| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0836561514733000 | Rp 319,997,022 | - | |
CV Sultan Borneo Persada | 06*0**1****32**0 | Rp 320,003,014 | - |
| 0032905481731000 | Rp 339,733,473 | Tidak menghadiri undangan klarifikasi teknis sampai dengan waktu yang ditentukan, sehingga nilai penawaran teknis sama dengan 0 (nol). (tidak memenuhi IKP.28.12 huruf e. ) | |
| 0942754276732000 | - | - | |
| 0393919923732000 | Rp 320,005,335 | Tidak menyampaikan Sertifikat Standar (BAB V. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK)) | |
| 0534657101731000 | Rp 326,400,809 | Personel K3 a.n Muhammad Solihin sudah bekerja di paket lain:Konsolidasi Drainase- Pembangunan Sarana Drainase Desa Mangkauk RT. 01 dan RT. 05 Kec. Pengaron (CV.Mayang Agung Sari) | |
| 0530329663732000 | Rp 332,128,317 | Tidak melampirkan Dokumen RKK sebagaimana yang disyaratkan dalam Dokmil Bab III. Instruksi Kepada Peserta (IKP) E. PEMBUKAAN DAN EVALUASI PENAWARAN DAN KUALIFIKASI Pasal 28.12.e | |
| 0029410610734000 | - | - | |
CV Diana | 0803478643731000 | - | - |
| 0758342976733000 | - | - | |
| 0021724596732000 | - | - | |
CV Max Karya Bangun | 03*8**9****35**0 | - | - |
| 0020898342732000 | - | - | |
| 0956302020732000 | - | - | |
| 0722966868732000 | - | - | |
| 0754299329731000 | - | - | |
| 0014349492732000 | - | - | |
| 0023948540822000 | - | - | |
| 0945730992734000 | - | - | |
| 0950649137734000 | - | - | |
| 0022155386732000 | - | - | |
| 0020431318731000 | - | - | |
| 0929899748733000 | - | - | |
| 0803369602733000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
1. Uitzet/Pengukuran Kembali dan Pemasangan bouwplank/papan
bangunan
Pengukuran ulang bertujuan untuk mendapatkan data aktual sebelum
pelaksanaan pekerjaan
Pemasangan bouwplank dilaksanakan setelah pengukuran kembali
mendapat pengesahan oleh Direksi pekerjaan.
2. Pekerjaan penggalian tanah biasa
Semua pekerjaan tanah dari beberapa bagian harus dilaksanakan
menurut ukuran ketinggian yang ditunjukkan dalam gambar, atau
menurut ukuran dan ketinggian lain, yang mungkin akan diperintahkan
oleh Direksi berkenaan dengan keadaan tanah tersebut
Pekerjaan penggalian menggunakan alat bantu gali / manual
Penyedia jasa harus memberitahukan kepada direksi secara lisan dan
tertulis setiap akan memulai pelaksanaan pekerjaan. Galian manual
dilaksanakan dengan menggunakan alat bantu gali serta pekerja dalam
jumlah sesuai kebutuhan
3. Pekerjaan pondasi cerucuk / pondasi pancangan galam
Kabupaten Banjar didominasi oleh wilayah rawa maupun tanah/daratan
dengan kapasitas daya dukung yang rendah. Pembangunan suatu
konstruksi diatasnya maka akan berakibat kepada penurunan
(settlement) dikarenakan tanah tidak dapat memikul beban yang ada.
Untuk tetap dapat melaksanakan pembangunan suatu konstruksi, maka
diperlukan treatment (perlakuan) terhadap sifat mekanis tanah tersebut,
salah satunya adalah menggunakan pondasi cerucuk / pondasi
pancangan.
4. Kayu untuk tiang pancang penahan beban (bukan cerucuk) dapat
diawetkan atau tidak diawetkan, dan dapat dipangkas sampai
membentuk penampang yang tegak lurus terhadap panjangnya atau
berupa batang pohon lurus sesuai bentuk aslinya. Selanjutnya semua
kulit kayu harus dibuang.
5. Tiang pancang ditempatkan pada bagian dasar galian tanah untuk
pembebanan yang merata pada tanah dasar serta dapat menjaga
stabilitas tanah dasar. Sebelum pelaksanaan pemancangan peruncingan
perlu dilakukan pada ujung tiang untuk memudahkan dalam
pemancangan.
6. Tiang pancang harus dilengkapi dengan sepatu yang cocok untuk
melindungi ujung tiang selama pemancangan, kecuali bilamana seluruh
pemancangan dilakukan pada tanah yang lunak. Sepatu harus benar-
benar konsentris (pusat sepatu sama dengan pusat tiang pancang) dan
dipasang dengan kuat pada ujung tiang. Bidang kontak antara sepatu
dan kayu harus cukup untuk menghindari tekanan yang berlebihan
selama pemancangan.
7. Pemancangan berat yang mungkin merusak kepala tiang pancang,
memecah ujung dan menyebabkan retak tiang pancang harus dihindari
dengan membatasi tinggi jatuh palu dan jumlah penumbukan pada tiang
pancang. Umumnya, berat palu harus sama dengan beratnya tiang untuk
memudahkan pemancangan. Perhatian khusus harus diberikan selama
pemancangan untuk memastikan bahwa kepala tiang pancang harus
selalu berada sesumbu dengan palu dan tegak lurus terhadap panjang
tiang pancang dan bahwa tiang pancang dalam posisi yang relatif pada
tempatnya.
8. Pekerjaan pasangan batu
Pasangan batu dikenal juga dengan istilah krib, yaitu bangunan
menyilang atau sejajar arah aliran yang ditujukan guna mengubah pola
aliran, sifat aliran untuk suatu tujuan tertentu.
Pelaksanaan Pekerjaan
Pelaksanaan pekerjaan yang perlu diperhatikan dalam pedoman
spesifikasi teknis pekerjaan pasangan harus memuat:
Pasangan batu dengan mortar
Metode Pekerjaan
Metoda pekerjaan saluran pasangan batu dengan mortar yang
dilaksanakan setiap satuan waktu harus dibatasi sesuai dengan
tingkat kecepatan pemasangan yang menjamin agar seluruh pekerjaan
pasangan batu hanya dipasang dengan adukan yang baru;
Jika pasangan batu dengan mortar digunakan pada lereng sebagai
pelapisan selokan, maka pembentukan penampang selokan pada tahap
awal harus dibuat seolah-olah seperti tidak akan ada pasangan batu
dengan mortar. Pemangkasan tahap akhir hingga batas-batas yang
ditentukan harus dilaksanakan sesaat sebelum pemasangan pasangan
batu dengan mortar.
Penyiapan formasi atau pondasi
Formasi untuk pelapisan pasangan batu dengan mortar harus
disiapkan sesuai dengan ketentuan;
Landasan tembus air dan kantung saringan (filter pocket) harus
disediakan jika disyaratkan, sesuai dengan ketentuan.
Penyiapan batu
Batu harus dibersihkan dari bahan yang merugikan, yang dapat
mengurangi kelekatan dengan adukan;
Sebelum pemasangan, batu harus dibasahi seluruh permukaannya
dan diberikan waktu yang cukup untuk proses penyerapan air sampai
jenuh.
Pemasangan lapisan batu
Suatu landasan dari adukan semen paling sedikit setebal 3 cm harus
dipasang pada formasi yang telah disiapkan. Landasan adukan ini
harus dikerjakan sedikit demi sedikit sedemikian rupa sehingga
permukaan batu akan tertanam pada adukan sebelum mengeras;
Batu harus ditanam dengan kuat di atas landasan adukan semen
sedemikian rupa sehingga satu batu berdekatan dengan lainnya
sampai mendapatkan tebal pelapisan yang diperlukan di mana tebal
ini akan diukur tegak lurus terhadap lereng. Rongga yang terdapat di
antara satu batu dengan lainnya harus diisi adukan dan adukan ini
harus dikerjakan sampai hampir sama rata dengan permukaan lapisan
tetapi tidak sampai menutupi permukaan lapisan;
Pekerjaan harus dimulai dari dasar lereng menuju ke atas, dan
permukaan harus segera diselesaikan setelah pengerasan awal dari
adukan dengan cara menyapunya dengan sapu yang kaku;
Lereng yang bersebelahan dengan bahu jalan harus dipangkas dan
dirapikan untuk memperoleh bidang antar muka yang rapat dan halus
dengan pasangan batu dengan mortar sehingga akan memberikan
drainase yang lancar dan mencegah gerusan pada tepi pekerjaan
pasangan batu dengan mortar;
Pemasangan batu kali harus dilaksanakan dengan cara pemasangan
adukan mortar kemudian diikuti dengan batu sedemikian sehingga
semua batu akan terlapisi dengan adukan mortar. Dalam hal apapun
pelaksanaan pemasangan batu tidak boleh dilakukan dengan cara
menumpuk batu terlebih dahulu batu kemudian dituangkan adukan
mortar ke atasnya.
Adukan semen
Pencampuran
Seluruh bahan kecuali air harus dicampur, baik dalam kotak yang
rapat atau dalam alat pencampur adukan yang disetujui, sampai
campuran menunjukkan warna yang merata, kemudian air
ditambahkan dan pencampuran dilanjutkan lima sampai sepuluh
menit. Jumlah air harus sedemikian sehingga menghasilkan adukan
dengan konsistensi (kekentalan) yang diperlukan tetapi tidak boleh
melebihi 70 % dari berat semen yang digunakan;
Adukan semen dicampur hanya dalam kuantitas yang diperlukan
untuk penggunaan langsung. Jika diperlukan, adukan semen boleh
diaduk kembali dengan air dalam waktu 30 menit dari proses
pengadukan awal. Pengadukan kembali setelah waktu tersebut tidak
diperbolehkan;
Adukan semen yang tidak digunakan dalam 45 menit setelah air
ditambahkan harus dibuang.
Pemasangan
Permukaan yang akan menerima adukan semen harus dibersihkan
dari minyak atau lempung atau bahan terkontaminasi lainnya dan
telah dibasahi sampai merata sebelum adukan semen ditempatkan. Air
yang tergenang pada permukaan harus dikeringkan sebelum
penempatan adukan semen;
Jika digunakan sebagai lapis permukaan, adukan semen harus
ditempatkan pada permukaan yang bersih dan lembab dengan jumlah
yang cukup sehingga menghasilkan tebal adukan minimum 1,5 cm
dan harus dibentuk menjadi permukaan yang halus dan rata.
Pekerjaan Dewatering
Dapat dikategorikan sebagai pekerjaan pengalihan air permukaan.
Pada umumnya pekerjaan dewatering untuk bangunan di bawah muka
air permukaan menggunakan sistem open pumping, dengan dibantu
oleh cofferdam atau kisdam sebagai penahan air. Tetapi untuk
bangunan di sepanjang saluran yang sudah berfungsi, biasanya
dilakukan pada saat masa pengeringan. Yaitu masa tanaman tidak
memerlukan air, sehingga air saluran dapat dikeringkan dengan
menutup pintu air yang ada. Dengan demikian pengerjaan bangunan
dapat dilaksanakan seperti pada bangunan biasa yang tidak terganggu
oleh air.
Pada dasarnya pekerjaan dewatering air permukaan dilakukan dengan
mengurung daerah yang akan dibangun dengan cofferdam, supaya
terbebas dari air yang ada, sedangkan air yang ada pada daerah yang
dikurung tersebut dikeringkan dengan menggunakan pompa (open
pumping).
Struktur yang diperlukan untuk mengurung daerah yang akan
dibangun dapat bermacam-macam jenisnya, dari yang sederhana
(menggunakan terpal yang diperkuat dengan kayu pancangan) sampai
yang memerlukan perhitungan kekuatan struktur yang bahkan cara
pelaksanaannya terkadang memerlukan peralatan yang besar (alat
pancang untuk memancang steel sheet pile).
Beberapa bangunan yang memerlukan pekerjaan dewatering air
permukaan adalah:
Bangunan pada saluran;
Bangunan pada sungai;
Bangunan di tengah sungai;
Bangunan menutup sungai;
Tunnel diversion.
Pemasangan Bronjong ukuran 2x1x0.5 m (mesh 8x10 cm, dia.3.00 mm)
Sampel bronjong sebelum dikirim ke lapangan harus sudah mendapat
persetujuan dari Direksi dan Konsultan Supervisi.
Kawat bronjong lapis galvanis merupakan kawat anyaman mesin
dengan Standar Nasional Indonesia (SNI) 03-0090-1999, ukuran
2x1x0.5 M (mesh 8x10cm, dia.3.00mm)
Karakteristik kawat bronjong adalah :
- Tulangan tepi, diameter ▪ : min. 3,4 mm
- Dilapisi dengan lapisan galvanis (SNI) 03-0090-1999)
- Jaringan, diameter ▪ : min. 2,7-3,00 mm
- Pengikat, diameter ▪ : min. 2,0 mm
- Kuat Tarik : 41 kg/mm 2
- Perpanjangan diameter : 10% (minimum)
Anyaman : Anyaman haruslah merata berbentuk segi enam yang
teranyam dengan tiga lilitan dengan lubang kira-kira 80 mm x 100
mm yang dibuat sedemikian rupa hingga tidak lepas-lepas dan
dirancang untuk diperoleh kelenturan dan kekuatan yang
diperlukan. Keliling tepi dari anyaman kawat harus diikat pada
kerangka bronjong sehingga sambungan-sambungan yang
diikatkan pada kerangka harus sama kuatnya seperti pada badan
anyaman.
Sebelum membuat bronjong, terlebih dahulu harus membuat contoh
bronjong dilapangan (mock-up) untuk diperiksa oleh Pengawas
Konsultan, Pengawas Lapangan dan PPTK dan mendapatkan
persetujuan. Semua pekerjaan selanjutnya harus sesuai dengan
contoh elevasi yang tercantum dalam gambar rencana atau sesuai
dengan petunjuk Pengawas Konsultan, Pengawas Lapangan.
Permukaan tanah dasar untuk pemasangan bronjong harus berbentuk
rata, dapat berupa tanah timbunan, atau tanah hasil galian atau
spesifikasi teknis ini, pada batas dan elevasi yang diperlihatkan dalam
gambar atau sesuai instruksi oleh Direksi dan Konsultan Supervisi.
Tidak diijinkan memasang gabion bila pondasi atau tanah dasar tidak
rata. Toleransi beda tinggi yang diijinkan sebesar 10 centimeter dengan
mengacu pada batas rencana sesuai persyaratan.
Sebelum dipasang pada tempatnya, bronjong harus direntangkan
supaya mencapai ukuran yang sebenarnya dan semua pinggirnya
harus diikat dengan kawat sesuai dengan petunjuk Pengawas
Konsultan, Pengawas Lapangan dan PPTK. Tiap jajaran bronjong harus
diikat dengan kawat terhadap jajaran sebelahnya pada pinggir bagian
atas dan bawah dan pada sudutnya.
Bila dibutuhkan bentuk yang khusus, maka bronjong harus dipotong
dengan rapi dan ujung potongannya harus diikat erat-erat dengan
kawat bersama-sama dengan bagian mana saja yang memungkinkan
dari ujung bronjong yang bersambungan dengannya. Pada bagian
dalam dari lengkungan yang tidak nampak dari penglihatan, maka
lubang anyaman akan mengkerut dan harus diikat erat–erat
supaya menghasilkan bentuk yang dikehendaki. Sambungan diantara
Bronjong harus seragam berselang-seling dengan bagian yang teratur
yang disetujui oleh Pengawas Konsultan, Pengawas Lapangan dan
PPTK.
Permukaan tanah tempat bronjong yang akan dibangun harus
diratakan sebelum keranjang bronjong dipasang.
Tiap bronjong harus diisi dengan batu dan diisi secara manual
menggunakan tangan secara satu persatu dengan cermat, sehingga
penempatannya memperkecil volume rongga diantara batu dalam
keranjang yang telah terisi penuh. Bronjong harus diisi sampai 25 mm
melebihi sisi bagian atas sehingga tutupnya dapat merenggang erat
diatas batu sebelum ikatan kawatnya mengendor, jajaran bronjong
yang berdampingan harus diisi sampingnya tidak menonjol. Haruslah
dijaga agar supaya bronjong tidak berubah bentuknya selama diisi.
Begitu seterusnya lapis demi lapis sesuai dengan ketentuan dan
spesifikasi teknis yang telah ditentukan.
Pembayaran pasangan bronjong dihitung berdasarkan volume
terpasang dalam satuan meter kubik.
Pekerjaan Batu Kosong Ukuran. 12-25 cm
Pekerjaan pasangan batu gunung ini sebagai bahan pengisi dari celah
antara dinding tanah dengan bronjong, berfungsi sebagai penahan tanah
dan sebagai filter material yang ikut terbawa oleh air yang keluar dari
tebing tanah.
Pemasangan batu kosong harus disusun dengan manual dengan tenaga
pekerja yang terampil agar bisa mendapatkan isian batu kosong yang
padat tidak ada rongga besar yang tidak di isi batu.
Pemasangan batu berukuran besar dengan sisi yang rata bisa
ditempatkan di posisi sisi luar dan batuan kecil untuk mengisi celah-celah
batu besar.
Material batu gunung diangkut dengan dump truk dari stone crusher dan
ditumpuk sementara pada tempat yang sudah disiapkan disekitar lokasi
pekerjaan. Kemudian diangkut kembali atau dilansir secara manual
menuju lokasi pekerjaan.
Material batu gunung yang digunakan harus berupa batu gunung
yang kuat dan bersih bebas dari tanah dan batuan lapuk.
Pembayaran pekerjaan ini dihitung berdasarkan volume terpasang dalam
satuan meter kubik.
Pekerjaan plesteran
Dilaksanakan dengan menggunakan perbandingan campuran antara
beton dengan pasir sebesar 1 : 3. Plesteran digunakan pada
permukaan dinding maupun beton, dengan tujuan untuk
mendapatkan kekedapan struktur terhadap air. Pada struktur yang
akan di plester, sebaiknya dilakukan curing dulu dengan air untuk
menghindari keretakan pada saat pelaksanaan plesteran. Ketebalan
saat melaksanakan pekerjaan harus diperhatikan, agar tidak
menghasilkan permukaan yang bergelombang maupun plesteran yang
terlalu tipis sehingga mudah mengalami keretakan.
Pekerjaan acian
Acian berfungsi untuk menutup pori-pori yang muncul dari pekerjaan
plesteran, sehingga permukaan struktur yang didapat lebih halus.
Tahapan pekerjaan ini dilaksanakan setelah kondisi plesteran sudah
kering. Sebelum pelaksanaan sebaiknya dilakukan curing dengan air
untuk menghindari keretakan pada acian. Pekerjaan ini hanya
menggunakan campuran semen dan air.| Authority | |||
|---|---|---|---|
| 4 July 2023 | Peningkatan Jalan Galumbang-Mihu | Kab. Balangan | Rp 4,000,000,000 |
| 31 July 2023 | Peningkatan Jalan Halong - Tabuan | Kab. Balangan | Rp 4,000,000,000 |
| 4 May 2021 | Pembangunan Ruang Praktek Siswa Smkn 3 Amuntai | Provinsi Kalimantan Selatan | Rp 1,005,091,000 |
| 6 July 2022 | Rehabilitasi Ruang Kelas Sdn 3 Kampung Baru | Kab. Tanah Bumbu | Rp 1,000,000,000 |
| 23 June 2021 | Revitalisasi Smpn 2 Cintapuri Darussalam (Dak) | Kab. Banjar | Rp 860,561,700 |
| 11 June 2021 | Rehabilitasi Ruang Kelas Sdn 1 Kasarangan | Kab. Hulu Sungai Tengah | Rp 803,329,500 |
| 23 June 2022 | Pembangunan Drainase Plajau Seberang Kompi | Kab. Tanah Bumbu | Rp 600,000,000 |
| 30 July 2020 | Rehabilitasi Ruang Kelas Beserta Perabotnya Sdn 1 Jatuh | Kab. Hulu Sungai Tengah | Rp 233,000,000 |