| Reason | |||
|---|---|---|---|
| 0909711632732000 | Rp 572,514,817 | - | |
| 0030630552731000 | Rp 502,500,000 | Tidak menyampaikan tangkapan layar laman OSS yang menyebutkan bahwa Sertifikat Standar sedang menunggu verifikasi persyaratan, tidak memenuhi persyaratan kualifikasi sesuai Dokumen Pemilihan BAB V. LEMBAR DATA KUALIFIKASI (LDK) dan BAB VIII. TATA CARA EVALUASI KUALIFIKASI Sebagain informasi tambahan, Sertifikat untuk Petugas Keselamatan Konstruksi tidak sesuai dengan yang disyaratkan dalam Dokumen Pemilihan BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) | |
| 0018340877733000 | Rp 551,687,698 | Sertifikat untuk Petugas Keselamatan Konstruksi tidak sesuai dengan yang disyaratkan dalam Dokumen Pemilihan BAB IV. LEMBAR DATA PEMILIHAN (LDP) | |
| 0959218728732000 | - | - | |
| 0902882695732000 | - | - | |
| 0410429559732000 | - | - | |
| 0722966868732000 | - | - | |
| 0022162630732000 | - | - | |
CV Setia Mitra Abadi | 07*5**3****32**0 | - | - |
| 0015852205731000 | - | - | |
| 0821725348732000 | - | - | |
| 0538078049711000 | - | - | |
| 0967277146731000 | - | - | |
| 0625456819731000 | - | - | |
| 0024899890731000 | - | - | |
Naumira Hutama Karya | 02*7**6****31**0 | - | - |
| 0621230788732000 | - | - | |
Mafaaza Ilayya Bersama | 09*0**1****32**0 | - | - |
| 0747245801732000 | - | - | |
CV Bangun Yaman Mandiri | 07*0**7****32**0 | - | - |
| 0021724596732000 | - | - |
URAIAN SINGKAT PEKERJAAN
PASAL 1. PENJELASAN UMUM
1.1. Kegiatan : Pengelolaan Pendidikan Anak Usia Dini Tahun Anggaran 2023
1.2. Pekerjaan : Pembangunan Ruang Kelas Baru ( RKB ) Beserta Perabotnya TK Negeri
Pembina Tunas Pratama
1.3. Lokasi : Kec. Martapura Kab. Banjar
1.4. Kegiatan atau pekerjaan tersebut diatas dilaksanakan sesuai dengan :
• Gambar bestek, Konstruksi dan Detail terlampir ( gambar kerja )
• Uraian kerja dan syarat-syarat pelaksanaan pekerjaan ( spesifikasi teknis )
• Berita Acara Penjelasan Pekerjaan ( Aanwizing )
• Petunjuk dari Direksi / Direksi lapangan.
1.5. Akhir pekerjaan harus diselesaikan dengan baik, dengan ketentuan-ketentuan :
• Halaman bangunan serta seluruh isi bangunan, harus bersih dari sisa-sisa kotoran, sisa-
sisa bahan bangunan dan sampah pada saat serah terima pekerjaan.
• Hasil pekerjaan segera diserahterimakan dengan memuaskan Direksi.
PASAL 2. BAHAN - BAHAN DAN ALAT - ALAT
Untuk kelancaran pekerjaan pemborong diwajibkan :
2.1. Menyediakan alat-alat bantu dan pekerja / tenaga yang diperlukan.
2.2. Bahan-bahan / material yang didatangkan ke lokasi pekerjaan harus sesuai dengan ketentuan
dan jenis spesifikasi bahan.
PASAL 3. PEKERJAAN PENDAHULUAN / PERSIAPAN
3.1. Sebelum pekerjaan dimulai, harus diadakan pembersihan. Hasil pembersihan tersebut harus
dibuang ke luar dari lingkungan / lokasi proyek.
3.2. Pembersihan lokasi dilakukan dari awal sampai akhir pekerjaan.
3.3. Pengukuran dan pemasangan bouplank supaya dilaksanakan dengan teliti dan seksama agar
sesuai yang di ijinkan.
3.4. Pembuatan papan nama proyek dan papan informasi SMKK (K3) agar dilakukan diawal
pelaksanaan pekerjaan.
3.5. Penyediaan bahan – bahan / alat untuk keperluan keselamatan kerja harus disiapkan oleh
kontraktor sebelum dimulai pelaksanaan pekerjaan.
PASAL 4. PENENTUAN PEIL
4.1. Sebagai peil ± 0,00 diukur dari muka tanah ( MT ) 50 cm ke atas lantai ruang bangunan.
4.2. Untuk pekerjaan lainnya ukuran tinggi berpedoman pada 4.1.
PASAL 5. PEKERJAAN GALIAN / URUGAN
5.1. Galian tanah dilaksanakan untuk konstruksi pondasi batu gunung. Ukuran dalam dan lebar
disesuaikan dengan gambar rencana dan detail atau keadaan / keperluan setempat pada
lokasi.
5.2. Hasil galian tanah sebaiknya diletakan tidak terlalu jauh dari lokasi galian agar sewaktu
pengurugan kembali tanah galian tidak mengalami kesulitan dalam pengangkutan.
5.3. Urugan tanah kembali dilakukan bila telah selesai pekerjaan pondasi.
5.4. Sebelum pengecoran lantai maka ruangan harus diurug dengan tanah merah dan dipadatkan.
5.5. Pengurugan tanah merah / tanah laterit agar dilakukan secara bertahap ( lapis demi lapis )
kemudian dipadatkan agar diperoleh kepadatan tanah yang maksimal sampai batas ketebalan
yang telah ditentukan.
5.6. Setelah pengurugan tanah merah mencapai batas ketebalan yang telah ditentukan dan sudah
padat, maka di atas permukaan tanah merah tersebut di lapisi dengan pasir urug sebelum
dilakukan pengecoran lantai.
5.7. Lapisan pasir urug bawah lantai dengan ketebalan ± 5cm dan bawah pondasi dengan
ketebalan ± 5 cm.
PASAL 6. PEKERJAAN PONDASI
( Spesifikasi Teknis )
6.1. Pondasi yang digunakan adalah pondasi pasangan batu gunung ukuran atas 25 cm, bawah 60
cm dan tinggi 60 cm untuk ruang dan selasar ukuran atas 25 cm, bawah 40 cm dan tinggi 60
cm.
6.2. Spesi yang digunakan dengan camp.1PC : 4PS
6.3. Pasangan batu kosong ( aanstamping ) dikerjakan dibawah / sebelum pemasangan pondasi
batu gunung dengan ketebalan 15cm
6.4. Untuk ukuran dan bentuk dapat disesuaikan dengan gambar rencana dan detail.
PASAL 7. PEKERJAAN BETON / BETON BERTULANG
7.1. SLOOF
7.1.1. Sebagai pengikat kolom dibuat sloof beton bertulang.
7.1.2. Sloof yang digunakan berukuran 15/20 cm untuk ruang dan 15/15cm untuk selasar
7.1.3. Sloof 15/20cm dan 15/15cmmengunakan tulangan pokok Ø 12 mm sebanyak 4
batang, dan tulangan begel Ø 8 mm dengan jarak 15 cm
7.1.4. Sloof dicor dengan campuran 1Pc : 2Ps : 3Kr ( K – 175 )
7.1.5. Semua bahan-bahan tersebut di atas, sebelum didatangkan lokasi pekerjaan
harus diperlihatkan contoh untuk mendapatkan persetujuan dari direksi.
7.2. KOLOM
7.2.1. Rangka dinding menggunakan kolom utama dari beton bertulang ukuran 15/20cm
dan kolom praktis 11/11cm dengan ketinggian 3,60 m. Untuk kolom selasar
menggunakan kolom beton bertulang ukuran 15/15 cm
7.2.2. Untuk kolom teras 15/15cm dan kolom dinding 15/20cm menggunakan tulangan
pokok Ø 12 mm sebanyak 4 batang dan tulangan begel Ø 8 mm dengan jarak 15
cm, sedangkan kolom praktis 11/11cm menggunakan tulangan pokok Ø 10 mm
sebanyak 4 batang dan tualangan begel Ø 8 mm dengan jarak 15cm
7.2.3. Kolom dinding dan kolom teras dicor dengan campuran 1Pc : 2Ps : 3Kr. ( K – 175 )
7.2.4. Semua bahan-bahan tersebut di atas, sebelum didatangkan lokasi pekerjaan
harus diperlihatkan contoh untuk mendapatkan persetujuan dari direksi.
7.3. RING BALK
7.3.1. Sebagai penguat pasangan batu bata dinding dibuat ring balk praktis ukuran 10/15
cm dan ring balk teras ukuran 15/20cm.
7.3.2. Ring balk praktis 10/15cm untuk dinding menggunakan tulangan pokok Ø 12 mm
sebanyak 4 buah dan tulangan begel Ø 8 mm dengan jarak 15 cm sedangkan
ringbalk teras dengan ukuiran 15/20cm menggunakan tulangan pokok Ø 12 mm
sebanyak 4 batang, dan tulangan begel Ø 8 mm dengan jarak 15 cm
7.3.3. Ring balk dicor sepanjang pasangan batu bata dan teras dengan campuran 1Pc :
2Ps : 3Kr. ( K – 175 )
7.3.4. Semua bahan-bahan tersebut di atas, sebelum didatangkan lokasi pekerjaan
harus diperlihatkan contoh untuk mendapatkan persetujuan dari direksi.
7.4. CANOPY BETON
7.4.1. Untuk mengurangi masuknya air hujan ke ruangan lantai 1 dibuatkan canopy
beton.
7.4.2. Canopy beton dibuat dengan ketebalan 8cm menggunakan tulangan pokok
Ǿ10mm dengan jarak 15cm 1 lapis
7.4.3. Sebelun dicor, canopy beton dbuatkan cetakan / begisting dari kayu klas III sesuai
dengan bentuk dan ukuran yang ada pada gambar rencana dan detail.
7.4.4. Canopy dibuat menempel ke dinding di atas kosen jendela belakang.
7.4.5. Canopy beton dicor dengan mutu beton K-175 menggunakan mesin molan.
7.4.6. Setelah begisting dilepas dari canopy, sisi bawah dan samping canopy diaci
menggunakan adukan semen dan air dirapikan dan dihaluskan.
7.5. LANTAI
7.5.1. Lantai ruang dan teras dicor dengan ketebalan 5cm menggunakan campuran
1Pc : 3Ps : 5Kr ( K – 100 )
( Spesifikasi Teknis )
7.6. BAHAN - BAHAN
7.6.1. SEMEN
a. Semua semen yang digunakan adalah semen portland local.
b. Mempunyai sertifikat uji (test certificate) dan memenuhi persyaratan SNI
c. Mendapat persetujuan Konsultan Perencana / Konsultan Pengawas
d. Semua semen yang akan dipakai harus dari satu merek yang sama (tidak
diperkenankan menggunakan bermacam - macam jenis/merk semen
untuk satu konstruksi/struktur yang sama, dalam keadaan baru dan asli,
dikirim dalam kantong – kantong semen yang masih disegel dan tidak
pecah.
e. Dalam pengangkutan semen harus terlindung dari hujan, diterimakan
dalam sak(kantong) asli dari pabriknya dalam keadaan tertutup rapat dan
harus disimpan dalam gudang yang cukup ventilasinya dan tidak kena air,
diletakan pada tempat yang ditinggikan paling sedikit 30cm dari lantai.
Sak-sak semen tidak boleh ditumpuk sampai tingginya melebihi dari 2m.
7.6.2. AGREGAT
a. Semua pemakaian koral(kerikil), batu pecah (agregar kasar) dan pasir
beton harus bebas dari tanah/lumpur (tiadak bercamapur dengan tanah
dan kotoran-kotoran lainnya), tidak mudah hancur, sesuai dengan
persyaratan SNI.
b. Koral (kerikil) atau batu
pecah (agregat kasar) yang mempunyai ukuran lebih besar dari 30mm, untuk
penggunaanya harus mendapat persetujuan dari konsultan pengawas.
c. Gradasi dari agregat-agregat tersebut secara keseluruhan harus dapat
menghasilkan mutu beton yang baik, padat dan mempunyai daya kerja
dengan semen dan air dalam proporsi campuran yang akan dipakai
d. Agregat harus disimpan ditempat yang bersih, yang keras permukaannya
dan dicegah supaya tidak terjadi pencampuran satu sama lainnya dan
terkotori.
7.6.3. AIR
a. Air yang akan dipergunakan untuk semua pekerjaan – pekerjaan di
lapangan adalah air bersih, tidak berwarna, tidak mengandung bahan-
bahan kimia (asam alkali), tidak mengandung organisme yang dapat
memberikan efek merusak beton, tidak mengandung minyak, atau lemak.
b. Air yang mengandung garam (air laut) tidak diperkenankan untuk dipakai.
7.6.4. BESI BETON/TULANGAN
a. Tulangan pokok dan tulangan begel menggunakan besi beton polos.
b. Mempunyai penampang yang sama rata, ukuran sesuai dengan gambar.
c. Tulangan harus bersih dari karat, minyak, gemuk dan lain – lain yang
dapat mengurangi daya lekatan terhadap beton.
d. Tulangan harus dibentuk / dibengkokan sesuai dengan bentuk dan ukuran
pada gambar detail dan dijamin tidak akan berubah kedudukannya pada
saat dilakukan pengecoran.
e. Kawat pengikat tulangan harus dari jenis baja lunak dengan garis tengah
minimum 1 mm.
f. Semua bahan-bahan tersebut di atas, sebelum didatangkan ke lokasi
pekerjaan harus diperlihatkan contoh untuk mendapatkan persetujuan dari
direksi.
7.6.5. BEGISTING
a. Bahan yang digunakan untuk begisting tidak mengalami deformasi.
Begisting harus cukup tebal dan terikat kuat.
b. Begisting harus kedap air, dengan cara menutup semua celah yang
memungkinkan keluarnya adukan beton
c. Tahan terhadap getaran vibrator dari luar maupun dari dalam begisting
( Spesifikasi Teknis )
d. Begisting yang digunakan harus memberikan hasil permukaan beton yang
baik, halus (tidak kasar) dan mempunyai warna yang merata pada seluruh
permukaan beton tersebut
e. Permukaan begisting yang bersentuhan langsung dengan beton harus
diolesi dengan minyak begisting (oli), untuk mempermudah saat
pembongkaran cetakan dan memperbaiki permukaan beton
f. Begisting yang digunakan untuk pekerjaan ini menggunakan papan dan
balok dari kayu klas II serta plywood dengan ketebalan 9mm.
g. Begisting dibuat sesuai dengan bentuk dan ukuran yang sudah didesain
pada gambar rencana dan detail.
h. Begisting baru dapat dibongkar setelah berumur 3 hari untuk kolom dan
untuk balok dan plat lantai baru bisa dibongkar setelah beton berumur 3
minggu.
PASAL 8. PEKERJAAN PASANGAN / PLESTERAN/ KERAMIK
8.1. PASANGAN BATA RINGAN
8.1.1. Seluruh bata ringan yang akan digunakan harus direndam dalam ember yang
berisi air atau disiram dengan air terlebih dahulu, sehingga tidak mengikat dari air
adukan perekat.
8.1.2. Buat adukan perekat dari semen instant ( mortal siap pakai ) khusus untuk perekat
bata ringan terlebih dulu dengan air secukupnya hingga rata dan bersifat
homogen.
8.1.3. Tuangkan perekat dengan menggunkan cetok pada permukaan yang akan
ditempel bata ringan dengan ketebalan 1-3mm
8.1.4. Letekan bata ringan diatas permukaan lapisan perekat semen instant, ipukul
secara perlahan agar tidak pecah atau retak menggunakan palu karet hingga bata
ringan sejajar dengan benang yang dipasang.
8.1.5. Pasangan bata ringan harus dikerjakan dengan rapi dan lurus dengan cara
menggunakan benang sebagai alat bantu kelurusan horizontal dan waterpass
untuk membantu kelurusan vertikal.
8.1.6. Selalu bersihan sisa perekat yang menonjol dari permukaan bata agar proses
plesteran lebih mudah dan cepat.
8.1.7. Diamkan hasil konstruksi dinding yang dipasangi bata ringan selama 24 jam agar
pasangan bata ringan benar – benar mengering sempurna sebelum siap untuk
diplester.
8.1.8. Pekerjaan pasangan bata meliputi :
• pasangan bata ringan dinding ruang dan dinding layar ( geuvel ) dengan
menggunakan semen instant ( mortal siap pakai )
8.2. PLESTERAN DAN ACIAN
8.2.1. Pekerjaan plesteran meliputi semua pekerjaan plesteran dinding bata, dan
pondasi batu kali dengan tebal plesteran ± 15 mm.
8.2.2. Semua pekerjaan plesteran dinding dan pondasi menggunakan campuran
1Pc : 4Ps.
8.2.3. Pasir pasang yang digunakan untuk plesteran harus disaring agar terhindar dari
bahan – bahan yang merusak plesteran yang akan dilaksanakan.
8.2.4. Setelah pekerjaan plesteran selesai dan mulai mengeras, permukaan plesteran
kemudian diaci.
8.2.5. Khusus untuk pekerjanaan cor beton bertulang yang permukaannya kelihatan dan
masih dalam keadaan kasar maka harus dirapikan dan dihaluskan dengan cara di
aci
8.2.6. Pekerjaan acian beton meliputi : sloof, balok dan kolom
8.3. KERAMIK
8.3.1. Pasangan keramik lantai untuk ruangan menggunakan ukuran keramik 40x40cm
polos sedangkan untuk teras menggunakan keramik anti slip ukuran 40x40cm
8.3.2. Keramik dipasang menggunakan spesi campuran 1Pc : 4Ps
8.3.3. Nat antara keramik tidak boleh melebihi 3mm.
8.3.4. Nat diisi dengan semen warna putih dan harus padat.
8.3.5. Pekerjaan keramik lantai meliputi : ruang kelas saja
( Spesifikasi Teknis )
8.4. ROSTER
8.4.1. Pasangan roster menggunakan ukuran 20x20 cm.
8.4.2. Roster dipasang pada dinding geuvel sebanyak 6 buah untuk satu sisi, jadi total
untuk 2 sisi 12 buah menggunakan spesi campuran 1Pc : 4Ps
8.5. TRAP TERAS
8.5.1. Trap teras dibuat dari pasangan 1 batu bata / rolag
8.5.2. Permukaan samping trap teras harus diplester menggunakan spesi campuran 1Pc
: 4Ps
8.5.3. Permukaan atas trap teras dicor dengan ketebalan 5cm menggunakan campuran
1Pc : 3Ps : 5Kr dan dilapis dengan keramik anti slip ukuran 30x40cm anti slip
PASAL 9. PEKERJAAN RANGKA KAP / ATAP
9.1. Rangka KAP, kuda-kuda, nok, gording, murplat, suai, ikatan angin menggunakan baia ringan
ukuran C.65.75 dan reng ukuran 0,4mm
9.2. Lisplank menggunakan papan GRC ukuran 0,8/20 cm
9.3. Bahan atap dari genteng metal dengan ketebalan 0,25 mm
9.4. Bahan wuwungan atap yang dipasang yaitu wuwungan metal model C
9.5. Kemiringan atap disesuaikan dengan gambar rencana yaitu 30º
9.6. Bentuk dan ukuran atap disesuaikan dengan gambar rencana dan detail.
PASAL 10. PEKERJAAN PLAFOND
10.1. Seluruh rangka plafond dari besi hollow ukuran 2/4 dan 2/2
10.2. Permukaan bawah rangka plafond diratakan dengan menggunakan waterpass
10.3. Penutup plafond dari bahan PVC dengan permukaan yang lurus dan sudut yang lancip.dan
bagian luarnya yang telah diberi finishing warna
10.4. Tidak diperkenankan menggunakan bahan PVC yang cacat seperti patah, pecah atau warna
yang telah pudar.
10.4. List plafond dari PVC profil
10.5. Pekerjaan plafond PVC meliputi : ruang dan teras
10.6. Penutup plafond dari bahan kalsium silikat tebal 3,5mm dan lisplafond kayu ukuran 1/4cm
dikerjakan pada sisi luar dinding ( samping dan belakang ).
PASAL 11. PEKERJAAN KOSEN, PINTU, JENDELA, KACA DAN TERALIS
11.1. Kosen dari kayu ulin 5/10 cm tua, kering dan kualitas baik, dikerjakan profil atau sesuai dengan
gambar rencana dan detail.
11.2. Pintu terbuat dari panil ulin dibuat secara pabrikasi dengan ukuran 2x80/195 cm ( type P1 )
Total jumlah pintu sebanyak 6 buah
11.3. Rangka jendela dibuat dari kayu ulin dilengkapi dengan kaca polos setebal 5 mm dibuat secara
pabrikasi ( type J1, J2 ). Ukuran jendela type J1 60x60 sebanyak 6 buah. Untuk type J2 dengan
ukuran 60/90cm sebanyak 12 buah
11.4. Kaca mati tebal 5mm dipasang menggunakan list kaca kayu lanan.
11.5. Ventilasi / jalusi dibuat dari kayu lanan ukuran1/10cm ( P1, J1, J2 )
11.6. Pada sisi dalam ruangan , untuk kosen jendela dari atas ventilasi / jalusi sampai sisi bawah
jendela dipasang teralis dari besi nako ukuran 10mm dilas dan finishing menggunakan cat
kilap.
11.7. Teralis dipasang pada kosen jendela menggunakan sekrup.
PASAL 12. PEKERJAAN ALAT-ALAT GANTUNG DAN KUNCI
12.1. Pintu diberi kunci tanam masing – masing 1 buah, engsel 5" masing-masing 3 buah dan
grendel 2 buah.
12.2. Pemasangan kunci tanam, engsel dan grendel harus memakai skrup ulir yang disesuaikan
dengan keperluan dan tidak boleh memakai paku biasa.
12.3. Semua daun jendela memakai engsel 4" masing-masing 2 buah, dan memakai grendel
masing-masing 1 buah dan diberi pegangan masing-masing 1 buah, serta diberi kait angin
masing-masing 2 buah.
PASAL 13. PEKERJAAN INSTALASI LISTRIK
13.1. Untuk semua pekerjaan pemasangan instalasi listrik harus dipasang dan dilaksanakan oleh
instalatir yang sudah ahli.
( Spesifikasi Teknis )
13.2. Pemasangan instalasi listrik meliputi :
• Lampu LED 12 watt sebanyak 15 buah .
• Stop kontak setara broco sebanyak 3 buah .
• Saklar tunggal setara broco sebanyak 0 buah.
• Saklar ganda setara broco sebanyak 4 buah.
• MCB + Box sebanyak 1 buah
13.3. Pipa yang menuju ke stop kontak, saklar dan lain – lain ditanam dalam tembok atau dinding
dan tidak boleh gepeng.
13.4. Sebelum penyerahan pekerjaan, pemborong harus melakukan pengetesan seluruh system
jaringan instalasi dan apabila ada kerusakan harus segera diperbaiki kemudian dicoba lagi
sampai betul – betul dapat dioperasikan dengan sempurna.
PASAL 14. PEKERJAAN CAT-CATAN
14.1. Semua pengecatan pada kayu terlebih dahulu dicat meni dan cat dasar kemudian didempul /
diplamir dan diampelas sampai rata. Untuk cat lapis ( mengkilap ), dikerjakan 2 kali sampai
rata dengan memakai cat yang berkualitas baik, merk setara danalac.
14.2. Pekerjaan cat kilap adalah :
• Kosen, daun pintu panil, daun jendela
14.3. Semua pengecatan pada tembok / dinding menggunakan cat tembok dengan merk yang telah
direkomendasikan oleh pihak Proyek yaitu produk Mowilex / Envy / Toa / Nippon paint / Dulux.
Untuk warna dinding / tembok disarankan sebaiknya pihak kontraktor/ pelaksana berkonsultasi
dulu dengan pihak pengguna / sekolah sebelum melakukan pengecatan.
14.4. Sebelum dicat terlebih dahulu diberi cat dasar atau menggunakan plamir kemudian
diampelas sampai rata. Cat tembok dilaksanakan minimum 2 x pengecatan hingga benar-
benar rata.
14.5. Pengecatan tembok meliputi :
• dinding luar dan dalam,
• plafond luar
• lisplank
PASAL 15. PEKERJAAN RAMP
15.1. Jalan miring ( RAMP ) dibuat sebagai akses untuk memudahkan bagi para penyandang cacat
tunanetra ( disabilitas ) menggunakan kursi roda untuk menuju ke suatu ruangan / suatu
tempat.
15.2. RAMP dibuat dengan sudut kemiringan sekitar 10-20 derajat agar memudahkan kursi roda
melewati jalan tersebut.
15.3. Permukaan jalan miring tidak boleh dibuat terlalu licin atau terlalu terjal.
15.4. Untuk pekerjaan ini, tinggi dari muka tanah sekitar 50cm, sedangkan jarak kemiringan
terhadap bidang datar dibuat 2,50m. Untuk lebar ramp dibuat 1,20m.
15.5. Ramp dibuat menempel pada sisi teras ( samping bangunan )
15.6. Pondasi ramp dibuat dari pasangan 1 batu bata ( rolag ) untuk kedua sisinya dengan
campuran 1Pc : 4Ps
15.7. Dinding pondasi ramp (rolag) dipester denagn ketebalan 15mm camp 1Pc : 4Ps
15.8. Pada sisi dalam pasangan pondasi 1 bata (rolag) diurug dengan tanah laterit dipadatkan
sampai batas hampir rata dengan sisi atas pondasi.
15.9. Setelah urugan selesai dipadatkan kemudian dilapisi dengan pasir setebal 5cm dipadatkan.
15.10. Pada sisi atas ramp dicor beton dengan ketebalan 5cm dengan mutu beton K-175.
15.11. Untuk atas ramp yang permukaannya rata / datar dilapisi dengan keramik lantai ukuran
40x40cm anti slip.
PASAL 16. PEKERJAAN AKSESIBILITAS
16.1. Untuk membatu mempermudah para penyandang cacat tunanetra ( disabilitas ) melewati jalan
dibuat jalur khusus menuju kesuatu ruangan / kesuatu tempat.
16.2. Ada dua jalur yang dibuatkan sebagai pemandu yaitu yang bertekstur garis – garis dan bulat
sesui dengan PERMEN PU No. 30 / PRT / M / 2006 tentang Pedoman Teknis Fasilitas dan
Aksesibilitas Bangunan Gedung dan Lingkungan.
16.3. Jalur yang bertekstur garis – garis ( Guiding Block ) sebagai penunjuk arah perjalanan. Jalur
yang bertekstur bulat ( Warning Block ) sebagai peringatan karena adanya perubahan situasi
disekitar.
( Spesifikasi Teknis )
16.4. Guiding Block dan Waning Block dibuat dengan warna kuning yang mencolok dari bahan
granit ukuran 30x30cm.
16.5. Guiding Block dipasang pada lintasan lurus dan rata pada sisi tengah jalan. Sedangkan
Warning Block dipasang apabila jalan yang akan dilewati ada perubahan jalur atau jalan
tersebut akan berhenti untuk dilewati atau menurun maka harus dipasang Warning Block agar
pengguna jalan waspada.
16.6. Pada sisi samping ramp dipasang reiling pagar dari pipa besi stainless Φ2” dengan ketinggian
80cm dari lantai. Bentuk dan ukuran disesuaikan dengan gambar kerja dan detail.
16.7. Reiling pagar dipasang pada lantai dengan cara dicor kaki – kakinya ke dalam lantai agar
menjadi lebih kuat dan kokoh
16.8. Pada dinding bangunan sisi depan dipasang handerail tempel dari pipa besi stainless Φ2”
dengan ketinggian dari permukaan lantai 80cm.
.
PASAL 17. JENIS MATERIAL YANG DIGUNAKAN DENGAN SPEK MINIMUM
.
No. Jenis Pekerjaan Minimum Merk Keterangan
yang digunakan
1. Beton non struktural dan • Gresik Sesuai SNI 2049 : 2015
pasangan • Tiga Roda
• Tonasa
2. Beton Struktural • Gresik Sesuai SNI 2049 : 2015
• Tiga Roda
• Tonasa
3. Keramik ( Grade A ) • Roman Sesuai SNI ISO 13006 : 2010
• KIA
• Mulia
• Asia Tile
4. Aksesibilitas • Roman granit Jalur pandu untuk jalan type
• Uterra bergaris ( line type ). Jalur
pandu untuk stop type bertitik
( spot type ), ukuran 30x30x3
5. Kaca Polos • Sinar Rasa Jenis Floast glass tebal 5mm
• Asahi Glass
6. Alat penggantung dan kunci • Solid
• Unikey
• HPP
• Ponama
• Gomeo
7. Atap Genteng Metal • Kencana Atap jenis genteng metal tebal
• Surya Roof 0,25mm
Warna atap sesuai arahan
• Sakura Roof
Direksi / Konsultan Pengawas
• Prima Roof
/ Menyesuaikan dengan warna
• Pandu
atap yang sudah ada
8. Rangka Atap Baja Ringan • Taso Sesuai SNI 8399 : 2017
• Kencana
• Tata
• Tenzo
• Pandu
• Kaso
9. Instalasi listrik • Eterna Kabel NYM 2,5mm standard
• Supreme SNI - PLN
• Broco
( Spesifikasi Teknis )
10. Cat - catan • Mowilex Penentuan warna :
• Envi a. Cat Exterior : Hijua Tua
dan Hijau muda.
• Nippon Paint
b. Khusus untuk PAUD
• TOA
warna dinding exterior
• Dulux
yang digunakan
sebaiknya berkonsultasi
dulu dengan pihak
pengguna.
c. Cat Interior : Cream
Muda
d. Kosen, Pintu, Jendela
dan Lisplank : Coklat Tua
PASAL 18. PERATURAN PENUTUP
18.1. Meskipun dalam bestek ini pada uraian pekerjaan dan uraian bahan-bahan tidak dinyatakan
kata-kata yang harus disediakan oleh pemborong, tetapi disebutkan dalam penjelasan
pekerjaan pembangunan ini, perkataan tersebut tetap dianggap dan dimuat dalam RKS.
18.2. Pekerjaan yang nyata-nyata menjadi bagian dari pekerjaan pembangunan ini, tetapi tidak
diuraikan dan tidak dimuat dalam RKS ini tetapi harus diselesaikan oleh pemborong, harus
dianggap seakan-akan pekerjaan itu diuraikan dimuat dalam RKS ini.
( Spesifikasi Teknis )