7. Perlindungan beton
Agar beton terlindung dari cuaca, beton harus dibasahi secara terus
menerus selama 14 hari setelah pengecoran dengan menutup jerami/
karung basah.
Semua permukaan beton yang terbuka dijaga agar tetap basah sekurang-
sekurangnya selama 4 hari setelah pengecoran, dengan cara
menyemprot atau mengenangi dengan air pada permukaan beton
tersebut, terutama pada pagi/ sore hari atau juga cuaca pada saat teduh.
Beton harus terlindungi dari pengrusakan secara mekanis/ pengeringan
sebelum waktunya.
Waktu yang diperlukan untuk melakukan pembongkaran bekisting untuk
beton kolom minimal 2 hari, beton balok, plat lantai minimal 21 hari, beton
kantilever minimal 28 hari
Bahan hasil bongkaran tidak dipergunakan untuk pekerjaan lain, kecuali
sudah mendapat persetujuan dari pengawas lapangan
5.8. Cacat pada beton
Hal yang dimagsud cacat pada beton adalah sebagai berikut: Konstruksi
beton yang amat keropos.Konstruksi beton yang tidak sesuai dengan
rencana. Konstruksi beton yang terdapat adanya benda-benda yang
dilarang ada pada konstruksi beton.
Apabila hal ini terjadi, Perencana berhak untuk tidak menerima pekerjaan
beton tersebut dan Panitia Pelaksanaharus segera memperbaiki sesuai
dengan petujuk Perencana.
Penggunaan alat bantu pekerjaan yang sangat membebani struktur harus
mendapat persetujuan dari Perencana dan kotraktor harus memperbaiki
beton yang rusak akibat penggunaan alat bantu tersebut.
Hasil yang diharapkan pada cor beton tidak ada yang menyimpang dari
toleransi yang diijinkan, karena tidak ada perbaikan beton dengan
plesteran.
Pengukuran
Pekerjaan Beton meliputi Pekerjaan beton Sloof, beton kolom, dan beton ring
yang diukur dalam satuan meter kubik. Pekerjaan tersebut diukur untuk
pembayaran sebagai volume aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh
Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Beton akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Pekerjaan beton Sloof, beton kolom,
dan beton ring atau biaya Iainnya yang diperlukan atau biasanya diperlukan
untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti yang
diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Peng ukuran
V PEKERJAAN BETON
1 Pekerjaan beton Sloof
Membuat 1 m3 Beton
- Mutu fc' 21 MPa, slump
(100±25) mm, agregat Meter Kubik
maksimal 19 mm secara
Manual
- Pembesian dengan besi
Persegi
polos atau besi ulir
- Memasang bekisting
Meter persegi
2xpakai
2 Pekerjaan beton kolom
Membuat 1 m3 Beton
Meter Kubik
- Mutu fc' 21 MPa, slump
(100±25) mm, agregat
maksimal 19 mm secara
Manual
- Pembesian dengan besi
Persegi
polos atau besi ulir
- Memasang bekisting
Meter persegi
2xpakai
3 Pekerjaan beton ring
balok
Membuat 1 m3 Beton
- Mutu fc' 21 MPa, slump
(100±25) mm, agregat Meter Kubik
maksimal 19 mm secara
Manual
- Pembesian dengan besi
Persegi
polos atau besi ulir
- Memasang bekisting
Meter persegi
2xpakai
Peralatan:
Dump Truk
Pickup
Concrete Mixer
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
V PEKERJAAN
BETON
4
1 Pekerjaan beton
Sloof
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
2 Membuat 1 m3
material beton, pasir koral semen
Beton Mutu fc' 21
MPa, slump
(100±25) mm,
agregat maksimal
19 mm secara
Manual
Pembesian Terkena peralatan kerja tertimpa 4
3
dengan besi polos material besi beton
atau besi ulir
Memasang Terkena peralatan kerja tertimpa 4
bekisting 2xpakai material, kayu bekisting
Pekerjaan beton
kolom
Membuat 1 m3 Terkena peralatan kerja tertimpa 4
Beton Mutu fc' material beton, pasir koral semen
21 MPa, slump
(100±25) mm,
agregat maksimal
19 mm secara
Manual
Pembesian Terkena peralatan kerja tertimpa 4
dengan besi polos material besi beton
atau besi ulir
Memasang Terkena peralatan kerja tertimpa 4
bekisting 2xpakai material, kayu bekisting
Pekerjaan beton
ring balok
Membuat 1 m3 Terkena peralatan kerja tertimpa 4
Beton Mutu fc' material beton, pasir koral semen
21 MPa, slump
(100±25) mm,
agregat maksimal
19 mm secara
Manual
Pembesian Terkena peralatan kerja tertimpa 4
dengan besi polos material besi beton
atau besi ulir
Memasang Terkena peralatan kerja tertimpa 4
bekisting 2xpakai material, kayu bekisting
6.PEKERJAAN KAYU
6.1. Spesifikasi Bahan
Pekerjaan kayu meliputi:
Pembuatan dan pemasangan 1 m3 kusen pintu dan kusen jendela,
kayu keruing mekanis
Membuat dan memasang daun pintu panel, kayu kamper
Pembuatan dan pemasangan 1 m2 pintu dan jendela kaca,
kayu kamper
Pemasangan 1 m’ lisplank Conwood (2x25) cm, kayu 2x7cm kayu
kamper
Bahan yang digunakan dalam pekerjaan ini adalah:
e. Pekerjaan Kusen pintu / jendela menggunakan Kayu kayu kruing
mekanis lepas ati, lepas putih, tidak retak) dan ukuran kayu kusen 6/12
cm
f. Daun pintu panel menggunakan papan kayu kelas I kayu kamper
dengan papan 3.5x10 cm dengan kualitas yang baik.
g. Daun jendela kaca 5 mm dengan rangka kayu kelas I kayu kamper
dengan papan ukuran 3/9 cm
h. Pekerjaan listplank menggunakan papan conwood 2x25cm di
kombinasikan dengan papan kayu kamper 2x7cm
6.2. Pembuatan dan pemasangan 1 m3 kusen pintu dan kusen jendela,
kayu keruing mekanis
Kusen terdiri atas :
g. Amban (dorpel) pada kusen jendela terdapat ambang atas dan ambang
bawah sedangkan pada pintu tidak ada ambang bawah.
h. Sponneng, yaitu tempat perletakan/melekatnya daun pintu atau daun
jendela.
i. Telinga, yaitu bagian ambang (dorpel) yang masuk/ditanam kedalam
tembok yang berfungsi untuk menahan gerakan kusen kemuka atau
kebelakang.
j. Alur kapur, bagian dari tiang yang dialur/dicoak dengan fungsi untuk
menahan gerakan kusen kemuka atau kebelakang selain itu juga agar
apabila terjadi penyusutan, tidak timbul celah.
k. Angkur, dipasang pada tiang berfungsi untuk memperkuat melekatnya
pada tembok juga menahan gerakan ke samping.dan ke muka/ke
belakang.
l. Duk (neut), dipasang pada tiang di bagian bawah, khusus untuk kusen
pintu, berfungsi untuk menahan gerakan tiang ke segala arah dan
melindung tiang kayu terhadap resapan air dari latai ke atas.
6.3. Pembuatan dan pemasangan 1 m2 pintu dan jendela kaca, kayu
kamper
Cara pemasangan kusen pintu dan Kusen Jendela adalah sebagai berikut:
k. Siapkan alat dan bahan secukupnya di tempat yang aman dan mudah
dijangkau
l. Rentangkan benang berjarak separuh dari tebal kusen terhadap as bouwplank
untuk menentukan kedudukan kusen.
m. Pasang angker pada kusen secukupnya.
n. Dirikan kusen dan tentukan tinggi kedudukan kusen pintu yaitu 2 meter dari
tinggi bouwplank.
o. Setel kedudukan kusen pintu sehingga berdiri tegak dengan menggunakan
unting-unting.
p. Pasang skur sehingga kedudukannya stabil dan kokoh.
q. Pasang patok untuk diikat bersama dengan skur sehingga kedudukan menjadi
kokoh.
r. Cek kembali kedudukan kusen pintu, apakah sudah sesuai pada tempatnya,
ketinggian dan ketegakan dari kusen.
s. Bersihkan tempat sekelilingnya.
t. Pekerjaan Pasangan Kusen pintu dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule
yang direncanakan
6.4. Membuat dan memasang daun pintu panel, kayu kamper
Pintu terdiri dari kusen atau gawang dan daun pintu. Kusen dipasang tetap atau
mati di dalam tembok, sedang daunnya digantungkan pada kusen dengan
menggunakan engsel sehingga dapat berputar pada engsel, berputar ke kiri atau
ke kanan. Kedudukan daun pintu pada saat ditutup melekat dengan sponing pada
kusen pintu, kecuali pada bagian bawah, kedudukannya dibuat beberapa cm di
atas lantai.
m. Ukur lebar dan tinggi kusen pintu.
n. Ukur lebar dan tinggi daun pintu.
o. Ketam dan potong daun pintu (bila terlalu lebar dan terlalu tinggi).
p. Masukkan/pasang daun pintu pada kusennya, stel sampai masuk dengan
toleransi kelonggaran 3 – 5 mm, baik ke arah lebar maupun kearah tinggi.
q. Lepaskan daun pintu, pasang/tanam engsel daun pintu pada tiang daun pintu
(sisi tebal) dengan jarak dari sisi bagian bawah 30 cm, dan dari sisi bagian atas
25 cm (untuk pintu dengan 2 engsel), dan pada bagian tengah (untuk pintu
dengan 3 engsel)
r. Masukkan/pasang lagi daun pintu pada kusennya, stel sampai baik
kedudukannya, kemudian beri tanda pada tiang kusen pintu tempat engsel
yang sesuai dengan engsel pada daun pintu.
s. Lepaskan sebelah bagian engsel pada daun pintu dengan cara melepas
pennya, kemudian pasang/tanam pada tiang kusen
t. Pasang kembali daun pintu pada kusennya dengan memasangkan engselnya,
kemudian masukkan pennya sampai pas, sehingga terpasanglah daun pintu
pada kusen pintunya.
u. Coba daun pintu dengan cara membuka dan menutup.
v. Bila masih dianggap kurang pas, lepaskan daun pintu dengan cara melepaskan
pen.
w. Stel lagi sampai daun pintu dapat membuka dan menutup dengan baik, rata
dan lurus dengan kusen.
x. Pekerjaan Pasangan daun pintu dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule
yang direncanakan.
6.5. Pekerjaan listplank menggunakan papan conwood 2x25cm di kombinasikan
dengan papan kayu kamper 2x7cm
Papan Listplank menggunakan papan Conwood 2x25 di kombinasikan dengan
list palnk kayu 2x7. Papan conwood di pasang horizontal di skrup pada rangka
baja ringan . di atas conwood dipasang papan kayu 2x7 cm yang berfungsi
sebagai alas genteng. Papan conwood dan kayu difinish menggunakan mowilek
504.
Pengukuran
Pekerjaan Kayu meliputi Pembuatan dan pemasangan 1 m3 kusen pintu
dan kusen jendela, kayu keruing mekanis, Membuat dan memasang daun
pintu panel, kayu kamper, Pembuatan dan pemasangan 1 m2 pintu
dan jendela kaca, kayu kamper dan Pemasangan 1 m’ lisplank Conwood
(2x20) cm, kayu 2x7cm kayu kamper yang diukur dalam satuan meter persegi
dan meter kubik. Pekerjaan tersebut diukur untuk pembayaran sebagai
volume aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Pasangan Kayu akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan ditunjukkan
dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut harus
merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua pekerja, perkakas dan
peralatan untuk Pembuatan dan pemasangan 1 m3 kusen pintu dan kusen
jendela, kayu keruing mekanis, Membuat dan memasang daun pintu panel, kayu
kamper, Pembuatan dan pemasangan 1 m2 pintu dan jendela kaca, kayu
kamper dan Pemasangan 1 m’ lisplank Conwood (2x25) cm, kayu 2x7cm kayu
kamper atau biaya Iainnya yang diperlukan atau biasanya diperlukan untuk
penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam
Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
VI PEKERJAAN KAYU
1 Pembuatan dan
pemasangan 1 m3
kusen pintu dan kusen
Meter Kubik
jendela, kayu keruing
mekanis
2 Membuat dan memasang
daun pintu panel, kayu Meter Persegi
kamper
3 Pembuatan dan
pemasangan 1 m2
Meter Persegi
pintu dan jendela
kaca, kayu kamper
4 Pemasangan 1 m’
lisplank Conwood (2x25)
Meter
cm, kayu 2x7cm kayu
kamper
Peralatan:
Pickup
Mesin Serut
Mesin Bor
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
VI PEKERJAAN
KAYU
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
1 Pembuatan dan
material kusen kayu
pemasangan 1
m3 kusen pintu
dan kusen
jendela, kayu
keruing mekanis
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
2 Membuat dan
material kusen kayu
memasang daun
pintu panel, kayu
kamper
Pembuatan dan Terkena peralatan kerja tertimpa 4
3
pemasangan 1 material daun pintu dan jendela
m2 pintu dan kaca
jendela kaca,
kayu kamper
Pemasangan 1 Terkena peralatan kerja tertimpa 4
4
m’ lisplank material list plank
Conwood (2x25)
cm, kayu 2x7cm
kayu kamper
7.PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN DINDING
7.1. Spesifikasi bahan
Yang termasuk dalam pekerjan lantai dan dinding adalah:
Pekerjaan lantai menggunakan keramik Platinum 50x50 cm
Plin keramik Platinum 10x50
7.2. Metode Pelaksanaan Pemasangan Keramik
2. Pembuatan Lantai Kerja (Lantai Dasar), lantai kerja perlu disediakan sebelum
keramik dipasang. Syarat penting bagi lantai kerja antara lain rata, cukup keras
sehingga tidak mudah amblas, dan kering. Lantai kerja atau lantai dasar
berguna sebagai perletakan sebelum keramik dipasang. Lantai kerja dibuat
setebal minimum 5 cm. Lantai kerja ini dibuat dari adukan semen dan pasir
dengan perbandingan bahan 1 sak semen : 8 sak pasir. Adukan ini diletakkan
di atas lapisan pasir yang sudah dipadatkan. Agar permukaan menjadi rata dan
datar, biarkan lantai kerja tersebut kering dan mengalami proses penguapan
sempurna. Bila perlu, biarkan lantai kerja yang sudah rata tersebut selama
minimal 3 hari.
Tahap Pemasangan Keramik Pada saat pemasangan keramik, perlu ketelitian.
Pemasangan keramik pada lantai dan dinding memiliki proses yang sama. Berikut
diberikan tahapan pemasangan keramik untuk lantai.
r. Permukaan lantai/dinding yang akan dipasang keramik juga harus dalam
keadaan bersih, cukup kering dan rata air.
s. Tentukan tulangan dengan mempertimbangkan tata letak ruangan /
tangga / dinding yang ada. Pemasangan keramik lantai atau dinding
dimulai dari tulangan ini. 3) Siapkan bahan additive atau bahan yang
bersifat sebagai perekat. Bahan perekat dapat berupa adukan semen.
Adukan semen untuk pemasangan keramik harus penuh, baik
permukaan dasar maupun dibadan belakang keramik lantai atau dinding
yang terpasang. Perbandingan adukan dan ketebalan rata-rata yang
dianjurkan adalah: Untuk lantai, Semen : Pasir = 1:6, dengan ketebalan
rata-rata : 2 - 4 cm
t. Rendam keramik dalam air bersih agar kotoran yang melekat pada
keramik terlepas dan memperkuat atau menambah daya lekat keramik.
5) Keramik dianginkan dengan cara diletakkan pada tempat
dudukan/tatakan keramik setelah proses perendaman selesai.
u. Tentukan garis dasar pasangan serta peil dari lantai. Penentuan peil ini
untuk seluruh kesatuan peil didalam ruangan.
v. Pasang benang arah horizontal dan vertikal pada lantai sesuai elevasi
pada gambar kerja.
w. Mulailah memasang keramik lantai ke arah vertikal dan horisontal sesuai
dengan benang yang sudah di seting terhadap ruangan, seperti pada
contoh dibawah ini.
x. Kemudian keramik tersebut dipasang di atas campuran yang sudah
diratakan .
y. Padatkan secara rata. Ketuk keramik yang baru dipasang dan pastikan
tidak ada yang kopong atau bagian dasar berongga karena itu akan
membuat keramik lepas di kemudian hari. Periksa ketinggiannya apakah
sudah sama rata dengan benang yang ditarik untuk menentukan
ketinggian lantai.
z. Setelah keramik kepalaan selesai deikerjakan, anda bisa memasang
keramik pada seluruh bidang lantai ruangan
aa. Pasang keramik sebaiknya mulai dari tengah ruangan, misalnya ruang
keluarga yang selanjutnya diikuti ruang kamar sesuai arah
pemasangannya. Namun, sebenarnya dari mana saja pemasangan
keramik dapat dilakukan.
bb. Cara pemasangan yang baik adalah keramik jangan dipasang secara
keseluruhan, tetapi cukup sebagian dulu. Tujuannya untuk memberikan
kesempatan agar lantai kerja menguap secara sempurna. Bagian yang
belum dipasang keramik dapat ditutup keramik setelah 1 hari. Jarak
antar keramik (naat) sebaiknya tidak terlalu rapat, cukup 2-3 mm.
cc. Setelah semua keramik terpasang, kini giliran pemberian naat. Namun,
perlu diperhatikan bahwa pemberian naat dilakukan setelah 7 hari
pemasangan lantai keramik. Tujuannya agar keramik yang dipasang
sudah tidak mengalami kembang susut. Bahan untuk naat terbuat dari
semen atau bahan lainnya yang sudah tersedia di toko bahan bangunan
yang umumnya senada dengan warna ubin keramik. Nat diisi dengan
campuran pengisi nat (grout) semen atau bahan khusus yang ada
dibanyak toko bangunan. Lebar nat juga berbeda antara keramik lantai
dan keramik dinding, Keramik lantai, lebar nat = 4 s/d 5 mm.
dd. Untuk pemasangan lantai keramik yang terlalu luas, sebaiknya diberikan
expansion joint berupa celah 4 - 6 mm pada setiap luas bidang 16 m2.
Nantinya celah tersebut diisi dengan bahan yang elastik dengan tujuan
agar bila terjadi keretakan keramik atau terlepasnya keramik maka tidak
akan merembet atau tidak semua keramik ikut rusak.
ee. Jangan diinjak-injak. Amankan areal keramik yang baru dipasang dari
lalu lalang orang selama 2-3 hari. Keramik akan ambles karena adukan
di bawahnya masih belum kuat untuk dibebani.
ff. Periksa kembali. Dalam sebuah areal pemasangan 33 m biasanya
terdapat 35 keramik yang kopong. Untuk itu segera bongkar dan ulangi
pemasangannya.---
gg. Bersihkan segera bekas adukan grout pengisi nat yang telah
diaplikasikan dan menempel di permukaan keramik. Kita bisa
menggunakan bahan pembersih dengan kadar asam tidak lebih dari 5%.
Setelah itu bersihkan dengan air bersih.
hh. Pekerjaan Lantai dan Dinding dilaksanakan sesuai dengan Time
Schedule yang direncanakan.
Pengukuran
Pekerjaan Lantai dan Dinding meliputi Memasang Lantai Keramik Platinum
50X50cm dan Memasang plin keramik 10X50 cm yang diukur dalam satuan
meter persegi dan meter. Pekerjaan tersebut diukur untuk pembayaran
sebagai volume aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi
Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Lantai dan Dinding akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per
satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Memasang Lantai Keramik Platinum
50X50cm dan Memasang plin keramik 10X50 cm atau biaya Iainnya yang
diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang
sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
VII PEKERJAAN PENUTUP
LANTAI DAN DINDING
1 Memasang Lantai
Keramik Platinum
Meter Persegi
50X50cm
2 Memasang plin keramik
Meter
10X50 cm
Peralatan:
Pickup
Concrete Mixer
Mesin gerinda
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
VII PEKERJAAN
PENUTUP
LANTAI DAN
DINDING
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
1 Memasang Lantai
material keramik
Keramik Platinum
50X50cm
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
2 Memasang plin
material keramik
keramik 10X50
cm
8.PEKERJAAN LANGIT LANGIT
8.1. Spesifikasi Bahan
Pekerjaan plafon bangunan meliputi pekerjaan-pekerjaan :
f. Struktur rangka plafon menggunakan hollow aluminium kencana ukuran
40x40,20x40 tebal 0.3mm rangka penyekat dan penggantung rangka
plafon
g. Pasangan plafon menggunakan bahan – Kalsiboard ukuran
1200x2400x4mm
h. Nat plafon plaster menggunakan perekat cornis agar permukaan rata
i. List plafon menggunakan list kayu ukuran 1x6cm
j. Plafon calsibord difinish cat
8.2.Metode Pelaksanaan
i. Untuk pemasangan penggantung plafond ditempatkan pada titik-titik
simpul sambungan kecuali pada hal tertentu akibat keadaan Panitia
Pelaksanaharus melapor kepada Perencana lapangan.
j. Pelaksanaan langit-langit dapat dilaksanakan setelah dudukan untuk
alat penggantung/pengait rangka plafond telah selesai dikerjakan dan
tertutup dengan atap atau dak beton.
k. Pemasangan rangka plafond ditimbang rata air untuk mendapatkan
permukaan plafond yang rata air.
l. Konstruksi rangka plafond dalam satu ruang telah selesai dilaksanakan
baru penutup atau lembaran plafond dapat dipasangkan.
m. Jarak antara paku atau sekrup minimal 10 mm dan maksimal 16 mm.
dipinggir bahan penutup pada setiap rangkaian rangka plafondnya.
n. Sambungan antara lembaran plafond yang terpasang serapat mungkin
lalu dilapisi dengan base bond dan paper tape dari produk yang sama
dengan papan penutup langit-langit .
o. Pemasangan list plafond di pasang pada setiap permukaan antara
dinding dan plafond dengan cara pemasangan menggunakan paku
atau sekrup.
p. Pekerjaan Langit-langit dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule
yang direncanakan.
Pengukuran
Pekerjaan Langit-langit meliputi Memasang langit-langit kalsiboard ukuran
(1200x2400x4) mm, tebal 4 mm, Pasang rangka pafon rangka Holow 4x4cm
dan Memasang list langit-langit kayu profil yang diukur dalam satuan meter
persegi dan meter. Pekerjaan tersebut diukur untuk pembayaran sebagai
volume aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Langit-langit akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan ditunjukkan
dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut harus
merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua pekerja, perkakas dan
peralatan untuk Memasang langit-langit kalsiboard ukuran (120x240x4) mm, tebal 4
mm, Pasang rangka pafon rangka Holow 4x4cm dan Memasang list langit-langit kayu
profil atau biaya Iainnya yang diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian
pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
VIII PEKERJAAN LANGIT-
LANGIT
1 Memasang langit-langit
calsibord ukuran
(1200x2400x4) mm, tebal Meter Persegi
4 mm
2 Pemasangan 1 m2
rangka langit-langit besi
Meter Persegi
hollow 40x40x2 mm,
modul 60x60 cm
3 Memasang list langit-
langit kayu profil ukuran Meter
1x6cm kayu kamper
Peralatan:
Pickup
Mesin Bor
Genset
Alat bantu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
VIII PEKERJAAN
LANGIT-LANGIT
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
1 Memasang langit-
material kalsibord
langit calsibord
ukuran
(1200x2400x4)
mm, tebal 4 mm
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
2 Pemasangan 1
material hollow, terjatuh dari
m2 rangka langit-
perancah
langit besi hollow
40x40x2 mm,
modul 60x60 cm
Terkena peralatan kerja tertimpa 4
3 Memasang list
material kayu terjatuh dari
langit-langit kayu
perencah
profil ukuran
1x6cm kayu
kamper
9.PEKERJAAN BESI DAN ALUMINIUM
Pekerjaan Besi dan Aluminium meliputi Pemasangan 1 m2 rangka atap baja
ringan Kencana Profil C80x0.75mm dan Pekerjaan tralist.
9.1. Spesifikasi Bahan
Bahan baja yang dipakai adalah baja mutu tinggi /High Tension Steel dengan
standar G550 lapis anti karat/Zinc9Aluminium dan Zinc tidak boleh kurang
dari 100 gram/m2(AZ 100) sedangkan untuk lapisan Zinc (Galvanis ) tidak
kurang dari 200gram/m2(Z100) Profil baja yang digunakan adalah profil
C80x0.75mm - Kencana Galvalum jarak kuda-kuda 80cm
9.2. Teknis pelaksanaan
Apabila Panitia Pelaksana secara teknis tidak memungkinkan untuk
melakukan sendiri pekerjaan baja ringan ini, Panitia Pelaksana boleh
menunjuk Sub Kontraktor untuk melaksanakan pekerjaan ini dengan
persetujuan dari Pengawas Lapangan teknis dan Pejabat Penandatangan
Kontrak. Sub Kontraktor harus menyerahkan sertifikat garansi dari produk
baja ringan yang dipakai dan garansi dari aplikasi dalam pekerjaan ini yang
lamanya minimal 15 tahun dari tanggal mulai serah terima pertama
pekerjaan.
Sub Kontraktor harus mengukur ulang bangunan untuk mendapatkan
ukuran riil dilapangan serta menghindari kemungkinan kesalahan ukuran
dan dituangkan dalam gambar-gambar pelaksanaan (shop drawing).
Pabrikasi dapat dilakukan diluar dari lokasi kegiatan dalam rangka effisiensi
teknis dan waktu dengan pemberitauan kegiatan secara tertulis terlebih
dahulu baik kepada Pejabat Penandatangan Kontrak maupun kepada
pengawas lapangan.
Seluruh bata ringanng-bata ringanng rangka atap harus dipotong secara
persisi sesuai ukuran di lapangan yang didapat.
Jarak antar kuda-kuda dipasang dengan jarak 80cm sesuai dengan gambar
kerja
Jika terdapat patahan atap, maka pada posisi patahan tersebut harus
merupakan titik simpul sistem rangka bata ringanng ( bentuk dasar segitiga
). Diperkuat patahan kuda-kuda dengan plat adu punggung hanya bisa
dikerjakan pada posisi bata ringanng yang menerima beban sangat kecil.
Semua titik simpul diperkuat dengan baut dengan jumlah minimal 5 buah
atau disesuaikan dengan kebutuhan.
Pemasangan tumpuan rangka atap pada ring balok harus dilakukan dengan
baik memakai dynabolt type wall plug ukuiran sesuai kebutuhan material
yang akan dipasang.
Pemasangan reng harus dibuat rata,tegak lurus dengan rangka atap serta
berjarak yang sama antara reng satu dengan yang lainnya.
Ukuran jarak reng disesuaikan dengan bahan genteng yang dipasang.
Usuk dipasang atau dimasukkan pada ujung bawah kuda-kuda dengan
panjang ± 50 cm, diperkuat dengan baut. Jarak antara baut ± 5 cm dengan
jumlah baut minimal 3 bh atau sesuai dengan kebutuhan.
Lisplank dipasang setelah semua usuk terpasang dengan baik.
Bentuk serta ukuran papan lisplank sesuai dengan gambar kerja.
Lisplank dipasang sedemikian rupa pada ujung usuk, diperkuat dengan
paku. Sambuang pada papan lisplank kalau memungkinkan sebaiknya
digunakan sambungan ekor burung.
Hasil yang diharapkan lisplank terpasang dengan kuat,lurus tidak
bergelombang, rapi terutama pada pertemuan sudut atap.
Seluruh bidang atap dari rangka atap yang dipasang harus merupakan
bidang yang rata dan tidak bergelombang sehingga pemasangan reng
dapat dilakukan dengan baik.
Pemasangan rangka atap keseluruhannya merupakan sistim yang saling
berkaitan.
Untuk pemasangan penggantung plafond ditempatkan pada titik-titik simpul
sambungan kecuali pada hal tertentu akibat keadaan Panitia
Pelaksanaharus melapor kepada Perencana lapangan.
Pekerjaan Besi dan aluminium dilaksanakan sesuai dengan Time Schedule
yang direncanakan.
Pengukuran
Pekerjaan Besi dan Aluminium meliputi Pemasangan 1 m2 rangka atap baja
ringan Kencana Profil C80x0.75mm dan Pekerjaan tralist. yang diukur dalam
satuan meter persegi. Pekerjaan tersebut diukur untuk pembayaran sebagai
volume aktual bahan yang dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Besi dan Aluminium akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per
satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Pemasangan 1 m2 rangka atap baja
ringan Kencana Profil C80x0.75mm dan Pekerjaan tralist atau biaya Iainnya
yang diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang
sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
IX PEKERJAAN BESI DAN
ALUMINIUM
1 Pemasangan 1 m2
rangka atap baja ringan
Kencana Profil Meter Persegi
C80x0.75mm
Peralatan:
Pickup
Mesin Bor
Genset
Mesin Gerinda
Alat bantu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
IX PEKERJAAN
BESI DAN
ALUMINIUM
Terkena peralatan kerja, tertimpa 4
1 Pemasangan 1
material baja ringan, terjatuh
m2 rangka atap
baja ringan
Kencana Profil
C80x0.75mm
10.PEKERJAAN PENUTUP ATAP
10.1. Spesifikasi Bahan
e. Pasangan atap genteng Kodok
f. Pasangan Bubungan genteng plentong
g. Pasangan Ikut Celedu paras
h. Pasangan murda paras
10.2. Metode Pemasangan
Beberapa hal yang harus diperhatikan dalam memasang genteng kodok
1. Ukuran reng 22,5 sd 23 cm.
Anda bingung cara mengukur rengnya? Akan kami perlihatkan caranya dalam foto di
bawah ini.
Langkah-langkahnya : Atur genteng seperti gambar 1. Lalu balikkan seperti gambar
2. Ukur dengan penggaris atau meteran seperti pada gambar 3. Saat memasang
pastikan kepala genteng berada di belakang cincin lengkungan. Untuk lebih
amannya gunakan ukuran 22,5 cm.
Berikut akan kami beritahukan cara memasang genteng kodok :
Nok atap menggunakan nok genteng karang pilang dipasang dengan campuran
semen pasir 1pc:5psr. Pada ujung jurai dipasang ikut celedu, pada ujung jurai atas
dipasang murda dan ditengah-tengah pada nok atas dipasang bentala paras.
pemasangan harus dilakukan dengan hati-hati menggunakan tali pelindung untuk
keamanan para pekerja.
Genteng dipasang secara teratur dan lurus secara vertikal dan horizontal dengan
overlap antara genteng yang telah ditentukan untuk mencegah terjadinya kebocoran.
Pengukuran
Pekerjaan Penutup Atap yang diukur dalam satuan meter persegi. Pekerjaan
tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang
dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Penutup Atap akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan ditunjukkan
dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut harus
merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua pekerja, perkakas dan
peralatan untuk Pemasangan Atap genteng kodok atau biaya Iainnya yang diperlukan
atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya
seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
X PEKERJAAN PENUTUP
ATAP
1 Pemasangan 1 m2 atap
genteng Kodok Meter Persegi
2 Pemasangan 1 m'
bubungan genteng Meter
plentong
3 Pekerjaan Ikut teledu
Buah
paras
4 Pekerjaan murda paras Buah
Peralatan:
Dump Truk
Mesin Gerinda
Alat bantu pertukangan lainnya
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
X PEKERJAAN
PENUTUP ATAP
Terkena peralatan kerja, tertimpa 4
1 Pemasangan 1
material dan terjatuh dari atap
m2 atap genteng
Kodok
Terkena peralatan kerja, tertimpa 4
2 Pemasangan 1 m'
material dan terjatuh dari atap
bubungan
genteng plentong
Terkena peralatan kerja, tertimpa 4
3 Pekerjaan Ikut
material dan terjatuh dari atap
teledu paras
Terkena peralatan kerja, tertimpa 4
4 Pekerjaan murda
material dan terjatuh dari atap
paras
11.PEKERJAAN KUNCI DAN KACA.
11.1. Lingkup Pekerjaan
c. Pekerjaan ini meliputi penyediaan tenaga kerja, bahan-bahan, perlengkapan
daun pintu/daun jendela dan alat-alat bantu lainnya untuk melaksanakan
pekerjaan hingga tercapainya hasil pekerjaan yang baik dan sempurna.
d. Pemasangan alat penggantung dan pengunci dilakukan meliputi seluruh
pemasangan pada daun pintu kayu, daun jendela
kaca yang ditunjukkan/disyaratkan dalam detail gambar.
11.2. Spesifikasi Bahan/Material
j. Semua 'hardwere' yang digunakan harus sesuai dengan ketentuan yang
tercantum dalam buku Spesifikasi Teknis. Bila terjadi perubahan atau
penggantian 'hardwere' akibat material yang ditunjuk sudah tidak diproduksi
lagi oleh Pabrik yang bersangkutan, maka dari pemilihan -, Panitia
Pelaksanawajib melaporkan hal tersebut kepada Pengawas Teknis untuk
mendapatkan persetujuan ulang.
k. Semua anak kunci harus dilengkapi dengan tanda pengenal dari pelat
aluminium berukuran 3 x 6 cm dengan tebal 1 mm. Tanda pengenal
ini dihubungkan dengan cincin nikel kesetiap anak kunci.
l. kunci tanam biasa Kunci Paori Body Besar dengan kwalitas yang baik
m. Kait angin dan grendel ini dipergunakan dengan kualitas yang baik - Paori
n. Untuk daun jendela kaca dipakai handle pengunci merk Paori.
o. Semua kunci-kunci tanam terpasang dengan kuat pada rangka daun pintu.
p. Dipasang setinggi 90 cm dari lantai, atau sesuai petunjuk Konsultan
Konsultan Management Konstruksi.
q. Engsel pintu - Paori ukuran 5”x tebal 25mm, dipasang sekurang-kurangnya 2
buah untuk setiap daun dengan menggunakan sekrup kembang dengan warna
yang sama dengan warna engsel. Jumlah engsel yang dipasang
harus diperhitungkan menurut beban berat daun pintu, tiap engsel memikul
maksimal 20 kg.
r. Semua aksesoris pintu dan jendela penggunakan merek Paori
11.3. Metode Pelaksanaan
j. Engsel atas dipasang +/- 28 cm (as) dari permukaan atas pintu.
k. Engsel bawah dipasang +/- 32 cm (as) dari permukaan bawah pintu.
l. Engsel tengah dipasang ditengah-tengah antara kedua engsel tersebut.
m. Untuk pintu toilet, engsel atas dan bawah dipasang +/- 28 cm dari
permukaan pintu, engsel tengah dipasang di tengah-tengah antara kedua
engsel tersebut.
n. Penarikan pintu (door pull) dipasang 90 cm (as) dari permukaan lantai.
o. Pemasangan lockcase, handle dan backplate serta door closer harus rapi,
lurus dan sesuai dengan letak posisi yang telah ditentukan oleh Konsultan
Pengawas. Apabila hal tersebut tidak tercapai, Panitia Pelaksanawajib
memperbaiki tanpa tambahan biaya.
p. Seluruh perangkat kunci harus bekerja dengan baik, untuk itu harus dilakukan
pengujian secara kasar dan halus.
q. Panitia Pelaksana wajib membuat shop drawing (gambar detail
pelaksanaan) berdasarkan Gambar Dokumen Kontrak yang telah
disesuaikan dengan keadaan di lapangan.
r. Didalam shop drawing harus jelas dicantumkan semua data yang
diperlukan termasuk keterangan produk, cara pemasangan atau detail-detail
khusus yang belum tercakup secara lengkap di dalam Gambar Dokumen
Kontrak, sesuai dengan Standar Spesifikasi pabrik.
Pengukuran
Pekerjaan Kunci dan Kaca yang diukur dalam satuan meter persegi. Pekerjaan
tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang
dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Kunci dan Kaca akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per
satuan pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Pemasangan Kunci dan Kaca atau
biaya Iainnya yang diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian
pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
XI PEKERJAAN KUNCI
DAN KACA
1 Pekerjaan Kunci Pintu
Paori Body Besar Buah
2 Pekerjaan Ensel Pintu
Buah
Paori
3 Pekerjaan Grendel Pintu
Buah
Paori
4 Pekerjaan Engsel Jendela
Buah
Paori
5 Pekerjaaan Grendel
Buah
Jendela Paori
6 Pekerjaan Kait Angin
Buah
Paori
7 Pekerjaan Kaca bening
Meter Persegi
5mm
Peralatan:
Pickup
Mesin Bor
Gergaji
Waterpass
Alat bantu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
XI PEKERJAAN
KUNCI DAN
KACA
Terkena peralatan kerja 4
1 Pekerjaan Kunci
Pintu Paori Body
Besar
Terkena peralatan kerja 4
2 Pekerjaan Ensel
Pintu Paori
Terkena peralatan kerja 4
3 Pekerjaan
Grendel Pintu
Paori
Terkena peralatan kerja 4
4 Pekerjaan Engsel
Jendela Paori
Terkena peralatan kerja 4
5 Pekerjaaan
Grendel Jendela
Paori
Terkena peralatan kerja 4
6 Pekerjaan Kait
Angin Paori
Terkena peralatan kerja 4
7 Pekerjaan Kaca
bening 5mm
12.PEKERJAAN PENGECATAN
12.1. Spesifikasi bahan Pelaburan Bidang Kayu
g. Pastikan seluruh bidang permukaan kayu yang akan di cat telah bersih dari
segala kotoran, dan telah diamplas halus.
h. Lapisan pertama/meni menggunakan cat dasar.
i. Setelah itu permukaan kayu di amplas lagi sampai halus.
j. Setelah kering dilanjutkan dengan lapis pertama top coating.
k. Lapisan kedua top coating dilakukan setelah lapisan pertama benar-benar
kering.
l. Finising kayu menggunakan Mowilex woodstain 503
12.2. Spesifikasi Bahan Pengecatan Dinding dan Plafon
f. Pastikan permukaan tembok yang akan dicat harus dibersihkan dan
diamplas terlebih dauhu agar bebas dari segala jenis kotoran yang
melekat.
g. Setelah tembok benar-benar bersih, oleskan Plamur keseluruh
permukaan tembok.
h. Setelah Plamur cukup kering diamplas halus, dilanjutkan dengan lapisan
pertama top coating.
i. Lapisan kedua top coating dilanjutkan setelah lapisan cat pertama betul-
betul kering ( jangan sekali-kali melakukan pengecatan lapis kedua
sebelum lapisan pertama betul-betul kering, karena akan berakibat
kegagalan pengecatan, cat akan meleleh dan tertarik oleh kuas/roll)
j. Finising dinding menggunakan Cat Tembok Nippon Vinilex 1 lapis
plamuur, 1 lapis cat dasar, 2 lapis cat penutup
12.3. METODE PEKERJAAN PENGECATAN
o. Semua cat, pernis, harus diterapkan dengan metode yang benar dan
dengan campuran yang baik selama pengecatan. Pengecatan harus
memberikan bagian yang rata. Interval masa 4 hari harus diberikan diantara
aplikasi pengecatan atau sesuai petunjuk tertulis dari pabrik.
p. Lembaran pembersih dengan jumlah yang cukup harus selalu ada di
tangan selama proses pengecatan.
q. Tidak boleh ada cat yang diterapkan dan menjadi terkondensasi atau
lembab secara struktural pada permukaan, debu atau bahan-bahan lain
sebelum aplikasi pengecatan.
r. Tidak boleh ada bagian eksterior atau cat yang terekspose terbawa oleh
kondisi cuaca yang merugikan seperti temperatur yang ekstrern, hujan,
angin, dan lain-lain.
s. Secara umum permukaan kayu harus diratakan, diprimer dan dicat dengan
2 lapisan dasar dan 1 lapisan spray finish dari cat yang tahan.
t. Untuk membersihkan kayu natural, siapkan dan lakukan 3 lapis cat
transparan.
u. Siapkan dan lakukan 2 lapis metal primer yang disetujui pada semua
permukaan besi / baja sebelum dikirim ke site.
v. Berikan primer dan lakukan 1 lapisan dasar dan 1 lapisan finish dengan cat
yang tahan pada semua permukaan ekspose baja / besi struktural setelah
proses erection.
w. Pekerjaan metal. Berikan lapisan dasar pada metal lapisan primer, lakukan
2 lapisan dasar dan 2 lapisan finish pada cat yang tahan gores, bila tidak
disebutkan khusus. Untuk pengecatan pekerjaan signage bila tidak
disebutkan khusus, dapat memakai metode ini (cat Fluorescent / Spotlight).
x. Bersihkan batu dari sisa semen, debu, minyak, cat atau kotoran lainya
supaya coating dapat meresap dan menempel sempurna pada permukaan
batu alam.
y. pastikan cuaca panas atau tidak hujan dan batu kering dari air sisa
pembersihan tadi dan harus benar-benar kering.
z. lapiskan/cat kan coating batu alam pada batu memakai kuas atau bisa juga
di semprot pakai kompresor untuk hasil yang lebih sempurna.
aa. setelah pelapis pertama kering (15-20menit) dapat dilakukan pelapisan
berikutnya bila di inginkan, tetapi satu lapis juga sudah bagus ,penggunaan
lapisan ke 2 bila menginginkan hasil yang lebih maksimal. pastikan seluruh
batu dilapisi dengan merata supaya tidak terlihat belang hasilnya
bb. daya sebar 1kaleng/1liter coting bisa melapisi 5-8 mtr2 tergantung jenis
batu dan porositas batu, biasnya untuk batu candi penggunaan lebih boros
karena jenis batu tersebut mempunyai pori-pori yang banyak dan lebar.
Pengukuran
Pekerjaan Pengecatan yang diukur dalam satuan meter persegi. Pekerjaan
tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang
dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Pengecatan akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan ditunjukkan
dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut harus
merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua pekerja, perkakas dan
peralatan untuk Pengecatan diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian
pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
XII PEKERJAAN
PENGECATAN
1 Pelaburan 1 m2 bidang
kayu dengan politur
Meter Persegi
mowilex
2 Pengecatan 1 m2 tembok
baru dengan Cat Tembok
Nippon Vinilex (1 lapis
Meter Persegi
plamuur, 1 lapis cat
dasar, 2 lapis cat
penutup)
3 Pekerjaan 1 m2 Coating
Bata Merah dengan Meter Persegi
Propan Stone Care
Peralatan:
Kuas
Amplas
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
XII PEKERJAAN
PENGECATAN
Terkena peralatan kerja terkena 4
1 Pelaburan 1 m2
material cat
bidang kayu
dengan politur
mowilex
Terkena peralatan kerja terkena 4
2 Pengecatan 1 m2
material cat
tembok baru
dengan Cat
Tembok Nippon
Vinilex (1 lapis
plamuur, 1 lapis
cat dasar, 2 lapis
cat penutup)
Terkena peralatan kerja terkena 4
3 Pekerjaan 1 m2
material cat
Coating Bata
Merah dengan
Propan Stone
Care
13. PEKERJAAN
STIL BALI
Spesifikasi Bahan
g. bata merah expose
Pengukuran
Pekerjaan Stil Bali yang diukur dalam satuan meter persegi. Pekerjaan
tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang
dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Stil Bali akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan pengukuran
untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan ditunjukkan dalam Daftar
Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut harus merupakan
kompensasi penuh untuk penyediaan semua pekerja, perkakas dan peralatan untuk
Stil Bali diperlukan atau biasanya diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang
sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
XIII PEKERJAAN STIL BALI
1 Pek stil bali bata merah
expose ornamen pintu Meter Persegi
2 Pek stil bali bata merah
Meter Persegi
expose sedi kolom
Peralatan:
Dump Truk
Pickup
Mesin gerinda
Alat batu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
XIII PEKERJAAN
STIL BALI
Terkena peralatan kerja terkena 4
1 Pek stil bali bata
material Bata
merah expose
ornamen pintu
Terkena peralatan kerja terkena 4
2 Pek stil bali bata
material Bata
merah expose
sedi kolom
14.PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
14.1. Spesifikasi Bahan
h. Pelaksanaan pekerjaan instalasi listrik penggadaan armature lampu-
lampu, lengkap dengan aksesoris lainnya sesuai dengan standar pekerjaan
instalasi listrik akan dilaksanakan oleh instalatur listrik yang telah
berpengalaman dalam sub bidang pekerjaan listrik.
i. Pemasangan instalasi listrik untuk titik lampu disesuaikan dengan gambar
rencana. Instalasi listrik menggunakan pipa 5/8” Kabel untuk instalasi stop
kontak menggunakan kabel NYM 3x2.5mm, kabel instalasi titik lampu
menggunakan kabel NYM 2x1.5mm Semua kabel tersebut harus memenuhi
standar SNI atau sesuai PUIL 2000. Titik sakelar disesuaikan dengan
gambar rencana, atau jika ada perubahan harus melakukan kordinasi
dengan pihak pengawas lapangan. Sakelar dengan kualitas SNI
j. Fiting lampu dan Titik lampu LED Philip 12watt
k. Stop Kontak
l. Sakelar
14.2. Metode Pelaksanaan
r. Panitia Pelaksanawajib menyiapkan tenaga kerja trampil instalasi listrik dan
pelaksana lapangan yang memiliki sertifikat keahlian pelaksana pekerjaan
listrik
s. Sakelar dipasanga dengan ketinggian 1.5m dari FFL
t. Pasangan instalasi listrik untuk stop kontak disesuaikan dengan gambar
rencana. Pasangan stopkontak dengan system inbow menggunakan pipa 5/8”
dengan menggunakan kabel 3x2.5mm kabel yang digunakan harus setandar
SNI. Stopkontak yang digunakan dengan kualitas - broco.
u. Stopkontak dipasang dengan ketinggian 50cm dari FFL.
v. Kabel vetical ditanam pada dinding dengan perlindungan pipa conduit yang
mana pipa conduit ditanam dalam dinding sebelum pekerjaan plesteran,
supaya tidak mudah berubah ketika dinding diplester.
w. Kabel horizontal diletakan ditray yang tergantung pada plat lantai atau dengan
pipa conduit nyang diklem ke plat lantai dengan jarak 1m.
x. Pekerjaan conduit saklar, stop kotak dan panel dikerjakan sebelum plesteran
dan acian dikerjakan agar ada koordinasi antara pekerjaan ME dan finishing
jadi halus rapih.
y. Perkerjaan pemasangan fitting dan armature menunggu kabel dites
ketahanannya agar tidak terjadi bongkar pasang.
z. Pekerjaan pemasangan fitting, lampu serta komponen lainnya membutuhkan
koordinasi antara pekerjaan ME dan pekerjaan plafon.
aa. Untuk komponen elektrikal yang tidak dipasangkan di plafon dapat dilakukan
dengan persetujuan direksi.
bb. Penyambungan sparingan akan dilakukan serapih mungkin dan apabila ada
pekerjaan sparingan yang tertinggal akan dilakukan pekerjaan coring.
cc. Panel utama dan panel pembagi listrik dipasang pada dinding yang telah
ditentukan rata dan tidak miring.
dd. Semua pasangan instalasi listrik memiliki arde utama pada panel yang
berhubungan dengan Swicth grounding system.
ee. Pemasangan arde / grounding sistem harus memenuhi spesifikasi teknis yang
diaturkan.
ff. Semua kabel yang masuk kedalam panel harus diberi tanda sesuai
kegunaannya dan lubang dilindungi karet agar debu tidak dapat masuk. Kabel
dia 16mm2 harus diberi sepatu kabel pada panel.
gg. Pada pintu bagian dalam dari pada setiap panel dibuatkan diagram
instalasinya termasuk daya cadangan yang sudah direncanakan, serta pada
komponen mcb di buat notasi/tanda.
hh. Tes ketahanan kabel sebesar 2 ohm dan grounding serta fitting dan armature
selam -/+ 1 x 24 jam.
Pengukuran
Pekerjaan Instalasi Listrik yang diukur dalam satuan meter persegi. Pekerjaan
tersebut diukur untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang
dipindahkan dan disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Instalasi Listrik akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan ditunjukkan
dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran tersebut harus
merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua pekerja, perkakas dan
peralatan untuk Instalasi Listrik diperlukan atau biasanya diperlukan untuk
penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti yang diuraikan dalam
Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
XIV PEKERJAAN INSTALASI
LISTRIK
1 Pek Instalasi Titik lampu
Titik
2 Pek Instalasi Stop kontak Titik
3 Pas. Stop kontak Buah
4 Pas. Saklar tunggal Buah
5 Pemasangan Titik
Lampu LED philip 12 Buah
watt
Peralatan:
Mesin Bor
AVO Meter
Alat bantu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
XIV PEKERJAAN
INSTALASI
LISTRIK
Terkena peralatan kerja 4
1 Pek Instalasi Titik
terkena strum
lampu
Terkena peralatan kerja terkena 4
2 Pek Instalasi Stop
strum
kontak
Terkena peralatan kerja terkena 4
3 Pas. Stop kontak
strum
Terkena peralatan kerja terkena 4
4 Pas. Saklar
strum
tunggal
Terkena peralatan kerja terkena 4
5 Pemasangan Titik
strum
Lampu LED
philip 12 watt
15.PEKERJAAN PAPAN NAMA
Pekerjaan pelakat informasi ukuran 30x50 bahan akrilik
Bahan yang digunakan untuk papan nama adalah berbahan Plastik Akrilik, dengan
Ukuran Menyesuaikan Dengan Gambar
Spek : Dimensi, Warna Tulisandan Lokasi Pemasangan Disesuikan Dengan Gambar
dan Petunjuk Dari sekolah / Dinas
Pengukuran
Pekerjaan Papan Nama yang diukur dalam satuan buah. Pekerjaan tersebut
diukur untuk pembayaran sebagai volume aktual bahan yang dipindahkan dan
disetujui Oleh Direksi Pekerjaan.
Pembayaran
Pekerjaan Papan Nama akan dibayar berdasarkan Harga Kontrak per satuan
pengukuran untuk Mata Pembayaran yang terdaftar di bawah ini dan
ditunjukkan dalam Daftar Kuantitas dan Harga, dimana harga dan pembayaran
tersebut harus merupakan kompensasi penuh untuk penyediaan semua
pekerja, perkakas dan peralatan untuk Papan Nama diperlukan atau biasanya
diperlukan untuk penyelesaian pekerjaan yang sebagaimana mestinya seperti
yang diuraikan dalam Seksi ini.
Nomor Mata Uraian Satuan
Pembayaran Pengukuran
XV PEKERJAAN PAPAN
NAMA
1 Pek pelakat informasi
ukuran 30x50 bahan
Buah
akrilik
Peralatan:
Alat bantu pertukangan
Personil Manajerial dan Tenaga Kerja
Pelaksana
Petugas Keselamatan Konstruksi
Pekerja
Kepala tukang
Tukang
Mandor
Aspek Keselamatan Konstruksi
Menggunakan Alat Pelindung Diri (APD) terdiri atas : Helm, Sepatu Safety,
Sarung Tangan, Masker.
Identifikasi Bahaya dan Prinsip Pengendalian Resiko K3 Konstruksi
No Uraian Identifikasi Bahaya Tingkat
Pekerjaan Resiko
XV PEKERJAAN
PAPAN NAMA
Terkena peralatan kerja 4
1 Pek pelakat
informasi ukuran
30x50 bahan
akrilik
KOMITMEN TKDN
Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor (Pembangunan ruang guru
beserta perabotnya) ,Belanja Modal Bangunan Gedung Laboratorium
(Pembangunan ruang Laboratorium komputer beserta perabotnya ), SD
Negeri 1 Terunyan
NO URAIAN SATUAN VOLUME TKDN
1 2 3
A Biaya Penerapan SMKK LS 1.00
B PEMBANGUNAN LAB KOMPUTTER
II PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Pengukuran dan pemasangan 1 m’ Bouwplank M1 34.00 99.48%
2 1 Buah papan nama pekerjaan menggunakan multiplex 9 mm, Unit 1.00
70.07%
tiang kayu 5/7, printing banner plastik
3 Pekerjaan pembongkaran bangunan lama Ls 1.00 100.00%
III PEKERJAAN TANAH
Penggalian 1 m3 tanah biasa sedalam s.d. 1 m' M3 15.12 100%
Pengurugan kembali 1 m3 galian tanah M3 4.54 100%
Pengurugan 1 m3 dengan pasir urug M3 4.86 100%
Pengurugan 1 m3 dengan sirtu padat M3 24.00 100%
IV PEKERJAAN PONDASI
Pemasangan 1 m3 pondasi batu belah campuran 1SP : 5 PP M3 17.80 97.31%
V PEKERJAAN PASANGAN DINDING
1 Memasang 1M² dinding Batako, campuran spesi 1PC : 4PP M2 62.00 65.28%
2 Pemasangan 1 m2 plesteran 1SP : 6PP tebal 15mm M2 136.00 98.38%
3 Pemasangan 1 m2 acian M2 136.00 98.03%
VI PEKERJAAN BETON
1 Pekerjaan beton Sloof
Membuat 1 m3 Beton Mutu fc' 21 MPa, slump (100±25) mm, M3 1.26
98.80%
agregat maksimal 19 mm secara Manual
Pembesian dengan besi polos atau besi ulir Kg 166.00 54%
Memasang bekisting 2xpakai M2 16.80 95%
2 Pekerjaan beton kolom
Membuat 1 m3 Beton Mutu fc' 21 MPa, slump (100±25) mm, M3 1.80
99%
agregat maksimal 19 mm secara Manual
Pembesian dengan besi polos atau besi ulir Kg 220.50 54%
Memasang bekisting 2xpakai M2 38.00 93%
3 Pekerjaan beton ring balok
Membuat 1 m3 Beton Mutu fc' 21 MPa, slump (100±25) mm, M3 1.26
99%
agregat maksimal 19 mm secara Manual
Pembesian dengan besi polos atau besi ulir Kg 201.77 54%
Memasang bekisting 2xpakai M2 16.80 98%
VII PEKERJAAN KAYU
1 Pembuatan dan pemasangan 1 m3 kusen pintu/jendela, kayu keruing M3 0.35
99.69%
mekanis
2 Pembuatan dan pemasangan 1 m2 daun pintu panel, kayu M2 2.40
98.57%
kamper
3 Pembuatan dan pemasangan 1 m2 pintu dan jendela kaca, M2 5.20
91.74%
kayu kamper
4 Pemasangan 1 m’ lisplank Conwood (2x25) cm, kayu 2x7cm M' 30.00
57.14%
kayu kamper
VIII PEKERJAAN PENUTUP LANTAI DAN PENUTUP DINDING
1 Memasang Lantai Keramik Platinum 50X50cm M2 80.00 92.49%
2 Memasang plin keramik 10X50 cm M' 36.70 94.45%
IX PEKERJAAN LANGIT - LANGIT
1 Memasang langit-langit calsibord ukuran (1200x2400x4) mm, tebal 4 M2 100.00
85.30%
mm
2 Pemasangan 1 m2 rangka langit-langit besi hollow 40x40x2 mm, M2 100.00
67.82%
modul 60x60 cm
3 Memasang list langit-langit kayu profil ukuran 1x6cm kayu kamper M1 82.40
99.60%
-
X PEKERJAAN BESI DAN ALUMINIUM
1 Pekerjaan rangka atap baja ringan Kencana profil C80x0.75mm M2 100.00 70.64%
XI PEKERJAAN PENUTUP ATAP
1 Pemasangan 1 m2 atap genteng Kodok M2 136.00 100.00%
2 Pemasangan 1 m' bubungan genteng plentong M' 25.00 98.42%
3 Pekerjaan Ikut teledu paras Buah 2.00 33.98%
4 Pekerjaan murda paras Buah 1.00 43.54%
XII PEKERJAAN KUNCI DAN KACA
1 Pekerjaan Kunci Pintu Paori Body Besar Buah 1.00 23.41%
2 Pekerjaan Ensel Pintu Paori Buah 4.00 40.87%
3 Pekerjaan Grendel Pintu Paori Buah 2.00 39.21%
4 Pekerjaan Engsel Jendela Paori Buah 16.00 44.64%
5 Pekerjaaan Grendel Jendela Paori Buah 8.00 33.51%
6 Pekerjaan Kait Angin Paori Buah 16.00 44.64%
7 Pekerjaan Kaca bening 5mm m2 6.50 54.17%
XIII PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1 Pek. Instalasi Lampu titik 5.00 58.32%
2 Pek. Instalasi Stop Kontak titik 14.00 60.69%
3 Pemasangan 1 titik stop kontak , philip bh 14.00 45.03%
4 Pemasangan 1 titik Saklar Tunggal, philip bh 2.00 48.23%
5 Pemasangan Fiting Lampu tempel + Lampu LED 12 Watt Philips bh 5.00 30.22%
XIV PEKERJAAN STIL BALI
1 Pek stil bali bata merah expose ornamen pintu M2 5.40 98.79%
2 Pek stil bali bata merah expose sedi kolom M2 4.00 98.79%
XV PEKERJAAN PENGECATAN
1 Pelaburan 1 m2 bidang kayu dengan politur MOWILEX Woodstain M2 38.95
34.19%
2.0 (1liter)
2 Pengecatan 1 m2 tembok baru dengan Cat Tembok Nippon Vinilex (1 M2 242.80
64.80%
lapis plamuur, 1 lapis cat dasar, 2 lapis cat penutup)
Pekerjaan 1 m2 Coating Bata Merah dengan Propan Stone Care M2 10.00
41.00%
XVI PEKERJAAN PAPAN NAMA
1 Pek pelakat informasi ukuran 30x50 bahan akrilik bh 1.00
C PEMBANGUNAN RUANG GURU
I PEKERJAAN PERSIAPAN
1 Pengukuran dan pemasangan 1 m’ Bouwplank M1 34.00 99.48%
II PEKERJAAN TANAH
1 Penggalian 1 m3 tanah biasa sedalam s.d. 1 m' M3 12.00 100%
2 Pengurugan kembali 1 m3 galian tanah M3 3.56 100%
3 Pengurugan 1 m3 dengan sirtu padat M3 24.00 100%
4 Pengurugan 1 m3 dengan pasir urug M3 4.00 100%
III PEKERJAAN PONDASI
1 Pemasangan 1 m3 pondasi batu belah campuran 1SP : 5 PP M3 14.00 97.31%
IV PEKERJAAN PASANGAN DINDING
1 Memasang 1M² dinding Batako, campuran spesi 1PC : 4PP M2 82.00 65.28%
2 Pemasangan 1 m2 plesteran 1SP : 6PP tebal 15mm M2 175.00 98.38%
3 Pemasangan 1 m2 acian M2 175.00 98.03%
4 Pekerjann dinding partisi doble calsibord 6mm rangka baja ringan M2 24.75 79.73%
V PEKERJAAN BETON
1 Pekerjaan beton Sloof
Membuat 1 m3 Beton Mutu fc' 21 MPa, slump (100±25) mm, M3 1.00 98.80%
agregat maksimal 19 mm secara Manual
Pembesian dengan besi polos atau besi ulir KG 159.00 54.41%
Memasang bekisting 2xpakai M2 13.20 95.15%
2 Pekerjaan beton kolom
Membuat 1 m3 Beton Mutu fc' 21 MPa, slump (100±25) mm, M3 1.40 98.80%
agregat maksimal 19 mm secara Manual
Pembesian dengan besi polos atau besi ulir KG 157.50 54.41%
Memasang bekisting 2xpakai M2 27.20 93.48%
3 Pekerjaan beton ring balok
Membuat 1 m3 Beton Mutu fc' 21 MPa, slump (100±25) mm, M3 1.00 98.80%
agregat maksimal 19 mm secara Manual
Pembesian dengan besi polos atau besi ulir KG 158.80 54.41%
Memasang bekisting 2xpakai M2 13.20 97.63%
VI PEKERJAAN KAYU
1 Pembuatan dan pemasangan 1 m3 kusen pintu dan kusen M3 0.35 99.69%
jendela, kayu keruing mekanis
2 Membuat dan memasang daun pintu panel, kayu kamper M2 4.00 98.57%
3 Pembuatan dan pemasangan 1 m2 pintu dan jendela kaca, M2 5.20 91.74%
kayu kamper
4 Pemasangan 1 m’ lisplank Conwood (2x25) cm, kayu 2x7cm M1 30.00 57.14%
kayu kamper
VII PEK. PENUTUP LANTAI DAN DINDING
1 Pemasangan 1m2 lantai keramik berglasir ukuran 50x50cm M2 78.00 92.49%
Platinum
2 Memasang plin keramik 10X50 cm M1 36.70 94.45%
VIII PEKERJAAN LANGIT - LANGIT
1 Memasang langit-langit kalsiboard ukuran (120x240x4) mm, tebal 4 M2 100.00 85.30%
mm
2 Pemasangan 1 m2 rangka langit-langit besi hollow 40x40x2 mm, M2 100.00 67.82%
modul 60x60 cm
3 Memasang list langit-langit kayu profil M1 82.40 99.60%
IX PEKERJAAN BESI DAN ALUMINIUM
1 Pemasangan 1 m2 rangka atap baja ringan Kencana Profil M2 100.00 70.64%
C80x0.75mm
X PEKERJAAN PENUTUP ATAP
1 Pemasangan 1 m2 atap genteng Kodok M2 136.00 100.00%
2 Pemasangan 1 m' bubungan genteng plentong M1 25.00 98.42%
3 Pekerjaan Ikut teledu paras BH 2.00 43.54%
4 Pekerjaan murda paras BH 1.00 33.98%
XI PEKERJAAN KUNCI DAN KACA
1 Pemasangan 1 buah kunci tanam biasa Kunci Paori Body Besar BH 2.00 23.41%
2 Pasang engsel pintu Paori BH 6.00 40.87%
3 Pasangan Grendel pintu Paori BH 2.00 39.21%
4 Pasang engsel jendela kupu-kupu Paori BH 16.00 44.64%
5 Pasang kait angin Paori BH 16.00 33.51%
6 Pasangan Grendel Jendela Paori BH 8.00 44.64%
7 Pemasangan 1 m2 kaca tebal 5mm BH 6.50 54.17%
XII PEKERJAAN PENGECATAN
1 Pelaburan 1 m2 bidang kayu dengan politur M2 44.68 34.19%
2 Pengecatan 1 m2 tembok baru dengan Cat Tembok Nippon Vinilex (1 M2 281.20 64.80%
lapis plamuur, 1 lapis cat dasar, 2 lapis cat penutup)
3 Pekerjaan 1 m2 Coating Bata Merah dengan Propan Stone Care M2 8.80 41.00%
XIII PEKERJAAN STIL BALI
1 Pek stil bali bata merah expose ornamen pintu M2 5.40 99.71%
2 Pek stil bali bata merah expose sedi kolom M2 3.00 99.71%
XIV PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
1 Pek Instalasi Titik lampu TITIK 5.00 58.32%
2 Pek Instalasi Stop kontak TITIK 12.00 60.69%
3 Pas. Stop kontak BUAH 12.00 45.03%
4 Pas. Saklar tunggal BUAH 2.00 42.24%
5 Pemasangan Titik Lampu LED philip 12 watt BUAH 5.00 30.22%
XV PEKERJAAN PAPAN NAMA
1 Pek pelakat informasi ukuran 30x50 bahan akrilik BUAH 1.00
KOMITME TKDN 82.40%
Pada pelaksanaan Pekerjaan Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor
(Pembangunan ruang guru ),beserta perabotnya Belanja Modal Bangunan Gedung
Laboratorium (Pembangunan ruang Laboratorium komputer) beserta perabotnya
SD Negeri 1 Terunyan dengan komitmen TKDN gabungan Barang dan jasa sebesar
82.40%
PENUTUP
1. Meskipun dalam Spesifikasi Teknis dan Metode Kerja ini pada uraian pekerjaan
dan uraian bahan-bahan tidak dinyatakan kata- kata yang harus disediakan oleh
Penyedia Jasa dan tidak disebutkan dalam penjelasan pekerjaan pembangunan
ini, pekerjaan tersebut diatas tetap dianggap ada dan dimuat dalam Spesifikasi
Teknis ini.
2. Pekerjaan yang nyata-nyata menjadi bagian dari pekerjaan pembangunan ini,
tetapi tidak diuraikan atau dimuat dalam Spesifikasi Teknis dan Metode Kerja ini,
tetapi diselenggarakan dan diselesaikan oleh Penyedia Jasa, harus dianggap
seakan-akan pekerjaan itu diuraikan dan dimuat dalam Spesifikasi Teknis dan
Metode Kerja ini, untuk menuju kepenyerahan yang lengkap dan sempurna
menurut pertimbangan Direksi.
3. Pekerjaan dapat dinyatakan selesai bila telah diadakan pemeriksaan dari Proyek,
Pengelola Teknis, Konsultan Pengawas dan Penyedia Jasa, dengan hasil yang
bisa diterima dan memuaskan.
4. Demikian Spesifikasi Teknis dan Metode Kerja ini disusun dan ditetapkan untuk
dapat digunakan sebagai acuan dalam rangka pelaksanaan Kegiatan Revitalisasi
Bangunan Gedung Sekolah Pekerjaan Belanja Modal Bangunan Gedung Kantor
(Pembangunan ruang guru ),beserta perabotnya Belanja Modal Bangunan
Gedung Laboratorium (Pembangunan ruang Laboratorium komputer) beserta
perabotnya SD Negeri 1 Penglumbaran Dibiayai dari Dana DAK Tahun Anggaran
2024.
Bangli,
PENGGUNA ANGGARAN (PA)
DINAS PENDIDIKAN PEMUDA DAN OLAHRAGA
KABUPATEN BANGLI
KOMANG PARIARTHA,SH.,MM
NIP. 197002121997031007